3 Catatan Akuntansi

Catatan Akuntansi terdiri dari :
1. Jurnal
2. Buku Besar

1. Jurnal
Pengertian: Catatan permanen akuntansi pertama (book of original entry) untuk merekam transaksi perusahaan secara berurut berdasarkan tanggal terjadinya sesuai dengan prinsip pencatatan ganda (double bookeeping entries).

Sebagai catatan pertama :
– harus lengkap dan
– memudahkan pengusutan ke dokumen sumber

Alasan pentingnya Jurnal Khusus :

  • Untuk mengumpulkan dan mengelompokkan transaksi sejenis yang frekuensinya tinggi
  • Efisiensi posting ke Buku Besar Umum
  • Pembagian tugas menjurnal ke beberapa orang
  • Menciptakan pengendalian intern

Prinsip Perancangan Jurnal

  • Tersedia jumlah Jurnal yang memadai, sesuai dengan meningkatnya transaksi bisnis
  • Mungkinkan Jurnal sebagai pemisahan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu (Penerimaan Kas,Pengeluaran Kas, Pembelian, Penjualan)
  • Gunakan Kolom-kolom khusus, untuk transaksi yang berkaitan dengan pos keuangan yang sering terjadi
  • Nama kolom adalah nama rekening dalam buku besar
  • Jumlah angka dalam suatu kolom dapat diposting ke buku besar (Efisiensi posting)     
  • Diciptakan penghubung ke bukti sumber/transaksi

2. Buku Besar
Buku Besar : Kumpulan Rekening catatan keuangan perusahaan yang akan disajikan dalam laporan keuangan sesuai dengan prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping).

Jenis Rekening  (Account) :
1. (Control Account)
2. (Subsidiary account)

1. (Real Account)
2. (Nominal Account)

Fungsi Rekening :
1. Untuk mencatat.
2. mengklasifikasikan

Kode Rekening
Untuk memudahkan mengenali rekening maka diberikan identitas ringkas berupa kode unik untuk setiap rekening yang terdiri dari huruf atau angka atau kombinasi dari keduanya.

Sistem pengkodean rekening yang banyak digunakan diantaranya :
1. Kode Angka atau Alfabet Urut
2. Kode Angka Blok
3. Kode Angka Kelompok/grup
4. Kode Angka Desimal

Sumber :
Azhar Susanto.Sistem Informasi Akuntansi, Bandung : Lingga Jaya
Bodnar, George H. & William S. Hopwood.Accounting Information Systems, New Jersey : Pearson- Prentice Hall
McLeod, Raymond, Jr. and George Schell.Management Information Systems.New Jersey : Pearson- Prentice Hall
Mulyadi, Sistem Akuntansi. Yogyakarta : Bagian Penerbitan STIE YKPN
Romney, Marshall B. & Paul John Steinbart.Accounting Information Systems, New Jersey : Pearson- Prentice Hall
Wilkinson, Cerullo, Raval, Wong-On-Ming.Accounting Information Systems.New York: John Wiley and Sons Inc.
Tugas: Berikan Ulasan ringkas tentang materi ini menurut pandangan anda atau dilihat dari referensi lain yang anda baca dan upload pada tag komentar (Comment) ini. Jangan lupa menyertakan identitas NIM, Nama, Kelas dan Mata kuliah – SIA

58 Responses to 3 Catatan Akuntansi

  1. Afifah Utami Putri says:

    1400668 / Afifah Utami Putri / 2014-A / SIA

    Catatan akuntansi terdiri dari:
    1. Buku Jurnal yaitu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media untuk (1) mencatat transaksi keuangan penerimaan kas berdasarkan dokumen transaksi yang sah, dan (2) menggolongkan transaksi keuangan ke dalam rekening-rekening (akun).
    Transaksi keuangan yang telah dicatat dan digolongkan ke dalam Buku Jurnal, selanjutnya secara periodik diposting ke dalam Buku Besar.
    2. Buku Besar yaitu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media untuk (1) meringkas catatan transaksi keuangan yang telah digolongkan ke rekening-rekening (akun), (2) memberikan informasi saldo rekening-rekening dimaksud secara akumulatif.

    Fungsi jurnal meliputi :
    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

    Jurnal sangat penting dalam suatu sistem akuntansi karena adanya beberapa karakteristik berikut,
    a. Jurnal merupakan pencatatan akuntansi permanen pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.
    b. Pencatatan dalam jurnal biasanya lengkap dan terinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi.
    c. Jurnal harus dirancang sedemikian rupa karena jurnal merupakan catatan akuntansi yang pertama, sehingga tidak boleh terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat.
    d. Catatan yang dilakukan di dalam jurnal biasanya lengkap dengan penfjelasan, tanggal, dan informasi lain, karena akan digunakan untuk mengusut kembali ke dokumen sumbernya (formulir).
    Jika transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum sudah cukup memadai. Namun, jika transaksi sudah mulai banyak, maka dibutuhkan tambahan yang biasa disebut jurnal khusus, yang mana diperlukan karena:
    – Untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensinya terjadinya tinggi.
    – Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan ke dalam buku besar dan untuk menggolongkan transaksi yang dicatat.
    – Untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan oleh beberapa orang.
    – Untuk menciptakan pengawasan intern.
    Adapun prinsip-prinsip yang melandasi perancangan jurnal :
    1. Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang cukup memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
    2. Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
    3. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.
    4. Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jurnal.
    5. Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    6. Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum.
    7. Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggung jawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

    Daftar Pustaka.
    Yusuf, Junaedi & Dr. Erhans A. 2000. Akuntansi Berdasarkan Prinsip Akuntansi Indonesia. Jakarta: PT. Ercontara Rajawali
    S. Purnomo, Budi. 2006. Accounting Principles I. Sumedang: Pusat Pelayanan dan Pengembangan Ekonomi (P3E)
    http://anisoerya.blogspot.co.id/2012/12/catatan-akuntansi.html
    http://milamashuri.wordpress.com/jurnal-umum/
    http://auaudindin.blogspot.co.id/2012/03/catatan-akuntansi.html

  2. Dyta Permatasari says:

    1401343/DYTA PERMATASARI/2014-A/SIA
    JURNAL
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing.
    Menurut Dr. Erhans dan Junaedi Yusuf (2000:76)
    Jurnal yaitu formulir yang digunakan untuk mencatat dan mengelompokkan transaksi secara kronologis. Adapun proses pencatatan dapat digambarkan sebagai berikut:
    Transaksi yang terjadi >> Surat bukti pembukuan >> Jurnal >> Perkiraan >> Neraca saldo
    Fungsi jurnal meliputi :
    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

    Jurnal sangat penting dalam suatu sistem akuntansi karena adanya beberapa karakteristik berikut :
    a. Jurnal merupakan pencatatan akuntansi permanen pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.
    b. Pencatatan dalam jurnal biasanya lengkap dan terinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi.
    c. Jurnal harus dirancang sedemikian rupa karena jurnal merupakan catatan akuntansi yang pertama, sehingga tidak boleh terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat.
    d. Catatan yang dilakukan di dalam jurnal biasanya lengkap dengan penfjelasan, tanggal, dan informasi lain, karena akan digunakan untuk mengusut kembali ke dokumen sumbernya (formulir).

    BUKU BESAR
    Buku Besar yaitu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media untuk (1) meringkas catatan transaksi keuangan yang telah digolongkan ke rekening-rekening (akun), (2) memberikan informasi saldo rekening-rekening dimaksud secara akumulatif.
    Rekening adalah judul suatu catatan akuntansi yang umumya berbentuk T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debit dan sebelan kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping).
    FORMULIR REKENING BUKU BESAR
    Di atas sudah disebutkan bahwa rekening buku besar umumnya berbentuk T, yang merupakan catatan akuntansi yang dibagi dua secara vertikal, sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit.
    Ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar:
    1. Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)
    2. Rekening biasa (regular ledger)
    3. Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)
    4. Rekening berkolom saldo (balance ledger)
    5. Rekening ganda berkolom saldo (doubel ledger with balance ledger)
    6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)
    KODE REKENING
    Pemberian kode untuk klasifikasi rekening diperlukan karena dapat memudahkan untuk mencari rekening-rekening yang diinginkan. Apabila pembukuan dilakukan dengan mesin maka kode ini tidak dapat dihindarkan dan menjadi sangat penting dan menjadi sangat penting.
    Kode rekening harus disusun secara konsisten. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk dalam memberikan kode yaitu dengan angka, huruf ataupun kombinasi keduanya. Tidak memandang cara mana yang digunakan, kode yang diberikan harus dapat memenuhi syarat-syarat sbb:
    a. Memungkinkan adannya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode.
    b. Harus mudah diingat
    c. Memudahkan bagi pihak yang menggunakan.
    Berikut uraian tentang penggunaan Kode Kelompok, Blok dan Kode Desimal untuk memberi kode rekening sbb:
    1. Kode Kelompok (Group Code)
    Kode kelompok mempunyai sifat-sifat khusus sbb:
    a. Posisi masing-masing angka mempunyai arti di mana angka paling kiri adalah kode kelompok dan angka paling kanan kode jenis rekening.
    b. Kode kelompok akan terdiri dari angka-angka yang sudah diperkirakan terlebih dahulu.
    c. Setiap kode dalam klasifikasi menggunakan jumlah angka yang sama.
    d. Jika terjadi penambahan kelompok rekening, dpat dilakukan dengan mengubah angka paling kiri.
    Misalnya, klasifikasi rekening akan diberi kode yang terdiri dari 4 angka maka cara memberikan kodenya dapat digambarkan sebagai berikut:
    2. Penggunaan Kode Kelompok untuk Pengawasan
    Apabila informasi akuntansi dipakai untuk mengukur prestasi maka digunakan akuntansi pertanggungjawaban. Yang dimaksud dengan akuntansi pertanggungjawaban adlah suatu sistem akuntansi yang disusun sedemikian rupa sehingga informasi yang dihasilkan menunjukkan tingkat kegiatan yang dikaitkan dengan tanggungjawab orang atau bagian tertentu.
    Pusat pertanggungjawaban ini dapat dibedakan menjadi:
    a. Pusat pertanggungjawaban Biaya
    Yaitu unit organisasi yng dinilai atas dasar biaya yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian produksi.
    b. Pusat pertanggungjawaban Pendapatan
    Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar pendapatan yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian Pemasaran.
    c. Pusat pertanggungjawaban Laba
    Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi tanggungjawabnya, misalnya anak perusahaan atau devisi perusahaan.
    d. Pusat pertanggungjawaban Investasi
    Yaitu unit orgaisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi yang menjadi tanggungjawabnya diaktikan denganinvestasinya, misalnya divisi perusahaan.
    Untuk melakukan penilaian prestasi, digunakan anggaran sebagai dasar penilaian. Anggaran ini disusun untuk setiap pusat pertangungjawaban. Agar pencatatan transaksi dapat dikaitkan dengan pusat pertanggungjawaban, disusun kode rekening sedemikain rupa. Biasanya kode rkening ini menggunakan kelompok.
    Berikut contoh kode untuk unit pertanggungjawaban dibuat sbb:
    3. Kode Blok (Blok Code)
    Dalam cara ini juga dilakukan klasifikasi seperti yang dilakukan dalam kode kelompok.
    Kode yang diberikan kepada setiap klasifikasi tidak menggunakan urut-urutan digit seperti dalam kode kelompok, tetapi dengan memberikan satu blok nomor untuk setiap kelompok.
    Jadi disini kode akan diberikan pada setiap kelompok, dimulai angka tertentu dan diakhiri dengan angka tertentu yang merupakan satu blok nomor kode.
    Sebagai contoh penggunaan kode blok, sbb:
    Kelompok Kode Blok
    Aktiva 100 – 199
    Utang 200 – 249
    Modal 250 – 299
    Penghasilan 300 – 399
    Biaya Usaha 400 – 899
    Pendapatan dan Rugi Laba di Luar Usaha 900 – 999

    DAFTAR PUSTAKA
    Adina Aulia.(2012).”Catatan Akuntansi”.[Online]. Tersedia : http://auaudindin.blogspot.sg/2012/03/catatan-akuntansi.html (03 Maret 2016)
    Kompasiana.(2015).”Catatan Akuntansi”.[Online].Tersedia : http://www.kompasiana.com/klinikakuntansi/catatanakuntansi_54f75f73a333112d358b4634 (03 Maret 2016)
    Sistem Akuntansi, Mulyadi, Salemba Empat.[Online]. Tersedia :http://sistem-akuntansi1000.blogspot.sg/2009/10/buku-besar-buku-pembantu-rekening.html (03 Maret 2016)

  3. Hasna Kusuma Dewi says:

    1405200/HASNA KUSUMA DEWI/AKUNTANSI A/SIA

    CATATAN AKUNTANSI

    Menurut Mulyadi (2008: 218) catatan akuntansi yang digunakan adalah :
    1. Jurnal Penjualan
    Jurnal penjualan digunakan untuk mencatat transaksi penjualan baik penjualan tunai maupun kredit.
    2. Kartu Piutang
    Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi mutasi piutang perusahaan kepada tiap debiturnya.
    3. Kartu Persediaan
    Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi setiap jenis persediaan.
    4. Kartu Gudang
    Catatan akuntansi ini diselenggarakan oleh fungsi gudang untuk mencatat mutasi dan persediaan fisik barang yang ada di gudang.
    5. Jurnal Umum
    Jurnal ini digunakan untuk mencatat harga pokok produk yang dijual selama periode tertentu.

    1.JURNAL

    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing.
    Menurut Dr. Erhans dan Junaedi Yusuf (2000:76)
    JURNAL (Journal) adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.
    Jurnal yaitu formulir yang digunakan untuk mencatat dan mengelompokkan transaksi secara kronologis. Adapun proses pencatatan dapat digambarkan sebagai berikut:
    Transaksi yang terjadi >> Surat bukti pembukuan >> Jurnal >> Perkiraan >> Neraca saldo
    Fungsi jurnal meliputi :
    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.
    Jurnal sangat penting dalam suatu sistem akuntansi karena adanya beberapa karakteristik berikut,
    a. Jurnal merupakan pencatatan akuntansi permanen pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.
    b. Pencatatan dalam jurnal biasanya lengkap dan terinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi.
    c. Jurnal harus dirancang sedemikian rupa karena jurnal merupakan catatan akuntansi yang pertama, sehingga tidak boleh terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat.
    d. Catatan yang dilakukan di dalam jurnal biasanya lengkap dengan penfjelasan, tanggal, dan informasi lain, karena akan digunakan untuk mengusut kembali ke dokumen sumbernya (formulir).
    Jika transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum sudah cukup memadai. Namun, jika transaksi sudah mulai banyak, maka dibutuhkan tambahan yang biasa disebut jurnal khusus, yang mana diperlukan karena:
    – Untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensinya terjadinya tinggi.
    – Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan ke dalam buku besar dan untuk menggolongkan transaksi yang dicatat.
    – Untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan oleh beberapa orang.
    – Untuk menciptakan pengawasan intern.
    Adapun prinsip-prinsip yang melandasi perancangan jurnal :
    1. Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang cukup memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
    2. Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
    3. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.
    4. Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jurnal.
    5. Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    6. Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum.
    7. Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

    2. BUKU BESAR

    Menurut Gito Brahmana,
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhir dalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikan yang berasal dari jurnal.
    Dalam akuntansi, bagan akun standar adalah daftar nomor akun yang terdiri dari buku besar perusahaan. Bagan rekening perusahaan pada dasarnya merupakan sistem pengarsipan untuk mengelompokkan semua account sebuah perusahaan dan mengelompokkan semua transaksi sesuai dengan account mereka mempengaruhi. Bagan rekening daftar kategori mungkin termasuk aktiva, kewajiban, ekuitas pemilik, pendapatan, harga pokok penjualan, biaya operasi, dan akun lain yang relevan.
    Sebuah bagan akun standar diatur sesuai dengan sistem numerik. Setiap kategori utama akan dimulai dengan nomor tertentu, dan kemudian di sub-kategori dalam kategori besar semua akan dimulai dengan nomor yang sama. Sebagai contoh, jika aktiva tersebut diklasifikasikan dengan nomor yang dimulai dengan 1 digit, maka rekening kas mungkin diberi label 101, piutang mungkin diberi label 102, persediaan mungkin diberi label 103, dan seterusnya. Dan jika account kewajiban diklasifikasikan berdasarkan nomor yang dimulai dengan 2 digit, maka hutang akan diberi label 201, utang jangka pendek mungkin akan diberi label 202, dan seterusnya.
    Tergantung pada ukuran perusahaan, bagan rekening mungkin termasuk rekening beberapa lusin atau mungkin meliputi beberapa ribu rekening. Tergantung pada kecanggihan dari perusahaan, bagan akun dapat kertas-based atau berbasis komputer. Bagan akun berguna untuk menganalisis transaksi masa lalu dan menggunakan data historis untuk memperkirakan tren masa depan.
    Prinsip dasar yang harus dijunjung oleh semua aturan prinsip-prinsip ini meliputi konsistensi, relevansi, reliabilitas, dan komparatif.

    DAFTAR PUSTAKA
    Dina, Aulia. [2012]. Catatan Akuntansi. [Online]. Tersedia: http://auaudindin.blogspot.co.id/2012/03/catatan-akuntansi.html. [26 Febuari 2016]

  4. Wulan Lutfiyanti says:

    1404853/ Wulan Lutfiyanti/ Akuntansi A/ SIA

    CATATAN AKUNTANSI

    Jurnal merupakan catatan akuntansi permanen yang pertama, yang digunaka untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.
    Jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak ada satupun transaksi yang tidak dicatat; catatan yang dicatat lengkap dengan penjelasan dan informasi lain, agar catatan tersebut mudah diusut kembali ke dokumen sumbernya.

    Pentingnya Jurnal
    a. Jurnal merupakan pencatatan akuntansi permanen pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.
    b. Pencatatan dalam jumal biasanya lengkap dan terinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi
    c. Jurnal harus dirancang sedemikian rupa karena jumal merupakan catatan akuntansi yang pertama, sehingga tidak boleh terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat.
    d. Catatan yang dilakukan di dalam jumal biasanya lengkap dengan penjelasan, tanggal dan informasi lain, karena akan digunakan untuk mengusut kembali ke
    dokumen sumbemya (formulir).

    Prinsip Dasar yang Melandasi Perancangan Jurnal
    1. Harus tersedia jumal dalam jumlah yang cukup memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
    2. Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
    3. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.
    4. Nama kolom dalam jumal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jumal.
    5. Kolom-kolom dalam jumal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    6. Sedapat mungkin jumal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbemya dibuat sangat Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jumal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

    JURNAL UMUM
    Jurnal ini digunakan untuk menampung transaksi penjualan, pembelian, penerimaan dan pengeluaran kas, depresiasi aktiva tetap dan transaksi lainnya.
    Karena dalam perusahaan kecil volume transaksinya masih sedikit, jurnal umum seperti tampak pada gambar diatas.
    Kolom-kolom dalam jurnal umum tersebut diisi data berikut ini:
    a. Kolom Tanggal.
    Kolom ini diisi dengan tanggal terjadinya transaksi, yang diisi secara berurutan sesuai dengan kronologi terjadinya transaksi.
    b. Kolom Keterangan
    Kolom ini diisi dengan keterangan lengkap mengenai transaksi yang terjadi, seperti nama rekening yang didebit dan dikredit, serta penjelasan ringkas tentang transaksi yang bersangkutan.
    c. Kolom Nomor Bukti
    Kolom ini digunakan untuk mencatat nomor formulir (dokumen sumber) yang dipakai sebagai dasar pencatatan data dalam jurnla tersebut.
    d. Kolom Nomor Rekening
    Diisi dengan nomor rekening yang didebit dan nomor rekening yang dikredit dengan adanya transaksi.
    e. Kode Debit dan Kredit
    Kode ini diisi dengan jumlah rupiah transaksi. Jumlah-jumlah rupiah adlam kolom ini diringkas (dijumlahkan) menurut nomor rekening yang tercantum dalam kolom nomor rekening.

    JURNAL KHUSUS
    Jika suatu perusahaan bertambah besar dan jenis transaksi menjadi lebih banyak, jurnal umum tersebut menjadi tidak mampu lagi menampung berbagai transaksi yang timbul, yang frekuensi terjadinya transaksi semakin tinggi.
    Mengapa jurnal umum perlu dipecah:
    a. Untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensi
    terjadinya tinggi
    b. Untuk mengurangi pekerjaanpembukuan ke dalam buku besar dan untuk
    menggolongkan transaksi yang dicari.
    c. Untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan
    oleh beberapa orang.
    d. Untuk menciptakan pengendalian intern.

    JENIS JURNAL KHUSUS
    Jenis jurnal yang biasanya terdapat dalam perusahaan yang relatif besar adalah sbb:
    1. Jurnal khusus Penjualan
    Digunakan untuk mencatat transaksi penjualan, baik penjualan kredit maupun penjualan tunai.
    Dari jurnal penjualan ini, manajemen akan dapat memperoleh informasi mengenai semua jenis transaksi penjualan selama periode tertentu, urut secara kronologi.
    2. Jurnal khusus Pembelian
    Digunakan untuk mencatat transaksi pembelian kredit.
    Transaksi pembelian tunai dicatat dalam jurnal pengeluaran kas.
    3. Jurnal khusus Penerimaan Kas
    Digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kas.
    Sumber pokok penerimaan kas perusahaan umumnya dari penjualan tunai dan penerimaan piutang.
    Jika frekuensi transaksi kas masih rendah, jurnal penerimaan kas ini digabungkan dengan jurnal pengeluaran kas dalam satujurnal yang disebut jurnal kas.
    4. Jurnal khusus Pengeluaran Kas
    Jurnal pengeluaran kas digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas.
    5. Jurnal khusus Umum
    Digunakan untuk mencatat transaksi selain yang dicatat dalam jurnal khusus.
    Pada umumnya jurnal umum berbentuk jurnal dua kolom (artinya kolom rupiah hanya terdiri dari 2 kolom) yaitu; kolom debit dan kolom kredit.

    LANGKAH PERANCANGAN JURNAL
    Berikut ini adalah langkah-langkah yang biasa ditempuh oleh ahli sistem dalam merancang jurnal:
    1. Studi terhadap Karakteristik Transaksi Perusahaan
    Percangan jurnal dimulai dari studi terhadap karakteristik transaksi yang dilaksanakan oleh perusahaan.
    2. Pembuatan Jurnal Standar
    Setelah transaksi yang berfrekuensi tinggi diidentifikasi, langkahselanjutnay adalah memperlajari ciri khas transaksi tersebut untuk dapat menentukan rekening-rekening buku besar yang terkait dalam pencatan transaksi tersebut. Atas dasar ini dibuat jurnal standar untuk mencatat transaksi-transaksi yang berfrekuensi tinggi.
    3. Percanangan Jurnal
    Jurnal standar kemudian dipakai sebagai dasar untuk menentukan kolom-kolom yang harus dicantumkan dalam jurnal khusus.

    BUKU BESAR
    Buku besar / Ledger adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhir dalam akuntansi book of final entry yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.
    Menurut Gito Brahmana,
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhir dalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikan yang berasal dari jurnal.

    Dalam akuntansi, bagan akun standar adalah daftar nomor akun yang terdiri dari buku besar perusahaan. Bagan rekening perusahaan pada dasarnya merupakan sistem pengarsipan untuk mengelompokkan semua account sebuah perusahaan dan mengelompokkan semua transaksi sesuai dengan account mereka mempengaruhi. Bagan rekening daftar kategori mungkin termasuk aktiva, kewajiban, ekuitas pemilik, pendapatan, harga pokok penjualan, biaya operasi, dan akun lain yang relevan.
    Sebuah bagan akun standar diatur sesuai dengan sistem numerik. Setiap kategori utama akan dimulai dengan nomor tertentu, dan kemudian di sub-kategori dalam kategori besar semua akan dimulai dengan nomor yang sama. Sebagai contoh, jika aktiva tersebut diklasifikasikan dengan nomor yang dimulai dengan 1 digit, maka rekening kas mungkin diberi label 101, piutang mungkin diberi label 102, persediaan mungkin diberi label 103, dan seterusnya. Dan jika account kewajiban diklasifikasikan berdasarkan nomor yang dimulai dengan 2 digit, maka hutang akan diberi label 201, utang jangka pendek mungkin akan diberi label 202, dan seterusnya.

    Tergantung pada ukuran perusahaan, bagan rekening mungkin termasuk rekening beberapa lusin atau mungkin meliputi beberapa ribu rekening. Tergantung pada kecanggihan dari perusahaan, bagan akun dapat kertas-based atau berbasis komputer. Bagan akun berguna untuk menganalisis transaksi masa lalu dan menggunakan data historis untuk memperkirakan tren masa depan.

    Prinsip dasar yang harus dijunjung oleh semua aturan prinsip-prinsip ini meliputi konsistensi, relevansi, reliabilitas, dan komparatif.


    DAFTAR PUSTAKA
    Akuntansi, Sistem. Jurnal. [online]. Tersedia: http://sistem-akuntansi1000.blogspot.co.id/2009/10/j-u-r-n-l.html. [03 Maret 2016].

    Jurnal Akuntansi. Jurnal pada Akuntansi-Sistem Informasi Akuntansi. [online]. Tersedia: http://jurnal-akuntansi.blogspot.co.id/2012/05/jurnal-pada-akuntansi-sistem-informasi.html. [03 Maret 2016].

    Dina, Aulia. [2012]. Catatan Akuntansi. [Online]. Tersedia: http://auaudindin.blogspot.co.id/2012/03/catatan-akuntansi.html. [26 Febuari 2016]

  5. Cindi Ajeng Pratiwi says:

    1403559/ Cindi Ajeng Pratiwi/ Akuntansi A/ SIA
    Jurnal
    Jurnal adalah suatu buku yang tempat mencatat semua transaksi yang terjadi dalam perusahaan secara sistematis dan kronologis, pencatatan dilakukan berdasarkan bukti-bukti dengan menyebutkan rekening yangdidebet dan dikredit. Prosesnya disebut menjurnal (journalizing).
    Buku Besar
    Buku besar adalah himpunan rekening-rekening yang saling berhubungan yang menggambarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan harta, utang dan modal. Pemindahbukuan semua pos-pos jurnal ke buku besar disebut posting. Nama akun yang dipakai pada ayat-ayat jurnal harus sama dengan nama akun di buku besar.
    Pentingnya Jurnal
    a. Jurnal merupakan pencatatan akuntansi permanen pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.
    b. Pencatatan dalam jumal biasanya lengkap dan terinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi
    c. Jurnal harus dirancang sedemikian rupa karena jumal merupakan catatan akuntansi yang pertama, sehingga tidak boleh terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat.
    d. Catatan yang dilakukan di dalam jumal biasanya lengkap dengan penjelasan, tanggal dan informasi lain, karena akan digunakan untuk mengusut kembali ke dokumen sumbemya (formulir).

    Prinsip Perancangan Jurnal
    1. Harus tersedia jumal dalam jumlah yang cukup memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
    2. Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
    3. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.
    4. Nama kolom dalam jumal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jumal.
    5. Kolom-kolom dalam jumal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    6. Sedapat mungkin jumal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbemya dibuat sangat Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jumal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

    1. KODE REKENING
    Pemberian kode untuk klasifikasi rekening diperlukan karena dapat memudahkan untuk mencari rekening-rekening yang diinginkan.
    Kode rekening harus disusun secara konsisten. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk dalam memberikan kode yaitu dengan angka, huruf ataupun kombinasi keduanya. Tidak memandang cara mana yang digunakan, kode yang diberikan harus dapat memenuhi syarat-syarat sbb:
    a. Memungkinkan adannya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode.
    b. Harus mudah diingat
    c. Memudahkan bagi pihak yang menggunakan.
    BUKU BESAR
    Pemindahan (posting) jurnal ke buku besar – Setelah transaksi dicatat dalam jurnal, tiba saatnya dilakukan posting ke buku besar. Jadi, apakah posting itu? Posting atau pemindahbukuan adalah memindahkan transaksi yang telah dicatat dalam jurnal ke dalam setiap akun buku besar yang sesuai. Buku besar ini merupakan kumpulan akun-akun yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan. Karena itu, buku besar hampir sama dengan akun. Perbedaannya hanyalah pada penyebutannya.
    Ingatkah Anda, apakah akun itu?

    Cara memposting ke buku besar melalui tiga tahap, yaitu sebagai berikut.
    1. mencatat tanggal transaksi dan jumlah yang akan didebit atau dikredit ke dalam akun yang sesuai;
    2. mengisi kolom “Referensi: dalam akun nomor halaman jurnal;
    3. mengisi kolom “Referensi” dalam jurnal dengan akun yang bersangkutan.
    Pada buku besar, bentuk-bentuk akun yang biasa digunakan, yaitu akun bentuk T, akun 2 kolom, akun 3 kolom, dan akun 4 kolom. Penyebutan istilah “dua kolom” mengacu pada jumlah kolom yang digunakan untuk mencatat nilai uang. Berikut disajikan bentuk-bentuk buku besar tersebut.

    Daftar Pustaka
    Joah, Imania. “JURNAL, BUKU BESAR, NERACA SALDO, JURNAL PENYESUAIAN. KERTAS KERJA”. [Online]. Tersedia: http://imaniajoah.blogspot.co.id/2013/11/jurnal-buku-besar.html [03 Maret 2016]
    Akuntansi, Jurnal. “Jurnal Pada Akuntansi”. [Online]. Tersedia: http://jurnal-akuntansi.blogspot.co.id/2012/05/jurnal-pada-akuntansi-sistem-informasi.html [03 Maret 2016]
    Respati, Dian. “Posting Jurnal ke Buku Besar”. [online]. Tersedia: http://akuntansis.blogspot.co.id/2014/07/posting-jurnal-ke-buku-besar.html. [03 Maret 2016].

  6. Krisna Rosdiana says:

    1400434/krisna rosdiana/2014 akuntansi A/SIA

    CATATAN AKUNTANSI

    Menurut Mulyadi (2008: 218) catatan akuntansi yang digunakan adalah :
    1. Jurnal Penjualan
    Jurnal penjualan digunakan untuk mencatat transaksi penjualan baik penjualan tunai maupun kredit.
    2. Kartu Piutang
    Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi mutasi piutang perusahaan kepada tiap debiturnya.
    3. Kartu Persediaan
    Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi setiap jenis persediaan.
    4. Kartu Gudang
    Catatan akuntansi ini diselenggarakan oleh fungsi gudang untuk mencatat mutasi dan persediaan fisik barang yang ada di gudang.
    5. Jurnal Umum
    Jurnal ini digunakan untuk mencatat harga pokok produk yang dijual selama periode tertentu.

    #JURNAL
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing.
    Menurut Dr. Erhans dan Junaedi Yusuf (2000:76)
    Jurnal yaitu formulir yang digunakan untuk mencatat dan mengelompokkan transaksi secara kronologis. Adapun proses pencatatan dapat digambarkan sebagai berikut:
    Transaksi yang terjadi >> Surat bukti pembukuan >> Jurnal >> Perkiraan >> Neraca saldo
    JURNAL (Journal) adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.
    Fungsi jurnal meliputi :
    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

    Jurnal sangat penting dalam suatu sistem akuntansi karena adanya beberapa karakteristik berikut,
    a. Jurnal merupakan pencatatan akuntansi permanen pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.
    b. Pencatatan dalam jurnal biasanya lengkap dan terinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi.
    c. Jurnal harus dirancang sedemikian rupa karena jurnal merupakan catatan akuntansi yang pertama, sehingga tidak boleh terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat.
    d. Catatan yang dilakukan di dalam jurnal biasanya lengkap dengan penfjelasan, tanggal, dan informasi lain, karena akan digunakan untuk mengusut kembali ke dokumen sumbernya (formulir).
    Jika transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum sudah cukup memadai. Namun, jika transaksi sudah mulai banyak, maka dibutuhkan tambahan yang biasa disebut jurnal khusus, yang mana diperlukan karena:
    – Untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensinya terjadinya tinggi.
    – Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan ke dalam buku besar dan untuk menggolongkan transaksi yang dicatat.
    – Untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan oleh beberapa orang.
    – Untuk menciptakan pengawasan intern.
    Adapun prinsip-prinsip yang melandasi perancangan jurnal :
    1. Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang cukup memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
    2. Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
    3. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.
    4. Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jurnal.
    5. Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    6. Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum.
    7. Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

    # BUKU BESAR
    Menurut Gito Brahmana,
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhir dalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikan yang berasal dari jurnal.
    Menurut SunFish ERP,
    Buku Besar adalah pusat dari pencatatan perusahaan dari semua transaksi yang muncul. Terbentuk melalui penempatan transaksi dari jurnal umum yang merupakan ringkasan dari semua jurnal pembantu dan penelusuran history.

    Dalam akuntansi, bagan akun standar adalah daftar nomor akun yang terdiri dari buku besar perusahaan. Bagan rekening perusahaan pada dasarnya merupakan sistem pengarsipan untuk mengelompokkan semua account sebuah perusahaan dan mengelompokkan semua transaksi sesuai dengan account mereka mempengaruhi. Bagan rekening daftar kategori mungkin termasuk aktiva, kewajiban, ekuitas pemilik, pendapatan, harga pokok penjualan, biaya operasi, dan akun lain yang relevan.
    Sebuah bagan akun standar diatur sesuai dengan sistem numerik. Setiap kategori utama akan dimulai dengan nomor tertentu, dan kemudian di sub-kategori dalam kategori besar semua akan dimulai dengan nomor yang sama. Sebagai contoh, jika aktiva tersebut diklasifikasikan dengan nomor yang dimulai dengan 1 digit, maka rekening kas mungkin diberi label 101, piutang mungkin diberi label 102, persediaan mungkin diberi label 103, dan seterusnya. Dan jika account kewajiban diklasifikasikan berdasarkan nomor yang dimulai dengan 2 digit, maka hutang akan diberi label 201, utang jangka pendek mungkin akan diberi label 202, dan seterusnya.

    Tergantung pada ukuran perusahaan, bagan rekening mungkin termasuk rekening beberapa lusin atau mungkin meliputi beberapa ribu rekening. Tergantung pada kecanggihan dari perusahaan, bagan akun dapat kertas-based atau berbasis komputer. Bagan akun berguna untuk menganalisis transaksi masa lalu dan menggunakan data historis untuk memperkirakan tren masa depan.

    Prinsip dasar yang harus dijunjung oleh semua aturan prinsip-prinsip ini meliputi konsistensi, relevansi, reliabilitas, dan komparatif.

    http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2135436-catatan-akuntansi-yang-digunakan/
    Yusuf, Junaedi & Dr. Erhans A. 2000. Akuntansi Berdasarkan Prinsip Akuntansi Indonesia. Jakarta: PT. Ercontara Rajawali
    S. Purnomo, Budi. 2006. Accounting Principles I. Sumedang: Pusat Pelayanan dan Pengembangan Ekonomi (P3E)

    SUMBER :

    http://milamashuri.wordpress.com/jurnal-umum/
    http://blog.re.or.id/jurnal.htm
    http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/soal…1/bagian3_jurnal.pdf
    http://milamashuri.wordpress.com/buku-besar/
    http://www.dataon.com/library/files/ERP-GL_ID.pdf
    http://goongbusiness.com/in/article-bebas/169-membuat-bagan-akun-chart-of-account.html

  7. Putri Humaira says:

    1405794 / Putri Humaira / 2014-A / SIA

    Catatan akuntansi berupa kumpulan rekening-rekening dalam Buku Besar selanjutnya secara periodik disusun ke dalam Laporan Keuangan.
    Catatan Akuntansi terdiri dari:

    1. Buku Jurnal yaitu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media untuk (1) mencatat transaksi keuangan penerimaan kas berdasarkan dokumen transaksi yang sah, dan (2) menggolongkan transaksi keuangan ke dalam rekening-rekening (akun).

    Jurnal adalah semua transaksi keuangan suatu badan usaha atau organisasi yang dicatat secara kronologis dan bertujuan untuk pendataan, termasuk di dalamnya jumlah transaksi, nama-nama transaksi baik memengaruhi atau dipengaruhi, dan waktu transaksi berjalan . Proses pencatatan ini disebut penjurnalan.
    Jurnal dikenal juga sebagai buku pemasukan utama books of original entry karena menjadi tempat terjadinya pencatatan transaksi pertama atau penyesuaian pemasukan adjusting entries

    Fungsi jurnal meliputi :
    • Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    • Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    • Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    • Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    • Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

    Jurnal sangat penting dalam suatu sistem akuntansi karena adanya beberapa karakteristik berikut,
    • Jurnal merupakan pencatatan akuntansi permanen pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.
    • Pencatatan dalam jurnal biasanya lengkap dan terinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi.
    • Jurnal harus dirancang sedemikian rupa karena jurnal merupakan catatan akuntansi yang pertama, sehingga tidak boleh terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat.
    • Catatan yang dilakukan di dalam jurnal biasanya lengkap dengan penfjelasan, tanggal, dan informasi lain, karena akan digunakan untuk mengusut kembali ke dokumen sumbernya (formulir).
    • Jika transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum sudah cukup memadai.

    Namun, jika transaksi sudah mulai banyak, maka dibutuhkan tambahan yang biasa disebut jurnal khusus, yang mana diperlukan karena:
     Untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensinya terjadinya tinggi.
     Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan ke dalam buku besar dan untuk menggolongkan transaksi yang dicatat.
     Untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan oleh beberapa orang.
     Untuk menciptakan pengawasan intern.

    Prinsip-prinsip yang melandasi perancangan jurnal :
    • Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang cukup memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
    • Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
    • Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.
    • Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jurnal.
    • Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    • Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum.
    • Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

    Transaksi keuangan yang telah dicatat dan digolongkan ke dalam Buku Jurnal, selanjutnya secara periodik diposting ke dalam Buku Besar.

    2. Buku Besar yaitu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media untuk (1) meringkas catatan transaksi keuangan yang telah digolongkan ke rekening-rekening (akun), (2) memberikan informasi saldo rekening-rekening dimaksud secara akumulatif.
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhir dalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikan yang berasal dari jurnal.

    Rekening adalah judul suatu catatan akuntansi yang umumya berbentuk T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debit dan sebelan kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping).
    Ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar:
    • Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)
    • Rekening biasa (regular ledger)
    • Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)
    • Rekening berkolom saldo (balance ledger)
    • Rekening ganda berkolom saldo (doubel ledger with balance ledger)
    • Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)

    Kode memudahkan proses pengolahan data karena dengan kode, data akan lebih mudah diidentifikasi.
    Contoh: kode untuk karyawan laki-laki diberi kode L, karyawan wanita kode W.
    Dalam proses akuntansi kode yang digunakan adalah: angka, huruf atau kombinasi keduanya. Dalam komputer untuk memproses data ada istilah kode: alfabetik (menggunakan huruf), numerik (menggunakan angka), alfanumerik (menggunakan kombinasi huruf dan angka).
    Syarat kode yang baik
    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah:
    • Kode yang disusun perlu disesuaikan dengan metode proses data.
    • Setiap kode harus mewakili hanya satu item sehingga tidak membingungkan
    • Kode ayng disusun harus memudahkan pemakai untuk mengingatnya
    • Kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
    • Setiap kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
    • Setiap kode harus menggunakan jumlah angka atau huruf yang sama
    • Kode yang panjang perlu dipotong-potong (chunking) untuk memudahkan mengingat, Misalnya: kode 60662582549 dapat dibuat 606-258-259.
    • Dalam kode yang panjang perlu diberi kode yang merupakan check digit, yaitu untuk mengecek kebenaran kode.

    Daftar Pustaka
    Sistem akuntansi. Buku Besar , Rekening , Buku Pembantu. [online] tersedia :
    http://sistem akuntansi1000.blogspot.co.id/2009/10/buku-besar-buku-pembantu-rekening.html [3 Maret 2016]
    Anisoerya. Catatan Akuntansi . [online]. Tersedia : http://anisoerya.blogspot.co.id/2012/12/catatan-akuntansi.html . [ 3 Maret 2016]
    Auaudindin. Catatan Akuntansi. [online]. Tersedia : http://auaudindin.blogspot.co.id/2012/03/catatan-akuntansi.html . [3 Maret 2016]
    Wikipedia. Jurnal (Akuntansi). [online]. Tersedia : https://id.wikipedia.org/wiki/Jurnal_%28akuntansi%29 . [3 Maret 2016]

  8. Dinie Setyawati says:

    1403217/Dinie Setyawati/2014 Akuntansi A/SIA

    Catatan Akuntansi terdiri dari:
    1. Jurnal
    2. Buku besar

    JURNAL
    Jurnal merupakan catatan akuntansi permanen yang pertama, yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan. Dibanding dengan catataan akuntansi yang lain, pencatatan di dalam jurnal ini biasanya lebih lengkap dan lebih terinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi. Jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi satu transaksi satu transaksi pun yang tidak dicatat, catatan yang dilakukan di dalamnya lengkap dengan penjelasan, tanggal dan informasi lain, agar catatan tersebut mudah diusut kembali ke dokumen sumbernya.
    Jika jenis transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum dengan dua kolom, debit dan kredit, sudah cukup memadai sebagai catatan akuntansi pertama.
    Jika usaha perusahaan bertambah besar dan jenis transaksi menjadi lebih banyak, jurnal umum tersebut menjadi tidak mampu lagi menampung berbagai transaksi yang timbul, yang frekuensi terjadinya semakin tinggi. Dalam hal ini mulai diperlukan jurnal khusus.

    Ada beberapa alasan mengapa jurnal umum perlu dipecah:
    1. Untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensi terjadinya tinggi.
    2. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan ke dalam buku besar dan untuk menggolongkan transaksi yang dicatat.
    3. Untuk memungkinkan pekerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan oleh beberapa orang.
    4. Untuk menciptakan pengendalian intern.

    Prinsip prinsip dasar yang melandasi pembuatan rancangan jurnal adalah sebagai berikut:
    1. Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
    2. Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
    3. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci, harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.
    4. Nama kolom dalam jumlah harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jurnal.
    5. Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    6. Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum.
    7. Harus diterapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

    Jenis jurnal yang biasanya terdapat dalam perusahaan yang relatif besar adalah sebagai berikut:
    1. Jurnal penjualan
    2. Jurnal pembelian
    3. Jurnal penerimaan kas
    4. Jurnal pengeluaran kas
    5. Jurnal umum

    BUKU BESAR
    Buku besar (general ledger) merupakan kumpulan rekening-rekening yang digunakan untuk menyortasi dan meringkas informasi yag telah dicatat dalam jurnal.
    Buku pembantu (subsidiary ledgers) adalah suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar. Dengan demikian baik buku besar maupun buku pembantu terdiri dari rekening.
    Rekening adalah judul suatu catatan akuntansi yang umumnya berbentuk T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookkeeping).
    Rekening yang ada dalam buku besar, yang dirinci dalam buku pembantu disebut dengan rekening kontrol (controlling account), sedangkan rekening yang ada dalam buku pembantu, yang merupakan rincian rekening tertentu dalam buku besar disebut dengan rekening pembantu (subsidiary account).

    KODE REKENING
    Dalam sistem pengolahan data akuntansi, kode memenuhi berbagai tujuan berikut ini:
    1. Mengidentifikasi data akuntansi secara unik.
    2. Meringkas data.
    3. Mengklasifikasi rekening atau transaksi.
    4. Menyampaikan makna tertentu.

    Ada 5 metode pemberian kode rekening:
    1. Kode Angka atau Alfabet Urut (numerical-or alphabetic-sequence code)
    2. Kode Angka Blok (block numerical code)
    3. Kode Angka Kelompok (group numerical code)
    4. Kode Angka Desimal (decimal code)
    5. Kode Angka Urut Didahului dengan Huruf (numerical sequence preceded by an alphabetic reference)

    DAFTAR PUSTAKA
    Mulyadi. (2010). Sistem Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.

  9. Dini Yuliani says:

    1400057 / Dini Yuliani / 2014-A / SIA-1

    Catatan Akuntansi (accounting records) perusahaan terdiri atas dokumen sumber, jurnal, dan buku besar. Berbagai catatan ini menangkap esensi ekonomi dari berbagai transaksi dan menyediakan jejak audit berbagai peristiwa ekonomi. Jejak audit memungkinkan auditor menelusuri transaksi apa saja melalui semua tahapan pemrossesannya, dari awal peristiwa hingga laporan keuangan. Perusahaan harus memlihara jejak audit untuk dua alasan. Pertama, informasi ini dibutuhkan untuk melakukan operasi harian. Jejak audit membantu para karyawan merespons pertanyaan pelanggan dengan menunjukkan status saat ini transaksi yang diproses. Kedua, jejak audit memainkan peran penting dalam audit keuangan perusahaan. Jejak audit memungkinkan auditor eksternal (dan internal) untuk memverifikasi berbagai transaksi terpilih melalui penelusuran dari laporan keuangan ke akun-akun di buku besar, jurnal, dan dokumen sumber, serta kembali ke asalnya. Untuk alasan penggunaan yang praktis dan kewajiban hukum, perusahaan harus memelihara catatan akuntansi yang memadai untuk menjaga jejak auditnya.

    Lingkungan PC sering mengalami kehilangan data yang mengancam catatan akuntansi dan jejak audit. Kegagalan disket komputer merupakan sebab utama dari kehilangan data. Saat kejadian ini terjadi, pemulihan data yang disimpan dalam disket mungkin menjadi mustahil. Prosedur formal untuk membuat data cadangan dari file data dan program dapat mengurangi permasalahan ini. Dalam lingkungan mainframe, cadangan disediakan secara otomatis. Pembuatan data cadangan pada lingkungan PC memerlukan kesadaran dari pengguna, yang sering kali mengabaikan pentingnya aktivitas ini.

    Perusahaan menghasilkan pendapatan melalui aktivitas formal yang berupa siklus pendapatan. Banyak fungsi organisasi berbasis kredit, yang kadang berjalan antara point of sale dan penerimaan kas. Siklus pendapatan dibagi menjadi dua subsistem: (1) subsistem pemrosesan pesanan penjualan dan (2) subsistem penerimaan kas. Bab ini membahas siklus pendapatan pada perusahaan dagang dan dikhusukan pada bidang: (1) departemen fungsional dari siklus pendapatan dan alur informasi transaksi yang menghubungkannya; (2) dokumen, jurnal, dan akun yang menyediakan jejak audit, meningkatkan pemeliharaan catatan historis, mendukung pengambilan keputusan internal, dan mendukung pelaporan keuangan; serta (3) risiko pada siklus pendapatan dan teknik pengendalian yang dapat mengurangi risiko tersebut.

    Bab ini membahas implikasi operasional dan pengendalian dari berbagai tingkat teknologi. Pertama, dibahas teknik pemrosesan batch. Metode ini meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyimpanan catatan tetapi mempunyai dampak yang kecil pada kegiatan operasional. Kemudian dibahas pemrosesan secara real-time dan pengaruhnya pada kegiatan operasional. Pendekatan ini sangat memperpendek siklus kas pada perusahaan dan dapat memberikan keunggulan bersaing melalui peningkatan efektivitas operasional. Informasi yang disediakan dengan memakai pemrosesan secara real-time mempertinggi kemampuan perusahaan untuk melakukan penjualan dan menaikkan kepuasan pelanggan. Selain itu, pemrosesan secara real-time mengurangi pemakaian kertas dalam sistem.

    Kemudian, dibahas isu-isu pengendalian pada lingkungan digital dan ditemukan bahwa pemrosesan komputer menggabungkan banyak tugas, sehingga menghilangkan beberapa pemisahan tugas pada sistem tradisional. Integrasi program komputer yang sekarang mengerjakan tugas-tugas tersebut menjadi pokok perhatian perusahaan. Dibahas juga bahwa file transaksi digital menggantikan jurnal penjualan dan penerimaan kas tradisional pada lingkungan elektronik dan merupakan komponen yang penting dalam jejak audit. Oleh sebab itu, organisasi harus mengendalikan akses ke file akuntansi dan program yang melakukan pembaruan dan manipulasi. Akhirnya dijelaskan isu-isu penting dalam pembuatan cadangan data.

    Bagian terakhir pada bab ini berhubungan dengan sistem akuntansi PC. Desain modular pada sistem ini memungkinkan para pengguna untuk menyesuaikan sistem tersebut dengan keinginan mereka. Fitur ini menghasilkan peningkatan penggunaan pemakaian komputer yang mengubah cara organisasi melakukan bisnisnya. Lingkungan PC memunculkan beberapa risiko yang harus diketahui oleh akuntan. Tiga dari risiko yang utama adalah (1) kurangnya pemisahan tugas yang memadai; (2) sistem operasi PC yang tidak secanggih mainframe, sehingga sulit untuk membatasi akses ke data; dan (3) kegagalan komputer dan tidak memadainya prosedur pembuatan cadangan data yang sangat bergantung pada intervensi manusia, sehingga mengancam keamanan catatan akuntansi.

    Hall, James A. 2007. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.

  10. Arief Rachman Prasetyo says:

    1105131/ARIEF RACHMAN PRASETYO/2011-A/SIA-1

    Pengertian Jurnal
    Catatan secara sistematis dan kronologis dari transaksi-transaksi finansial dengan menyebutkan perkiraan yang akan didebet dan dikredit, jumlah dan keterangan ringkas. Jurnal merupakan catatan transaksi finansial yang pertama karena itu disebut juga sebagai catatan yang asli (book of original entry).

    Pentingnya Jurnal
    a. Jurnal merupakan pencatatan akuntansi permanen pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.
    b. Pencatatan dalam jumal biasanya lengkap dan terinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi
    c. Jurnal harus dirancang sedemikian rupa karena jumal merupakan catatan akuntansi yang pertama, sehingga tidak boleh terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat.
    d. Catatan yang dilakukan di dalam jumal biasanya lengkap dengan penjelasan, tanggal dan informasi lain, karena akan digunakan untuk mengusut kembali ke dokumen sumbemya (formulir).

    Prinsip Dasar yang Melandasi Perancangan Jurnal
    1. Harus tersedia jumal dalam jumlah yang cukup memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
    2. Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
    3. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.
    4. Nama kolom dalam jumal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jumal.
    5. Kolom-kolom dalam jumal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    6. Sedapat mungkin jumal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbemya dibuat sangat Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jumal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

    Macam-macam Jurnal
    1. Jurnal penjualan
    2. Jurnal pembelian
    3. Jurnal penerimaan kas
    4. Jurnal pengeluaran kas
    5. Jurnal umum

    Langkah Perancangan Jurnal
    1. Mengumpulkan informasi mengenai karakteristik transaksi yang terjadi dalam perusahaan.
    2. Membuat jurnal standar (standard journal entries) untuk setiap jenis transaksi yang frekuensi terjadinya tinggi.
    3. Merancang jurnal berdasarkan jurnal standar tersebut.

    Fungsi Jurnal
    a.Fungsi Pencatatan, artinya semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat seluruhnya.
    b. Fungsi Historis, artinya transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai urutan waktu.
    c. Fungsi Analisis, artinya setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisis dari bukti – bukti transaksi.
    d. Fungsi Instruktif, artinya pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting debet / kredit ke dalam buku besar.
    e. Fungsi Informatif, artinya jurnal dapat memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi.

    2. Buku Besar
    Buku Besar (general ledger) merupakan kumpulan rekening-rekening yang digunakan untuk menyortasi dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal.
    Buku besar pembantu (subsidiary ledger) adalah suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar.
    Formulir rekening buku besar.
    Ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar :
    1. Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)
    2. Rekening biasa (regular ledger)
    3. Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)
    4. Rekening berkolom saldo (balance ledger)
    5. Rekening ganda berkolom saldo (double ledger with balance ledger)
    6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)
    Susunan rekening buku besar.
    Rekening-rekening yang dibentuk dalam buku besar harus disesuaikan dengan jenis dan susunan informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Sebagai contoh jenis dan susunan informasi mengenai aktiva lancar di dalam neraca perusahaan manufaktur umumnya adalah sbb :
    Kas , investasi sementara, piutang, cadangan kerugian piutang, persediaan produk jadi, persediaan produk dalam proses, persediaan bahan baku dan bahan penolong, persekot biaya, aktiva lancar lain.
    Kode rekening.
    Kode adalah suatu rerangka (framework) yang menggunakan angka atau huruf kombinasi angka dan huruf untuk memberi tanda terhadap klasifikasi yang sebelumnya telah dibuat. Kode ini memudahkan identifikasi dan pembedaan elemen-elemen yang ada di dalam suatu klasifikasi.
    Tujuan kode rekening:
    1. Mengidentifikasi data akuntansi secara unik
    2. Meringkas data
    3. Mengklasifikasi rekening atau transaksi
    4. Menyampaikan makna tertentu
    Metode pemberian nomor rekening.
    1. Kode Angka atau Alafabet Urut (numerical-or alphabeticsequence code)
    2. Kode Angka Blok (block numerical code)
    3. Kode Angka Kelompok (group numerical code)
    4. Kode Angka Desimal (decimal code)
    5. Kode Angka Urut Didahului dengan Huruf (numerical sequence preceded by an alphabetic reference)
    Hal yang perlu dilakukan dalam merancang kode rekening:
    1. Rerangka kode harus secara logis memenuhi kebutuhan pemakai dan metode pengolahan data yang digunakan.
    2. Setiap kode harus mewakili secara unik unsur yang diberi kode.
    3. Desain kode harus mudah disesuaikan dengan tuntutan perubahan. Jika struktur kode harus diubah setiap kali menghadapi tuntutan perubahan, hal ini akan memerlukan biaya perubahan dan membingungkan pemakai.

    Sumber:
    Azhar Susanto. Sistem Informasi Akuntansi, Bandung: LinggaJaya
    http://jurnal-akuntansi.blogspot.co.id/2012/05/jurnal-pada-akuntansi-sistem-informasi.html
    http://www.slideshare.net/indahdlestari520/sistem-informasi-akuntansi-buku-besar-dan-buku-pembantu

  11. Naomi Sianturi says:

    1403884 / Naomi Sianturi / 2014-A / SIA

    Catatan Akuntansi Terdiri Dari:
    1. Jurnal
    2. Buku Besar

    Pengertian Jurnal
    Jurnal merupakan transaksi-transaksi keuangan suatu badan usaha yang dicatat berdasarkan dokumen-dokumen pembukuan yang bertujuan untuk pendataan. Jurnal dikenal juga sebagai buku pemasukan utama karena menjadi tempat terjadinya pencatatan transaksi pertama atau penyesuaian pemasukan transaksi-transaksi.
    Kemudian pengertian jurnal dapat juga dijabarkan sebagai suatu terbitan yang diterbitkan dalam waktu yang berkala.
    Jadi, jurnal adalah suatu buku atau catatan transaksi-transaksi keuangan yang secara kronologis dan sistematis digunakan dengan menuliskan akun yang harus didebit dan dikredit. Dalam hal ini, artinya sumber pencatatan ke dalam jurnal adalah bukti, serta pencatatan transaksi dilakukan secara berurutan (kronologis) sesuai tanggal terjadinya transaksi. Sistematis artinya pencatatan yang dilakukan dengan mengikuti aturan mendebit dan mengkredit akun. Selain itu, setiap transaksi dicatat secara berpasangan ke dalam debit dan kredit (double entry accounting), dan jumlah debit dengan jumlah kredit harus sama/seimbang.

    Jurnal mempunyai beberapa fungsi, yaitu:

    1. Fungsi Mencatat: jurnal menentukan akun mana dan dengan jumlah berapa suatu transaksi dicatat.
    2. Fungsi Historis: jurnal dicatat dengan mendahulukan transaksi yang lebih dulu dilakukan sesuai dengan urutan waktu terjadinya.
    3. Fungsi Analisis: untuk menentukan nama akun, jumlah uang yang dicatat, dan disisi mana (debet/kredit) pencatatan dilakukan, bukti transaksi terlebih dahulu dianalisis. Hasil analisis itulah yang dicatat pada jurnal.
    4. Fungsi Instruktif: jurnal merupakan suatu perintah atau instruksi. Akun harus diisi sesuai dengan apa yang tercatat pada jurnal. Jika instruksi jurnal tidak diikuti maka pengisian akun salah.
    5. Fungsi Informatif: jurnal menyajikan tanggal, nama akun, keterangan singkat mengenai transaksi, dan jumlah uang yang terlibat dalam suatu transaksi.

    Bentuk-bentuk Jurnal Umum
    Jurnal umum merupakan catatan pertama atas transaksi-transaksi yang terjadi dengan cara mendebet dan mengkredit perkiraan yang bersifat histories dan kronologis. Jurnal umum juga merupakan formulir khusus yang dipakai untuk mencatat setiap bukti pencatatan berupa pendebetan dan pengkreditan secara runtut dan berisi penjelasan-penjelasan yang terkait dengan transaksi tersebut.
    Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan mungkin berbeda, tetapi bentuk standar Jurnal Umum (General Journal) terdiri atas kolom-kolom dengan keterangan:
    1. Kolom tanggal digunakan untuk mencatat tanggal, bulan, dan tahun terjadinya transaksi.
    2. Kolom akun/keterangan digunakan untuk mencatat transaksi yang didebet dan dikredit, disertai keterangan singkat tentang transaksi tersebut.
    3. Kolom ref. (referensi) digunakan untuk mencatat kode akun ketika ayat jurnal dipindahkan ke buku besar. Sebelum dipindahkan, kolom ref. tetap dalam keadaan kosong.
    4. Kolom debet digunakan untuk mencatat nilai transaksi.
    5. Kolom kredit digunakan untuk mencatat nilai transaksi.
    6. Halaman digunakan sebagai referensi pada buku besar.

    Manfaat Jurnal
    Manfaat jurnal umum adalah untuk menghindari adanya kesalahan-kesalahan pencatatan pada saat memasukkan data transaksi ke sebelah debet dan kreditnya.

    Buku Besar
    Buku besar dalam ilmu akuntansi diartikan sebagai sebuah buku yang memuat kumpulan akun atau kumpulan rekening yang sumbernya dari seluruh bukti transaksi keuangan yang sudah tercatat dalam buku jurnal baik jurnal umum maupun jurnal khusus. Sebagaimana yang tercantum dalam pengertian diatas kita dapat ambil poin penting diantaranya bahwa input buku besar adalah akun-akun yang telah dicatat dalam jurnal umum (jika dalam perusahaan jasa) atau jurnal khusus (jika dalam perusahaan dagang). Poin yang kedua bahwa dalam buku besar isinya adalah nama-nama akun beserta saldonya yang terdapat diperusahaan tersebut. Poin yang ketiga bahwa buku besar dapat disusun setelah jurnal umum atau jurnal khusus disusun, hal ini karena sumber penyusunan buku besar adalah jurnal. Nahh kiranya dengan penjabaran ketiga poin diatas anda dapat mengerti tentang apa itu buku besar, sekarang kita bahas manfaat penyusunan buku besar.
    Manfaat Penyusunan Buku Besar
    Sebenarnya apa manfaat buku besar? Mengapa buku besar harus disusun?.. inilah yang akan diuraikan. Buku besar memiliki beberapa manfaat diantaranya adalah: Buku besar dapat mempermudah dalam pemberian informasi kepada pihak tertentu misalnya pimpinan perusahaan. Contohnya ketika pemimpin perusahaan bertanya berapa saldo kas sekarang? Maka karyawan dapat menjawabnya dengan pasti setelah melihat buku besar. Kegunaan buku besar yang lainnya adalah menjadi sumber penyusunan neraca saldo pada periode tertentu. Setelah mengetahui pengertian dan manfaat buku besar maka selanjutnya perlu juga mengetahui format buku besar, silahkan lihat uraian berikut ini.

    Jenis Buku Besar
    1. Buku Besar Umum (General Ledger): Buku Besar Umum sering disebut juga buku besar induk, yaitu semua perkiraan yang ada dalam suatu periode tertentu seperti kas, piutang usaha, persediaan utang usaha dan modal. Perkiraan-perkiraan ini saling berdiri sendiri dan berfungsi mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva, kewajiban dan modal perusahaan. Sistem Buku Besar Umum menampilkan proses transaksi untuk Buku Besar Umum dan Siklus Pelaporan Keuangan.
    Tujuan Buku Besar Umum (General Ledger):
    1. Mencatat semua transaksi akuntansi secara akurat dan benar.
    2. Memposting transaksi-transaksi ke akun yang tepat.
    3. Menjaga keseimbangan debet dan kredit pada akun.
    4. Mengakomodasi entry jurnal penyesuaian yang dibutuhkan.
    5. Menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya dan tepat waktu untuk setiap periode akuntansi
    Fungsi Buku Besar Umum (General Ledger):
    1. Mengumpulkan data transaksi
    2. Mengklasifikasikan dan mengkodekan data transaksi dan akun
    3. Memvalidasi transaksi yang terkumpul
    4. Meng-update-kan Akun Buku Besar Umum dan File Transaksi
    5. Mencatatkan penyesuaian terhadap Akun
    6. Mempersiapkan Laporan Keuangan
    2. Buku Besar Pembantu (Subsidiary Ledger): sering disebut juga buku tambahan, yaitu sekelompok rekening yang khusus mencatat perincian piutang usaha dan utang usaha yang berfungsi member informasi yang lebih mendetail. Pada umumnya, Pembuatan Buku Pembantu adalah untuk pengendalian akuntansi yang banyak elemennya, seperti Hutang, Piutang, dan Persediaan.
    Buku Besar Pembantu terbagi atas:
    a. Buku Besar Pembantu Piutang Usaha sering disebut juga buku piutang yang disediakan khusus untuk merinci langganan kredit, kepada siapa sajakah perusahaan melakukan transaksi penjualan kredit, dimanakah alamatnya dan berapakah jumlahnya. Dalam buku piutang, keadaan tagihan kepada tiap langganan dicatat dalam daftar-daftar tersendiri. Perubahan piutang dagang secara keseluruhan dicatat pada perkiraan piutang dagang di buku besar umum, sebagai perkiraan induk. Sedangkan perubahan kepada masing-masing langganan dicatat pada perkiraan masing-masing dalam perkiraan buku besar pembantu piutang.
    b. Buku Besar Pembantu Utang sering disebut juga buku utang. Buku ini disediakan khusus untuk mencatat masing-masing pemasok secara terperinci yang banyaknya ditentukan oleh banyaknya pemasok yang memberikan pinjaman kredit, baik berupa barang dagangan maupun aktiva lainnya. Seperti halnya dalam buku piutang, dalam buku utangpun keadaan utang pada setiap pemasok dicatat dalam daftar-daftar tersendiri. Perubahan utang secara keseluruhan dicatat pada perkiraan utang dagang dalam buku besar umum. Sedangkan perubahan kepada masing-masing pemasok, dicatat pada perkiraan masing-masing dalam buku besar pembantu.
    Kelebihan Buku Besar Pembantu:
    1. Memudahkan penyusunan laporan keuangan, karena buku besar umum terdiri dari akun-akun yang jumlahnya lebih sedikit. Hal ini juga akan mengurangi kesalahan-kesalahan dalam buku besar umum.
    2. Ketelitian dalam pembukuan dapat diuji dengan membanding-kan saldo dalam akun buku besar umum dengan jumlah saldo-saldo dalam buku pembantu.
    3. Dapat diadakan pembagian tugas dalam pengrjaan akuntansi.
    4, Memungkinkan pumbukuan harian dari bukti-bukti pendukung transaksi kedalam buku pembantu.
    5. Bisa segera diketahui jumlah macam-macam elemen

    Bentuk Buku Besar dalam pembukuan
    Buku besar itu seperti apa? Apakah buku yang ukurannya besar?… mungkin inilah pertanyaan bagi anda yang baru memahami mata pelajaran akuntansi. Sebagaimana yang diuraikan dalam pengertian buku besar diatas bahwa buku besar itu buku yang berisi akun-akun beserta total saldonya, jadi dalam buku besar dalam lembar demi lembarnya berisi akun-akun yang dimiliki perusahaan beserta saldo totalnya. Nah untuk lebih jelasnya silahkan lihat jenis format buku besar berikut ini:

    Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :
    1. Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dan hanya berbentuk seperti huruf T besar. Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akun diletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.
    2.Bentuk Skontro; Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom. Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit
    3. Bentuk staffle (berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.
    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal. Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit, contohnya di bawah ini :

    Sumber:
    http://rezky-rachma01.blogspot.co.id/2012/11/pengertian-bentuk-bentuk-dan-manfaat.html
    http://operaterpm.blogspot.co.id/

  12. Septi Nurmalita says:

    1403971/Septi Nurmalita/2014-A/SIA

    Dalam proses sistem akuntansi pokok, jurnal menduduki posisi yang unik. Setelah data dalam formulir, langkah berikutnya dalam proses pengolahan informasi keuangan adalah mencatat data tersebut untuk pertama kalinya dalam formulir, langkah berikutnya dalam proses pengolahan informasi keuangan adalah mencatat data tersebut untuk pertama kalinya dalam catatan akuntansi yang permanen.
    Pentingnya Jurnal
    setelah suatu transaksi dicatat dalam formulir, pencatatan akuntansi yang pertama kali dilakukan adalah dalam jurnal. Dibandingkan dengan catatan akuntansi yang lain, pencatatan di dalam jurnal ini biasanya lebih lengkap dan rinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi.
    Kolom-kolom dalam jurnal diisi dengan data :
    a. Kolom tanggal. Kolom ini diisi dengan tanggal terjadinya transaksi
    b. Kolom keterangan, kolom ini diisi dengan lengkap keterangan mengenai transaksi yang terjadi
    c. Kolom nomor bukti, digunakan untuk mencatat nomor formulir yang dipakai secara dasar pencatatan data dalam jurnal tersebut.
    d. Kolom nomor rekening. Kolom ini diisi dengan nomor rekening yang didebit dan nomor rekening yang dikredit dengan adanya transaksi.
    e. Kolom debit dan kredit. Kolom ini diisi dengan jumlah rupiah transaksi
    Prinsip Dasar yang melandasi perancangan jurnal
    a. Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keungan yang terjadi
    b. Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu
    c. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci
    d. Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersakungkutan dalam buku besar, yang akan meneriksa jumlah yang akan dibukukan dalam jurnal
    e. Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar
    f. Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin hinformasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum
    g. Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal
    Jenis Jurnal
    a. Jurnal Penjualan
    Jurnal ini digunaka n untuk mencatat transaksi penjualan baik penjualan kredit maupun penjualan tunai
    b. Jurnal Pembelian
    Jurnal pembelian digunakan untuk mencatat transaksi pembelian kredit
    c. Jurn al pengeluran kas
    Jurnal pengeluaran kas digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas
    d. Jurnal umum
    Jurnal umum digunakan untuk mencatat transaksi selain yang dicatat dalam jurnal khusus
    Buku besar merupakan kempulan rekening-rekening yang digunakan untuk menyortasi dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal.
    Rekening buku besar umumnya berbentuk T, yang merupakan catatan akuntansi yang dibagi dua secara vertikal, sebelah kiri disebut debit, dan sebelah kanan disebut kredit. Ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar;
    a. Rekening dengan debit lebar
    b. Reekening biasa
    c. Rekening berkolom saldo di tengah
    d. Rekening berkolom saldo
    e. Rekening ganda berkolom saldo
    f. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru
    Kode Rekening
    adalah suatu kerangka yang menggunakan angka atau huruf atau kombinasi angka dan huruf untuk memberi tanda terhadap klasifikasi yang sebelumnya telah dibuat. Kode ini memudahkan idetntitas dan pembedaan elemen-elemen yang ada di dalam suatu klasifikasi.
    Metode pemberian kode rekening
    Pemberian kode rekening umumnya didasarkan pada kerangka pemberian kode tertentu, sehingga memudahkan pemakai dalam penggunaanya. Ada 5 metode pemberian kode rekening
    a. Kode angka atau alfabet urut.
    Dalam metode pemberian kode ini, rekening buku besar diberi kode angka atau huruf yang berurutan
    b. Kode angka blok.
    Dalam metode pemberian kode ini, rekening buku besar dikelompokkan menjadi beberapa golongan dan setiap golongan disediakan satu blok angka yang berurutan untuk memberi kodenya.
    c. Kode angka kelompok.
    Kode angka kelompok ini mempunyai karakeristik sebagai berikut : 1. Rekening diberi kode angka; 2. Jumlah angka dalam kode adalah tetap; 3. Posisi angka dalam kode mempunyai arti tertentu. 4. Perluasan klasifikasi dilakukan dengan memberi cadangan angka ke kanan.
    d. Kode angka utut didahului dengan huruf.
    Metode ini menggunakan kode berupa kombinasi angka dan huruf. Setiap rekening diberi kode angka yang dimukanya dicantumkan huruf singkatan kelompok rekening tersebut.
    Sumber : ___.1990. SISTEM AKUNTANSI PROYEK PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AKUNTANSI DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 1990-1991. Departemen pendidikan dan kebudayaan : Jakarta

  13. Yosep Frianto Sianipar says:

    1403066 / Yosep Frianto Sianipar / 2014A / SIA

    CATATAN AKUNTANSI

    Menurut Mulyadi (2008: 218) catatan akuntansi yang digunakan adalah :
    1. Jurnal Penjualan
    Jurnal penjualan digunakan untuk mencatat transaksi penjualan baik penjualan tunai maupun kredit.
    2. Kartu Piutang
    Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi mutasi piutang perusahaan kepada tiap debiturnya.
    3. Kartu Persediaan
    Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi setiap jenis persediaan.
    4. Kartu Gudang
    Catatan akuntansi ini diselenggarakan oleh fungsi gudang untuk mencatat mutasi dan persediaan fisik barang yang ada di gudang.
    5. Jurnal Umum
    Jurnal ini digunakan untuk mencatat harga pokok produk yang dijual selama periode tertentu.

    #JURNAL
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing.
    Menurut Dr. Erhans dan Junaedi Yusuf (2000:76)
    Jurnal yaitu formulir yang digunakan untuk mencatat dan mengelompokkan transaksi secara kronologis. Adapun proses pencatatan dapat digambarkan sebagai berikut:
    Transaksi yang terjadi >> Surat bukti pembukuan >> Jurnal >> Perkiraan>> Neraca saldo
    JURNAL (Journal) adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.
    Fungsi jurnal meliputi :
    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

    Jurnal sangat penting dalam suatu sistem akuntansi karena adanya beberapa karakteristik berikut,
    a. Jurnal merupakan pencatatan akuntansi permanen pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.
    b. Pencatatan dalam jurnal biasanya lengkap dan terinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi.
    c. Jurnal harus dirancang sedemikian rupa karena jurnal merupakan catatan akuntansi yang pertama, sehingga tidak boleh terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat.
    d. Catatan yang dilakukan di dalam jurnal biasanya lengkap dengan penfjelasan, tanggal, dan informasi lain, karena akan digunakan untuk mengusut kembali ke dokumen sumbernya (formulir).
    Jika transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum sudah cukup memadai. Namun, jika transaksi sudah mulai banyak, maka dibutuhkan tambahan yang biasa disebut jurnal khusus, yang mana diperlukan karena:
    – Untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensinya terjadinya tinggi.
    – Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan ke dalam buku besar dan untuk menggolongkan transaksi yang dicatat.
    – Untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan oleh beberapa orang.
    – Untuk menciptakan pengawasan intern.
    Adapun prinsip-prinsip yang melandasi perancangan jurnal :
    1. Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang cukup memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
    2. Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
    3. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.
    4. Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jurnal.
    5. Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    6. Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum.
    7. Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

    # BUKU BESAR
    Menurut Gito Brahmana,
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhir dalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikan yang berasal dari jurnal.
    Menurut SunFish ERP,
    Buku Besar adalah pusat dari pencatatan perusahaan dari semua transaksi yang muncul. Terbentuk melalui penempatan transaksi dari jurnal umum yang merupakan ringkasan dari semua jurnal pembantu dan penelusuran history.

    Dalam akuntansi, bagan akun standar adalah daftar nomor akun yang terdiri dari buku besar perusahaan. Bagan rekening perusahaan pada dasarnya merupakan sistem pengarsipan untuk mengelompokkan semua account sebuah perusahaan dan mengelompokkan semua transaksi sesuai dengan account mereka mempengaruhi. Bagan rekening daftar kategori mungkin termasuk aktiva, kewajiban, ekuitas pemilik, pendapatan, harga pokok penjualan, biaya operasi, dan akun lain yang relevan.
    Sebuah bagan akun standar diatur sesuai dengan sistem numerik. Setiap kategori utama akan dimulai dengan nomor tertentu, dan kemudian di sub-kategori dalam kategori besar semua akan dimulai dengan nomor yang sama. Sebagai contoh, jika aktiva tersebut diklasifikasikan dengan nomor yang dimulai dengan 1 digit, maka rekening kas mungkin diberi label 101, piutang mungkin diberi label 102, persediaan mungkin diberi label 103, dan seterusnya. Dan jika account kewajiban diklasifikasikan berdasarkan nomor yang dimulai dengan 2 digit, maka hutang akan diberi label 201, utang jangka pendek mungkin akan diberi label 202, dan seterusnya.

    Tergantung pada ukuran perusahaan, bagan rekening mungkin termasuk rekening beberapa lusin atau mungkin meliputi beberapa ribu rekening. Tergantung pada kecanggihan dari perusahaan, bagan akun dapat kertas-based atau berbasis komputer. Bagan akun berguna untuk menganalisis transaksi masa lalu dan menggunakan data historis untuk memperkirakan tren masa depan.

    Prinsip dasar yang harus dijunjung oleh semua aturan prinsip-prinsip ini meliputi konsistensi, relevansi, reliabilitas, dan komparatif.

    Sumber : http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2135436-catatan-akuntansi-yang-digunakan/
    Yusuf, Junaedi & Dr. Erhans A. 2000. Akuntansi Berdasarkan Prinsip Akuntansi Indonesia. Jakarta: PT. Ercontara Rajawali
    S. Purnomo, Budi. 2006. Accounting Principles I. Sumedang: Pusat Pelayanan dan Pengembangan Ekonomi (P3E)
    http://milamashuri.wordpress.com/jurnal-umum/
    http://blog.re.or.id/jurnal.htm
    http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/soal…1/bagian3_jurnal.pdf
    http://milamashuri.wordpress.com/buku-besar/
    http://www.dataon.com/library/files/ERP-GL_ID.pdf
    http://goongbusiness.com/in/article-bebas/169-membuat-bagan-akun-chart-of-account.html

  14. 1400090 / JAJANG KOSWARA / 2014-A / SIA
    CATATAN AKUNTANSI
    I. JURNAL
    JURNAL adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. JURNAL (Journal) adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.
    Menurut Dr. Erhans dan Junaedi Yusuf (2000:76), Jurnal yaitu formulir yang digunakan untuk mencatat dan mengelompokkan transaksi secara kronologis. Adapun proses pencatatan dapat digambarkan sebagai berikut:
    Transaksi yang terjadi >> Surat bukti pembukuan >> Jurnal >> Perkiraan >> Neraca saldo.
    Buku Jurnal yaitu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media untuk :
    1) Mencatat transaksi keuangan penerimaan kas berdasarkan dokumen transaksi yang sah, dan
    2) Menggolongkan transaksi keuangan ke dalam rekening-rekening (akun). Transaksi keuangan yang telah dicatat dan digolongkan ke dalam Buku Jurnal, selanjutnya secara periodik diposting ke dalam Buku Besar.

    Menurut Mulyadi (2008: 218) catatan akuntansi yang digunakan adalah :
    1) Jurnal Penjualan
    Jurnal penjualan digunakan untuk mencatat transaksi penjualan baik penjualan tunai maupun kredit.
    2) Kartu Piutang
    Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi mutasi piutang perusahaan kepada tiap debiturnya.
    3) Kartu Persediaan
    Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi setiap jenis persediaan.
    4) Kartu Gudang
    Catatan akuntansi ini diselenggarakan oleh fungsi gudang untuk mencatat mutasi dan persediaan fisik barang yang ada di gudang.
    5) Jurnal Umum
    Jurnal ini digunakan untuk mencatat harga pokok produk yang dijual selama periode tertentu.
    Fungsi jurnal meliputi :
    1) Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2) Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    3) Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    4) Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    5) Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.
    Jurnal sangat penting dalam suatu sistem akuntansi karena adanya beberapa karakteristik berikut :
    1) Jurnal merupakan pencatatan akuntansi permanen pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.
    2) Pencatatan dalam jurnal biasanya lengkap dan terinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi.
    3) Jurnal harus dirancang sedemikian rupa karena jurnal merupakan catatan akuntansi yang pertama, sehingga tidak boleh terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat.
    4) Catatan yang dilakukan di dalam jurnal biasanya lengkap dengan penfjelasan, tanggal, dan informasi lain, karena akan digunakan untuk mengusut kembali ke dokumen sumbernya (formulir).
    Jika transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum sudah cukup memadai. Namun, jika transaksi sudah mulai banyak, maka dibutuhkan tambahan yang biasa disebut jurnal khusus, yang mana diperlukan karena :
    1) Untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensinya terjadinya tinggi.
    2) Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan ke dalam buku besar dan untuk menggolongkan transaksi yang dicatat.
    3) Untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan oleh beberapa orang.
    4) Untuk menciptakan pengawasan intern.
    Adapun prinsip-prinsip yang melandasi perancangan jurnal :
    1) Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang cukup memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
    2) Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
    3) Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.
    4) Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jurnal.
    5) Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    6) Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum.
    7) Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

    II. BUKU BESAR
    Buku Besar yaitu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media :
    1) Meringkas catatan transaksi keuangan yang telah digolongkan ke rekening-rekening (akun),
    2) Memberikan informasi saldo rekening-rekening dimaksud secara akumulatif. Catatan akuntansi berupa kumpulan rekening-rekening dalam Buku Besar selanjutnya secara periodik disusun ke dalam Laporan Keuangan. Buku Pembantu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media yang :
    a. Melengkapi (merinci atau menjabarkan) informasi rekening tertentu dalam Buku Besar, dan
    b. Menjadi alat uji silang terhadap rekening tertentu dimaksud dalam Buku Besar.

    Menurut Gito Brahmana, Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhir dalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikan yang berasal dari jurnal.

    Menurut SunFish ERP, Buku Besar adalah pusat dari pencatatan perusahaan dari semua transaksi yang muncul. Terbentuk melalui penempatan transaksi dari jurnal umum yang merupakan ringkasan dari semua jurnal pembantu dan penelusuran history.

    Dalam akuntansi, bagan akun standar adalah daftar nomor akun yang terdiri dari buku besar perusahaan. Bagan rekening perusahaan pada dasarnya merupakan sistem pengarsipan untuk mengelompokkan semua account sebuah perusahaan dan mengelompokkan semua transaksi sesuai dengan account mereka mempengaruhi. Bagan rekening daftar kategori mungkin termasuk aktiva, kewajiban, ekuitas pemilik, pendapatan, harga pokok penjualan, biaya operasi, dan akun lain yang relevan.
    Sebuah bagan akun standar diatur sesuai dengan sistem numerik. Setiap kategori utama akan dimulai dengan nomor tertentu, dan kemudian di sub-kategori dalam kategori besar semua akan dimulai dengan nomor yang sama. Sebagai contoh, jika aktiva tersebut diklasifikasikan dengan nomor yang dimulai dengan 1 digit, maka rekening kas mungkin diberi label 101, piutang mungkin diberi label 102, persediaan mungkin diberi label 103, dan seterusnya. Dan jika account kewajiban diklasifikasikan berdasarkan nomor yang dimulai dengan 2 digit, maka hutang akan diberi label 201, utang jangka pendek mungkin akan diberi label 202, dan seterusnya.

    Tergantung pada ukuran perusahaan, bagan rekening mungkin termasuk rekening beberapa lusin atau mungkin meliputi beberapa ribu rekening. Tergantung pada kecanggihan dari perusahaan, bagan akun dapat kertas-based atau berbasis komputer. Bagan akun berguna untuk menganalisis transaksi masa lalu dan menggunakan data historis untuk memperkirakan tren masa depan.
    Prinsip dasar yang harus dijunjung oleh semua aturan prinsip-prinsip ini meliputi konsistensi, relevansi, reliabilitas, dan komparatif.

    DAFTAR PUSTAKA
    Anisoerya. 2012. Catatan Akuntansi. [Online]. Tersedia : http://anisoerya.blogspot.co.id/2012/12/catatan-akuntansi.html. Diakses : 15 Desember 2016
    Ayu. 2015. Catatan Akuntansi. [Online]. Tersedia : http://www.kompasiana.com/klinikakuntansi/catatan-akuntansi_54f75f73a333112d358b4634. Diakses : 15 Desember 2016
    S. Purnomo, Budi. 2006. Accounting Principles I. Sumedang: Pusat Pelayanan dan Pengembangan Ekonomi (P3E)
    Yusuf, Junaedi & Dr. Erhans A. 2000. Akuntansi Berdasarkan Prinsip Akuntansi Indonesia. Jakarta: PT. Ercontara Rajawali

  15. pandenanda says:

    1403663/I WAYAN PANDE NANDA/2014-A/SIA

    APAKAH JURNAL ITU ?
    Setelah suatu transaksi direkam adlam formulir, pencatatan akuntansi yang pertama kali dilakukan adalah dalam jurnal.
    Pencatatan di dalam jurnal ini biasanya lebih lengkap dan lebih rinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi.
    Jurnal merupakan catatan akuntansi permanen yang pertama, yang digunaka untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.
    Jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak ada satupun transaksi yang tidak dicatat; catatan yang dicatat lengkap dengan penjelasan dan informasi lain, agar catatan tersebut mudah diusut kembali ke dokumen sumbernya.
    1. Jurnal Umum
    Jika jenis transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum dengan dua kolom, debit dan kredit sudah cukup memadai sebagai catatan akuntansi pertama.
    Jurnal ini digunakan untuk menampung transaksi penjualan, pembelian, penerimaan dan pengeluaran kas, depresiasi aktiva tetap dan transaksi lainnya.
    Karena dalam perusahaan kecil volume transaksinya masih sedikit, jurnal umum seperti tampak pada gambar diatas.
    Kolom-kolom dalam jurnal umum tersebut diisi data berikut ini:
    a). Kolom Tanggal.
    Kolom ini diisi dengan tanggal terjadinya transaksi, yang diisi secara berurutan sesuai dengan kronologi terjadinya transaksi.
    b). Kolom Keterangan
    Kolom ini diisi dengan keterangan lengkap mengenai transaksi yang terjadi, seperti nama rekening yang didebit dan dikredit, serta penjelasan ringkas tentang transaksi yang bersangkutan.
    Misalnya; transaksi pengeluaran kas untuk pembayaran upah karyawan, maka kolom keterangan akan diisi sbb:
    Biaya Tenaga Kerja XXX
    Kas XXX
    Pembayarna upah minggu ke-2 Juni 19X1
    c). Kolom Nomor Bukti
    Kolom ini digunakan untuk mencatat nomor formulir (dokumen sumber) yang dipakai sebagai dasar pencatatan data dalam jurnla tersebut.
    d). Kolom Nomor Rekening
    Diisi dengan nomor rekening yang didebit dan nomor rekening yang dikredit dengan adanya transaksi.
    e). Kode Debit dan Kredit
    Kode ini diisi dengan jumlah rupiah transaksi. Jumlah-jumlah rupiah adlam kolom ini diringkas (dijumlahkan) menurut nomor rekening yang tercantum dalam kolom nomor rekening.

    2. Jurnal Khusus
    Jika suatu perusahaan bertambah besar dan jenis transaksi menjadi lebih banyak, jurnal umum tersebut menjadi tidak mampu lagi menampung berbagai transaksi yang timbul, yang frekuensi terjadinya transaksi semakin tinggi.
    Dalam hal ini mulai diperlukan jurnal khusus, selain jurnal umum tersebut, dan dibutuhkan lebih banyak karyawan untuk menyelenggarakan berbagai jurnal khusus tersebut.
    Timbul pertanyaan, mengapa jurnal umum harus dipecah ? Ada berbagai alasan mengapa jurnal umum perlu dipecah:
    a). Untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensi
    terjadinya tinggi
    b). Untuk mengurangi pekerjaanpembukuan ke dalam buku besar dan untuk
    menggolongkan transaksi yang dicari.
    c). Untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan
    oleh beberapa orang.
    d). Untuk menciptakan pengendalian intern.

    JENIS JURNAL KHUSUS
    Jenis jurnal yang biasanya terdapat dalam perusahaan yang relatif besar adalah sbb:
    1. Jurnal Penjualan
    2. Jurnal Pembelian
    3. Jurnal Penerimaan Kas
    4. Jurnal Pengeluaran Kas
    5. Jurnal Umum

    1). Jurnal khusus Penjualan
    Digunakan untuk mencatat transaksi penjualan, baik penjualan kredit maupun penjualan tunai.
    Dari jurnal penjualan ini, manajemen akan dapat memperoleh informasi mengenai semua jenis transaksi penjualan selama periode tertentu, urut secara kronologi.
    2). Jurnal khusus Pembelian
    Digunakan untuk mencatat transaksi pembelian kredit.
    Transaksi pembelian tunai dicatat dalam jurnal pengeluaran kas.
    3). Jurnal khusus Penerimaan Kas
    Digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kas.
    Sumber pokok penerimaan kas perusahaan umumnya dari penjualan tunai dan penerimaan piutang.
    Jika frekuensi transaksi kas masih rendah, jurnal penerimaan kas ini digabungkan dengan jurnal pengeluaran kas dalam satujurnal yang disebut jurnal kas.
    4). Jurnal khusus Pengeluaran Kas
    Jurnal pengeluaran kas digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas.
    5). Jurnal khusus Umum
    Digunakan untuk mencatat transaksi selain yang dicatat dalam jurnal khusus.
    Pada umumnya jurnal umum berbentuk jurnal dua kolom (artinya kolom rupiah hanya terdiri dari 2 kolom) yaitu; kolom debit dan kolom kredit. Seperti contoh dibawah ini.
    Hal ini dibuat demikian karena transaksi yang dicatat dalam jurnal umum sangat bervariasi, dengan frekuensi kejadian yang rendah.

    LANGKAH PERANCANGAN JURNAL

    Berikut ini adalah langkah-langkah yang biasa ditempuh oleh ahli sistem dalam merancang jurnal:
    1. Studi terhadap Karakteristik Transaksi Perusahaan
    Percangan jurnal dimulai dari studi terhadap karakteristik transaksi yang dilaksanakan oleh perusahaan.
    2. Pembuatan Jurnal Standar
    Setelah transaksi yang berfrekuensi tinggi diidentifikasi, langkahselanjutnay adalah memperlajari ciri khas transaksi tersebut untuk dapat menentukan rekening-rekening buku besar yang terkait dalam pencatan transaksi tersebut. Atas dasar ini dibuat jurnal standar untuk mencatat transaksi-transaksi yang berfrekuensi tinggi.
    3. Percanangan Jurnal
    Jurnal standar kemudian dipakai sebagai dasar untuk menentukan kolom-kolom yang harus dicantumkan dalam jurnal khusus.
    Contoh:
    Jurnal:
    Bahan dalam proses XXX
    Biaya overhead pabrik XXX
    Biay administrasi & umum XXX
    Biaya pemasaran XXX
    Persediaan bahan XXX

    Buku Besar Akuntansi
    28 Mar 2014 Dasar-Dasar Akuntansi No Comments
    Buku Besar Akuntansi Secara Garis Besar
    Pengertian Buku Besar
    Buku besar adalah buku yang memuat kumpulan perkiraan-perkiraan yang saling berhubungan serta mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva, kewajiban dan modal perusahaan. Banyaknya perkiraan buku besar yang dibutuhkan oleh perusahaan berbeda-beda, tergantung kepada keuangan dan kekayaan perusahaan, volume transaksi, serta informasi yang diinginkan. Dalam suatu proses pembukuan, setelah pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum, selanjutnya transaksi tersebut di catat ke dalam buku besar yaitu dengan cara memindahbukukan jumlah-jumlah yang ada pada jurnal ke dalam buku besar yang sesuai, kegiatan pembukuan ini dinamakan memposting.
    Jenis Buku Besar
    1. Buku Besar Umum (General Ledger): Buku Besar Umum sering disebut juga buku besar induk, yaitu semua perkiraan yang ada dalam suatu periode tertentu seperti kas, piutang usaha, persediaan utang usaha dan modal. Perkiraan-perkiraan ini saling berdiri sendiri dan berfungsi mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva, kewajiban dan modal perusahaan. Sistem Buku Besar Umum menampilkan proses transaksi untuk Buku Besar Umum dan Siklus Pelaporan Keuangan.
    Tujuan Buku Besar Umum (General Ledger):
    1. Mencatat semua transaksi akuntansi secara akurat dan benar.
    2. Memposting transaksi-transaksi ke akun yang tepat.
    3. Menjaga keseimbangan debet dan kredit pada akun.
    4. Mengakomodasi entry jurnal penyesuaian yang dibutuhkan.
    5. Menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya dan tepat waktu untuk setiap periode akuntansi
    Fungsi Buku Besar Umum (General Ledger):
    1. Mengumpulkan data transaksi
    2. Mengklasifikasikan dan mengkodekan data transaksi dan akun
    3. Memvalidasi transaksi yang terkumpul
    4. Meng-update-kan Akun Buku Besar Umum dan File Transaksi
    5. Mencatatkan penyesuaian terhadap Akun
    6. Mempersiapkan Laporan Keuangan
    2. Buku Besar Pembantu (Subsidiary Ledger): sering disebut juga buku tambahan, yaitu sekelompok rekening yang khusus mencatat perincian piutang usaha dan utang usaha yang berfungsi member informasi yang lebih mendetail. Pada umumnya, Pembuatan Buku Pembantu adalah untuk pengendalian akuntansi yang banyak elemennya, seperti Hutang, Piutang, dan Persediaan.
    Buku Besar Pembantu terbagi menjadi 2 yaitu :
    a. Buku Besar Pembantu Piutang Usaha sering disebut juga buku piutang yang disediakan khusus untuk merinci langganan kredit, kepada siapa sajakah perusahaan melakukan transaksi penjualan kredit, dimanakah alamatnya dan berapakah jumlahnya. Dalam buku piutang, keadaan tagihan kepada tiap langganan dicatat dalam daftar-daftar tersendiri. Perubahan piutang dagang secara keseluruhan dicatat pada perkiraan piutang dagang di buku besar umum, sebagai perkiraan induk. Sedangkan perubahan kepada masing-masing langganan dicatat pada perkiraan masing-masing dalam perkiraan buku besar pembantu piutang.
    b. Buku Besar Pembantu Utang sering disebut juga buku utang. Buku ini disediakan khusus untuk mencatat masing-masing pemasok secara terperinci yang banyaknya ditentukan oleh banyaknya pemasok yang memberikan pinjaman kredit, baik berupa barang dagangan maupun aktiva lainnya. Seperti halnya dalam buku piutang, dalam buku utangpun keadaan utang pada setiap pemasok dicatat dalam daftar-daftar tersendiri. Perubahan utang secara keseluruhan dicatat pada perkiraan utang dagang dalam buku besar umum. Sedangkan perubahan kepada masing-masing pemasok, dicatat pada perkiraan masing-masing dalam buku besar pembantu.
    Pengunaan buku besar pembantu mempunyai beberapa kelebihan sebagai berikut:
    1. Memudahkan penyusunan laporan keuangan, karena buku besar umum terdiri dari akun-akun yang jumlahnya lebih sedikit. Hal ini juga akan mengurangi kesalahan-kesalahan dalam buku besar umum.
    2. Ketelitian dalam pembukuan dapat diuji dengan membanding-kan saldo dalam akun buku besar umum dengan jumlah saldo-saldo dalam buku pembantu.
    3. Dapat diadakan pembagian tugas dalam pengrjaan akuntansi.
    4, Memungkinkan pumbukuan harian dari bukti-bukti pendukung transaksi kedalam buku pembantu.
    5. Bisa segera diketahui jumlah macam-macam elemen

    DAFTAR PUSTAKA
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.co.id/2009/10/j-u-r-n-l.html
    http://butuhakuntan.com/buku-besar-akuntansi.htm

  16. Hary Taufik says:

    CATATAN AKUNTANSI

    Menurut Mulyadi (2008: 218) catatan akuntansi yang digunakan adalah :
    1. Jurnal Penjualan
    Jurnal penjualan digunakan untuk mencatat transaksi penjualan baik penjualan tunai maupun kredit.
    2. Kartu Piutang
    Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi mutasi piutang perusahaan kepada tiap debiturnya.
    3. Kartu Persediaan
    Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi setiap jenis persediaan.
    4. Kartu Gudang
    Catatan akuntansi ini diselenggarakan oleh fungsi gudang untuk mencatat mutasi dan persediaan fisik barang yang ada di gudang.
    5. Jurnal Umum
    Jurnal ini digunakan untuk mencatat harga pokok produk yang dijual selama periode tertentu.

    #JURNAL
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing.
    Menurut Dr. Erhans dan Junaedi Yusuf (2000:76)
    Jurnal yaitu formulir yang digunakan untuk mencatat dan mengelompokkan transaksi secara kronologis. Adapun proses pencatatan dapat digambarkan sebagai berikut:
    Transaksi yang terjadi >> Surat bukti pembukuan >> Jurnal >> Perkiraan >> Neraca saldo
    JURNAL (Journal) adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.
    Fungsi jurnal meliputi :
    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

    Jurnal sangat penting dalam suatu sistem akuntansi karena adanya beberapa karakteristik berikut,
    a. Jurnal merupakan pencatatan akuntansi permanen pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.
    b. Pencatatan dalam jurnal biasanya lengkap dan terinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi.
    c. Jurnal harus dirancang sedemikian rupa karena jurnal merupakan catatan akuntansi yang pertama, sehingga tidak boleh terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat.
    d. Catatan yang dilakukan di dalam jurnal biasanya lengkap dengan penfjelasan, tanggal, dan informasi lain, karena akan digunakan untuk mengusut kembali ke dokumen sumbernya (formulir).
    Jika transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum sudah cukup memadai. Namun, jika transaksi sudah mulai banyak, maka dibutuhkan tambahan yang biasa disebut jurnal khusus, yang mana diperlukan karena:
    – Untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensinya terjadinya tinggi.
    – Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan ke dalam buku besar dan untuk menggolongkan transaksi yang dicatat.
    – Untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan oleh beberapa orang.
    – Untuk menciptakan pengawasan intern.
    Adapun prinsip-prinsip yang melandasi perancangan jurnal :
    1. Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang cukup memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
    2. Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
    3. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.
    4. Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jurnal.
    5. Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    6. Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum.
    7. Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

    # BUKU BESAR
    Menurut Gito Brahmana,
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhir dalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikan yang berasal dari jurnal.
    Menurut SunFish ERP,
    Buku Besar adalah pusat dari pencatatan perusahaan dari semua transaksi yang muncul. Terbentuk melalui penempatan transaksi dari jurnal umum yang merupakan ringkasan dari semua jurnal pembantu dan penelusuran history.

    Dalam akuntansi, bagan akun standar adalah daftar nomor akun yang terdiri dari buku besar perusahaan. Bagan rekening perusahaan pada dasarnya merupakan sistem pengarsipan untuk mengelompokkan semua account sebuah perusahaan dan mengelompokkan semua transaksi sesuai dengan account mereka mempengaruhi. Bagan rekening daftar kategori mungkin termasuk aktiva, kewajiban, ekuitas pemilik, pendapatan, harga pokok penjualan, biaya operasi, dan akun lain yang relevan.
    Sebuah bagan akun standar diatur sesuai dengan sistem numerik. Setiap kategori utama akan dimulai dengan nomor tertentu, dan kemudian di sub-kategori dalam kategori besar semua akan dimulai dengan nomor yang sama. Sebagai contoh, jika aktiva tersebut diklasifikasikan dengan nomor yang dimulai dengan 1 digit, maka rekening kas mungkin diberi label 101, piutang mungkin diberi label 102, persediaan mungkin diberi label 103, dan seterusnya. Dan jika account kewajiban diklasifikasikan berdasarkan nomor yang dimulai dengan 2 digit, maka hutang akan diberi label 201, utang jangka pendek mungkin akan diberi label 202, dan seterusnya.

    Tergantung pada ukuran perusahaan, bagan rekening mungkin termasuk rekening beberapa lusin atau mungkin meliputi beberapa ribu rekening. Tergantung pada kecanggihan dari perusahaan, bagan akun dapat kertas-based atau berbasis komputer. Bagan akun berguna untuk menganalisis transaksi masa lalu dan menggunakan data historis untuk memperkirakan tren masa depan.

    Prinsip dasar yang harus dijunjung oleh semua aturan prinsip-prinsip ini meliputi konsistensi, relevansi, reliabilitas, dan komparatif.

    Sumber:

    http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2135436-catatan-akuntansi-yang-digunakan/
    Yusuf, Junaedi & Dr. Erhans A. 2000. Akuntansi Berdasarkan Prinsip Akuntansi Indonesia. Jakarta: PT. Ercontara Rajawali
    S. Purnomo, Budi. 2006. Accounting Principles I. Sumedang: Pusat Pelayanan dan Pengembangan Ekonomi (P3E)
    http://milamashuri.wordpress.com/jurnal-umum/
    http://blog.re.or.id/jurnal.htm
    http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/soal…1/bagian3_jurnal.pdf
    http://milamashuri.wordpress.com/buku-besar/
    http://www.dataon.com/library/files/ERP-GL_ID.pdf
    http://goongbusiness.com/in/article-bebas/169-membuat-bagan-akun-chart-of-account.html

  17. 1400099 / Arizal Zul Lathiif / 2014-A / SIA-3

    CATATAN AKUNTANSI

    Pengertian Jurnal akuntansi adalah catatan rinci tentang transaksi keuangan bisnis. Transaksi yang tercantum dalam urutan kronologis, dengan jumlah, dengan account yang terpengaruh, dan ke arah akun yang terpengaruh. Tergantung pada ukuran dan kompleksitas usaha, nomor referensi dapat diberikan ke setiap transaksi dan catatan dapat menempel menjelaskan transaksi.
    Setiap transaksi yang tercantum disebut sebagai jurnal . Informasi dari jurnal ini kemudian dicatat dalam buku besar .

    Tujuan Entri Jurnal Akuntansi
    Jurnal memberikan informasi dasar untuk semua laporan keuangan dan digunakan oleh auditor untuk menganalisis bagaimana efek transaksi keuangan terhadap bisnis.
    Jurnal dimasukkan ke akun tertentu dengan menggunakan Daftar Pembukuan ( chart of accounts ) , dan ayat jurnal tersebut kemudian dicatat dalam buku besar.

    Sekarang mari kita bahas Jurnal Khusus. Jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi secara berulang-ulang. Jurnal khusus terdiri dari 5 macam yaitu :
    1. Jurnal Pembelian
    2. Jurnal Pengeluaran Kas
    3. Jurnal Penjualan
    4. Jurnal Penerimaan Kas
    5. Jurnal Umum

    Adapun fungsi dari Jurnal Khusus, diantaranya:
    1. Meringankan pekerjaan karena mudah ketika di Posting ke Buku Besar,
    2. Memungkinkan dilakukannya pembagian kerja,
    3. Mengghemat biaya dan tenaga dan
    4. Pengendalian Internal bisa dilaksanaknakan dengan baik.

    Pengertian Buku Besar sesuai ilmu akuntansi
    Buku besar dalam ilmu akuntansi diartikan sebagai sebuah buku yang memuat kumpulan akun atau kumpulan rekening yang sumbernya dari seluruh bukti transaksi keuangan yang sudah tercatat dalam buku jurnal baik jurnal umum maupun jurnal khusus. Sebagaimana yang tercantum dalam pengertian diatas kita dapat ambil poin penting diantaranya bahwa input buku besar adalah akun-akun yang telah dicatat dalam jurnal umum (jika dalam perusahaan jasa) atau jurnal khusus (jika dalam perusahaan dagang). Poin yang kedua bahwa dalam buku besar isinya adalah nama-nama akun beserta saldonya yang terdapat diperusahaan tersebut. Poin yang ketiga bahwa buku besar dapat disusun setelah jurnal umum atau jurnal khusus disusun, hal ini karena sumber penyusunan buku besar adalah jurnal. Nahh kiranya dengan penjabaran ketiga poin diatas anda dapat mengerti tentang apa itu buku besar, sekarang kita bahas manfaat penyusunan buku besar.

    Manfaat Penyusunan Buku Besar
    Sebenarnya apa manfaat buku besar? Mengapa buku besar harus disusun?.. inilah yang akan diuraikan. Buku besar memiliki beberapa manfaat diantaranya adalah: Buku besar dapat mempermudah dalam pemberian informasi kepada pihak tertentu misalnya pimpinan perusahaan. Contohnya ketika pemimpin perusahaan bertanya berapa saldo kas sekarang? Maka karyawan dapat menjawabnya dengan pasti setelah melihat buku besar. Kegunaan buku besar yang lainnya adalah menjadi sumber penyusunan neraca saldo pada periode tertentu. Setelah mengetahui pengertian dan manfaat buku besar maka selanjutnya perlu juga mengetahui format buku besar, silahkan lihat uraian berikut ini.

    Jenis Buku Besar
    1. Buku Besar Umum (General Ledger): Buku Besar Umum sering disebut juga buku besar induk, yaitu semua perkiraan yang ada dalam suatu periode tertentu seperti kas, piutang usaha, persediaan utang usaha dan modal. Perkiraan-perkiraan ini saling berdiri sendiri dan berfungsi mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva, kewajiban dan modal perusahaan. Sistem Buku Besar Umum menampilkan proses transaksi untuk Buku Besar Umum dan Siklus Pelaporan Keuangan.
    Tujuan Buku Besar Umum (General Ledger):
    1. Mencatat semua transaksi akuntansi secara akurat dan benar.
    2. Memposting transaksi-transaksi ke akun yang tepat.
    3. Menjaga keseimbangan debet dan kredit pada akun.
    4. Mengakomodasi entry jurnal penyesuaian yang dibutuhkan.
    5. Menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya dan tepat waktu untuk setiap periode akuntansi
    Fungsi Buku Besar Umum (General Ledger):
    1. Mengumpulkan data transaksi
    2. Mengklasifikasikan dan mengkodekan data transaksi dan akun
    3. Memvalidasi transaksi yang terkumpul
    4. Meng-update-kan Akun Buku Besar Umum dan File Transaksi
    5. Mencatatkan penyesuaian terhadap Akun
    6. Mempersiapkan Laporan Keuangan

    Jenis Rekening :
    Rekening kontrol ialah rekening yang dapat digunakan untuk mengawasi saldo-saldo dalam buku pembantu. Rekening kontrol terdiri dari elemen utama akuntansi seperti Kas, Piutang, Aktiva tetap, Utang, Modal dll. Rekening kontrol adalah sebuah rekening ringkasan dalam buku besar umum.
    Tujuan dari rekening kontrol
    Tujuan dari rekening kontrol adalah untuk menjaga buku besar umum bebas dari rincian, namun memiliki keseimbangan yang benar untuk laporan keuangan. Sebagai contoh, akun Piutang pada buku besar umum bisa menjadi akun pengendali. Jika ada rekening kontrol, perusahaan hanya akan memperbarui rekening dengan jumlah sedikit, seperti total kumpulan untuk hari itu, total penjualan pada rekening untuk hari itu, total perolehan dan tunjangan untuk hari tersebut, dll.

    Metode Pemberian Kode Rekening :
    1. Kode angka atau alfabet urut / numerical or alphabetic – sequence code
    Dalam metode ini, rekening buku besar diberi kode angka atau huruf yang berurutan.
    Kelemahan metode ini adalah jika terjadi perluasan jumlah rekening, hal ini akan
    mengakibatkan perubahan menyeluruh terhadap kode rekening yang mempunyai kode
    angka yang lebih besar, contoh kode angka urut :
    1. Kas dan bank.
    2. Investasi sementara.
    3. Piutang.
    4. Cadangan kerugian piutang.
    5. Dll.
    Pemberian kode dengan kode angka urut mempunyai karakteristik
    1. rekening diberi kode dengan angka urut, dari angka kecil ke angka besar.
    2. Jumlah angka (digit) dalam kode tidak sama. Rekening dengan kode 1 sampai 9 memiliki 1 angka dalam kode rekeningnya, sedangkan rekening dengan kode 10 sampai dengan 99 memiliki 2 angka , sedangkan rekening dan kode 100 sampai 999 memiliki 3 angka dalam kode rekeningnya,dan seterusnya.
    3. Perluasan klasifikasi pada suatu rekening akan mengakibatkan perubahan kode semua rekening yang kodenya lebih besar dari kode rekening yang mengalami perluasan. Sebagai contoh, jika rekening 21 Beban yang ditangguhkan dalam daftar rekening diatas dirinci lebih lanjut menjadi 3 rekening : 21 Beban organisasi,22 Rugi Trial-Run,dan 23 Beban Promosi, maka rekening-rekening yang sebelumnya berkode diatas rekening yang dipecah tersebut (kode 22 dan selanjutnya) semuanya akan mengalami perubahan kode.
    2. Kode Angka Blok / block numerical code
    Dalam metode pemberian kode ini, rekening buku besar dikelompokkan menjadi beberapa golongan dan setiap golongan disediakan satu blok angka yang berurutan untuk memberi kodenya. Penggunaan Kode Angka Blok ini dapat mengatasi kelemahan Kode Angka urut, yang jika terjadi perluasan klasifikasi pada suatu rekening mengakibatkan perubahan kode semua rekening yang kodenya lebih besar dari kode rekening yang mengalami perluasan.
    Untuk menghadapi kemungkinan perluasaan rekening, dalam setiap blok angka disediakan angka cadangan perluasan,sehingga perluasaan kode rekening hanya akan mempengaruhi pemberian kode rekening dalam blok yang bersangkutan.
    Contoh Kode Angka Blok adalah sebagai berikut :
    Rekening buku besar digolongkan menjadi golongan dan setiap golongan disediakan satu blok angka yang berurutan :
    1-24 Aktiva Lancar 25-39 Investasi Jangka Panjang
    40-69 Aktiva Tetap Berwujud 70-79 Aktiva Tidak Berwujud
    80-99 Aktiva Lain-lain 100-124 Utang Lancar
    125-129 Utang Jangka Panjang 130-139 Modal
    140-169 Pendapatan Penjualan 170-199 Harga Pokok Penjualan
    200-299 Biaya Produksi 300-349 Biaya Administrasi dan Umum
    350-399 Biaya Pemasaran 400-449 Penghasil Di Luar Usaha
    450-499 Biaya Di Luar Usaha 500 Rugi – Laba
    Pemberian kode dengan Kode Angka Blok ini memiliki karakteristik sebagai berikut :
    1. Rekening diberi kode dengan blok angka yang berurutan, dari angka kecil ke angka besar.
    2. Jumlah angka (digit) dalam kode tidak sama. Rekening berkode angka dalam blok sampai dengan 9 memiliki 1 angka dalam kodenya. Dalam blok 10 sampai dengan 99 memiliki 2 angka dalam kodenya, dan yang dalam blok 100 sampai dengan 999 memiliki 3 angka dalam kodenya, dan seterusnya.
    3. Perusahaan klasifikasi pada suatu rekening ditampung dengan menyediakan angka cadangan dalam setiap blok yang diperkirakan akan mengalami perluasan klasifikasi. Sebagai contoh, untuk klasifikasi rekening Utang Jangka Panjang disediakan angka 125 sampai dengan 129, karena diperkirakan jumlah rekening yang termasuk dalam klasifikasi ini tidak akan lebih dari 5 rekening, Untuk sementara baru 3 angka yang dipakai untuk memberi kode , yaitu angka 125,126, dan 127 Angka 128 dan 129 disediakan untuk menampung perluasan klasifikasi utang jangka panjang, yang diperkirakan oleh analisis sistemnya tidak lebih dari 2 rekening tambahan. Jika misalnya analisis sistem memperkirakan kemungkinan tambahan rekening akibat perluasan klasifikasi utang jangka panjang berjumlah 10 rekening, maka blok angka yang disediakan untuk klasifikasi utang jangka panjang adalah 125 sampai dengan 139, bukan hanya 125 sampai dengan 129.

    1. Kode Angka Kelompok / Group Numerical Code
    Terbentuk dari dua atau lebih subcodes yang dikombinasikan menjadi satu kode. Kode Angka Kelompok ini mempunyai Karakteristik sebagai berikut :
    1. Rekening diberi Kode angka atau kombinasi angka dan huruf.
    2. Jumlah angka dan /atau huruf dalam kode mempunyai arti tertentu.
    3. Posisi angka dan /atau huruf dalam kode mempunyai arti tertentu.
    4. Perluasan Klasifikasi dilakukan dengan memberi cadangan angka dan / atau huruf ke kanan.
    Sebagai contoh adalah pemakaian Kode Angka Kelompok untuk memberi kode rekening biaya guna menghasilkan informasi biaya yang menggambarkan :
    1. Hubungan biaya dengan pusat pertanggungjawaban dalam perusahaan , yang dibagi menurut hirarkhi berikut ini : Direksi, Departemen, Bagian
    2. Jenis Biaya
    Berdasarkan data tersebut di atas dapat ditentukan bahwa jumlah angka dalam kode adalah 5, dengan rincian 3 angka pertama untuk menunjukkan hubungan biaya dengan struktur organisasi (ada 3 jenjang organisasi), dan 2 angka sisanya untuk menunjukkan jenis biaya (karena jumlah jenis biaya diperkirakan tidak akan lebih dari 100, sehingga hanya diperlukan 2 angka saja).
    Rincian jenis biaya beserta kodenya adalah sebagai berikut :
    01 Biaya bahan baku
    02 Biaya bahan penolong
    03 Biaya bahan bakar
    04 Biaya suku cadang
    05 Biaya upah
    06 Biaya kesejahteraan karyawan
    07 Biaya asuransi tenaga kerja
    08 Biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap
    09 Biaya depresiasi aktiva tetap
    10 Biaya asuransi aktiva tetap
    11 Biaya akuntan dan konsultan
    12 Biaya iklan
    13 Biaya pembungkus
    14 Biaya telepon dan telegraf
    15 Biaya lain-lain
    Berdasarkan kode tersebut di atas, biaya asuransi tenaga kerja yang dikeluarkan oleh Bagian Pulp diberi kode 21107.
    Biaya bahan bakar yang dikonsumsi oleh Bagian Listrik dan Air dicatat dalam rekening yang berkode 22203.
    4. Kode Angka Desimal / Decimal Code
    Desimal berarti persepuluhan. Kode Angka Desimal memberi kode angka terhadap klasifikasi yang membagi kelompok menjadi maksimum 10 sub kelompok dan membagi subkelompo menjadi maksimum 10 golongan yang lebih kecil dari subkelompok tersebut. Sebagai contoh adalah sebagai berikut :
    I. Persediaan
    1. Persediaan Suku Cadang
    2 Persediaan Bahan Penolong
    3 Persediaan Bahan Baku
    4. Persediaan Lain-Lain
    Pemberian kode dengan Kode Angka Desimal ini memiliki karakteristik sebagai berikut :
    a. Rekening diberi dengan angka yang berurutan, dari angka kecil ke angka besar.
    b. Jumlah angka (digit) dalam kode tidak sama. Klasifikasi besar memiliki jumlah angka yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan klasifikasi rinciannya.
    c. Perluasan klasifikasi pada suatu rekening dilakukan dengan maksimum pemecahan tidak lebih dari 10. Pemberian kode perluasannya dilakukan dengan menambahkan 1 angka di sebelah kanannya.
    5. Kode Angka urut Didahului dengan Huruf
    Metode ini menggunakan kode berupa kombinasi angka dan Huruf. Setiap rekening diberi kode angka yang di mukanya dicantumkan huruf singkatan kelompok rekening tersebut. Misalnya : AL 101, ATL 112, MO 245
    AL merupakan singkatan dari aktiva lancar, ATL singkatan aktiva tidak lancar , dan MO singkatan dari modal.
    3 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Merancang Kode Rekening
    Dalam merancang kerangka kode rekening, berbagai pertimbangan berikut ini perlu diperhitungkan :
    1. Rerangka kode harus sesuai logis memenuhi kebutuhan pemakai dan metode pengolahan data yang digunakan. Kode sembarang , seperti SSR untuk menunjukkan Sempati Air dalam kode penerbangan, membingungkan para penumpang pesawat.
    2. Setiap kode harus mewakili secara unik unsur yang diberi kode. Kode untuk rekening piutang kepada Risa Rimendi harus hanya menunjukkan rekening debitur tersebut, bukan debitur yang lain.
    3. Desain kode harus mudah disesuaikan dengan tuntutan perubahan. Jika struktur kode harus diubah setiap kali menghadapi tuntutan perubahan, hal ini akan memerlukan biaya perubahan dan membingungkan pemakai

    DAFTAR PUSTAKA
    Setiawati,Lilies. Diana, Anastasia. (2010). Sistem Informasi Skuntansi. Yogjakarta :ANDI
    Hall.James a. (2001). System Informasi Akuntansi. Jakarta: PT .Selemba Emban Patris
    Setiadewi, Kristianti. (2014). Rekening Kontrol Dan Catatan Piutang. [Online]. Tersedia:http://kriztalyzed.blogspot.co.id/2014/10/rekening-kontrol-dan-catatan-piutang.html [2 Maret 2016]
    Anonymous. (2015). Pengertian, Manfaat, dan Bentuk Buku Besar. [Online]. Tersedia:http://operaterpm.blogspot.co.id/2015/09/pengertian-manfaat-dan-bentuk-buku.html [2 Maret 2016]
    Anonymous. (2012). Pengertian Jurnal Akuntansi. [Online]. Tersedia:http://jurnal-akuntansi.blogspot.co.id/2012/06/definisi-jurnal-akuntansi.html [2 Maret 2016]
    Kusumawati, Riani. (2013). Jurnal Khusus. [Online]. Tersedia:https://riyanikusuma.wordpress.com/2013/02/08/jurnal-khusus/ [2 Maret 2016]

  18. Silvi Aulia Darus says:

    1401726/SILVI AULIA DARUS/2014-A/SIA-3

    CATATAN AKUNTANSI

    Menurut Mulyadi (2008: 218) catatan akuntansi yang digunakan adalah :
    1. Jurnal Penjualan
    Jurnal penjualan digunakan untuk mencatat transaksi penjualan baik penjualan tunai maupun kredit.
    2. Kartu Piutang
    Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi mutasi piutang perusahaan kepada tiap debiturnya.
    3. Kartu Persediaan
    Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi setiap jenis persediaan.
    4. Kartu Gudang
    Catatan akuntansi ini diselenggarakan oleh fungsi gudang untuk mencatat mutasi dan persediaan fisik barang yang ada di gudang.
    5. Jurnal Umum
    Jurnal ini digunakan untuk mencatat harga pokok produk yang dijual selama periode tertentu.

    JURNAL

    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing.
    Menurut Dr. Erhans dan Junaedi Yusuf (2000:76), mengatakan bahwa Jurnal yaitu formulir yang digunakan untuk mencatat dan mengelompokkan transaksi secara kronologis. Adapun proses pencatatan dapat digambarkan sebagai berikut:
    Transaksi yang terjadi > Surat bukti pembukuan > Jurnal > Perkiraan > Neraca saldo
    JURNAL (Journal) adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.

    Fungsi jurnal meliputi :

    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.
    Jurnal sangat penting dalam suatu sistem akuntansi karena adanya beberapa karakteristik berikut,
    a. Jurnal merupakan pencatatan akuntansi permanen pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.
    b. Pencatatan dalam jurnal biasanya lengkap dan terinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi.
    c. Jurnal harus dirancang sedemikian rupa karena jurnal merupakan catatan akuntansi yang pertama, sehingga tidak boleh terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat.
    d. Catatan yang dilakukan di dalam jurnal biasanya lengkap dengan penfjelasan, tanggal, dan informasi lain, karena akan digunakan untuk mengusut kembali ke dokumen sumbernya (formulir).
    Jika transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum sudah cukup memadai. Namun, jika transaksi sudah mulai banyak, maka dibutuhkan tambahan yang biasa disebut jurnal khusus, yang mana diperlukan karena:
    – Untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensinya terjadinya tinggi.
    – Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan ke dalam buku besar dan untuk menggolongkan transaksi yang dicatat.
    – Untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan oleh beberapa orang.
    – Untuk menciptakan pengawasan intern.

    Adapun prinsip-prinsip yang melandasi perancangan jurnal :
    1. Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang cukup memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
    2. Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
    3. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.
    4. Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jurnal.
    5. Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    6. Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum.
    7. Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

    BUKU BESAR

    Menurut Gito Brahmana, Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhir dalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikan yang berasal dari jurnal.
    Menurut SunFish ERP, Buku Besar adalah pusat dari pencatatan perusahaan dari semua transaksi yang muncul. Terbentuk melalui penempatan transaksi dari jurnal umum yang merupakan ringkasan dari semua jurnal pembantu dan penelusuran history.
    Dalam akuntansi, bagan akun standar adalah daftar nomor akun yang terdiri dari buku besar perusahaan. Bagan rekening perusahaan pada dasarnya merupakan sistem pengarsipan untuk mengelompokkan semua account sebuah perusahaan dan mengelompokkan semua transaksi sesuai dengan account mereka mempengaruhi. Bagan rekening daftar kategori mungkin termasuk aktiva, kewajiban, ekuitas pemilik, pendapatan, harga pokok penjualan, biaya operasi, dan akun lain yang relevan.
    Sebuah bagan akun standar diatur sesuai dengan sistem numerik. Setiap kategori utama akan dimulai dengan nomor tertentu, dan kemudian di sub-kategori dalam kategori besar semua akan dimulai dengan nomor yang sama. Sebagai contoh, jika aktiva tersebut diklasifikasikan dengan nomor yang dimulai dengan 1 digit, maka rekening kas mungkin diberi label 101, piutang mungkin diberi label 102, persediaan mungkin diberi label 103, dan seterusnya. Dan jika account kewajiban diklasifikasikan berdasarkan nomor yang dimulai dengan 2 digit, maka hutang akan diberi label 201, utang jangka pendek mungkin akan diberi label 202, dan seterusnya.
    Tergantung pada ukuran perusahaan, bagan rekening mungkin termasuk rekening beberapa lusin atau mungkin meliputi beberapa ribu rekening. Tergantung pada kecanggihan dari perusahaan, bagan akun dapat kertas-based atau berbasis komputer. Bagan akun berguna untuk menganalisis transaksi masa lalu dan menggunakan data historis untuk memperkirakan tren masa depan.
    Prinsip dasar yang harus dijunjung oleh semua aturan prinsip-prinsip ini meliputi konsistensi, relevansi, reliabilitas, dan komparatif.

    KARAKTERISTIK BUKU BESAR DAN BUKU PEMBANTU

    Buku besar (general ledger) merupakan kumpulan rekening-rekening neraca dan rugi laba yang digunakan untuk menyortir dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal.
    Buku pembantu (subsidiary ledgers) adalah suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar.
    Contoh: beberapa buku pembantu sbb:
    – Buku pembantu piutang
    – Buku pembantu persediaan bahan baku dan penolong
    – Buku pembantu mesin dan alat
    – Buku pembantu utang
    – Buku pembantu biaya overhead pabrik
    – Buku pembantu biaya administrasi dan umum
    – Buku pembantu biaya penjualan

    Rekening adalah judul suatu catatan akuntansi yang umumya berbentuk T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debit dan sebelan kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping).

    Rekening kontrol
    Rekening buku besar yang rinciannya dibuat dalam buku pembantu disebut Rekening Kontrol yaitu; rekening yang dapat digunakan untuk mengawasi saldo-saldo dalam buku pembantu.
    Setiap akhir periode (misalnya bulanan) dapat dilakukan pengecekan dengan cara menjumlahkan saldo-saldo dalam buku pembantu dan membandingkannya dengan saldo dalam rekening kontrolnya.
    Posting adalah proses sortir dan pemindahan data dari buku jurnal kedalam buku besar dan buku pembantu disebut juga dengan pembukuan

    FORMULIR REKENING BUKU BESAR

    Di atas sudah disebutkan bahwa rekening buku besar umumnya berbentuk T, yang merupakan catatan akuntansi yang dibagi dua secara vertikal, sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit.
    Ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar:
    1. Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)
    2. Rekening biasa (regular ledger)
    3. Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)
    4. Rekening berkolom saldo (balance ledger)
    5. Rekening ganda berkolom saldo (doubel ledger with balance ledger)
    6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)

    1). Rekening dengan Debit dan Kredit Lebar
    Bentuk rekening ini menyediakan kolom “keterangan” pada sebelah debit lebih lebar bila dibandingkan dengan kolom “keterangan” pada sebelah kredit.
    Hal ini dilakukan karena penjelasan yang bersangkutan dengan transaksi pendebitan lebih banyak bila dibandingkan dengan penjelasan yang bersangkutan dengan traksaksi pengkreditan, dan jika penentuan saldonya perlu dilakukan secara periodik.

    2). Rekening Biasa
    Bentuk rekening ini sangat luas digunakan.
    Rekening ini mempunyai kolom “keterangan” yang sama lebar untuk sebelah debit maupun sebelah kredit.
    Umumnya rekening buku besar menggunakan bentuk rekening ini.
    Buku pembantu yang menggunakan bentuk rekening ini adalah buku pembantu piutang dan buku pembantu utang

    3). Rekening Berkolom Saldo di Tengah
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan informasi saldo rekening setiap saat, baik saldo debit maupun saldo kredit dan diperlukan penjelasan yang relatif sama banyaknya baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan.
    Kolom saldo diletakkan ditengah-tengah rekening.
    Rekening pembantu piutang dan utang umumnya menggunakan bentuk formulir seperti ini.

    4). Rekening Berkolom Saldo
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan penjelasan yang banyak, baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan, dan jika diperlukan informasi saldo berjalan setiap saat (maksudnya selalu di tampilkan jumlah nominal dalam saldo setiap terjadi transaksi).
    Untuk menunjukkan apakah saldo yang tercantum dalam kolom “saldo” merupakan saldo debit atau saldo kredit, ada dua cara merancang kolom saldo tersebut (a) dengan mencantumkan kolom D/K untuk memberi tanda D untuk saldo debit dan K untuk saldo kredit di muka angka yang tercantum dalam kolom “saldo” dan (b) dengan membuat kolom saldo debit terpisah dari kolom saldo kredit.
    Rekening piutang, utang dan persediaan umumnya menggunakan bentuk formulir ini.

    KODE

    Kode memudahkan proses pengolahan data karena dengan kode, data akan lebih mudah diidentifikasi.
    Contoh: kode untuk karyawan laki-laki diberi kode L, karyawan wanita kode W.
    Dalam proses akuntansi kode yang digunakan adalah: angka, huruf atau kombinasi keduanya. Dalam komputer untuk memproses data ada istilah kode: alfabetik (menggunakan huruf), numerik (menggunakan angka), alfanumerik (menggunakan kombinasi huruf dan angka).

    Syarat kode yang baik, yaitu:

    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah:
    o Kode yang disusun perlu disesuaikan dengan metode proses data.
    o Setiap kode harus mewakili hanya satu item sehingga tidak membingungkan
    o Kode ayng disusun harus memudahkan pemakai untuk mengingatnya
    o Kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
    o Setiap kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
    o Setiap kode harus menggunakan jumlah angka atau huruf yang sama
    o Kode yang panjang perlu dipotong-potong (chunking) untuk memudahkan mengingat, Misalnya: kode 60662582549 dapat dibuat 606-258-259.
    o Dalam kode yang panjang perlu diberi kode yang merupakan check digit, yaitu untuk mengecek kebenaran kode.

    MACAM – MACAM KODE

    Kode dapat dibuat dalam berbagai struktur kode yang berbeda. Setiap struktur mempunyai kelebihan dan kelemahan. Oleh karena itu perlu suatu struktur kode yang sesuai sehingga tujuan pemberian kode dapat tercapai.
    Berikut ini macam-macam kode yang dapat digunakan:
    1. Kode Urut Nomor
    Kode yang disusun urut nomor. Agar setiap kode mempunyai jumlah angka (digit) yang sama perlu direncakan dulu jumlah digitnya, misal jumlah digitnya sebanuyak empat angka maka kodenya akan dimulai dengan 0001 dan diakhiri 9999.
    Kode urut ini sederhana, tetapi tidak memenuhi persyaratan fleksibilitas. Sebaiknya kode urut ini digunakan untuk memberi nomor (kode) dokumen atau bukti transaksi.
    2. Kode Kelompok
    Kode kelompok membagi data ke dalam kelompok tertentu. Tiap kelompok akan diberi kode dengan angk, sehingga masing-masing posisi angka kode mempunyai arti. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    3. Kode Blok
    Dalam kode blok, setiap kelompok data diberi kode dalam blok nomor tertentu. Cara pemberian kode ini dapat memenuhi persyaratan fleksibilitas sehingga dapat digunakan untuk pemberian kode pada rekening. Lebih lengkap lihat kode rekening-rekening.
    4. Kode Desimal
    Setiap kelompok data akan diberi kode 0 sampai 9. Oleh karenanya pengelompokkan data harus dilakukan maksimum dalam sepuluh kelompok.
    Agar kode desimal ini dapat digunakan untuk pengelompokkan data yang luas , dapat disusun kelompok-kelompok yang bertingkat. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
    5. Kode Mnemonic
    Merupakan singkatan dari karakteristik data. Misal, pabrik sepatu, persediaan sepatu pria ukuran besar dapat dibuatkan kodenya SPB (Sepatu Pria Besar). Bisa juga kode ini disusun dengan kombinasi huruf dan angka, misal sepatu pria dengan nomor 42 diberi kode SP42.
    Sebaiknya kode mnemonic ini digunakan bila data atau elemennya (itemnya) tidak terlalu banyak, sehingga tidak menyulitkan pemakainya. Bila terlalu sering perubahan itemnya dan banyak datanya maka pemakai kode akan sulit mengingatnya.
    6. Kode Bar
    Digunakan untuk industri makanan dan minuman diluar negeri (misal: USA) yang menggunakan Universal Product Code (UPC). Tiap pengusaha makanan dan minuman yang berpartisipasi akan diberikan 10 digit sebagai kode produknya. Lima digit pertama berisi kode perusahaan, lima digit berikutnya berisi kode produk.
    Kode bar ini dapat dibaca oleh mesin Automatic Tag Readers, dan langsung diproses di dalam komputer.
    Kode iji juga dipakai dalam perpustakaan, dll.

    KODE REKENING

    Pemberian kode untuk klasifikasi rekening diperlukan karena dapat memudahkan untuk mencari rekening-rekening yang diinginkan. Apabila pembukuan dilakukan dengan mesin maka kode ini tidak dapat dihindarkan dan menjadi sangat penting dan menjadi sangat penting.
    Kode rekening harus disusun secara konsisten.
    Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk dalam memberikan kode yaitu dengan angka, huruf ataupun kombinasi keduanya. Tidak memandang cara mana yang digunakan, kode yang diberikan harus dapat memenuhi syarat-syarat sbb:
    a. Memungkinkan adannya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode.
    b. Harus mudah diingat
    c. Memudahkan bagi pihak yang menggunakan.
    Berikut uraian tentang penggunaan Kode Kelompok, Blok dan Kode Desimal untuk memberi kode rekening sbb:

    1. Kode Kelompok (Group Code)
    Kode kelompok mempunyai sifat-sifat khusus sbb:
    a. Posisi masing-masing angka mempunyai arti di mana angka paling kiri adalah kode kelompok dan angka paling kanan kode jenis rekening.
    b. Kode kelompok akan terdiri dari angka-angka yang sudah diperkirakan terlebih dahulu.
    c. Setiap kode dalam klasifikasi menggunakan jumlah angka yang sama.
    d. Jika terjadi penambahan kelompok rekening, dpat dilakukan dengan mengubah angka paling kiri.
    Misalnya, klasifikasi rekening akan diberi kode yang terdiri dari 4 angka maka cara memberikan kodenya dapat digambarkan sebagai berikut:

    Untuk kelompok-kelompok yang lain dari contoh di muka akan diberi kode dengan cara yang sama seperti yang telah disebutkan di. Apabila ada rekening dalambuku besar yang perinciannya di buat dalam buku pembantu, maka harus dibuatkan kode untuk buku pembantu. Dalam kode kelompok biasanya buku pembantu di buatkan kode angka yang diletakkan di sebelah kanan kode rekeningnya.

    2. Penggunaan Kode Kelompok untuk Pengawasan
    Apabila informasi akuntansi dipakai untuk mengukur prestasi maka digunakan akuntansi pertanggungjawaban. Yang dimaksud dengan akuntansi pertanggungjawaban adlah suatu sistem akuntansi yang disusun sedemikian rupa sehingga informasi yang dihasilkan menunjukkan tingkat kegiatan yang dikaitkan dengan tanggungjawab orang atau bagian tertentu.
    Pusat pertanggungjawaban ini dapat dibedakan menjadi:
    a. Pusat pertanggungjawaban Biaya
    Yaitu unit organisasi yng dinilai atas dasar biaya yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian produksi.
    b. Pusat pertanggungjawaban Pendapatan
    Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar pendapatan yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian Pemasaran.
    c. Pusat pertanggungjawaban Laba
    Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi tanggungjawabnya, misalnya anak perusahaan atau devisi perusahaan.
    d. Pusat pertanggungjawaban Investasi
    Yaitu unit orgaisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi yang menjadi tanggungjawabnya diaktikan denganinvestasinya, misalnya divisi perusahaan.
    Untuk melakukan penilaian prestasi, digunakan anggaran sebagai dasar penilaian. Anggaran ini disusun untuk setiap pusat pertangungjawaban. Agar pencatatan transaksi dapat dikaitkan dengan pusat pertanggungjawaban, disusun kode rekening sedemikain rupa. Biasanya kode rkening ini menggunakan kelompok.
    Berikut contoh kode untuk unit pertanggungjawaban dibuat sbb:

    3. Kode Blok (Blok Code)
    Dalam cara ini juga dilakukan klasifikasi seperti yang dilakukan dalam kode kelompok.
    Kode yang diberikan kepada setiap klasifikasi tidak menggunakan urut-urutan digit seperti dalam kode kelompok, tetapi dengan memberikan satu blok nomor untuk setiap kelompok.
    Jadi disini kode akan diberikan pada setiap kelompok, dimulai angka tertentu dan diakhiri dengan angka tertentu yang merupakan satu blok nomor kode.
    Sebagai contoh penggunaan kode blok, sbb:

    Kelompok Kode Blok
    Aktiva 100 – 199
    Utang 200 – 249
    Modal 250 – 299
    Penghasilan 300 – 399
    Biaya Usaha 400 – 899
    Pendapatan dan Rugi Laba di Luar Usaha 900 – 999

    SUSUNAN BUKU BESAR DAN PEMBANTU

    Buku besar dan buku pembantu dapat disusun sesuai dengan besar kecilnya perusahaan, jumlah pegawai bagian akuntansi dan susunan organisasinya.
    Berikut contoh susunan buku besar dan pembantu untuk perusahaan-2 yang masih kecil sampai yang besar, yaitu:
    1 Perusahaan kecil ; transaksi-transaksinya tidak begitu banyak, sehingga penggolongan transaksi-transaksi tersebut juga tidak terlalu banyak maka rekening-rekening yang digunakan semuanya dimasukkan dalam buku besar. Biasanya pemegang bukunya hanya satu orang ataumungkin pemiliknya sendiri yang melakukan pekerjaan pencatatan. Dalam keadaan seperti posting buku besar dilakukan dari buku jurnal.
    2 Dalama perusahaan besar, transaksi-transaksi cukup banyak dan perlu dilakukan penggolongan yang cukup terinci akan memerlukan jumlah rekening yang cukup besar. Karena jumlah rekeningnya cukup besar, maka beberapa rekening yang perlu dibuatkan rincian akan dibuatkan buku pembantu. Pegawai yang mengerjakan buku pembantu akan tergantung pada jumlah pegawai yang ada di bagian akuntansi dan juga struktur organisasinya. Kalau pegawainya satu orangmaka bukubesar dan buku pembantu dikerjakan oleh orang ayng sama.
    “Posting ke buku besar dan buku pembantu biasanya dilakukan dari buku jurnal.” Tetapi apabila pegwai bagian akuntansi lebih dari saut orang maka pengerjaan buku pembantu dapat diserahkan kepada pegawai lain atu bisa juga buku pembantu diserahkan kepada pegawai alin atau bisa juga buku pembantu dikerjakan oleh seksi-seksi yang berbeda. Dalam keadaan seperti ini buku besar diposting dari bukujurnal (secara periodik) dan buku pembantu diposting dari jurnal atau langsung dari dokumen (bukti) transaksi.
    3 Apabila suatu rekening banyak sekali, misalnya piutang, maka dapat dibuatkan buku rekening kontrol dan masing-masing rekening kontrol ini dibuatkan buku pembantu. Dalam keadaan ini ada 3 buku yaitu: buku besar, buku rekening kontrol dan buku pembantu.
    Pemisahan pekerjaan dan posting dilakukan dengan cara sebagai berikut: Buku besar dan buku rekening kontrol pengerjaannya dipisahkandari seksi yang mengerjakanbuku pembantu. Posting ke buku pembantu dilakukan dari bukti-bukti transaksi.

    KODE BUKU PEMBANTU

    Buku pembantu merupakan kumpulan kumpulan rekening-rekening yang merupakan rincian dari suatu rekening dalam buku besar.
    Untuk mempermudah pembukuan, rekening-rkening buku pembantu akan diberi kode.
    Pada umumnya kode untuk rekening bukupembantu diletakkan di belakang angka kode rekening buku besarnya.
    Kode buku pembantu ini dapat di buat dengan cara yang sama untuk kode blok maupun untuk kode kelompok.
    Misalnya, buku pembantu rekening Biaya Produksi Tidak Langsung Departemen Produksi adalah sbb:
    Upah Tidak Langsung No. Kode
    Pengawas 01
    Inspeksi 02
    Idle Time 03
    Perbaikan Produk 04
    Lembur 05
    Bahan Penolong
    Bahan – A 06
    Bahan – B 07
    Bahan – C 08
    Biaya Produk Lain No. Kode
    Bahan bakar 09
    Suplies 10
    Listrik 11
    PPh Karyawan 12
    Dalam contoh diatas, kode rekening buku pembantu dibuat dengan dua angka sehingga kalau digabungkan dengan rekening kontrolnya maka akan kode untuk masing-masing rekeningnya sbb:
    Rekening Kode
    Pengawas 5211-01
    Inspeksi 5211-02
    Idle Time 5211-03
    Perbaikan Produk 5211-04
    Lembur 5211-05

    DAFTAR PUSTAKA

    Dina,Aulia. 2012. Catatan Akuntansi. [Online]. Tersedia: http://auaudindin.blogspot.co.id/2012/03/catatan-akuntansi.html [02 Maret 2012].
    Mulyadi. 2008. Sistem Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.
    Yusuf, Junaedi & Dr. Erhans A. 2000. Akuntansi Berdasarkan Prinsip Akuntansi Indonesia. Jakarta: PT. Ercontara Rajawali

  19. Fauzani Rohman says:

    NIM/Nama/Kelas :1401840/Fauzani Rohman/Akuntansi2014-A/SIA-1
    Catatan Akuntansi terdiri dari :
    1. Jurnal Umum
    Buku Jurnal yaitu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media untuk (1) mencatat transaksi keuangan penerimaan kas berdasarkan dokumen transaksi yang sah, dan (2) menggolongkan transaksi keuangan ke dalam rekening-rekening (akun).
    Transaksi keuangan yang telah dicatat dan digolongkan ke dalam Buku Jurnal, selanjutnya secara eriodic diposting ke dalam Buku Besar.
    Fungsi Jurnal Umum
    Setelah kalian memahami batasan atau pengertian jurnal serta cara-cara dalam membuat jurnal, selanjutnya akan dipelajari fungsi jurnal.

    Jurnal termasuk salah satu proses pencatatan dalam akuntansi dan merupakan penghubung antara transaksi dengan buku besar. Fungsi jurnal ialah sebagai berikut.
    a. Fungsi pencatatan, artinya semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat.
    b. Fungsi historis, artinya transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai dengan urutan waktu (kronologis).
    c. Fungsi analisis, artinya setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisis dari bukti-bukti transaksi hingga jelas letak debit/kredit perkiraan beserta jumlahnya.
    d. Fungsi instruktif, artinya pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting atau memindahkan debit/ kredit ke dalam buku besar.
    e. Fungsi eriodic ve, artinya jurnal dapat memberikan informasi/ pemberitahuan mengenai transaksi yang terjadi.

    Cara Pengisian ke Dalam Jurnal
    Proses pemindahan dari transaksi ke dalam jurnal disebut ”penjurnalan (journalizing)”. Agar dapat memahami secara jelas bagaimana mencatat transaksi ke dalam jurnal, berikut ini diberikan cara-cara pengisian ke dalam jurnal umum.

    a. Mencatat tanggal
    1. Tahun dicatat di kolom tanggal paling atas (pada baris pertama) dan hanya ditulis satu kali pada setiap halaman.
    2. Bulan ditulis di baris kedua pada kolom tanggal.
    3. Tanggal ditulis di baris kedua pada kolom tanggal yang berlajur kecil.

    b. Mendebit perkiraan
    Nama perkiraan yang harus di debit dicatat sebelah atas dan menjorok ke sebelah kiri pada kolom keterangan.

    c. Mengkredit perkiraan
    Nama perkiraan yang harus dikredit dicatat sebelah bawah perkiraan yang didebit, menjorok ke sebelah kanan, dan ditulis pada kolom keterangan.

    d. Lajur referensi
    Lajur ini diisi dengan nomor kode perkiraan apabila jurnal itu telah dipindahkan ke buku besar.

    e. Halaman jurnal
    Halaman jurnal diisi sesuai dengan lembaran jurnal.

    f. Memindahkan jumlah jurnal
    Apabila suatu halaman jurnal yang dipakai sudah penuh, pencatatan transaksi akan dilanjutkan ke halaman berikutnya dengan menuliskan kata ”jumlah dipindahkan” dalam lajur keterangan.

    Setelah itu jumlahkan lajur debit dan kredit (jumlahnya harus sama). Beri tanda sudah dicek dalam lajur referensi.
    2. Buku Besar
    Buku Besar yaitu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media untuk (1) meringkas catatan transaksi keuangan yang telah digolongkan ke rekening-rekening (akun), (2) memberikan informasi saldo rekening-rekening dimaksud secara akumulatif.
    Catatan akuntansi berupa kumpulan rekening-rekening dalam Buku Besar selanjutnya secara eriodic disusun ke dalam Laporan Keuangan.
    Buku Pembantu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media yang (1) melengkapi (merinci atau menjabarkan) informasi rekening tertentu dalam Buku Besar, dan (2) menjadi alat uji silang terhadap rekening tertentu dimaksud dalam Buku Besar.
    Bentuk Buku Besar
    Bentuk buku besar yang biasa dipergunakan oleh perusahaan dapat dibedakan menjadi dua bentuk.
    a. Bentuk Skontro
    Bentuk skontro adalah bentuk buku besar sebelah-menyebelah atau disebut dua kolom. Contoh bentuk buku besar dua kolom adalah sebagai berikut.

    b. Bentuk Stafel
    Yang dimaksud dengan buku besar bentuk stafel adalah buku besar berbentuk halaman atau disebut juga buku besar empat kolom. Bentuk ini terdiri dari sisa debit dan sisa kredit. Berilah contoh bentuk stafel!
    Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar
    Setelah pencatatan ke dalam jurnal selesai, tahap selanjutnya memindahkan catatan yang terdapat dalam jurnal ke buku besar atau disebut posting.

    Ada beberapa langkah bagaimana cara memindahkan dari jurnal ke buku besar, yaitu
    a. pertama, pindahkan tanggal kejadian dalam jurnal ke lajur perkiraan yang bersangkutan pada buku besar;
    b. kedua, pindahkan jumlah debit atau kredit dalam jurnal ke lajur debit atau kredit perkiraan buku besar;
    c. ketiga, catat nomor kode akun ke dalam kolom referensi jurnal sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar;
    d. keempat catat nomor halaman jurnal ke dalam kolom referensi buku besar setiap pemindahbukuan.

    Untuk lebih memahaminya, berikut ini diberikan contoh sebagai gambaran yang jelas bagi kamu. Perhatikan garis putus-putus yang ada pada contoh buku jurnal dan buku besar di bawah ini.
    Fungsi Buku Besar
    1. Mengumpulkan data transaksi
    2. Mengklasifikasikan dan mengkodekan data transaksi dan akun
    3. Memvalidasi transaksi yang terkumpul
    4. Meng-update-kan Akun Buku Besar Umum dan File Transaksi
    5. Mencatatkan penyesuaian terhadap Akun
    6. Mempersiapkan Laporan Keuangan

    DAFTAR PUSTAKA
    Tim(2015). Pengertian Fungsi Macam-macam Contoh Buku Besar Jurnal Umum dan Neraca Saldo. Tersedia Online : http://www.ilmuekonomi.net/2015/11/Pengertian-Fungsi-Macam-Macam-Contoh-Buku-Besar-Jurnal-Umum-dan-Neraca-Saldo.html
    Soerya, Ani(2012). Catatan Akuntansi. Tersedia Online : http://anisoerya.blogspot.co.id/2012/12/catatan-akuntansi.html
    Joah, Imania(2013). Jurnal Buku Besar. Tersedia Online : http://imaniajoah.blogspot.co.id/2013/11/jurnal-buku-besar.html

  20. Sayidah Nurmaida Turrohmah says:

    1403758/ Sayidah Nurmaida Turrohmah/ Pendidikan Akuntansi 2014 B/ SIA

    1. Jurnal
    Jurnal merupakan langkah pertama dalam pencatatan akuntansi yang disusun secara kronologis, lengkap, dan rinci. Perusahaan menggunakan dua jenis jurnal berdasarkan skala transaksinya, yaitu:
    a. Jurnal umum, merupakan jurnal yang terdiri dari kolom tanggal, keterangan, nomor bukti, nomor rekening , debet, dan kredit. Jurnal umum digunakan oleh perusahaan yang skala tansaksinya tidak terlalu banyak. Maka jurnal umum sudah cukup memadai untuk segala jenis transaksi
    b. Jurnal khusus, merupakan jurnal yang dibuat khusus transaksi yang banyak terjadi dan sama, fungsinya yaitu untuk memudahkan penghitungan jumlah disetiap akun dan efisiensi dalam pengerjaannya. Jurnal khusus terdiri dari jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, jurnal pembelian, jurnal penjualan, maupun jurnal kas kecil apabila dibutuhkan.
    Menurut Mulyadi (2001:104), Prinsip-prinsip dasar dalam dalam pembuatan rancangan jurnal adalah :
    a. Jumlah jurnal yang memadai
    b. Jurnal digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu
    c. Penggunaan jurnal sebaiknya berkolom
    d. Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekeninh yang ada pada buku besar
    e. Kolom-kolom jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang kan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar
    f. Hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal harus ditetapkan sehingga pertanggungjawaban atas informasi dalam jurnal dapat dipertanggungjawabkan

    2. Buku besar
    Buku besar merupakan kumpulan akun akun atau rekening yang digunakan untuk menyortasi dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal.
    Menurut Mulyadi (2001: 151), ada berbagai bentuk formulir rekening buku besar yaitu: rekening dengan debet lebar, rekening biasa, rekening berkolom saldo di tengah, rekening berkolom saldo, rekening ganda berkolom saldo, rekening dengan saldo lama dan saldo baru.
    Rekening buku besar yang dirinci informasinya dalam buku pembantu disebut juga sebagai controllong account atau rekening kontrol, sedangkan rekening-rekening rincian dalam dalam buku pembantu disebut subsidiary account. Umumnya perusahaan manufaktur menyelenggarakan berbagai buku pembantu seperti,
    a. buku pembantu persediaan,
    b. buku pembantu piutang,
    c. buku pembantu utang,
    d. buku pembantu harga pokok produk,
    e. buku pembatu biaya biaya, dan
    f. buku pembantu aktiva tetap.

    DAFAR PUSTAKA
    Ismawanto. 2012. Jurnal Khusus Perusahaan Dagang. [Online]. Tersedia : http://www.ssbelajar.net/2012/09/jurnal-khusus-perusahaan-dagang_7.html. Diakses pada : 27 Oktober 2016, 13:40 WIB
    Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi. Jakarta : Salemba Empat.

  21. Nurzanah Ma'rufa says:

    1406832/NURZANAH MA’RUFA/PENDIDIKAN AKUNTANSI 2014 B/SIA

    Yang merupakan unsur dari sistem akuntansi pokok salah satunya adalah catatan yang terdiri dari:
    A.Jurnal
    Jurnal merupakan catatan akuntansi permanen yang pertama, yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan. Pencatatan di dalam jurnal ini biasanya lebih lengkap dan lebih terinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi.
    Jurnal berfungsi untuk menggolongkan transaksi keuangan dan sekaligus berfungsi untuk meringkas transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu periode akuntansi. Jurnal menduduki posisi di satu pihak sebagai petunjuk untuk menemukan sumber data transaksi, jika informasi ini diperlukan, dan di pihak lain merupakan penyedia ringkasan informasi yang akan ditampung dalam rekening-rekening buku besar.
    Jurnal yang umum digunakan terdiri dari:
    1.Jurnal Umum
    Jurnal umum dengan dua kolom, debet dan kredit sudah cukup memadai sebagai catatan akuntansi pertama jika jenis transaksi perusahaan masih sedikit. Kolom-kolom dalam jurnal umum terdiri dari:
    a.Kolom Tanggal : Diisi dengan tanggal terjadinya transaksi secara berurutan.
    b.Kolom Keterangan : Diisi dengan nama rekening yang didebet dan dikredit serta penjelasan ringkas tentang transaksi
    c.Kolom Nomor Bukti : Diisi dengan nomor formulir sebagai dokumen sumber pencatatan.
    d.Kolom Nomor Rekening : Diisi dengan nomor rekening yang didebet dan dikredit dengan adanya transaksi.
    e.Kolom Debet dan Kredit : Diisi dengan jumlah rupiah transaksi.
    2.Jurnal Khusus
    Jika usaha perusahaan bertambah besar dan jenis transaksi menjadi lebih banyak juga frekuensi dari setiap transaksi semakin tinggi maka jurnal umum tidak mampu lagi menampung transaksi-transaksi tersebut, oleh karena itu diperlukan jurnal khusus.
    Berbagai alasan mengapa jurnal umum perlu dipecah:
    a.Untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensi terjadinya tinggi,
    b.Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan ke dalam buku besar dan untuk menggolongkan transaksi yang dicatat,
    c.Untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan oleh beberapa orang, dan
    d.Untuk menciptakan pengendalian intern.
    Jenis jurnal yang biasanya terdapat dalam perusahaan yang relatif besar adalah sebagai berikut:
    a.Jurnal Penjualan : Jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan, baik penjualan kredit maupun penjualan tunai.
    b.Jurnal Pembelian : Jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi pembelian kredit.
    c.Jurnal Penerimaan Kas : Jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kas.
    d.Jurnal Pengeluaran Kas : Jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas.
    e.Jurnal Umum : Jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi selain yang dicatat dalam jurnal khusus.
    Prinsip-prinsip dasar yang melandasi pembuatan rancangan jurnal adalah sebagai berikut:
    1.Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi,
    2.Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian,
    3.Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci, harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar,
    4.Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jurnal,
    5.Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar,
    6.Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum, dan
    7.Harus diterapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.
    Langkah-langkah yang biasa ditempuh oleh ahli sistem dalam merangcang jurnal:
    1.Mengumpulkan informasi mengenai karakteristik transaksi yang terjadi dalam perusahaan,
    2.Membuat jurnal standar untuk setiap jenis transaksi yang frekuensin terjadinya tinggi, dan
    3.Merancang jurnal berdasarkan jurnal standar tersebut.
    Jurnal umumnya berbentuk buku yang dijilid. Bentuk jurnal ini banyak dijumpai di perusahaan yang menggunakan sistem manual di dalam pembukuannya. Jurnal dapat pula berbentuk lembaran-lembaran formulir lepas. Bentuk ini digunakan terutama jika pembukuan menggunakan mesin pembukuan. Dalam akuntansi dengan komputer, jurnal berbentuk arsip transaksi dalam bentuk pita magnetik (magnetic tape) atau magnetic disk, yang setelah dicek kebenaran dan kesahihannya digunakan untuk memutakhirkan (update) arsip induk (buku besar dan buku pembantu). Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencatat informasi dalam jurnal, diantaranya:
    1.Dengan Pena
    Informasi dalam dokumen sumber disalin dalam jurnal dengan menggunakan tulisan tangan.
    2.Dengan Mesin Pembukuan
    Informasi dalam dokumen sumber dicatat dalam jurnal dengan mesin pembukuan, bersamaan dengan pembukuan kedalam rekening buku pembantu. Pencatatan ke dalam jurnal dapat pula dilakukan bersamaan dengan pembuatan dokumen sumber, yaitu dengan menggunakan jurnal dan rekening buku pembantu sebagai tembusannya pada saat pembukuan dokumen sumber.
    3.Dengan Arsip Dokumen yang Berfungsi sebagai Jurnal
    Dalam cara ini jurnal berupa arsip dokumen sumber yang disusun menurut waktu terjadinya transaksi. Pembukuan ke dalam buku besar dengan cara ini dilakukan dengan cara membuat rekapitulasi dari dokumen sumber tersebut.
    4.Dengan Komputer
    Data dalam dokumen sumber dimasukkan ke dalam sistem komputer melalui keyboard dan dicatat ke dalam arsip transaksi (transaction file)yang berfungsi sebagai jurnal. Jika perusahaan menggunakan formulir elektronik, penangkapan data sekaligus dilakukan pada saat entry ke dalam formulir elektronik dan sekaligus pencatatan ke dalam arsip transaksi. Arsip transaksi ini setelah dilakukan validasi, kemudian digunakan untuk memutakhirkan arsip induk (buku besar dan buku pembantu).
    B.Buku Besar (General Ledger)
    Buku besar merupakan kumpulan rekening yang digunakan untuk menyortasi dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal. Unsur utama yang terdapat di dalam buku besar yaitu rekening. Rekening adalah judul suatu catatan akuntansi yang umumnya berbentu T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debet dan sebelah kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping). Rekening yang terdapat dalam buku besar ini disebut dengan rekening kontrol (controlling account).
    Proses sortasi dan pemindahan data ke dalam buku besar disebut dengan pembukuan (posting). Dalam sistem manual, kegiatan posting ini memerlukan 4 tahap berikut ini:
    1.Pembuatan rekapitulasi jurnal,
    2.Penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi,
    3.Pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan, dan
    4.Pengembalian rekening ke dalam arsip pada urutannya semula.
    Variasi bentuk formulir rekening buku besar, diantaranya adalah:
    1.Rekening dengan Debet Lebar (Wide Debit Ledger)
    2.Rekening Biasa (Regular Ledger)
    3.Rekening Berkolom Saldo di Tengah (Center Balance Ledger)
    4.Rekening Berkolom Saldo (Balance Ledger)
    5.Rekening Ganda Berkolom Saldo (Double Ledger with Balance Ledger)
    6.Rekening dengan Saldo Lama dan Saldo Baru (Old and New Balance Ledger)
    Susunan rekening yang dibentuk dalam buku besar harus disesuaikan dengan jenis dan susunan informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan, umumnya neraca dan laporan laba rugi.
    Rekening biasanya diberi kode. Kode adalah suatu rerangka (framework) yang menggunakan angka atau huruf atau kombinasi keduanya untuk memberi tanda terhadap klasifikasi yang sebelumnya telah dibuat. Kode ini memudahkan identifikasi dan pembedaan elemen-elemen yang ada di dalam suatu klasifikasi. Tujuan pemberian kode pada rekening:
    1.Mengidentifikasi data akuntansi secara unik,
    2.Meringkas data,
    3.Mengklasifikasikan rekening atau transaksi, dan
    4.Menyampaikan makna tertentu.
    Ada 5 metode pemberian kode rekening, yaitu:
    1.Kode Angka atau Alfabet Urut (Numerical-or Alphabetic-Sequence Code)
    2.Kode Angka Blok (Block Numerical Code)
    3.Kode Angka Kelompok (Group Numerical Code)
    4.Kode Angka Desimal (Decimal Code)
    5.Kode Angka Urut Didahului dengan Huruf (Numerical Sequence Preceded by an Alphabetic Reference)

  22. 1405635/Muhammad Iqbal Tarech/Pendidikan Akuntansi 14B/SIA

    Catatan akuntansi

    1) JURNAL

    jurnal adalah catatan transaksi keuangan yang dicatat (dimasukkan) dalam sebuah catatan yang di gunakan untuk melihat transaksi apa saja yang sudah terjadi. Jurnal jurnal juga bisa di sebut sebagai rincian semua transaksi keuangan dan akun-akun yang mempengaruhi transaksi tersebut.
    Penjelasan dalam Jurnal Akuntansi
    Dalam akuntansi, sebuah “jurnal” mengacu pada catatan keuangan yang disimpan dalam bentuk buku, spreadsheet, atau perangkat lunak akuntansi yang berisi semua informasi transaksi keuangan pada suatu bisnis.
    Jurnal akuntansi dibuat dengan memasukkan informasi dari penerimaan, tiket penjualan, kas, faktur, dan sumber data lainnya yang menunjukkan transaksi keuangan. Transaksi bisnis harus dicatat sehingga dapat disajikan dalam jurnal sesuai urutan kronologis
    Prinsip Dasar yang Melandasi Perancangan Jurnal
    1. Harus tersedia jumal dalam jumlah yang cukup memadai
    2. Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu.
    3. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci harus digunakan kolom- kolom khusus dalam jurnal,
    4. Nama kolom dalam jumal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jumal.
    5. Kolom-kolom dalam jumal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    Macam-macam Jurnal
    1. Jurnal penjualan
    2. Jurnal pembelian
    3. Jurnal penerimaan kas
    4. Jurnal pengeluaran kas
    5. Jurnal umum
    Langkah Perancangan Jurnal
    1. Mengumpulkan informasi mengenai karakteristik transaksi yang terjadi dalam perusahaan.
    2. Membuat jurnal standar (standard journal entries) untuk setiap jenis transaksi yang frekuensi terjadinya tinggi.
    3. Merancang jurnal berdasarkan jurnal standar tersebut.
    Fungsi Jurnal
    a.Fungsi Pencatatan.
    b. Fungsi Historis,
    c. Fungsi Analisis, .
    d. Fungsi Instruktif,
    e. Fungsi Informatif

    2)BUKU BESAR

    Buku besar (ledger) adalah sebuah buku yang berisi kumpulan akun atau perkiraan (accounts). Akun (rekening) tersebut digunakan untuk mencatat secara terpisah aktiva, kewajiban, dan ekuitas
    jenis buku besar
    Buku Besar Umum sering disebut juga buku besar induk, yaitu semua perkiraan yang ada dalam suatu periode tertentu seperti kas, piutang usaha, persediaan utang usaha dan modal.
    Perkiraan-perkiraan ini saling berdiri sendiri dan berfungsi mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva, kewajiban dan modal perusahaan.
    Buku Besar Pembantu sering disebut juga buku tambahan, yaitu sekelompok rekening yang khusus mencatat perincian piutang usaha dan utang usaha yang berfungsi member informasi yang lebih mendetail. Buku besar pembantu juga di bagi menjadi dua bagian yakni buku besar pembantu hutang dan buku besar oembantu piutang
    1. Buku besar pembantu hutang adalah, sebuah catatan yang digunakan untuk mempermudah dalam pencatatan hutang, dan juga mempermudah penyusunann untuk neraca saldo
    2. Buku besar pembantu piuang adalah, sebuah catatan yang digunakan untuk mencatat segala kejadian piutang yang terjadi dalam pperusahaan.

    Fungsi buku besar

    Fungsi buku besar utama untuk memastikan kebenaran dari buku besar pembantu, di mana jumlah saldo akun tertentu dalam buku besar harus sama dengan saldo akun-akun yang terdapat dalam buku pembantu. Selain itu, fungsi buku besar adalah :
    a. sebagai dasar dalam menyusunan laporan keuangan,
    b. untuk mengikhtisarkan akibat-akibat transaksi dan kejadian secara lengkap atas perubahan harta, utang dan modal perusahaan,
    c. sebagai tempat pencatatan kedua setelah jurnal dan tempat pencatatan terakhir setelah ditutup pada akhir periode

    Daftar pustaka
    malik(2015). Pengertian dan fungsi jurnal akuntansi. Tersedia Online :http://simplenews05.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-dan-fungsi-jurnal-akuntansi.html
    anonim(2012). Jurnal pada Akuntansi – sistem akuntansi. Tersedia Online: http://jurnal-akuntansi.blogspot.co.id/2012/05/jurnal-pada-akuntansi-sistem-informasi.html
    anonim(2012). Buku besar akuntansi. Tersedia Online: http://butuhakuntan.com/buku-besar-akuntansi.htm
    Nusanara, Putra(2016). Buku besar : pengertian, fungsi dan bentuk buku besar. Tersedia online: http://www.kamubisa-io.com/2016/04/buku-besar-pengertian-fungsi-dan-bentuk-buku-besar.html

  23. Romalia Fujianti says:

    1403977/Romalia Fujianti/Pendidikan Akuntansi 2014-B/SIA
    DEFINISI JURNAL
    Menurut Al Haryono Jusup(2011:126) “Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan waktu terjadinya) dengan menunjukan akun yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing”. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum di bukukan ke dalam buku besar harus dicatat terlebih dahulu ke dalam jurnal. Oleh karena itu jurnal sering disebut sebagai buku catatan pertama (book of original entry).
    Manfaat pemakaian jurnal adalah sebagai berikut:
    1. Jurnal merupakan alat pencatatan yang sah dan dapat menggambarkan akun-akun yang terpengaruh oleh suatu transaksi.
    2. Dapat menggambarkan pencatatan transaksi secara kronologis
    3. Jurnal menyediakan ruang yang cukup untuk menuliskan keterangan transaksi.
    JENIS-JENIS JURNAL
    1. Jurnal Umum
    Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan dalam suatu periode akuntansi tertentu.
    2. Jurnal Penjualan
    Jurnal yang biasanya digunakan dalam kegiatan perusahaan dagang, jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan yang dilakukan secara kredit.
    3. Jurnal Pembelian
    Jurnal pembelian digunakan untuk mencatat transaksi pembelian yang dilakukan secara kredit.
    3. Jurnal Penerimaan Kas
    Jurnal yang digunakan untuk mencatat berbagai penerimaan kas secara tunai, misalkan pembayaran piutang dari perusahaan lain dan penjualan tunai.
    4. Jurnal Pengeluaran Kas
    Jurnal yang digunakan untuk mencatat berbagai pengeluaran kas secara tunai,misalkan pembayaran utang, membayar beban.
    BUKU BESAR
    Setelah proses penjurnalan maka selanjutnya adalah proses posting ke daam buku besar. Buku besar adalah kumpulan-kumpulan perkiraan untuk mencatat perubahan pada akun- akun akibat adanya transaksi yang terjadi. Masing-masing buku besar ada yang perlu memerlukan rincian dan ada yang tidak. Buku besar utama adalah buku yang terdiri dari rekening-rekening tertentu yang masih memerlukan rincian dan perincian itu terdapat dalam buku besar pembantu.
    FUNGSI BUKU BESAR
    1. Sebagai dasar dalam menyusun laporan keuangan
    2. Mengikhtisarkan akibat-akibat transaksi dan kejadian secara lengkap atas perubahan harta, utang, dan modal perusahaan.
    3. Sebagai pencatata kedua setelah jurnal dan pencatatan terkahir setelah ditutup pada akhir periode.
    BENTUK BUKU BESAR
    1. Bentuk Skontro
    2. Bentuk Staffel
    3. Bentuk T
    4. Bentuk Saldo Tunggal
    Dengan demikian, jurnal dana buku besar mempunyai peranan yang tidak dapat dipisahkan dalam pencatatan transaksi-transaksi perusahaan. Jurnal mencatat pengaruh dari tiap transaksi dalam perusahaan terhadap persamaan akuntansi secra kronologis, sedangkan akun-akun buku besar mnegelompokan dan meringkas pengaruh transaksi-transaksi terhadap aset, utang, modal, pendapatan, dan beban. Jurnal tidak menggantikan kedudukan buku besar. Jurnal adalah buku pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi pada saat transaksi terjadi, sedangkan buku besar merupakan buku terakhir dimana pendebetan dan pengkreditan dari jurnal dipindahkan ke dalamnya, sehingga dapat dikumpulkan ke dalam akun-akun yang tepat.

    Sumber
    http://www.kamubisa-io.com/2016/04/buku-besar-pengertian-fungsi-dan-bentuk-buku-besar.html
    Jusup, Al haryono.2011.Dasar-Dasar Akuntansi Jilid 1.Yogyakarta:STIE YKPN
    http://www.kompasiama.com/klinikakuntansi/catatan-akuntansi_54f75f73a333112d358b4634

  24. 1405635/Muhammad Iqbal Tarech/pendidikan akuntansi 14B/SIA

    CATATAN AKUNTANSI

    1)JURNAL
    jurnal adalah catatan transaksi keuangan yang dicatat (dimasukan) dalam sebuah catatan yang di gunakan untuk melihat transaksi apa saja yang sudah terjadi. jurnal juga bisa di sebut sebagai rincian segala transaksi keuanganm yang mempengaruhi posisi keuangan,

    Penjelasan dalam akuntansi
    dalam akuntansi sebuah jurnal mengacu pada ctatan keuangan yang di simpan dalam nemtuk buku, spreadsheet, atau perangkat lunak akuntansi yang berisi semua transaksi keuangan.

    prinsisip dasar perancanagan jurnal
    1. harus tersedia dalam jumlah yang memadai
    2. jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi kedalam penggolongan pokok-pokok tertentu,
    3. untuk mengurangi pengerjaan pembukuan yang terinci harus digunakan kolom-kolomkhusus dalam jurnal
    4. nama kolom dalam jurnal hrus seusia debgan nama rekening yang bersangkutan dalam buuku besarn yang akan menerima jumlakah yang akan dibukukan ke dalam jurnal
    5. kolom kolom dalam jurnal di gunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening buku besar.

    macam-macam jurnal
    1. jurnal penjualan
    2. jurnal pembelian
    3. jurnal peneriamaan kas
    4. jurnal pengeluaran kas
    5. jurnal umum
    6. jurnal oenyesuaian
    7, jurnal penutup
    8. jurnal pemnbalik

    fungsi jurnal secara umum:
    -fungsi pencatatan
    -fungsi historis
    -fungsi analisis
    -fungsi instruktif
    -fungsi informatif

    2)BUKU BESAR
    buku besars adalah sebuah buku yang berisiskan kumpulan akun. akun tersebut digunakan untuk mencatat secara terpisah antara aktiva, kewawjiban, dan ekuitas.

    jenis buku besar
    buku besar secara umum terbagi menjadi dua macam yaitu:
    1. buku besar umum, adalah catatan yang digunakan untuk mencatat semua perkiraan yang ada dalam suatu periode tertentu seeperti kas, piutag,usaha , persediaan, utang usaha, dan modal.
    2. buku besar pembantu, buku besar pembantu sering disebut juga buku tambahan, yaiutu sekelompokrekenin khususu yang mencatat princian piutang usaha dan utang usahayang befungsi untuk memberi informasiyang lebih mendetail. seperti buku besar pembantu piutang dan hutang, yang masing-masing memberikan informasi yang lebih menditail tentang akun hutang dan akun piutang.

    fungsi buku besar
    1. sebagai dasar penyusunan laporan keuangan
    2; untuk mengikhtirkan transaksi dan kejadian secara lengakap as perubahan harta , utang, dan modal perusahaan
    3. sebagai pencatatan kedua setelah juranal dan pencatatan yang terkahir setelah diututup di akhir periode.

    daftar pustaka
    Malik(2015). Pengertian dan fungsi akuntansi. Tersedia Online: http;//simplenews05.blogspot.co.if/pengertian-dan-fungsi-jurnal-akuntansi.html
    anonim(2012). Jurnal pada Akuntans – sistem akuntansi. Tersedia Online: http://jurnal-akuntansi.blogspot,co.id/2012/05/jurnal-pada-akuntansi-sistem-akuntansi.html
    anonim(2012). Buku besar akuntansi. Tersedia Online: http://butuhakuntansi.com/buku-besar-akuntansi.html
    Nusantara, Putra(2016). buku besar, pengertian, fungsi, dan bentuk buku besar. Tersedia Online: http://www.kamubisa-io.com/2016/04/nuku-besar-pengertian-fungsi-dan-bentuk-buku-besar,html

  25. Isma Hanifah says:

    1405624/ISMA HANIFAH/PENDIDIKAN AKUNTANSI 2014-B/SIA

    Pada Siklus Akuntansi, terdapat 3 tahap, yaitu:
    1. Tahap Pencatatan
    2. Tahap Pengikhtisaran
    3. Tahap Pelaporan

    Adapun yang termasuk ke dalam tahap pencatatan yaitu:
    1. Bukti Transaksi
    a. Pengertian Bukti Transaksi
    Bukti transaksi ialah sebuah bukti yang tertulis atas setiap kegiatan transaksi yang terjadi pada suatu perusahaan atau sebuah bisnis. Manfaat dari bukti transaksi yaitu sebagai bukti tertulis atas transaksi yang telah dilakukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya sengketa atau permasalahan di kemudian hari.
    b. Jenis-jenis Bukti Transaksi
    – Bukti transaksi internal, merupakan bukti pencatatan setiap transaksi yang terjadi di dalam perusahaan tersebut. Bukti trasaksi internal biasanya berupa memo dari pimpinan ataupun orang tertentu.
    – Bukti transaksi eksternal, merupakan bukti pencatatan setiap transaksi yang terjadi antara perusahaan dengan pihak luar perusahaan.

    2. Jurnal
    a. Pengertian Jurnal
    Jurnal atau buku harian adalah buku pertama (book of original entry) dalam kegiatan pencatatan semua transaksi maupun kejadian secara kronologis, jurnal juga disebut sebagai formulir khusus yang dipakai untuk mencatat setiap bukti transaksi secara kronologis menurut nama akun dan jumlah yang harus didebet dan dikredit
    b. Fungsi-fungsi Jurnal
    – Fungsi mencatat, artinya semua transaksi harus dicatat dalam buku jurnal, jangan sampai ada yang ketinggalan.
    – Fungsi historis, jurnal mencatat setiap transaksi keuangan perusahaan secara kronologis atau berurutan waktu (mulai transaksi atau kejadian hingga yang terakhir).
    – Fungsi analisis atau jurnal merupakan pencatatan hasil analisa suatu transaksi keuangan perusahaan. Fungsi instruktif, jurnal merupakan perintah untuk mencatat ke dalam perkiraan tertentu dengan jumlah uang dan sisi yang tertentu pula.
    – Fungsi informatif, jurnal memberikan informasi tentang transaksi keuangan yang terjadi, seperti tanggal, jumlah dan nama barang, besarnya uang, dan nama orang perusahaan.

    c. Cara Pencatatan Jurnal
    – Kolom tanggal digunakan untuk mencatat tahu, bulan, dan tanggal transaksi
    – Kolom akun/keterangan digunakan untuk mencatat akun-akun yang didebet dan dikredit serta mencatat keterangan singkat dari bukti transaksi yang dicatat
    – Kolom REF digunakan untuk mencatat nomor akun yang sudah diposting di buku besar
    – Kolom debet digunakan untuk mencatat nominal uang akun yang didebet
    – Kolom kredit digunakan untuk mencatat nominal uang akun yang dikredit

    3. Buku Besar
    a. Pengertian Buku Besar
    Buku besar merupakan kumpulan dari akun-akun yang sejenis yang merupakan satu kesatuan yang sistematis.
    b. Fungsi-fungsi Buku Besar
    – Mengumpulkan data transaksi
    – Mengklasifikasikan dan mengkodekan data transaksi dan akun
    – Memvalidasi transaksi yang terkumpul
    – Meng-update-kan Akun Buku Besar Umum dan File Transaksi
    – Mencatatkan penyesuaian terhadap Akun
    – Mempersiapkan Laporan Keuangan
    c. Cara Mencatat Buku Besar
    – Mencatat saldo awal dari data neraca awal dan nominalnya langsung dicatat di kolom saldo sisi debet dan kredit
    – Isi kolom tanggal dengan tahun, bulan dan tanggal
    – Isi keterangan pada buku besar dengan keterangan yang ada pada jurnal
    – Mencatat jumlah debet jurnal ke kolom debet atau jumlah kredit jurnal ke kolom kredit
    – Kolom REF mencatat halaman jurnal yang sudah diposting ke buku besar

    DAFTAR PUSTAKA

    -. (2015). “Pengertian dan Fungsi Jurnal Akuntansi”. [Onlie]. Tersedia: http://simplenews05.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-dan-fungsi-jurnal-akuntansi.html yang direkam pada Mei 2015. [02 November 2016].
    -. (2014). “Buku Besar Akuntansi”. [Online]. Tersedia: http://butuhakuntan.com/buku-besar-akuntansi.htm yang direkam pada 28 Maret 2014. [02 November 2016].

  26. Wulan Prameswari says:

    Dalam pencatatan akuntansi ada dua tahap, yaitu :
    1. Jurnal
    2. Buku Besar

    1. Jurnal
    Jurnal berasal dari kata jour ang merupakan bahasa Perancis yang artinya hari. Jurnal atau buku harian adalah formulir khusus yang dipakai setiap bukti transaksi secara kronologis menurut ama akun dan jumlah yang harus didebet dan dikredit.
    Fungsi dari pencatat jurnal sendiri yaitu :
    a. Fungsi analisis, untuk menentukan perkiraan yang didebet dan perkiraan yang dikredit serta jumlahnya masing-masing,
    b. Fungsi Pencatatan, yaitu untuk mencatat transaksi keuangan dalam kolom debet dan kerdit serta keterangan yang perlu,
    c. Fungsi historis, yaitu untuk mencatat aktivitas perusahaan secara kronologis.
    Adapun cara yang dapat dilakukan untuk pencatatan jurnal :
    a. Kolom tanggal untuk mencatat tahun, bulan dan tanggal transaksi,
    b. Kolom akun/keterangan/ uraian untuk mencatat akun-akun yang didebet dan dikredit serta mencatat keterangan singkat dari bukti transaksi yang dicatat ,
    c. Kolom ref memcatat nomor akun yang sudah diposting ke buku besar ,
    d. Kolom debet untuk mencatat nominal uang akun yang didebet,
    e. Kolom kredit mencatat nominal uang akun yang dikredit.

    2. Buku Besar
    Buku besar adalah kumpulan dari akun-akun yang sejenis yang merupakan satu kesatuan yang sistematis
    Untuk bentuk buku besar sendiri ada empat jenis yang dapat digunakan yaitu :
    a. Bentuk T,
    b. Bentuk 2 kolom,
    c. Bentuk 3 kolom,
    d. Bentuk 4 kolom.
    Adapun fungsi pencatatan buku besar adalah :
    a. Mengumpulkan data transaksi, mengklasifikasi, dan memgkodekan data transaksi akun,
    b. Memvalidasi transaksi yang terkumpul,
    c. Meng-update-kan akun buku besar umum dan file transaksi,
    d. Mencatat penyesuaian terhadap akun,
    e. Mempersiapkan laporan keuangan.
    Adapun cara yang dapat digunakan untuk mencatat buku besar, yaitu:
    a. Mencatat saldo awal dari data neraca awal (jika perusahaan sudah berdiri sebelum periode bersangkutan) dan nominalnya langsung dicatat di kolom saldo sisi debet atau kredit,
    b. Isi kolom tanggal dengan tahun, bulan dan tanggal,
    c. Isi keterangan pada buku besar dengan keterangan yang ada pada jurnal,
    d. Mencatat jumlah debit jurnal ke kolom debet atau jumlah kredit jurnal ke kolom kredit,
    e. Kolom ref mencatat halaman jurnal yang sudah diposting ke buku bessar.

    Sumber :
    Gustiani, M. 2013. Modul Akuntansi. Tangerang:SMK Negeri 1 Kota Tangerang Selatan

  27. Wulan Prameswari says:

    1404119/Wulan Prameswari/ Pendidikan Akuntansi/2014-B/SIA

    Dalam pencatatan akuntansi ada dua tahap, yaitu :
    1. Jurnal
    2. Buku Besar

    1. Jurnal
    Jurnal berasal dari kata jour ang merupakan bahasa Perancis yang artinya hari. Jurnal atau buku harian adalah formulir khusus yang dipakai setiap bukti transaksi secara kronologis menurut ama akun dan jumlah yang harus didebet dan dikredit.
    Fungsi dari pencatat jurnal sendiri yaitu :
    a. Fungsi analisis, untuk menentukan perkiraan yang didebet dan perkiraan yang dikredit serta jumlahnya masing-masing,
    b. Fungsi Pencatatan, yaitu untuk mencatat transaksi keuangan dalam kolom debet dan kerdit serta keterangan yang perlu,
    c. Fungsi historis, yaitu untuk mencatat aktivitas perusahaan secara kronologis.
    Adapun cara yang dapat dilakukan untuk pencatatan jurnal :
    a. Kolom tanggal untuk mencatat tahun, bulan dan tanggal transaksi,
    b. Kolom akun/keterangan/ uraian untuk mencatat akun-akun yang didebet dan dikredit serta mencatat keterangan singkat dari bukti transaksi yang dicatat ,
    c. Kolom ref memcatat nomor akun yang sudah diposting ke buku besar ,
    d. Kolom debet untuk mencatat nominal uang akun yang didebet,
    e. Kolom kredit mencatat nominal uang akun yang dikredit.

    2. Buku Besar
    Buku besar adalah kumpulan dari akun-akun yang sejenis yang merupakan satu kesatuan yang sistematis
    Untuk bentuk buku besar sendiri ada empat jenis yang dapat digunakan yaitu :
    a. Bentuk T,
    b. Bentuk 2 kolom,
    c. Bentuk 3 kolom,
    d. Bentuk 4 kolom.
    Adapun fungsi pencatatan buku besar adalah :
    a. Mengumpulkan data transaksi, mengklasifikasi, dan memgkodekan data transaksi akun,
    b. Memvalidasi transaksi yang terkumpul,
    c. Meng-update-kan akun buku besar umum dan file transaksi,
    d. Mencatat penyesuaian terhadap akun,
    e. Mempersiapkan laporan keuangan.
    Adapun cara yang dapat digunakan untuk mencatat buku besar, yaitu:
    a. Mencatat saldo awal dari data neraca awal (jika perusahaan sudah berdiri sebelum periode bersangkutan) dan nominalnya langsung dicatat di kolom saldo sisi debet atau kredit,
    b. Isi kolom tanggal dengan tahun, bulan dan tanggal,
    c. Isi keterangan pada buku besar dengan keterangan yang ada pada jurnal,
    d. Mencatat jumlah debit jurnal ke kolom debet atau jumlah kredit jurnal ke kolom kredit,
    e. Kolom ref mencatat halaman jurnal yang sudah diposting ke buku bessar.

    Sumber :
    Gustiani, M. 2013. Modul Akuntansi. Tangerang:SMK Negeri 1 Kota Tangerang Selatan

  28. Nurzanah Ma'rufa says:

    1406832/NURZANAH MA’RUFA/PENDIDIKAN AKUNTANSI 2014 B/SIA

    Yang merupakan unsur dari sistem akuntansi pokok salah satunya adalah catatan yang terdiri dari:
    A.Jurnal
    Jurnal merupakan catatan akuntansi permanen yang pertama, yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan. Pencatatan di dalam jurnal ini biasanya lebih lengkap dan lebih terinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi.
    Jurnal berfungsi untuk menggolongkan transaksi keuangan dan sekaligus berfungsi untuk meringkas transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu periode akuntansi. Jurnal menduduki posisi di satu pihak sebagai petunjuk untuk menemukan sumber data transaksi, jika informasi ini diperlukan, dan di pihak lain merupakan penyedia ringkasan informasi yang akan ditampung dalam rekening-rekening buku besar.
    Jurnal yang umum digunakan terdiri dari:
    1.Jurnal Umum
    Jurnal umum dengan dua kolom, debet dan kredit sudah cukup memadai sebagai catatan akuntansi pertama jika jenis transaksi perusahaan masih sedikit. Kolom-kolom dalam jurnal umum terdiri dari:
    a.Kolom Tanggal : Diisi dengan tanggal terjadinya transaksi secara berurutan.
    b.Kolom Keterangan : Diisi dengan nama rekening yang didebet dan dikredit serta penjelasan ringkas tentang transaksi
    c.Kolom Nomor Bukti : Diisi dengan nomor formulir sebagai dokumen sumber pencatatan.
    d.Kolom Nomor Rekening : Diisi dengan nomor rekening yang didebet dan dikredit dengan adanya transaksi.
    e.Kolom Debet dan Kredit : Diisi dengan jumlah rupiah transaksi.
    2.Jurnal Khusus
    Jika usaha perusahaan bertambah besar dan jenis transaksi menjadi lebih banyak juga frekuensi dari setiap transaksi semakin tinggi maka jurnal umum tidak mampu lagi menampung transaksi-transaksi tersebut, oleh karena itu diperlukan jurnal khusus.
    Berbagai alasan mengapa jurnal umum perlu dipecah:
    a.Untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensi terjadinya tinggi,
    b.Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan ke dalam buku besar dan untuk menggolongkan transaksi yang dicatat,
    c.Untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan oleh beberapa orang, dan
    d.Untuk menciptakan pengendalian intern.
    Jenis jurnal yang biasanya terdapat dalam perusahaan yang relatif besar adalah sebagai berikut:
    a.Jurnal Penjualan : Jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan, baik penjualan kredit maupun penjualan tunai.
    b.Jurnal Pembelian : Jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi pembelian kredit.
    c.Jurnal Penerimaan Kas : Jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kas.
    d.Jurnal Pengeluaran Kas : Jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas.
    e.Jurnal Umum : Jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi selain yang dicatat dalam jurnal khusus.
    Prinsip-prinsip dasar yang melandasi pembuatan rancangan jurnal adalah sebagai berikut:
    1.Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi,
    2.Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian,
    3.Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci, harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar,
    4.Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jurnal,
    5.Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar,
    6.Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum, dan
    7.Harus diterapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.
    Langkah-langkah yang biasa ditempuh oleh ahli sistem dalam merangcang jurnal:
    1.Mengumpulkan informasi mengenai karakteristik transaksi yang terjadi dalam perusahaan,
    2.Membuat jurnal standar untuk setiap jenis transaksi yang frekuensin terjadinya tinggi, dan
    3.Merancang jurnal berdasarkan jurnal standar tersebut.
    Jurnal umumnya berbentuk buku yang dijilid. Bentuk jurnal ini banyak dijumpai di perusahaan yang menggunakan sistem manual di dalam pembukuannya. Jurnal dapat pula berbentuk lembaran-lembaran formulir lepas. Bentuk ini digunakan terutama jika pembukuan menggunakan mesin pembukuan. Dalam akuntansi dengan komputer, jurnal berbentuk arsip transaksi dalam bentuk pita magnetik (magnetic tape) atau magnetic disk, yang setelah dicek kebenaran dan kesahihannya digunakan untuk memutakhirkan (update) arsip induk (buku besar dan buku pembantu). Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencatat informasi dalam jurnal, diantaranya:
    1.Dengan Pena
    Informasi dalam dokumen sumber disalin dalam jurnal dengan menggunakan tulisan tangan.
    2.Dengan Mesin Pembukuan
    Informasi dalam dokumen sumber dicatat dalam jurnal dengan mesin pembukuan, bersamaan dengan pembukuan kedalam rekening buku pembantu. Pencatatan ke dalam jurnal dapat pula dilakukan bersamaan dengan pembuatan dokumen sumber, yaitu dengan menggunakan jurnal dan rekening buku pembantu sebagai tembusannya pada saat pembukuan dokumen sumber.
    3.Dengan Arsip Dokumen yang Berfungsi sebagai Jurnal
    Dalam cara ini jurnal berupa arsip dokumen sumber yang disusun menurut waktu terjadinya transaksi. Pembukuan ke dalam buku besar dengan cara ini dilakukan dengan cara membuat rekapitulasi dari dokumen sumber tersebut.
    4.Dengan Komputer
    Data dalam dokumen sumber dimasukkan ke dalam sistem komputer melalui keyboard dan dicatat ke dalam arsip transaksi (transaction file)yang berfungsi sebagai jurnal. Jika perusahaan menggunakan formulir elektronik, penangkapan data sekaligus dilakukan pada saat entry ke dalam formulir elektronik dan sekaligus pencatatan ke dalam arsip transaksi. Arsip transaksi ini setelah dilakukan validasi, kemudian digunakan untuk memutakhirkan arsip induk (buku besar dan buku pembantu).
    B.Buku Besar (General Ledger)
    Buku besar merupakan kumpulan rekening yang digunakan untuk menyortasi dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal. Unsur utama yang terdapat di dalam buku besar yaitu rekening. Rekening adalah judul suatu catatan akuntansi yang umumnya berbentu T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debet dan sebelah kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping). Rekening yang terdapat dalam buku besar ini disebut dengan rekening kontrol (controlling account).
    Proses sortasi dan pemindahan data ke dalam buku besar disebut dengan pembukuan (posting). Dalam sistem manual, kegiatan posting ini memerlukan 4 tahap berikut ini:
    1.Pembuatan rekapitulasi jurnal,
    2.Penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi,
    3.Pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan, dan
    4.Pengembalian rekening ke dalam arsip pada urutannya semula.
    Variasi bentuk formulir rekening buku besar, diantaranya adalah:
    1.Rekening dengan Debet Lebar (Wide Debit Ledger)
    2.Rekening Biasa (Regular Ledger)
    3.Rekening Berkolom Saldo di Tengah (Center Balance Ledger)
    4.Rekening Berkolom Saldo (Balance Ledger)
    5.Rekening Ganda Berkolom Saldo (Double Ledger with Balance Ledger)
    6.Rekening dengan Saldo Lama dan Saldo Baru (Old and New Balance Ledger)
    Susunan rekening yang dibentuk dalam buku besar harus disesuaikan dengan jenis dan susunan informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan, umumnya neraca dan laporan laba rugi.
    Rekening biasanya diberi kode. Kode adalah suatu rerangka (framework) yang menggunakan angka atau huruf atau kombinasi keduanya untuk memberi tanda terhadap klasifikasi yang sebelumnya telah dibuat. Kode ini memudahkan identifikasi dan pembedaan elemen-elemen yang ada di dalam suatu klasifikasi. Tujuan pemberian kode pada rekening:
    1.Mengidentifikasi data akuntansi secara unik,
    2.Meringkas data,
    3.Mengklasifikasikan rekening atau transaksi, dan
    4.Menyampaikan makna tertentu.
    Ada 5 metode pemberian kode rekening, yaitu:
    1.Kode Angka atau Alfabet Urut (Numerical-or Alphabetic-Sequence Code)
    2.Kode Angka Blok (Block Numerical Code)
    3.Kode Angka Kelompok (Group Numerical Code)
    4.Kode Angka Desimal (Decimal Code)
    5.Kode Angka Urut Didahului dengan Huruf (Numerical Sequence Preceded by an Alphabetic Reference)

    Referensi:
    Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.

  29. 1406998 // Diky Ramadhan Solihin // 2014 – B / SIA

    Jurnal

    Jurnal adalah suatu alat dalam akuntansi yang digunakan untuk memberikan sebuah entri asli untuk jenis-jenis transaksi yang tidak mudah masuk ke dalam buku entri asli.
    Sekali waktu, jurnal adalah satu-satunya kitab entri akuntansi utama yang dipergunakan. Semua transaksi keuangan yang masuk ke dalam jurnal sebelum memposting ke buku besar. ini adalah lokasi pertama yang transaksi tercatat dalam sistem entri manual. Akuntansi dikembangkan, namun penggunaan jurnal saja tidak memadai. Maka seharusnya pengembangan akuntansi juga hingga menyentuh pengembangan jurnal juga.

    Presentasi jurnal mencerminkan prinsip double-entry untuk setiap entri debit ada entri kredit yang sesuai. Ketika mengelola jurnal, dianjurkan untuk masuk sedetail mungkin terjadi dalam kejadian yang mungkin diutuhkan untuk meninjau kembali dan menjelaskan posting.

    JURNAL HARI INI
    Hari ini, jurnal hanya digunakan untuk mencatat transaksi yang tidak dapat dimasukkan ke dalam salah satu buku-buku lain dalam entri asli. Misalnya, jurnal umum digunakan untuk hal berikut :
    – koreksi kesalahan
    – transfer saldo antar rekening
    – entri membuka untuk bisnis baru
    – setiap entri mengacu pada transaksi dan biasanya mencangkup rincian dibagi menjadi kolom termasuk : tanggal, jumlah, rekening, deskripsi singkat, indikasi apakah itu debit atau kredit dan referensi posting (saat entri telah diposting ke rekening buku besar)

    DAFTAR PUSTAKA
    tersedia online : https://debitoor.com/dictionary/journal

  30. Ali Sopian says:

    NIM/Nama/Kelas/Mata Kuliah 1407296/Ali Sopian/Pendidikan Akuntansi 2014B/SIA
    Catatan Akuntansi Terdiri Dari :
    1. Jurnal
    Jurnal Merupakan catatan tetap pertama dalam siklus akuntansi yang berguna untuk merekam transaksi perusahaan yang terjadi secara historis atau secara berurutan sesuai tanggal kejadian transaksi berdasarkan prinsip-prinsip pencatatan ganda. sebagai catatan pertama dalam siklus akuntansi jurnal harus mempunyai isi yang lengkap serta memudahkan crosscheck ke dokumen sumber.
    Dalam Jurnal Khusus terdapat fungsi yang sangat penting bagi siklus akuntansi Perusahaan Dagang yaitu :
    a. Untuk mengumpulkan dan mengelompokkan berbagai transaksi yang sejenis yang memiliki tingkat transaksi yang cukup signifikan;
    b. Mengefisienkan proses posting ke dalam Buku Besar Umum;
    c. Membagi tugas penjurnalan ke beberapa orang sehingga tingkat akurasi datanya bisa tinggi;
    d.Terciptanya pengendalian intern terhadap siklus akuntansi.

    Dalam Merancang suatu Jurnal terdapat prinsip prinsip diantaranya :
    a. Jumlah kolom dan baris dalam jurnal harus selalu memadai, sesuai dengan peningkatan transaksi yang terjadi;
    b. Jurnal harus bisa memungkinkan menjadi pemisah transaksi dalam beberapa penggolongan sektor pokok tertentu (Jurnal khusus)
    c. Terdapat kolom-kolom khusus, untuk berbagai transaksi yang berkaitan dengan pos keuangan yang sering terjadi.

    2. Buku Besar
    Buku Besar adalah buku yang memuat kumpulan perkiraan-perkiraan yang saling berhubungan serta megikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva dan kewajiban serta modal perusahaan.
    dalam buku besar terdapat 2 jenis buku besar yaitu:
    A. Buku Besar Umum sering juga disebut buku besar induk, yaitu semua perkiraan yang ada dalam suatu periode tertentu seperti kas, piutang usaha, persediaan, utang usaha, dan modal. perkiraan perkiraan ini saling berdiri sendiri dan berfungsi mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubaan aktiva, kewajiban dan modal perusahaan.
    Buku besar umum mempunyai tujuan yaitu :
    a. mencatat semua transaksi akuntansi secara akurat dan benar;
    b. memposting transaksi-transaksi ke akun yang tepat
    c. menjaga keseimbangan debet dan kredit pada akun;
    d. mengakomodasi entry jurnal penyesuaian yang dibutuhkan.

    B. Buku Besar Pembantu
    Buku Besar Pembantu terbagi menjadi dua yaitu:
    a. buku besar pembantu piutang usaha atau sering disebut juga buku piutang yang disediakan khusus untuk merinci langganan kredit kepada siapa sajakah perusahaan melakukan transaksi penjualan kredit.
    b. Buku Besar Pembantu Utang atau buku utang. buku ini disediakan khusus untuk mencatat masing-masing pemasok secara terperinci yang banyaknya ditentukan oleh banyaknya pemasok yang memberikan pinjaman kredit.

    Sumber:
    Tersedia Online : http://Butuhakuntan.com/buku-besar-akuntansi.html
    Tersedia Online : http//nonosun.staf.upi.edu

  31. Dian Anggreini says:

    1405852 / Dian Anggreini / Pendidikan Akuntansi B / SIA

    CATATAN AKUNTANSI

    1. Jurnal
    Jurnal adalah catatan akuntansi yang permanen yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan. Jurnal merupakan ringkasan dan penggolongan transaksi, dimana jurnal berfungsi sebagai petunjuk untuk menemukan sumber data transaksi. Jurnal sangat penting karena menduduki posisi pertama dalam pencatatan transaksi.

    Prinsip dasar yang melandasi perancangan jurnal yaitu:
    a. Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
    b. Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
    c. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci, harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di buku besar.
    d. Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jurnal.
    e. Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    f. sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum.
    g. Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.
    Jika transaksi perusahaan masih sedikit, maka jurnal umum dapat dipakai. Tetapi jika usaha perusahaan bertambah besar dan transaksi semakin banyak, maka diperlukan jurnal khusus yang terdiri dari jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, jurnal pembelian, jurnal penjualan dan jurnal umum.

    Metode Pencatatan Data ke Dalam Jurnal:
    a. Dengan pena.
    b. Dengan mesin pembukuan.
    c. Dengan arsip dokumen sumber yang berfungsi sebagai jurnal.
    d. Dengan komputer.

    Langkah perancangan jurnal bisa dijelaskan sebagai berikut:
    a. Mengumpulkan informasi mengenai karakteristik transaksi yang terjadi dalam perusahaan.
    b. Membuat jurnal standar untuk setiap jenis transaksi yang frekuensinya sering/tinggi.
    c. Merancang jurnal berdasarkan jurnal standar tersebut.

    2. Buku Besar
    Buku besar merupakan catatan akuntansi terakhir dalam sistem akuntansi pokok. Buku besar menampung ringkasan data yang sudah diklasifikasikan yang berasal dari jurnal. Buku besar terdiri dari buku besar utama dan buku besar pembantu. Buku besar utama merupakan kumpulan rekening-rekening yang digunakan untuk menyortasi (posting) dan meringkas informasi yang telah dicatatat dalam jurnal. Buku besar pembantu adalah suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar utama.

    Kegiatan posting memerlukan 4 tahap berikut ini:
    a. Pembuatan rekapitulasi jurnal.
    b. Penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi.
    c. Pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan.
    d. Pengembalian rekening ke dalam arsip pada urutannya semula.

    Variasi bentuk formulir rekening buku besar:
    a. Rekening dengan debit lebar.
    b. Rekening biasa.
    c. Rekening berkolom saldo di tengah.
    d. Rekening berkolom saldo.
    e. Rekening ganda berkolom saldo.
    f. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru.

    Kode Rekening merupakan tanda menggunakan angka atau huruf untuk memudahkan dalam mengklasifikasikan akun-akun. Tujuan kode antara lain untuk mengidentifikasi data akuntansi secara unik, meringkas data, mengklasifikasi rekening atau transaksi serta menyampaikan makna tertentu. Ada 5 metode pemberian kode rekening:
    a. Kode angka atau alfabet urut.
    b. Kode angka blok.
    c. Kode angka kelompok.
    d. Kode angka desimal.
    e. Kode angka urut didahului dengan huruf.

    Buku besar merupakan media untuk menampung informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan.

    DAFTAR PUSTAKA:
    Mulyadi. 2001. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.

  32. 1404069/MOH. RIF'AN SAIQ/2014-B/SIA says:

    JURNAL
    Jurnal meruapakan suatu buku harian tempat dimana bagian keuangan perusahaan mencatat semua transaksi yang terjadi dalam perusahaan secara sistematis dan kronologis, pencatatan tersebut dilakukan berdasarkan bukti-bukti transaksi dengan menyebutkan rekening yang didebet dan dikredit.
    Fungsi Jurnal Umum :
    1. Mencatat/record, mencatat semua transaski dan kejadian atau peristiwa yang mengakibatkan perubahan posisi harta, utang dan modal
    2. Historis, Mencatat transaksi atau kejadian yang telah berlalu secara urut waktu atau kronologis.
    3. Analisis, menganalisis pengaturan transaksi atau kejadian terhadap posisi harta, utang dan modal sehingga dapat diketahui akun mana yang bertambah dan atau berkurang.
    4. Instruktif, memberikan intruksi atau perintah untuk mencatat.
    5. Informatif, memberikan penjelasan tentang waktu dan peristiwa ekonomi yang terjadi, pengaruhnya terhadap akun yang bersangkutan, nama debitur atau kreditur dan sebagainya.

    Jurnal Khusus
    Jurnal Khusus adalah Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi yang rutin dan sering terjadi dalam kegiatan normal perusahaan.

    Macam-Macam Jurnal Khusus :
    1. Jurnal Pembelian (Purchase Journal)
    2. Jurnal Penjualan (Sales Journal)
    3. Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payment Journal)
    4. Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal)
    5. Jurnal Umum (Memorial Journal)

    Manfaat Jurnal Khusus :
    1.Memudahkan Pencatatan denJgan Sistematis
    2.Lebih Efektif dan Efisien
    3.Pemrosesan data lebih cepat

    BUKU BESAR
    Buku Besar adalah himpunan rekening-rekening yang saling berhubungan yang menggambarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan harta, utang dan modal. Pemindahbukuan semua pos-pos jurnal ke buku besar disebut posting. Nama akun yang dipakai pada ayat-ayat jurnal harus harus sama dengan nama akun di buku besar

    DAFTAR PUSTAKA
    Joah, Imania(2013). Jurnal Buke Besar, Neraca Saldo, Jurnal Penyesuaian, Kertas Kerja. Tersedia Online : http://imaniajoah.blogspot.co.id/2013/11/jurnal-buku-besar.html
    Ernawati (2010). Jurnal Khusus Akuntansi Perusahaan Dagang. Tersedia Online : http://ernanana88.blogspot.co.id/2010/02/jurnal-khusus-akuntansi-perusahaan.html

  33. Romalia Fujianti says:

    1403977/Romalia Fujianti/ Pendidikan Akuntansi 2014-B/ SIA
    DEFINISI JURNAL
    Menurut Al Haryono Jusup (2011:126) “Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan waktu terjadinya secara urut) dengan menunjukan akun yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing.” Setiap transasksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan ke buku besar harus dicatat dahulu dalam jurnal. Oleh karena itu, buku jurnal disebut sebagai buku catatan pertama (book of original entry).
    Manfaat Pemakaian Jurnal :
    1. Jurnal merupakan alat pencatatan yang menggambarkan akun-akun yang terpengaruh oleh suatu transaksi.
    2. Jurnal merupakan alat pencatatan yang memberi gambaran secara kronologis, sehingga dapat memberikan gambaran yang lengkap tentang seluruh transaksi perusahaan berdasarkan urutan-urutan kejadiannya.
    3. Jurnal menyediakan ruang yang cukup untuk keterangan transaksi.
    JENIS-JENIS JURNAL
    1. Jurnal Umum
    Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi di dalam perusahaan yang terjadi selama satu periode akuntansi. Bentuk jurnal ini sangat sederhana yaitu terdiri dari kolom (1)tanggal yang berfungsi untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi, (2)kolom keterangan yang berfungsi untuk mencatat nama akun yang di debet dan di kredit kemudian mencatat keterangan mengenai transaksi tersebut,(3)kolom ref berfungsi untuk mencatat nomor akun yang di debet atau kredit, (4)kolom debet untuk mencatat jumlah uangs yang harus didebetkan, dan (5) kolom kredit untuk mencatat jumlah uang yang di kreditkan. Dalam perusahaan dagang biasanya jurnal umum ini digunakan untuk mencatat transaksi yang tidak bisa dicatat dalam jurnal lainnya. Seperti retur penjuaan dan retur pembelian.
    2. Jurnal Pembelian
    Jurnal yang digunakan untuk mencatat pembelian secara kredit yang dilakukan oleh perusahaan.
    3. Jurnal Penjualan
    Jurnal yang digunakan untuk mnecatat transaksi penjualan secara kredit yang dilakukan oleh perusahaan.
    4. Jurnal Penerimaan Kas
    Jurnal yang digunakan untuk mencatat penerimaan kas secara tunai. Seperti penerimaan atas pembayaran piutang dari perusahaan lainndan penjulalan tunai.
    5. Jurnal Pengeluaran Kas
    Jurnal yang digunakan untuk mencatat pengeluaran kas secara tunai yang dilakukan oleh perusahaan. Seperti memebayar beban, membayar hutang kepada perusahaan lain.

    DEFINISI BUKU BESAR
    Buku besar adalah buku yang memuat kumpulan perkiraan-perkiraan yang saling berhubungan serta mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva, kewajiban dan modal perusahaan. Banyaknya perkiraan buku besar yang dibutuhkan oleh perusahaan berbeda-beda, tergantung kepada keuangan dan kekayaan perusahaan, volume transaksi, serta informasi yang diinginkan. Dalam suatu proses pembukuan, setelah pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum, selanjutnya transaksi tersebut di catat ke dalam buku besar yaitu dengan cara memindahbukukan jumlah-jumlah yang ada pada jurnal ke dalam buku besar yang sesuai, kegiatan pembukuan ini dinamakan memposting.
    JENIS BUKU BESAR
    1. Buku Besar Umum (General Ledger): Buku Besar Umum sering disebut juga buku besar induk, yaitu semua perkiraan yang ada dalam suatu periode tertentu seperti kas, piutang usaha, persediaan utang usaha dan modal. Perkiraan-perkiraan ini saling berdiri sendiri dan berfungsi mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva, kewajiban dan modal perusahaan. Sistem Buku Besar Umum menampilkan proses transaksi untuk Buku Besar Umum dan Siklus Pelaporan Keuangan
    Tujuan Buku Besar Umum (General Ledger):
    1. Mencatat semua transaksi akuntansi secara akurat dan benar.
    2. Memposting transaksi-transaksi ke akun yang tepat.
    3. Menjaga keseimbangan debet dan kredit pada akun.
    4. Mengakomodasi entry jurnal penyesuaian yang dibutuhkan.
    5. Menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya dan tepat waktu untuk setiap periode akuntansi.
    Fungsi Buku Besar Umum (General Ledger):
    1. Mengumpulkan data transaksi
    2. Mengklasifikasikan dan mengkodekan data transaksi dan akun
    3. Memvalidasi transaksi yang terkumpul
    4. Meng-update-kan Akun Buku Besar Umum dan File Transaksi
    5. Mencatatkan penyesuaian terhadap Akun
    6. Mempersiapkan Laporan Keuangan
    2. Buku Besar Pembantu (Subsidiary Ledger): sering disebut juga buku tambahan, yaitu sekelompok rekening yang khusus mencatat perincian piutang usaha dan utang usaha yang berfungsi member informasi yang lebih mendetail. Pada umumnya, Pembuatan Buku Pembantu adalah untuk pengendalian akuntansi yang banyak elemennya, seperti Hutang, Piutang, dan Persediaan.

    Pengunaan buku besar pembantu mempunyai beberapa kelebihan sebagai berikut:
    1) Memudahkan penyusunan laporan keuangan, karena buku besar umum terdiri dari akun-akun yang jumlahnya lebih sedikit. Hal ini juga akan mengurangi kesalahan-kesalahan dalam buku besar umum.
    2) Ketelitian dalam pembukuan dapat diuji dengan membanding-kan saldo dalam akun buku besar umum dengan jumlah saldo-saldo dalam buku pembantu.
    3) Dapat diadakan pembagian tugas dalam pengerjaan akuntansi.
    4) Memungkinkan pumbukuan harian dari bukti-bukti pendukung transaksi kedalam buku pembantu.
    5) Bisa segera diketahui jumlah macam-macam elemen

    Sumber :
    Jusup, Al Haryono. 2011. Dasar-Dasar Akuntansi Jilid 1. Yogyakarta: STIE YKPN
    http://butuhakuntan.com/buku-besar-akuntansi.htm

  34. Renisa Lasmiati Sa'adah says:

    NIM/NAMA/KELAS/MATA KULIAH : 1403846/ Renisa Lasmiati Sa’adah/ Pendidikan Akuntansi 2014 B/ SIA

    CATATAN AKUNTANSI
    catatan akuntansi berupa kumpulan rekening-rekening dalam buku besar selanjutnya secara periodik disusun ke dalam Laporan Keuangan.

    Catatan akuntansi terdiri dari :

    A. Buku Jurnal
    1. Pengertian Buku Jurnal
    -Buku jurnal adalah catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh funsi akuntansi sebagai media untuk :
    a. mencatat transaksi keuangan penerimaan kas berdasarkan dokumen transaksi yang sah
    b. menggolongkan transaksi keuangan ke dalam rekening-rekening (akun)
    – Jurnal umum dapat diartikan sebagai sebuah buku harian yang digunakan untuk mencatat berbagai jenis bukti transaksi keuangan pada posisi debet maupun akun kredit yang dicatat berdasarkan urutan waktu terjadinya. Selain jurnal umum, sebenarnya masih ada jurnal yang berfungsi untuk mencatat bukti-bukti transaksi yang telah terjadi, yaitu jurnal khusus.
    2. Fungsi pencatatan jurnal umum
    jurnal umum dikatakan berfungsi sebagai proses pencatatan, maksudnya di sini adalah bahwa jurnal umum digunakan untuk melakukan pencatatan berbagai macam transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan ke dalam sebuah kolom debet dan kolom kredit dengan dilengkapi keterangan relevan dengan transaksi yang dianggap penting.
    3. Tujuan Pembuatan Jurnal Umum
    untuk melakukan identifikasi, melakukan penilaian, dan melakukan pencatatan adanya dampak ekonomi dari sebuah transaksi atau beberapa transaksi dalam sebuah perusahaan secara kronologis serta bertujuan untuk memudahkan proses pemindahan dampak transaksi yang terjadi kedalam sebuah akun atau perkiraan tertentu sesuai transaksi.
    Transaksi Keuangan yang telah dicatat dan digolongkan kedalam buku jurnal, selanjutnya secara periodik diposting ke dalam Buku Besar.

    B. Buku Besar dan Pembantu
    1. Pengertian Buku Besar dan Pembantu
    -Buku besar yaitu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh fungsi akuntansi sebagai media untuk :
    a. meringkas catatan transaksi keuangn yang telah digolongkan ke rekening-rekening (akun)
    b. memberikan informasi saldo rekening-rekening dimaksud secara akumulatif.
    – Buku pembantu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media yang :
    a. melengkapi (merinci atau menjabarkan) informasi rekening tertentu dalam buku besar
    b. menjadi alat uji silang terhadap rekening tertentu dimaksud dalam Buku Besar
    2. Karakeristik Buku Besar dan Buku Pembantu
    – Buku Besar (General Ledger) merupakan kumpulan rekening-rekening neraca dan rugi laba yang digunakan untuk menyotir dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal.
    – Buku pembantu (Subsidiary Ledger) adalah suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar. contoh buku besar pembantu :
    buku pembantu piutang
    buku pembantu persediaan bahan baku dan penolong
    buku pembantu mesin dan alat
    buku pembantu utang
    buku pembantu biaya overhead pabrik
    buku pembantu biaya administrasi dan umum
    buku pembantu biaya penjualan
    3. Formulir Rekening Buku Besar
    -ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar :
    rekening dengan debet lebar
    rekening biasa
    rekening berkolom saldo ditengah
    rekening berkolom saldo
    rekening ganda berkolom saldo
    rekening dengan saldo lama dan saldo baru
    4. Kode
    -Kode memudahkan proses pengolahan data karena dengan kode, data akan lebih mudah diidentifikasi
    contoh : kode untuk karyawan laiki-laki diberi kode L, karyawan wanita kode W. dalam proses akuntansi kode yang digunakan adalah : angka, huruf atau kombinasi keduanya.dalam komputer untuk memproses data ada istilah kode : alfabetik (menggunakan huruf), numerik (menggunakan angka), alfanumerik (menggunakan kombinasi huruf dan angka)
    -macam-macam kode:
    kode urut nomor
    kode kelompok
    kode blok
    kode desimal
    kode mnemonic
    kode bar

    DAFTAR PUSTAKA :
    noname(2014). Pengertian dan Fungsi Jurnal Umum dalam Akuntansi. Tersedia Online : http://akuntansidasar.com
    noname(2014). Catatan Akuntansi. Tersedia Online : http://kompasiana.com
    noname(2009). sistem akuntansi. tersedia online : http://googleweblight.com

  35. Nurul Indah Wulandari says:

    1401579/Nurul Indah Wulandari/2014-B/SIA
    1. JURNAL
    a. Pengertian Jurnal
    Jurnal adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.
    b. Fungsi Jurnal
    1) Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2) Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    3) Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    4) Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    5) Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.
    c. Jenis Jurnal
    1) Jurnal Umum
    JURNAL UMUM
    (Nama Perusahaan)
    (Periode Pencatatan)
    Halaman: (1)
    Tanggal Nama Akun Referensi Debet Kredit
    (2) (3) (4) (5) (6)
    • (1) diisi dengan nomor halaman jurnal secara berurutan.
    • (2) diisi dengan tanggal terjadinya transaksi secara berurutan dengan kronologis terjadinya transaksi.
    • (3) diisi dengan nama akun yang di debet ditulis terlebih dahulu, baris bawahnya ditulis akun yang di kredit dan ditulis menjorok ke sebelah kanan. Selanjutnya baris bawahnya ditulis penjelasan ringkas transaksi yang bersangkutan.
    • (4) diisi nomor kode akun, tetapi ingat nomor kode akun ini diisi hanya jika akan diposting ke buku besar.
    • (5) dan (6) diisi dengan jumlah rupiah dari akun yang di debet maupun yang di kredit.
    2) Jurnal Khusus
    a) Jenis Jurnal Khusus
    1. Jurnal Pembelian
    Jurnal khusus untuk mencatat pembelian barang dagang dan harta lainnya secara kredit.
    2. Jurnal Pengeluaran Kas
    Jurnal khusus untuk mencatat transaksi pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk berbagai tujuan.
    3. Jurnal Penjualan
    Jurnal khusus untuk mencatat transaksi penjualan barang dagang secara kredit.
    4. Jurnal Penerimaan Kas
    Jurnal khusus untuk mencatat semua transaksi penerimaan uang tunai dan/atau setara dengan uang tunai.
    b) Beberapa Alasan Mengapa Jurnal Umum dan Jurnal Khusus Dipecah
    1. Untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensi terjadinya tinggi.
    2. Untuk mengurangi pekerjaanpembukuan ke dalam buku besar dan untuk
    menggolongkan transaksi yang dicari.
    3. Untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan oleh beberapa orang.
    4. Untuk menciptakan pengendalian intern.
    c) Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus
    1) Jurnal umum
    a. Jurnal umum kolomnya terdiri atas tanggal,akun/keterangan,ref, dan jumlah semua jenis transaksi hanya di catat pada satu jurnal.
    b. Pemindahan pada akun di lakukan setiap terjadi transaksi digunakan pada perusahaan jasa dan perusahaan dagang berskala kecil.
    2) Jurnal khusus
    a. Bentuknya disesuaikan dengan jenis jurnal khusus yang bersangkutan.
    b. Pencatatan transaksi disesuikan dengan jenis jurnal khusus.
    c. Pemindahbukuan jurnal khusus ke akun buku besar dilakukan secara berkala, misalnya sekali sebulan.
    d. Digunakan pada perusahaan dagang dan perusahaan besar lainnya.
    2. BUKU BESAR
    a. Pengertian Buku Besar
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhirdalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.
    b. Klasifikasi Buku Besar
    1) Buku Besar Umum, sering disebut juga buku besar induk, yaitu semua perkiraan yang ada dalam suatu periode tertentu seperti kas, piutang usaha, persediaan utang usaha dan modal. Perkiraan-perkiraan ini saling berdiri sendiri dan berfungsi mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva, kewajiban dan modal perusahaan.
    2) Buku Besar Pembantu, sering disebut juga buku tambahan, yaitu sekelompok rekening yang khusus mencatat perincian piutang usaha dan utang usaha yang berfungsi member informasi yang lebih mendetail.
    Buku Besar Pembantu terbagi menjadi 2 yaitu :
    a) Buku Besar Pembantu Piutang Usaha, sering disebut juga buku piutang yang disediakan khusus untuk merinci langganan kredit, kepada siapa sajakah perusahaan melakukan transaksi penjualan kredit, dimanakah alamatnya dan berapakah jumlahnya.
    b) Buku Besar Pembantu Utang, sering disebut juga buku utang. Buku ini disediakan khusus untuk mencatat masing-masing pemasok secara terperinci yang banyaknya ditentukan oleh banyaknya pemasok yang memberikan pinjaman kredit, baik berupa barang dagangan maupun aktiva lainnya.
    c. Bentuk-bentuk Buku Besar
    1) Bentuk T (T account), bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dan hanya berbentuk seperti huruf T besar. Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akun diletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.
    2) Bentuk Skontro, buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom. Skontro artinya sebelah menyebelah (dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
    3) Bentuk staffle (berkolom saldo tunggal), bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang relatif banyak.
    4) Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hampir sama dengan bentuk kolom saldo tunggal, hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit.
    3. REKENING
    a. Pengertian Rekening
    Rekening adalah suatu alat untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan yang bersangkutan dengan aktiva, kewajiban, modal, pendapatan dan biaya. Tujuan pemakaian rekening adalah untuk mencatat data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan keuangan. Jumlah rekening yang perlu diadakan dalam pembukuan suatu perusahaan tergantung kepada kebutuhan. Kumpulan rekening yang digunakan dalam pembukuan suatu perusahaan disebut Buku Besar atau General Ledger.
    b. Penggolongan Rekening
    1) Rekening-Rekening Neraca (Rekening Riil/ Permanen), yaitu rekening-rekening aktiva, hutang dan modal.
    2) Rekening-Rekening Laba Rugi (Rekening Nominal/ Temporer), yaitu rekening-rekening pendapatan, biaya dan prive.
    c. Macam-macam Kode Rekening
    1. Sistem Numeralia
    Cara pemberian nomer kode rekening dengan menggunakan angka/noomer. Pemberian nomer sebaiknya urut, agar mudah dimengerti hubungan yang satu dengan lainnya.
    Sistem numeralia terbagi atas:
    a) Kode kelompok: pemberian nomor kode dengan memberikan angka tertentu pada kelompok, golongan dan jenis rekening. Jika rekening diberi kode 3 angka, maka angka kesatu menunjukkan kelompok, angka kedua menunjukkan golongan dan angka ketiga menunjukkann jenis rekening.
    b) Kode blok: cara pemberian nomor rekening dengan cara menyediakan satu blok angka setiap kelompok perkiraan.
    2. Sistem Desimal
    Pemberian nomor kode dengan menggunakan dasar angka 10 unit dari 0 sampai 9. Masisng-masing angka menunjukan kelompok, golongan dan jenis. Rekening dibagi menjadi 10 rubrik, tiap rubrik dibagi menjadi 10 golongan, dan tiap golongan dibagi menjadi 10 jenis rekening, seperti tampak dibawah ini:
    Rubrik 0 : Rekening harta tetap dan modal.
    Rubrik 1 : Rekening keuangan.
    Rubrik 2 : Rekening netral.
    Rubrik 3 : Rekening persediaan bahan baku, bahan pembantu dan bahan yang habis pakai.
    Rubrik 4 : Rekening jenis-jenis biaya/beban.
    Rubrik 5 : Rekening tempat-tempat biaya/beban.
    Rubrik 6 : Rekening Fabrikasi/pemikul beban.
    Rubrik 7 : Rekening persediaan barang jadi.
    Rubrik 8 : Rekening pendapatan.
    Rubrik 9 : Rekening rugi/laba umum.
    3. Sistem Mneumonic
    Pemberian kode rekening dengan menggunakan singkatan huruf awal dari kelompok rekening yang bersangkutan.
    4. Sistem Kombinasi Angka dan Huruf
    Pemberian kode rekening dengan menggunakan kombinasi huruf dan angka. Huruf paling depan sebagai golongan rekening dan nomor perkiraan dengan angka.

    Sumber
    S, Alam. (2006). Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: ESIS.
    ———-. (2009). JURNAL. [Online]. Tersedia: http://sistem-akuntansi1000.blogspot.co.id/2009/10/j-u-r-n-l.html yang direkam pada 14 Oktober 2009. [1 November 2016].
    Aulia, Dina. (2012). Catatan Akuntansi. [Online]. Tersedia: http://auaudindin.blogspot.co.id/2012/03/catatan-akuntansi.html yang direkam pada 02 Maret 2012. [1 November 2016].
    Husen, Anwar. (2012). Catatan Akuntansi. [Online]. Tersedia: http://anwarhusensaja.blogspot.co.id/2012/02/catatan-akuntansi.html yang direkam pada 22 Februari 2012. [1 November 2016].

  36. 1400877/ Fanioktaviani/ 2014-B/ SIA

    Jurnal
    Jurnal merupakann catatan yang pertama kali dilakukan. Jurnal adalah suatu catatan yang digunakan untuk mencatat transaksi berdasarkan dokumen perusahaan secara kronologis. Untuk setiap ayat jurnal, total debet harus sama dengan total kredit. Dengan demikian, tidak ada ayat jurnal yang hanya debet saja atau kredit saja. Untuk mengisi jurnal perlu pemahaman terkait debet dan kredit, kita kembali ke persamaan dasar akuntansi (aktiva= utang+modal). Debet dan kredit tidak sama dengan “tambah dan kurang”, kana tetapi debet dan kredit itu sepeti “kanna dan kiri”.
    Berdasarkan kesepakatan para akuntan, setiap pertambahan aktiva akan dicatat disisi debet dan setiap pengurangan akan dicatat disisi kredit. Sedangkann setiap pertambahan utang dan modal akan dicatat disebelah kredit dan setiap pengurangan akan dicatat disebelah debet. Selanjunya aturan debet kredit pada akun pendapatan, biaya, setoran dan prive mengacu pada hubungan antara pendapatan, biaya, setoran dan prive dengan modal.
    Pendapatan akan dicatat disisi kredit karena pendapatan menambah modal, biaya akan dicatat di sisi debet karena biaya mengurangi modal, setoran akan dicatat disisi kredit karena setoran ini menambah modal, dan prive akan dicatat disisi debet karena prive ini mengurangi modal.
    Beberapa istilah yang berkaitan dengan jurnal
    1. Kolom rekening diisi dengan nama rekening yang di debet dan yang di kredit.
    2. Kolom ref (referensi) berguna untuk merekam nomor bukti transaksi (nomor dokumen)
    3. Kolom keterangan untuk mencatat uraian mengenai jurnal tersebut.
    Fungsi jurnal umum
    1. Fungsi analisis, maksudnya jurnal memiliki fungsi untuk melakukan penentuan terhadap sebuah akun dan saldonya yang harus di debet dan di kredit.
    2. Fungsi pencatatan, maksudnya jurnal umum berguna untuk melakukan pencatatan segala pengaruh yang ditimbulkan oleh transaksi keuangan yang dilakukan perusahaan sesuai dengan bukti transaksi keuangan yang ada.
    3. Fungsi historis, maksudnya jurnal umum melakukan oencatatn yang dilakukan secara sistematis atau keononlogis berdasarkan urutan terjadinya transaksi.
    4. Fungsi instruktif, maksudnya jurnal umum berfungsi memberikan perintah atau petunjuk dalam proses pemostingan ke buku besar.
    5. Fungsi informatif, jurnal umum berperan dalam memberikan informasi untuk melakukan pencatatan bukti transaksi keuangan yang ada.

    Buku Besar
    Buku Besar adalah suatu catatn akuntansi yang menggambarkan kenaikan atau penurunan aktiva atau utang atau ekuitas yang dibuat secara indiviadual untuk setiap item laporan keuangan. Proses menyalin setiap ayat.
    Bentuk Buku Besar
    Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :
    1. Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dan hanya berbentuk seperti huruf T besar. Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akun diletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.

    2.Bentuk Skontro; Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom. Skontro artinyasebelah menyebelah (dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
    3. Bentuk staffle (berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.

    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hampir sama dengan bentuk kolom saldo tunggal. Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit

    Posting ke buku besar
    Pencatatan ke dalam Buku Besar (Posting)
    Pencatatan saldo awal dari data neraca awal (jika perusahaan sudah berdiri sebelum periode bersangkutan). Rekening yang ada di sisi debet neraca dicatat sebagai saldo debet dan rekening yang di sisi kredit neraca dicatat sebagai saldo kredit. Pencatatan tanggal terjadinya transaksi yang diambilkan dari tanggal transaksi pada jurnal, ke kolom tanggal rekening buku besar yang bersangkutan.
    Pencatatan keterangan yang diambilkan dari keterangan/uraian dari jurnal ke kolom keterangan pada rekening buku besar yang bersangkutan.
    Pencatatan jumlah debet dalam jurnal ke kolom debet rekening yang bersangkutan, dan mencatat jumlah kredit dalam jurnal ke kolom kredit rekening yang bersangkutan.
    Pencatatan nomor halaman jurnal ke kolom referensi (Ref) rekening buku besar yang bersangkutan
    Jika rekening dalam jurnal sudah dibukukan ke dalam rekening buku besar, di kolom referensi jurnal dicatat nomor kode rekening yang bersangkutan.
    Jika digunakan rekening yang berbentuk tiga kolom atau empat kolom, carilah saldonya dengan cara membandingkan antara jumlah saldo dengan pencatatan transaksi tersebut. Pencatatan debet akan menambah saldo debet atau mengurangi saldo kredit, sedangkan pencatatan kredit akan mengurangi saldo debet atau menambah saldo kredit.
    Teknik Pengkodean Buku Besar
    Pengkodean kolom Reff dalam Buku Besar diambilkan dari Buku Jurnal pada saat transaksi dipindahkan ke Buku Besar, atau dengan kata lain bahwa pemberian kode di buku besar dilakukan saat posting dilakukan. Misalnya dalam kolom referensi (Ref) Buku Jurnal ditulis nomor 111 dan 311. Artinya data yang bersangkutan sudah dipindahkan ke dalam buku besar akun nomor 111 dan 311. Dalam buku besar akun yang di debit (Kas) dalam kolom referens ditulis JU-1 artinya data yang bersangkutan diposting dari Jurnal Umum halaman. Demikian pula untuk akun yang di kredit.

    Daftar Pustaka:
    Diana, Anastasia & Setiawati, Lilis. (2011). Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta:Andi.
    tersedia online: http://jurnal-akuntansi.blogspot.co.id/2012/07/buku-besar-akuntansi.html

  37. 1205338/Ihsan Hilmansyah/SIA says:

    Catatan Akuntansi

    A. Jurnal
    Buku Jurnal yaitu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media untuk mencatat transaksi keuangan penerimaan kas berdasarkan dokumen transaksi yang sah, dan menggolongkan transaksi keuangan ke dalam rekening-rekening.
    Menurut Dr. Erhans dan Junaedi Yusuf (2000:76), Jurnal yaitu formulir yang digunakan untuk mencatat dan mengelompokkan transaksi secara kronologis. Transaksi keuangan yang telah dicatat dan digolongkan ke dalam Buku Jurnal, selanjutnya secara periodik diposting ke dalam Buku Besar.
    Adapun prinsip-prinsip yang melandasi perancangan jurnal :
    1. Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang cukup memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
    2. Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
    3. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.
    4. Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jurnal.
    5. Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    6. Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum.
    7. Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

    Jurnal Khusus adalah jurnal yang dapat dikelompokkan sesuai dengan jenis transaksinya. Setiap terjadi transaksi, petugas pembukuan mengidentifikasi jenis transaksi yang terjadi dan mencatatnya ke dalam jurnal khusus. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah
     Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
     Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai)
     Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai)
     Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)
     Jurnal umum. Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak masuk dalam jurnal khusus, misalnya pencatatan depresiasi aset tetap.

    B. Buku Besar
    Buku Besar yaitu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media untuk meringkas catatan transaksi keuangan yang telah digolongkan ke rekening-rekening (akun), memberikan informasi saldo rekening-rekening dimaksud secara akumulatif. Catatan akuntansi berupa kumpulan rekening-rekening dalam Buku Besar selanjutnya secara periodik disusun ke dalam Laporan Keuangan.
    Buku Pembantu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media yang melengkapi (merinci atau menjabarkan) informasi rekening tertentu dalam Buku Besar, dan menjadi alat uji silang terhadap rekening tertentu dimaksud dalam Buku Besar.
    • Karakteristik Buku Besar dan Buku Pembantu

    Buku besar (general ledger) merupakan kumpulan rekening-rekening neraca dan rugi laba yang digunakan untuk menyortir dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal.
    Buku pembantu (subsidiary ledgers) adalah suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar.
    Contoh: beberapa buku pembantu sbb:
    – Buku pembantu piutang
    – Buku pembantu persediaan bahan baku dan penolong
    – Buku pembantu mesin dan alat
    – Buku pembantu utang
    – Buku pembantu biaya overhead pabrik
    – Buku pembantu biaya administrasi dan umum
    – Buku pembantu biaya penjualan

    • Formulir rekening buku besar
    Rekening buku besar umumnya berbentuk T, yang merupakan catatan akuntansi yang dibagi dua secara vertikal, sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit.
    Ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar:
    1. Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)
    2. Rekening biasa (regular ledger)
    3. Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)
    4. Rekening berkolom saldo (balance ledger)
    5. Rekening ganda berkolom saldo (doubel ledger with balance ledger)
    6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)

    1). Rekening dengan Debit dan Kredit Lebar
    Bentuk rekening ini menyediakan kolom “keterangan” pada sebelah debit lebih lebar bila dibandingkan dengan kolom “keterangan” pada sebelah kredit. Hal ini dilakukan karena penjelasan yang bersangkutan dengan transaksi pendebitan lebih banyak bila dibandingkan dengan penjelasan yang bersangkutan dengan traksaksi pengkreditan, dan jika penentuan saldonya perlu dilakukan secara periodik.

    2). Rekening Biasa
    Bentuk rekening ini sangat luas digunakan, rekening ini mempunyai kolom “keterangan” yang sama lebar untuk sebelah debit maupun sebelah kredit. Umumnya rekening buku besar menggunakan bentuk rekening ini. Buku pembantu yang menggunakan bentuk rekening ini adalah buku pembantu piutang dan buku pembantu utang
    3). Rekening Berkolom Saldo di Tengah
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan informasi saldo rekening setiap saat, baik saldo debit maupun saldo kredit dan diperlukan penjelasan yang relatif sama banyaknya baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan, kolom saldo diletakkan ditengah-tengah rekening. Rekening pembantu piutang dan utang umumnya menggunakan bentuk formulir seperti ini.

    4). Rekening Berkolom Saldo
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan penjelasan yang banyak, baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan, dan jika diperlukan informasi saldo berjalan setiap saat (maksudnya selalu di tampilkan jumlah nominal dalam saldo setiap terjadi transaksi). Untuk menunjukkan apakah saldo yang tercantum dalam kolom “saldo” merupakan saldo debit atau saldo kredit, ada dua cara merancang kolom saldo tersebut (a) dengan mencantumkan kolom D/K untuk memberi tanda D untuk saldo debit dan K untuk saldo kredit di muka angka yang tercantum dalam kolom “saldo” dan (b) dengan membuat kolom saldo debit terpisah dari kolom saldo kredit. Rekening piutang, utang dan persediaan umumnya menggunakan bentuk formulir ini.

    Daftar Pustaka
    http://anwarhusensaja.blogspot.co.id/2012/02/catatan-akuntansi.html
    http://anisoerya.blogspot.co.id/2012/12/catatan-akuntansi.html
    http://auaudindin.blogspot.co.id/2012/03/catatan-akuntansi.html
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.co.id/2009/10/buku-besar-buku-pembantu-rekening.html
    Yusuf, Junaedi & Dr. Erhans A. 2000. Akuntansi Berdasarkan Prinsip Akuntansi Indonesia. Jakarta: PT. Ercontara Rajawali
    S. Purnomo, Budi. 2006. Accounting Principles I. Sumedang: Pusat Pelayanan dan Pengembangan Ekonomi (P3E)

  38. 1205338/Ihsan Hilmansyah/SIA says:

    1205338 Ihsan Hilmansyah SIA
    Catatan Akuntansi

    A. Jurnal
    Buku Jurnal yaitu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media untuk mencatat transaksi keuangan penerimaan kas berdasarkan dokumen transaksi yang sah, dan menggolongkan transaksi keuangan ke dalam rekening-rekening.
    Menurut Dr. Erhans dan Junaedi Yusuf (2000:76), Jurnal yaitu formulir yang digunakan untuk mencatat dan mengelompokkan transaksi secara kronologis. Transaksi keuangan yang telah dicatat dan digolongkan ke dalam Buku Jurnal, selanjutnya secara periodik diposting ke dalam Buku Besar.
    Adapun prinsip-prinsip yang melandasi perancangan jurnal :
    1. Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang cukup memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
    2. Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
    3. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.
    4. Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jurnal.
    5. Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    6. Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum.
    7. Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

    Jurnal Khusus adalah jurnal yang dapat dikelompokkan sesuai dengan jenis transaksinya. Setiap terjadi transaksi, petugas pembukuan mengidentifikasi jenis transaksi yang terjadi dan mencatatnya ke dalam jurnal khusus. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah
     Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
     Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai)
     Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai)
     Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)
     Jurnal umum. Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak masuk dalam jurnal khusus, misalnya pencatatan depresiasi aset tetap.

    B. Buku Besar
    Buku Besar yaitu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media untuk meringkas catatan transaksi keuangan yang telah digolongkan ke rekening-rekening (akun), memberikan informasi saldo rekening-rekening dimaksud secara akumulatif. Catatan akuntansi berupa kumpulan rekening-rekening dalam Buku Besar selanjutnya secara periodik disusun ke dalam Laporan Keuangan.
    Buku Pembantu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media yang melengkapi (merinci atau menjabarkan) informasi rekening tertentu dalam Buku Besar, dan menjadi alat uji silang terhadap rekening tertentu dimaksud dalam Buku Besar.
    • Karakteristik Buku Besar dan Buku Pembantu

    Buku besar (general ledger) merupakan kumpulan rekening-rekening neraca dan rugi laba yang digunakan untuk menyortir dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal.
    Buku pembantu (subsidiary ledgers) adalah suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar.
    Contoh: beberapa buku pembantu sbb:
    – Buku pembantu piutang
    – Buku pembantu persediaan bahan baku dan penolong
    – Buku pembantu mesin dan alat
    – Buku pembantu utang
    – Buku pembantu biaya overhead pabrik
    – Buku pembantu biaya administrasi dan umum
    – Buku pembantu biaya penjualan

    • Formulir rekening buku besar
    Rekening buku besar umumnya berbentuk T, yang merupakan catatan akuntansi yang dibagi dua secara vertikal, sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit.
    Ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar:
    1. Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)
    2. Rekening biasa (regular ledger)
    3. Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)
    4. Rekening berkolom saldo (balance ledger)
    5. Rekening ganda berkolom saldo (doubel ledger with balance ledger)
    6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)

    1). Rekening dengan Debit dan Kredit Lebar
    Bentuk rekening ini menyediakan kolom “keterangan” pada sebelah debit lebih lebar bila dibandingkan dengan kolom “keterangan” pada sebelah kredit. Hal ini dilakukan karena penjelasan yang bersangkutan dengan transaksi pendebitan lebih banyak bila dibandingkan dengan penjelasan yang bersangkutan dengan traksaksi pengkreditan, dan jika penentuan saldonya perlu dilakukan secara periodik.

    2). Rekening Biasa
    Bentuk rekening ini sangat luas digunakan, rekening ini mempunyai kolom “keterangan” yang sama lebar untuk sebelah debit maupun sebelah kredit. Umumnya rekening buku besar menggunakan bentuk rekening ini. Buku pembantu yang menggunakan bentuk rekening ini adalah buku pembantu piutang dan buku pembantu utang
    3). Rekening Berkolom Saldo di Tengah
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan informasi saldo rekening setiap saat, baik saldo debit maupun saldo kredit dan diperlukan penjelasan yang relatif sama banyaknya baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan, kolom saldo diletakkan ditengah-tengah rekening. Rekening pembantu piutang dan utang umumnya menggunakan bentuk formulir seperti ini.

    4). Rekening Berkolom Saldo
    Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan penjelasan yang banyak, baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan, dan jika diperlukan informasi saldo berjalan setiap saat (maksudnya selalu di tampilkan jumlah nominal dalam saldo setiap terjadi transaksi). Untuk menunjukkan apakah saldo yang tercantum dalam kolom “saldo” merupakan saldo debit atau saldo kredit, ada dua cara merancang kolom saldo tersebut (a) dengan mencantumkan kolom D/K untuk memberi tanda D untuk saldo debit dan K untuk saldo kredit di muka angka yang tercantum dalam kolom “saldo” dan (b) dengan membuat kolom saldo debit terpisah dari kolom saldo kredit. Rekening piutang, utang dan persediaan umumnya menggunakan bentuk formulir ini.

    Daftar Pustaka
    http://anwarhusensaja.blogspot.co.id/2012/02/catatan-akuntansi.html
    http://anisoerya.blogspot.co.id/2012/12/catatan-akuntansi.html
    http://auaudindin.blogspot.co.id/2012/03/catatan-akuntansi.html
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.co.id/2009/10/buku-besar-buku-pembantu-rekening.html
    Yusuf, Junaedi & Dr. Erhans A. 2000. Akuntansi Berdasarkan Prinsip Akuntansi Indonesia. Jakarta: PT. Ercontara Rajawali
    S. Purnomo, Budi. 2006. Accounting Principles I. Sumedang: Pusat Pelayanan dan Pengembangan Ekonomi (P3E)

  39. Nadila says:

    1400461/Nadila Dewi Utami/Pend.Akuntansi B 2014/SIA

    Catatan Akuntansi
    1. Jurnal Umum
    Buku jurnal merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media untuk : (a) mencatat transaksi keuangan kas berdasarkandokumen transaksi yang sah, (b) menggolongkan transaksi keuangan yang telah dicatat dan digolongkan ke dalam Buku Jurnal, selanjutnya diposting kedalam buku besar.
    Macam-Macam Jurnal :
    a. Jurnal Penjualan
    b. Jurnal Pembelian
    c. Jurnal Penerimaan Kas
    d. Jurnal Pengeluaran Kas
    e. Jurnal Umum

    Fungsi jurnal umum yaitu :
    a. fungsi pencatatan = semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat.
    b. fungsi historis = transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai dengan urutan waktu (kronologis)
    c. fungsi analisis = setiap transaksi yg dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisis dari bukti-bukti transaksi hingga jelas letak debit/kredit perkiraan beserta jumlahnya
    d. fungsi instruktif = pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting atau memindahkan debit/kredit ke dalam buku besar
    e. fungsi eriodic ve = jurnal dapat memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi

    Cara Pengisian ke Dalam Jurnal
    proses pemindahan dari transaksi ke dalam jurnal disebut ” penjurnalan “. agar dapat memahami secara jelas bagaimana mencatat transaksi ke dalam jurnal.
    berikut ini diberikan cara-cara pengisian ke dalam jurnal umum :
    a. Mencatat Tanggal
    b. Mendebit Perkiraan
    c. Mengkredit Perkiraan
    d. Lajur Referensi
    e. Halaman Jurnal
    f. Memindahkan Jumlah Jurnal

    Setelah itu jumlahkan lajur debit dan kredit (jumlahnya harus sama). Beri tanda sudah dicek dalam lajur referensi.

    2. Buku Besar
    Buku besar merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media untuk : (a) meringkas catatan transaksi keuangan yang telah digolongkan ke rekening-rekening (akun), (b) memberikan informasi saldo rekening-rekening dimaksud secara akumulatif .
    Catatan Akuntansi berupa kumpulan rekening-rekening dalam Buku Besar selanjutnya secara eriodic disusun kedalam Laporan Keuangan .
    Buku Pembantu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media yang (a) melengkapi (merinci atau menjabarkan ) informasi rekening tertentu dalam buku besar, (b)menjadi alat uji silang terhadap rekening tertentu dimaksud ke dalam buku besar.
    Bentuk Buku Besar yang biasa di pergunakan oleh perusahaan dapat dibedakan menjadi dua bentuk :
    a. bentuk skontro = bentuk buku besar sebelah menyebelah atau disebut dua kolom.
    b. bentuk stafel =buku besar berbentuk halaman atau disebut juga nuku besar empat kolom. bentuk ini terdiri dari sisa debit dan sisa kredit.
    Setelah pencatatan ke dalam jurnal selesai, tahap selanjutnya memindahkan catatan yang terdapat dalam jurnal ke buku besar atau disebut posting.

    Fungsi Buku Besar :
    a. mengumpulkan data transaksi
    b. mengklasifikasikan dan mengkoedekan data transaksi dan akun
    c. memvalidasi transaksi yang terkumpul
    d. meng-update kan akun buku besar umum dan file transaksi
    e. mencatatkan penyesuaian terhadap akun
    f. mempersiapkan laporan keuangan

    DAFTAR PUSTAKA
    Tim(2015). Pengertian Fungsi Macam Macam Buku Besar Jurnal Umum dan Neraca Saldo
    http://www.ilmuekonomi.net/2015/11/Pengertian-Fungsi-Macam-Macam-Contoh-Buku-Besar-Jurnal-Umum-dan-Neraca-Saldo.html
    Joah, Imania(2013). Jurnal Buku Besar
    Soerya, Ani(2012). Catatan Akuntansi

  40. Elma Liawati says:

    1404313/Elma Liawati/Pendidikan Akuntansi 2014 B /SIA

    A. JURNAL
    Jurnal adalah catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan meringkas data keuangan dan data lainnya.
    Dalam jurnal ini data keuangan untuk pertama kalinya diklasifikasikan menurut penggolongan yang sesuai dengan informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Dalam jurnal ini pula terdapat kegiatan peringkasan data, yang hasil peringkasannya (berupa jumlah rupiah transaksi tertentu) kemudian di-posting ke rekening yang bersangkutan dalam buku besar.

    Jenis Jurnal
    Dibawah ini merupakan jenis-jenis jurnal pada umumnya, yaitu:
    1. Jurnal Penjualan: Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi penjualan kredit. Dari jurnal penjualan ini, manajemen akan dapat memperoleh informasi mengenai semua jenis transaksi penjualan selama periode tertentu dan urut secara kronologis.
    2. Jurnal Pembelian: Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian kredit. Sedangkan transaksi pembelian tunai dicatat dalam jurnal pengeluaran kas.
    3. Jurnal Penerimaan Kas: Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Sumber pokok penerimaan kas perusahaan umumnya dari penjualan tunai dan penerimaan piutang.
    4. Jurnal Pengeluaran Kas: Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas.
    5. Jurnal Umum: Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi selain yang dicatat dalam semua jurnal diatas. Pada umumnya, jurnal umum berbentuk jurnal dua kolom, yaitu kolom debit dan kolom kredit.

    B. BUKU BESAR
    Buku besar (general ledger) adalah kumpulan rekening-rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal.
    Rekening-rekening dalam buku besar ini disediakan sesuai dengan unsur-unsur informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Rekening buku besar ini di satu pihak dapat dipandang pula sebagai sumber informasi keuangan untuk penyajian laporan keuangan.

    Proses pemindahan data ke dalam buku besar disebut dengan pembukuan (posting). Dalam sistem manual, kegiatan posting memerlukan 4 tahap, yaitu:
    1. Pembuatan rekapitulasi jurnal.
    2. Penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi.
    3. Pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan.
    4. Pengembalian rekening ke dalam arsip pada urutannya semula.

    Variasi Bentuk Buku Besar
    Ada berbagai variasi bentuk formulir buku rekening buku besar, diantaranya:
    1. Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)
    2. Rekening biasa (regular ledger)
    3. Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)
    4. Rekening berkolom saldo (balance ledger)
    5. Rekening ganda berkolom saldo (double ledger with balance ledger)
    6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)

    Kode Rekening
    Kode adalah suatu rerangka yang menggunakan angka atau huruf atau kombinasi angka dan huruf untuk memberi tanda terhadap klasifikasi yang sebelumnya telah dibuat. Kode ini memudahkan identifikasi dan pembedaan elemen-elemen yang ada di dalam suatu klasifikasi.
    Pengolahan data akuntansi sangat tergantung pada penggunaan kode untuk mencatat, mengklasifikasikan, menyimpan, dan mengambil data keungan. Dalam mencatat pembelian transaksi bahan baku misalnya, perusahaan umumnya tidak hanya menggunakan nama-nama rekening Persediaan dan Utang Dagang, namun mencantumkan pula kode rekening (112 persediaan Bahan Baku dan 211 Utang Dagang) untuk memudahkan pencatatan, pengklasifikasian, penyimpanan, dan pengambilan data akuntansi. Penggunaan kode rekening akan mempercepat pencarian rekening yang akan diisi dengan informasi dalam proses posting.

    Tujuan Kode
    Dalam sistem pengolahan data akuntansi, kode memenuhi berbagai tujuan, diantaranya:
    1. Mengidentifikasi data akuntansi secara unik.
    2. Meringkas data.
    3. Mengklasifikasi rekening atau transaksi.
    4. Menyampaikan makna tertentu.

    Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Merancang Kode Rekening
    Dalam merancang rerangka kode rekening, berbagai pertimbangan berikut ini perlu diperhitungkan, yaitu:
    1. Rerangka kode harus secara logis memenuhi kebutuhan pemakai dan metode pengolahan data yang digunakan.
    2. Setiap kode harus mewakili secara unik unsur yang diberi kode.
    3. Desain kode harus mudah disesuaikan dengan tuntutan perubahan.

    Sumber:
    Mulyadi. Sistem Akuntansi. Cetakan Kelima. Jakarta: Salemba Empat, 2010.

  41. Elma Liawati says:

    1404313/Elma Liawati/Pendidikan Akuntansi 2014 B /SIA

    A. JURNAL
    Jurnal adalah catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan meringkas data keuangan dan data lainnya.
    Dalam jurnal ini data keuangan untuk pertama kalinya diklasifikasikan menurut penggolongan yang sesuai dengan informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Dalam jurnal ini pula terdapat kegiatan peringkasan data, yang hasil peringkasannya (berupa jumlah rupiah transaksi tertentu) kemudian di-posting ke rekening yang bersangkutan dalam buku besar.

    Jenis Jurnal
    Dibawah ini merupakan jenis-jenis jurnal pada umumnya, yaitu:
    1. Jurnal Penjualan: Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi penjualan kredit. Dari jurnal penjualan ini, manajemen akan dapat memperoleh informasi mengenai semua jenis transaksi penjualan selama periode tertentu dan urut secara kronologis.
    2. Jurnal Pembelian: Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian kredit. Sedangkan transaksi pembelian tunai dicatat dalam jurnal pengeluaran kas.
    3. Jurnal Penerimaan Kas: Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Sumber pokok penerimaan kas perusahaan umumnya dari penjualan tunai dan penerimaan piutang.
    4. Jurnal Pengeluaran Kas: Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas.
    5. Jurnal Umum: Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi selain yang dicatat dalam semua jurnal diatas. Pada umumnya, jurnal umum berbentuk jurnal dua kolom, yaitu kolom debit dan kolom kredit.

    B. BUKU BESAR
    Buku besar (general ledger) adalah kumpulan rekening-rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal.
    Rekening-rekening dalam buku besar ini disediakan sesuai dengan unsur-unsur informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Rekening buku besar ini di satu pihak dapat dipandang pula sebagai sumber informasi keuangan untuk penyajian laporan keungan.

    Proses pemindahan data ke dalam buku besar disebut dengan pembukuan (posting). Dalam sistem manual, kegiatan posting memerlukan 4 tahap, yaitu:
    1. Pembuatan rekapitulasi jurnal.
    2. Penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi.
    3. Pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan.
    4. Pengembalian rekening ke dalam arsip pada urutannya semula.

    Variasi Bentuk Buku Besar
    Ada berbagai variasi bentuk formulir buku rekening buku besar, diantaranya:
    1. Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)
    2. Rekening biasa (regular ledger)
    3. Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)
    4. Rekening berkolom saldo (balance ledger)
    5. Rekening ganda berkolom saldo (double ledger with balance ledger)
    6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)

    Kode Rekening
    Kode adalah suatu rerangka yang menggunakan angka atau huruf atau kombinasi angka dan huruf untuk memberi tanda terhadap klasifikasi yang sebelumnya telah dibuat. Kode ini memudahkan identifikasi dan pembedaan elemen-elemen yang ada di dalam suatu klasifikasi.
    Pengolahan data akuntansi sangat tergantung pada penggunaan kode untuk mencatat, mengklasifikasikan, menyimpan, dan mengambil data keuangan. Dalam mencatat pembelian transaksi bahan baku misalnya, perusahaan umumnya tidak hanya menggunakan nama-nama rekening Persediaan dan Utang Dagang, namun mencantumkan pula kode rekening (112 persediaan Bahan Baku dan 211 Utang Dagang) untuk memudahkan pencatatan, pengklasifikasian, penyimpanan, dan pengambilan data akuntansi. Penggunaan kode rekening akan mempercepat pencarian rekening yang akan diisi dengan informasi dalam proses posting.

    Tujuan Kode
    Dalam sistem pengolahan data akuntansi, kode memenuhi berbagai tujuan, diantaranya:
    1. Mengidentifikasi data akuntansi secara unik.
    2. Meringkas data.
    3. Mengklasifikasi rekening atau transaksi.
    4. Menyampaikan makna tertentu.

    Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Merancang Kode Rekening
    Dalam merancang rerangka kode rekening, berbagai pertimbangan berikut ini perlu diperhitungkan, yaitu:
    1. Rerangka kode harus secara logis memenuhi kebutuhan pemakai dan metode pengolahan data yang digunakan.
    2. Setiap kode harus mewakili secara unik unsur yang diberi kode.
    3. Desain kode harus mudah disesuaikan dengan tuntutan perubahan.

    Sumber:
    Mulyadi. Sistem Akuntansi. Cetakan Kelima. Jakarta: Salemba Empat, 2010.

  42. Zubaidah Humairoh says:

    LINGKUP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Sistem informasi berbasis komputer adalah suatu kesatuan yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mengubah data menjadi informasi.
    Macam-macam Sistem Informasi:
    1. Sistem Pengelolaan Data Elektronik (PDE)
    2. Sistem Pemrosesan Data (PD)
    3. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
    4. Sistem Penunjang Keputusan (SPK)
    5. Sistem Pakar (SP)
    6. Sistem Informasi Eksklusif (SIE)
    7. Sistem Informasi Akuntansi
    Jadi kesimpulannya Sistem Informasi Akuntansi adalah satu kesatuan sumber-sumber daya, seperti layaknya manusia dan peralatan. Yang dirancang untuk mengubah keuangan dan sumber daya lainnya menjadi informasi, dan SIA juga dapat dilaksanakan secara manual maupun komputerisasi.
    ALASAN MENGAPA MEMPELAJARI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

    Kebanyakan mahasiswa beranggapan bahwa materi yang dipelajari di dalam sistem informasi akuntansi sama sekali tidak berhubungan dengan “Ilmu Akuntansi” dalam arti tidak berhubungan dengan persoalan debit, kredit, dan berbagai aturan akuntansi lainnya seperti standar akuntansi. Bahkan mereka merasa bahwa SIA juga tidak terkait dengan karir mereka setelah menjadi seorang akuntan. Oleh sebab itu ada beberapa alasan mengapa diperlukannya mempelajari sistem informasi akuntansi seperti dikutip dalam buku “Sistem Informasi Akuntansi, Edisi tiga” (Krismiaji) :
    1. Sistem Informasi Akuntansi merupakan bagian fundamental dalam pendidikan akuntansi. Seorang akuntan dituntut untuk memiliki pengetahuan yang solid tentang tiga konsep, yaitu : (a) penggunaan informasi dalam proses pembuatan keputusan ; (b) sifat, perancangan, penggunaan, implementasi sebuah sistem informasi akuntansi ; dan (c) pelaporan informasi keuangan.
    2. Keterampilan (skill) dalam bidang sistem informasi akuntansi penting dalam mendukung keberhasilan karir. Umumnya seorang akuntan bekerja sebagai akuntan manajemen, akuntan pemerintah, akuntan perpajakan, akuntan publik, auditor internal, dan konsultan manajemen. Dan akhir-akhir ini peluang para akuntan yang memiliki keahlian di bidang sistem informasi akuntansi sangat baik.
    3. Sistem Informasi Akuntansi merupakan komponen kunci dalam proses pembuatan keputusan. Mempelajari sistem informasi akuntansi akan membantu seseorang dalam memahami peran penting yang dimainkan oleh sistem informasi akuntansi dalam proses pembuatan keputusan.
    4. Sistem Informasi Akuntansi mampu memenuhi kebutuhan informasi.Pada dasarnya organisasi bisnis amat kompleks, dari kegiatan yang mencakup perekayasaan dan pengembangan produk baru, sampai dengan kegiatan mencatat berbagai macam transaksi akuntansi.
    5. Revolusi teknologi informasi akan merembes ke segala aspek kehidupan termasuk sistem informasi akuntansi sebuah organisasi. Banyak orang yang mengatakan bahwa sistem informasi akuntansi tidak lebih dari mata kuliah yang mebahas tentang komputer, sebenarnya sistem informasi akuntansi membahas tentang pengumpulan data, pengolahan data, penyimpanan data, dan pemberian informasi untuk pembuatan keputusan.
    Jadi kesimpulannya memang benar bahwa sangat penting mahasiswa mempelajari sistem akuntansi untuk menunjang karir sebagai akuntan yang profesional.

    Daftar Pustaka :
    Krismiaji (2010) “Sistem Informasi Akuntansi” Yogjakarta.

  43. Alya Nurizki says:

    1404218/Alya Nurizki/P. Akuntansi 2014-B/SIA

    CATATAN AKUNTANSI
    Jurnal
    Jurnal Akuntansi adalah suatu media yang berfungsi untuk menampung seluruh transaksi yang akan dicatat dan dialokasikan sebelah debet maupun kredit sebelum dipindahkan atau diposting kedalam Buku Besar (Ledger) maupun buku Pembantu (Subsidiary Ledger). Dalam perusahaan kita perlu mencatat setiap transaksi transaksi yang berhubungan dengan keuangan. Akuntansi keuangan mencatatnya dalam sebuah jurnal agar setiap pengeluaran tercatat secara rapi.
    Macam-macam Jurnal:
    1. Jurnal Umum
    2. Jurnal khusus, terdiri atas :
    a. Jurnal Penjualan ( Sales Journal)
    b. Jurnal Pembelian ( purchases Journal)
    c. Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payment Journal)
    d. Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal)
    3. Jurnal Penyesuaian
    4. Jurnal Penutup (Closing Entries)
    5. Jurnal Pembalik ( Reversing Entries)

    jurnal mempunyai fungsi sebagai berikut :
    1. Fungsi Historis artinya pencatatan setiap bukti transaksi dilakukan secara urut
    berdasarkan tanggal terjadi transaksi.
    2. . Fungsi mencatat artinya semua transaksi harus dicatat dalam buku jurnal.
    3. Fungsi analis artinya pencatatandalam jurnal merupakanhasil analis transaksi b
    berupa pendebitan dan pengkreditan akun-akun yang terpengaruh berikut jumlahnya.

    Buku Besar (ledger)
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal.Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhir dalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.Buku besar terdiri dari 2 jenis, yaitu buku besar umum yang menampung semua akun; dan buku besar pembantu, yang menampung akun utang dan piutang.

    Penggolongan dan pengkodean akun/ rekening
    Dalam akuntansi,akun dibagi menjadi 2, yaitu:
    1. Akun riil,meliputi aktiva, kewajiban, dan modal. Dalam laporan keuangan, akun riil dimasukan kedalam bagian neraca
    2. Akun nominal, meliputi pendapatan dan beban. Dalam laporan keuangan kelompok akun ini dimasukan kedalam ikhtisar laba rugi
    Kode akun adalah suatu penamaan/penomoran yang dipergunakan untuk mengklasifikasikan pos atau rekening. Setiap jenis pos dalam satu sitem akuntansi harus memiliki kode atau nomor yang dapat dikelompokkan . Dalam suatu sistem akuntansi perusahaan pemberian kode akun sangat tergantung pada keanekaragaman transaksi dan jumlah transaksi yang terjadi. Semakin banyak dan kompleksnya transaksi yang terjadi menyebabkan semakin banyak pula kode akun yang akan digunakan.Kode akun itu dicantumkan untuk memudahkan proses pencatatan, pencarian dan penyimpanan serta pembebaban yang dituju pada setiap akun.
    Bentuk Pengkodean Akun
    1. Kode Numerial
    Kode numerial adalah pemberian kode dengan menggunakan angka pada akun-akun tersebut yang dimulai dari angka 0 sampai dengan 9. Dalam sistem kode numerial dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
    a. Kode B
    Dalam kode blok tiap kelompok akun diberi kode secara berurutan dari nomor kode terkecil sampai nomor kode terbesar
    Contoh : Kelompok Kode Harta 100 – 199
    Utang 200 – 299
    Modal 300 – 399
    Pendapatan 400 – 499
    Beban 500 – 599
    b. Kode Kelompok
    Akun-akun diberi kode tersendiri yang terdiri dari kelompok aktiva, utang, modal, pendapatan dan modal dan setiap kelompok dibagi menjadi golongan dan tiap golongan dibagi menjadi jenis akun.
    Contoh : Nomor akun 111 kas
    Nomor kode Arti
    1 1 1
    Angka pertama : Kelompok akun (aktiva)
    Angka kedua : jenis akun (aktiva lancar)
    Angka ketiga : Nama Akun (kas)

    2. Kode decimal
    Kode desimal adalah cara pemberian kode menggunakan angka, masing-masing angka menunjukkan kelompok, golongan dan jenis akun. Dalam sistem ini kelompok akun sudah ditentuksn dalam rubrik-rubrik, kemudian rubrik-rubrik tersebut dijabarkan ke dalam golongan dan jenis akun/perkiraan.
    Contoh : Rubrik 5 Akun Beban
    5.1 Beban usaha
    5.1.1 Beban gaji bagian kantor
    5.1.2 Beban gaji bagian toko

    3. Kode Mnemonic
    Kode mnemonic adalaah pemberian kode dengan menggunakan huruf yang berdasarkan huruf awal akun.
    Contoh: A = Aktiva
    AL = Aktiva Lancar
    AL-K = Aktiva Lancar Kas
    4. Kode kombinasi huruf dan angka
    Kode kombinasi huruf dan angka yaitu pemberian kode dimana untuk kelompok dan golongan menggunakan huruf dan untuk jenis akun menggunakan angka.
    Contoh: Aktiva Lancar Kas = AL-01

    Sumber dan referensi
    Haris, Nde Onya.” Macam-Macam Jurnal dalam Akuntansi “. [Online]. Tersedia: http://basicakuntansi.blogspot.co.id/p/blog-page_20.html

    Brahman, Gito. “BUKU BESAR”. [Online]. Tersedia : https://milamashuri.wordpress.com/buku-besar/

    Sagala, Wira.(2014).” PENGKODEAN AKUN “. [Online}. Tersedia :http://sagalawira92.blogspot.co.id/2014/07/pengkodean-akun.html

  44. Rofingah Dewi Kuswanti says:

    NIM: 1405653
    Nama: Rofingah Dewi Kuswanti
    Kelas: Pendidikan Akuntansi B 2014

    CATATAN AKUNTANSI

    Catatan Akuntansi terdiri dari: 1. Buku Jurnal yaitu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media untuk (1) mencatat transaksi keuangan penerimaan kas berdasarkan dokumen transaksi yang sah, dan (2) menggolongkan transaksi keuangan ke dalam rekening-rekening (akun). Catatan akuntansi berupa kumpulan rekening-rekening dalam Buku Besar selanjutnya secara periodik disusun ke dalam Laporan Keuangan. Buku Pembantu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media yang (1) melengkapi (merinci atau menjabarkan) informasi rekening tertentu dalam Buku Besar, dan (2) menjadi alat uji silang terhadap rekening tertentu dimaksud dalam Buku Besar.
    Menurut Mulyadi (2008: 218) catatan akuntansi yang digunakan adalah :
    1. Jurnal Penjualan
    Jurnal penjualan digunakan untuk mencatat transaksi penjualan baik penjualan tunai maupun kredit.
    2. Kartu Piutang
    Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi mutasi piutang perusahaan kepada tiap debiturnya.
    3. Kartu Persediaan
    Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi setiap jenis persediaan.
    4. Kartu Gudang
    Catatan akuntansi ini diselenggarakan oleh fungsi gudang untuk mencatat mutasi dan persediaan fisik barang yang ada di gudang.
    5. Jurnal Umum
    Jurnal ini digunakan untuk mencatat harga pokok produk yang dijual selama periode tertentu.

    1. JURNAL
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing.
    Menurut Dr. Erhans dan Junaedi Yusuf (2000:76) “Jurnal yaitu formulir yang digunakan untuk mencatat dan mengelompokkan transaksi secara kronologis”. Adapun proses pencatatan dapat digambarkan sebagai berikut:
    Transaksi yang terjadi -> Surat bukti pembukuan -> Jurnal -> Perkiraan -> Neraca saldo
    Fungsi jurnal meliputi :
    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

    Jurnal sangat penting dalam suatu sistem akuntansi karena adanya beberapa karakteristik berikut,
    a. Jurnal merupakan pencatatan akuntansi permanen pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.
    b. Pencatatan dalam jurnal biasanya lengkap dan terinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi.
    c. Jurnal harus dirancang sedemikian rupa karena jurnal merupakan catatan akuntansi yang pertama, sehingga tidak boleh terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat.
    d. Catatan yang dilakukan di dalam jurnal biasanya lengkap dengan penfjelasan, tanggal, dan informasi lain, karena akan digunakan untuk mengusut kembali ke dokumen sumbernya (formulir).
    Jika transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum sudah cukup memadai. Namun, jika transaksi sudah mulai banyak, maka dibutuhkan tambahan yang biasa disebut jurnal khusus, yang mana diperlukan karena:
    • Untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensinya terjadinya tinggi.
    • Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan ke dalam buku besar dan untuk menggolongkan transaksi yang dicatat.
    • Untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan oleh beberapa orang.
    • Untuk menciptakan pengawasan intern.
    Adapun prinsip-prinsip yang melandasi perancangan jurnal :
    1. Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang cukup memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
    2. Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
    3. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.
    4. Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jurnal.
    5. Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    6. Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum.
    7. Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

    2. BUKU BESAR
    Menurut Gito Brahmana, Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhir dalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikan yang berasal dari jurnal.
    Dalam akuntansi, bagan akun standar adalah daftar nomor akun yang terdiri dari buku besar perusahaan. Bagan rekening perusahaan pada dasarnya merupakan sistem pengarsipan untuk mengelompokkan semua account sebuah perusahaan dan mengelompokkan semua transaksi sesuai dengan account mereka mempengaruhi. Bagan rekening daftar kategori mungkin termasuk aktiva, kewajiban, ekuitas pemilik, pendapatan, harga pokok penjualan, biaya operasi, dan akun lain yang relevan.
    Sebuah bagan akun standar diatur sesuai dengan sistem numerik. Setiap kategori utama akan dimulai dengan nomor tertentu, dan kemudian di sub-kategori dalam kategori besar semua akan dimulai dengan nomor yang sama. Sebagai contoh, jika aktiva tersebut diklasifikasikan dengan nomor yang dimulai dengan 1 digit, maka rekening kas mungkin diberi label 101, piutang mungkin diberi label 102, persediaan mungkin diberi label 103, dan seterusnya. Dan jika account kewajiban diklasifikasikan berdasarkan nomor yang dimulai dengan 2 digit, maka hutang akan diberi label 201, utang jangka pendek mungkin akan diberi label 202, dan seterusnya.
    Tergantung pada ukuran perusahaan, bagan rekening mungkin termasuk rekening beberapa lusin atau mungkin meliputi beberapa ribu rekening. Tergantung pada kecanggihan dari perusahaan, bagan akun dapat kertas-based atau berbasis komputer. Bagan akun berguna untuk menganalisis transaksi masa lalu dan menggunakan data historis untuk memperkirakan tren masa depan.

    Sumber:
    http://www.kompasiana.com/klinikakuntansi/catatan-akuntansi_54f75f73a333112d358b4634
    http://anisoerya.blogspot.co.id/2012/12/catatan-akuntansi.html
    http://auaudindin.blogspot.co.id/2012/03/catatan-akuntansi.html
    Yusuf, Junaedi & Dr. Erhans A. 2000. Akuntansi Berdasarkan Prinsip Akuntansi Indonesia. Jakarta: PT. Ercontara Rajawali
    S. Purnomo, Budi. 2006. Accounting Principles I. Sumedang: Pusat Pelayanan dan Pengembangan Ekonomi (P3E)
    http://milamashuri.wordpress.com/buku-besar/

  45. SEPTIYANI (1401521) says:

    Nim : 1401521
    Nama : Septiyani
    Matkul : Sia (Sistem Informasi Akuntansi)
    Prodi : Pendidikan Akuntansi
    1. JURNAL
    Jurnal merupakan suatu catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk mencatat, mengklasifikasi, meringkas data keuangan dan data lainnya. Contoh jurnal adalah penerimaan kas, jurnal pembelian, jurnal penjualan dan jurnal umum.
    1. Jurnal merupakan pencatatan yang pertama untuk mencatat keuangan perusahan.
    2. Jurnal dalam pencatatanya harus lengkap dan terperinci menurut kejadian transaksi.
    3. Jurnal merupakan catatan akuntansi yang mengharuskan mencatat transaksi-transaksi.
    4. Jurnal biasanya lengkap dengan penjelasan,tanggal dan informasi lain karena akan digunakan untuk mengusut kembali ke dokument sumbernya/formulir.
    A. Prinsip dasar perencanaan jurnal
    1. Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi kedalam golongan pokok tertentu , seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjulan dan pembelian.
    2. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terperinci harus digunakan kolom-kolom khusus pencatatan jurnal memungkinkan memposting jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.
    3. Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar yang akan menerima jumalk yang akan di bukukan dari jurnal.
    4. Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga menyalin informasi dari dokument sumbernya dibuat dan ditetapkan hubungan dokument sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggung jawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.
    B. Fungsi jurnal
    Fungsi dari jurnal itu sangat bermanfaat dan menbantu di antaranya
    1. Fungsi pencatatan , artinya semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokument yang ada harus dicatat seluruhnya,
    2. Fungsi historis artinya transaksi dicatat sesuai kejadian waktunya.
    3. Fungsi analisis artinya setiap transaksi yang dicatat dalam juranal harus merupakan analisis dari bukti bukti transaksi.
    4. Fungsi instruktif artinya pencatatan dala jurnal merupakan instruksi atau perintah untukmelakukan posting debet/kredit ke dalam buku besar.
    5. Fungsi informatif artinya jurnal dapat memberikan informasi transaksi yang terjadi.
    C. Macam-macam jurnal
    1. Jurnal penjualan
    2. Jurnal pembelian
    3. Jurnal penerimaan kas
    4. Jurnal pengeluaran kas
    5. Jurnal umum

    2. BUKU BESAR
    Buku besar adalah buku yang memuat kumpulan perkiraan-perkiraan yang saling berhubungan serta mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva, kewajiban dan modal perusahaan. Banyaknya perkiraan buku besar yang dibutuhkan oleh perusahaan berbeda-beda, tergantung kepada keuangan dan kekayaan perusahaan, volume transaksi, serta informasi yang diinginkan
    A. Buku Besar Umum (General Ledger): Buku Besar Umum sering disebut juga buku besar induk, yaitu semua perkiraan yang ada dalam suatu periode tertentu seperti kas, piutang usaha, persediaan utang usaha dan modal. Perkiraan-perkiraan ini saling berdiri sendiri dan berfungsi mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva, kewajiban dan modal perusahaan. Sistem Buku Besar Umum menampilkan proses transaksi untuk Buku Besar Umum dan Siklus Pelaporan Keuangan.
     Tujuan Buku Besar Umum (General Ledger):
    1. Mencatat semua transaksi akuntansi secara akurat dan benar.
    2. Memposting transaksi-transaksi ke akun yang tepat.
    3. Menjaga keseimbangan debet dan kredit pada akun.
    4. Mengakomodasi entry jurnal penyesuaian yang dibutuhkan.
    5. Menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya dan tepat waktu untuk setiap periode akuntansi
     Fungsi Buku Besar Umum (General Ledger):
    1. Mengumpulkan data transaksi
    2. Mengklasifikasikan dan mengkodekan data transaksi dan akun
    3. Memvalidasi transaksi yang terkumpul
    4. Meng-update-kan Akun Buku Besar Umum dan File Transaksi
    5. Mencatatkan penyesuaian terhadap Akun
    6. Mempersiapkan Laporan Keuangan
    B. Buku Besar Pembantu,yaitu sekelompok rekening yang khusus mencatat perincian piutang usaha dan utang usaha yang berfungsi member informasi yang lebih mendetail. Pada umumnya, Pembuatan Buku Pembantu adalah untuk pengendalian akuntansi yang banyak elemennya, seperti Hutang, Piutang, dan Persediaan.
    – Buku Besar Pembantu Piutang Usaha sering disebut juga buku piutang yang disediakan khusus untuk merinci langganan kredit, kepada siapa sajakah perusahaan melakukan transaksi penjualan kredit, dimanakah alamatnya dan berapakah jumlahnya.
    – Buku Besar Pembantu Utang sering disebut juga buku utang. Buku ini disediakan khusus untuk mencatat masing-masing pemasok secara terperinci yang banyaknya ditentukan oleh banyaknya pemasok yang memberikan pinjaman kredit, baik berupa barang dagangan maupun aktiva lainnya.
     Pengunaan buku besar pembantu mempunyai beberapa kelebihan sebagai berikut:
    1. Memudahkan penyusunan laporan keuangan, karena buku besar umum terdiri dari akun-akun yang jumlahnya lebih sedikit. Hal ini juga akan mengurangi kesalahan-kesalahan dalam buku besar umum.
    2. Ketelitian dalam pembukuan dapat diuji dengan membanding-kan saldo dalam akun buku besar umum dengan jumlah saldo-saldo dalam buku pembantu.
    3. Dapat diadakan pembagian tugas dalam pengrjaan akuntansi.
    4. Memungkinkan pumbukuan harian dari bukti-bukti pendukung transaksi kedalam buku pembantu.
    5. Bisa segera diketahui jumlah macam-macam elemen
    C. Bentuk-bentuk buku besar
    a. Bentuk Scontro, adalah bentuk buku besar sebelah menyebelah atau disebut 2 kolom.
    b. Bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman atau disebut juga buku besar 4 kolom dikenalnya bentuk saldo rangkap, Hal ini karena terdiri dari saldo debet dan kredit
    c. Bentuk T adalah buku besar berbentuk seperti huruf T dengan sisi kiri untuk pemindahbukuan sebelah debet sedangkan sisi kanan untuk kredit
    3. KODE REKENING
    suatu kerangka (Framework) yang menggunakan suatu angka atau huruf atau kombinasi angka dan huruf untuk memberi tanda terhadap klarifikasi rekening yang sebelumnya telah dibuat.
    a. Tujuan Kode
    – Mengidentifikasi data akun secara unik
    – Meringkas Data
    – Mengklasifikasi Rekening / Transaksi
    – Menyampaian makna tertentu.
    b. Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Merancang Kode Rekening
    1. Dalam merancang kerangka kode rekening, berbagai pertimbangan berikut ini perlu diperhitungkan :
    2. Rerangka kode harus sesuai logis memenuhi kebutuhan pemakai dan metode pengolahan data yang digunakan. Kode sembarang , seperti SSR untuk menunjukkan Sempati Air dalam kode penerbangan, membingungkan para penumpang pesawat.
    3. Setiap kode harus mewakili secara unik unsur yang diberi kode. Kode untuk rekening piutang kepada Risa Rimendi harus hanya menunjukkan rekening debitur tersebut, bukan debitur yang lain.
    4. Desain kode harus mudah disesuaikan dengan tuntutan perubahan. Jika struktur kode harus diubah setiap kali menghadapi tuntutan perubahan, hal ini akan memerlukan biaya perubahan dan membingungkan pemakai
    c. Ada 5 (lima) metode pemberian kode rekening, yaitu :
     Kode Angka atau Alfabet Urut
    Dengan metode pemberian kode ini, rekening buku besar diberi kode angka atau huruf yang berurutan. Kelemahan kode angka atau huruf alphabet ini adalah jika terjadi pelunasan jumlah rekening, hal ini akan mengakibatkan perubahan menyeluruh terhadap kode rekening yang mempunyai kode angka yang lebih besar.
     Kode Angka Blok
    Dalam metode pemberian kode ini, rekening buku besar dikelompokkan menjadi beberapa golongan dan setiap golongan disediakan satu blok angka yang berurutan untuk memberi kodenya.
     Kode Angka Kelompok
    Kode Angka Kelompok terbentuk dari dua atau lebih sub kode yang dikombinasikan menjadi satu kode. Kode Angka Kelompok ini lebih mudah dipahami dan mempunyai karakteristik sebagai berikut :
    1. Rekening diberi kode angka atau kombinasi angka dan huruf.
    2. Jumlah Angka dan atau huruf dalam kode adalah tetap
    3. Posisi angka dan atau huruf dalam kode mempunyai arti tertentu.
    4. Perhiasan klasifikasi dilakukan dengan memberi cadangan angka dan atau huruf kekanan.
     Kode Angka Desimal
    Kode Angka Desimal memberi kode angka terhadap klasifikasi yang membagi kelompok menjadi maksimum 10 (sepuluh) sub kelompok dan membagi sub kelompok menjadi maksimum 10 (sepuluh) golongan yang lebih kecil dari sub kelompok tertentu
     Kode Angka Urut Didahului dengan Huruf
    Metode ini menggunakan kode berupa kombinasi angka dengan huruf. Setiap rekening diberi kode angka yang dimukanya dicantumkan huruf singkatan berupa kelompok rekening tersebut.

    Sumber :
    1. https://annisanlatif.wordpress.com/2013/02/24/jurnal-pengertian-jurnal-dan-macam-macam-jurnal/
    2. http://ilmuakuntans1.blogspot.co.id/2013/04/sistem-informasi-akuntansi.html
    3. http://jurnal-akuntansi.blogspot.co.id/2012/05/jurnal-pada-akuntansi-sistem-informasi.html
    4. http://asrilku2ak.blogspot.co.id/2013/09/kode-rekening-akuntansi.html
    Chaniago.asril.2013.
    5. https://linlindaantebellum.wordpress.com/matkul-smstr-3/sia/resume4/

  46. Karina Puspa Dewi says:

    1401595 / Karina Puspa Dewi / Pendidikan Akuntansi 14 B / SIA
    Catatan Akuntansi terdiri dari:
    1. Jurnal
    a. Pengertian
    Jurnal akuntansi adalah catatan sistematis dan kronologis dari transaksi-transaksi keuangan dengan menyebutkan rekening yang akan didebet atau dikredit disertai jumlahnya masing-masing dan referensinya.

    b. Fungsi
    • Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    • Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    • Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    • Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    • Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

    c. Macam-macam jurnal akuntansi
    1. Jurnal Umum
    Jurnal umum adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi dalam perusahaan secara terperinci.
    • Ciri-ciri jurnal umum:
    – Suatu buku jurnal disebut jurnal umum apabila jurnal tersebut digunakan untuk segala macam transaksi dan kejadian keuangan.
    – Bentuk buku harian dengan dua jalur.
    – Penulisan nama akun.
    – Posting dilakukan untuk mencatat semua jenis transaksi.
    – Pekerjaan pencatatan dilakukan oleh satu orang.
    2. Jurnal Khusus (Special Journal)
    Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi secara berulang-ulang. Jurnal khusus akuntansi (special journal) adalah suatu metode untuk mengikhtisarkan transaksi dan merupakan bagian mendasar dari sistem akuntansi pada suatu perusahaan. Format dan jumlah jurnal khusus tergantung pada sifat atau keadaan usaha tersebut.
    Jurnal khusus biasanya digunakan pada perusahaan dagang. Transaksi yang terjadi di suatu perusahaan tentu berbeda sesuai dengan jenis perusahaannya.
    • Ciri-ciri jurnal khusus:
    – Buku jurnal khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi sejenis yang bersifat rutin.
    – Bentuk buku harian dengan banyak jalur disesuaikan dengan kolom-kolom yang dibutuhkan dan didasarkan pada kelompok transaksi yang sejenis.
    – Penulisan nama akun pada waktu membuat ayat jurnal tidak dilakukan untuk setiap transaksi.
    – Posting dilakukan secara kolektif dan berkala.
    – Pekerjaan pencatatan dapat dilakukan oleh beberapa orang.
    • Fungsi jurnal khusus:
    – Meringankan pekerjaan karena mudah ketika di Posting ke Buku Besar,
    – Memungkinkan dilakukannya pembagian kerja,
    – Menghemat biaya dan tenaga dan
    – Pengendalian Internal bisa dilaksanakan dengan baik.
    • Jenis jurnal khusus:
    1. Jurnal Pembelian (Purchases Journal)
    Jurnal Pembelian merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit. Transaksi yang dicatat dalam jurnal pembelian antara lain sebagai berikut:
    a. Pembelian barang dagangan secara kredit.
    b. Pembelian perlengkapan, peralatan, dan aktiva lain secara kredit.
    2. Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Receipt Journal)
    Jurnal Pengeluaran Kas merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi-transaksi yang berkaitan dengan pengeluaran uang tunai. Transaksi yang dicatat dalam jurnal pengeluaran kas antara lain sebagai berikut:
    a. Pembelian secara tunai.
    b. Pembayaran atau pelunasan utang dagang.
    c. Pembayaran beban-beban.
    d. Retur penjualan secara tunai.
    e. Pengambilan uang tunai untuk pribadi.
    3. Jurnal Penjualan (Sales Journal)
    Jurnal Penjualan merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi penjualan barang dagang secara kredit.
    4. Jurnal Penerimaan Kas (Cash Payment Journal)
    Jurnal Penerimaan Kas merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan yang terjadi di dalam suatu perusahaan. Transaksi yang dicatat dalam jurnal penerimaan kas akuntansi antara lain sebagai berikut:
    a. Penjualan tunai.
    b. Penerimaan pelunasan piutang.
    c. Penerimaan pendapatan (Pendapatan bunga, dividen, sewa, dan lain-lain).
    d. Retur pembelian secara tunai.
    5. Jurnal Umum (General Journal)
    Jurnal Umum merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang tidak dapat dicatat pada jurnal khusus. Transaksi-transaksi yang biasanya dicatat dalam Jurnal Umum didalam jurnal khusus akuntansi adalah:
    a. Retur pembelian barang dagang, yang dahulu dibeli dengan kredit karena barang rusak;
    b. Retur penjualan barang dagang, yang dahulu dijual dengan secara kredit karena barang rusak;
    c. Pengubahan utang usaha menjadi utang wesel;
    d. Pengubahan piutang usaha menjadi piutang wesel;
    e. Penjualan sebagian aktiva tetap yang sudah tidak layak pakai secara kredit;
    f. Pengurangan harga.
    3. Jurnal Penyesuaiain (AJP)
    Jurnal Penyesuaian adalah jurnal yang diperlukan untuk menyesuaikan seluruh catatan dengan keadaan (fakta) yang sesungguhnya di akhir periode.
    Tujuan dan Fungsi Jurnal Penyesuaian adalah supaya perkiraan nominal dan perkiraan riil bisa menunjukkan besar kecilnya harga, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan beban yang sesungguhnya dan yang seharusnya diakui di akhir periode.
    Jurnal penyesuaian dibuat berdasarkan pada data di neraca saldo dan data penyesuaian akhir periode. Tidak seluruh pos yang ada pada neraca saldo perlu jurnal penyesuaian.
    4. Jurnal Penutup
    Jurnal Penutup (Closing Entries) adalah jurnal akuntansi yang harus dibuat untuk menjadikan rekening akun-akun sementara (temporer) menjadi bersaldo NOL (0) pada akhir periode akuntansi. Dengan kata lain, jurnal penutup merupakan ayat jurnal yang perlu dibuat pada akhir periode untuk menutup rekening akun nominal (sementara).
    • Tujuan dan Fungsi Jurnal Penutup disusun diantaranya adalah sebagai berikut:
    – Untuk memisahkan transaksi akun pendapatan dan beban tidak bercampur aduk dengan jumlah nominal dari pendapatan dan beban pada tahun selanjutnya.
    – Guna menyajikan neraca awal periode berikutnya setelah dilaksanakan penutupan buku.
    – Agar mempermudah jika dilaksanakan pemeriksaan karena telah dilakukan pemisahan transaksi yang terjadi di periode sebelumnya dengan transaksi-transaksi pada periode akuntansi selanjutnya.
    – Untuk menyajikan informasi keadaan yang sebenarnya (riil) suatu perusahaan setelah dilakukan penutupan buku (jurnal penutup).
    5. Jurnal Pembalik
    Jurnal pembalik adalah ayat jurnal yang disusun saat awal periode akuntansi yang baru untuk membalik akun jurnal penyesuaian tertentu. Tidak seluruh jurnal penyesuaian perlu di buatkan jurnal pembalik.
    Ayat jurnal ini dibutuhkan agar terhindar dari kesalahan pencatatan ketika awal periode akuntansi yang baru. Jurnal pembalik ini sifatnya opsional, dilakukan jika dirasa perlu.
    6. Jurnal Koreksi

    2. Buku Besar
    a. Pengertian
    Buku besar adalah buku yang memuat kumpulan perkiraan-perkiraan yang saling berhubungan serta mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva, kewajiban dan modal perusahaan. Banyaknya perkiraan buku besar yang dibutuhkan oleh perusahaan berbeda-beda, tergantung kepada keuangan dan kekayaan perusahaan, volume transaksi, serta informasi yang diinginkan. Dalam suatu proses pembukuan, setelah pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum, selanjutnya transaksi tersebut di catat ke dalam buku besar yaitu dengan cara memindahbukukan jumlah-jumlah yang ada pada jurnal ke dalam buku besar yang sesuai, kegiatan pembukuan ini dinamakan memposting.
    b. Jenis-jenis buku besar
    1. Buku Besar Umum (General Ledger)
    Buku Besar Umum sering disebut juga buku besar induk, yaitu semua perkiraan yang ada dalam suatu periode tertentu seperti kas, piutang usaha, persediaan utang usaha dan modal. Perkiraan-perkiraan ini saling berdiri sendiri dan berfungsi mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva, kewajiban dan modal perusahaan. Sistem Buku Besar Umum menampilkan proses transaksi untuk Buku Besar Umum dan Siklus Pelaporan Keuangan.
    • Tujuan
    – Mencatat semua transaksi akuntansi secara akurat dan benar.
    – Memposting transaksi-transaksi ke akun yang tepat.
    – Menjaga keseimbangan debet dan kredit pada akun.
    – Mengakomodasi entry jurnal penyesuaian yang dibutuhkan.
    – Menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya dan tepat waktu untuk setiap periode akuntansi.
    • Fungsi
    – Mengumpulkan data transaksi
    – Mengklasifikasikan dan mengkodekan data transaksi dan akun
    – Memvalidasi transaksi yang terkumpul
    – Meng-update-kan Akun Buku Besar Umum dan File Transaksi
    – Mencatatkan penyesuaian terhadap Akun
    – Mempersiapkan Laporan Keuangan
    2. Buku Besar Pembantu (Subsidiary Ledger)
    Buku Besar Pembantu sering disebut juga buku tambahan, yaitu sekelompok rekening yang khusus mencatat perincian piutang usaha dan utang usaha yang berfungsi memberi informasi yang lebih mendetail. Pada umumnya, Pembuatan Buku Pembantu adalah untuk pengendalian akuntansi yang banyak elemennya, seperti Hutang, Piutang, dan Persediaan.
    • Jenis
    1. Buku Besar Pembantu Piutang Usaha sering disebut juga buku piutang yang disediakan khusus untuk merinci langganan kredit, kepada siapa sajakah perusahaan melakukan transaksi penjualan kredit, dimanakah alamatnya dan berapakah jumlahnya. Dalam buku piutang, keadaan tagihan kepada tiap langganan dicatat dalam daftar-daftar tersendiri. Perubahan piutang dagang secara keseluruhan dicatat pada perkiraan piutang dagang di buku besar umum, sebagai perkiraan induk. Sedangkan perubahan kepada masing-masing langganan dicatat pada perkiraan masing-masing dalam perkiraan buku besar pembantu piutang.
    2. Buku Besar Pembantu Utang sering disebut juga buku utang. Buku ini disediakan khusus untuk mencatat masing-masing pemasok secara terperinci yang banyaknya ditentukan oleh banyaknya pemasok yang memberikan pinjaman kredit, baik berupa barang dagangan maupun aktiva lainnya. Seperti halnya dalam buku piutang, dalam buku utangpun keadaan utang pada setiap pemasok dicatat dalam daftar-daftar tersendiri. Perubahan utang secara keseluruhan dicatat pada perkiraan utang dagang dalam buku besar umum. Sedangkan perubahan kepada masing-masing pemasok, dicatat pada perkiraan masing-masing dalam buku besar pembantu.
    • Kelebihan
    – Memudahkan penyusunan laporan keuangan, karena buku besar umum terdiri dari akun-akun yang jumlahnya lebih sedikit. Hal ini juga akan mengurangi kesalahan-kesalahan dalam buku besar umum.
    – Ketelitian dalam pembukuan dapat diuji dengan membanding-kan saldo dalam akun buku besar umum dengan jumlah saldo-saldo dalam buku pembantu.
    – Dapat diadakan pembagian tugas dalam pengrjaan akuntansi.
    – Memungkinkan pumbukuan harian dari bukti-bukti pendukung transaksi kedalam buku pembantu.
    – Bisa segera diketahui jumlah macam-macam elemen.

    Sumber:
    http://auaudindin.blogspot.co.id/2012/03/catatan-akuntansi.html
    http://konsultanakuntansipajak.blogspot.co.id/2014/06/pengertian-jurnal-akuntansi-dan-macam.html
    http://nichonotes.blogspot.co.id/2015/02/jurnal-penyesuaian-contoh-jurnal.html
    http://nichonotes.blogspot.co.id/2015/03/jurnal-penutup-itu-seperti-ini.html
    http://nichonotes.blogspot.co.id/2015/03/jurnal-pembalik.html
    http://butuhakuntan.com/buku-besar-akuntansi.htm

  47. Nim/Nama/Kelas : 1407274/Mona Anika Susanti/ Pendidikan Akuntansi B 2014

    CATATAN AKUNTANSI

    Definisi Akuntansi
    Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklarifikasi, meringkas, mengolah, dan menyajikan datal, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oeh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.
    Catatan akuntansi sendiri merupakan kumpulan rekening-rekening dalam buku besar seanjutnya secara periodik disusun ke dalam laporan keuangan.
    Catatan akuntansi terdiri dari :
    1. Jurnal
    a. Pengertian jurnal
    Jurnal berasal dari bahasa Prancis yaitu journal yang berarti buku harian. Jadi jurnal diartikan sebagai buku harian yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang terjadi berupa pendebetan dan pengkreditansecara kronologis (menurut urutan tanggal) beserta penjelasan yang diperlukan. Jurnal merupakan catatan pertama setelah adanya bukti transaksi. Oleh karena itu jurna sering disebut sebagai books of original entry. Pencatatan transaksi di dalam jurnal disebut menjurnal (journalizing).
    b. Fungsi jurnal
    1) Fungsi historis, artinya pencatatan setiap transaksi dilakukan secara kronologis berdasarkan tanggal terjadinya transaksi.
    2) Fungsi pencatatan, artinya jurnal wajib mencatat setiap peristiwa finansial yang terjadi dalam pelrluslahaan. Tiap perubahan kekayaan, modal, biaya dan pendapatan harus terlebih dahulu dicatat kedalam jurnal, agar pembuatan laporan keuangan perusahaan dapat dilakukan secara lengkap.
    3) Fungsi analisis, artinya pencatatan dalam jurnal merupakan hasil analisis transaksi berupa pendebetan dan pengkreditan akun yang terpengaruh, berikut jumlahnya. Analisis ini mengenai penggolongan dan nama akun, pencatatan dalam pendebetan dan pengkreditan beserta jumlahnya.
    4) Fungsi instruktif, artinya catatan dalam jurnal merupakan perintah untuk mendebet dan mengkredit akun sesuai dengan catatan dalam jurnal. Keterangan akun menjadi lebih jelas, dalam kolom jurnal bagian debet diisi dengan jumlah akun didebet dan bagian kredit diisi dengan jumlah akun yang dikredit.
    5) Fungsi imformatif, artinya catatan dalam jurnal memberikan penjelasan mengenai transaksi yang terjadi.
    c. Peralatan yang dibutuhkan
    Kegiatan menjurnal merupakan langkah awal dalam proses akuntansi setelah adanya transaksi. Sebelum menjurnal, harus terlebih dahulu menyiapkan peralatan yang diperlukan, antara lain:
    1) Bukti transaksi yang sah sebagai sumber pencatatan
    2) Buku jurnal
    3) Alat tulis
    4) Alat bantu hitung (kalkulator,dsb)
    5) Formulir rekapitulasi jurnal
    Transaksi jurnal dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
    1) Transaksi belum dibayar (prepayments), terdiri dari beban belum dibayar (prepaid expense) dan pendapatan (unearned revenues).
    2) Transaksi dibayar (accruals), terdiri dari beban dibayar dan pendapatan (accrued revenues).
    Secara umum jurnal dibagi menjadi 2 jenis :
    a) jurnal umum (general journal)
    jurnal umum adalah formulir yang dipakai untuk mencatat setiap bukti pencatatan transaksi berupa pendebetan dan pengkreditan secara kronologis beserta penjelasan-penjelasan yang diperlukan dari transksi-transaksi tersebut. Jurnal umum dibuat setiap hari selama ada transaksi keuangan dalam perusahaan.

    1) Adapun bentuk dari jurnal umum :
    Hal : (1)
    Tanggal Nama Akun Ref Debet Kredit
    (2) (3) (4) (5) (6)

    Keterangan:
    (1) Diisi dengan nomor halaman jurnal secara berurutan
    (2) Diisi dengan tanggal terjadinya transaksi secara berurutan dengan kronologis terjadinya transaksi
    (3) Diisi dengan nama akun yang akan didebet atau dikredit beserta keterangan singkat
    (4) Diisi dengan kode akun pada saat pencatatan jurnal ini dipindahbukukan ke buku besar (posting), Ref adalah singkatan dari reference.
    (5) Diisi dengan jumlah nominal dari akun yang didebet
    (6) Diisi dengan jumlah nominal dari akun yang dikredit

    2) Aturan pendebetan dan pengkreditan
    Jenis Akun
    1. Harta/Aktiva (Assets), bersaldo normal di sebelah (Debet) Jika bertambah (Debet) jika berkurang (Kredit)
    2. Utang/Kewajiban (Liabilities), bersaldo normal di sebelah (Kredit) jika bertambah (Kredit) jika berkurang (Debet)
    3. Modal/Ekuitas (Equity), bersaldo normal di sebelah (Kredit) jika bertambah (Kredit) jika berkurang (Debet)
    3.1 Prive bersaldo normal di sebelah (Debet) Jika bertambah (Debet) jika berkurang (Kredit)
    4. Pendapatan (Revenue), bersaldo normal di sebelah (Kredit) jika bertambah (Kredit) jika berkurang (Debet)
    5. Beban (Expense), bersaldo normal di sebelah (Debet) Jika bertambah (Debet) jika berkurang (Kredit)

    b) Jurnal Khusus
    Pada perusahaan besar, terdapat banyak sekali transaksi keuangan sehingga pencatatan dalam jurnal umum dan posting tidak mungkin dilakukan setiap adanya transaksi. Oleh karena itu, salah satu cara yang digunakan dalam system pencatatan perusahaan besar adalah dengan mengelompokkan transaksi sejenis, dimana pengelompokkan ini kerap kali disebut dengan jurnal khusus. Adapun jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan :
    1) Jurnal Pembelian (Purchase journal), untuk mencatat pembelian barang secara kredit
    2) Jurnal Penjualan (Sales Journal), untuk mencatat transaksi-transaksi penjualan barang secara kredit
    3) Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal), untuk mencatat penerimaan kas dari segala sumber penerimaan ( semua transaksi yang bersifat menambah kas)
    4) Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payment Journal), untuk mencatat semua pengeluaran (pembayaran) kas ke berbagai pos pengeluaran.
    5) Jurnal umum (Memorial Journal), untuk mencatat berbagai transaksi yang tidak dapat dicatat dalam jurnal khusus.

    Perbedaan jurnal umum dan jurnal khusus
    – Jurnal Umum
    Digunakan untuk mencatat semua jenis transaksi
    Bentuk buku harian dengan dua jalur
    Pekerjaan pencatatan cukup dilakukan oleh satu orang
    Penulisan nama akun/perkiraan pada waktu membuat jurnal dilakukan setiap saat
    Digunakan pada perusahaan jasa dan perusahaan berskala kecil.
    – Jurnal Khusus
    Digunakan untuk mencatat transaksi sejenis dan sering terjadi
    Bentuk buku harian dengan banyak jalur
    Pekerjaan pencatatan dapat dilakukan oleh beberapa orang
    Penulisan nama akun/perkiraan tidak dilakukan setiap saat

    2. Buku Besar
    a. Pengertian Buku Besar
    Buku Besar (Ledger) merupakan kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal. Buku Besar juga dapat diartikan sebagai tahapan catatan terakhir dalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikan yang berasal dari jurnal. Akun buku besar dapat digolongkan sebagai berikut :
    1) Akun Rill (Rill Account) adalah akun yang saldonya akan berlanjut dari satu periode ke periode berikutnya dan pelaporannya benbentuk neraca. Jenis akun rill antara lain: Harta, Utang, dan Modal
    2) Akun Nominal ( Nominal Account) adalah akun yang saldonya akan berkahir dalam satu periode dan pelaporannya benbentuk laporan laba rugi. Jenis akun nominal antara lain: Pendapatan dan Beban
    b. Fungsi Buku Besar
    Adapun fungsi buku besar antara lain:
    1) Untuk meringkas data transaksi yang telah dicatat dalam jurnal
    2) Sebagai wadah untuk menggolongkan data keuangan, dan untuk mengetahui jumlah atau keadaan rekening yang telah terjadi
    3) Sebagai dasar penggolongan transaksi yang telah dicatat dalam jurnal
    4) Sebagai data dan sumber informasi untuk menyusun laporan keuangan
    c. Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :
    1) Bentuk T (T account/sederhana) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dan hanya berbentuk seperti huruf T besar. Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akun diletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.
    2) Bentuk Skontro (Reguler Ledger) Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
    3) Bentuk kolom saldo tunggal (Staffle/Single Balance Ledger), bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.
    4) Bentuk kolom saldo rangkap (Double Balance Ledger) Bentuk ini hampir sama dengan bentuk kolom saldo tunggal. Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit,
    d. Klarifikasi Buku Besar
    Klarifikasi Buku Besar yang dipergunakan dalam perusahaan adalah :
    1) Buku Besar Umum, sering disebut juga buku besar induk, yaitu semua perkiraan yang ada dalam suatu periode tertentu seperti kas, piutang usaha, persediaan utang usaha dan modal. Perkiraan-perkiraan ini saling berdiri sendiri dan berfungsi mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva, kewajiban dan modal perusahaan.
    2) Buku Besar Pembantu (Subsidiary Ledger), sering disebut juga buku tambahan, yaitu sekelompok rekening yang khusus mencatat perincian piutang usaha dan utang usaha yang berfungsi memberi informasi yang lebih mendetail.
    Buku Besar Pembantu terbagi menjadi 2 yaitu :
    a) Buku Besar Pembantu Piutang (Accounts receivable subsidiary ledger), sering disebut juga buku piutang yang disediakan khusus untuk merinci langganan kredit, kepada siapa sajakah perusahaan melakukan transaksi penjualan kredit, dimanakah alamatnya dan berapakah jumlahnya. Dalam buku piutang, keadaan tagihan kepada tiap langganan dicatat dalam daftar-daftar tersendiri. Perubahan piutang dagang secara keseluruhan dicatat pada perkiraan piutang dagang di buku besar umum, sebagai perkiraan induk. Sedangkan perubahan kepada masing-masing langganan dicatat pada perkiraan masing-masing dalam perkiraan buku besar pembantu piutang.
    b) Buku Besar Pembantu Utang (Accounts payable subsidiary ledger), sering disebut juga buku utang. Buku ini disediakan khusus untuk mencatat masing-masing pemasok secara terperinci yang banyaknya ditentukan oleh banyaknya pemasok yang memberikan pinjaman kredit, baik berupa barang dagangan maupun aktiva lainnya.
    Seperti halnya dalam buku piutang, dalam buku utang pun keadaan utang pada setiap pemasok dicatat dalam daftar-daftar tersendiri. Perubahan utang secara keseluruhan dicatat pada perkiraan utang dagang dalam buku besar umum. Sedangkan perubahan kepada masing-masing pemasok, dicatat pada perkiraan masing-masing dalam buku besar pembantu.

    Sumber:
    Kompasiana.com
    Dwi Harti. 2011. Modul Akuntansi 1A untuk SMK dan MAK. Jakarta: Penerbit Erlangga

  48. 1400757/Tia Rahmi Pradani Mulya/pendidikan akuntansi B 2014/SIA says:

    Catatan Akuntansi

    catatan akuntansi berupa kumpulan rekening-rekening dalam buku besar, selanjutnya secara peroidik disusun ke dalam laporan keuangan.

    catatan akuntansi terdiri dari:
    1. Buku jurnal, merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh fungsi akuntansi sebagai media untuk mencatat transaksi keuangan berdasarkan dokumen transaksi yang sah, dan menggolongkan transaksi keuangan ke dalam akun-akun.

    Jurnal adalah catatan pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan. Jurnal di rancang sedemikian rupa sehingga tidak ada satupun transaksi yang tidak dicatat. Catatan yang dicatat harus lengkap dengan penjelasan dan informasi lain yang bergubungan dengan semua transaksi, agar nantinya dapat diusut kembali dokumen sumbernya.

    Pentinganya Jurnal:
    a. Jurnal merupakan pencatatan akuntansi permanen pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.
    b. Pencatatan dalam jurnal biasanya lengkap, terperinci dan berurutan tanggal kejadiannya.
    c. Semua transaksi harus dicatat tanpa melewatkan satu transaksi pun.

    Prinsip perancangan jurnal:
    a. jurnal harus tersedia dalam jumlah yang cukup memadai agar karyawan dapat membantu mencatat transaksi keuangan yang terjadi di dalam perusahaan.
    b. Jurnal digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan tertentu seperti, penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
    c. Penggunaan kolom-kolom khusus untuk memudahkan pembukuan ke dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    d. Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar yang akan menerima jumlah yang akan di bukukan dari jurnal.
    e. Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.

    Fungsi Jurnal
    a. Fungsi historis : pencatatan transaksi keuangan secara kronologis.
    b. Fungsi mencatat : pencatatan yang lengkap dan terperinci.
    c. Fungsi analisis : menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di debet dan akun yang harus di kredit.
    d. Fungsi instruktif : perintah untuk memposting ke dalam buku besar baik yang di debet maupun yang di kredit sesuai hasil analisi dalam jurnal.
    e. Fungsi informatif : memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

    Jika transaksi sudah mulai kompleks, maka dibutuhkan tambahan yang disebut jurnal khusus seperti:
    a. Jurnal penjualan
    b. Jurnal pembelian
    c. Jurnal penerimaan kas
    d. Jurnal pengeluaran kas

    Transaaksi keuangan yang telah dicatat dan di golongkan ke dalam buku jurnal, selanjutnya secara periodik diposting kedalam buku besar.
    Menurur Gitu Brahmana, buku besar (general ledger) merupakan kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan sebagai tahapan catatan terakhir dalam akuntansi (book off final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokkan atau diklasifikasikan dari jurnal.

    Dalam buku besar terdapat rekening-rekening, yang dimana rekening adalah judul suatu catatan.
    ada berbagai variasi bentuk dalam formulir buku besar:
    a. rekening berbentuk T
    b. rekening dengan debet lebar
    c. rekening biasa
    d. rekening berkolom saldo di tengah
    e. rekening berkolom saldo
    f. rekening ganda berkolom saldo
    g. rekening dengan saldo lama dan saldo baru

    Kode rekening

    Pemberian kode untuk klasifikasi rekening diperlukan karena dapat memudahkan untuk mencari rekening-rekening yang diinginkan.
    apabila pembukuan dilakukan dengan mesin maka kode ini tidak dapat dihindarkan dan menjadi sangat penting.

    Kode rekening harus disusun secara konsisten. Ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam memberikan kode, yaitu dengan angka, huruf ataupun kombinasi keduanya.Ttidak memandang cara mana yang digunakan, kode yang diberikan harus dapat memenuhi syarat sebagai berikut:
    a. memungkinkan adanya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode.
    b. harus mudah diingat.
    c. memudahkan pihak yang menggunakan.

    Maca,-macam kode:
    a. kode urut nomor.
    b. kode kelompok.
    c. kode blok.
    d. kode desimal.
    e. kode mnemonic
    f. kode bar

    sumber :
    Anisoerya. Catatan Akuntansi. [online]. Tersedia: http://anisoerya.blogspot.co.id/2012/12/catatan-akuntansi.html
    Azhar Susanto. Sistem Informasi Akuntansi, Bandung: Linggajaya http://jurnal-akuntansi.blogspot.co.id/2012/05/jurnal-pada-akuntansi-sistem-informasi.html

  49. Maya Putri Firdaus says:

    CATATAN AKUNTANSI

    Menurut Mulyadi (2008: 218) catatan akuntansi yang digunakan adalah :
    1. Jurnal Penjualan
    Jurnal penjualan digunakan untuk mencatat transaksi penjualan baik penjualan tunai maupun kredit.
    2. Kartu Piutang
    Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi mutasi piutang perusahaan kepada tiap debiturnya.
    3. Kartu Persediaan
    Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi setiap jenis persediaan.
    4. Kartu Gudang
    Catatan akuntansi ini diselenggarakan oleh fungsi gudang untuk mencatat mutasi dan persediaan fisik barang yang ada di gudang.
    5. Jurnal Umum
    Jurnal ini digunakan untuk mencatat harga pokok produk yang dijual selama periode tertentu.

    JURNAL
    Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing.
    Menurut Dr. Erhans dan Junaedi Yusuf (2000:76)
    Jurnal yaitu formulir yang digunakan untuk mencatat dan mengelompokkan transaksi secara kronologis. Adapun proses pencatatan dapat digambarkan sebagai berikut:
    Transaksi >> Jurnal >> Buku Besar >> Neraca saldo
    JURNAL (Journal) adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun baik yang di debet maupun yang di kredit.
    Fungsi jurnal meliputi :
    1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang tertinggal.
    3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di debet maaupun yang di kredit.
    4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di debet maupun yang di kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

    Jurnal sangat penting dalam suatu sistem akuntansi karena adanya beberapa karakteristik berikut,
    a. Jurnal merupakan pencatatan akuntansi permanen pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan.
    b. Pencatatan dalam jurnal biasanya lengkap dan terinci, serta menurut urutan tanggal kejadian transaksi.
    c. Jurnal harus dirancang sedemikian rupa karena jurnal merupakan catatan akuntansi yang pertama, sehingga tidak boleh terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat.
    d. Catatan yang dilakukan di dalam jurnal biasanya lengkap dengan penfjelasan, tanggal, dan informasi lain, karena akan digunakan untuk mengusut kembali ke dokumen sumbernya (formulir).
    Jika transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum sudah cukup memadai. Namun, jika transaksi sudah mulai banyak, maka dibutuhkan tambahan yang biasa disebut jurnal khusus, yang mana diperlukan karena:
    – Untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensinya terjadinya tinggi.
    – Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan ke dalam buku besar dan untuk menggolongkan transaksi yang dicatat.
    – Untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan oleh beberapa orang.
    – Untuk menciptakan pengawasan intern.
    Adapun prinsip-prinsip yang melandasi perancangan jurnal :
    1. Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang cukup memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
    2. Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
    3. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.
    4. Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jurnal.
    5. Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
    6. Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum.
    7. Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

    BUKU BESAR
    Menurut Gito Brahmana,
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhir dalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikan yang berasal dari jurnal.
    Akun buku besar kadang-kadang tidak mencerminkan data secara rinci, seperti rekening Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang. Untuk mengetahui Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang secara rinci, diperlukan rekening-rekening lain yang dikelompokkan dalam suatu buku atau kumpulan kartu-kartu yang disebut buku besar pembantu (subsidiary ledger). Dengan demikian ada buku besar pembantu utang, buku besar pembantu piutang dan buku besar pembantu barang dagang.

    Bentuk Buku Besar
    Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :
    1. Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dan hanya berbentuk seperti huruf T besar. Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akun diletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas
    2.Bentuk Skontro; Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom. Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
    3. Bentuk staffle (berkolom saldo tunggal)
    Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.
    4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal. Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit.

    http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2135436-catatan-akuntansi-yang-digunakan/
    Yusuf, Junaedi & Dr. Erhans A. 2000. Akuntansi Berdasarkan Prinsip Akuntansi Indonesia. Jakarta: PT. Ercontara Rajawali
    S. Purnomo, Budi. 2006. Accounting Principles I. Sumedang: Pusat Pelayanan dan Pengembangan Ekonomi (P3E)
    http://milamashuri.wordpress.com/jurnal-umum/
    http://milamashuri.wordpress.com/buku-besar/
    http://jurnal-akuntansi.blogspot.co.id/2012/07/buku-besar-akuntansi.html

  50. Ine Yunikawati says:

    Ine Yunikawati/1406932/ Pend.Akuntansi 2014 B/SIA-1

    Akuntansi merupakan suatu proses yang meliputi pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, dan penyajian laporan mengenai transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan. Dalam pencatatan akuntansi terdiri dari pencatatan ke Jurnal dan pencatatan ke Buku Besar.
    Untuk memperkecil kemungkinan terjadinya kesalahan pencatatan dalam perkiraan-perkiraan buku besar, suatu transaksi lebih dulu dicatat dalam jurnal. Jadi jurnal itu adalah catatan pertama atas transaksi-transaksi yang terjadi. Pada dasarnya jurnal ini berfungsi seperti buku harian. Buku jurnal yang biasa dipergunakan sesuai dengan kekhususan fungsinya dapat dibedakan menjadi jurnal umum ( general journal) dan jurnal khusus (special journal). Bentuk standar dari jurnal umum terdiri dari:
    – Tanggal : Diisi dengan tanggal terjadinya transaksi secara kronologis
    – Keterangan : Diisi nama perkiraan yang harus di debet dan di kredit akibat terjadinya transaksi
    – Referens (REF) : Diisi dengan nomer perkiraan dalam buku besar sebagai tempat pemindahan data yang bersangkutan, supaya memudahkan dalam mempostig ke buku besar
    – Debet/kredit :Diisi dengan nominal uang yang sesuai dengan posisi di nama perkiraan
    Jika transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum sudah cukup memadai. Namun, jika transaksi sudah mulai banyak, maka dibutuhkan tambahan yang biasa disebut jurnal khusus, yang mana diperlukan karena Untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensinya terjadinya tinggi, untuk menggolongkan transaksi yang dicatat, Untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan oleh beberapa orang dan Untuk menciptakan pengawasan intern.
    Sedangkan Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhir dalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikan yang berasal dari jurnal. Buku besar disusun sesuai Nomer Rekening, Nomer Rekening adalah nomer untuk mengelompokan Akun-akun sesuai kategori, contohnya Aktiva akan diawali dengan No 1, Kewajiban diawali dengan No. 2, Ekuitas diawali dengan No.3, Pendapatan diawali dengan No.4, Beban diawali dengan No. 5, begitupun seterusnya. Posting buku besar dilakukan setelah kita melakukan pencatatan jurnal, baik jurnal umum, khusus, penyesuaian, maupun penutup. Pada prinsipnya setiap ada pencatatan di buku besar harus diposting ke Buku Besar karena akan terjadi perubahan nominal pada akun-akun. Setelah selesai posting ke buku besar kita bisa menyusun Neraca Saldo untuk melanjutkan pencatatan siklus akuntansi sampai terbit Laporan Keuangan
    Sumber : Somantri, Hendi. (1999). Dasar-dasar Akuntansi SMK. Bandung: CV ARMICO

  51. Nalda Nazari A says:

    NIM/Nama/Kelas: 1400904/Nalda Nazari Azda/Pendidikan Akuntansi 2014-B

    JURNAL
    Jurnal merupakan catatan akutansi berisi transaksi-transaksi yang disusun secara kronologis (berdasarkan tanggal terjadinya) dan sistematis, dengan cara mendebetkan atau mengkreditkan akun-akun disertai jumlah nominalnya.

    Jurnal dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:

    1. Jurnal umum
    Jurnal umum dapat digunakan untuk mencatat seluruh transaksi yang terjadi pada suatu perusahaan dalam periode akuntansi.
    Prinsip dalam pembuatan jurnal umum:
    a. Mengidentifikasi bukti transaksi keuangan perusahaan.
    b. Menentukan akun apa saja yang mempengaruhi pada bukti transaksi yang diidentifikasi.
    c. Menetapkan apakah akun tersebut berkurang atau bertambah.
    d. Menetapkan untuk mendebet atau mengkredit akun.
    e. Mencatat transaksi yang sudah diidentifikasi ke dalam jurnal umum.

    2. Jurnal khusus
    Jurnal khusus digunakan untuk mencatat transaksi yang sering terjadi atau berulang-ulang.
    Jurnal khusus terdiri dari 4 macam, yaitu:
    a. Jurnal pembelian
    b. Jurnal penjualan
    c. Jurnal pengeluaran kas
    d. Jurnal penerimaan kas

    3. Jurnal penyesuaian
    Jurnal penyesuaian dibuat pada akhir periode untuk menyesuaikan saldo akun-akun tertentu agar sesuai dengan kondisinya.

    4. Jurnal penutup
    Jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk menutup akun pendapatan, beban, laba atau rugi dan prive. Sehingga nanti saldo dari akun-akun tersebut menjadi nol.

    5. Jurnal pembalik
    Jurnal pembalik dibuat pada awal periode untuk membalik jurnal penyesuaian tertentu. Diantaranya hutang biaya, piutang pendapatan, pendapatan diterima dimuka jika digunakan pendekatan pendapatan, biaya dibayar dimuka jika digunakan pendekatan beban (biaya).

    6. Jurnal koreksi
    Manusia tidak luput dari melakukan kesalahan, maka jurnal ini dibuat dengan tujuan untuk membetulkan jurnal yang salah dibuat. Baik itu salah angka ataupun salah akunnya.

    BUKU BESAR
    Buku besar adalah kumpulan akun-akun yang saling berhubungan dan menggambarkan pengaruh transaksi terhadap harta, utang dan modal.

    Buku besar dibagi menjadi beberapa bentuk, diantaranya:
    a. Bentuk T (T account), bentuk ini yang paling sederhana. Bentuknya seperti huruf T besar. Di bagian kanan menunjukan sisi kredit dan di sebelah kiri menunjukkan sisi debet.
    b. Bentuk Skontro; Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom. Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
    c. Bentuk staffle (berkolom saldo tunggal.
    d. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap.

    Fungsi Buku Besar Umum (General Ledger):
    1. Mengumpulkan data transaksi.
    2. Mengklasifikasikan dan mengkodekan data transaksi dan akun.
    3. Memvalidasi transaksi yang terkumpul.
    4. Meng-update-kan Akun Buku Besar Umum dan File Transaksi.
    5. Mencatatkan penyesuaian terhadap Akun.
    6. Mempersiapkan Laporan Keuangan.

    Sumber:
    Deden. (17 Februari 2016). “Macam-macam Jurnal Akutansi”. [Online]. Tersedia: http://langkahsuku.blogspot.co.id/2016/02/macam-macam-jurnal-akuntansi.html [ 3 November 2016]
    Mochamad. (9 Juli 2015). “Pengertian Jurnal Umum Pada Akuntansi”. [Online]. Tersedia: http://alicyborg.blogspot.co.id/2015/07/pengertian-jurnal-umum-pada-akuntansi.html [3 November 2016]
    “Buku Besar Akuntansi”. [Online]. Tersedia: http://jurnal-akuntansi.blogspot.co.id/2012/07/buku-besar-akuntansi.html [3 November 2016]
    “Buku Besar Akuntansi Secara Garis Besar”. [Online]. Tersedia: http://butuhakuntan.com/buku-besar-akuntansi.htm [3 November 2016]

  52. Tria Aprilia says:

    Nama :Tria Aprilia
    NIM : 1401565
    Jurusan : Pendidikan Akuntansi 2014 (B)
    Mata Kuliah : SIA

    1. Jurnal
    Dalam akuntansi, proses pencatatan selalu dimulai dengan menganalisis setiap transaksi yang terjadi di dalam perusahaan. Setelah transaksi dianalisis, langkah selanjutnya adalah mencatat informasi yang ada pada setiap transaksi ke dalam jurnal.
    Transaksi dicatat ke dalam jurnal secara kronologis, yaitu berdasarkan urutan watu terjadinya transaksi. Jurnal akan memperlihatkan pengaruh setiap transaksi terhadap akun dalam bentuk debit kredit. Lewat prosedur debit kredit inilah kita dapat melihat kenaikan ataupun penurunan atas saldo masing-masing akun.
    Jurnal dibedakan menjadi dua, yaitu jurnal umum dan jurnal khusus. Jurnal umum dibuat atas transaksi yang tidak dicatat dalam jurnal khusus. Jurnal koreksi, jurnal penyesuaian, jurnal penutup tergolong kedalam jurnal umum
    Jurnal khusus dibagi menjadi :
    • Jurnal penjualan, digunakan untuk mencatat seluruh transaksi penjualan barang dagangan ke pelanggan secara kredit. Untuk transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara tunai akan dicatat dalam jurnal penerimaan kas
    • Jurnal pembelian, digunakan untuk mencatat seluruh transaksi pembelian barang dagangan dari supplier secara kredit. Untuk transaksi pembelian barang dagangan yang dilakukan secara tunai akan dicatat dalam jurnal pembayaran kas
    • Jurnal penerimaan kas, digunakan untuk mencatat seluruh transaksi penerimaan kas. Penerimaan kas langsung dari pelanggan dalam transaksi penjualan barang dagangan secara tunai dan penerimaan kas dari hasl penagihan piutang akan dicatat dalam buku jurnal ini
    • Jurnal pembayaran kas, digunakan untuk mencatat seluruh transaksi pengeluran kas. Pembayaran kas langsung ke supplier dalam transasi pembelian barang dagangan secara tunai, pengeluaran kas untuk pelunasan utang, serta pembelian peralatan dan perlengkapan kantor secara tunai akan dicatat dalam jurnal ini.

    2. Buku Besar
    Setelah transaksi dianalisis dan dicatat ke dalam jurnal, selanjutnya adalah memposting (memindahbukukan) setiap saldo akun yang terdapat pada jurnal ke dalam buku besar untuk masing-masing akun. Intinya adalah bahwa setiap saldo akun yang masih terpisah-pisah dalam jurnal akan disatuan ke dalam buku besar sesuai masing-masing akun. Nantinya, buku besar untuk masing-masing akun ini akan memperlihatkan secara lebih jelas mengenai setip perubahan yang ditimbulkan dari seluruh transaksi yang terjadi selama periode akuntasni. Buku besar untuk masing-masing akun merupakan rincian akumulasi saldo akun terkait yang terdapat dalam jurnal. Buku besar dibuat dengan urutan akun seperti tercantum pada bagan perkiraan yang dimulai dengan akun neraca.
    Buku besar dibedakan menjadi dua, yaitu buku besar umum dan buku besar pembantu.

    Daftar pustaka:
    Hery, Teori Akuntasi. Jakarta : Kencana Prenada Media Group

  53. Nurul Indah Wulandari says:

    1401579/Nurul Indah Wulandari/2014-B/SIA/Pendidikan Akuntansi
    1. JURNAL
    a. Pengertian Jurnal
    Jurnal adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.
    b. Fungsi Jurnal
    1) Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2) Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
    3) Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
    4) Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
    5) Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.
    c. Jenis Jurnal
    1) Jurnal Umum
    JURNAL UMUM
    (Nama Perusahaan)
    (Periode Pencatatan)
    Halaman: (1)
    Tanggal Nama Akun Referensi Debet Kredit
    (2) (3) (4) (5) (6)
    • (1) diisi dengan nomor halaman jurnal secara berurutan.
    • (2) diisi dengan tanggal terjadinya transaksi secara berurutan dengan kronologis terjadinya transaksi.
    • (3) diisi dengan nama akun yang di debet ditulis terlebih dahulu, baris bawahnya ditulis akun yang di kredit dan ditulis menjorok ke sebelah kanan. Selanjutnya baris bawahnya ditulis penjelasan ringkas transaksi yang bersangkutan.
    • (4) diisi nomor kode akun, tetapi ingat nomor kode akun ini diisi hanya jika akan diposting ke buku besar.
    • (5) dan (6) diisi dengan jumlah rupiah dari akun yang di debet maupun yang di kredit.
    2) Jurnal Khusus
    a) Jenis Jurnal Khusus
    1. Jurnal Pembelian
    Jurnal khusus untuk mencatat pembelian barang dagang dan harta lainnya secara kredit.
    2. Jurnal Pengeluaran Kas
    Jurnal khusus untuk mencatat transaksi pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk berbagai tujuan.
    3. Jurnal Penjualan
    Jurnal khusus untuk mencatat transaksi penjualan barang dagang secara kredit.
    4. Jurnal Penerimaan Kas
    Jurnal khusus untuk mencatat semua transaksi penerimaan uang tunai dan/atau setara dengan uang tunai.
    b) Beberapa Alasan Mengapa Jurnal Umum dan Jurnal Khusus Dipecah
    1. Untuk mengumpulkan dan menggolongkan transaksi yang sama yang frekuensi terjadinya tinggi.
    2. Untuk mengurangi pekerjaanpembukuan ke dalam buku besar dan untuk
    menggolongkan transaksi yang dicari.
    3. Untuk memungkinkan pengerjaan pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan oleh beberapa orang.
    4. Untuk menciptakan pengendalian intern.
    c) Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus
    1) Jurnal umum
    a. Jurnal umum kolomnya terdiri atas tanggal,akun/keterangan,ref, dan jumlah semua jenis transaksi hanya di catat pada satu jurnal.
    b. Pemindahan pada akun di lakukan setiap terjadi transaksi digunakan pada perusahaan jasa dan perusahaan dagang berskala kecil.
    2) Jurnal khusus
    a. Bentuknya disesuaikan dengan jenis jurnal khusus yang bersangkutan.
    b. Pencatatan transaksi disesuikan dengan jenis jurnal khusus.
    c. Pemindahbukuan jurnal khusus ke akun buku besar dilakukan secara berkala, misalnya sekali sebulan.
    d. Digunakan pada perusahaan dagang dan perusahaan besar lainnya.
    2. BUKU BESAR
    a. Pengertian Buku Besar
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhirdalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.
    b. Klasifikasi Buku Besar
    1) Buku Besar Umum, sering disebut juga buku besar induk, yaitu semua perkiraan yang ada dalam suatu periode tertentu seperti kas, piutang usaha, persediaan utang usaha dan modal. Perkiraan-perkiraan ini saling berdiri sendiri dan berfungsi mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva, kewajiban dan modal perusahaan.
    2) Buku Besar Pembantu, sering disebut juga buku tambahan, yaitu sekelompok rekening yang khusus mencatat perincian piutang usaha dan utang usaha yang berfungsi member informasi yang lebih mendetail.
    Buku Besar Pembantu terbagi menjadi 2 yaitu :
    a) Buku Besar Pembantu Piutang Usaha, sering disebut juga buku piutang yang disediakan khusus untuk merinci langganan kredit, kepada siapa sajakah perusahaan melakukan transaksi penjualan kredit, dimanakah alamatnya dan berapakah jumlahnya.
    b) Buku Besar Pembantu Utang, sering disebut juga buku utang. Buku ini disediakan khusus untuk mencatat masing-masing pemasok secara terperinci yang banyaknya ditentukan oleh banyaknya pemasok yang memberikan pinjaman kredit, baik berupa barang dagangan maupun aktiva lainnya.
    c. Bentuk-bentuk Buku Besar
    1) Bentuk T (T account), bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dan hanya berbentuk seperti huruf T besar. Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akun diletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.
    2) Bentuk Skontro, buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom. Skontro artinya sebelah menyebelah (dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
    3) Bentuk staffle (berkolom saldo tunggal), bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang relatif banyak.
    4) Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
    Bentuk ini hampir sama dengan bentuk kolom saldo tunggal, hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit.
    3. REKENING
    a. Pengertian Rekening
    Rekening adalah suatu alat untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan yang bersangkutan dengan aktiva, kewajiban, modal, pendapatan dan biaya. Tujuan pemakaian rekening adalah untuk mencatat data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan keuangan. Jumlah rekening yang perlu diadakan dalam pembukuan suatu perusahaan tergantung kepada kebutuhan. Kumpulan rekening yang digunakan dalam pembukuan suatu perusahaan disebut Buku Besar atau General Ledger.
    b. Penggolongan Rekening
    1) Rekening-Rekening Neraca (Rekening Riil/ Permanen), yaitu rekening-rekening aktiva, hutang dan modal.
    2) Rekening-Rekening Laba Rugi (Rekening Nominal/ Temporer), yaitu rekening-rekening pendapatan, biaya dan prive.
    c. Macam-macam Kode Rekening
    1. Sistem Numeralia
    Cara pemberian nomer kode rekening dengan menggunakan angka/noomer. Pemberian nomer sebaiknya urut, agar mudah dimengerti hubungan yang satu dengan lainnya.
    Sistem numeralia terbagi atas:
    a) Kode kelompok: pemberian nomor kode dengan memberikan angka tertentu pada kelompok, golongan dan jenis rekening. Jika rekening diberi kode 3 angka, maka angka kesatu menunjukkan kelompok, angka kedua menunjukkan golongan dan angka ketiga menunjukkann jenis rekening.
    b) Kode blok: cara pemberian nomor rekening dengan cara menyediakan satu blok angka setiap kelompok perkiraan.
    2. Sistem Desimal
    Pemberian nomor kode dengan menggunakan dasar angka 10 unit dari 0 sampai 9. Masisng-masing angka menunjukan kelompok, golongan dan jenis. Rekening dibagi menjadi 10 rubrik, tiap rubrik dibagi menjadi 10 golongan, dan tiap golongan dibagi menjadi 10 jenis rekening, seperti tampak dibawah ini:
    Rubrik 0 : Rekening harta tetap dan modal.
    Rubrik 1 : Rekening keuangan.
    Rubrik 2 : Rekening netral.
    Rubrik 3 : Rekening persediaan bahan baku, bahan pembantu dan bahan yang habis pakai.
    Rubrik 4 : Rekening jenis-jenis biaya/beban.
    Rubrik 5 : Rekening tempat-tempat biaya/beban.
    Rubrik 6 : Rekening Fabrikasi/pemikul beban.
    Rubrik 7 : Rekening persediaan barang jadi.
    Rubrik 8 : Rekening pendapatan.
    Rubrik 9 : Rekening rugi/laba umum.
    3. Sistem Mneumonic
    Pemberian kode rekening dengan menggunakan singkatan huruf awal dari kelompok rekening yang bersangkutan.
    4. Sistem Kombinasi Angka dan Huruf
    Pemberian kode rekening dengan menggunakan kombinasi huruf dan angka. Huruf paling depan sebagai golongan rekening dan nomor perkiraan dengan angka.

    Sumber
    S, Alam. (2006). Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: ESIS.
    ———-. (2009). JURNAL. [Online]. Tersedia: http://sistem-akuntansi1000.blogspot.co.id/2009/10/j-u-r-n-l.html yang direkam pada 14 Oktober 2009. [1 November 2016].
    Aulia, Dina. (2012). Catatan Akuntansi. [Online]. Tersedia: http://auaudindin.blogspot.co.id/2012/03/catatan-akuntansi.html yang direkam pada 02 Maret 2012. [1 November 2016].
    Husen, Anwar. (2012). Catatan Akuntansi. [Online]. Tersedia: http://anwarhusensaja.blogspot.co.id/2012/02/catatan-akuntansi.html yang direkam pada 22 Februari 2012. [1 November 2016].

  54. Dio Iman Dwiputra says:

    1401929/Dio Iman Dwiputra/2014-B/SIA/Pendidikan Akuntansi

    1. JURNAL
    a. Pengertian Jurnal
    Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama (book of original entry) setelah bukti transaksi dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun Kredit.
    b. Fungsi Jurnal
    Fungsi dari jurnal adalah menyediakan catatan yang lengkap dan permanen dari semua transaksi perusahaan yang disusun dalam urutan kronologis kejadiannya sebagai referensi di masa mendatang.
    c. Tujuan Pencatatan Jurnal
    Tujuan mencatat transaksi ke dalam jurnal adalah untuk menunjukan pengaruh setiap transaksi ke dalam akun perusahaan.
    d. Bentuk Jurnal
    1. Jurnal Umum
    a) Pengertian Jurnal umum
    Jurnal umum dapat diartikan sebagai sebuah buku harian yang digunakan untuk mencatat berbagai jenis bukti transaksi keuangan pada posisi Debet maupun Kredit yang dicatat berdasarkan urutan waktu terjadinya.
    b) Fungsi Jurnal Umum
    1) Fungsi historis jurnal umum, yaitu jurnal umum merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
    2) Fungsi mencatat jurnal umum, yaitu jurnal umum digunakan untuk pencatatan berbagai macam transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan ke dalam sebuah kolom debet dan kredit yang dilengkapi keterangan relevan.
    3) Fungsi analisis jurnal umum, yaitu jurnal umum berfungsi dalam penentuan akun atau perkiraan yang harus di debet dan akun dan atau perkiraan yang harus di kredit beserta dengan saldonya sesuai transaksi yang terjadi.
    4) Fungsi instruktif jurnal umum, yaitu jurnal umum memiliki fungsi sebagai perintah untuk melakukan posting ke buku besar.
    5) Fungsi informatif jurnal umum, yaitu jurnal umum memberikan informasi untuk melakukan pencatatan bukti transaksi yang timbul akibat terjadinya suatu transaksi.
    2. Jurnal Khusus
    a) Pengertian Jurnal Khusus
    Jurnal khusus adalah jurnal yang dikelompokan sesuai dengan jenis transaksinya. Setiap terjadi transaksi, petugas pembukuan mengidentifikasi jenis transaksi yang terjadi, dan mencatatnya ke dalam jurnal khusus.
    b) Manfaan Jurnal Khusus
    1) Memungkinkan bagian pekerjaan (spesialisasi).
    2) Memudahkan posting ke akun buku besar.
    3) Memungkinkan pengendalian internal yang lebih baik.
    4) Menghemat biaya.
    c) Pengelompokan Transaksi pada Jurnal Khusus
    1) Jurnal pembelian
    Jurnal pembelian adalah jurnal khusus untuk mencatat pembelian barang dagang dan harta lainnya secara kredit.
    2) Jurnal Pengeluaran Kas
    Jurnal pengeluaran kas adalah jurnal khusus untuk mencatat pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk berbagai tujuan.
    3) Jurnal Penjualan
    Jurnal penjualan adalah jurnal khusus untuk mencatat transaksi penjualan barang dagang secara kredit.
    4) Jurnal Penerimaan Kas
    Jurnal penerimaan kas adalah jurnal khusus untuk mencatat semua transaksi penerimaan uang tunai dan/atau setara dengan uang tunai.
    2. BUKU BESAR
    a. Pengertian Buku Besar
    Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhir dalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikan yang berasal dari jurnal.
    b. Jenis Buku Besar
    1) Buku Besar Utama (general ledger), adalah kumpulan akun yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan, yang digunakan perusahaan dalam menyusun laporan keuangan. Saldo-saldo yang terdapat dalam buku besar bersumber dari rekapitulasi jurnal khusus.
    2) Buku Besar Pembantu, sering disebut juga buku tambahan, yaitu buku atu perangkat untuk merinci bagian dari harta atau utang tertentu sacara perorangan atau badan usaha, yang tujuannya adalah untuk memberikan keterangan atau memberi rincian mengenai jenis harta dan utang.
    3. REKENING
    a. Pengertian Rekening
    Rekening adalah suatu alat untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan yang bersangkutan dengan aktiva, kewajiban, modal, pendapatan dan biaya.
    b. Tujuan Rekening
    Tujuan pemakaian rekening adalah untuk mencatat data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan keuangan. Jumlah rekening yang perlu diadakan dalam pembukuan suatu perusahaan tergantung kepada kebutuhan. Kumpulan rekening yang digunakan dalam pembukuan suatu perusahaan disebut Buku Besar atau General Ledger.
    c. Penggolongan Rekening
    1) Rekening-Rekening Neraca (Rekening Riil/ Permanen), yaitu rekening-rekening aktiva, kewajiban dan modal.
    2) Rekening-Rekening Laba Rugi (Rekening Nominal/ Temporer), yaitu rekening-rekening pendapatan dan biaya.

    Sumber
    S, Alam. (2006). Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: ESIS.
    Malik, Muhammad. (2015). Pengertian dan Fungsi Jurnal Akuntansi. [Online]. Tersedia: http://simplenews05.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-dan-fungsi-jurnal-akuntansi.html yang direkam pada Mei 2015. [1 November 2016].
    __________. (2014). Pengertian dan Fungsi Jurnal Umum dalam Akuntansi. [Online]. Tersedia: http://akuntansidasar.com/2014/05/pengertian-dan-fungsi-jrnal-umum-dalam-akuntansi.html yang direkam pada Mei 2014. [1 November 2016].
    Star, Maissya. (2012). Rekening dalam Akuntansi. [Online]. Tersedia: http://akuntansi-maissya.blogspot.co.id/2012/02/rekening-dalam-akuntansi.html yang direkam pada Februari 2012. [1 November 2016].

  55. Nur Hidayati says:

    1407195/Nur Hidayati/2014-B/SIA

    Jurnal
    Setelah suatu transaksi direkam dalam bukti transaksi (formulir), pencatatan akuntansi yang pertama kali dilakukan dan bersifat permanen adalah jurnal. Adapun beberapa bentuk jurnal yaitu:
    1. Jurnal Umum
    Jurnal umum digunakan pada jenis transaksi perusahaan yang masih kecil, kolom-kolom dari jurnal umum terdiri dari:
    a. Kolom tanggal,
    b. Kolom keterangan yang digunakan untuk mencatat nama rekening yang didebit dan dikredit, serta penjelasan ringkas tentang transaksi yang bersangkutan.
    c. Kolom nomor bukti digunakan untuk mencatat nomor bukti transaksi (formulir),
    d. Kolom nomor rekening, digunakan untuk mencatat nomor rekening yang didebit dan dikredit dengan adanya suatu transaksi.
    e. Kolom debit dan kredit, digunakan untuk mencatat jumlah rupiah dari rekening yang didebit dan dikredit.
    2. Jurnal Khusus
    Digunakan pada perusahaan yang besar dan memiliki transaksi yang banyak. Jika transaksi semakin banyak dan frekuensi terjadinya semakin sering, jurnal khusus perlu diperluas lagi dengan membuatnya berkolom-kolom, agar dapat menghemat waktu yang diperlukan untuk mencatat setiap transaksi yang terjadi dan untuk mengecek ketelitian pencatatan dalam buku pembantu.
    Jurnal Khusus terdiri dari:
    a. Jurnal penerimaan kas: digunakan untuk mencatat sumber-sumber penerimaan kas.
    b. Jurnal pengeluaran kas: digunakan untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengan penggunaan kas.
    c. Jurnal penjualan: digunakan untuk mencatat penjualan barang dagang secara kredit.
    d. Jurnal pembelian: digunakan untuk mencatat pembelian barang dagangan secara kredit.
    Adapun, prinsip dasar yang melandasi perancangan jurnal, yaitu:
    a. Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk mengunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
    b. Jurnal akan digunakna untuk memisahkan transaksi kedalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
    c. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terperinci, harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan jumlah perkolom ke dalam rekening yang bersangkkutan ke dalam buku besar.
    d. Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jurnal.
    e. Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersaangkutan dalam buku besar.
    f. Sedaapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjjaan menyalin informasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum.
    g. Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

    Buku Besar
    Buku besar merupakan kumpulan rekening-rekening yang digunakan untuk menyortasi dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal. Sedangkan buku pembantu yaitu suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar. Buku besar pembantu terdiri dari buku besar pembantu piutang, buku besar pembantu utang, dan buku besar persediaan. Terdapat beberapa langkah yang harus ditempuh untuk melakukan posting, yaitu:
    1. Pembuatan rekapitulasi jurnal.
    2. Penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi.
    3. Pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan.
    4. Pengembalian rekening ke dalam arsip pada urutan semula.
    Terdapat berbagai variasi dari bentuk formulir rekening buku besar, yaitu:
    1. Rekening dengan debit lebar
    2. Rekening biasa
    3. Rekening berkolom saldo ditengah
    4. Rekening berkolom saldo
    5. Rekening ganda berkolom saldo
    6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru.
    Rekening-rekening yang dibentuk dalam buku besar harus disesuaikan dengan jenis dan susunan informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan.

    Kode Rekening
    Kode adalah suatu kerangka yang menggunakan angka atau huruf atau kombinasi angka dan huruf untuk memberi tanda terhadap klarifikasi yang sebelumnya sudah dibuat. Adapun, tujuan kode dari suatu rekening, yaitu:
    1. Mengidentifikasi data akuntansi secara unik
    2. Meringkas data
    3. Mengklarifikasi rekenig atau transaksi
    4. Menyampaikan makna tertentu
    Terdapat 5 metode dalam pemberian kode rekening, yaitu:
    1. Kode angka atau alfabet urut, misal untuk akun kas nomornya yaitu 1
    2. Kode angka blok, misal untuk akun aktiva lancar nomornya 1-24
    3. Kode angka kelompok, misal nomor plat mobil AB7964CE
    4. Kode angka desimal, misal persediaan bernomor 1, persediaan suku cadang dengan nomor 1,1
    5. Kode angka urut didahului dengan huruf, misal untuk aktiva lancar bernomor AL 001

  56. Nur Hidayati says:

    1407195/Nur Hidayati/2014-B/SIA

    Catatan akuntansi terdiri dari:
    Jurnal
    Setelah suatu transaksi direkam dalam bukti transaksi (formulir), pencatatan akuntansi yang pertama kali dilakukan dan bersifat permanen adalah jurnal. Adapun beberapa bentuk jurnal yaitu:
    1. Jurnal Umum
    Jurnal umum digunakan pada jenis transaksi perusahaan yang masih kecil, kolom-kolom dari jurnal umum terdiri dari:
    a. Kolom tanggal,
    b. Kolom keterangan yang digunakan untuk mencatat nama rekening yang didebit dan dikredit, serta penjelasan ringkas tentang transaksi yang bersangkutan.
    c. Kolom nomor bukti digunakan untuk mencatat nomor bukti transaksi (formulir),
    d. Kolom nomor rekening, digunakan untuk mencatat nomor rekening yang didebit dan dikredit dengan adanya suatu transaksi.
    e. Kolom debit dan kredit, digunakan untuk mencatat jumlah rupiah dari rekening yang didebit dan dikredit.
    2. Jurnal Khusus
    Digunakan pada perusahaan yang besar dan memiliki transaksi yang banyak. Jika transaksi semakin banyak dan frekuensi terjadinya semakin sering, jurnal khusus perlu diperluas lagi dengan membuatnya berkolom-kolom, agar dapat menghemat waktu yang diperlukan untuk mencatat setiap transaksi yang terjadi dan untuk mengecek ketelitian pencatatan dalam buku pembantu.
    Jurnal Khusus terdiri dari:
    a. Jurnal penerimaan kas: digunakan untuk mencatat sumber-sumber penerimaan kas.
    b. Jurnal pengeluaran kas: digunakan untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengan penggunaan kas.
    c. Jurnal penjualan: digunakan untuk mencatat penjualan barang dagang secara kredit.
    d. Jurnal pembelian: digunakan untuk mencatat pembelian barang dagangan secara kredit.
    Adapun, prinsip dasar yang melandasi perancangan jurnal, yaitu:
    a. Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk mengunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
    b. Jurnal akan digunakna untuk memisahkan transaksi kedalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
    c. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terperinci, harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan jumlah perkolom ke dalam rekening yang bersangkkutan ke dalam buku besar.
    d. Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jurnal.
    e. Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersaangkutan dalam buku besar.
    f. Sedaapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjjaan menyalin informasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum.
    g. Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

    Buku Besar
    Buku besar merupakan kumpulan rekening-rekening yang digunakan untuk menyortasi dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal. Sedangkan buku pembantu yaitu suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar. Buku besar pembantu terdiri dari buku besar pembantu piutang, buku besar pembantu utang, dan buku besar persediaan. Terdapat beberapa langkah yang harus ditempuh untuk melakukan posting, yaitu:
    1. Pembuatan rekapitulasi jurnal.
    2. Penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi.
    3. Pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan.
    4. Pengembalian rekening ke dalam arsip pada urutan semula.
    Terdapat berbagai variasi dari bentuk formulir rekening buku besar, yaitu:
    1. Rekening dengan debit lebar
    2. Rekening biasa
    3. Rekening berkolom saldo ditengah
    4. Rekening berkolom saldo
    5. Rekening ganda berkolom saldo
    6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru.
    Rekening-rekening yang dibentuk dalam buku besar harus disesuaikan dengan jenis dan susunan informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan.

    Kode Rekening
    Kode adalah suatu kerangka yang menggunakan angka atau huruf atau kombinasi angka dan huruf untuk memberi tanda terhadap klarifikasi yang sebelumnya sudah dibuat. Adapun, tujuan kode dari suatu rekening, yaitu:
    1. Mengidentifikasi data akuntansi secara unik
    2. Meringkas data
    3. Mengklarifikasi rekenig atau transaksi
    4. Menyampaikan makna tertentu
    Terdapat 5 metode dalam pemberian kode rekening, yaitu:
    1. Kode angka atau alfabet urut, misal untuk akun kas nomornya yaitu 1
    2. Kode angka blok, misal untuk akun aktiva lancar nomornya 1-24
    3. Kode angka kelompok, misal nomor plat mobil AB7964CE
    4. Kode angka desimal, misal persediaan bernomor 1, persediaan suku cadang dengan nomor 1,1
    5. Kode angka urut didahului dengan huruf, misal untuk aktiva lancar bernomor AL 001

    Referensi:
    Mulyadi. 2008. Sistem Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.

  57. santi junianti says:

    Santi Junianti/1404838/Pendidikan Akuntansi
    Catatan Akuntansi
    Catatan akuntansi terdiri dari jurnal dan buku besar.
    Jurnal (The Book of Original Entry)
    Jurnal adalah catatan yang sistematis dan kronologis dari sebuah transaksi finansial dengan menyebutkan akun yang harus dicatat disebelah debet dan sebelah kredit disertai dengan jumlah masing-masing. Fungi jurnal yaitu sebagai berikut:
    fungsi mencatat artinya semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat
    fungsi historis artinya transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai dengan urutan waktu (kronologis)
    fungsi analisis artinya setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisis dari bukti-bukti transaksi sehingga jelas letak debet/kredit perkiraan eserta jumlahnya
    fugsi instruktif artinya pencatatan dalam jurnal merupakan intruksi atau perintah untuk melakukan posting atau memindahkan debet/kredit ke dalam buku besar
    fungsi informatif jurnal dapat memberikan informasi atau pemberitahuan mengenai transaksi yang terjadi
    Jurnal terdiri dari dua bentuk yaitu:
    Jurnal umum (General Journal)
    Jurnal khusus (Special Journal) contohnya jurnal penjualan, jurnal pembelian, jurnal pengeluaran kas dan jurnal pemasukan kas.
    Format jurnal umum yaitu sebagai berikut:
    Nama Perusahaan
    Jurnal Umum
    Periode Pencatatan Jurnal
    Halaman 01
    TanggalNama AkunRefDebetKredit2016Desember1JumlahProses pemindahan bukti-bukti transaksi ke dalam jurnal disebut “Penjurnalan(Journalizing)”. Cara-cara pengisian ke dalam jurnal umum sebaga berikut:
    Mencatat tanggal
    Tahun yang dicata di kolom tanggal paling atas pada baris pertama dan hanya di tulis satu kali pada setiap halaman.
    Bulan ditulis di baris kedua pada kolom tanggal.
    Tanggal di tulis di baris kedua pada kolom tanggal yan berlajur kecil.
    Mendebet perkiraan
    Nama perkiraan yang harus di debet dicatat disebelah atas dan menjorok ke sebelah kiri pada kolom keterangan.
    Mengkredit perkiraan
    Nama perkiraan yang harus dikredit dicatat sebelah bawah perkiran yang di debet, menjorok ke sebelah kanan dan ditulis pada kolom keterangan.
    Lajur referensi
    Lajur ini diisi dengan nomor kode perkiraan apabila jurnal itu telah dipindahkan ke buku besar (posting).
    Halaman jurnal
    Diisi sesuai dengan lembaran jurnal.
    Memindahkan jumlah jurnal
    Apabila suatu halaman jurnal yang dipakai sudah penuh, pencatatan transaksi akan dilanjutkan ke halaman berikutnya dengan menuliskan kata “jumlah dipindahkan” dalam lajur keterangan.
    Setelah cara-cara tersebut maka jumlahkan lajur debet dan kredit (jumlahnya harus sama). Beri tanda sudah dicek dalam lajur referensi.
    Buku Besar
    Buku besar adalah kumpulan rekening catatan keuangan perusahaan yang akan disajikan dalam laporan keuangan sesuai dengan prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping). Buku besar berfungsi sebagai berikut:
    Mengumpulkan data transaksi
    Mengklarifikasi dan mengkodekan data transaksi dan akun
    Memvalidasi transaksi yang terkumpul
    Meng-up-date-kan akun buku besar umm dan file transaksi
    Mencatat penyesuaian terhadap akun
    Mempersiapkan laporan keuangan

    Buku besar terdiri dari dua bentuk yaitu sebagai berikut:
    Buku besar tiga kolom
    Nama Akun Kode AkunTanggalKeteranganRefDebetKreditSaldoBuku besar bentuk T (T From)
    DebetNama AkunKredit
    Buku besar empat kolom
    Nama Akun Kode AkunTanggalKeteranganRefDebetKreditSaldoDebetKredit
    Buku besar dua kolom
    Nama Akun Kode AkunTanggalKeteranganRefDebetTanggalKeteranganRefKredit
    Ada beberapa langkah bagaimana cara memindahkan dari jurnal ke buku besar yaitu sebagai berikut:
    Pertama pindahkan tanggal kejadian ke lajur perkiraan yang bersangkutan pada buku besar.
    Kedua pindahkan jumlah debet atau kredit dalam jurnal ke lajur debet atau kredit perkiraan buku besar.
    Ketiga catat nomor kode akun ke dalam kolom referensi jurnal sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar.
    Keemapat catat nomor halaman jurnal ke dalam kolom referensi buku besar setiap pemindahbukuan.

    Kode akun atau pemberian nomor akun berguna untuk mempermudah pencatatan dan identifikasi akun dalam proses pengikhtisaran ataupun pelaporan serta mempermudah pemeriksaan untuk menelusuri kembali data laporan keuangan. Ketentuan yang harus diperhatikan dalam penyusunan kode akun adalah:
    Pengelompokan akun yang sejenis
    Akaun yang saling berkaitan atau turunan hendaknya disusun secara berurutan
    Kode akun harus luwes (mudah dikembangkan atau fleksibel)
    Usahakan kode akun praktis
    Adapun macam-macam kode akun yaitu sebagai berikut:
    Sistem nomor urut / kode angka berurutan
    Kode blok
    Sistem desimal
    Sistem mnemonik
    Sistem kombinasi huruf dan angka
    Referensi:
    Sugeng. 2015. Pengertian Fungsi Macam-Macam Contoh Buku Besar, Jurnal Umum dan Neraca Saldo. [Online]. Tersedia: http://googleweblight.com/www.ilmuekonomi.net/2015/11/Pengertian-Fungsi-Macam-Macam-Contoh-Buku-Besar-Jurnal-Umum-dan-Neraca-Saldo.html yang direkam pada bulan November 2015. (9 November 2016)

  58. Novi Yanti says:

    Novi Yanti/1406933/Pendidikan Akuntansi 2014-B/SIA

    Catatan Akuntansi
    Di hampir semua bisnis, langkah-langkah dasar dalam proses pencatatan mencakup :
    1. Menganalisis setiap transaksi atas pengaruhnya pada akun.
    2. Memasukan informasi transaksi kedalam jurnal (buku pencatatan awal-book of original entry)
    3. Memindahkan informasi jurnal ke akun-akun yang tepat di buku besar (buku akun-akun)
    Meskipun di mungkinkan memasukan informasi transaksi langsung ke akun-akun tanpa menggunakan jurnal atau buku besar, tetapi hnya sedikit sekali bisnis yang melakukannya.
    Urutan peristiwa di dalam proses pencatatan dimulai dengan transaksi. Bukti transaksi diberikan oleh dokumen-dokumen bisnis, misalnya bukti penjualan, cek, tagihan, atau pita mesin kas. Bukti ini kan di analisis untuk menentukan pengaruh transaksi pada akun-akun tertentu. Transaksi selanjutnya dimasukan kedalam jurnal. Terakhir, ayat jurnal dipindahkan ke akun-akun yang telah di tentukan dalam buku besar.
    A. Jurnal
    Transaksi-transaksi pada awalnya dicatat secara kronologis di dalam jurnal (Journal) sebelum dipindahkan ke akun-akun. Jadi, jurnal disebut dengan buku pencatatn awal. Untuk setiap transaksi, jurnal akan menunjukan pengaruh debit dan kredit pada nama akun-akun. (Dalam system yang terkomputerisasi, “jurnal” kini disimpan sebagai file, dan “akun” dicatat dalam basis data [database] komputer).
    Perusahaan-perusahaan dapat menggunakan berbagai jenis jurnal, namun setiap perusahaan memiliki bentuk jurnal yang paling mendasar, yaitu jurnal umum, (general journal). Biasanya, jurnal umum memiliki tempat untuk mencantumkan tanggal, nama akun dan uraiannya, referensi, dan dua kolom jumlah. Setiap menggunakan istilah jurnal dalam buku ini tanpa mengubah kata sifarnya, maka yang dimaksud adalah jurnal umum.
    Jurnal memberikan beberapa kegunaan yang signifikan pada proses pencatatan :
    1. Mengunkapkan pengaruh lengkap suatu transaksi pada satu tempat.
    2. Menyediakan catatan transaksi secara kronologis.
    3. Membantu mencegah atau mengetahui adanya kesalahan karena jumlah debit dan kredit untuk setiap ayat dapat dengan mudah dibandingkan.
    Penjurnalan
    Memasukan data transaksi ke dalam jurnal dikenal dengan sebutan penjurnalan (journalizing). Untuk masing-masing transaksi akan dibuat ayat-ayat jurnal yang terpisah. Satu ayat yang lengkap akan terdiri atas
    1. Tanggal transaksi
    2. Akun dan jumlah yang akan di debit dan dikredit, dan
    3. Suatu penjelasan singkat atas transaksi tersebut
    Bentuk dan isi standar ayat jurnal adalah seabgai berikut :
    1. Tanggal transaksi dimasukkan ke dalam kolom Tanggal. Tanggal yang di cantumkan sebaiknya meliputi tahun, tanggal, dan bulan transaksi.
    2. Nama akun debit (atau kolom yang akan di debit) dimasukan pertama kali di sisi paling kiri dari kolom yang berjudul “Nama Akun dan Uraian” dan jumlah debit di catat di kolom Debit.
    3. Nama akun kredit (atau kolom yang akan di kredit) dicatat menggantung dan dimasukkan pada baris berikutnya pada kolom berjudul “Nama Akun dan Uraian” dan jumlah kredit dicatat di kolom Kredit.
    4. Penjelasan singkat atas transaksi dituliskan pada baris bawah nama akun kredit.
    5. Disisakan spasi di antara ayat-ayat jurnal. Spasi kosong tersebut memisahkan masing-masing ayat jurnal dan membuat keseluruhan jurnal dapat dibaca dengan lebih mudah.
    6. Kolom yang berjudul Ref. (yang artinya referensi) dibiaran kosong ketika ayat jurnal dibuat. Kolom ini akan digunakan nantinya ketika ayat jurnal dipindahkan ke akun-akun buku besar. Pada saat itu, nomor akun buku besar diisi pada kolom Referensi untuk menunjukan apakah jumlah di ayat jurnal tersebut telah di pindahkan.
    Jika ayat jurnal hanya melibatkan dua akun, yaitu satu debit dan satu kredit, maka ayat jurnal tersebut disebut dengan ayat jurnal sederhana (simple entry). Akan tetapi, beberapa transaksi membutuhkan lebih dari dua akun dalam penjurnalannya. Ketika di butuhkan tiga atau lebih akun dalam satu ayat jurnal, maka ayat tersebut dinamakan dengan ayat jurnal gabungan (compound entry).
    B. Buku Besar
    Seluruh kelompok akun yang dimiliki sebuah perusahaan disebut dengan Buku Besar (ledger). Buku Besar menyimpan seluruh informasi mengenai perubahan yang terjadi pada saldo akun akun tertentu dalam satu tempat. Prusahaan dapat menggunakan berbagai jenis buku besar, tetapi setiap perusahann memiliki satu buku besar umum. Buku Besar Umum (general ledger) memuat seluruh akun akun asset, kewajiban, dan ekuitas pemilik.

    Bentuk Standar Akun
    Bentuk akun T sederhana yang digunakan dalam buku buku teks akuntansi sering kali sangat bermanfaat untuk lebih terstruktur.tujuan ilustrasi. Namun dalam praktiknya, bentuk akun yang digunakan dalam buku besar akan lebih terstruktur. Bentuk akun tiga kolom adalah bentuk akun yang memiliki tiga kolom yang terdiri dari debit, kredit, dan saldo. Saldo akun akan dihitung setelah masing masing transaksi.

    Pembukuan
    Prosedur pemindahan ayat-ayat jurnal ke akun buku besar disebut pembukuan (posting). Pembukuan akan melibatkan langkah-langkah sebagai berikut :
    1. Pada buku besar, masukkan kolom kolom yang benar untuk akun-akun yang di debit,tanggal, halaman jurnal, dan jumlah debit yang terdapat dalam jurnal.
    2. Dalam kolom referensi jurnal, tuliskan nomor akun jumlah debit yang di bukukan.
    3. Pada buku besar, masukkan kolom-kolom yang benar untuk akun-akun yang di kredit, tanggal, halaman jurnal, dan jumlah kredit yang terdapat dalam jurnal.
    4. Dalam kolom referensi jurnal, tulislah nomor akun jumlah kredit yang dibukukkan.
    Daftar Akun
    Jumlah dan jenis akun yang digunakan akan berbeda-beda untuk setiap perusahaan. Jumlah akun akan bergantung pada jumlah rincian yang diinginkan oleh manajemen. Kebanyakan perusahaan memiliki daftar akun (chart of account) yang mencantumkan akun akun dan nomor-nomor akun yang mengidentifikasi posisi akun dalam buku besar. System penomoran yang digunakan untuk mengidentifikasi posisi akun biasanya diawali dengan akun-akun neraca, dan selanjutnya dilanjutkan dengan akun-akun laporan laba rugi.

    Sumber :
    J. Weygandt Jerry, dkk. 2007. Accounting Principles, Pengantar Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.