1. Pengenalan SIA

PENGENALAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Pengertian Sistem dan Prosedur
Cecil Gillespie menyebutkan bahwa “a system is a network of related procedures developed according to ane integrated scheme for performing a major activity of the business “.
Sedangkan prosedur yang dimaksud oleh Cecil ini adalah “a sequence of clerical operations, usually involving several people in one or more departements, established to ensure uniform handling of a recurring transaction of the business“.

Jerry FitzGerald dkk.yang dikutif oleh Jogianto, yakni sistem merupakan “suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”. Menurutnya prosedur dapat diartikan sebagai “urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa (what) yang harus dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakannya, kapan (when) dikerjakan dan bagaimana (how) mengerjakannya”.


Jenis Sistem
1. Berdasarkan wujudnya :
a. sistem fisik (Phisical system) dan
b. sistem abstrak (abstract system).
2. Berdasarkan hubungannya dengan pihak di luar system
a. Open system
b. Close system
3. Berdasarkan keberadaannya :
a. Sistem alamiah (Natural system) dan
b. sistem buatan manusia (humad made system).
4. Berdasarkan proses kegiatannya :
a. sistem tertentu (Deterministic system)
b. sistem tak tertentu (probabilistik system)
5. Berdasarkan ruang lingkupnya/tingkatannya:
a. Supra/super sistem
b. sistem
c. sub sistem

Pengendalian Sistem :
(Control system) adalah merupakan sistem pengawasan untuk mengendalikan jalannya proses sistem secara baik.

Jenis Pengendalian sistem :
1). Pengendalian Umpan Balik (feed back Control System)
2). Pengendalian Umpan Maju (feed forward Control System)
3). Pengendalian pencegahan (Preventive Control System)

Pengertian Informasi
Robert A, Leitch dan K. Roscoe Davis mendefinisikan data dan informasi sbb.:
Data are raw fact, such as transaction details from sales invoices. Information is communicated knowledge developed by matching and transforming data so that the output is a form that useful to the recipient.

Pentingnya Informasi :
a. mengurangi ketidakpastian
b. mengarahkan perhatian pada masalah penting.

Sifat Informasi :
a. Mandatory (wajib/perintah):
b. Essential (penting):

Bentuk Informasi :
a. Formal
b. Tidak formal

Kualitas dan Nilai Informasi :
a. Ketepatannya (accurate) :
b. Ketepatan waktu (timely basis)
c. Kesesuaiannya (relevance)
d. Kehandalannya (reliable)
e. Kejelasan (clarity)
f. konsistensi (Consistency)
g. Ringkas padat isi (Conciseness)
h. Keterukuran (Quantifiability),

Catatan : Berikan Ulasan ringkas tentang materi ini menurut pandangan anda atau dilihat dari referensi lain yang anda baca dan upload pada tag komentar (Comment) ini. Jangan lupa menyertakan identitas NIM, Nama, Kelas dan nama Mata kuliah : SIA-1, ditulis dalam satu baris, seperti contoh berikut.

Contoh :
NIM/Nama/Kls : 111007 / Aulia Fauziah Nasuha / 2011-A / SIA-1

Berdasarkan pendapat Wilkinson (2000) bahwa yang dimaksud dengan informasi adalah …… dst.
… ..
… …
Daftar Pustaka :
Wilkinson, Cerullo, Raval, Wong On Ming, (2000), Accounting Information Systems – Fourth Edition, John Wiley & Sons, Inc., The United States of America.

Bodnar, George H., and Hopwood, William S., (2004), Accounting Information Systems, Pearson Education, Inc., New Jersey

Mulyadi, (a993), Sistem Akuntansi – Edisi 3, Penerbit STIE-YKPN, Yogyakarta..

90 Responses to 1. Pengenalan SIA

  1. HELMI RAHMAWATI AHMAD says:

    NIM/NAMA/KELAS: 1106058/HELMI RAHMAWATI AHMAD/KELAS 2011- A/SIA 1

    Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf.
    “Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.”
    Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003).
    “Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data.”
    Nugroho Wdjajanto (2001).
    “Sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.”
    Romney&Steinbart (2000).
    Sistem informasi akuntansi adalah serangkaian dari satu atau lebih komponen yang saling berelasi dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan, yang terdiri dari pelaku, serangkaian prosedur, dan teknologi informasi
    Dari defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah bagian-bagian atau prosedur-prosuder yang saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya dalam rangkaian secara menyeluruh untuk berfungsi bersama-sama dalam mencapai tujuan tertentu.
    Menurut American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) dalam Baridwan (1999:1) “ Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, peringkasan yang tepat dan dinyatakan dalam uang, transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya bersifat keuangan dan penafsiran dari hasil-hasilnya”.
    Jusup (2001:4) menyatakan, “Akuntansi adalah suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi”.
    Dari defenisi-defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa akuntansi mempunyai fungsi dan peranan yang sangat penting yang bersifat keuangan dalam kegiatan perusahaan dan kepada pihak-pihak tertentu yang memerlukannya untuk mengambil keputusan atau memilih alternatif ekonomi.

    Fungsi penting yang dibentuk sistem informasi akuntansi pada sebuah organisasi :
    1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    2. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    3. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Adapun Subsistem sistem informasi akuntansi memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    • Sistem pemrosesan transaksi mendukung proses operasi bisnis harian.
    • Sistem buku besar/ pelaporan keuangan menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
    • Sistem pelaporan manajemen yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.

    Daftar pustaka
    Bodnar, goerge H. William S. Hopwood 2006. System infomasi akuntansi, Edisi 9. Yogyakarta:Andi

    La midzan, Azhar Susanto.2000. system informasi akuntansi 1, Edisi 6 : lembaga informasi akuntansi

    Narko. 2007. System akuntansi,Edisi 5. Ypgayakarta: Yayasan Pustaka Nusantara

    Nugroho widjajanto. 2001. System informasi akuntansi, sekolah tinggi ilmu ekonomi trisakti : erlangga.

    Romney, marshall B, stembart, paul john. Accounting information system . New jersey: Prentice Hall.2000

  2. 1101975/Arin Dwijaya Nugraha/Pendidikan Akuntansi 2011 A /SIA-1 says:

    menurut Mulyadi dalam bukunya, Sistem Akuntansi, 2001, sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok organisasi.

    Sedangkan prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi organisasi yang terjadi berulang-ulang.
    Jadi, suatu sistem terdiri dari jaringan prosedur, sedangkan prosedur merupakan urutan kegiatan klerikal.

    • 1100643 / Nurhayati / Pendidikan Akuntansi 2011-A/ SIA-1 says:

      Pengertian Sitem
      Definisi sistem menurut Mulyadi (2010) dijelaskan bahwa sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.
      Dikutip pula dari id.wikipedia.org/wiki/Sistem bahwa sistem berasal dari bahasa Latin (systema) dan bahasa Yunani (sustema) adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan.

      Dari kedua definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan suatu kesatuan jaringan yang tidak dapat terpisahkan dan mempunyai tujuan yang akan dicapai. Sistem akan terbentuk jika mengandung beberapa elemen diantaranya tujuan,masukan,proses,keluaran,batas,lingkungan,mekanisme pengendalian dan umpan balik. Jika salah satu elemen sistem tersebut tidak terpenuhi maka sistem tersebut tidak akan berjalan dengan baik dan tujuan dari sistem tersebut belum bisa tercapai. Oleh karena itu, sistem yang baik harus memenuhi elemen-elemen pembentuknya.

      Pengendalian sistem informasi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dengan pengelolaannya. Dikutip dari dony 12.blogspot.com ada 4 keteramplian untuk mengelola pengendalian sistem informasi, yaitu :
      1. Kemampuan mengendalikan kegiatan persencanaan informasi
      2. Kemampuan mengendalikan proses transformasi informasi
      3. Kemampuan mengendalikan organisasi pelaksana sistem informasi
      4. Kemampuan kegiatan koordinasi

      Pengertian Informasi
      Dikutip dari alamtekno.blogspot.com disebutkan beberapa pengertian informasi menurut para ahli, yaitu :
      1. Raymond MC Leod, ia mengungkapkan bahwa informasi adalah “data yang sudah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang”.
      2. Anton M.Meliono, “informasi adalah data yang sudah diproses untuk tujuan tertentu. Tujuan tersebut adalah untuk menghasilkan sebuah keputusan.”
      3. Gordon B. Davis, menyatakan “informasi adalah data yang telah diproses menjadi suatu bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang”.
      Dari beberapa pernyataan para ahli mengenai pengertian informasi, dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan suatu data yang telah melalui proses pengolahan dan berfungsi untuk pengambilan sebuah keputusan baik untuk masa kini atau masa yang akan datang bagi penerimanya.

      Jadi, sistem informasi merupakan suatu proses secara sistematis yang menerima input berupa data kemudian memprosesnya menjadi produk informasi sebagai outputnya guna mempermudah pengguna dalam mengambil keputusan.

      Jika kita kaitkan dengan Akuntansi, maka sistem informasi akuntansi merupakan suatu sistem yang memproses transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan kegiatan usaha. Dikutip pula dari http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi bahwa Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi.Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.

      Daftar Pustaka
      Mulyadi,2006. Sistem Akuntansi,Edisi 3.Jakarta: Salemba Empat.
      http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
      http://alamtekno.blogspot.com/2013/05/pengertian-definsi-informasi.html
      http://dony12.blogspot.com/2011/10/pengendalian-sistem-informasipengendali.html
      http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem

    • Novi Norma Melya Nugraha says:

      Definisi sistem informasi
      Sistem adalah ekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau secara rutin terjadi.
      Karakteristik Sistem diantaranya:
      1. Batas sistem
      2. Lingkungan luar sistem
      3. Penghubung sistem
      4. Masukan sistem
      5. Keluaran sistem
      6. Sasaran sistem
      Klasifikasi Sistem
      Sistem dapat diklasifikasikan dari berbagai sudut pandang , diantaranya sebagai berikut:
      Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
      1. Sistem Abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia yang merupakan pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan tuhan.
      Sistem Fisik yaitu suatu sistem yang ada dalam bentuk fisik dan terlihat misalnya sistem komputer, sistem akuntansi, dan sistem produksi.
      Informasi adalah data yang berguna, yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang cepat.
      Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.
      Sistem Informasi menurut “Laitel dan Davis” dalam bukunya ” Accounting Information System” mendefinisikan bahwa:
      Sistem Informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan-kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyedikan pihak luar tertentu dengan lapran-laporan yang diperlukan.
      Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sekumpulan software, hardware, brainware, prosedur dan aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.
      Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu berkenaan dengan akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.
      Fungsi penting yang dibentuk oleh SIA antara lain sebagai berikut:
      1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi
      2. Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
      3. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi
      4.Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi non keuangan yang secara langsung mempengruhi pemrosesan transaksi keuangan.
      SIA terdiri dari 3 subsistem:
      1. Sistem pemrosesan transaksi mendukung proses operasi bisnis harian.
      2. Sistem buku besar/pelaporan keuangan.
      3. Sistem penutupan dan pembalikan
      Komponen SIA, diantaranya:
      1. Manusia
      2. Transaksi
      3. Prosedur
      4. Dokumen
      Ciri dalam transaksi SIA:
      1. Menghasilkan jumlah data yang besar, tiap hari selalu diproses, disimpan dan membutuhkan kecepatan akses yang cepat serta keakuratan tinggi.
      2. Membutuhkan kemudahan dalam pengoperasian, pengkontrolan serta prosedur error-checking yang baik dalam menjadi sekuritas dan keakuratan data.
      Adapun tujuan sistem Informasi Akuntansi adalah sebagai berikut:
      1. Mendukung operasi sehari-hari
      2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen
      3. Memenuhi kebutuhan yang berhubungan dengan pertanggungjawaban

      DAFTAR PUSTAKA:
      http://id.wikipedia.org/wiki/sistem_informasi_akuntansi
      http://www.omegaakuntansi.com
      zaidarrosyid.blogspot.com

    • AAN ANDRIYANI says:

      NIM/Nama/Kelas : 1101050/Aan Andriyani/Pendidikan Akuntansi 2011-A/ SIA-1

      Definisi Sistem Informasi Akuntansi
      Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.
      Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.
      Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.
      Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.

      Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
      1. Sistem Pengeluaran (expenditure system)
      Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
      2. Sistem Pendapatan (revenue system)
      Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
      3. Sistem Produksi (production systeme)
      Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
      4. Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
      Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
      5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

      Manfaat sistem informasi akuntansi:
      • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
      • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
      • Meningkatkan efisiensi
      • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
      • Meningkatkan sharing knowledge
      • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

      Tujuan sistem informasi akuntansi:
      1. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to Support the –day-to-day operations)
      2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers).
      3. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-jawaban (to fulfill obligations relating to stewardship).

      Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi
      1. SIA melakasanakan tugas yang diperlukan SIA hanya melakukan tugas yang diperlukan oleh pemakai Informasi saja.
      2. Berpegang pada prosedur yang relatif standar SIA bekerja sesuai dengan peraturan-peraturan yang mengikuti standar perusahaan.
      3. Menangani data terinci Data yang ditangani SIA merupakan data yang sudah jelas dan lengkap.
      4. Berfokus histories Data yang ditangani lebih difokuskan pada data yang telah dimiliki perusahaan sebelumnya.
      5. Menyediakan informasi pemecahan masalah SIA bertugas menyediakan berbagai macam Informasi dalam pemecahan suatu masalah untuk lebih memudahkan dalam penyelesaianya.

      Daftar Pustaka :
      1. Tunggal, Amin Widjaja, Drs.1993.Sistem Informasi Akuntansi.PT.Rineka Cipta:Jakarta
      2. Hariningsih S.P.2006.Sistem Informasi Akuntansi. Ardana Media:Yogyakarta
      3. http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
      4. http://danukusumapraja.wordpress.com/2012/10/12/definisi-sistem-informasi-akuntansi-sia/

  3. NIM/NAMA/Kelas : 1102914/Munir Nur Komarudin/ Pendidikan Akuntansi 2011 A/ SIA 1

    1. Pengertian Sistem Infrrmasi Akuntansi
    Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang dirancang utuk mengubah data keungan dan data lain kedalam informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan. Sistem informasi akuntansi melakukan hal tersebut entah dengan sistem manual atau melalui sistem terkomputerisasi. Pengguna sistem informasi akuntansi terbagi kedalam dua golongan, yaitu pengguna eksternal dan pengguna internal. Pengguna eksternal mencakup pemegang saham, investor, kreditor, agen pemerintah, konsumen, vendor, psaing, serikat kerja, dan masyarakat secara luas. Sedangkan pengguna internal mencakup para manager suatu perusahaan.
    2. Tujuan SIstem Informasi akuntansi
    • mendukung operasi-operasi sehari-hari
    • mendukung pengambilan keputusan manajemen
    • memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggungjawaban

    3. Tipe Sistem Innformasi
    Istilah system informasi menyiratkan penggunaan teknologi computer dalam suatu organisasi untuk menyediakan informasi bagi pengguna.
    a. System Pemrosesan Data
    Pemrosesan Data Elektronik (EDP) merupakan penggunaan teknologi computer untuk menjalankan pemrosesan data transaksi suatu organisasi. EDP merupakan suatu aplikasi system informasi akuntansi yang fundamental di setiap organisasi. Seiring perkembangan teknologi computer, yang makin banyak dikenal oleh masyarakat, istilah Pemrosesan Data (DP) memiliki pengertian yang sama dengan EDP.
    b. Sistem Informasi Manajemen
    Sistem Informasi Manajemen menggambarkan penggunaan computer untuk menyediakan informasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan manajer. System informasi manajemen menyediakan beragam informasi yang lebih luas dibandingkan dengan informasi yang dihasilkan oleh EDP.

    c. Sistem Pendukung Keputusan
    Dalam system pendukung keputusan (DSS) data diproses kedalam format pengambilan keputisan untuk memudahkan pengguna. DSS membutuhkan penggunaan model keputusan dan database yang sangat berbeda dengan model keputusan dan bentuk database dalam system DP. DSS dirancang untuk melayani kebutuhan informasi yang tidak rutin, spesifik, dan khusus, sedangkan system DP dirancang untuk melayani kebutuhan rutin dan kebutuhan informasi secara umum.
    d. Sistem Pakar
    Sistem Pakar (ES) adalah system informasi yang berdasarkan pengetahuan mengenai area aplikasi tertentu sehingga system informasi tersebut dapat bertindak sebagai konsultan ahli bagi pengguna akhir. Seperti DSS, ES membutuhkan model keputusan dan database tertentu. Berbeda dengan DSS, ES membutuhkan pengembangan basis pengetahuan-pengetahuan special yang dimiliki oleh seorang pakar dalam area pengambilan keputusan serta mesin referensi proses seorang pakar membuat satu keputusan.
    e. Sistem Informasi Eksekutif
    Sistem Informasi Eksekutif (EIS) dikaitkan dengan kebutuhan informasi stratejik manajemen puncak. Banyak informasi yang digunakan oleh manajer puncak berasal dari sumber lain diluar system informasi organisasi, sebagai contoh rapat, memo, televise, bulletin dan aktivitas sosial.
    f. Sistem Informasi Akuntansi
    SIA adalah system berbasis computer yang dirancang untuk mentrasnformasi data akuntansi mmenjadi informasi.
    4. Komponen Sistem Informasi Akuntansi
    • Orang-orang yang mengoperasikan sistem tersebut
    • Prosedur-prosedur, baik manual maupun terototomatisasi yang dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas organisasi
    • Data tentang proses-proses bisnis
    • Software yang dipakai untuk memproses data organisasi
    • Infrastruktur teknologi informasi

    5. Fungsi SIstem Informasi dalam Organisasi
    1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas2, sumber daya dan orang yg terlibat; yg dilaukan oleh perush
    2 Mengubah data menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen untuk membuat keputusan dlm keg manajerial  perenc, pelaks, pengawasan
    3 Menyediakan pengendalian yang memadai untuk menjaga aset2 perusahaan untuk memastikan data tsb tersedia saat dibutuhkan, akurat dan andal
    6. Cara SIA menambah nilai Organisasi
    • Memperbaiki kualitas dan mengurangi biaya untuk menghasilkan produk dan jasa
    • Memperbaiki Efisiensi
    • Memperbaiki Pengambilan Keputusan
    • Berbagi Pengetahuan
    7. Pengambilan Keputusan
    7.1 Langkah Pengambilan Keputusan:
    a. Identifikasi Masalah
    b. Pemilihan metode pemecahan masalah
    c. Mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk melaksanakan model keputusan tersebut
    d. Mengimplementasikan model tersebut
    e. Mengevaluasi sisi positif dari tiap alternatif yang ada
    f. Melaksanakan solusi terpilih
    7.2 Struktur keputusan
    a. Keputusan Terstruktur
    • Berulang-ulang
    • Rutin
    • Mudah dipahami
    • Contoh : Memberi Kredit ke pelanggan lama
    • Sering diotomatisasi
    b. Keputusan Semi Terstruktur
    • Peraturan yang tidak lengkap
    • Kebutuhan untuk membuat penilaian dan pertimbangan subyektif
    • Contoh : Menetapkan anggaran pemasaran
    • Menggunakan DSS
    c. Kaputusan Tidak Terstruktur
    • Tidak berulang dan rutin
    • Tidak ada model untuk memecahakan masalah ini
    • Butuh intuisi

    Daftar Pustaka
    Bodnar, George H. William S. Hopwood 2006. Sistem Informasi Akutansi, 2006. Yogyakarta : Andi
    Modul Pak Arvian

  4. 1103611 / VIRGA DARA SANDIKA / PENDIDIKAN AKUNTANSI 2011-A / SIA-1 says:

    Pengertian Sistem Menurut Para Ahli – Konsep Dasar Sistem Menurut Fat pengertian sistem adalah sebagai berikut :“Sistem adalah suatu himpunan suatu “benda” nyata atau abstrak (a set of thing) yang terdiri dari bagian–bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (Unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif”.

    Pengertian Sistem Menurut Indrajit (2001: 2) mengemukakan bahwa sistem mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.

    Pengertian Sistem Menurut Jogianto (2005: 2) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.

    Pengertian Sistem Menurut Murdick, R.G, (1991 : 27) Suatu sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau procedure-prosedure/bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang. .

    Pengertian Sistem Menurut Jerry FutzGerald, (1981 : 5) Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

    Pengertian Sistem Menurut Davis, G.B, (1991 : 45 ) Sistem secara fisik adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran

    Definisi Sistem Menurut Dr. Ir. Harijono Djojodihardjo (1984: 78) “Suatu sistem adalah sekumpulan objek yang mencakup hubungan fungsional antara tiap-tiap objek dan hubungan antara ciri tiap objek, dan yang secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan secara fungsional.”

    Definisi Sistem Menurut Lani Sidharta (1995: 9), “Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama”

    Dengan demikian sistem merupakan kumpulan dari beberapa bagaian yang memiliki keterkaitan dan saling bekerja sama serta membentuk suatu kesatuan untuk mencapai suatu tujuan dari sistem tersebut. Maksud dari suatu sistem adalah untuk mencapai suatu tujuan dan sasaran dalam ruang lingkup yang sempit.

    Pengertian Informasi Menurut Para Ahli – Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna untuk membuat keputusan. Informasi berguna untuk pembuat keputusan karena informasi menurunkan ketidakpastian (atau meningkatkan pengetahuan) Informasi menjadi penting, karena berdasarkan informasi itu para pengelola dapat mengetahui kondisi obyektif perusahaannya. Informasi tersebut merupakan hasil pengolahan data atau fakta yang dikumpulkan dengan metode ataupun cara – cara tertentu.

    Pengertian Informasi Menurut Raymond Mc.leod Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang .

    Pengertian Informasi Menurut Tata Sutabri, S.Kom., MM adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

    Pengertian Informasi Menurut Jogiyanto HM., (1999: 692), “Informasi dapat didefinisikansebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan”

    Abdul Kadir (2002: 31); McFadden dkk (1999) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut.

    Pengertian Informasi Menurut George H. Bodnar, (2000: 1), “Informasi adalah data yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat”

    Pengertian Informasi Menurut Lani Sidharta (1995: 28), “Informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang berguna untuk membuat keputusan”

    Pengertian Informasi Menurut Para Ahli – Anton M. Meliono (1990: 331), “Informasi adalah data yang telah diproses untuk suatu tujuan tertentu. Tujuan tersebut adalah untuk menghasilkan sebuah keputusan”

    Pengertian Informasi Menurut Gordon B. Davis (1991: 28), “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang”

    Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

    Definisi Sistem Informasi Akuntansi
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Bodnard dan Hopwood (2000:23) sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Menurut Baridwan (1996:4) sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan komunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan kreditur ) dan pihak-pihak dalam (terutama manajemen).
    Faktor–faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan sistem informasi akuntansi:
    1. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip cepat yaitu sistem informasi akuntansi harus menyediakan informasi yang diperlukan dengan cepat dan tepat waktu serta dapat memenuhi kebutuhan dan kualitas yang sesuai.
    2. Sistem informasi yang disusun harus memenuhi prinsip aman yaitu sistem informasi harus dapat membantu menjaga keamanan harta milik perusahaan.
    3. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip murah yang berarti bahwa biaya untuk menyelenggarakan sistem informasi akuntansi tersebut harus dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal.
    Manfaat sistem informasi akuntansi:
    • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    • Meningkatkan efisiensi
    • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    • Meningkatkan sharing knowledge
    • Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan.

    Daftar Pustaka
    http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-sistem-menurut-para-ahli.html
    http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-informasi-menurut-para-ahli.html
    http://danukusumapraja.wordpress.com/2012/10/12/definisi-sistem-informasi-akuntansi-sia/

  5. 1100643 / NURHAYATI / PENDIDIKAN AKUNTANSI 2011-A / SIA-1 says:

    Pengertian Sistem
    Definisi sistem menurut Mulyadi (2010) dijelaskan bahwa sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan. Dikutip pula dari http://id.wikipedia.org/wiki/Sitem bahwa sistem berasal dari bahasa Latin (systema) dan bahasa Yunani (sustema) adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi , materi,atau energi untuk mencapai suatu tujuan.
    Dari kedua definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan suatu kesatuan jaringan yang tdak dapat terpisahkan dan mempunyai tujuan yang akan dicapai. Sistem akan terbentuk jika mengandung beberapa elemen, diantaranya tujuan, masukan, proses, keularan, batas, lingkungan, mekanisme pengendalian dan umpan balik. Jika salah satu elemen sistem tersebut tidak terpenuhi maka sistem tersebut tidak akan berjalan dengan baik dan tujuan dari sistem tersebut belum bisa tercapai. Oleh karena itu, sistem yang baik harus memenuhi elemen-elemen pembentuknya.

    Pengendalian sistem informasi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dengan pengelolaannya. Dikutip dari http://dony12.blogspot.com/2011/10/pengendalian -sistem-informasipengendali.html, ada 4 keterampilan untuk mengelola pengendalian sistem informasi, yaitu :
    1. Kemampuan mengendalikan kegiatan perencanaan informasi
    2. Kemampuan mengendalikan proses transformasi informasi
    3. Kemampuan mengendalikan organisasi pelaksanaan sistem informasi
    4. Kemampuan kegiatan koordinasi.

    Pengertian Informasi
    Dikutip dari http://alamtekno.blogspot.com/2013/05/pengertian-definisi-informasi.html disebutkan beberapa pengertian informasi menurut beberapa ahli,yaitu :
    1. Raymond MC Leod, ia mengungkapkan bahwa informasi adalah “ data yang sudah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang”.
    2. Anton M. Meliono, “informasi adalah data yang sudah diproses untuk tujuan tertentu. Tujuan tersebut adalah untuk menghasilkan sebuah keputusan”.
    3. Gordon B. Davis, menyatakan “informasi adalah data yang telah diproses menjadi suatu bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang”.

    Dari beberpa pernyataan beberapa ahli mengenai pengertian informasi , dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan suatu data yang telah melalui proses pengolahan dan berfungsi untuk pengambilan sebuah keputusan baik untuk masa kini atau masa yang akan datang bagi penggunanya.
    Jadi,sistem informasi adalah suatu proses secara sistematis yang menerima input data kemudian memprosesnya menjadi produk informasi sebagai outputnya guna mempermudah dalam pengambilan keputusan.

    Jika kita kaitkan dengan akutnansi, maka sistem informasi akuntansi adalah suatu sistem yang memproses transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan kegiatan usaha. Dikutip pula dari http://id.wikipedia.org/wiki/Sitem_informasi_akuntansi informasi akuntansi bahwa Sistem Informasi Akuntansi merupakan sebuah sistem informasi yang menangani segala sesautu yang berkenaan dengan akuntansi. Dimana akuntansi sendiri sebenarnya adalah sistem informasi.

    Daftar pustaka
    Mulyadi,2010.Sistem Akuntansi Edisi 3.Jakarta:Salemba 4
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sitem_informasi_akuntansi
    http://alamtekno.blogspot.com/2013/05/pengertian-definisi-informasi.html
    http://dony12.blogspot.com/2011/10/pengendalian -sistem-informasipengendali.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sitem

  6. 08055/Anggun G Dhamayanti/PAK 2011-A/SIA-1 says:

    Sistem adalah suatu susunan yang teratur dari suatu sistem yang berkaitan dan susunan prosedur yang saling berhubungan, yang melaksanakan dan mempermudah utama suatu organisasi. Informasi adalah data yang telah diproses atau diolah sehingga memiliki manfaat.
    Informasi pun mempunyai umur,yaitu waktu dimana informasi tersebut memiliki manfaat bagi penggunanya. Adanya acuan pada titik waktu tertentu dan pernyataan suatu perubahan pada suatu waktu.
    Kualitas suatu informasi tergantung pada tiga hal, diantaranya :
    1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan jelas tujuannya.
    2. Tepat pada waktunya, berarti informasi diterima pada waktu yang tepat pada saat informasi tersebut dibutuhkan.
    3. Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat bagi pemakainya.
    Sistem informasi memiliki komponen berupa sub sistem yang merupakan elemen-elemen yang lebih kecil yang membentuk sistem informasi tersebut.
    1. Input : sekumpulan data yang akan kita olah menjadi sebuah informasi yang nantinya bisa ditunjukkan ke masyarakat.
    2. Proses : suatu kegiatan dimana data diolah yang nantinya akan menghasilkan informasi.
    3. Output : Informasi-informasi yang dapat dengan mudah diperoleh, dimengerti dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem yang menangani segala hal yang berkenaan dengan akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.
    Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi adalah :
    1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas transaksi.
    2. Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    3. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA mempunyai berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung mempengaruhi proses transaksi keuangan.
    Ciri-ciri transaksi dalam SIA :
    1. Menghasilkan jumlah data yang besar, yang setiap hari selalu diproses, disimpan dan membutuhkan kecepatan akses yang cepat serta keakuratan yang tinggi.
    2. Membutuhkan kemudahan dalam pengoperasian pengontrolan serta prosedur error-checking yang baik dalam menjaga sekuritas dan keakuratan data.
    3. Dirancang khusus untuk kemudahan audit data, serta tracing (menelusuri) transaksi yang terjadi.
    4. Beberapa menggunakan aplikasi DDS dan MIS.

    Daftar Pustaka

    http://chilem-ian.blogspot.com/2009/10/sistem-informasi-sistem-adalah-suatu.html
    http://www.omegaakuntansi.com/none/sistem-informasi-akuntansi/

  7. 1100381 / TIFANI FITRI / Pendidikan Akuntansi A / 2011 A says:

    Definisi Sistem Informasi Akuntansi

    Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.
    Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.
    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    2. Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    3. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    1. Sistem pemrosesan transaksi
    mendukung proses operasi bisnis harian.
    2. Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    3. Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup
    menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
    .

    Cara Kerja

    Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut :
    1. Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi?
    2. Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan organisasi?
    3. Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?

    Manfaat

    Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
    1. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    2. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    3. Meningkatkan efisiensi
    4. Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    5. Meningkatkan sharing knowledge
    menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    Komponen Sistem Informasi Akuntansi

    1. Manusia adalah pelaku yang menjalankan sistem
    2. Transaksi merupakan objek dari sistem informasi akuntansi sebagai masukan, lalu diproses sehingga menghasilkan informasi
    3. Prosedur adalah langkah-langkah yang harus ditempuh dalam melakukan transaksi atau kegiatan perusahaan.
    4. Dokumen yaitu berupa formulir yang digunakan sebagai sarana pencatatan pada saat transaksi

    Peralatan adalah suatu alat atau sarana yang digunakan dalam melakukan pencatatan pada sistem informasi yang bersangkutan.

    Jadi, Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.

    Daftar pustaka :
    Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas (http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi)

  8. 1100949/Dion May Artanto/Pendidikan Akuntansi 2011/SIA-1 says:

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Bodnard dan Hopwood (2000:23) sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Menurut Baridwan (1996:4) sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan komunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan kreditur ) dan pihak-pihak dalam (terutama manajemen )

    Faktor–faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan sistem informasi akuntansi:

    1. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip cepat yaitu sistem informasi akuntansi harus menyediakan informasi yang diperlukan dengan cepat dan tepat waktu serta dapat memenuhi kebutuhan dan kualitas yang sesuai..

    2. Sistem informasi yang disusun harus memenuhi prinsip aman yaitu sistem informasi harus dapat membantu menjaga keamanan harta milik perusahaan.

    3. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip murah yang berarti bahwa biaya untuk menyelenggarakan sistem informasi akuntansi tersebut harus dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal.

    1.SIA : menggunakan sistem pemrosesan transaksi untuk mencatat berbagai operasi transaksi yang terjadi, yang mempengaruhi status finansial organisasi.

    2.Sistem ini mengenai operasional sistem akuntansi, dan menangani laporan historis dari semua transaksi yang terjadi dalam jumlah besar.

    3.Sistem ini membuat berbagai report seperti laporan keseimbangan keuangan dan rekening masukan yang semuanya memberikan gambaran finansial dari organisasi

    -Ciri dalam transaksi SIA :

    Menghasilkan jumlah data yg besar, yg tiap hari selalu diproses, disimpan dan membutuhkan kecepatan akses yg cepat serta keakuratan yg tinggi
    Membutuhkan kemudahan dalam pengoperasian pengontrolan serta prosedur error-checking yg baik dalam menjaga sekuritas dan keakuratan data
    Dirancang khusus untuk kemudahan audit data, serta tracing (menelusuri) transaksi yg terjadi
    Beberapa menggunakan aplikasi DDS dan MIS, misal digunakan dalam menentukan estimasi dan perencanaan anggaran

    Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :

    1. Sistem Pengeluaran (expenditure system)

    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.

    2. Sistem Pendapatan (revenue system)

    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.

    3. Sistem Produksi (production systeme)

    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.

    4. Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)

    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).

    5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    Manfaat sistem informasi akuntansi:
    • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    • Meningkatkan efisiensi
    • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    • Meningkatkan sharing knowledge
    • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    Dan juga memiliki tujuan :

    1. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to Support the –day-to-day operations).
    2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers).
    3. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-jawaban (to fulfill obligations relating to stewardship).

    Sumber:
    http://danukusumapraja.wordpress.com/2012/10/12/definisi-sistem-informasi-akuntansi-sia/
    sangpenguasa.atwiki.com
    http://rahmatxgrafi.blogspot.com/2010/04/subsistem-sia-sistem-informasi
    http://www.duniaremaja.org/akuntansi-f58/sistem-informasi-akuntansi-sia-
    http://riezquchiha.wordpress.com/2010/10/09/sistam-informasi-akuntansi-sia/

  9. Seftian Fadel/1104556/ Pendidikan Akuntansi 2011 A/ SIA-A says:

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.
    Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).

    Fungsi penting yang dibentuk Sistem Informasi Akuntansi pada sebuah organisasi antara lain :
    * Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    * Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    * Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    2 komponen Sistem Informasi Akuntansi antara lain :
    * Spesialis Informasi
    * Akuntan
    Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 3 subsistem:
    * Sistem pemrosesan transaksi, mendukung proses operasi bisnis harian.
    * Sistem buku besar/pelaporan keuangan, menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
    * Sistem pelaporan manajemen, yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.

  10. 1104556/Seftian Fadel/Pendidikan Akuntansi 2011 A/ SIA-1 says:

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.
    Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).

    Fungsi penting yang dibentuk Sistem Informasi Akuntansi pada sebuah organisasi antara lain :
    * Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    * Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    * Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    2 komponen Sistem Informasi Akuntansi antara lain :
    * Spesialis Informasi
    * Akuntan
    Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 3 subsistem:
    * Sistem pemrosesan transaksi, mendukung proses operasi bisnis harian.
    * Sistem buku besar/pelaporan keuangan, menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
    * Sistem pelaporan manajemen, yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.

  11. NIM/Nama/Kls: 1105147/Dewanty Merakati/2011-A/SIA-1

    Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.

    Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.

    Menurut Barry E. C dalam buku yang di terjemahkan La Midjan & Azhar Ssusanto (2003) “ Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperboleh dari pengumpulan dan memproses data”.

    Menurut Nugroho Wdjajanto (2001) “Sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapan serta alat komunikas, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen”.

    Jadi menurut saya dapat disimpulkan Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi untuk menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    2. Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    3. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    1. Sistem pemrosesan transaksi mendukung proses operasi bisnis harian.
    2. Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    3. Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.

    Manfaat SIA:
    1. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    2. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    3. Meningkatkan efisiensi
    4. Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    5. Meningkatkan sharing knowledge
    6. menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    Komponen Sistem Informasi Akuntansi:
    1. Manusia adalah pelaku yang menjalankan sistem
    2. Transaksi merupakan objek dari sistem informasi akuntansi sebagai masukan, lalu diproses sehingga menghasilkan informasi
    3. Prosedur adalah langkah-langkah yang harus ditempuh dalam melakukan transaksi atau kegiatan perusahaan.
    4. Dokumen yaitu berupa formulir yang digunakan sebagai sarana pencatatan pada saat transaksi
    5. Peralatan adalah suatu alat atau sarana yang digunakan dalam melakukan pencatatan pada sistem informasi yang bersangkutan.

    Daftar Pustaka:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
    La midzan, Azhar Susanto.2000. System Informasi Akuntansi 1, Edisi 6: Lembaga Informasi Akuntansi
    Nugroho Widjajanto. 2001. System Informasi Akuntansi, Sekolah Ilmu Ekonomi Trisakti : Erlanga

  12. Ghina Ghaniyyah says:

    1104626/Ghina Ghaniyyah/Pendidikan Akuntansi-A/SIA-1

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Bodnard dan Hopwood (2000:23) sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti *CensureBlock* dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Menurut Baridwan (1996:4) sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan komunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan kreditur ) dan pihak-pihak dalam (terutama manajemen ).

    *Ciri dalam transaksi SIA :

    Menghasilkan jumlah data yg besar, yg tiap hari selalu diproses, disimpan dan membutuhkan kecepatan akses yg cepat serta keakuratan yg tinggi
    Membutuhkan kemudahan dalam pengoperasian pengontrolan serta prosedur error-checking yg baik dalam menjaga sekuritas dan keakuratan data
    Dirancang khusus untuk kemudahan audit data, serta tracing (menelusuri) transaksi yang terjadi
    Beberapa menggunakan aplikasi DDS dan MIS, misal digunakan dalam menentukan estimasi dan perencanaan anggaran

    *Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :

    1. Sistem Pengeluaran (expenditure system)

    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.

    2. Sistem Pendapatan (revenue system)

    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.

    3. Sistem Produksi (production systeme)

    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.

    4. Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)

    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).

    5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    *Manfaat sistem informasi akuntansi:
    • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    • Meningkatkan efisiensi
    • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    • Meningkatkan sharing knowledge
    • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    *Tujuan sistem informasi akuntansi :

    1. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to Support the –day-to-day operations).
    2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers).
    3. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-jawaban (to fulfill obligations relating to stewardship).

    Sistem Informasi Akuntansi memiliki beberapa sistem-sistem bagian (sub-system)
    yang berupa siklus-siklus akuntansi. Siklus akuntansi menunjukkan prosedur
    akuntansi mulai dari sumber data sampai ke proses pencatatan/pengolahan
    akuntansinya. Siklus akuntansi dibagi menjadi:
    1. Siklus pendapatan
    2. Siklus pengeluaran kas
    3. Siklus konversi
    4. Siklus manajemen Sumber Daya *CensureBlock* (SDM)
    5. Siklus buku besar dan laporan keuangan

    Sumber: http://danukusumapraja.wordpress.com/2012/10/12/definisi-sistem-informasi-akuntansi-sia/
    http://zaidarrosyid.blogspot.com/2012/10/sistem-informasi-akuntansi.html

  13. Eka Indayana Agus Pratiwi says:

    Nim/Nama/Kelas : 1104528 / Eka Indayana Agus Pratiwi / 2011-A / SIA-1

    Menurut Laudon di dalam Azhar Susanto (2008:52) sistem akuntansi yaitu “komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerjasama untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan koordinasi, pengendalian, dan untuk memberikan gambaran aktivitas didalam perusahaan.”

    Menurut La Midjan dan Azhar Susanto (2001) menyatakan bahwa “sistem informasi akuntansi merupakan suatu sistem pengolahan data akuntansi yang merupakan koordinasi dari manusia, alat dan metode yang berinteraksi secara harmonis dalam suatu wadah organisasi yang terstruktur untuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen yang berstruktur pula.”

    Sistem Informasi Akuntansi menurut Bodnar dan Hopwood (2006:3) didalam Amir Abadi Yusuf bahwa ” sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya kedalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.”

    Berdasarkan pengertian sistem informasi dari beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa sistem informasi tidak akan bekerja tanpa adanya kerjasama yang harmonis antara komponen-komponen yang membentuknya dan menghasilkan suatu tujuan untuk mengubah data menjadi suatu informasi yang dapat dibutuhkan oleh pengguna informasi.

    Prosedur
    Suatu urutan operasi klerikal (tulis menulis) atau tahapan instruksi yang biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih untuk menjamin penanganan yang seragam atas transaksi bisnis yang terjadi.

    Pengendalian Sistem
    Proses untuk mencegah atau mengarahkan kegiatan suatu organisasi pada tujuan yang telah ditetapkan.

    Sistem Informasi
    - Suatu kegiatan prosedur-prosedur yang diorganisasikan
    - Untuk menyediakan informasi yang diperlukan

    Komponen Sistem Informasi
    Input, Model, Output, Teknologi, Database, Kendali

    Daftar Pustaka :
    La Midjan, dan Azhar Susanto. 2000. Sistem Informasi Akuntansi 1, Edisi Keenam : Lembaga Informasi Akuntansi.

    Bodnar,H. George dan william S.Hopwood, Sistem Informasi Akuntansi, Buku 1, Edisi ke-6 Penerjemah Amir Abadi Jusuf dan Rudi M.Tambunan, Salemba Empat, Jakarta,2000.

  14. SYIFA FAHRUNNISA says:

    1105342/ Syifa Fahrunnisa/ Pendidikan Akuntansi 2011A/ SIA-1

    Pengertian sistem menurut John F. Nash dan Martin B. Roberts (1984) yang dikutip oleh Yogiyanto (1996:2)
    ” Suatu sistem adalah sebagai suatu kumpulan komponen yang berinteraksi membentuk suatu kesatuan dan keutuhan yang komplek di dalam tingkat tertentu untuk mengejar tujuan yang umum ”.

    Adapun pengertian lain menurutJames O. Hicks, Jr dan Wayne E. Leininger (1986) yang dikutip oleh Yogiyanto (1996:2) secara abstrak mendefinisikan sebagai berikut:
    ” Suatu sistem adalah sebagai kumpulan interaksi dari komponen-komponen yang beroperasi di dalam suatu batas sistem. Batas sistem akan menyaring tipe dan dan tingkat arus dari input serta ouput diantara sistem dengan lingkungannya ” .

    Dari berbagai pengertian tersebut dapat di tarik pengertian umum sistem sebagai berikut:
    1. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur.
    2. Unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.
    3. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.
    4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.
    Sistem adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu sama lainnya, yang berfungsi bersama sama mencapai tujuan tertentu.
    Informasi adalah input (data) lalu di proses yang menjadi output(informasi)
    akuntansi adalah proses mengorganisir,klasifikasi,pengelompokkan transaksi transaksi ekonomi hingga menjadi laporan keuangan.
    Sistem Informasi Akuntasi adalah organisasi formulir ,catatan dan laporan yang di koordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan manajemen.

    Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood (1996:l1) adalah sebagai berikut:
    ” Sistem akuntansi adalah suatu organisasi terdiri dari metode dan catatan–catatan yang dibuat untuk mengidentifikasikan, mengumpulkan, menganalisis, mencatat, dan melaporkan transaksi–transaksi organisasi dan menyelenggarakan pertanggungjawaban bagi aktiva dan kewajiban yang berkaitan. Maksudnya adalah bahwa sistem akuntansi dalam suatu organisasi dapat berbentuk sederhana, dapat pula komplek. Sistem-sistem informasi dirancang dan dipasang bukan hanya untuk menghasilkan saldo-saldo buku besar untuk menghasilkan laporan keuangan tetapi juga menghasilkan pengendalian manajemen dan informasi operasional yang tidak berkaitan dengan akuntansi. Jadi sistem akuntansi dan pnegendalian operasional berkaitan erat dalam organisasi.
    SIA terdiri dari 3 subsistem di dalamnya :
    • Sistem pemrosesan transaksi
    mendukung proses operasi bisnis harian.
    • Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    • Sistem Penutupan dan pembalikan.

    Karakteristik SIA yang membedakannya dengan subsistem CBIS lainnya :

    * SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
    * Berpegang pada prosedur yang relatif standar
    * Menangani data rinci
    * Berfokus historis
    * Menyediakan informasi pemecahan minimal

    Fungsi penting yang dibentuk Sistem Informasi Akuntansi pada sebuah organisasi antara lain :

    * Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    * Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    * Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Daftar Pustaka :
    http://dwiermayanti.wordpress.com/2009/10/13/sistem-informasi-akuntansi/

    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi

    http://mamet89.wordpress.com/2010/11/25/fungsi-sistem-informasi-akuntansi/

    https://sites.google.com/site/materikuliahernalovita/sia-1

  15. 1104989/Hilma Nadiya Khoiriya/Pendidikan Akuntansi 2011-A/SIA-1 says:

    Pengertian Sistem
    Pengertian Sistem Menurut Harijono Djojodihardjo: Suatu sistem adalah sekumpulan objek yang mencakup hubungan fungsional antara tiap-tiap objek dan hubungan antara ciri tiap objek, dan yang secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan secara fungsional.
    Pengertian sistem Menurut Jogianto (2005: 2) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
    Dari dua pengertian diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa pengertian sistem adalah suatu kesatuan elemen yang tidak dapat di pisahkan, dengan tujuan untuk mencapai tujuan bersama.

    Pengertian Prosedur
    Menurut Amin Widjaja (1995:83) “prosedur adalah sekumpulan bagian yang saling berkaitan misalnya:orang, jaringan gudang yang harus dilayani dengan cara tertentu oleh sejumlah pabrik dan pada gilirannya akan mengirimkan pelanggan menurut proses tertentu”
    Menurut Kamaruddin (1992:836-837) “Prosedur pada dasarnya adalah suatu susunan yang teratur dari kegiatan yang berhubungan satu sama lainnya dan prosedur-prosedur yang berkaitan melaksanakan dan memudahkan kegiatan utama dari suatu organisasi”.
    Jadi, Prosedur adalah Suatu tata cara yang sudah memiliki urutan tertentu untuk dijalankanya.

    Pengertian Informasi
    Pengertian Sistem menurut Jogiyanto HM.,(1999:692), “informasi dapat di definisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan”.
    Pengertian informasi menurut Tata Sutabri, S.Kom.,MM informasi adalah data yang telah di klasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    Jadi informasi adalah suatu hasil yang diperoleh dari proses pengolahan, yang berisikan gambaran secara nyata, sebagai landasan untuk mengambil keputusan.
    Kualitas Informasi tergantung pada 3 hal, yaitu:
    - Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan da harus jelas mencerminkan maksudnya
    - Tepat pada waktunya, berarti informasi yang diterima tidak boleh terlambat
    - Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat dari pemakainya.

    Daftar Pustaka:
    Dr.Ir.Harijono Djojodihardjo,Pengantar Sistem Komputer,Erlangga,Bandung:1984.
    Jogianto HM.2005.Analisis & Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta. Andi.
    Tata Sutabri, Sistem Informasi Manajemen,2005,Yogyakarta,Andi.

  16. Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.
    Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.
    Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.
    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    Sistem pemrosesan transaksi
    mendukung proses operasi bisnis harian.
    Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup
    menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.

  17. Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

    Ciri dalam transaksi SIA :

    Menghasilkan jumlah data yg besar, yg tiap hari selalu diproses, disimpan dan membutuhkan kecepatan akses yg cepat serta keakuratan yg tinggi
    Membutuhkan kemudahan dalam pengoperasian pengontrolan serta prosedur error-checking yg baik dalam menjaga sekuritas dan keakuratan data
    Dirancang khusus untuk kemudahan audit data, serta tracing (menelusuri) transaksi yg terjadi
    Beberapa menggunakan aplikasi DDS dan MIS, misal digunakan dalam menentukan estimasi dan perencanaan anggaran.
    menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak. SIA ini sangat diperlukan dalam menjalankan suatu usaha sebagai tolak ukur seberapa besar usaha kita sudah berkembang.

  18. NIM/NAMA/KLS : 1103694/GITA DWI RAHMI/ 2011-A
    Menurut Azhar Susanto dalam bukunya Sistem Informasi Akuntansi Konsep dan Pengembangan Berbasis Komputer sistem informasi akuntansi adalah :“Sistem informasi akuntansi pada dasarnya merupakan integrasi dari berbagai sistem pengolahan transaksi.
    Sedangkan menurut George H. Bondar yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf dan Rudi M.Tambunan dalam bukunya Sistem Informasi Akuntansi bahwa Sistem Akuntansi adalah : “Sistem Informasi Akuntansi adalah kumpulan sumberdaya, seperti manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi.”
    Menurut Niswonger, Fess dan Warren yang diterjemahkan olehRuswinarto,H. (1995, h.248) : “Sistem Akuntansi adalah suatu sarana bagi manajemen perusahaan guna mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk mengelolah perusahaan dan untuk menyusun laporan keuangan bagi pemilik, kreditor, dan pihak lainnya yang berkepentingan. ”
    Jadi dari defini tersebut sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi dengan mengumpulkan, mengkasifikasikan, mengolah, menganalisa dan berkomunikasi serta mengambil sebuat keputusan yang relvan bagi kedua belah pihak.

    Referensi :
    jbptunikompp-gdl-s1-2007-henisrikus-6712-bab-ii
    http://repository.binus.ac.id/content/F0174/F017444778.pdf

  19. Siti Fatimah says:

    1103579/SITI FATIMAH/Pendidikan Akuntansi 2011 A/ SIA-1

    Pengertian sistem menurut para ahli :
    • Dalam Wikipedia “Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi”.
    • Menurut Mulyadi, dalam bukunya Sistem Akuntansi, 2008 “sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.”
    • Menurut Hanif Al Fata, 2007 “sistem adalah kumpulan dari bagian-bagian yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama atau sekumpulan objek-objek yang saling berelasi dan berinteraksi .”
    Jadi dapat disimpulkan system adalah suatu gabungan dari unsur-unsur yang membentuk suatu pola yang memiliki fungsi dan tujuan yang sama dalam melaksanakan tugasnya.
    Pengertian informasi menurut para ahli:
    • Dalam Wikipedia “Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan.”
    • Menurut Kenneth C. Laudon “Informasi adalah data yang sudah dibentuk kedalam sebuah formulir yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.”
    • Menurut Gordon B. Davis “Informasi adalah data yang telah diproses/diolah kedalam bentuk yang sangat berarti penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya.”
    • Menurut Robert G. Murdick “Informasi terdiri atas data yang telah didapatkan, diolah/diproses atau sebaliknya yang digunakan untuk tujuan penjelasan/penerangan, uraian, atau sebagai sebuah dasar untuk pembuatan ramalan atau pembuatan keputusan.”
    • Menurut Kusrini “Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi.”
    Jadi dapat disimpulkan informasi adalah data siap pakai yang sudah diolah terlebih dahulu dengan tujuan pemakai mendapatkan informasi yang diinginkannya.
    Pengertian akuntansi menurut para ahli:
    • Pengertian akuntansi menurut American Institute of Certified Public Accounting (AICPA) dalam Ahmed Riahi Balkaoui mendefinisikan akuntansi sebagai berikut: “Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan dan peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara yang berdaya guna dan dalam bentuk satuan uang dan penginterprestasikan hasil tersebut.” (Balkaoui, 2000:37).
    • Dalam Wikipedia “Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah.”
    • Pengertian akuntansi menurut Warren dkk. “secara umum, akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan”.
    Jadi dapat disimpulkan akuntansi adalah ilmu yang digunakan dalam pencatatan, pengidentifikasian, pengikhtisaran, dan pelaporan keuangan dengan tujuan untuk menghasilkan informasi keuangan.
    Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan system informasi akuntansi adalah suatu data yang menghasilkan informasi keuangan dengan menggunakan ilmu akuntansi dalam pengolahannya dengan tujuan untuk pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
    Menurut La Midjan (2006:37) tujuan utama penyusunan sistem informasi akuntansi bagi organisasi perusahaan adalah sebagai berikut :
    1. Meningkatkan kualitas informasi
    2. Meningkatkan kualitas internal cek atau pengendalian intern
    3. Menekan biaya-biaya tata usaha

    Fungsi sistem informasi akuntansi akan melaksanakan lima fungsi utamanya yaitu :

    • Mengumpulkan dan menyimpan data dari semua aktivitas dan transaksi perusahaan.
    • Memproses data menjadi informasi yang berguna pihak manajemen.
    • Memanajemen data-data yang ada kedalam kelompok-kelompok yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
    • Mengendalikan kontrol data yang cukup sehingga aset dari suatu organisasi atau perusahaan terjaga.
    • Penghasil informasi yang menyediakan informasi yang cukup bagi pihak manajemen untuk melakukan perencanaan, mengeksekusi perencanaan dan mengkontrol aktivitas.

    Manfaat sebuah system informasi akuntansi menambah nilai dengan cara:
    • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    • Meningkatkan efisiensi
    • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    • Meningkatkan sharing knowledge
    • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
    Daftar pustaka
    Mulyadi. 2008. Sistem akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.
    Wikipedia. 2013. Pengertian system informasi akuntansi. (online). (http://id.wikipedia.org, diakses 27 september 2013).
    Warisman Imam. 2012. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi. (Online). (http://iinformasi.blogspot.com, diakses 27 september 2013).
    Riadi Muchlisin. 2013. Pengertian dan Konsep Akuntansi. (Online). (http://www.kajianpustaka.com/2013/01/pengertian-dan-konsep-akuntansi.html, diakses 27 september 2013).
    Khaizan Enjang. 2010. Tujuan, Fungsi dan Manfaat Sistem Informasi Akuntansi. (Online). (http://enjangkhaizan.blogspot.com, diakses 27 September 2013).

  20. 1101774 / YENY NUR ASIAH / Pendidikan Akuntansi 2011-A / SIA-1 says:

    Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.
    Menurut Howard F. Settler, Sistem akuntansi adalah formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur-prosedur, dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data mengenai usaha suatu kegiatan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manajemen untuk mengawasi usahanya, dan bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditor, dan lembaga-lembaga pemerintah untuk menilai hasil operasi.
    Unsur-unsur suatu sistem akuntansi pokok sebagai berikut :
    Formulir adalah dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi.
    Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan meringkas data keuangan dan data lainnya.
    Buku besar terdiri dari rekening-rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal.
    Buku pembantu terdiri dari rekening-rekening pembantu yang merinci data keuangan yang tercantum dalam rekening tertentu dalam buku besar.
    Dan laporan adalah hasil proses akuntansi yang dapat berupa neraca, laporan rugi laba, laporan perubahan laba yang ditahan, laporan harga pokok produksi, laporan biaya pemasaran, laporan harga pokok penjualan, daftar umur piutang, daftar utang yang akan dibayar, daftar saldo persediaan yang lambat penjualannya.
    Sistem akuntansi adalah salah satu sistem informasi di antara berbagai sistem informasi yang digunakan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan. Setiap sistem informasi terdiri dari blok-blok bangunan yang membentuk sistem tersebut. Komponen bangunan sistem informasi terdiri dari enam blok: masukan, model, keluaran, teknologi, basis data, dan pengendalian.
    Tujuan umum pengembangan sistem akuntansi adalah sebagai berikut:
    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian, maupun struktur informasinya.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

    Kegiatan pokok perusahaan manufaktur terdiri dari: desain dan pengembangan produk pengolahan bahan baku menjadi produk jadi, dan penjualan produk jadi kepada pembeli. Untuk menangani kegiatan pokok perusahaan, umumnya dirancang sistem akuntansi yang terdiri dari:
    1. Sistem akuntansi pokok
    2. Sistem akuntansi piutang
    3. Sistem akuntansi utang
    4. Sistem akuntansi penggajian dan pengupahan
    5. Sistem akuntansi biaya
    6. Sistem akuntansi kas
    7. Sistem akuntansi persediaan
    8. Sistem akuntansi aktiva tetap
    Sistem akuntansi tidak hanya digunakan untuk mencatat transaksi keuangan yang telah terjadi saja, namun memiliki peran yang besar dalam melaksanakan bisnis perusahaan. Bahkan dalam bisnis perusahaan tertentu, sistem akuntansi merupakan alat yang digunakan untuk melaksanakan bisnis utama perusahaan. Perusahaan kartu kredit adalah perusahaan yang menjual jasa penagihan yang menggunakan billing system perusahaan tersebut untuk melayani anggota mereka. Perusahaan distribusi bahan bakar dapat menciptakan bisnis penjualan bahan bakar melalui unattended gasoline station dengan menggunakan billing system. Cash on delivery system merupakan sistem akuntansi yang mampu memperluas pasar melampaui hambatan geografis. Sistem perbankan yang mengendalikan cancelled check kepada pembuat cek mengakibatkan kelancaran pembayaran di dalam masyarakat, bahkan memungkinkan digunakannya cek pribadi (personal check) secara luas dalam transaksi pembayaran.

    Daftar Pustaka
    Mulyadi. Sistem Akuntansi. Edisi Kelima. Jakarta: Salemba Empat, 2010

  21. Ika Ferawati says:

    IKA FERAWATI_Pendidikan Akuntansi 2011(A)_1103962

    Sebelum kita mengenal lebih jauh apa itu sistem informasi, ada kalanya kita mengetahui terlebih dahulu arti dari masing-masing kata tersebut. Sistem Informasi terdiri dari 2 kata yaitu : sistem dan informasi. Sistem adalah kumpulan dari bagian-bagian yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama atau sekumpulan objek-objek yang saling berelasi dan berinteraksi (Hanif Al Fata, 2007). Sedangkan informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.(Gordon B. Davis).
    Pengertian sistem informasi menurut para Ahli :
    a. Menurut Tafri D. Muhyuzir (2008). Sistem informasi merupakan data yang dikumpulkan, dikelompokkan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah satu kesatuan informasi yang saling terkait dan saling mendukung sehingga menjadi suatu informasi yang berharga bagi yang menerimanya.
    b. Menurut Erwan Arbie (2000). Sistem informasi merupakan sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, membantu dan mendukung kegiatan operasi, bersifat manajerial dari suatu organisasi dan membantu mempermudah penyediaan laporan yang diperlukan.
    Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah merupakan sekumpulan data yang diolah sedemikian rupa dan saling terkait dalam kebutuhan pengolahan transaksi untuk mempermudah penyediaan laporan yang diperlukan. Suatu sistem informasi pada dasarnya terbentuk melalui suatu kelompok kegiatan operasi yang tetap, yaitu:
    1. Mengumpulkan data
    2. Mengelompokkan data
    3. Menghitung
    4. Menganalisa
    5. Menyajikan laporan
    Sasaran sistem informasi terdiri dari :
    • Meningkatkan penyelesaian tugas
    • Pemakai harus lebih produktif agar menghasilkan keluaran yang memiliki mutu yang tinggi.
    • Meningkatkan efektifitas secara keseluruhan.
    • Sistem harus mudah dan sering digunakan.
    • Meningkatkan efektifitas ekonomi.
    • Keuntungan yang diperoleh dari sistem harus lebih besar dari biaya yang dikeluarkan.
    Akuntansi juga merupakan salah satu bentuk sistem informasi yang memberikan sebuah informasi kepada pembacanya. Sistem informasi akuntansi menurut Mulyadi (2001), “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”
    Komponen dari sistem informasi terdiri dari :
    a. Perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang berfungsi sebagai mesin.
    b. Manusia dan prosedur sebagai pengguna dan tatacara dalam penggunaan mesin.
    c. Data merupakan jembatan penghubung antara manusia dan mesin agar terjadi proses pengolahan data.
    Jenis – jenis sistem :
    1. Berdasarkan wujudnya
    a. Sistem fisik
    b. Sistem abstrak
    2. Berdasarkan hubungannya dengan pihak luar
    a. Open sistem
    b. Closed sistem
    3. Berdasarkan keberadaannya
    a. Sistem alamiah
    b. Sistem buatan manusia
    4. Berdasarkan proses kegiatannya
    a. Sistem tertentu
    b. Sistem tidak tertentu
    5. Berdasarkan ruang lingkupnya/ tingkatannya
    a. Supra/ super sistem
    b. Sistem
    c. Subsistem
    Kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu :
    a. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan
    b. Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi.
    c. Relevan, Berarti informasi tersebut mempunyai manfaan bagi pemakainya.

    NILAI INFORMASI
    Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi hal ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan.
    KARAKTERISTIK SISTEM
    Suatu sistem mempunyai beberapa karakteristik, yaitu :
    a. Komponen/ elemen (Component)
    b. Batas Sistem (Boundary)
    c. Lingkungan luar sistem (Environment)
    d. Penghubung (Interface)
    e. Masukan (Input)
    f. Pengolah (Proses)
    g. Keluaran (Output)
    h. Sistem pengendalian

    a. KOMPONEN / ELEMEN (Component)
    Suatu sistem terdiri dari komponen-komponen dari suatu sistem biasanya dikenal dengan subsistem. Subsistem ini mempunyai sifat-sifat dari sistem itu sendiri dalam menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
    Suatu sistem juga mempunyai sistem yang lebih besar yang dikenal dengan suprasistem..
    b. BATAS SISTEM
    Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem yang satu dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.
    c. LINGKUNGAN LUAR SISTEM
    Segala sesuatu diluar dari batas sistem yang mempengaruhi operasi dari suatu sistem disebut lingkungan luar sistem.
    d. PENGHUBUNG
    Penghubung sistem merupakan suatu media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya untuk membentuk satu kesatuan, sehingga sumber-sumber daya mengalir dari subsistem yang satu ke subsistem lainnya.
    e. MASUKAN
    Masukan (Input) merupakan data yang dimasukan ke dalam sistem informasi beserta metode dan media yang digunakan untuk menangkap dan memasukan data tersebut ke dalam sistem.
    f. PENGOLAH
    Suatu sistem mempunyai bagian pengolah yang akan mengubah input menjadi output.
    g. KELUARAN
    Keluaran (Output) merupakan keluaran yang berupa informasiyang bermutu dan dokumen untuk semua tingkat manajemen dan semua pemakai informasi.
    h. SISTEM PENGENDALIAN
    Sistem pengendalian sistem pengawasan sebagai alat pengendali agar sistem yang dijalankan sesuai dengan rencana dan dapat berjalan dengan baik. Jenis sistem pengendalian, yaitu :
    a. Pengendalian Umpan Balik atau sering disebut sistem pengendalian loop tertutup, adalah suatu sistem pengaturan dimana sistem keluaran pengendalian ikut andil dalam aksi kendali.
    b. Pengendalian Umpan Maju atau sering disebut sistem pengendalian loop terbuka, adalah suatu sistem pengendalian dimana sistem keluaran pengendalian tidak ikut andil dalam aksi kendali.
    c. Pengendalian Pencegahan, adalah sistem yang mengendalikan sistem dimuka sebelum proses dimulai dengan mencegah hal-hal yang merugikan untuk masuk ke dalam sistem.

    DAFTAR PUSTAKA

    Mulyadi, 2008. Sistem Akuntansi. Jakarta : Salemba Empat
    http://bukasitik.blogspot.com/2011/11/pengertian-feedback-control-system.html
    http://image.slidesharecdn.com/sistemkendali-121207084243-phpapp02/95/slide-1-638.jpg?1354891411
    http://eviandrianimosy.blogspot.com/2010/05/pengertian-sistem-kendali.html
    http://eviandrianimosy.blogspot.com/2010/05/pengertian-sistem-kendali.html
    http://Pengertian Sistem Informasi _ Juansyah Weblog.htm

  22. Ika Ferawati says:

    1103962/ Ika ferawati/ Pendidikan akuntansi Kelas A- SIA 1

    Sebelum kita mengenal lebih jauh apa itu sistem informasi, ada kalanya kita mengetahui terlebih dahulu arti dari masing-masing kata tersebut. Sistem Informasi terdiri dari 2 kata yaitu : sistem dan informasi. Sistem adalah kumpulan dari bagian-bagian yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama atau sekumpulan objek-objek yang saling berelasi dan berinteraksi (Hanif Al Fata, 2007). Sedangkan informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.(Gordon B. Davis).
    Pengertian sistem informasi menurut para Ahli :
    a. Menurut Tafri D. Muhyuzir (2008). Sistem informasi merupakan data yang dikumpulkan, dikelompokkan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah satu kesatuan informasi yang saling terkait dan saling mendukung sehingga menjadi suatu informasi yang berharga bagi yang menerimanya.
    b. Menurut Erwan Arbie (2000). Sistem informasi merupakan sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, membantu dan mendukung kegiatan operasi, bersifat manajerial dari suatu organisasi dan membantu mempermudah penyediaan laporan yang diperlukan.
    Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah merupakan sekumpulan data yang diolah sedemikian rupa dan saling terkait dalam kebutuhan pengolahan transaksi untuk mempermudah penyediaan laporan yang diperlukan. Suatu sistem informasi pada dasarnya terbentuk melalui suatu kelompok kegiatan operasi yang tetap, yaitu:
    1. Mengumpulkan data
    2. Mengelompokkan data
    3. Menghitung
    4. Menganalisa
    5. Menyajikan laporan
    Sasaran sistem informasi terdiri dari :
    • Meningkatkan penyelesaian tugas
    • Pemakai harus lebih produktif agar menghasilkan keluaran yang memiliki mutu yang tinggi.
    • Meningkatkan efektifitas secara keseluruhan.
    • Sistem harus mudah dan sering digunakan.
    • Meningkatkan efektifitas ekonomi.
    • Keuntungan yang diperoleh dari sistem harus lebih besar dari biaya yang dikeluarkan.
    Akuntansi juga merupakan salah satu bentuk sistem informasi yang memberikan sebuah informasi kepada pembacanya. Sistem informasi akuntansi menurut Mulyadi (2001), “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”
    Komponen dari sistem informasi terdiri dari :
    a. Perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang berfungsi sebagai mesin.
    b. Manusia dan prosedur sebagai pengguna dan tatacara dalam penggunaan mesin.
    c. Data merupakan jembatan penghubung antara manusia dan mesin agar terjadi proses pengolahan data.
    Jenis – jenis sistem :
    1. Berdasarkan wujudnya
    a. Sistem fisik
    b. Sistem abstrak
    2. Berdasarkan hubungannya dengan pihak luar
    a. Open sistem
    b. Closed sistem
    3. Berdasarkan keberadaannya
    a. Sistem alamiah
    b. Sistem buatan manusia
    4. Berdasarkan proses kegiatannya
    a. Sistem tertentu
    b. Sistem tidak tertentu
    5. Berdasarkan ruang lingkupnya/ tingkatannya
    a. Supra/ super sistem
    b. Sistem
    c. Subsistem
    Kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu :
    a. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan
    b. Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi.
    c. Relevan, Berarti informasi tersebut mempunyai manfaan bagi pemakainya.

    NILAI INFORMASI
    Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi hal ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan.
    KARAKTERISTIK SISTEM
    Suatu sistem mempunyai beberapa karakteristik, yaitu :
    a. Komponen/ elemen (Component)
    b. Batas Sistem (Boundary)
    c. Lingkungan luar sistem (Environment)
    d. Penghubung (Interface)
    e. Masukan (Input)
    f. Pengolah (Proses)
    g. Keluaran (Output)
    h. Sistem pengendalian

    a. KOMPONEN / ELEMEN (Component)
    Suatu sistem terdiri dari komponen-komponen dari suatu sistem biasanya dikenal dengan subsistem. Subsistem ini mempunyai sifat-sifat dari sistem itu sendiri dalam menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
    Suatu sistem juga mempunyai sistem yang lebih besar yang dikenal dengan suprasistem..
    b. BATAS SISTEM
    Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem yang satu dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.
    c. LINGKUNGAN LUAR SISTEM
    Segala sesuatu diluar dari batas sistem yang mempengaruhi operasi dari suatu sistem disebut lingkungan luar sistem.
    d. PENGHUBUNG
    Penghubung sistem merupakan suatu media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya untuk membentuk satu kesatuan, sehingga sumber-sumber daya mengalir dari subsistem yang satu ke subsistem lainnya.
    e. MASUKAN
    Masukan (Input) merupakan data yang dimasukan ke dalam sistem informasi beserta metode dan media yang digunakan untuk menangkap dan memasukan data tersebut ke dalam sistem.
    f. PENGOLAH
    Suatu sistem mempunyai bagian pengolah yang akan mengubah input menjadi output.
    g. KELUARAN
    Keluaran (Output) merupakan keluaran yang berupa informasiyang bermutu dan dokumen untuk semua tingkat manajemen dan semua pemakai informasi.
    h. SISTEM PENGENDALIAN
    Sistem pengendalian sistem pengawasan sebagai alat pengendali agar sistem yang dijalankan sesuai dengan rencana dan dapat berjalan dengan baik. Jenis sistem pengendalian, yaitu :
    a. Pengendalian Umpan Balik atau sering disebut sistem pengendalian loop tertutup, adalah suatu sistem pengaturan dimana sistem keluaran pengendalian ikut andil dalam aksi kendali.
    b. Pengendalian Umpan Maju atau sering disebut sistem pengendalian loop terbuka, adalah suatu sistem pengendalian dimana sistem keluaran pengendalian tidak ikut andil dalam aksi kendali.
    c. Pengendalian Pencegahan, adalah sistem yang mengendalikan sistem dimuka sebelum proses dimulai dengan mencegah hal-hal yang merugikan untuk masuk ke dalam sistem.

    DAFTAR PUSTAKA

    Mulyadi, 2008. Sistem Akuntansi. Jakarta : Salemba Empat
    http://bukasitik.blogspot.com/2011/11/pengertian-feedback-control-system.html
    http://image.slidesharecdn.com/sistemkendali-121207084243-phpapp02/95/slide-1-638.jpg?1354891411
    http://eviandrianimosy.blogspot.com/2010/05/pengertian-sistem-kendali.html
    http://eviandrianimosy.blogspot.com/2010/05/pengertian-sistem-kendali.html
    http://Pengertian Sistem Informasi _ Juansyah Weblog.htm

  23. Indriyani/1103964/ Pendidikan Akuntansi 2011 A/SIA-1 says:

    Definisi Sistem dan prosedur akuntansi menurut:
    W. Gerald Cole:
    “Sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan.”
    “Prosedur adalah suatu urut-urutan pekerjaan klerikal (clerical), biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu bagian atau lebih, disusun untuk menjamin adanya yang seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang sering terjadi”.
    Sedangkan menurut Mulyadi dalam bukunya “Sistem Akuntansi”(2008) dijelaskan bahwa:
    Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut/sesuai dengan pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.
    Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal yang biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam terhadap transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.
    Dari pengertian di atas dapat saya simpulkan bahwa sistem merupakan sekelompok jaringan prosedur yang saling berhubungan satu sama lain yang secara bersama-sama digunakan untuk melaksanakan suatu kegiatan tertentu. Sedangkan prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal yang disusun untu menjamin penanganan atas transaksi-transaksi perusahaan yang biasanya melibatkan beberapa pihak.
    Klasifikasi Sistem :
    Berdasarkan wujudnya :
    Sistem abstrak ; sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik (sistem teologia)
    Sistem fisik ; merupakan sistem yang ada secara fisik (sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dll.)
    Berdasarkan keberadaannya :
    Sistem alamiah ; sistem yang terjadi melalui proses alam. (sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dll.
    Sistem buatan manusia ; sistem yang dirancang oleh manusia.
    Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut human-machine system (contoh ; sistem informasi)
    Berdasarkan proses kegiatannya :
    Sistem Tertentu (deterministic system) ; beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan (contoh ; sistem komputer)
    Sistem tak tentu (probabilistic system) ; sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
    Berdasarkan hubungannya dengan pihak diluar sistem:
    Sistem tertutup (close system) ; sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).
    Sistem terbuka (open system) ; sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
    Menurut Sutabri Tata (2012:33) mendefinisikan bahwa :
    ”Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan”.
    Abdul Kadir (2002: 31); McFadden dkk (1999) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut.
    Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang berarti guna memudahkan penerimanya dalam mengambil sebuah keputusan.
    Adapun kualitas dari informasi adalah sebagai berikut :
    1. Akurat (accurate)
    Informasi harus bebas dari kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi harus mencerminkan maksudnya.
    2. Tepat waktu (timelines)
    informasi yang sampai kepada sipenerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah using tidak akan mempunyai nilai lagi, karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. 
    3. Relevan (relevance)
    Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk setiap orang berbeda.

    DAFTAR PUSTAKA
    http://sistempakarindonesia.blogspot.com/2013/06/nilai-dan-kualitas-informasi-menurut-para-ahli.html
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/08/pengertian-sistem.html
    http://anggoroz.blogspot.com/2012/09/klasifikasi-sistem_19.html
    Mulyadi.2008. Sistem Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.

  24. Indriyani/1103964/ Pendidikan Akuntansi 2011 A/SIA-1 says:

    Indriyani/1103964/Pendidikan akuntansi 2011-A/SIA-1

    Definisi Sistem dan prosedur akuntansi menurut:
    W. Gerald Cole:
    “Sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan.”
    “Prosedur adalah suatu urut-urutan pekerjaan klerikal (clerical), biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu bagian atau lebih, disusun untuk menjamin adanya yang seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang sering terjadi”.
    Sedangkan menurut Mulyadi dalam bukunya “Sistem Akuntansi”(2008) dijelaskan bahwa:
    Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut/sesuai dengan pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.
    Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal yang biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam terhadap transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.
    Dari pengertian di atas dapat saya simpulkan bahwa sistem merupakan sekelompok jaringan prosedur yang saling berhubungan satu sama lain yang secara bersama-sama digunakan untuk melaksanakan suatu kegiatan tertentu. Sedangkan prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal yang disusun untu menjamin penanganan atas transaksi-transaksi perusahaan yang biasanya melibatkan beberapa pihak.
    Klasifikasi Sistem :
    Berdasarkan wujudnya :
    Sistem abstrak ; sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik (sistem teologia)
    Sistem fisik ; merupakan sistem yang ada secara fisik (sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dll.)
    Berdasarkan keberadaannya :
    Sistem alamiah ; sistem yang terjadi melalui proses alam. (sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dll.
    Sistem buatan manusia ; sistem yang dirancang oleh manusia.
    Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut human-machine system (contoh ; sistem informasi)
    Berdasarkan proses kegiatannya :
    Sistem Tertentu (deterministic system) ; beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan (contoh ; sistem komputer)
    Sistem tak tentu (probabilistic system) ; sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
    Berdasarkan hubungannya dengan pihak diluar sistem:
    Sistem tertutup (close system) ; sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).
    Sistem terbuka (open system) ; sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
    Menurut Sutabri Tata (2012:33) mendefinisikan bahwa :
    ”Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan”.
    Abdul Kadir (2002: 31); McFadden dkk (1999) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut.
    Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang berarti guna memudahkan penerimanya dalam mengambil sebuah keputusan.
    Adapun kualitas dari informasi adalah sebagai berikut :
    1. Akurat (accurate)
    Informasi harus bebas dari kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi harus mencerminkan maksudnya.
    2. Tepat waktu (timelines)
    informasi yang sampai kepada sipenerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah using tidak akan mempunyai nilai lagi, karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. 
    3. Relevan (relevance)
    Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk setiap orang berbeda.

    DAFTAR PUSTAKA
    http://sistempakarindonesia.blogspot.com/2013/06/nilai-dan-kualitas-informasi-menurut-para-ahli.html
    http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2009/08/pengertian-sistem.html
    http://anggoroz.blogspot.com/2012/09/klasifikasi-sistem_19.html
    Mulyadi.2008. Sistem Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.

  25. Lisa Listiyani says:

    1103966/LISA LISTIYANI/PENDIDIKAN AKUNTANSI 2011 A/ SIA-1

    1. Pengertian Sistem dan Prosedur
    Menurut Mulyadi dalam bukunya, Sistem Akuntansi, 2001, sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok organisasi.
    Dan pengertian prosedur sendiri adalah sustu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi organisasi yang terjadi berulang-ulang.
    Jadi, suatu sistem terdiri dari jaringan prosedur, sedangkan prosedur merupakan urutan kegiatan klerikal.
    2. Jenis-jenis Sistem
    1. Dari sudut wujudnya :
    • Sistem fisik
    • Sistem biologik
    • Sistem sosial
    2. Dari sudut asal usulnya :
    • Sistem alamiah
    • Sistem buatan
    3. Dari sudut hubungan dengan lingkungannya :
    • Sistem terbuka
    • Sistem tertutup
    4. Dari sudut wujudnya :
    • Sistem konseptual
    • Sistem kongkret
    • Sistem abstrak
    5. Dari sudut dinamikanya :
    • Sistem struktur
    • Sistem perilaku
    • Sistem berevolusi
    6. Sistem deterministik
    7. Sistem probabilistik
    8. Sistem empirik
    9. Sistem manusia-mesin
    10. Sistem mesin
    11. Sistem permanen
    12. Sistem temporer
    13. Sistem tak berubah
    14. Sistem yang berubah
    15. Subsistem
    16. Super sistem
    17. Sistem yang adaptif
    18. Sistem yang tak adaptif
    19. Sistem kerangka
    20. Sistem jam kerja
    21. Sistem thermostat
    22. Sistem societal-genetik
    23. Sistem hewan
    24. Sistem amanusiawi
    25. Sistem transendental

    3. Sistem Pengendalian
    1. Sistem Pengendalian Umpan Balik
    Sistem pengendalian umpan balik adalah lazim dalam organisasi perusahaan. Produksi barang atau operasi suatu departemen adalah proses-proses yang membutuhkan pengendalian. Karakteristik proses-proses tersebut yang dikendalikan dapat berupa kualitas output, biaya operasi atau kecepatan operasi. Sistem pengukuran seringkali merupakan bagian komponen dari sistem informasi akuntansi. Standar atau kriteria untuk evaluasi proses ditetapkan ileh kebijaksanaan manajemen. Akhirnya regulator atau pengatur adalah seorang manajer atau orang yang bertanggungjawab atas kepuasan operasi tersebut
    2. Sistem Pengendalian Maju
    Sistem pengendalian umpan balik adalah penting dalam banyak bidang pengendalian manajemen. Tetapi keburukan utama adalah bahwa sistem tersebut tidak memberikan aba – aba atau peringatan suatu deviasi sebelum hal ini menjadi cukup berarti. Sebagai akibatnya, deviasi yang memakan biaya besar dapat berlangsung terus atau semakin buruk sebelum tindakan korektif efektif dilaksanakan. Sistem pengendalian umpan maju bertindak secara langsung pada masalah ini dengan mencoba untuk mencegah deviasi tersebut sebelum hal ini terjadi.
    3. Pengendalian Pencegahan
    Kedua pengendalian umpan balik dan umpan maju berfungsi secara Ekstern terhadap proses yang sedang di kendalikannya, memonitor operasinya dan ikut campur untuk membuat koreksi penyesuaian bila dianggap perlu. Sebaliknya pengendalian pencegahan adalah kebijaksanaan dan prosedur yang sebenarnya merupakan suatu bagian dari proses itu sendiri.
    4. Pengertian atau definisi Informasi
    Menurut para ahli adalah sebagai berikut :
    a. Raymond Mc.leod
    Ia mengungkapkan bahwa informasi adalah “data yang sudah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang”.
    b. Tata Sutabri, S.Kom
    Ia menyatakan bahwa informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    c. Anton M. Meliono
    Menurut Anton “Informasi adalah data yang sudah diproses untuk tujuan tertentu. Tujuan tersebut adalah untuk menghasilkan sebuah keputusan”
    d. Gordon B. Davis
    Gordon menyatakkan “Informasi adalah data yang telah diproses menjadi suatu bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang”
    e. Lani Sidharta
    Ia menyatakan “Informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang bisa berguna untuk membuat keputusan”
    f. Jogiyanto HM.
    Menurutnya Informasi adalah sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
    g. George H. Bodnar
    Menurut George Informasi adalah data yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat.

    Dari pernyataan para ahli mengenai pengertian atau definisi informasi diatas, dapat disimpulkan bahwa Informasi adalah Suatu data atau objek yang diproses terlebih dahulu sedemikian rupa sehingga dapat tersusun dan terklasifikasi dengan baik, sehingga memiliki arti bagi penerimanya yang selanjutnya menjadi pengetahuan bagi penerima tentang suatu hal tertentu yang membantu pengambilan keputusan secara tepat.
    5. Karakteristik dari Informasi yang Baik
    Informasi dapat dikatakan baik jika memiliki kriteria dan karakteristik sebagai berikut:
    • Information must be pertinent
    Informasi harus berhubungan. Pernyataan informasi harus berhubungan dengan urusan dan masalah yang penting bagi penerima informasi (orang yang membutuhkan informasi tersebut).
    • Information must be accurate
    Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak memiliki bias atau menyesatkan. Informasi yang dihasilkan harus mencerminkan maksudnya. Keakuratan informasi seringkali bergantung pada keadaan.
    • Information must be timely
    Informasi harus ada ketika dibutuhkan. Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.
    • Relevan
    Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang yang satu dengan yang lainnya pasti berbeda.
    6. Sifat dari Sistem Informasi
    Sistem informasi harus mempunyai beberapa sifat seperti:
    • Pemrosesan informasi yang efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai.
    • Manajemen informasi yang efektif. Dengan kata lain, operasi manajemen, keamanan dan keutuhan data yang ada harus diperhatikan.
    • Keluwesan. Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi.
    • Kepuasan pemakai. Hal yang paling penting adalah pemakai mendapatkan manfaat dan puas terhadap sistem informasi.

    Daftar Pustaka:
    http://keuanganlsm.com/article/sistem-akuntansi-dan-keuangan/perbedaan-pengertian-sistem-dan-prosedur/#sthash.Z815pJKd.dpuf

    http://www.abyfarhan.com/2011/11/jenis-jenis-sistem.html#ixzz2frZz8KmJ

    http://hana-cahyani.mhs.narotama.ac.id/files/2012/05/Bab-9-Pengendalian-Internal-dan-SIA.pdf

    http://alamtekno.blogspot.com/2013/05/pengertian-definsi-informasi.html#ixzz2frinkXZH

    http://muhammadghazali.wordpress.com/tag/sifat-dari-sistem-informasi/

  26. 1103966/LISA LISTIYANI/PENDIDIKAN AKUNTANSI 2011 A/SIA-1 says:

    1103966/LISA LISTIYANI/PENDIDIKAN AKUNTANSI 2011 A/SIA-1

    1. Pengertian Sistem dan Prosedur
    Menurut Mulyadi dalam bukunya, Sistem Akuntansi, 2001, sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok organisasi.
    Dan pengertian prosedur sendiri adalah sustu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi organisasi yang terjadi berulang-ulang.
    Jadi, suatu sistem terdiri dari jaringan prosedur, sedangkan prosedur merupakan urutan kegiatan klerikal.
    2. Jenis-jenis Sistem
    1. Dari sudut wujudnya :
    • Sistem fisik
    • Sistem biologik
    • Sistem sosial
    2. Dari sudut asal usulnya :
    • Sistem alamiah
    • Sistem buatan
    3. Dari sudut hubungan dengan lingkungannya :
    • Sistem terbuka
    • Sistem tertutup
    4. Dari sudut wujudnya :
    • Sistem konseptual
    • Sistem kongkret
    • Sistem abstrak
    5. Dari sudut dinamikanya :
    • Sistem struktur
    • Sistem perilaku
    • Sistem berevolusi
    6. Sistem deterministik
    7. Sistem probabilistik
    8. Sistem empirik
    9. Sistem manusia-mesin
    10. Sistem mesin
    11. Sistem permanen
    12. Sistem temporer
    13. Sistem tak berubah
    14. Sistem yang berubah
    15. Subsistem
    16. Super sistem
    17. Sistem yang adaptif
    18. Sistem yang tak adaptif
    19. Sistem kerangka
    20. Sistem jam kerja
    21. Sistem thermostat
    22. Sistem societal-genetik
    23. Sistem hewan
    24. Sistem amanusiawi
    25. Sistem transendental

    3. Sistem Pengendalian
    1. Sistem Pengendalian Umpan Balik
    Sistem pengendalian umpan balik adalah lazim dalam organisasi perusahaan. Produksi barang atau operasi suatu departemen adalah proses-proses yang membutuhkan pengendalian. Karakteristik proses-proses tersebut yang dikendalikan dapat berupa kualitas output, biaya operasi atau kecepatan operasi. Sistem pengukuran seringkali merupakan bagian komponen dari sistem informasi akuntansi. Standar atau kriteria untuk evaluasi proses ditetapkan ileh kebijaksanaan manajemen. Akhirnya regulator atau pengatur adalah seorang manajer atau orang yang bertanggungjawab atas kepuasan operasi tersebut
    2. Sistem Pengendalian Maju
    Sistem pengendalian umpan balik adalah penting dalam banyak bidang pengendalian manajemen. Tetapi keburukan utama adalah bahwa sistem tersebut tidak memberikan aba – aba atau peringatan suatu deviasi sebelum hal ini menjadi cukup berarti. Sebagai akibatnya, deviasi yang memakan biaya besar dapat berlangsung terus atau semakin buruk sebelum tindakan korektif efektif dilaksanakan. Sistem pengendalian umpan maju bertindak secara langsung pada masalah ini dengan mencoba untuk mencegah deviasi tersebut sebelum hal ini terjadi.
    3. Pengendalian Pencegahan
    Kedua pengendalian umpan balik dan umpan maju berfungsi secara Ekstern terhadap proses yang sedang di kendalikannya, memonitor operasinya dan ikut campur untuk membuat koreksi penyesuaian bila dianggap perlu. Sebaliknya pengendalian pencegahan adalah kebijaksanaan dan prosedur yang sebenarnya merupakan suatu bagian dari proses itu sendiri.
    4. Pengertian atau definisi Informasi
    Menurut para ahli adalah sebagai berikut :
    a. Raymond Mc.leod
    Ia mengungkapkan bahwa informasi adalah “data yang sudah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang”.
    b. Tata Sutabri, S.Kom
    Ia menyatakan bahwa informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    c. Anton M. Meliono
    Menurut Anton “Informasi adalah data yang sudah diproses untuk tujuan tertentu. Tujuan tersebut adalah untuk menghasilkan sebuah keputusan”
    d. Gordon B. Davis
    Gordon menyatakkan “Informasi adalah data yang telah diproses menjadi suatu bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang”
    e. Lani Sidharta
    Ia menyatakan “Informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang bisa berguna untuk membuat keputusan”
    f. Jogiyanto HM.
    Menurutnya Informasi adalah sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
    g. George H. Bodnar
    Menurut George Informasi adalah data yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat.

    Dari pernyataan para ahli mengenai pengertian atau definisi informasi diatas, dapat disimpulkan bahwa Informasi adalah Suatu data atau objek yang diproses terlebih dahulu sedemikian rupa sehingga dapat tersusun dan terklasifikasi dengan baik, sehingga memiliki arti bagi penerimanya yang selanjutnya menjadi pengetahuan bagi penerima tentang suatu hal tertentu yang membantu pengambilan keputusan secara tepat.
    5. Karakteristik dari Informasi yang Baik
    Informasi dapat dikatakan baik jika memiliki kriteria dan karakteristik sebagai berikut:
    • Information must be pertinent
    Informasi harus berhubungan. Pernyataan informasi harus berhubungan dengan urusan dan masalah yang penting bagi penerima informasi (orang yang membutuhkan informasi tersebut).
    • Information must be accurate
    Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak memiliki bias atau menyesatkan. Informasi yang dihasilkan harus mencerminkan maksudnya. Keakuratan informasi seringkali bergantung pada keadaan.
    • Information must be timely
    Informasi harus ada ketika dibutuhkan. Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.
    • Relevan
    Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang yang satu dengan yang lainnya pasti berbeda.
    6. Sifat dari Sistem Informasi
    Sistem informasi harus mempunyai beberapa sifat seperti:
    • Pemrosesan informasi yang efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai.
    • Manajemen informasi yang efektif. Dengan kata lain, operasi manajemen, keamanan dan keutuhan data yang ada harus diperhatikan.
    • Keluwesan. Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi.
    • Kepuasan pemakai. Hal yang paling penting adalah pemakai mendapatkan manfaat dan puas terhadap sistem informasi.

    Daftar Pustaka:
    http://keuanganlsm.com/article/sistem-akuntansi-dan-keuangan/perbedaan-pengertian-sistem-dan-prosedur/#sthash.Z815pJKd.dpuf

    http://www.abyfarhan.com/2011/11/jenis-jenis-sistem.html#ixzz2frZz8KmJ

    http://hana-cahyani.mhs.narotama.ac.id/files/2012/05/Bab-9-Pengendalian-Internal-dan-SIA.pdf

    http://alamtekno.blogspot.com/2013/05/pengertian-definsi-informasi.html#ixzz2frinkXZH

    http://muhammadghazali.wordpress.com/tag/sifat-dari-sistem-informasi/

  27. Siti Sa'diyyah says:

    NIM/NAMA/KELAS : 1100738/Siti Sa’diyyah/Pendidikan Akuntansi 2011 A/SIA 1

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
    Sistem Informasi Akuntansimerupakan sistem informasi fungsional yang mendasari sistem informasi fungsional yang lainnya seperti sistem informasi keuangan, sistem informasi pemasaran, sistem informasi produksi dan sistem informasi sumber daya manusia. Sistem-sistem informasi lain membutuhkan data keuangan dari sistem informasi akuntansi.
    Hal ini menunjukkan bahwa suatu perusahaan yang akan membangun sistem informasi manajemen, disarankan untuk membangun sistem informasi akuntansi terlebih dahulu. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain : Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Ahli
    Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).
    Beberapa batasan pengertian (definisi) Sistem Informasi Akuntansi lain yang dapat dikutip misalnya pendapat Wilkinson (1990) bahwa sistem informasi akuntansi adalah merupakan sistem informasi formal, memiliki tujuan (kegunaan), tahap, tugas, pengguna, dan sumber daya dan mencakup ke seluruh kegiatan perusahaan dalam penyediaan informasi bagi semua pengguna di perusahaan tersebut.
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Jusuf, A.A. (1996, h.1) pengertiansistem informasi akuntansi adalah, “Kumpulan sumber daya, seperti: manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi.” Informasi ini dikomunikasikan kepada para penggunanya untuk berbagai pengambilan keputusan.
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menutut Mulyadi (2001, h.3) mendefinisikan, “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Niswonger, Fess & Warren diterjemahkan oleh Ruswinarto, H. (1995, h.248), “Sistem akuntansi adalah suatu sarana bagi manajemen perusahaan guna mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk mengelola perusahaan dan untuk menyusun laporan keuangan bagi pemilik, kreditor, dan pihak lain yang berkepentingan.”
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menurut Baridwan (1998, h.6), “Sistem akuntansi terdiri dari formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data mengenai suatu mengenai usaha suatu kesalahan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manejemen untuk mengawasi usaha-usahanya dan bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditur, dan lembaga-lembaga pemerintah untuk menilai hasil operasi.”
    Contoh Sistem Informasi Akuntansi
    Ada beberapa sistem informasi akuntansi yang sudah dikembangkan oleh berbagai perusahaan. Ada yang mengembangkan secara umum, ada yang mengembangkan berdasarkan kasus per kasus dalam suatu organisasi. Contoh sistem informasi akuntansi yang dikembangkan secara umum adalah: Dec Easy Accounting(DEA) dan MYOB.

    Daftar Pustaka
    http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-sistem-informasi-akuntansi/

  28. 1102031/Anggita Tiara H/Pendidikan Akuntansi 2011-A/SIA-1 says:

    Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.

    Sistem Menurut Davis, G.B, (1991 : 45 ) Sistem secara fisik adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran
    Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.

    Informasi Menurut George H. Bodnar, (2000: 1), “Informasi adalah data yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat”
    Informasi Menurut Lani Sidharta (1995: 28), “Informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang berguna untuk membuat keputusan”

    Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis
    Sistem informasi akuntansi adalah serangkaian dari satu atau lebih komponen yang saling berelasi dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan, yang terdiri dari pelaku, serangkaian prosedur, dan teknologi informasi. (Romney&Steinbart, 2000)
    Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.

    Komponen Sistem Informasi Akuntansi
    • Manusia adalah pelaku yang menjalankan sistem
    • Transaksi merupakan objek dari sistem informasi akuntansi sebagai masukan, lalu diproses sehingga menghasilkan informasi
    • Prosedur adalah langkah-langkah yang harus ditempuh dalam melakukan transaksi atau kegiatan perusahaan.
    • Dokumen yaitu berupa formulir yang digunakan sebagai sarana pencatatan pada saat transaksi
    • Peralatan adalah suatu alat atau sarana yang digunakan dalam melakukan pencatatan pada sistem informasi yang bersangkutan.
    Tujuan pengembangan sistem informasi akuntansi adalah untuk menambah nilai bagi perusahaan. Sistem informasi akuntansi dapat memberi nilai bagi perusahaan dengan cara:
    a. Informasi yang akurat dan tepat waktu
    b. Penerapan sistem informasi akuntansi yang meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya
    c. Meningkatkan pengambilan keputusan yang tepat
    d. Meningkatkan pembagian pengetahuan.

    http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-sistem-menurut-para-ahli.html
    http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-informasi-menurut-para-ahli.html
    http://siskafitri.blogspot.com/2010/10/sistem-informasi-akuntansi.html
    http://shienaanan.blogspot.com/2013/01/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html
    http://www.omegaakuntansi.com/none/sistem-informasi-akuntansi/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi

  29. 1105617/ Ririn Indriani/ Pendidikan akuntansi 2011-A/ SIA-1 says:

    1. pegertian sintem informasi akuntansi
    Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.
    Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.
    Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.
    Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Niswonger, Fess & Warren diterjemahkan oleh Ruswinarto, H. (1995, h.248), “Sistem akuntansi adalah suatu sarana bagi manajemen perusahaan guna mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk mengelola perusahaan dan untuk menyusun laporan keuangan bagi pemilik, kreditor, dan pihak lain yang berkepentingan.”

    2. Fungsi SIA
    Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    a. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    b. Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    c. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    3. Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    c. Sistem pemrosesan transaksi, mendukung proses operasi bisnis harian.
    b. Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    c. Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup
    menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.

    4. Cara Kerja SIA
    Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut :
    a. Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi?
    b. Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan organisasi?
    c. Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?

    5. Manfaat SIA
    Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
    a. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    b. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    c. Meningkatkan efisiensi
    d. Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    e. Meningkatkan sharing knowledge
    f. menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    Daftar Pustaka :
    http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-sistem-informasi-akuntansi/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi

  30. Rina Oktavianti says:

    1105443/Rina Oktavianti/Pendidikan Akuntansi 2011-A/SIA-1
    1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
    Menurut Nugroho Widjajanto (2001) menyatakan bahwa : “Sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.”
    Sedangkan menurut Romney&Steinbart (2000) Sistem informasi akuntansi adalah serangkaian dari satu atau lebih komponen yang saling berelasi dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan, yang terdiri dari pelaku, serangkaian prosedur, dan teknologi informasi.

    2. Tujuan Sistem Informasi akuntansi
    Tujuan penyusunan sistem informasi akuntansi adalah sama dengan tujuan penyusunan sistem akuntansi antara lain :
    a. Untuk menyediakan informasi bagi pengelola kegiatan usaha baru.
    b. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, Ketepatan penyajian maupun struktur informasi
    c. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi & pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    d. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyeleng-garaan catatan akuntansi.
    Tujuan di atas dapat dijelaskan bahwa biasanya perusahaan baru memulai usahanya sangat memerlukan penyusunan sistem informasi akuntansi yang lengkap. Namun, adakalanya sistem informasi akuntansi yang sudah ada tidak dapat memenuhi kebutuhan manajemen, baik dalam hal mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasi yang terdapat dalam laporan. Dengan memperbaiki pengawasan akuntansi dan pengendalian intern, maka pertanggungjawaban terhadap penggunaan kekayaan organisasi dapat dilaksanakan dengan baik serta informasi yang dihasilkan oleh sistem tersebut dapat

    3. Manfaat Sistem Informasi Akuntansi
    Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
    • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    • Meningkatkan efisiensi
    • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    • Meningkatkan sharing knowledge
    • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    4. Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    (1) Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    (2) Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    (3) Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    (4) Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    (5) Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    Daftar Pustaka :
    http://fauzymuhammad24.blogspot.com/2012/10/sistem-informasi-akuntansi.html
    Nugroho Widjajanto. 2001. Sistem Informasi Akuntansi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti : Erlangga.
    Romney, Marshall B., Stembart, Paul John.Accounting Information System (8th ed.). New Jersey : Prentice Hall. 2000.
    http://danukusumapraja.wordpress.com/2012/10/12/definisi-sistem-informasi-akuntansi-sia/

  31. 1100875/Desi Hardianti/Pendidikan Akuntansi kelas A/SIA I says:

    Dalam bukunya, Mulyadi mengatakan bahwa suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Dengan rincian sebagai berikut, (a) setiap sistem terdiri dari unsur-unsur, (b) unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan, (c) unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem, (d) suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar. Setiap sistem dibuat untuk menangani sesuatu yang berulangkali atau yang secara rutin terjadi.Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.
    Menurut Nugroho Widjajanto (2001) sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.
    Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan. Sedangkan prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal.
    Sistem akuntansi sebagai suatu bangunan sistem informasi memiliki enam blok bangunan yaitu masukan, model, keluaran, teknologi, basis data dan pengendalian. Blok keluaran merupakan faktor penentu perancangan blok bangunan sistem informasi yang lain. Pengembangan sistem akuntansi memiliki tujuan umum berikut: (a) untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru, (b) untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, (c) untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, (d) untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

    Daftar pustaka:
    Mulyadi, 2008. Sistem Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat
    Nugroho widjajanto, 2001. Sistem Informasi Akuntansi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti: Erlangga

  32. 1101986/Sri Dewi Komalasari/Pendidikan Akuntansi 2011-A/SIA-1 says:

    Definisi Sistem Informasi Akuntansi
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut:
    Ø Bodnard dan Hopwood (2000:23) bahwa “sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi”.
    Ø Baridwan (1996:4) bahwa “sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan komunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan kreditur ) dan pihak-pihak dalam (terutama manajemen )”.
    Unsur-unsur Sistem Informasi Akuntansi

    Unsur-unsur Sistem Informasi Akuntansi menurut La Midjan(1999:30) yaitu :

    1. Struktur organisasi dan uraian tugas (Jod description)

    2. Sistem Informasi (general accounting) atau Sistem Informasi pokok, yang terdiri dari :
    a. Susunan rekening atau bagian rekening (Chart of Account)berupa :
    Ø Rekening-rekening neraca
    Ø Rekening-rekening laba rugi
    b. Siklus akuntansi, pendebetan, atau pengkreditan
    c. Buku-buku besar dan buku-buku besar pembantu (general ledger, subsidiary ledger) berikut kartu register.
    d. Dokumen-dokumen (business papers) berupa SKP, Voucher dan lain-lain.

    3. Sistem Akuntansi pembelian, persediaan dan utang

    4. Sistem Informasi penjualan dan piutang

    5. Sistem Informasi keuangan (kas dan Bank)

    6. Sistem informasi proses produksi dan biaya

    7. Sistem Informasi upah dan gaji

    8. Sistem Informasi aktiva tetap

    9. Sistem Informasi [engawasan

    10.Sistem pelaporan

    Sedangkan menurut Chusing yang diterjemahkan oleh Kosasih(1995;24), unsur-unsur Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari :

    1. Organisasi

    2. Peralatan

    3. Formulir

    4. Catatan

    5. Laporan

    6. Prosedur
    Dari kedua pendapat diatas, pada dasarnya unsur-unsur Sistem Informasi Akuntansi ini dikoordinasikan untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk memudahkan pengelolaan
    perusahaan.

    Peranan SIA
    Peran akuntansi bagi pihak menejemen
    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) bagi pihak manajemen mempunyai fungsi menyediakan informasi yang berguna dalam hal pengambilan keputusan. Informasi yang disediakan SIA mempunyai dua kategori yaitu laporan keuangan dan laporan manajerial.
    Bagi pihak luar perusahaan, laporan keuangan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Misalnya saja dalam pengambilan keputusan mengenai pemberian kredit dan investasi dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Laporan manajerial terdiri dari dua jenis yaitu laporan anggaran dan kinerja. Anggaran adalah alat perencanaan keuangan, sedangkan laporan kinerja digunakan untuk pengendalian keuangan.
    peran akuntansi terhadapa perusahaan
    Evolusi dalam informasi dan komunikasi telah mendorong kemajuan dalam teknologi. Kompetisi dunia usaha semakin ketat, selalu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dengan melakukan perbaikan strategi dan operasi perusahaan. Informasi akuntansi menjadi salah satu unsur dalam pengambilan keputusan suatu perusahaan. Kemampuan menjalankan bisnis tanpa diikuti dengan penerapan sistem informasi akuntansi yang tepat akan membuat perusahaan mengalami masalah dikemudian hari seiring dengan berkembangnya bisnis mereka.

    Sumber :
    http://riezquchiha.wordpress.com/2010/10/09/sistam-informasi-akuntansi-sia/
    http://ridwaniskandar.files.wordpress.com/2009/05/54-unsur-karateristik-sia.pdf
    http://ivaninternisti.wordpress.com/2010/11/05/makalah-sistem-informasi-akuntansi/

  33. 1105899/Kania Diniyanti/Pendidikan Akuntansi Kelas-A/SIA-1 says:

    Sistem merupakan kumpulan dari sub-sub sistem, elemen-elemen, prosedur-prosedur yang saling berinteraksi, berintegrasi untuk mencapai tujuan tertentu seperti informasi, target, dan tujuan lainnya. sedangkan Informasi merupakan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi pengguna dan mempunyai nilai yang nyata atau dapat dirasakan manfaatnya dalam keputusan-keputusan yang akan datang.
    Menurut Tafri D. Muhyuzir Sistem Informasi adalah data yang dikumpulkan, dikelompokkan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah satu kesatuan informasi yang saling terkait dan saling mendukung sehingga menjadi suatu informasi yang berharga bagi yang menerimanya. Atau dalam pengertian lainnya, Sistem Informasi merupakan kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan untuk mengintegrasikan data, memproses dan menyimpan serta mendistribusikan informasi.
    Suatu sistem informasi pada dasarnya terbentuk melalui suatu kelompok kegiatan operasi yang tetap, yaitu: Mengumpulkan data, mengelompokkan data, menghitung, menganalisa dan menyajikan laporan.
    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Jenis-jenis system :
    1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
    Sistem abstrak (abstract system) adalah sistem yang berisi gagasan atau konsep, misalnya sistem teologi yang berisi gagasan tentang hubungan manusia dan tuhan. Sedangkan sistem fisik (physical system) adalah sistem yang secara fisik dapat dilihat, misalnya sistem komputer, sistem sekolah, sistem akuntansi dan sistem transportasi.
    2. Sistem Deterministik dan Sistem Probabilistik
    Sistem deterministik (deterministic system) adalah suatu sistem yang operasinya dapat diprediksi secara tepat, misalnya sistem komputer. Sedangkan sistem probabilistik (probabilistic system) adalah sistem yang tak dapat diramal dengan pasti karena mengandung unsur probabilitas, misalnya sistem arisan dan sistem sediaan, kebutuhan rata-rata dan waktu untuk memulihkan jumlah sediaan dapat ditentukan tetapi nilai yang tepat sesaat tidak dapat ditentukan dengan pasti.
    3. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka
    Sistem tertutup (closed system) adalah sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau energi dengan lingkungan, dengan kata lain sistem ini tidak berinteraksi dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya reaksi kimia dalam tabung yang terisolasi. Sedangkan sistem terbuka (open system) adalah sistem yang berhubungan dengan lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya sistem perusahaan dagang.
    4. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia
    Sistem Alamiah (natural system) adalah sistem yang terjadi karena alam, misalnya sistem tata surya. Sedangkan sistem buatan manusia (human made system) adalah sistem yang dibuat oleh manusia,misalnya sistem komputer.
    5. Sistem Sederhana dan Sistem Kompleks
    Berdasarkan tingkat kerumitannya, sistem dibedakan menjadi sistem sederhana (misalnya sepeda) dan sistem kompleks (misalnya otak manusia).

    Tujuan suatu sistem adalah untuk mencapai suatu tujuan (goal) atau mencapai
    suatu sasaran (objectives). Goal meliputi ruang lingkup yang luas, sedangkan
    objectives meliputi ruang lingkup yang sempit.

    Daftar Pustaka:
    http://cynthia-octavianti92.blogspot.com/2013/01/pengertian-sistem-informasi-dan-sistem.html
    http://kuliah.dinus.ac.id/ika/asi1.html
    http://blogaanwati.wordpress.com/2013/01/11/sistem-konsep-dan-sistem-fisik/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi

  34. 1. Pengertian Sistem
    Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu. Sistem bisa berupa abstraksi atau fisis (Gordon B. Davis, 2002).
    Definisi lain dari sistem adalah kumpulan dari bagian-bagian yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama atau sekumpulan objek-objek yang saling berelasi dan berinteraksi (Hanif Al Fata, 2007).

    2. Pengertian Data dan Informasi
    Data adalah kumpulan fakta yang tidak teroganisir. Pengolahan data akan mengubah data mentah menjadi informasi (Nurwono, 1994). Informasi adalah hasil pengolahan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem menjadi bentuk yang mudah dipahami oleh penerimanya.

    3. Pengertian Sistem Informasi
    Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan (Tata Sutabri, 2004).

    4. Manfaat Sistem Informasi
    a. Menyajikan informasi guna mendukung pengambilan suatu keputusan.
    b. Menyajikan informasi guna mendukung operasi harian.
    c. Menyajikan informasi yang berkenaan dengan kepengurusan.

    Kesimpulan
    Sistem Informasi adalah proses atau unsur dalam mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis dan menyebarkan informasi untuk tujuan tertentu.
    Itulah yang dimaksud dengan Pengertian Sistem Informasi

    sumber:
    1. http://artikel-teknologi-informasi.blogspot.com/2013/03/pengertian-sistem-informasi.html
    2. http://temukanpengertian.blogspot.com/2013/07/pengertian-sistem-informasi-si.html

    (sumber

  35. Fakhrul Ramadhan says:

    NIM/Nama/Kls : 1101718/Fakhrul Ramadhan/Pendidikan Akuntansi Kelas 2011 A/ SIA I

    Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.

    Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.

    Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    2. Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    3. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    1. Sistem pemrosesan transaksi mendukung proses operasi bisnis harian.
    2. Sistem buku besar/ pelaporan keuangan.
    3. Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutupmenghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.

    Daftar Pustaka:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi

  36. Fakhrul Ramadhan says:

    NIM/Nama/Kls : 1101718/Fakhrul Ramadhan/Pendidikan Akuntansi Kelas 2011 A/ SIA I

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.
    Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    Ciri dalam transaksi SIA :
    • Menghasilkan jumlah data yg besar, yg tiap hari selalu diproses, disimpan dan membutuhkan kecepatan akses yg cepat serta keakuratan yg tinggi
    • Membutuhkan kemudahan dalam pengoperasian pengontrolan serta prosedur error-checking yg baik dalam menjaga sekuritas dan keakuratan data
    • Dirancang khusus untuk kemudahan audit data, serta tracing (menelusuri) transaksi yg terjadi
    • Beberapa menggunakan aplikasi DDS dan MIS, misal digunakan dalam menentukan estimasi dan perencanaan anggaran.
    menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak. SIA ini sangat diperlukan dalam menjalankan suatu usaha sebagai tolak ukur seberapa besar usaha kita sudah berkembang.
    Manfaat dari Sistem Informasi Akuntansi untuk startegi bisnis yaitu :
    1. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga bisa melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    2. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produksi, baik barang maupun jasa yang dihasilkan.
    3. Meningkatkan efisiensi.
    4. Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan.
    5. Meningkatkan sharing pengetahuan.
    Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
    1. Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen suatu organisasi/ perusahaan, karena manajemen bertanggungjawab untuk menginfomasikan pengaturan dan penggunaan sumber daya organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.
    2. Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen, karena sistem informasi memberikan informasi yang diperlukan oleh pihak manajemen untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
    3. Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi membantu personil operasional untuk bekerja lebih efektif dan efisien.

    Daftar Pustaka:
    http://www.omegaakuntansi.com/none/sistem-informasi-akuntansi/
    http://www.omegaakuntansi.com/articles/5-manfaat-sistem-informasi-akuntansi-untuk-startegi-bisnis/
    http://ilmuakuntansi.web.id/tujuan-sistem-informasi-akuntansi/

  37. PENGERTIAN SISTEM
    Sistem merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak.

    PENGERTIAN INFORMASI
    Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan.

    PENGERTIAN AKUNTANSI
    Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.

    SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.

    MENURUT PARA AHLI:
    Menurut Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.”

    Menurut Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003) mengatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data.”

    Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    DAFTAR PUSTAKA :

    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem

    http://id.wikipedia.org/wiki/Informasi

    http://organisasi.org/pengertian_dan_penjelasan_dasar_akuntansi_definisi_arti_fungsi_dan_kegunaan_belajar_ilmu_akutansi_accounting

    http://www.omegaakuntansi.com/none/sistem-informasi-akuntansi/
    Bodnar, Goerge H. dan William S. Hopwood. 2006. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi 9. Yogyakarta : ANDI.
    La Midjan, dan Azhar Susanto. 2000. Sistem Informasi Akuntansi 1, Edisi Keenam : Lembaga Informasi Akuntansi.
    Narko. 2007. Sistem Akuntansi, Edisi Kelima. Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusantara.
    Nugroho Widjajanto. 2001. Sistem Informasi Akuntansi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti : Erlangga.
    Romney, Marshall B., Stembart, Paul John. Accounting Information System (8th ed.). New Jersey : Prentice Hall. 2000.

  38. PENGERTIAN SISTEM
    Sistem merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak.

    PENGERTIAN INFORMASI
    Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan.

    PENGERTIAN AKUNTANSI
    Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.

    SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.

    MENURUT PARA AHLI:
    Menurut Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.”

    Menurut Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003) mengatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data.”

    Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    DAFTAR PUSTAKA :

    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem

    http://id.wikipedia.org/wiki/Informasi

    http://organisasi.org/pengertian_dan_penjelasan_dasar_akuntansi_definisi_arti_fungsi_dan_kegunaan_belajar_ilmu_akutansi_accounting

    http://www.omegaakuntansi.com/none/sistem-informasi-akuntansi/
    Bodnar, Goerge H. dan William S. Hopwood. 2006. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi 9. Yogyakarta : ANDI.
    La Midjan, dan Azhar Susanto. 2000. Sistem Informasi Akuntansi 1, Edisi Keenam : Lembaga Informasi Akuntansi.
    Narko. 2007. Sistem Akuntansi, Edisi Kelima. Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusantara.
    Nugroho Widjajanto. 2001. Sistem Informasi Akuntansi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti : Erlangga.
    Romney, Marshall B., Stembart, Paul John. Accounting Information System (8th ed.). New Jersey : Prentice Hall. 2000.

  39. 1104205/Elysa Aulia Kanti/Penddikan Akuntansi 2011-A/SIA-1 says:

    Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.

    Elemen sistem :
    Tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen yang sama, tapi suatu susunan dasar adalah : Input, Transformasi, Output, Mekanisme Kontrol, Tujuan.

    Sistem Akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan. Dalam membahas sistem akuntansi memerlukan perbedaan mendasar tentang sistem dan prosedur. Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang tersusun sesuai pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan. Sedangkan prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ualng.

    Sistem akuntansi sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari masukan, model, keluaran, teknologi, basis data, dan pengendalian. Di antara keenam unsur tersebut keluaran merupakan faktor penentu perancang sistem informasi tersebut.

    Dalam perusahaan manufaktur, sistem akuntansi umumnya terdiri dari delapan komponen, yaitu sistem akuntansi pokok, sistem akuntansi piutang, sistem akuntansi utang, sistem akuntansi penggajian dan pengupahan, sistem akuntansi biaya, sistem akuntansi kas, sistem akuntansi persediaan, dan sistem akuntansi aktiva tetap.
    Pengembangan sistem akuntansi memiliki tujuan umum, yaitu :
    a. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.
    b. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian, maupun struktur informasinya.
    c. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    d. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

    Sistem akuntansi tidak hanya digunakan untuk mencatat transaksi keuangan yang telah terjadi saja, namun memiliki peran yang besar dalam melaksanakan bisnis perusahaan. Sistem akuntansi merupakan subsistem sistem informasi manajemen yang mengolah data keuangan menjadi informasi keuangan untuk memenuhi kebutuhan pemakai intern maupun pemakai ekstern.

    Karakteristik SIA ialah :
    1. SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
    2. Berpegang pada prosedur yang relatif standar
    3. Menangani data rinci
    4. Berfokus historis
    5. Menyediakan informasi pemecahan minimal

    Daftar Pustaka :
    Mulyadi, 2008. Sistem Akuntansi. Jakarta : Salemba 4.
    widodoherianto.staff.gunadarma.ac.id/…/SISTEM+INFORMASI

  40. 1104550/Rizky Dede Pratama/Penddikan Akuntansi 2011-A/SIA-1 says:

    Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu rerangka pengkordinasian sumber daya (data, meterials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan (Wilkinson, 1991). Transaksi memungkinkan perusahaan melakukan operasi, menyelenggarakan arsip dan catatan yang up to date, dan mencerminkan aktivitas organisasi. Transaksi akuntansi merupakan transaksi pertukaran yang mempunyai nilai ekonomis. Tipe transaksi dasar adalah: (1) Penjualan produk atau jasa, (2) Pembelian bahan baku, barang dagangan, jasa, dan aset tetap dari suplier, (3) Penerimaan kas, (4) Pengeluaran kas kepada suplier, (5) Pengeluaran kas gaji karyawan. Sebagai pengolah transaksi, sistem informasi akuntansi berperan mengatur dan mengoperasionalkan semua aktivitas transaksi perusahaan.
    Tujuan sistem informasi akuntansi adalah untuk menyediakan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan yang dilaksanakan oleh aktivitas yang disebut pemrosesan informasi. Sebagian dari keluaran yang diperlukan oleh pemroses informasi disediakan oleh sistem pemrosesan transaksi, seperti laporan keuangan dari sistem pemrosesan transaksi. Namun sebagian besar diperoleh dari sumber lain, baik dari dalam maupun dari luar perusahaan. Pengguna utama pemrosesan transaksi adalah manajer perusahaan. Mereka mempunyai tanggung jawab pokok untuk mengambil keputusan yang berkenaan dengan perencanaan dan pengendalian operasi perusahaan.

    Pengguna utama pemrosesan transaksi adalah manajer perusahaan. Mereka mempunyai tanggung jawab pokok untuk mengambil keputusan yang berkenaan dengan perencanaan dan pengendalian operasi perusahaan. Pengguna output lainnya adalah para karyawan penting seperti akuntan, insinyur serta pihak luar seperti investor dan kreditor. Konsep perancangan sistem seharusnya mencerminkan prinsip-prinsip perusahaan. Berikut ini dasar-dasar yang perlu diperhatikan dalam prioritas perancangan sistem menurut Wilkinson (1993) :
    1. Tujuan dalam perencanaan sistem dan usulan proyek seharusnya dicapai untuk menghasilkan kemajuan dan kemampuan sistem yang lebih besar.
    2. Mempertimbangkan trade-off yang memadai antara manfaat dari tujuan perancangan sistem dengan biaya yang dikeluarkan.
    3. Berfokus pada permintaan fungsional dari sistem.
    4. Melayani berbagai macam tujuan.
    5. Perancangan sistem memperhatikan keberadaan dari pengguna sistem (user).

    Tinjauan Mengenai Sistem Informasi Akuntansi
    Akuntansi merupakan bahasa bisnis. Sebagai bahasa bisnis akuntansi menyediakan cara untuk menyajikan dan meringkas kejadian-kejadian bisnis dalam bentuk informasi keuangan kepada pemakainya. Informasi akuntansi merupakan bagian terpenting dari seluruh informasi yang diperlukan oleh manajemen. Informasi akuntansi yang dihasilkan oleh suatu sistem dibedakan menjadi dua, yaitu informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen.
    Pemakai informasi akuntansi pun terdiri dari dua kelompok, yaitu pemakai eksternal dan pemakai internal. Yang dimaksud dengan pemakai ekseternal mencakup pemegang saham, investor, kreditor, pemerintah, pelanggan, pemasok, pesaing, serikat kerja dan masyarakat. Sedangkan pemakai internal adalah pihak manajer dari berbagai tingkatan dalam organisasi bersangkutan. Sistem Informasi Akuntansi(SIA) dapat didefinisikan sebagai sebuah sistem informasi yang merubah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan yang berguna bagi pemakainya.
    Adapun tujuan Sistem Informasi Akuntansi adalah sebagai berikut :
    1. mendukung operasi-operasi sehari-hari
    2. mendukung pengambilan keputusan manajemen
    3. memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggungjawaban

    Siklus Akuntansi
    Sistem Informasi Akuntansi memiliki beberapa sistem-sistem bagian (sub-system)
    yang berupa siklus-siklus akuntansi. Siklus akuntansi menunjukkan prosedur
    akuntansi mulai dari sumber data sampai ke proses pencatatan/pengolahan
    akuntansinya. Siklus akuntansi dibagi menjadi :
    1. Siklus pendapatan
    2. Siklus pengeluaran kas
    3. Siklus konversi
    4. Siklus manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
    5. Siklus buku besar dan laporan keuangan
    Siklus Pendapatan merupakan prosedur pendapatan dkimulai dari bagian penjualan otorisasi .kredit, pengambilan barang, penerimaan barang, penagihan sampai dengan penerimaan kas. Siklus pengeluaran kas merupakan prosedur pengeluaran kas mulai dari proses pembelian sampai ke proses pembayaran. Siklus konversi merupakan siklus produksi mulai dari bahan mentah sampai ke barang jadi. Siklus manajemen Sumber Daya Manusia melibatkan prosedur penggajian. Siklus buku besar dan pelaporan keuangan berupa prosedur pencatatan dan perekaman ke jurnal dan buku besar dan pencetakan laporan-laporan keuangan yang datanya diambil dari buku besar

    Manfaat dalam SIA :
    - Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    - Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    - Meningkatkan efisiensi
    - Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    - Meningkatkan sharing knowledge
    - Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    Daftar Pustaka :
    http://zaidarrosyid.blogspot.com/2012/10/sistem-informasi-akuntansi.html

  41. 1104205/Elysa Aulia Kanti/Penddikan Akuntansi 2011-A/SIA-1 says:

    Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.
    Elemen sistem :
    Tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen yang sama, tapi suatu susunan dasar adalah :Input, Transformasi, Output, Mekanisme Kontrol, Tujuan.
    Jenis Sistem :
    - Sistem Lingkaran Terbuka = sistem yang tidak mempunyai elemen mekanisme kontrol, dan tujuan.
    - Sistem Lingkaran Tertutup = sistem yang disertai oleh adanya elemen mekanisme kontrol dan tujuan.
    Sifat Sistem :
    1. Sistem terbuka : Sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumberdaya.
    2. Sistem Tertutup : Sistem yang sama sekali tidak berhubungan dengan lingkungannya.

    Sistem Akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan. Dalam membahas sistem akuntansi memerlukan perbedaan mendasar tentang sistem dan prosedur. Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang tersusun sesuai pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan. Sedangkan prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ualng.
    Sistem akuntansi sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari masukan, model, keluaran, teknologi, basis data, dan pengendalian. Di antara keenam unsur tersebut keluaran merupakan faktor penentu perancang sistem informasi tersebut.
    Dalam perusahaan manufaktur, sistem akuntansi umumnya terdiri dari delapan komponen, yaitu sistem akuntansi pokok, sistem akuntansi piutang, sistem akuntansi utang, sistem akuntansi penggajian dan pengupahan, sistem akuntansi biaya, sistem akuntansi kas, sistem akuntansi persediaan, dan sistem akuntansi aktiva tetap.
    Pengembangan sistem akuntansi memiliki tujuan umum, yaitu :
    a. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.
    b. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian, maupun struktur informasinya.
    c. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    d. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
    Sistem akuntansi tidak hanya digunakan untuk mencatat transaksi keuangan yang telah terjadi saja, namun memiliki peran yang besar dalam melaksanakan bisnis perusahaan. Sistem akuntansi merupakan subsistem sistem informasi manajemen yang mengolah data keuangan menjadi informasi keuangan untuk memenuhi kebutuhan pemakai intern maupun pemakai ekstern.

    Daftar Pustaka :
    Mulyadi, 2008. Sistem Akuntansi. Jakarta : Salemba Empat
    widodoherianto.staff.gunadarma.ac.id/…/SISTEM+INFORMASI

  42. dewi andriani says:

    1100221/Dewi Andriani/2011-A/SIA-1
    dikutip dari http://pengertiansisteem.blogspot.com , Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.

    Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.

    Kata “sistem” banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.

    dari penjabaran pengertian tentang sistem diatas bisa kita ambil kesimpulan bahwa sistem itu memang kompleks dan sangat terkait dengan hal yang ada didalamnya, karena sistem tidak akan jalan apabila salah satu elemen sistem tersebut tidak jalan.

    Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.
    Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.
    Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.
    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    Sistem pemrosesan transaksi
    mendukung proses operasi bisnis harian.
    Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup
    menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.

    Faktor–faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan sistem informasi akuntansi:

    1. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip cepat yaitu sistem informasi akuntansi harus menyediakan informasi yang diperlukan dengan cepat dan tepat waktu serta dapat memenuhi kebutuhan dan kualitas yang sesuai..

    2. Sistem informasi yang disusun harus memenuhi prinsip aman yaitu sistem informasi harus dapat membantu menjaga keamanan harta milik perusahaan.

    3. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip murah yang berarti bahwa biaya untuk menyelenggarakan sistem informasi akuntansi tersebut harus dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal.

    1.SIA : menggunakan sistem pemrosesan transaksi untuk mencatat berbagai operasi transaksi yang terjadi, yang mempengaruhi status finansial organisasi.

    2.Sistem ini mengenai operasional sistem akuntansi, dan menangani laporan historis dari semua transaksi yang terjadi dalam jumlah besar.

    3.Sistem ini membuat berbagai report seperti laporan keseimbangan keuangan dan rekening masukan yang semuanya memberikan gambaran finansial dari organisasi

    -Ciri dalam transaksi SIA :

    Menghasilkan jumlah data yg besar, yg tiap hari selalu diproses, disimpan dan membutuhkan kecepatan akses yg cepat serta keakuratan yg tinggi
    Membutuhkan kemudahan dalam pengoperasian pengontrolan serta prosedur error-checking yg baik dalam menjaga sekuritas dan keakuratan data
    Dirancang khusus untuk kemudahan audit data, serta tracing (menelusuri) transaksi yg terjadi
    Beberapa menggunakan aplikasi DDS dan MIS, misal digunakan dalam menentukan estimasi dan perencanaan anggaran

    Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :

    1. Sistem Pengeluaran (expenditure system)

    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.

    2. Sistem Pendapatan (revenue system)

    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.

    3. Sistem Produksi (production systeme)

    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.

    4. Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)

    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).

    5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    Manfaat sistem informasi akuntansi:
    • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    • Meningkatkan efisiensi
    • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    • Meningkatkan sharing knowledge
    • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    Dan juga memiliki tujuan :

    1. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to Support the –day-to-day operations).
    2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers).
    3. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-jawaban (to fulfill obligations relating to stewardship).

    Daftar pustaka :
    sangpenguasa.atwiki.com
    http://rahmatxgrafi.blogspot.com/2010/04/subsistem-sia-sistem-informasi
    http://www.duniaremaja.org/akuntansi-f58/sistem-informasi-akuntansi-sia-
    http://riezquchiha.wordpress.com/2010/10/09/sistam-informasi-akuntansi-sia
    http://pengertiansisteem.blogspot.com

  43. Indra Mulya Nuryadi/1002020/pendidikan akuntansi A/SIA 1 says:

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Bodnard dan Hopwood (2000:23) sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Menurut Baridwan (1996:4) sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan komunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan kreditur ) dan pihak-pihak dalam (terutama manajemen )

    Faktor–faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan sistem informasi akuntansi:

    1. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip cepat yaitu sistem informasi akuntansi harus menyediakan informasi yang diperlukan dengan cepat dan tepat waktu serta dapat memenuhi kebutuhan dan kualitas yang sesuai..

    2. Sistem informasi yang disusun harus memenuhi prinsip aman yaitu sistem informasi harus dapat membantu menjaga keamanan harta milik perusahaan.

    3. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip murah yang berarti bahwa biaya untuk menyelenggarakan sistem informasi akuntansi tersebut harus dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal.

    1.SIA : menggunakan sistem pemrosesan transaksi untuk mencatat berbagai operasi transaksi yang terjadi, yang mempengaruhi status finansial organisasi.

    2.Sistem ini mengenai operasional sistem akuntansi, dan menangani laporan historis dari semua transaksi yang terjadi dalam jumlah besar.

    3.Sistem ini membuat berbagai report seperti laporan keseimbangan keuangan dan rekening masukan yang semuanya memberikan gambaran finansial dari organisasi

    -Ciri dalam transaksi SIA :

    Menghasilkan jumlah data yg besar, yg tiap hari selalu diproses, disimpan dan membutuhkan kecepatan akses yg cepat serta keakuratan yg tinggi
    Membutuhkan kemudahan dalam pengoperasian pengontrolan serta prosedur error-checking yg baik dalam menjaga sekuritas dan keakuratan data
    Dirancang khusus untuk kemudahan audit data, serta tracing (menelusuri) transaksi yg terjadi
    Beberapa menggunakan aplikasi DDS dan MIS, misal digunakan dalam menentukan estimasi dan perencanaan anggaran

    Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :

    1. Sistem Pengeluaran (expenditure system)

    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.

    2. Sistem Pendapatan (revenue system)

    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.

    3. Sistem Produksi (production systeme)

    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.

    4. Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)

    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).

    5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    Manfaat sistem informasi akuntansi:
    • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    • Meningkatkan efisiensi
    • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    • Meningkatkan sharing knowledge
    • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    Dan juga memiliki tujuan :

    1. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to Support the –day-to-day operations).
    2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers).
    3. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-jawaban (to fulfill obligations relating to stewardship).

    http://danukusumapraja.wordpress.com/2012/10/12/definisi-sistem-informasi-akuntansi-sia/

  44. Ratih Wulan Sari says:

    NIM/NAMA/KELAS : 1102791/RATIH WULAN SARI/2011-A/SIA-A

    Dari salah beberapa website yang saya kunjungi definisi SIA adalah sebagai berikut :

    1) Dari website pertama yang saya kunjungi dijelaskan sebagai berikut
    Definition of ‘Accounting Information System – AIS’
    “The collection, storage and processing of financial and accounting data that is used by decision makers. An accounting information system is generally a computer-based method for tracking accounting activity in conjunction with information technology resources. The resulting statistical reports can be used internally by management or externally by other interested parties including investors, creditors and tax authorities.
    Investopedia explains ‘Accounting Information System – AIS’
    “An accounting information systems that combines traditional accounting practices such as the Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) with modern information technology resources. Six elements compose the typical accounting information system:
    • People – the system users.
    • Procedure and Instructions – methods for retrieving and processing data.
    • Data – information pertinent to the organization’s business practices.
    • Software – computer programs used to process data.
    • Information Technology Infrastructure – hardware used to operate the system.
    • Internal Controls – security measures to protect sensitive data”

    ->Jika kita artikan dalam definisi di atas dijelaskan bahwa Sistem Informasi Akuntansi merupakan kumpulan, penyimpanan dan proses data keuangan dan akuntansi yang digunakan oleh pengambil keputusan. SIA pada umumnya menggunakan metode berbasis computer untuk penyelusuran kegiatan akuntansi yang digabungkan dengan sumber-sumber teknologi informasi. Pelaporan hasil statistic dapat digunakan secara internal oleh manajemen atau secara eksternal oleh pihak yang berkepentingan termasuk investor, kreditor dan perpajakan.
    selain itu ditambahkan juga SIA yang mengkombinasikan praktik akuntansi tradisional seperti GAAP dengan sumber-sumber teknologi informasi modern. Enam elemen yang menyusun sistem informasi khusus diantaranya adalah :
    • Manusia yaitu engguna sistem itu sendiri
    • Prosedur dan instruksi yaitu metode pemrosesan data
    • Data yaitu informasi yang menyangkut kegiatan bisnis organisasi
    • Software/perangkat lunak yaitu program computer yang digunakan untuk meroses data
    • Infrastruktut Teknologi Informasi yaitu perangkat keras yang digunakan untuk mengoperasikan sistem
    • Pengendalian internal yaitu ukuran keamanan untuk melindungi data-data penting

    2) Sedangkan dari website kedua mendefinisikan sebagai berikut :
    “Accounting information systems collect and process transaction data and communicates the financial information to interested parties. There are many types of systems and they vary widely. A number of factors shape these systems such as the type of business, the size of the business, the volume of data, the type of data management needs, and other factors.
    Most businesses, except for the smallest, use computerized systems,also called electronic data processing or EDP systems. These systems handle every step in the accounting process from recording the financial transaction to preparing the financial statements. Businesses are constantly improving their systems technology in order to remain competitive and to stay in compliance with the Sarbanes-Oxley Act of 2002. Even the smallest businesses use systems like Quickbooks.
    Accounting Information Systems, Business Transactions, and Business Processes
    In order to understand how these systems work, you have to understand the accounting terms “business transactions” and “business processes” and how they come together to generate financial reports. With regard to accounting information systems, business transactions can be divided into four types of business processes:
    • Revenue and return processes, systems, and controls
    The business transactions that fall under these business processes are large volumes of daily sales, returns, and cash inflow transactions.
    • Expenditure and return processes, systems, and controls
    The business transactions that fall under these business processes are large volumes of expenditure, returns, and cash outflow transactions. Payroll and fixed asset purchase transaction are also in this category.
    • Replacement of Legacy Systems
    At some point as your business grows, you may want to completely replace your legacy system. In the long run, the cost will be lower with fewer bugs.
    Every business must have a way to keep track of its financial transactions. In other words, it must have some sort of accounting information system. You may start out with a simple system and it can grow as your business grows.
    • Conversion processes, systems, and controls
    The business transaction under this category are raw materials and work-in-progress transactions.
    • Administrative processes, systems, and controls
    The business transactions that are administrative are investments, borrowing, and capital transactions.
    All of these business transactions result in T-accounts set up in the General Ledger processes, systems, and controls. From the general ledger, both internal and external financial statements are developed. Internal financial reports might be an aging schedule for accounts receivable or a sales inventory status report. External financial reports would be the income statement, balance sheet, and statement of cash flows.
    Types of Accounting Information Systems
    There are three types or categories of accounting information systems. What a business firm uses depends on the type of business, the size of the business, the needs of the business, and the sophistication of the business:
    • Manual systems
    Manual accounting information systems are used mostly by very small businesses and home-based businesses. If a system is entirely manual, it would require the following: source documents, general ledger, general journal, and special journals or subsidiary journals you might need.
    • Legacy systems
    Legacy systems are often in existing business firms and were used before information technology got as sophisticated as it is today. Even though legacy systems may appear to be old-fashioned, they have some definite advantages to the firm. They contain valuable historical data about the firm. The firm personnel tend to know how to use the system and understand it. A legacy system has usually been customized to the specific needs of an individual firm. You won’t find this kind of customization in generic accounting software packages.
    Unfortunately, legacy system also have significant disadvantages. Often, they have no documentation. It is usually hard to find replacement parts because hardware and software may become obsolete. Even the computer language that legacy systems use is usually an older language. Most legacy systems have been built from scratch
    …..”
    ->Tidak jauh berbeda dalam website kali ini menjelaskan bahwa SIA mengumpulkan dan memroses data transaksi dan menyampaikannya informasi keuangan kepada pihak yang berkepentingan. Terdapat banyak jenis sistem yang berbeda dan terdapat beberapa faktor yang membentuk sistem tersebut diantaranya adalah jenis binis atau usaha, ukuran bisnis, volume data, jenis data yang dibutuhkan manajemen dan lain-lain.
    Kebanyakan bisnis (kecuali bisnis kecil) menggunakan sistem yang terkomputerisasi atau disebut juga sistem EDP. Sistem-sistem tersebut menangani setiap tahapan dalam proses akuntansi dari mulai mencatat transaksi keuangan sampai menyiapakan laporan keuangan. Bisnis-bisnis terus mengembangkan sistem teknologi mereka untuk menjaga agar bisnis mereka tetap competitive.
    Di dalam website ini sedikit dijelaskan juga bahwa sebelum kita bisa memahami mengenai cara kerja sistem akuntansi maka kita harus terlebih dahulu mengetahu dan memahami bagaimana proses bisnis dan transaksi bisnis dapat membentuk jurnal umum.

    3) Dan dari website terakhir saya mengambil contoh lain dari jenis sistem informasi
    TYPES OF ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM
    In general terms, companies use three types of accounting information system to record the results of transactions: manual system, computer-based transaction system and database systems. All of these systems are designed to capture information regarding accounting events to prepare financial statements.
    In a nutshell, manual systems utilize paper-based journals (general and special) and ledgers (general and subsidiary). Computer-based transaction systems replace paper records with computer records. Database systems embed accounting data within the business event data on which they are based.
    Manual System
    Manual systems rely on human processing so they are labor intensive and may be inefficient in today’s complex business environment. Because manual systems rely on human processing, they may be prone to error. To overcome these deficiencies, many companies have computerized their accounting process.
    A computer-based transaction system
    A computer-based transaction system maintains accounting data separately from other operating data. That is, the accounting records are kept separately from the records required data. That is, the accounting records are kept separately from the records required for the expenditure, revenue and conversion processes. Suffice it to say, at this point, that there is a greater degree of compartmentalization of work to preserve the integrity of the accounting information system but not as ideal as the database system.This system treats information in the same manner as a manual system. The user is simply filling in a computer screen that looks and oftentimes acts like a source document.Some of the advantages of this system are as follows:
    • Transactions can be quickly posted to the appropriate accounts, bypassing the journal process.
    • Detailed listings of transactions can be printed for review at any time.
    • Internal controls and edit checks can be used to prevent and detect errors.
    • A wide variety of reports can be prepared.
    Database Systems
    Relational database systems such as enterprise resource planning (ERP) depart from the “accounting equation” method of organizing data. These ERP systems such as SAP, Oracle and PeopleSoft capture data, both financial and non-financial, and store that information in a data warehouse. Database systems reduce inefficiencies and redundancies that often exist in transaction-based systems.
    For example, in transaction-based systems, customer information (like name, address, phone, credit limit) is often maintained separately from customer account information. Thus, a salesperson who does not know a customer’s balance might inadvertently encourage a customer to purchase items that exceed that credit limit. Also, separate departments have special information needs such that a database system is not used then the same customers information may be recorded several times.
    Advantages of database systems include:
    • The system recognizes business rather than just accounting events.
    • The system supports reduction in operating inefficiencies.
    • The system eliminates redundant data.

    ->Dalam website ini dijelaskan bahwa terdapat 3 jenis sitem informasi akuntansi yaitu diantanya adalah
    1. sistem manual, dimana sistem ini sangat bergantung pada proses yang dilakukan langsung oleh manusia, sehingga kemungkinan untuk terjadi kesalahan cukup besar, selain itu kebanyakan perusahaan sudah menggunakan komputer.
    2. sistem transaksi berbasis komputer, sebenarnya sistem ini memiliki kesamaan juga dengan sistem manual hanya saja dengan sistem ini kita bisa memperoleh beberapa keuntungan dengan digunakannya komputer sebagai alat pemrosesan data, diantaranya adalah prosesnya lebih cepat, informasi tersebut bisa kita print kapan saja saat dibutuhkan, pengendalian internal memungkinkan kita mencegah kesalahan, dan beberapa jenis laporan dapat disiapkan.
    3. sistem database, diatas dicontohan dalam sistem ini setiap departement memiliki data mereka masing-masing sesuai kebutuhan. dalam sistem ini kita juga bisa mendapatkan beberapa kelebihan diantaranya sistem ini mengakui bisnis bukan hanya sekedar transaksi akuntansi, selain itu sistem ini juga mengurangi kegiatan yang tidak efisien dan menyisihkan data-data yang tidak diperlukan.

    DAFTAR PUSTAKA
    1) http://www.investopedia.com/terms/a/accounting-information-system-ais.asp
    2) http://bizfinance.about.com/od/accountingandcash/f/what-are-accounting-information-systems.htm
    3) http://davidblumenson.com/318/accounting/accounting-information-system/

  45. 1105582 / MAYA SOPIA HIDAYAT / Pendidikan Akuntansi 2011-A / SIA-1 says:

    RINGKASAN
    Pengenalan Sistem Informasi Akuntansi
    Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.
    Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.
    Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan
    Sistem Informasi Akuntansi  adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.
    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    Sistem pemrosesan transaksi
    mendukung proses operasi bisnis harian.
    Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.

    Fungsi Utama Sistem Informasi

    Setiap sistem informasi akuntansi akan melaksanakan lima fungsi utamanya yaitu :
     a. Mengumpulkan dan menyimpan data dari semua aktivitas dan transaksi perusahaan
    b. Memproses data menjadi informasi yang berguna pihak manajemen.
    c. Memanajemen data-data yang ada kedalam kelompok-kelompok yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
    d. Mengendalikan kontrol data yang cukup sehingga aset dari suatu organisasi atau perusahaan terjaga.
    Penghasil informasi yang menyediakan informasi yang cukup bagi pihak manajemen untuk melakukan perencanaan, mengeksekusi perencanaan dan mengkontrol aktivitas.

    Pentingnya Sistem Informasi Akuntansi dan fungsi Pengubahan Data menjadi Informasi

    Sistem informasi akuntansi menggunakan berbagai aktifitas yang sistematik untuk menghasilkan informasi yang relevan.
    Elemen-elemen penting dari sistem informasi akuntansi, Yakni:
    1. Pemakai akhir( End User) terdiri dari pemakai akhir eksternal dan pemakai akhir internal. Pemakai akhir eksternal adalah para kreditur,pemegang saham,investor potensial,pajak,pemerintah dll. Para pemakai internal adalah pihak menajemen di setiap tingkatan organisasi.

    2. Sumber data, adalah transaksi keuangan yang memasuki  system informasi  dari sumber eksternal dan internal.

    3. Pengumpulan Data, yakni tahap oprasional yang tujuanya untuk memastikan bahwa  data yang memasuki system itu sah,lengkap dan bebas dari kesalahan.

    4. Pemrosesan Data, data yang diolah untuk menghasilkan informasi.

    5. Manajemen Database,Database  organisasi merupakan tempat penyimpanan fisik data keuangan dan non-keuangan. Manajeman database bertugas untuk menyimpan,memperbaiki, memanggil  dan menghapus data.

    6. Penghasil Informasi, yakni proses mengumpulkan,mengatur,memformat,dan menyajikan informasi untuk para pemakai.

    7. Umpan balik, yakni bentuk Output yang dikirimkan kembali kesistem sebagai sumber data.

    DAFTAR PUSTAKA
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
    http://2009risna.blogspot.com/2011/11/fungsi-dan-pentingnya-suatu-sistem.html

  46. Siska Depiantili says:

    NIM/NAMA/KELAS : 1203504/SISKA DEPIANTILI/AKUNTANSI A/SIA 1

    PENGENALAN SIA

    Sistem Informasi Akuntansi
    A. Definisi Sistem Informasi Akuntansi :
    • Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.
    • Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.
    • Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.
    Definisi Sistem Informasi Akuntansi Menurut Ahli
    1. Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).
    2. Beberapa batasan pengertian (definisi) Sistem Informasi Akuntansi lain yang dapat dikutip misalnya pendapat Wilkinson (1990) bahwa sistem informasi akuntansi adalah merupakan sistem informasi formal, memiliki tujuan (kegunaan), tahap, tugas, pengguna, dan sumber daya dan mencakup ke seluruh kegiatan perusahaan dalam penyediaan informasi bagi semua pengguna di perusahaan tersebut.
    3. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Jusuf, A.A. (1996, h.1) pengertiansistem informasi akuntansi adalah, “Kumpulan sumber daya, seperti: manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi.” Informasi ini dikomunikasikan kepada para penggunanya untuk berbagai pengambilan keputusan.
    4. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menutut Mulyadi (2001, h.3) mendefinisikan, “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”
    5. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Niswonger, Fess & Warren diterjemahkan oleh Ruswinarto, H. (1995, h.248), “Sistem akuntansi adalah suatu sarana bagi manajemen perusahaan guna mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk mengelola perusahaan dan untuk menyusun laporan keuangan bagi pemilik, kreditor, dan pihak lain yang berkepentingan.”
    6. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menurut Baridwan (1998, h.6), “Sistem akuntansi terdiri dari formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data mengenai suatu mengenai usaha suatu kesalahan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manejemen untuk mengawasi usaha-usahanya dan bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditur, dan lembaga-lembaga pemerintah untuk menilai hasil operasi.”

    B. Fungsi Sistem Informasi
    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    C. Subsistem SIA
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    1. Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    2. Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    3. Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    4. Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)
    D. Cara Kerja SIA
    Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut :
    • Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi?
    • Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan organisasi?
    • Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?
    E. Manfaat
    Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
    • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    • Meningkatkan efisiensi
    • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    • Meningkatkan sharing knowledge
    • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
    Adapun 5 Manfaat Sistem Informasi Akuntansi untuk Startegi Bisnis

    Perkembangan Teknologi Informasi telah menciptakan keunggulan kompetitif dunia usaha. Dalam beberapa decade, terlihat 4 macam teknologi yang perkembangannya relative menonjol, diantaranya adalah teknologi informasi, teknologi manufaktur, teknologi transportasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi mempunyai dampak paling dominan terhadap lingkungan bisnis. Adapun Manfaat dari Sistem Informasi Akuntansi untuk startegi bisnis yaitu :

    1. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga bisa melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien
    2. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produksi, baik barang maupun jasa yang dihasilkan
    3. Meningkatkan efisiensi
    4. Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan
    5. Meningkatkan sharing pengetahuan

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yang merupakan suatu system informasi tertua atau dapat dikatakan pula suatu aplikasi system computer utama yang pertama untuk mengolah data akuntansi. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) memiliki empat tugas dasar sebagai pengumpul data, manipulasi data, penyimpanan data dan penyimpanan dokumen Jika Anda adalah seseorang yang ingin masuk ke bisnis baru, pentingnya akuntansi tidak boleh diabaikan. Akuntansi dan Keuangan adalah dua istilah yang sangat berguna dalam bisnis apakah Anda bekerja pada hari ke rekening kegiatan hari atau strategi jangka panjang yang dihadapi Anda saat membuat dan menjalankan sebuah perusahaan. Software Akuntansi selalu merupakan pilihan karena dapat berarti biaya setup rendah bersama dengan membantu Anda memulai bisnis dengan pembukuan yang baik dan prinsip – prinsip akuntansi dari awal.

    Peran Teknologi Informasi Akuntansi sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan bisnis pada berbagai fungsi dan level manajerial, menjadi suatu hal yang sangat penting bagi pengelola bisnis khususnya pada peningkatan kinerja keuangan suatu perusahaan.
    F. Komponen Sistem Informasi Akuntansi
    • Manusia adalah pelaku yang menjalankan sistem
    • Transaksi merupakan objek dari sistem informasi akuntansi sebagai masukan, lalu diproses sehingga menghasilkan informasi
    • Prosedur adalah langkah-langkah yang harus ditempuh dalam melakukan transaksi atau kegiatan perusahaan.
    • Dokumen yaitu berupa formulir yang digunakan sebagai sarana pencatatan pada saat transaksi
    • Peralatan adalah suatu alat atau sarana yang digunakan dalam melakukan pencatatan pada sistem informasi yang bersangkutan.

    Daftar Pustaka :
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
    http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-sistem-informasi-akuntansi/
    http://riezquchiha.wordpress.com/2010/10/09/sistam-informasi-akuntansi-sia/
    http://danukusumapraja.wordpress.com/2012/10/12/definisi-sistem-informasi-akuntansi-sia/
    http://forum.detik.com/5-manfaat-sistem-informasi-akuntansi-untuk-startegi-bisnis-t675766.html

  47. Pengertian Sistem
    Kata sistem sendiri berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.
    Berdasarkan pendapat para ahli, system adalah :
    Pengertian sistem menurut Gordon B. Davis dalam bukunya Management Information System, sistem adalah : “Keterpaduan antar user dan komputer untuk mendukung fungsi operasi, manajemen, analisa, dan pengambilan keputusan di dalam organisasi. Dengan memakai hardware, software, prosedur manual dan model-model untuk analisa, perencanaan, kontrol, pengambilan keputusan dan database.”
    Adapun pengertian sistem menurut R. Soemita Adikusumah dalam bukunya Sistem Prosedure dan Metode Suatu Pembahasan, adalah : “Suatu jaringan sejumlah prosedure yang saling berhubungan yang dikembangkan sesuai dengan suatu pola (rencana) untuk melakukan aktivitas utama perusahaan.”
    Pengertian Sistem Menurut Harijono Djojodihardjo: Suatu sistem adalah sekumpulan objek yang mencakup hubungan fungsional antara tiap-tiap objek dan hubungan antara ciri tiap objek, dan yang secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan secara fungsional
    Pengertian Sistem Menurut Jerry Futz Gerald: Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

    Maka dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan dari beberapa unsur atau bagian yang beroperasi atau bekerjasama untuk melakukan aktivitas dalam mencapai sasaran dalam arti sempit dan tujuan dalam arti luas. Sifat dasar dari sistem adalah sebagai berikut:
    • Mencapai tujuan tertentu
    • Adanya kesatuan usaha
    • Adanya suatu kontrol
    • Mempunyai input berupa data
    • Adanya suatu proses
    • Mempunyai input berupa informasi
    • Adanya umpan balik (feed back).

    Pengertian system informasi menurut para ahli :
    Pengertian Sistem Informasi menurut Henry C. Lucas.
    Sistem Informasi adalah kegiatan dari suatu prosedur-prosedur yang diorganisasikan bilamana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam organisasi
    • Pengertian Sistem Informasi menurut John F. Nash dan Martin B. Robert
    Sistem Informasi adalah suatu kombinasi dari orang-orang, fasilitas teknologi, media , prosedur-prosedur dan pengendalian ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar untuk pengambilan keputusannya yang cerdik.
    • Menurut John F. Nash (1995:8) yang diterjemahkan oleh La Midjan dan Azhar Susanto, menyatakan bahwa Sistem Informasi adalah : Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.

    Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa system informasi menyediakan informasi yang layak dan bermanfaat dalam pengambilan sebuah keputusan manajemen,

    Pengertian dari Sistem Informasi Akuntansi
    Sistem Informasi Akuntansi merupakan sistem informasi fungsional yang mendasari sistem informasi fungsional yang lainnya seperti sistem informasi keuangan, sistem informasi pemasaran, sistem informasi produksi dan sistem informasi sumber daya manusia. Sistem-sistem informasi lain membutuhkan data keuangan dari sistem informasi akuntansi.
    Hal ini menunjukkan bahwa suatu perusahaan yang akan membangun sistem informasi manajemen, disarankan untuk membangun sistem informasi akuntansi terlebih dahulu.
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Ahli
    1. Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).
    2. Beberapa batasan pengertian (definisi) Sistem Informasi Akuntansi lain yang dapat dikutip misalnya pendapat Wilkinson (1990) bahwa sistem informasi akuntansi adalah merupakan sistem informasi formal, memiliki tujuan (kegunaan), tahap, tugas, pengguna, dan sumber daya dan mencakup ke seluruh kegiatan perusahaan dalam penyediaan informasi bagi semua pengguna di perusahaan tersebut.
    3. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Jusuf, A.A. (1996, h.1) pengertian sistem informasi akuntansi adalah, “Kumpulan sumber daya, seperti: manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi.” Informasi ini dikomunikasikan kepada para penggunanya untuk berbagai pengambilan keputusan.

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Komponen Sistem Informasi Akuntansi :
    • People : yang mengoperasikan sistem dan melakukan berbagai fungsi.
    • Procedure : mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data yang berhubungan dengan aktivitas organisasi.
    • Data : kegiatan atau proses bisnis.
    • Software : memproses data yang ada diorganisasi.
    • Infrastruktur informasi teknologi : komputer dan peralatan lainnya.

    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    • Sistem pemrosesan transaksi
    mendukung proses operasi bisnis harian.
    • Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    • Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan penutup. Menghasilkan laporan keuangan seperti, laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.

    Daftar Pustaka :
    http://www.pengertianahli.com/2013/08/pengertian-sistem-menurut-para-ahli.htm
    http://www.zainalhakim.web.id/pengertian-sistem-menurut-para-ahli.html#sthash.iJRxeSHB.dpuf
    http://zaidarrosyid.blogspot.com/2012/09/pengertian-sistem.html
    http://dhykapra.blogspot.com/2013/09/pengertian-sistem-menurut-para-ahli.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
    http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-sistem-informasi-akuntansi/

  48. Kata sistem sendiri berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.
    Berdasarkan pendapat para ahli, system adalah :
    Pengertian sistem menurut Gordon B. Davis dalam bukunya Management Information System, sistem adalah : “Keterpaduan antar user dan komputer untuk mendukung fungsi operasi, manajemen, analisa, dan pengambilan keputusan di dalam organisasi. Dengan memakai hardware, software, prosedur manual dan model-model untuk analisa, perencanaan, kontrol, pengambilan keputusan dan database.”
    Adapun pengertian sistem menurut R. Soemita Adikusumah dalam bukunya Sistem Prosedure dan Metode Suatu Pembahasan, adalah : “Suatu jaringan sejumlah prosedure yang saling berhubungan yang dikembangkan sesuai dengan suatu pola (rencana) untuk melakukan aktivitas utama perusahaan.”
    Pengertian Sistem Menurut Harijono Djojodihardjo: Suatu sistem adalah sekumpulan objek yang mencakup hubungan fungsional antara tiap-tiap objek dan hubungan antara ciri tiap objek, dan yang secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan secara fungsional
    Pengertian Sistem Menurut Jerry Futz Gerald: Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
    Maka dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan dari beberapa unsur atau bagian yang beroperasi atau bekerjasama untuk melakukan aktivitas dalam mencapai sasaran dalam arti sempit dan tujuan dalam arti luas. Sifat dasar dari sistem adalah sebagai berikut:
    • Mencapai tujuan tertentu
    • Adanya kesatuan usaha
    • Adanya suatu kontrol
    • Mempunyai input berupa data
    • Adanya suatu proses
    • Mempunyai input berupa informasi
    • Adanya umpan balik (feed back).
    Pengertian system informasi menurut para ahli :
    Pengertian Sistem Informasi menurut Henry C. Lucas.
    Sistem Informasi adalah kegiatan dari suatu prosedur-prosedur yang diorganisasikan bilamana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam organisasi
    • Pengertian Sistem Informasi menurut John F. Nash dan Martin B. Robert
    Sistem Informasi adalah suatu kombinasi dari orang-orang, fasilitas teknologi, media , prosedur-prosedur dan pengendalian ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar untuk pengambilan keputusannya yang cerdik.
    • Menurut John F. Nash (1995:8) yang diterjemahkan oleh La Midjan dan Azhar Susanto, menyatakan bahwa Sistem Informasi adalah : Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.
    Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa system informasi menyediakan informasi yang layak dan bermanfaat dalam pengambilan sebuah keputusan manajemen,
    Sistem Informasi Akuntansimerupakan sistem informasi fungsional yang mendasari sistem informasi fungsional yang lainnya seperti sistem informasi keuangan, sistem informasi pemasaran, sistem informasi produksi dan sistem informasi sumber daya manusia. Sistem-sistem informasi lain membutuhkan data keuangan dari sistem informasi akuntansi.
    Hal ini menunjukkan bahwa suatu perusahaan yang akan membangun sistem informasi manajemen, disarankan untuk membangun sistem informasi akuntansi terlebih dahulu.
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Ahli
    1. Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).
    2. Beberapa batasan pengertian (definisi) Sistem Informasi Akuntansi lain yang dapat dikutip misalnya pendapat Wilkinson (1990) bahwa sistem informasi akuntansi adalah merupakan sistem informasi formal, memiliki tujuan (kegunaan), tahap, tugas, pengguna, dan sumber daya dan mencakup ke seluruh kegiatan perusahaan dalam penyediaan informasi bagi semua pengguna di perusahaan tersebut.
    3. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Jusuf, A.A. (1996, h.1) pengertian sistem informasi akuntansi adalah, “Kumpulan sumber daya, seperti: manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi.” Informasi ini dikomunikasikan kepada para penggunanya untuk berbagai pengambilan keputusan.

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Komponen Sistem Informasi Akuntansi :
    • People : yang mengoperasikan system dan melakukan berbagai fungsi.
    • Procedure : mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data yang berhubungan dengan aktivitas organisasi.
    • Data : kegiatan atau proses bisnis.
    • Software : memproses data yang ada diorganisasi.
    • Infrastruktur informasi teknologi : komputer dan peralatan lainnya.

    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    • Sistem pemrosesan transaksi
    mendukung proses operasi bisnis harian.
    • Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    • Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan penutup. Menghasilkan laporan keuangan seperti, laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.

    Daftar Pustaka :
    http://www.pengertianahli.com/2013/08/pengertian-sistem-menurut-para-ahli.html
    http://www.zainalhakim.web.id/pengertian-sistem-menurut-para-ahli.html#sthash.iJRxeSHB.dpuf
    http://zaidarrosyid.blogspot.com/2012/09/pengertian-sistem.html
    http://dhykapra.blogspot.com/2013/09/pengertian-sistem-menurut-para-ahli.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
    http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-sistem-informasi-akuntansi/.

  49. Muhammad Asykarullah says:

    1204241/Muhammad Asykarullah/Akuntansi 2012-A/SIA-A

    1 Definisi Sistem Informasi
    Sistem Informasi (SI) – atau lanskap aplikasi – adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

    2 Konsep Dasar Sistem Informasi
    a. Konsep Dasar Sistem
    Suatu sistem pada dasarnya adalah sekolompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama¬sama untuk mencapai tujuan tertentu.Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu. Dari defenisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara umum, yaitu :
    • Setiap sistem terdiri dari unsur¬unsur
    • Unsur¬unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.
    • Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.
    • Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.
    b. Konsep Dasar Informasi
    Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian¬kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengabilan keputusan.
    Kualistas informasi tergantung pada tiga hal yaitu :
    1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan‐kesalahan dan tidak menyesatkan bagi orang yang menerima informasi tersebut. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Dalam prakteknya, mungkin dalam penyampaian suatu informasi banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak isi dari informasi tersebut. Komponen akurat meliputi :
    • Completeness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian‐sebagian akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.
    • Correctness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kebenaran.
    • Security, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki keamanan.
    2. Tepat waktu, informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, sebab informasi yang usang (terlambat) tidak mempunyai niali yang baik, sehingga bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan dapat berakibat fatal. Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi‐teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya.
    3. Relevan, informasi harus mempunyai manfaat bagi si penerima. Relevansi informasi untuk tiap‐tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab‐musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan.
    4. Ekonomis, informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.
    c. Konsep Dasar Sistem Informasi
    Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan.Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.

    3 Komponen Dan Elemen Sistem Informasi
    a. Komponen Sistem Informasi
    Sistem informasi terdiri dari komponen¬komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.
    • Komponen input
    Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen¬ dokumen dasar.
    • Komponen model
    Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
    • Komponen output
    Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.
    • Komponen teknologi
    Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
    • Komponen hardware
    Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi. Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi.
    • Komponen software
    Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.
    • Komponen basis dataBasis data (database)
    Merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut.Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).
    • Komponen control
    Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan ¬ kecurangan, kegagalan ¬ kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal¬hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan¬kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

    b. Elemen-Elemen Sistem Informasi
    Sistem informasi terdiri dari elemen¬elemen yang terdiri dari orang, prosedur, perangkat keras, perangkat lunak, basis data, jaringan komputer dan komunikasi data. Semua elemen ini merupakan komponen fisik.
    • Orang atau personil, yang di maksudkan yaitu operator komputer, analis sistem, programmer, personil data entry, dan manajer sistem informasi/EDP
    • Prosedur, merupakan elemen fisik. Hal ini di sebabkan karena prosedur disediakan dalam bentuk fisik seperti buku panduan dan instruksi. Ada 3 jenis prosedur yang dibutuhkan, yaitu instruksi untuk pemakai, instruksi untuk penyiapan masukan, instruksi pengoperasian untuk karyawan pusat komputer.
    • Perangkat keras, bagi suatu sistem informasi terdiri atas komputer (pusat pengolah, unit masukan/keluaran), peralatan penyiapan data, dan terminal masukan/keluaran.
    • Perangkat lunak, seperti sistem pengoperasian dan sistem manajemen data yang memungkinkan pengoperasian sistem komputer.
    • Basis data, File yang berisi program dan data dibuktikan dengan adanya media penyimpanan secara fisik seperti diskette, hard disk, magnetic tape, dan sebagainya. File juga meliputi keluaran tercetak dan catatan lain diatas kertas, mikro film, antaralain sebagainya.
    • Jaringan komputer, adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel¬kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data.

    4. Klasifikasi Sistem Informasi
    Sistem informasi merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi yang ada di dalam sistem tersebut. Oleh karena itu, sistem dapat di klasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya :
    • Sistem ABSTRAK (Abstract system ) Sistem ini merupakan sistem yang tidak tampak secara fisik, karena hanya berupa pemikiran atau ide-ide. Contoh : Sistem Teologia yang merupakan suatu sistem yang menggambarkan hubungan Tuhan dengan manusia.
    • Sistem FISIK (Physical system) Sistem fisik merupakan sistem yang tampak secara fisik sehingga setiap mahluk dapat melihatnya. Contoh : Sistem Komputer Sistem Akuntansi Sistem Produksi
    • Sistem ALAMIAH (Natural system) Sistem alamiah ini adalah sistem yang terjadi dari proses – proses alam dalam arti tidak dibuat oleh manusia. Contoh : Sistem Geologi : sungai, pegunungan Sistem Solar : galaxy, tata surya
    • Sistem buatan manusia (Human made system) Sistem ini merupakan sistem yg dirancang & didisain oleh manusia. Contoh : Sistem Informasi – manusia – komputer Man – machine system / human-machine system Interaksi antara manusia dan mesin
    • Sistem Deterministik (Deterministic System ) Sistem yg beroperasi dengan tingkah laku yg dapat diramalkan disebut sistem deterministik . Interaksi antar tiap-tiap bagian dapat dideteksi, sehingga outputnya juga dapat diramalkan. Contoh : Sistem Komputer
    • Sistem Tak Tentu (Probabilistic System ) Sistem ini adalah sistem dimana kondisi masa depannya tak dapat diramalkan karena mengandung probabilitas. Contoh : Sistem Manusia
    • Sistem Tertutup (closed system) Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sebenarnya didunia ini tidak ada sistem yg benar-benar tertutup. Yang ada hanyalah sistem yang secara relatif tertutup (relatively closed system )
    • Sistem Terbuka (open system) Sistem ini kebalikan dari sistem tertutup, karena sistem terbuka adalah sistem yg berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungannya. Oleh sebab itu sistem ini harus mempunyai suatu sistem pengendalian (control system) yang baik, agar yg masuk hanya pengaruh – pengaruh yang baik saja. Contoh : sistem kebudayaan Indonesia Contoh konkret dari sebuah sistem diantaranya: Organ tubuh manusia yang membentuk beragam sistem. Sistem pernafasan, sistem pencernaan, sistem eksresi, sistem saraf, sistem kerangka, dll. Komponen elektronik komputer yang membentuk sistem komunikasi, sistem perangkat lunak, sistem perangkat keras, sistem jaringan, dll. Rakyat Indonesia yang membentuk beragam sistem di Negara kita. Sistem pemerintahan, sistem keamanan, sistem hukum, sistem kebudayaan, dll.

    5. Jenis-Jenis Sistem Informasi
    Menurut Departemen Pendidikan jenis-jenis system informasi antara lain sebagai berikut :
    1. Sistem Informasi Akuntansi
    2. Sistem Informasi Keuangan
    3. Sistem Informasi Manufaktur
    4. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
    5. Sistem Informasi Manajemen

    6. Peranan Sistem Informasi
    Sampai pada tahun 1960-an, peran sistem informasi masih sederhana yakni, memproses transaksi, menyimpan data, accounting dan aplikasi proses data elektronik (electronic data processing) lainnya. Kemudian pada tahun 1970-an, informasi spesifikasi awal produk yang dibuat oleh information reporting systems tidak dapat memenuhi kebutuhan pengambilan keputusan manajemen. Oleh karena itu dibuatlah konsep decision support systems (DSS). Peranan baru ini adalah menyediakan dukungan interaktif kepada manajemen untuk proses pengambilan keputusan mereka.
    Memasuki tahun 1980-an, perkembangan yang cepat dari tenaga proses mikrokomputer, aplikasi perangkat lunak dan jaringan telekomunikasi menimbulkan apa yang disebut dengan end user computing. Kemudian konsepexecutive information systems (ESS) dibangun, dimana sistem informasi ini memberikan jalan yang mudah bagi manajemen atas untuk mendapatkan informasi kritikal yang diinginkan ketika sedang dibutuhkan. Pengembangan dan aplikasi dari teknik kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memberi gebrakan baru dalam sistem informasi bisnis. Sistem pakar atauexpert systems (ES) dan sistem berbasis pengetahuan membuat peran baru bagi sistem informasi.
    Sebuah peran baru yang penting lagi bagi sistem informasi muncul di tahun 1980-an dan diharapkan terus berlanjut sampai ke tahun 1990-an. Peran tersebut adalah konsep peran strategis (strategic role) dari sistem informasi yang disebut strategic information systems (SIS). Pada konsep ini, sistem informasi diharapkan dapat memainkan peranan langsung dalam mencapai tujuan atau sasaran strategis dari perusahaan. Hal ini memberikan tanggung jawab baru bagi sistem informasi di dalam bisnis, apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini.
    Hampir di seluruh sektor bisnis di dunia ini menggunakan sistem informasi di perusahaan mereka. Bukan hanya itu, mereka pun selalu berusaha melakukan berbagai macam cara untuk menggembangkan sistem informasi yang digunakan di perusahaan mereka. Hal tersebut disebabkan karena sistem informasi memegang peranan yang cukup penting dalam bisnis mereka. Adapun peranan dan fungsi utama dari sistem informasi adalah :
    1. Mendukung Operasi Bisnis .
    Mulai dari akuntansi sampai dengan penelusuran pesanan pelanggan, sistem informasi menyediakan dukungan bagi manajemen dalam operasi/kegiatan bisnis sehari-hari. Ketika tanggapan/respon yang cepat menjadi penting, maka kemampuan Sistem Informasi untuk dapat mengumpulkan dan mengintegrasikan informasi keberbagai fungsi bisnis menjadi kritis/penting.
    2. Mendukung Pengambilan Keputusan Managerial.
    Sistem informasi dapat mengkombinasikan informasi untuk membantu manager menjalankan menjalankan bisnis dengan lebih baik, informasi yang sama dapat membantu para manajer mengidentifikasikan kecenderungan dan untuk mengevaluasi hasil dari keputusan sebelumnya. Sistem Informasi akan membantu para manajer membuat keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih bermakna.
    3. Mendukung Keunggulan Strategis.
    Sistem informasi yang dirancang untuk membantu pencapaian sasaran strategis perusahaan dapat men-ciptakan keunggulan bersaing di pasar

    DAFTAR PUSTAKA
    http://www.anneahira.com/sistem-informasi-akuntansi.htm
    http://remoardhianto.wordpress.com/2012/02/17/makalah-jenis-jenis-sistem-informasi/
    http://nafisatulaeni.blogspot.com/2012/07/sistem-informasi-dan-manfaatnya-bagi.html
    http://tyomulyawan.wordpress.com/sistem-dan-informasi/

  50. NIM/Nama/Kelas : 1203500/Anies Purniati/Akuntansi 2012-A/SIA-1

    Pengertian sistem menurut para ahli :
    • Indrajit (2001:2), Sistem adalah kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
    • Davis, G. B (1991:45), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran.
    • Lani Sidharta (1995:9), Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.
    Dari tiga pengertian sistem diatas dapat disimpulkan bahwa “sistem adalah sekumpulan perangkat/komponen yang saling berkaitan/berhubungan satu sama lain dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya untuk mencapai suatu tujuan”

    Pengertian informasi menurut para ahli :
    1. Raymond Mc.leod Ia mengungkapkan bahwa informasi adalah “data yang sudah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang”.
    2. Anton M. Meliono Menurut Anton “Informasi adalah data yang sudah diproses untuk tujuan tertentu. Tujuan tersebut adalah untuk menghasilkan sebuah keputusan”

    Kualitas informasi tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :
    1.Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
    2.Tetap pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
    3.Relevan, berarti informasi tersebut menpunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.

    Pengertian sistem informasi akuntansi menurut para ahli :
    1. Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).
    2. Wilkinson (1990) bahwa sistem informasi akuntansi adalah merupakan sistem informasi formal, memiliki tujuan (kegunaan), tahap, tugas, pengguna, dan sumber daya dan mencakup ke seluruh kegiatan perusahaan dalam penyediaan informasi bagi semua pengguna di perusahaan tersebut.
    3. George H. Bodnar dan William S. Hopwood dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Jusuf, A.A. (1996, h.1) pengertian sistem informasi akuntansi adalah, “Kumpulan sumber daya, seperti: manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi.” Informasi ini dikomunikasikan kepada para penggunanya untuk berbagai pengambilan keputusan.

    SIA terdiri dari 3 subsistem,dimana subsistem SIA ini bertugas untuk memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    3 subsistem tersebut antara lain:
    1. Sistem pemrosesan transaksi mendukung proses operasi bisnis harian.
    2. Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    3. Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup untuk menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.

    Komponen Sistem Informasi Akuntansi,antara lain :
    1. Manusia adalah pelaku yang menjalankan sistem
    2. Transaksi merupakan objek dari sistem informasi akuntansi sebagai masukan, lalu diproses sehingga menghasilkan informasi
    3. Prosedur adalah langkah-langkah yang harus ditempuh dalam melakukan transaksi atau kegiatan perusahaan.
    4. Dokumen yaitu berupa formulir yang digunakan sebagai sarana pencatatan pada saat transaksi
    5. Peralatan adalah suatu alat atau sarana yang digunakan dalam melakukan pencatatan pada sistem informasi yang bersangkutan. Peralatan tersebut dapat berupa software (perangkat lunak) dan hardware (perangkat keras)

    SIA memiliki fungsi penting pada sebuah organisasi yaitu antara lain :
    1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    2. Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    3. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Menurut Mulyadi (1993, h.19-20), sistem informasi akuntansi memiliki empat tujuan dalam penyusunannya, yaitu :
    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

    Daftar pustaka :
    http://jagatsisteminformasi.blogspot.com/2013/05/pengertian-dan-definisi-sistem.html
    http://agusnuruliman.blogspot.com/2013/09/pengertian-definisi-informasi-menurut.html
    http://willis.comze.com/pengertian_informasi.html
    http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-sistem-informasi-akuntansi/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
    http://ilmuakuntansi.web.id/tujuan-sistem-informasi-akuntansi/

  51. 1200035/Derini Yuliasari/Akuntansi 2012-A/SIA-1

    Pengertian Sistem
    1. Pengertian sistem menurut Mulyadi (2001:5) adalah “Suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan”.
    2. Stephen A. Mascove dan Mark G. Simkin ( 1984 ) yang dikutip oleh Yogiyanto (1996:1) mendefinisikan ”Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari interaksi subsistem yang berusaha untuk mencapai tujuan (goal) yang sama”.
    3. John F. Nash dan Martin B. Roberts ( 1984 ) yang dikutip oleh Yogiyanto (1996:2) mendefinisikan sebagai ”Suatu sistem adalah sebagai suatu kumpulan komponen yang berinteraksi membentuk suatu kesatuan dan keutuhan yang komplek di dalam tingkat tertentu untuk mengejar tujuan yang umum”.
    http://fhied.blogspot.com/

    Kesimpulan dari beberapa definisi sistem tersebut menurut saya adalah kumpulan elemen atau prosedur yang saling berkaitan satu sama lain, agar dapat mencapai tujuan yang hendak dicapai. Elemen ini lebih dari satu sehingga jika salah satu elemen rusak maka akan menghambat dalam proses pencapaian tujuannya, karena satu sama lain saling berkaitan.

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
    1. Sistem informasi akuntansi menurut Tunggal (1993:10) adalah “ Kumpulan manusia-manusia dan sumber-sumber modal didalam suatu organisasi yang bertanggung jawab untuk penyiapan informasi dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan pengelolaan data transaksi. Informasi ini berguna untuk semua tingkat manajemen untuk perencanaan dan pengendalian aktivitas organisasi”.
    2. Mulyadi (2001:3) mendefinisikan sistem akuntansi sebagai berikut ”Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan ”.
    http://fhied.blogspot.com/
    3. Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).
    http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-sistem-informasi-akuntansi/

    Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Akuntansi dibedakan menjadi 2, yaitu:
    -Informasi Akuntansi keuangan, berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern. Sistem akuntansi Sistem akuntansi terdiri dari metode dan catatan yang diciptakan untuk mengidentifikasikan, menghimpun, menganalisa, mengelompokkan, mencatat dan melaporkan transaksi satuan usaha dan untuk menyelenggarakan pertanggungjawaban aktiva dan kewajiban yang bersangkutan dengan transaksi tersebut.
    -Informasi Akuntansi Manajemen, berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.
    http://obaycendana.blogspot.com/2011/01/sejarah-sistem-informasi-akuntansi.html

    Dari beberapa sumber tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi akuntansi menurut saya adalah komponen, elemen atau prosedur yang saling berhubungan satu sama lain, dimana saling memberikan informasi berupa data dalam hal pengidentifikasian, mengelompokkan, pencatatan dan pelaporan transaksi keuangan.

    Dari definisi sistem akuntansi ada unsur suatu sistem akuntansi yang pokok yaitu formulir, catatan yang terdiri dari jurnal, buku besar dan buku pembantu, serta laporan. Mulyadi (2001:3) menguraikan pengertian dari masing-masing unsur sistem akuntansi adalah sebagai berikut :
    1. Formulir. Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk mencatat terjadinya transaksi dan biasa disebut dengan dokumen, karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi dicatat atau didokumentasikan.
    2. Jurnal. Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan meringkas data keuangan dan data lainnya.
    3. Buku Besar. Buku besar ( general ledger ) terdiri dari rekening-rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal, rekening-rekening dalam buku besar ini disediakan sesuai dengan unsur-unsur informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan.
    4. Buku Pembantu. Apabila data keuangan yang digolongkan dalam buku besar diperlukan rinciannya lebih lanjut, dapat dibentuk buku pembantu ( subsidiary ledger ). Buku ini terdiri dari rekening-rekening pembantu yang merinci data keuangan yang tercantum dalam rekening tertentu dalam buku besar.
    5. Laporan. Laporan merupakan hasil akhir proses akuntansi yang biasanya disebut dengan laporan keuangan, dapat berupa neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan laba yang ditahan dan lainnya.
    http://fhied.blogspot.com/

    Komponen Sistem Informasi Akuntansi
    • Manusia adalah pelaku yang menjalankan sistem
    • Transaksi merupakan objek dari sistem informasi akuntansi sebagai masukan, lalu diproses sehingga menghasilkan informasi
    • Prosedur adalah langkah-langkah yang harus ditempuh dalam melakukan transaksi atau kegiatan perusahaan.
    • Dokumen yaitu berupa formulir yang digunakan sebagai sarana pencatatan pada saat transaksi
    • Peralatan adalah suatu alat atau sarana yang digunakan dalam melakukan pencatatan pada sistem informasi yang bersangkutan.
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi

    Subsistem dasar Sistem Informasi Akuntansi:
    • Siklus Pendapatan : mencakup kegiatan penjualan dan pembelian dalam bentuk uang tunai.
    • Siklus pengeluaran : mencakup kegiatan pembelian dan pembayaran dalam bentuk tunai.
    • Siklus penggajian sumber daya manusia : mengontrak dan menggaji pegawai.
    • Siklus produksi : mengubah bahan mentah menjadi barang jadi.
    • Siklus keuangan : mendapatkan dana dari investor dan kreditor dan membayar mereka kembali.
    http://robiharlan.blogspot.com/2012/12/komponen-fungsi-dan-subsistem-sistem.html

    DAFTAR PUSTAKA:
    http://fhied.blogspot.com/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
    http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-sistem-informasi-akuntansi/
    http://obaycendana.blogspot.com/2011/01/sejarah-sistem-informasi-akuntansi.html
    http://robiharlan.blogspot.com/2012/12/komponen-fungsi-dan-subsistem-sistem.html

  52. 1206330/Taofik Muhammad Gumelar/2012-A/SIA-1

    A. Definisi Sistem Informasi Akuntansi
    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) terdiri dari 3 kata yaitu Sistem, Informasi dan Akuntansi, yang setiap kata tersebut memiliki definisi.
    Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.
    Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.
    Suparwoto L (1990 : 2) mendefinisikan akuntansi sebagai suatu system atau tehnik untuk mengukur dan mengelola transaksi keuangan dan menyajikan hasil pengelolaan tersebut dalam bentuk informasi kepada pihak-pihak intern dan ekstern perusahaan. Pihak ekstern disini terdiri dari investor, kreditur pemerintah, serikat buruh dan lain-lain.
    Jadi Sistem Informasi Akuntansi dapat dikatakan sebagai sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengambil keputusan bisnis.
    Adapun beberapa pengertian Sistem Informasi Akuntansi menurut para ahli.
    1. Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).
    2. Beberapa batasan pengertian (definisi) Sistem Informasi Akuntansi lain yang dapat dikutip misalnya pendapat Wilkinson (1990) bahwa sistem informasi akuntansi adalah merupakan sistem informasi formal, memiliki tujuan (kegunaan), tahap, tugas, pengguna, dan sumber daya dan mencakup ke seluruh kegiatan perusahaan dalam penyediaan informasi bagi semua pengguna di perusahaan tersebut.
    3. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Jusuf, A.A. (1996, h.1) pengertiansistem informasi akuntansi adalah, “Kumpulan sumber daya, seperti: manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi.” Informasi ini dikomunikasikan kepada para penggunanya untuk berbagai pengambilan keputusan.
    4. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menutut Mulyadi (2001, h.3) mendefinisikan, “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”
    5. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Niswonger, Fess & Warren diterjemahkan oleh Ruswinarto, H. (1995, h.248), “Sistem akuntansi adalah suatu sarana bagi manajemen perusahaan guna mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk mengelola perusahaan dan untuk menyusun laporan keuangan bagi pemilik, kreditor, dan pihak lain yang berkepentingan.”
    6. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menurut Baridwan (1998, h.6), “Sistem akuntansi terdiri dari formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data mengenai suatu mengenai usaha suatu kesalahan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manejemen untuk mengawasi usaha-usahanya dan bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditur, dan lembaga-lembaga pemerintah untuk menilai hasil operasi.”
    Berdasarkan definisi Sistem Informasi Akuntansi yang dikemukakan oleh beberapa ahli di atas, dapat kita simpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan atau pihak ekstern. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi.

    B. Manfaat Sistem Informasi Akuntansi

    Adanya sebuah sistem pasti diharapkan akan memberikan manfaat. Berikut adalah manfaat dari Sistem Informasi Akuntansi :
    1. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    2. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    3. Meningkatkan efisiensi
    4. Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    5. Meningkatkan sharing knowledge
    6. menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
    Selain itu ada juga manfaat berdasarkan bisnis :
    1. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga bisa melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    2. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produksi, baik barang maupun jasa yang dihasilkan.
    3. Meningkatkan efisiensi.
    4. Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan.
    5. Meningkatkan sharing pengetahuan

    C. Subsistem Informasi Akuntansi
    Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    1. Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    2. Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    3. Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    4. Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)
    Berhubungan dengan transaksi keuangan dan ayat jurnal penyesuaian yang terjadi dalam siklus akuntasi.

    D. Ancaman atas Sistem Informasi Akuntansi
    Perusahaan telah semakin bergantung pada SIA, yang juga telah berkembang semakin kompleks untuk memenuhi peningkatan kebutuhan atas informasi. Sejalan dengan peningkatan kompleksitas sistem dan ketergantungan pada sistem tersebut , perusahaan menghadapi resiko atau ancaman yang bisa terjadi kepada SIA mereka. Ancaman –ancaman tersebut bisa disebabkan oleh sebagai berikut:
    1. Kehancuran karena bencana alam dan politik
    2. Kesalahan pada sofware dan tidak berfungsinya peralatan
    3. Tindakan yang tidak disengaja
    4. Tindakan sengaja (kejahatan komputer)

    E. Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
    Menurut Mulyadi (1993, h.19-20), sistem informasi akuntansi memiliki empat tujuan dalam penyusunannya, yaitu :
    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

    F. Komponen Sistem Informasi Akuntansi
    • Manusia adalah pelaku yang menjalankan sistem
    • Transaksi merupakan objek dari sistem informasi akuntansi sebagai masukan, lalu diproses sehingga menghasilkan informasi
    • Prosedur adalah langkah-langkah yang harus ditempuh dalam melakukan transaksi atau kegiatan perusahaan.
    • Dokumen yaitu berupa formulir yang digunakan sebagai sarana pencatatan pada saat transaksi
    • Peralatan adalah suatu alat atau sarana yang digunakan dalam melakukan pencatatan pada sistem informasi yang bersangkutan.

    Daftar Pustaka :
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
    http://pengertianakuntansimenurut10paraahli.blogspot.com/
    http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-sistem-informasi-akuntansi/
    http://blog.re.or.id/subsistem-dalam-sistem-informasi-akuntansi.htm
    http://amujaddid.blogspot.com/2012/11/pengendalian-sistem-informasi-akuntansi.html

  53. Muhammad Asykarullah says:

    1204241/Muhammad Asykarullah/Akuntansi 2012-A/SIA-A

    1 Definisi Sistem Informasi
    Sistem Informasi (SI) – atau lanskap aplikasi – adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

    2 Konsep Dasar Sistem Informasi
    a. Konsep Dasar Sistem
    Suatu sistem pada dasarnya adalah sekolompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama¬sama untuk mencapai tujuan tertentu.Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu. Dari defenisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara umum, yaitu :
    • Setiap sistem terdiri dari unsur¬unsur
    • Unsur¬unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.
    • Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.
    • Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.
    b. Konsep Dasar Informasi
    Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian¬kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengabilan keputusan.
    Kualistas informasi tergantung pada tiga hal yaitu :
    1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan‐kesalahan dan tidak menyesatkan bagi orang yang menerima informasi tersebut. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Dalam prakteknya, mungkin dalam penyampaian suatu informasi banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak isi dari informasi tersebut. Komponen akurat meliputi :
    • Completeness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian‐sebagian akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.
    • Correctness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kebenaran.
    • Security, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki keamanan.
    2. Tepat waktu, informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, sebab informasi yang usang (terlambat) tidak mempunyai niali yang baik, sehingga bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan dapat berakibat fatal. Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi‐teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya.
    3. Relevan, informasi harus mempunyai manfaat bagi si penerima. Relevansi informasi untuk tiap‐tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab‐musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan.
    4. Ekonomis, informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.
    c. Konsep Dasar Sistem Informasi
    Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan.Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.

    3 Komponen Dan Elemen Sistem Informasi
    a. Komponen Sistem Informasi
    Sistem informasi terdiri dari komponen¬komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.
    • Komponen input
    Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen¬ dokumen dasar.
    • Komponen model
    Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
    • Komponen output
    Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.
    • Komponen teknologi
    Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
    • Komponen hardware
    Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi. Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi.
    • Komponen software
    Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.
    • Komponen basis dataBasis data (database)
    Merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut.Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).
    • Komponen control
    Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan ¬ kecurangan, kegagalan ¬ kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal¬hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan¬kesalahan dapat langsung cepat diatasi.
    b. Elemen-Elemen Sistem Informasi
    Sistem informasi terdiri dari elemen¬elemen yang terdiri dari orang, prosedur, perangkat keras, perangkat lunak, basis data, jaringan komputer dan komunikasi data. Semua elemen ini merupakan komponen fisik.
    • Orang atau personil, yang di maksudkan yaitu operator komputer, analis sistem, programmer, personil data entry, dan manajer sistem informasi/EDP
    • Prosedur, merupakan elemen fisik. Hal ini di sebabkan karena prosedur disediakan dalam bentuk fisik seperti buku panduan dan instruksi. Ada 3 jenis prosedur yang dibutuhkan, yaitu instruksi untuk pemakai, instruksi untuk penyiapan masukan, instruksi pengoperasian untuk karyawan pusat komputer.
    • Perangkat keras, bagi suatu sistem informasi terdiri atas komputer (pusat pengolah, unit masukan/keluaran), peralatan penyiapan data, dan terminal masukan/keluaran.
    • Perangkat lunak, seperti sistem pengoperasian dan sistem manajemen data yang memungkinkan pengoperasian sistem komputer.
    • Basis data, File yang berisi program dan data dibuktikan dengan adanya media penyimpanan secara fisik seperti diskette, hard disk, magnetic tape, dan sebagainya. File juga meliputi keluaran tercetak dan catatan lain diatas kertas, mikro film, antaralain sebagainya.
    • Jaringan komputer, adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel¬kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data.

    4. Klasifikasi Sistem Informasi
    Sistem informasi merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi yang ada di dalam sistem tersebut. Oleh karena itu, sistem dapat di klasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya :
    • Sistem ABSTRAK (Abstract system ) Sistem ini merupakan sistem yang tidak tampak secara fisik, karena hanya berupa pemikiran atau ide-ide. Contoh : Sistem Teologia yang merupakan suatu sistem yang menggambarkan hubungan Tuhan dengan manusia.
    • Sistem FISIK (Physical system) Sistem fisik merupakan sistem yang tampak secara fisik sehingga setiap mahluk dapat melihatnya. Contoh : Sistem Komputer Sistem Akuntansi Sistem Produksi
    • Sistem ALAMIAH (Natural system) Sistem alamiah ini adalah sistem yang terjadi dari proses – proses alam dalam arti tidak dibuat oleh manusia. Contoh : Sistem Geologi : sungai, pegunungan Sistem Solar : galaxy, tata surya
    • Sistem buatan manusia (Human made system) Sistem ini merupakan sistem yg dirancang & didisain oleh manusia. Contoh : Sistem Informasi – manusia – komputer Man – machine system / human-machine system Interaksi antara manusia dan mesin
    • Sistem Deterministik (Deterministic System ) Sistem yg beroperasi dengan tingkah laku yg dapat diramalkan disebut sistem deterministik . Interaksi antar tiap-tiap bagian dapat dideteksi, sehingga outputnya juga dapat diramalkan. Contoh : Sistem Komputer
    • Sistem Tak Tentu (Probabilistic System ) Sistem ini adalah sistem dimana kondisi masa depannya tak dapat diramalkan karena mengandung probabilitas. Contoh : Sistem Manusia
    • Sistem Tertutup (closed system) Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sebenarnya didunia ini tidak ada sistem yg benar-benar tertutup. Yang ada hanyalah sistem yang secara relatif tertutup (relatively closed system )
    • Sistem Terbuka (open system) Sistem ini kebalikan dari sistem tertutup, karena sistem terbuka adalah sistem yg berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungannya. Oleh sebab itu sistem ini harus mempunyai suatu sistem pengendalian (control system) yang baik, agar yg masuk hanya pengaruh – pengaruh yang baik saja. Contoh : sistem kebudayaan Indonesia Contoh konkret dari sebuah sistem diantaranya: Organ tubuh manusia yang membentuk beragam sistem. Sistem pernafasan, sistem pencernaan, sistem eksresi, sistem saraf, sistem kerangka, dll. Komponen elektronik komputer yang membentuk sistem komunikasi, sistem perangkat lunak, sistem perangkat keras, sistem jaringan, dll. Rakyat Indonesia yang membentuk beragam sistem di Negara kita. Sistem pemerintahan, sistem keamanan, sistem hukum, sistem kebudayaan, dll.

    5. Jenis-Jenis Sistem Informasi
    Menurut Departemen Pendidikan jenis-jenis system informasi antara lain sebagai berikut :
    1. Sistem Informasi Akuntansi
    2. Sistem Informasi Keuangan
    3. Sistem Informasi Manufaktur
    4. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
    5. Sistem Informasi Manajemen

    6. Peranan Sistem Informasi
    Sampai pada tahun 1960-an, peran sistem informasi masih sederhana yakni, memproses transaksi, menyimpan data, accounting dan aplikasi proses data elektronik (electronic data processing) lainnya. Kemudian pada tahun 1970-an, informasi spesifikasi awal produk yang dibuat oleh information reporting systems tidak dapat memenuhi kebutuhan pengambilan keputusan manajemen. Oleh karena itu dibuatlah konsep decision support systems (DSS). Peranan baru ini adalah menyediakan dukungan interaktif kepada manajemen untuk proses pengambilan keputusan mereka.
    Memasuki tahun 1980-an, perkembangan yang cepat dari tenaga proses mikrokomputer, aplikasi perangkat lunak dan jaringan telekomunikasi menimbulkan apa yang disebut dengan end user computing. Kemudian konsepexecutive information systems (ESS) dibangun, dimana sistem informasi ini memberikan jalan yang mudah bagi manajemen atas untuk mendapatkan informasi kritikal yang diinginkan ketika sedang dibutuhkan. Pengembangan dan aplikasi dari teknik kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memberi gebrakan baru dalam sistem informasi bisnis. Sistem pakar atauexpert systems (ES) dan sistem berbasis pengetahuan membuat peran baru bagi sistem informasi.
    Sebuah peran baru yang penting lagi bagi sistem informasi muncul di tahun 1980-an dan diharapkan terus berlanjut sampai ke tahun 1990-an. Peran tersebut adalah konsep peran strategis (strategic role) dari sistem informasi yang disebut strategic information systems (SIS). Pada konsep ini, sistem informasi diharapkan dapat memainkan peranan langsung dalam mencapai tujuan atau sasaran strategis dari perusahaan. Hal ini memberikan tanggung jawab baru bagi sistem informasi di dalam bisnis, apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini.
    Hampir di seluruh sektor bisnis di dunia ini menggunakan sistem informasi di perusahaan mereka. Bukan hanya itu, mereka pun selalu berusaha melakukan berbagai macam cara untuk menggembangkan sistem informasi yang digunakan di perusahaan mereka. Hal tersebut disebabkan karena sistem informasi memegang peranan yang cukup penting dalam bisnis mereka. Adapun peranan dan fungsi utama dari sistem informasi adalah :
    1. Mendukung Operasi Bisnis .
    Mulai dari akuntansi sampai dengan penelusuran pesanan pelanggan, sistem informasi menyediakan dukungan bagi manajemen dalam operasi/kegiatan bisnis sehari-hari. Ketika tanggapan/respon yang cepat menjadi penting, maka kemampuan Sistem Informasi untuk dapat mengumpulkan dan mengintegrasikan informasi keberbagai fungsi bisnis menjadi kritis/penting.
    2. Mendukung Pengambilan Keputusan Managerial.
    Sistem informasi dapat mengkombinasikan informasi untuk membantu manager menjalankan menjalankan bisnis dengan lebih baik, informasi yang sama dapat membantu para manajer mengidentifikasikan kecenderungan dan untuk mengevaluasi hasil dari keputusan sebelumnya. Sistem Informasi akan membantu para manajer membuat keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih bermakna.
    3. Mendukung Keunggulan Strategis.
    Sistem informasi yang dirancang untuk membantu pencapaian sasaran strategis perusahaan dapat men-ciptakan keunggulan bersaing di pasar

    DAFTAR PUSTAKA
    http://www.anneahira.com/sistem-informasi-akuntansi.htm
    http://remoardhianto.wordpress.com/2012/02/17/makalah-jenis-jenis-sistem-informasi/
    http://nafisatulaeni.blogspot.com/2012/07/sistem-informasi-dan-manfaatnya-bagi.html
    http://tyomulyawan.wordpress.com/sistem-dan-informasi/

  54. Pengenalan Sisten Informasi Akuntansi
    1) Pengertian Sistem
    Ada berbagai macam pengertian sistem menurut para ahli, diantaranya :
    a) Menurut Stephen A. Mascove dan Mark G. Simkin (1984) yang dikutip oleh Yogiyanto (1996:1) mendefinisikan sistem adalah “Suatu kesatuan yang terdiri dari interaksi subsistem yag berusaha untuk mencapai tujuan yang sama”.
    b) Menurut John F. Nash dan Martin B. Roberts (1984) yang dikutip oleh Yugiyanto (1996:2) mendefinisikan sistem adalah “ Sebagai suatu kumpulan komponen yang berinteraksi membentuk suatu kesatuan dan keutuhan yang komplek di dalam tingkat tertentu untuk mengejar tujuan yang umum”.
    c) Menurut James O. Hicks, Jr dan Wayne E. Leininger (1986) yang dikutip oleh Yugiyanto (1996:2) secara abstrak mendefinisikan “sistem sebagai kumpulan interaksi dari komponen-komponen yang beroperasi di dalam suatu batas sistem. Batas sistem akan menyaring tipe dan tingkat arus dari input serta output diantara sistem dengan lingkungannya”.
    Sistem juga dapat diartikan sebagai sebuah kebulatan atau keseluruhan yang kompleks dan terorganisir. Selain itu, sistem juga merupakan suatu susunan elemen yang membentuk suatu kegiatan atau suatu prosedur atau skema yang berorientasi ke arah tujuan yang sama dengan melalui pengoperasian data dan atau energy untuk memperoleh suatu informasi dan atau energy dan atau materi.
    Sistem pada intinya menunjuk dua hal :
    1) Menunjukkan suatu identitas, suatu wujud benda (abstrak atau konseptual maupun benda konkrit) yang memiliki tata aturan atau susunan structural dari bagian-bagiannya.
    2) Menunjuk suatu metode atau tata cara yang menunjuk pada suatu rencana metode, alat atau tata cara untuk mencapai sesuatu.

    2) Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
    Sebuah Sistem Informasi Akuntansi sangat penting untuk sebuah perusahaan, apalagi perusahaan yang sudah tergolong sebagai perusahaan besar. Data transaksi yang dimiliki oleh perusahaan akan dikumpulkan dan diproses menggunakan sebuah sistem, sistem tersebutlah yang dimaksud dengan sistem informasi akuntansi, selain untuk mengumpulkan dan memproses data transaksi yang dimiliki, oleh perusahaan sistem informasi akuntansi juga digunakan untuk mendistribusikan informasi yang dihasilkan dari sistem tersebut kepada pihak yang berkepentingan.
    Sistem Informasi Akuntansi itu sendiri merupakan suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan atau pihak ekstern.
    Adapun pngertian Sistem Informasi Akuntansi menurut para ahli, diantaranya :
    1) Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood (1996:l1)
    ” Sistem akuntansi adalah suatu organisasi terdiri dari metode dan catatan–catatan yang dibuat untuk mengidentifikasikan, mengumpulkan, menganalisis, mencatat, dan melaporkan transaksi–transaksi organisasi dan menyelenggarakan pertanggungjawaban bagi aktiva dan kewajiban yang berkaitan”.
    Maksudnya adalah bahwa sistem akuntansi dalam suatu organisasi dapat berbentuk sederhana, dapat pula komplek. Sistem-sistem informasi dirancang dan dipasang bukan hanya untuk menghasilkan saldo-saldo buku besar untuk menghasilkan laporan keuangan tetapi juga menghasilkan pengendalian manajemen dan informasi operasional yang tidak berkaitan dengan akuntansi. Jadi sistem akuntansi dan pnegendalian operasional berkaitan erat dalam organisasi.
    2) Menurut Indra Bastian dan Gatot Soepriyanto (2002:3)
    ” Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi akuntansi ”.
    Unsur – unsur SIA :
    • Formulir • Buku pembantu
    • Jurnal • Laporan
    • Buku besar
    Manajemen sangat membutuhkan sistem informasi akuntansi yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang diperlukan. Jika didalam perusahaan terdapat sistem informasi akuntansi yang baik, setidaknya sistem tersebut akan membantu manajemen untuk mengetahui informasi sebagai berikut :
    1. Informasi mengenai penjualan, dengan informasi penjualan, manajemen dapat membandingkan penjualan yang telah dicapai saat ini dengan penjualan sebelumnya (per periode)
    2. Informasi mengenai hutang, dengan informasi ini manajemen dapat melihat besaran dan jenis hutang yang ada
    3. Informasi mengenai arus kas, dengan informasi ini manajemen dapat melihat besaran arus kas yang terjadi, baik arus kas masuk maupun arus kas keluar
    4. Informasi mengenai divisi produk, jika perusahaan tidak hanya memiliki satu produk, dengan informasi ini manajemen dapat melihat apakah divisi-divisi yang dimiliki perusahaan ada yang mengalami kerugian
    5. Informasi untuk menganalisis apakah akan menaikkan dividen atau tidak kepada para pemegang saham.
    DAFTAR PUSTAKA
    http://kuliahku-kampusku.blogspot.com/2013/01/materi-kuliah-sistem-informasi-akuntansi.html
    http://fhied.blogspot.com/
    WAHYU_ERIDIANA/Handout_Sistem_Sosial.pdf
    http://pendidikan776.blogspot.com/2013/08/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html
    http://shienaanan.blogspot.com/
    http://riezquchiha.wordpress.com/2010/10/09/sistam-informasi-akuntansi-sia/

  55. Luthfi Zahir says:

    NIM/Nama/Kelas: 1204100/Luthfi Zahir/Akuntansi 2012-A/SIA-1

    Pengenalan Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

    A. Definisi Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
    Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.

    Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.

    Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    -Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    -Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    -Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

    Definisi menurut beberapa para ahli:
    Menurut Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.”

    Menurut Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003) mengatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data.”

    Menurut Nugroho Wdjajanto (2001) menyatakan bahwa : “Sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.”

    Menurut La Midjan dan Azhar Susanto (2001) menyatakan bahwa: “Sistem informasi akuntansi merupakan suatu sistem pengolahan data akuntansi yang merupakan koordinasi dari manusia, alat dan metode yang berinteraksi secara harmonis dalam suatu wadah organisasi yang terstruktur untuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen yang berstruktur pula.”

    Sedangkan menurut Romney&Steinbart (2000) Sistem informasi akuntansi adalah serangkaian dari satu atau lebih komponen yang saling berelasi dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan, yang terdiri dari pelaku, serangkaian prosedur, dan teknologi informasi.

    B. Faktor–faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan sistem informasi akuntansi:

    1. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip cepat yaitu sistem informasi akuntansi harus menyediakan informasi yang diperlukan dengan cepat dan tepat waktu serta dapat memenuhi kebutuhan dan kualitas yang sesuai..

    2. Sistem informasi yang disusun harus memenuhi prinsip aman yaitu sistem informasi harus dapat membantu menjaga keamanan harta milik perusahaan.

    3. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip murah yang berarti bahwa biaya untuk menyelenggarakan sistem informasi akuntansi tersebut harus dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal.

    1.SIA : menggunakan sistem pemrosesan transaksi untuk mencatat berbagai operasi transaksi yang terjadi, yang mempengaruhi status finansial organisasi.

    2.Sistem ini mengenai operasional sistem akuntansi, dan menangani laporan historis dari semua transaksi yang terjadi dalam jumlah besar.

    3.Sistem ini membuat berbagai report seperti laporan keseimbangan keuangan dan rekening masukan yang semuanya memberikan gambaran finansial dari organisasi

    C. SIA terdiri dari 5 subsistem:
    1. Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.

    2. Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.

    3. Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.

    4. Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).

    5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    D. Manfaat sistem informasi akuntansi:
    • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    • Meningkatkan efisiensi
    • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    • Meningkatkan sharing knowledge
    • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    E. Tujuan sistem informasi akuntansi:
    1. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to Support the –day-to-day operations).
    2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers).
    3. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-jawaban (to fulfill obligations relating to stewardship).

    F. Ancaman atas Sistem Informasi Akuntansi
    Perusahaan telah semakin bergantung pada SIA, yang juga telah berkembang semakin kompleks untuk memenuhi peningkatan kebutuhan atas informasi. Sejalan dengan peningkatan kompleksitas sistem dan ketergantungan pada sistem tersebut , perusahaan menghadapi resiko atau ancaman yang bisa terjadi kepada SIA mereka. Ancaman –ancaman tersebut bisa disebabkan oleh sebagai berikut:
    1. Kehancuran karena bencana alam dan politik
    2. Kesalahan pada sofware dan tidak berfungsinya peralatan
    3. Tindakan yang tidak disengaja
    4. Tindakan sengaja (kejahatan komputer)

    G. Mengapa Ancaman SIA Meningkat
    Banyak perusahaan yang tidak secara memadai melindungi data mereka karena beberapa alasan:
    1. Masalah pengendalian komputer sering diremehkan
    2. Implikasi-implikasi pengendalian untuk berpindah dari sistem komputer tidak dipahami
    3. Banyak pihak yang tidak menyadari bahwa keamanan data adalah hal yang penting untuk kelangsungan hidup perusahaan mereka.

    Daftar pustaka:
    http://amujaddid.blogspot.com/2012/11/pengendalian-sistem-informasi-akuntansi.html
    http://ayutias.blogspot.com/2011/05/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
    http://danukusumapraja.wordpress.com/2012/10/12/definisi-sistem-informasi-akuntansi-sia/

  56. ARIF RAHMAN says:

    1203496/ARIF RAHMAN/Akuntansi 2012-A/SIA-1

    A. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

    Pengertian sistem informasi akuntansi menurut Barry E. Chusing dalam Midjan dan Susanto ( 2001 : 30 ) adalah : “Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber daya manusia dan modal dalam suatu organisasi yang dibangun untuk menyajikan informasi keuangan yang diperoleh dari pengumpulan dan pemerosesan data keuangan”.

    Widjajanto ( 2001 : 41 ) menyatakan bahwa sistem informasi akuntansi adalah : “Susunan berbagai formulir, termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksananya, dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen”.

    Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi dibangun untuk menyajikan informasi keuangan yang dibutuhkan pihak manajemen, yang diperoleh dari pengumpulan dan pemerosesan data keuangan sehingga dapat dijadikan sebagai dasar bagi perusahaan untuk mencapai tujuan.

    B. Komponen Sistem Informasi Akuntansi

    Menurut Leitch dan Davis (1992, p8-10), komponen sistem informasi akuntansi terdiri dari :

    1. Business operations
    Dalam suatu organisasi terdapat beberapa aktivitas seperti perekrutan karyawan, pembelian barang persediaan dan penerimaan kas dari pelanggan. Input sistem informasi akuntansi disiapkan oleh bagian operasional dan outputnya digunakan untuk mengatur kegiatan operasional.

    2. Transaction Processing
    Transaksi yang dilakukan perusahaan lazimnya ialah penjualan, produksi (bila perusahaan industri), dan pembelian. Para penyusun (designer) sistem informasi harus paham apa dan bagaimana transaksi-transaksi tersebut diproses.

    3. Management Decision making
    Pada umumnya informasi digunakan untuk bahan pengambilan keputusan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan pihak manajemen. Oleh karena itu informasi menentukan proses pengambilan keputusan.

    4. Reporting
    Dalam menyusun laporan berdasarkan sistem informasi, penyusun sistem (system designer) harus mengetahui output apa yang dibutuhkan/diinginkan.

    5. System Development and Operation
    Sistem informasi harus dirancang, diimplementasikan dan dioperasikan secara efektif. Idealnya user terlibat penuh dalam implementasinya.

    6. Database
    Untuk memperoleh database yang baik, perlu dipahami sungguh-sungguh proses pengumpulan dan penyimpanan data, dan jenis database software.

    7. Technology
    Kemampuan dalam perencanaan dan pengelolaan operasi bisnis tergantung dari pengetahuan teknologi untuk melengkapi pengetahuan megenai sistem informasi akuntansi. Pada waktu ini dukungan teknologi komputerisasi dan komunikasi sudah pada tingkat yang sedemikian rupa sehingga prosedur operasional yang lazim dikenal secara tradisional sudah berubah secara total, misalnya mengenai otorisasi, pembagian tugas, hubungan antar organisasi secara elektronik (e-business), dan aspek-aspek keamanan (karena dengan menggunakan internet berarti kita makin terbuka terhadap akses publik).

    8. Controls
    Dalam menyusun sistem pengendalian intern harus dipertimbangkan tingkat kompeksitas sistem informasi serta perkembangan teknologi.

    9. Interpersonal/Communication Skill
    Untuk mempresentasikan hasil kerja secara efektif, system designer harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik secara lisan maupun tulisan.

    10. Accounting and Auditing principles
    Untuk menyusun dan mengoperasikan sistem informasi akuntansi, seorang akuntan harus mengetahui prosedur akuntansi dan memahami audit terhadap sistem informasi.

    C. UNSUR-UNSUR SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

    Unsur-unsur sistem informasi akuntansi menurut Barry E. Chusing yang dialih bahasakan oleh Kosasih ( 2007 : 24 ) adalah sebagai berikut :

    1. SUMBER DAYA MANUSIA
    Sistem informasi akuntansi membutuhkan sumber daya untuk dapat berfungsi. Sumber daya dapat diklasifikasikan sebagai alat, data, bahan pendukung, sumber daya manusia dan dana. Sistem informasi akuntansi pada umumnya diberi nama menurut sumber daya manusia yang digunakan. Suatu sistem informasi akuntansi-akuntansi manual. Jika suatu sistem akuntansi melibatkan penggunaan komputer dan perlengkapan-perlengkapannya dinamai sistem informasi akuntansi dengan komputer (computer based accounting information sistem). Manusia merupakan unsur sistem informasi akuntansi yang berperan dalam pengambilan keputusan dan mengendalikan jalannya sistem informasi.

    2. PERALATAN
    Peralatan merupakan unsur sistem informasi akuntansi yang berperan dalam mempercepat pengolahan data, meningkatkan ketelitian kalkulasi atau perhitungan dan kerapihan bentuk informasi.

    3. FORMULIR
    Formulir merupakan unsur pokok yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang terjadi. Formulir sering disebut dengan istilah dokumen. Karena dengan formulir peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam (didokumentasikan) diatas secarik kertas.

    4. CATATAN
    Catatan terdiri dari :
    a) Jurnal Merupakan catatan akuntansi yang pertama digunakan untuk mencatat, mengklasifikasi dan meringkas data keuangan dan data yang lainnya.
    b) Buku besar Terdiri dari rekening-rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya kedalam jurnal.

    5. PROSEDUR
    Prosedur merupakan urutan atau langkah-langkah untuk menjalankan suatu pekerjaan, tugas atau kegiatan. Biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam atas transaksi perusahaan yang terjadi berulang. Prosedur-prosedur yang termasuk dalam kegiatan persediaan bahan baku adalah sebagai berikut :
    a) Prosedur pembelian persediaan bahan baku
    b) Prosedur penerimaan persediaan bahan baku
    c) Prosedur penyimpanan dan pengeluaran persediaan bahan baku

    6. LAPORAN
    Hasil akhir dari sistem informasi akuntansi adalah laporan keuangan dan laporan manajemen. Suatu laporan dihasilkan untuk kepentingan para pengguna (user) yang berlainan, semuanya tergantung dari laporan apa yang dibutuhkan para pengguna tersebut. Maka diharapkan laporan tersebut dapat memberikan gambaran yang memadai bagi pihak yang memerlukan dan bagi pihak yang menggunakan terutama di dalam pengambilan sebuah keputusan. Gambar “bagan alir dokumen SIA”

    D. TUJUAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

    Dari penjelasan tentang definisi sistem akuntansi maka dapat disimpulkan bahwa tujuan dari sistem akuntansi adalah untuk menyajikan informasi akuntansi kepada berbagai pihak yang membutuhkan informasi tersebut, baik pihak internal maupun pihak eksternal. Sistem akuntansi adalah sistem informasi , atau salah satu subset/subsistem dari suatu sistem informasi organisasi . Menurut buku terjemahan Hall (2001,h.18), “Pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi adalah:
    a. Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen suatu organisasi/perusahaan, karena manajemen bertanggungjawab untuk menginformasikan pengaturan dan penggunaan sumber daya organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.
    b. Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen, karena sistem informasi maemberikan informasi yang diperlukan oleh pihak manajemen untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
    c. Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari . Sistem informasi membantu personil operasional untuk bekerja lebih efektif dan efisien.”
    Menurut Mulyadi (1993, h.19-20), sistem informasi akuntansi memiliki empat tujuan dalam penyusunannya, yaitu :
    a. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha
    b. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketetapan penyajian maupun struktur informasinya.
    c. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    d. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi

    DAFTAR PUSTAKA :

    Repository.binus.ac.id/content/F0174/F017444778.pdf
    http://syarifhidayat21.blogspot.com/2012/10/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi

  57. Adi Setyo Nugroho says:

    NIM/NAMA/KELAS : 1002239/ADI SETYO NUGROHO/AKUNTANSI 2012 A

    SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen yang sama, tapi suatu susunan dasar adalah :Input, Transformasi, Output, Mekanisme Kontrol, Tujuan.

    Jenis Sistem
    > Sistem Lingkaran Terbuka adalah sistem yang tidak mempunyai elemen mekanisme kontrol, dan tujuan.
    > Sistem Lingkaran Tertutup adalah sistem yang disertai oleh adanya elemen mekanisme kontrol dan tujuan.

    Sifat Sistem
    > Sistem terbuka adalah sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumberdaya.
    > Sistem Tertutup adalah sistem yang sama sekali tidak berhubungan dengan lingkungannya.

    Perbedaan Sistem dan Prosedur
    > Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.
    > Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.

    Definisi Sistem Informasi Akuntansi/SIA
    Menurut Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan. Menurut Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003) mengatakan bahwa, Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data. Menurut Nugroho Wdjajanto (2001) menyatakan bahwa Sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.
    Dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi adalah Sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.

    Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi
    1. SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
    2. Berpegang pada prosedur yang relatif standar
    3. Menangani data rinci
    4. Berfokus historis
    5. Menyediakan informasi pemecahan minimal

    Komponen Utama Sistem Informasi
    >Masukan
    Data yg dimasukkan ke dalam sistem informasi beserta metode dan media yg digunakan unt menangkap dan memasukkan data tsb ke dlm sistem.
    >Model
    Terdiri dari logico mathematical models yg mengolah masukan dan data yang disimpan, dg berbagai mcm cara unt memproduksi keluaran.
    >Keluaran
    Berupa informasi yg bermutu dan dokumen unt semua tingkat mnj dan semua pemakai informasi baik intern maupun ekstern.
    >Teknologi
    Menangkap masukan, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan menyampaikan keluaran, serta mengendalikan seluruh sistem.
    >Basis Data
    Merupakan tempat unt menyimpan data yg digunakan unt melayani kebutuhan pemakai informasi.
    >Pengendalian
    Untuk melindungi semua sistem informasi dari bencana dan ancaman, spt bencana alam , api,kecurangan ,kegagalan sistem, kesalahan dan penggelapan ,penyadapan , ketidak efisienan, sabotase, kejahatan.

    Fungsi Sistem Informasi Akuntansi
    > Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    > Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    > Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Ciri dalam transaksi SIA :
    > Menghasilkan jumlah data yg besar, yg tiap hari selalu diproses, disimpan dan membutuhkan kecepatan akses yg cepat serta keakuratan yg tinggi
    > Membutuhkan kemudahan dalam pengoperasian pengontrolan serta prosedur error-checking yg baik dalam menjaga sekuritas dan keakuratan data
    > Dirancang khusus untuk kemudahan audit data, serta tracing (menelusuri) transaksi yg terjadi
    > Beberapa menggunakan aplikasi DDS dan MIS, misal digunakan dalam menentukan estimasi dan perencanaan anggaran.
    menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak. SIA ini sangat diperlukan dalam menjalankan suatu usaha sebagai tolak ukur seberapa besar usaha kita sudah berkembang.

    Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
    Menurut Mulyadi (2001, pp19-20), sistem informasi memiliki empat tujuan umum dalam penyusunannya, yaitu :
    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru. ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
    Menurut Hall (2001, p18), mengatakan pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi akuntasi adalah :
    1. Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen.
    Kepengurusan merujuk ke tanggung jawab manajemen untuk mengatur sumber daya perusahaan secara benar. Sistem informasi menyediakan informasi tentang kegunaan sumber daya ke pemakai eksternal melalui laporan keuangan tradisional dan laporan-laporan yang diminta lainnya. Secara internal, pihak manajemen menerima informasi kepengurusan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.
    2. Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi memberikan para manajer informasi yang mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
    3. Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi menyediakan informasi bagi personel operasi untuk membantu mereka melakukan tugas mereka setiap hari dengan efisien dan efektif. adalah untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan dalam meningkatkan efesiensi dan efektifitas kegiatan operasional perusahaan, khususnya dalam proses arus informasi akuntansi.

    Daftar Pustaka:
    http://purnamaai.wordpress.com/2013/09/23/pengertian-dan-tujuan-dari-sistem-informasi-akuntansi/
    http://www.omegaakuntansi.com/none/sistem-informasi-akuntansi/
    http://ayutias.blogspot.com/2011/05/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html
    Bodnar, Goerge H. dan William S. Hopwood. 2006. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi 9. Yogyakarta : ANDI.
    La Midjan, dan Azhar Susanto. 2000. Sistem Informasi Akuntansi 1, Edisi Keenam : Lembaga Informasi Akuntansi.
    Narko. 2007. Sistem Akuntansi, Edisi Kelima. Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusantara.

  58. Rinna Muliawati Sunjaya_1204102_akuntansi says:

    NIM_NAMA : 1204102_RINNA MULIAWATI SUNJAYA

    PENGENALAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

    A. SISTEM
    Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat. Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.
    Elemen sistem :
    Tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen yang sama, tapi suatu susunan dasar adalah Input, Transformasi, Output, Mekanisme Kontrol, Tujuan.
    Jenis Sistem :
    1. Sistem Lingkaran Terbuka  sistem yang tidak mempunyai elemen mekanisme kontrol, dan tujuan.
    2. Sistem Lingkaran Tertutup  sistem yang disertai oleh adanya elemen mekanisme kontrol dan tujuan.
    Sifat Sistem :
    1. Sistem terbuka : Sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumberdaya.
    2. Sistem Tertutup : Sistem yang sama sekali tidak berhubungan dengan lingkungannya.
    3. Sistem Fisik : sistem yang terdiri dari sejumlah sumber daya fisik.
    4. Sistem Konseptual : sistem yang menggunakan sumberdaya konseptual (data dan informasi) untuk mewakili suatu sistem fisik.

    B.SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.
    Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    2. Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    3. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    Ciri dalam transaksi SIA :
    1. Menghasilkan jumlah data yg besar, yg tiap hari selalu diproses, disimpan dan membutuhkan kecepatan akses yg cepat serta keakuratan yg tinggi
    2. Membutuhkan kemudahan dalam pengoperasian pengontrolan serta prosedur error-checking yg baik dalam menjaga sekuritas dan keakuratan data
    3. Dirancang khusus untuk kemudahan audit data, serta tracing (menelusuri) transaksi yg terjadi
    4. Beberapa menggunakan aplikasi DDS dan MIS, misal digunakan dalam menentukan estimasi dan perencanaan anggaran.
    Karakteristik SIA yang membedakannya dengan subsistem CBIS lainnya :
    1. SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
    2. Berpegang pada prosedur yang relatif standar
    3. Menangani data rinci
    4. Berfokus historis
    5. Menyediakan informasi pemecahan minimal
    Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi 2, yaitu :
    1. informasi akuntansi keuangan, Informasi yang berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
    2. Informasi Akuntansi Manajemen, informasi yang berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.

    SUMBER:
    widodoherianto.staff.gunadarma.ac.id/
    http://www.omegaakuntansi.com/none/sistem-informasi-akuntansi/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem

  59. 1206468/Mira Andani/Akuntansi 2012-A/SIA-1 says:

    1206468/Mira Andani/Akuntansi 2012-A/SIA-1

    A. Pengertian dan Definisi Sistem
    Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu.
    a. Sistem bisa berupa abstraksi atau fisis (Gordon B. Davis, 2002).
    b. Sistem yang abstrak adalah susunan yang teratur dari gagasan-gagasan atau konsepsi yang saling tergantung.
    c. Sedangkan sistem yang bersifat fisis adalah serangkaian unsur yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan (Tata Sutabri, 2004).
    Ada banyak pendapat tentang pengertian dan definisi sistem yang dijelaskan oleh beberapa ahli. Berikut pengertian dan definisi sistem menurut beberapa ahli:
    a. Jogianto (2005:2), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata, seperti tempat, benda dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
    b. Indrajit (2001:2), Sistem adalah kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
    c. Lani Sidharta (1995:9), Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.
    d. Murdick, R. G (1991:27), Sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.
    e. Davis, G. B (1991:45), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperai bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran.
    f. Hanif Al Fata (2007), Sistem adalah kumpulan dari bagian-bagian yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama atau sekumpulan objek-objek yang saling berelasi dan berinteraksi.
    Dari definisi di atas maka dapat diketahui manfaat sistem yaitu untuk menyatukan atau mengintegrasikan semua unsur yang ada dalam suatu ruang lingkup, dimana komponen-komponen tersebut tidak dapat berdiri sendiri. Komponen atau sub sistem harus saling berintegrasi dan saling berhubungan untuk membentuk satu kesatuan sehingga sasaran dan tujuan dari sistem tersebut dapat tercapai. Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan dari komponen atau elemen-elemen merupakan definisi yang lebih luas dibandingkan dengan pendekatan sistem yang prosedural.
    Komponen atau Karakteristik sistem adalah bagian yang membentuk sebuah sistem, diantaranya:
    a. Objek, merupakan bagian, elemen atau variabel. Ia dapat berupa benda fisik, abstrak atau keduanya.
    b. Atribut, merupakan penentu kualitas atau sifat kepemilikian sistem dan objeknya.
    c. Hubungan internal, merupakan penghubungan diantara objek-objej yang terdapat dalam sebuah sistem.
    d. Lingkungan, merupakan tempat dimana sistem berada.
    e. Tujuan, Setiap sistem memiliki tujuan dan tujuan inilah yang menjadi motivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tidak terkendali. Tentu tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.
    f. Masukan, adalah sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan untuk diproses. Masukan tersebut dapat berupa hal-hal yang tampak fisik (bahan mentah) atau yang tidak tampak (jasa).
    g. Proses, adalah bagian yang melakukan perubahan dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai (informasi) atau yang tidak berguna (limbah)
    h. Keluaran, adalah hasil dari proses. Pada sistem informasi berupa informasi atau laporan, dsb
    i. Batas, adalah pemisah antara sistem dan daerah luar sistem. Batas disini menentukan konfigurasi, ruang lingkup atau kemampuan sistem. Batas juga dapat diubah atau dimodifikai sehingga dapat merubah perilaku sistem.
    j. Mekanisme pengendalian dan umpan balik, digunakan untuk mengendalikan masukan atau proses. Tujuannya untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.

    B. Pengertian atau Definisi Informasi
    Informasi adalah data-data yang telah diolah sehingga dapat berguna bagi siapa saja yang membutuhkan. Informasi dapat direkam atau dikirim. Para ahli memiliki banyak arti lain tentang informasi. Informasi bisa dikatakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari belajar, pengalaman atau instruksi. Namun, istilah ini memiliki banyak arti tergantung pada konteksnya.
    Dalam beberapa pengetahuan tentang peristiwa tertentu yang telah dikumpulkan atau dari berita dapat juga dikatakan sebagai informasi. Dalam ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses atau ditransmisikan. Para ahli meneliti konsep informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman atau instruksi.
    Pengertian atau Definisi Informasi lainnya adalah data yang telah diberi makna. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (Ms.Excel) sering digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada didalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan salah satu bentuk informasi, sedangkan angka yang terdapat didalamnya adalah data yang telah diproses sehingga menjadi berguna bagi siapa saja yang menggunakannnya.

    a. Jenis-jenis informasi:

    1. Berdasar penyampaian:

    • Informasi yang disediakan secara berkala
    • Informasi yang disediakan secara tiba-tiba
    • Informasi yang disediakan setiap saat
    • Informasi yang dikecualikan
    • Informasi yang diperoleh berdasarkan permintaan

    2. Berdasar kegunaan:

    • Informasi yang menambah pengetahuan, misalnya: peristiwa-peristiwa, pendidikan, kegiatan selebritis.
    • Informasi yang mengajari pembaca (informasi edukatif), misalnya makalah yang berisi tentang cara berternak itik, artikel tentang cara membina persahabatan, dan lain-lain.
    • Informasi berdasarkan format penyajian, yaitu informasi yang dibedakan berdasarkan bentuk penyajian informasinya. Misalnya: informasi dalam bentuk tulisan (berita, artikel, esai, resensi, kolom, tajuk rencana, dll),

    b. Ciri-ciri sebuah informasi:
     Terbaru,
     Tepat waktu,
     Relevan,
     Konsisten.

    c. Sedangkan untuk fungsi, Informasi memiliki beberapa macam fungsi, diantaranya:
     Meningkatkan pengetahuan atau kemampuan pengguna,
     Mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan,
     Menggambarkan keadaan sesuatu hal atau peristiwa yang terjadi

    C. Pengertian Sistem Informasi
    Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan (Tata Sutabri, 2004).
    Manfaat adanya sistem informasi dalam suatu instansi yaitu:
    1. Menyajikan informasi guna mendukung pengambilan suatu keputusan.
    2. Menyajikan informasi guna mendukung operasi harian.
    3. Menyajikan informasi yang berkenaan dengan kepengurusan.
    Beberapa komponen sistem informasi dapat diklasifikasikan sebagai :
    1. Perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang berfungsi sebagai mesin.
    2. Manusia (people) dan prosedur (procedures) yang merupakan manusia dan tata cara menggunakan mesin.
    3. Data merupakan jembatan penghubung antara manusia dan mesin agar terjadi suatu proses pengolahan data.

    D. Pengertian Akuntansi
    Pengertian akuntansi menurut American Institute of Certified Public Accounting (AICPA) dalam Ahmed Riahi Balkaoui mendefinisikan akuntansi sebagai berikut: Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan dan peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara yang berdaya guna dan dalam bentuk satuan uang dan penginterprestasikan hasil tersebut (Balkaoui, 2000:37).
    Menurut C. Rollin Niswonger, Carl S. Warren, James M. Reeve, Philip E. Fess pengertian akuntansi adalah sebagai berikut: Akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem akuntansi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan (Niswonger, 1999:6).
    Menurut Sugiarto dan Suwardjono akuntansi dapat didefinisikan dari dua segi yaitu: Pertama dari segi ilmu akuntansi yang berarti keseluruhan pengetahuan yang bersangkutan dengan fungsi menghasilkan informasi keuangan suatu unit organisasi kepada pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan. Kedua dari segi proses atau kegiatannya akuntansi dapat diartikan sebagai kegiatan pencatatan, penyortiran, penggolongan, pengikhtisaran, peringkasan dan penyajian transaksi keuangan suatu unit organisasi dengan cara tertentu (Sugiarto, 1999:4).
    Pengertian akuntansi menurut Accounting Principle Board (APB) Statement no. 4 dalam Sofyan Syafri Harahap sebagai berikut: Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya adalah memberikan informasi kuantitatif, umumnya dalam ukuran uang, mengenai suatu badan ekonomi yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi sebagai dasar memilih diantara beberapa alternatif (Harahap, 2005:4).
    Dari definisi diatas akuntansi mengandung dua hal.
    1. Pertama, akuntansi memberikan jasa, maksudnya kita harus memanfaatkan sumber–sumber yang ada (misalnya : sumber daya alam, tenaga kerja dan kekayaan keuangan) dengan bijaksana sehingga kita dapat memaksimalkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat, semakin baik system akuntansi yang mengukur dan melaporkan biaya penggunaan sumber daya tersebut, maka akan semakin baik juga keputusan yang di ambil untuk mengalokasikannya.
    2. Kedua, akuntansi menyediakan informasi kauangan yang bersifat kuantitatif yang di gunakan dalam kaitannya dengan evaluasi kualitatif dalam membuat perhitungan. Sehingga informasi masa lalu yang disediakan akan bermanfaat dalam pengambilan keputusan ekonomi masa mendatang.
    Pada umumnya tujuan akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari satu kesatuan ekonomi kepada pihak–pihak yang berkepentingan. Sedangkan hasil dari proses akuntansi yang berbentuk laporan keuangan yang diharapkan dapat membantu bagi pemakai informasi keuangan.

    E. Definisi Sistem informasi akuntansi (SIA)
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Bodnard dan Hopwood (2000:23) sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Menurut Baridwan (1996:4) sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan komunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan kreditur ) dan pihak-pihak dalam (terutama manajemen )
    a. Faktor–faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan sistem informasi akuntansi:
    1. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip cepat yaitu sistem informasi akuntansi harus menyediakan informasi yang diperlukan dengan cepat dan tepat waktu serta dapat memenuhi kebutuhan dan kualitas yang sesuai..
    2. Sistem informasi yang disusun harus memenuhi prinsip aman yaitu sistem informasi harus dapat membantu menjaga keamanan harta milik perusahaan.
    3. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip murah yang berarti bahwa biaya untuk menyelenggarakan sistem informasi akuntansi tersebut harus dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal.
    1.SIA : menggunakan sistem pemrosesan transaksi untuk mencatat berbagai operasi transaksi yang terjadi, yang mempengaruhi status finansial organisasi.
    2.Sistem ini mengenai operasional sistem akuntansi, dan menangani laporan historis dari semua transaksi yang terjadi dalam jumlah besar.
    3.Sistem ini membuat berbagai report seperti laporan keseimbangan keuangan dan rekening masukan yang semuanya memberikan gambaran finansial dari organisasi
    b. Ciri dalam transaksi SIA :
    Menghasilkan jumlah data yg besar, yg tiap hari selalu diproses, disimpan dan membutuhkan kecepatan akses yg cepat serta keakuratan yg tinggi
    Membutuhkan kemudahan dalam pengoperasian pengontrolan serta prosedur error-checking yg baik dalam menjaga sekuritas dan keakuratan data
    Dirancang khusus untuk kemudahan audit data, serta tracing (menelusuri) transaksi yg terjadi
    Beberapa menggunakan aplikasi DDS dan MIS, misal digunakan dalam menentukan estimasi dan perencanaan anggaran
    c.Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    1. Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    2. Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    3. Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    4. Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)
    Manfaat sistem informasi akuntansi:
    • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    • Meningkatkan efisiensi
    • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    • Meningkatkan sharing knowledge
    • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
    d. Dan juga memiliki tujuan :
    1. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to Support the –day-to-day operations).
    2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers).
    3. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-jawaban (to fulfill obligations relating to stewardship).

    http://jagatsisteminformasi.blogspot.com/2013/05/pengertian-dan-definisi-sistem.html
    http://artikel-teknologi-informasi.blogspot.com/2013/03/pengertian-sistem-informasi.html
    http://jagatsisteminformasi.blogspot.com/2013/04/pengertian-atau-definisi-informasi.html
    Penerbit Erlangga: Jakarta
    Sugiarto dkk. 1999. Pengantar Akuntansi I. Penerbit Universitas Terbuka: Jakarta
    http://www.kajianpustaka.com/2013/01/pengertian-dan-konsep-akuntansi.html
    sangpenguasa.atwiki.com
    http://rahmatxgrafi.blogspot.com/2010/04/subsistem-sia-sistem-informasi
    http://www.duniaremaja.org/akuntansi-f58/sistem-informasi-akuntansi-sia-

  60. 1200693/Gita Andriani Tisna/Akuntansi 2012-A/SIA-1 says:

    Pengertian Sistem Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan.
    Pengertian Menurut Para Ahli
    Menurut Indrajit (2001: 2) mengemukakan bahwa sistem mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya. Menurut Jogianto (2005: 2) mengemukakan bahwa adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
    Menurut Murdick, R.G, (1991 : 27) Suatu sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau procedure-prosedure/bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang. . Menurut Jerry FutzGerald, (1981 : 5) Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. Menurut Davis, G.B, (1991 : 45 ) Sistem secara fisik adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran Menurut Dr. Ir. Harijono Djojodihardjo (1984: 78) “Suatu sistem adalah sekumpulan objek yang mencakup hubungan fungsional antara tiap-tiap objek dan hubungan antara ciri tiap objek, dan yang secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan secara fungsional.” Menurut Lani Sidharta (1995: 9), “Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama”

    Jenis-Jenis Sistem
    1. Dari sudut wujudnya: Sistem fisik
    Sistem biologik
    Sistem sosial
    2. Dari sudut asal usulnya: Sistem alamiah
    Sistem buatan
    3. Dari sudut hubungannya dengan lingkungannya: Sistem terbuka Sistem tertutup
    4. Dari sudut wujudnya: Sistem konsepptual
    Sistem kongkret
    Sistem abstrak 5. Dari sudut dinamikanya: Sistem struktur
    Sistem prilaku
    Sistem berevolusi
    6. Sistem deterministik
    7. Sistem prohabislistik 8. Sistem empirik
    9. Sistem manusia- mesin 10. Sistem mesin

    Pengertian Informasi
    Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan.
    1. Jenis-jenis informasi : • Formal : Informasi yang dihasilkan dalam organisasi. • Informal : Informasi yang dihasilkan diluar organisasi. 2. Ciri-ciri informasi : • Terbaru. • Tepat waktu. • Relevan. • Konsisten. • Penyajian dalam bentuk sederhana. 3. Penggunaan informasi : • Low level manager. • Middle level manager. • Top level manager.
    Fungsi Informasi :
    • Untuk meningkatkan pengetahuan sipemakai. • Untuk mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan proses pengambil keputusan. • Menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari sesuatu hal.
    Pengertian dan Definisi Akuntansi Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya. Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.
    Fungsi Akuntansi Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.
    Laporan Dasar Akuntansi Pada dasarnya proses akuntansi akan membuat output laporan rugi laba, laporan perubahan modal, dan laporan neraca pada suatu perusahaan atau organisasi lainnya. Pada suatu laporan akuntansi harus mencantumkan nama perusahaan, nama laporan, dan tanggal penyusunan atau jangka waktu laporan tersebut untuk memudahkan orang lain memahaminya. Laporan dapat bersifat periodik dan ada juga yang bersifat suatu waktu tertentu saja.
    Akuntansi sebagai system informasi Menurut American Accounting Association (lembaga yang paling bertanggung jawab atas pengembangan akuntansi di Amerika Serikat), akuntansi adalah “…suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas oleh mereka yang menggunakan informasi keuangan tersebut.” Dari pengertian ini, ada tiga hal yang bisa kita simpulkan, yaitu : 1. Masukan (input) akuntansi sebagai sistem informasi adalah informasi ekonomi dari kegiatan (transaksi) organisasi ataupun perusahaan
    2. Masukan tersebut diolah melalui proses identifikasi, pengukuran, dan pelaporan untuk menghasilkan keluaran (output) yang berupa informasi atau laporan keuangan
    3. Keluaran tersebut digunakan sebagai penunjang pengambilan keputusan bisnis oleh pemakai informasi akuntansi.Karena itulah akuntansi disebut sebagai bahasa bisnis. Dengan akuntansi, kita memperoleh informasi tentang keadaan suatu perusahaan yang memungkinkan kita menilai keberhasilan perusahaan tersebut.

    Kualitas Informasi Akuntansi
    Informasi akuntansi yang berkualitas harus memenuhi syarat-syarat berikut ini :
    1. Perbandingan antara manfaat dan biaya. Pertimbangan utamanya bahwa manfaat akuntansi paling tidak harus sama dengan biaya untuk membuat laporan tersebut. Biaya sebuah laporan akuntansi tidak boleh lebih besar daripada manfaat yang bisa diterima oleh pemakai informasi.
    2. Dapat dimengerti. Informasi dapat dimengerti oleh pemakai karena dinyatakan dalam bentuk dan dengan istilah yang disesuaikan dengan batas pengertian atau pengetahuan pemakai.
    3. Relevan. Agar informasinya relevan, maka dipilih metode-metode pengukuran dan pelaporan akuntansi keuangan yang akan membantu para pemakai dalam pengambilan keputusan yang memerlukan penggunaan data akuntansi.
    4. Dapat dipercaya. Dapat dipercayanya suatu informasi akuntansi tergantung pada tiga hal yaitu :
    a. Dapat diuji. Informasi harus dapat diuji kebenarannya oleh para penguji independen dengan menggunakan metode penguran yang sama
    b. Netral. Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak-pihak tertentu.
    c. menyajikan yang seharusnya. Bila informasi itu memang berasal dari kondisi ekonomi atau kejadian yang seharusnya terjadi, menyatakan yang sebenarnya.
    5. Nilai Prediksi. Informasi tentang keadaan keuangan masa sekarang atau kinerja masa lalu bisa memiliki nilai prediksi. Artinya dapat digunakan untuk memprediksi masa depan.
    6. Feedback (umpan Balik). Umpan balik dapat berupa prediksi, pembenaran, atau penlakan terhadap perencanaan yang telah dibuat sebelumnya.
    7. Tepat waktu. Informasi harus disampaik sedini mungkin agar dapat digunakan sebagai dasar untuk membantu dalam pengambilan keputusan-keputusan perusahaan dan untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan
    8. Dapat dibandingkan atau konsisten. Bisa dibandingkan dimaksudnya agar pembaca laporan keuangan dapat lebih mudah mengetahui persamaan dan perbedaan di antara perusahaan-perusahaan yang bersangkutan.

    Pemakai Informasi Akuntansi
    Pemakai informasi akuntansi dapat kita bedakan menjadi dua kelompok, yaitu :
    1. Pihak intern, adalah pengguna informasi akuntansi yang berhubungan langsung dengan operasi perusahaan sehari-hari.
    Contoh : Pemimpin perusahaan. Pemimpin perusahaan sangat berkepentingan terhadap informasi akuntansi karena dialah yang paling bertanggung jawab atas kemajan perusahaan.
    2. Pihak ekstern, adalah pengguna informasi akuntansi yang berkepentingan terhadap perusahaan namun tidak terlibat secara langsung dalam membuat berbagai keputusan dan kebijakan operasional perusahaan.
    Contoh : Pemilik perusahaan atau investor, adalah pihak yang berkepentingan atas maju mundurnya perusahaan karena merekalah yang menanggung risiko atas modal yang disetornya ke dalam perusahaan. Kreditor, perusahaan membutuhkan pinjaman untuk membiaya operasi. Pinjaman tersebut dapat diperoleh dari kreditor yang memutuskan apakah akan memberi pinjaman atau tidak, setelah mengetahui keadaan perusahaan.Badan-badan Pemerintah, Pemerintah berkepentingan terhadap perusahaan, misalnya dalam bidang perpajakan dan ketenagakerjaan. Karyawan dan Serikat Pekerja, karyawan dan serikat pekerja berkepentingan atas maju-mundurnya perusahaan. Jika kondisi keuangan perusahaan baik, misalnya, maka karyawan dapat menuntut perbaikan penghasilan.Masyarakat, terutama yang berada di sekitar perusahaan, berkepentingan terhadap perusahaan dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan dan manfaat sosial lainnya.

    DAFTAR PUSTAKA
    http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-sistem-menurut-para-ahli.html?showComment=1371846497471
    http://www.abyfarhan.com/2011/11/jenis-jenis-sistem.html
    http://dionstmikpringsewu.wordpress.com/tugas-kuliah/sistem-informasi-manajemen/jenisciri-dan-fungsi-informasi/
    http://www.organisasi.org/1970/01/pengertian-dan-penjelasan-dasar-akuntansi-definisi-arti-fungsi-dan-kegunaan-belajar-ilmu-akutansi-accounting.html
    http://sosio-ekonomi.blogspot.com/2013/03/akuntansi-sebagai-system-informasi.html

  61. Gamelia Kirana says:

    1203929/Gamelia Kirana/2012-A/SIA-1

    1. DEFINISI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

    1.1 Pengertian Menurut para Ahli
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Bodnard dan Hopwood (2000:23) sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Menurut Baridwan (1996:4) sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan komunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan kreditur ) dan pihak-pihak dalam (terutama manajemen).

    Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.

    Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.

    Jadi, Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.

    2. Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

    Tujuan sistem informasi akuntansi adalah untuk menyajikan informasi akuntansi kepada berbagai pihak yang membutuhkan informasi tersebut, baik pihak internal maupun pihak eksternal. Sistem akuntansi adalah sistem informasi, atau salah satu subset/subsistem dari suatu sistem informasi organisasi. Menurut buku terjemahan Hall (2001, h.18), “Pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi dapat dilihat dibawah ini.
    1. Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen suatu organisasi/ perusahaan, karena manajemen bertanggungjawab untuk menginfomasikan pengaturan dan penggunaan sumber daya organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.
    2. Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen, karena sistem informasi memberikan informas yang diperlukan oleh pihak manajemen untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
    3. Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi membantu personi operasional untuk bekerja lebih efektif dan efisien.” Tujuan

    Menurut Mulyadi (1993, h.19-20), sistem informasi akuntansi memiliki empat tujuan dalam penyusunannya, yaitu :
    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengena pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

    Dari karakteristik dan tujuan sistem akuntansi di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa karakteristik dan tujuan sistem akuntansi berkaitan dengan kegiatan pengelolaan data transaksi keuangan dan non keuangan menjadi informasi yang dapat memenuhi kebutuhan pemakainya (accounting information users).

    3. Faktor-Faktor Sistem Informasi Akuntansi

    Sistem informasi akuntansi mengalami perkembangan-perkembangan, mulai dari konsep double entry book keeping system yang diperkenalkan oleh Lucas Paciolo pada abad ke-17, sampai saat ini sebagai sistem berbasis komputer, bahkan kini menjadi bagian integral dari keseluruan sistem terpadu yang disebut enterprise information system. Faktor-faktor yang mendorong perkembangan sistem informasi akuntansi sampai dalam bentuknya sekarang ini antara lain adalah sebagai berikut:

    A. Perkembangan sistem pengolahan data dan peralatannya yang memungkinkan sistem informasi akuntans tidak hanya mampu menyajikan laporan akuntansi keuangan, melainkan juga berbagai informas akuntansi manajemen dan bahkan laporan-laporan non-keuangan yang sangat penting bagi dukungan pengendalian organisasi.
    B. Meningkatnya kompleksitas operasional perusahaan menyebabkan sistem informasi (khususnya informas akuntansi menjadi makin penting sebagai alat bantu manajemen).
    C. Meningkatnya kompleksitas organisasi, multinasional, konglomerasi dan organisasi maya (virtua organization), menyebabkan perlunya perhatian dan kesungguhan untuk membangun, mengelola dan memberdayakan sistem informasi akuntansi menjadi makin meningkat.
    D. “Tempo” kegiatan, speed, dan tingkat toleransi pelayanan makin rendah, artinya suatu kesalahan pengambilan keputusan dapat langsung mempunyai damapak yang relatif cukup besar. Karena itu peranan sistem informasi akuntansi dalam menyediakan bahan untuk proses pengambilan keputusan makin penting.
    E. Terjadinya globalisasi kegiatan dan makin perlunya sistem informasi akuntansi menjadi media komunikas bisnis antar lokasi dan antar negara.
    F. Sistem informasi akuntansi makin diperlukan untuk memberikan masukan maupun sebagai alat pemicu (trigger) bagi pengembangan sistem informasi manajemen fungsional lainnya.

    4. Subsistem Sistem Informasi Akuntansi

    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    A. Sistem pemrosesan transaksi mendukung proses operasi bisnis harian.
    B. Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    C. Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.

    5. Komponen Sistem Informasi Akuntansi

    Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari lima komponen, yaitu :
    A. Orang-orang yang mengoperasikan sistem tersebut dan melaksanakan berbagai fungsi.
    B. Prosedur-prosedur, baik manual maupun yang terotomatisasi, yang dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data tentang aktifitas-aktifitas organisasi.
    C. Data tentang proses-proses bisnis organisasi.
    D. Software yang dipakai untuk memproses data dan organisasi.
    E. Infrastruktur teknologi informasi, termasuk computer, peralatan pendukung (peripheral device), dan peralatan untuk komunikasi jaringan.

    Daftar Pustaka:
    http://riezquchiha.wordpress.com/2010/10/09/sistam-informasi-akuntansi-sia/
    http://ilmuakuntansi.web.id/tujuan-sistem-informasi-akuntansi/
    http://id.m.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
    http://ayutias.blogspot.com/2011/05/komponen-sistem-informasi-akuntansi.html?m=1

  62. Riri Risnawati says:

    Nim/Nama/Kelas : 1200380/Riri Risnawati/Akuntansi 2012 A/SIA-1

    Definisi Sistem Informasi Akuntansi

    Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.

    Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.

    Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.

    Pengertian Sistem Informasi menurut para ahli

    Menurut Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.”
    Menurut Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003) mengatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data.”

    Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

    Menurut Mulyadi (2001, pp19-20), sistem informasi memiliki empat tujuan umum dalam penyusunannya, yaitu :
    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru. ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
    Menurut Hall (2001, p18), mengatakan pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi akuntasi adalah :
    1. Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen.
    Kepengurusan merujuk ke tanggung jawab manajemen untuk mengatur sumber daya perusahaan secara benar. Sistem informasi menyediakan informasi tentang kegunaan sumber daya ke pemakai eksternal melalui laporan keuangan tradisional dan laporan-laporan yang diminta lainnya. Secara internal, pihak manajemen menerima informasi kepengurusan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.
    2. Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi memberikan para manajer informasi yang mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
    3. Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi menyediakan informasi bagi personel operasi untuk membantu mereka melakukan tugas mereka setiap hari dengan efisien dan efektif. adalah untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan dalam meningkatkan efesiensi dan efektifitas kegiatan operasional perusahaan, khususnya dalam proses arus informasi akuntansi.

    Komponen Sistem Informasi Akuntansi

    Diantaranya sebagai berikut:
    1. Goal and objective pada tiap-tiap Sistem Informasi Akuntansi didesain untuk mencapai tujuan tertentu.
    2. Input, data harus digabungkan dan dimasukkan sebagai input pada suatu sistem, pada SIA input umumnya berupa data transaksi dan jurnal entry.
    3. Output,merupakan informasi yang dihasilkan oleh sistem, output pada sistem yang dimasukan kembali kedalam sistem sebagai input disebut feedback.
    4. Data Storege, merupakan tempat penyimpanan data pada Sistem Informasi Akuntansi.
    Contoh SIA sebagai pusat informasi perusahaan :
    Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut
    Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian pemasaran.
    Selanjutnya kedua bagian akan merundingkan hasil analisa tersebut untuk dicari keputusan yang sesuai.
    Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan sistem bisnis modern yaitu :
    1. Pentingnya komunikasi antar departemen/subsystem yang mengarah untuk tercapainya suatu keputusan.
    2. Peranan SIA dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk mengambil keputusan.
    Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi 2, yaitu :
    - informasi akuntansi keuangan, Informasi yang berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
    - Informasi Akuntansi Manajemen, informasi yang berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi http://racriboogiring.blogspot.com/2011/09/3komponen-sistem-informasi-akuntansi.html
    http://globalonlinebook.blogspot.com/2013/03/tujuan-pengertian-sistem-informasi.html
    http://ayutias.blogspot.com/2011/05/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html

  63. Tika Rachmatika says:

    Tika Rachmatika/1203497/Akuntansi/2012-A/SIA-1
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
    Menurut Bodnard dan Hopwood (2000:23) sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi.
    Menurut Baridwan (1996:4) sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan komunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan kreditur ) dan pihak-pihak dalam (terutama manajemen).

    Faktor–faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan sistem informasi akuntansi:
    1. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip cepat yaitu sistem informasi akuntansi harus menyediakan informasi yang diperlukan dengan cepat dan tepat waktu serta dapat memenuhi kebutuhan dan kualitas yang sesuai..
    2. Sistem informasi yang disusun harus memenuhi prinsip aman yaitu sistem informasi harus dapat membantu menjaga keamanan harta milik perusahaan.
    3. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip murah yang berarti bahwa biaya untuk menyelenggarakan sistem informasi akuntansi tersebut harus dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal

    Ciri dalam transaksi SIA :
    1. Menghasilkan jumlah data yg besar, yg tiap hari selalu diproses, disimpan dan membutuhkan kecepatan akses yg cepat serta keakuratan yg tinggi
    2. Membutuhkan kemudahan dalam pengoperasian pengontrolan serta prosedur error-checking yg baik dalam menjaga sekuritas dan keakuratan data
    3. Dirancang khusus untuk kemudahan audit data, serta tracing (menelusuri) transaksi yg terjadi

    Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    1. Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    2. Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    3. Sistem Produksi
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    4. Sistem Manajemen Sumber Daya
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan general ledger and financial accounting

    Manfaat sistem informasi akuntansi:
    1. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    2. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    3. Meningkatkan efisiensi
    4. Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    5. Meningkatkan sharing knowledge
    6. Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    Tujuan Sistem Informasi Akuntansi :
    1. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to Support the –day-to-day operations).
    2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers).
    3. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-jawaban (to fulfill obligations relating to stewardship).

    Perbedaan SIA dan SIM :
    - SIA mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan sedang
    - SIM mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe informasi

    Komponen – komponen SIA:
    - Spesialis Informasi
    - Akuntan

    Contoh SIA sebagai pusat informasi perusahaan :
    Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut
    Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian pemasaran.
    Selanjutnya kedua bagian akan merundingkan hasil analisa tersebut untuk dicari keputusan yang sesuai.

    Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan sistem bisnis modern yaitu :
    Pentingnya komunikasi antar departemen/subsystem yang mengarah untuk tercapainya suatu keputusan.
    Peranan SIA dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk mengambil keputusan.

    Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi 2, yaitu :
    informasi akuntansi keuangan, Informasi yang berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
    Informasi Akuntansi Manajemen, informasi yang berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.

    Didalam Akuntansi Manajemen terdapat dua komponen yang digunakan bagi perencanaan dan pengendalian perusahaan, yaitu :
    Sistem Akuntansi Biaya
    Sistem Budgeting

    Sistem Akuntansi Biaya
    Digunakan untuk membantu manajemen dalam perencanaan dan pengawasan dari aktivitas pengadaan, proses distribusi dan penjualan
    Budgeting
    adalah proyeksi keuangan perusahaan untuk masa depan yang bermanfaat untuk menolong manajer dalam perencanaan dan pengawasan.

    Sumber :
    http://danukusumapraja.wordpress.com/2012/10/12/definisi-sistem-informasi-akuntansi-sia/
    widodoherianto.staff.gunadarma.ac.id

  64. Tami Nisita Rahmani says:

    1205847/Tami Nisita Rahmani/Akuntansi/2012-A/SIA-1

    Pengertian sistem
    Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Ada banyak pendapat tentang pengertian dan definisi sistem yang dijelaskan oleh beberapa ahli. Berikut pengertian dan definisi sistem menurut beberapa ahli:
    Murdick, R. G (1991:27), Sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.
    Davis, G. B (1991:45), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperai bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran.

    Pengertian Informasi
    Menurut Davis dalam Abdul Kadir (2003: 28) Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang. Informasi merupakan kumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima (Andri Kristanto, 2003: 6). Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya (Jogiyanto, 1990: 8).

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
    Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.
    Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi.
    Karakteristik SIA yang membedakannya dengan subsistem CBIS lainnya :
    · SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
    · Berpegang pada prosedur yang relatif standar
    · Menangani data rinci
    · Berfokus historis
    · Menyediakan informasi pemecahan minimal
    Fungsi penting yang dibentuk Sistem Informasi Akuntansi pada sebuah organisasi antara lain :
    · Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    · Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    · Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem Sistem Informasi Akuntansi memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 3 subsistem:
    · Sistem pemrosesan transaksi, mendukung proses operasi bisnis harian.
    · Sistem buku besar/pelaporan keuangan, menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
    · Sistem pelaporan manajemen, yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.
    Berbagai transaksi non keuangan yang tidak bisa diproses oleh Sistem Informasi Akuntansi biasa, diproses oleh Sistem Informasi Manajemen. Adapun perbedaan keduanya adalah :
    · SIA mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan
    · SIM mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe informasi
    Sebuah Sistem Informasi Akuntansi menambah nilai dengan cara:
    · Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    · Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    · Meningkatkan efisiensi
    · Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    · Meningkatkan sharing knowledge
    · Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
    2 komponen Sistem Informasi Akuntansi antara lain :
    · Spesialis Informasi
    · Akuntan
    Contoh Sistem Informasi Akuntansi sebagai pusat informasi perusahaan:
    · Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut
    · Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian pemasaran.
    Kedua bagian akan merundingkan hasil analisa tersebut untuk dicari keputusan yang sesuai.
    Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan sistem bisnis modern yaitu :
    · Pentingnya komunikasi antar departemen yang mengarah untuk tercapainya suatu keputusan.
    · Peranan SIA dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk mengambil keputusan.
    Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Akuntansi dibedakan menjadi 2, yaitu :
    · Informasi Akuntansi keuangan, berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
    · Informasi Akuntansi Manajemen, berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.
    Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna.
    Adapun kerangka kerja sistem informasi dibagi menjadi 2 yang utama yaitu : Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Informasi Akuntansi
    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah Sistem Informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    · Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    · Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    · Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    · Sistem pemrosesan transaksi
    mendukung proses operasi bisnis harian.
    · Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
    · Sistem pelaporan manajemen
    yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.
    Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut :
    · Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi?
    · Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan organisasi?
    · Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?
    Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
    · Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    · Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    · Meningkatkan efisiensi
    · Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    · Meningkatkan sharing knowledge
    · menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    Sumber :
    http://blog.re.or.id/pengertian-informasi.htm
    http://jagatsisteminformasi.blogspot.com/2013/05/pengertian-dan-definisi-sistem.html
    http://shienaanan.blogspot.com/2013/01/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html

  65. Mirzana Abdurrahman Musadad says:

    NIM/NAMA/KELAS : 1006732/ Mirzana Abdurrahman Musadad/ 2010 A/ SIA 1

    Menurut Bodnar dan Hopwood yang diterjemahkan oleh A.A. Jusuf (2000, p1), pengertian sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Informasi ini dikomunikasikan kepada beragam pengambil keputusan.
    Sedangkan menurut Rama dan Jones (2003, p5), mendefinisikan sistem informasi akuntansi sebagai subsistem dari sistem informasi manajemen yang menyediakan informasi akuntansi dan keuangan, seperti informasi yang dihasilkan dari proses rutin transaksi akuntasi

    Pengertian sistem informasi akuntansi menurut Krismiaji (2005;4) adalah sebagai berikut :
    “Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoprasikan bisnis. Untuk dapat menghasilkan informasi yang diperlukan oleh para pembuat keputusan”.
    Baridwan (2004:4) menyatakan sistem informasi akuntansi adalah:
    “suatu komponen yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa, dan mengkombinasikan informasi kuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan pihak-pihak luar (seperti pemerintah, masyarakat, investor, dan kreditor) pihak-pihak dalam (terutama manajemen)”.
    Sistem Informasi Akuntansi menurut Bodnar dan Hopwood (2006; 3) didalam Amir Abadi Yusuf bahwa :
    “Sistem Informasi Akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan”.

    Menurut Bodnar dan Hopwood yang diterjemahkan oleh A.A. Jusuf (2000, p1), pengertian sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Informasi ini dikomunikasikan kepada beragam pengambil keputusan.
    Sedangkan menurut Rama dan Jones (2003, p5), mendefinisikan sistem informasi akuntansi sebagai subsistem dari sistem informasi manajemen yang menyediakan informasi akuntansi dan keuangan, seperti informasi yang dihasilkan dari proses rutin transaksi akuntasi.

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Bodnard dan Hopwood (2000:23) sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Menurut Baridwan (1996:4) sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan komunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan kreditur ) dan pihak-pihak dalam (terutama manajemen )

    Pengertian sistem informasi akuntansi menurut Dasaratha V. Rama (2008:6) adalah: …suatu subsistem dari sistem informasi manajemen yang menyediakan informasi akuntansi dan keuangan, juga informasi lain yang diperoleh dari pengolahan rutin atas transaksi akuntansi.
    Sedangkan pengertian sistem informasi akuntansi menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood yang dialihbahasakan oleh Julianto Agung Saputra dan Lilis Setiawati (2006:13) adalah: …kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi .
    Pengertian sistem informasi akuntansi menurut La Midjan dan Azhar Susanto (2008:72) adalah: …kumpulan (integrasi) dari sub sistem/komponen baik phisik maupun non phisik yang saling berhubungan dan bekerjasama satu sama lain secara harmonis untuk mengolah data transaksi yang berkaitan dengan masalah keuangan menjadi informasi keuangan.
    Menurut Marshall B. Romney dalam Dewi Fitriasari dan Deny Arnos Kwary (2004:10), bahwa Sistem Informasi Akuntansi yang dirancang dengan baik dapat melakukan hal ini dengan cara sebagai berikut:
    1. Memperbaiki kualitas dan mengurangi biaya untuk menghasilkan produk atau jasa.
    2. Memperbaiki efisiensi.
    3. Memperbaiki pengambilan keputusan.
    4. Berbagi pengetahuan.

    DAFTAR PUSTAKA:
    http://purnamaai.wordpress.com/2013/09/23/pengertian-dan-tujuan-dari-sistem-informasi-akuntansi/

    http://syathir.blogspot.com/2013/01/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html

    http://purnamaai.wordpress.com/2013/09/23/pengertian-dan-tujuan-dari-sistem-informasi-akuntansi/

    http://riezquchiha.wordpress.com/2010/10/09/sistam-informasi-akuntansi-sia/

    http://oneose.blogspot.com/2013/09/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html

  66. Faisal Pasha says:

    1204225/Faisal Pasha/Akuntansi 2012-A/SIA-1

    SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

    Pengertian Sistem

    Menurut Feriyanto (2002:2) terdapat dua pendekatan untuk mendefinisikan sistem.
    “Yang pertama lebih menekankan pada elemen-elemen dalam sistem. Sistem menurut pendekatan ini didefinisikan sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang saling berkaitan dan berinteraksi satu dengan lainnya untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Definisi kedua lebih menekankan pada prosedur-prosedur, menurut pendekatan ini sistem diartikan sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu tujuan tertentu”.

    Sedangkan pengertian sistem menurut Mulyadi (2001:5) adalah
    “ Suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan”.

    Stephen A. Mascove dan Mark G. Simkin ( 1984 ) yang dikutip oleh Yogiyanto (1996:1) mendefinisikan sebagai berikut:
    ”Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari interaksi subsistem yang berusaha untuk mencapai tujuan (goal) yang sama”.

    John F. Nash dan Martin B. Roberts ( 1984 ) yang dikutip oleh Yogiyanto (1996:2) mendefinisikan sebagai berikut:
    ” Suatu sistem adalah sebagai suatu kumpulan komponen yang berinteraksi membentuk suatu kesatuan dan keutuhan yang komplek di dalam tingkat tertentu untuk mengejar tujuan yang umum ”.

    Menurut James O. Hicks, Jr dan Wayne E. Leininger (1986) yang dikutip oleh Yogiyanto (1996:2) secara abstrak mendefinisikan sebagai berikut:
    ” Suatu sistem adalah sebagai kumpulan interaksi dari komponen-komponen yang beroperasi di dalam suatu batas sistem. Batas sistem akan menyaring tipe dan dan tingkat arus dari input serta ouput diantara sistem dengan lingkungannya ” .

    Dari definisi diatas dapat dirinci lebih lanjut pengertian umum dari sistem adalah sebagai berikut :
    1. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur.
    2. Unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.
    3. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.
    4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

    Kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang dirancang untuk merubah data ekonomi menjadi informasi yang berguna. Informasi ini kemudian dikomunikasikan kepada beragam pengambilan keputusan. (Bodnan dan Hopwood,2001:1).

    Sedangkan sistem informasi akuntansi menurut Tunggal (1993:10) adalah “ Kumpulan manusia-manusia dan sumber-sumber modal didalam suatu organisasi yang bertanggung jawab untuk penyiapan informasi dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan pengelolaan data transaksi. Informasi ini berguna untuk semua tingkat manajemen untuk perencanaan dan pengendalian aktivitas organisasi”.

    Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menutut Mulyadi (2001, h.3) mendefinisikan, “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Niswonger, Fess & Warren diterjemahkan oleh Ruswinarto, H. (1995, h.248), “Sistem akuntansi adalah suatu sarana bagi manajemen perusahaan guna mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk mengelola perusahaan dan untuk menyusun laporan keuangan bagi pemilik, kreditor, dan pihak lain yang berkepentingan.”

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menurut Baridwan (1998, h.6), “Sistem akuntansi terdiri dari formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data mengenai suatu mengenai usaha suatu kesalahan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manejemen untuk mengawasi usaha-usahanya dan bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditur, dan lembaga-lembaga pemerintah untuk menilai hasil operasi.”

    Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
    Menurut Feriyanto (2002:6) tujuan akhir kegiatan akuntansi adalah menerbitkan laporan keuangan, laporan keuangan tersbut merupakan sumber informasi bagi berbagai pihak yang digunakan untuk berbagai pengambilan keputusan. Informasi yang dihasilkan tidak hanya berupa laporan keuangan untuk pihak-pihak ekstern, tetapi juga menghasilkan informasi bagi pihak intern untuk keperluan dukungan perencanaan dana pengendalian oleh manajemen. Akuntansi akan memberikan informasi kepada manajemen mengenai permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam organisasi untuk menjadi suatu bukti yang berguna dalam menentukan tindakan yang diambil. Maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi merupakan hal yang penting bagi perusahaan, sehingga dalam melaksanakannya diperlukan pengendalian informasi yang baik terhadap perusahaan.

    Manfaat Sistem Informasi Akuntansi
    Manfaat yang diperoleh dari sistem informasi akuntansi antara lain (Romney & Steinbart,2002:2).
    1. Sistem informasi akuntansi dapat digunakan untuk memproses transaksi hampir setiap badan usaha memerlukan pencatatan secara tepat atas data-data yang berkenaan dengan transaksi operasi sehari-hari yang akan diolah menjadi informasi yang berguna bagi pihak yang berkepentingan.
    2. Sistem informasi akuntansi dapat membantu dalam mengambil keputusan.
    3. Sistem informasi akuntansi memberikan pengendalian yang cukup untuk menjaga aset badan usaha termasuk data-datanya.

    Komponen Sistem Informasi Akuntansi
    • Orang-orang yang mengoperasikan sistem tersebut
    • Prosedur-prosedur, baik manual maupun terototomatisasi yang dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas organisasi
    • Data tentang proses-proses bisnis
    • Software yang dipakai untuk memproses data organisasi
    • Infrastruktur teknologi informasi

    Fungsi SIA Untuk Organisasi
    1. Mengumpulkan dan menyimpan aktivitas yang dilaksanakan disuatu organisasi, sumber daya yang dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas tersebut dan para pelaku dalam aktivitas tersebut
    2. Mangubah data dalam menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen
    3. Menyediakan pengendalian yang memadai

    Daftar Pustaka:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
    http://dwiermayanti.wordpress.com/2009/10/13/sistem-informasi-akuntansi/
    http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-sistem-informasi-akuntansi/

  67. Orie Restiya Hasari says:

    1205041/ Orie Restiya Hasari/ Akuntansi 2012-A/ SIA-1

    A. PENGERTIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

    Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem dalam sebuah organisasi yang bertanggung jawab untuk penyiapan Informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan pengolahan data transaksi yang berguna bagi semua pemakai baik di dalam maupun di luar perusahaan. Sistem Informasi Akuntansi juga dapat diartikan sebagai kumpulan kegiata-kegiatan dari organisasi yang bertanggung jawab untuk menyediakan Informasi keuangan dan Informasi yang didapatkan dari transaksi data untuk tujuan pelaporan internal maupun eksternal perusahaan.

    Sistem Informasi Akuntansi menyiapkan informasi bagi manajemen dengan melaksanakan operasi-operasi tertentu atas semua data sumber yang diterimanya dan juga mempengaruhi hubungan organisasi perusahaan dengan lingkungan sekitarnya. Sebagai sistem informasi akuntansi merupakan suatu sistem yang bertugas mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi serta menyediakan informasi bagi pemakai di dalam maupum di luar perusahaan. Selain itu sistem informasi akuntansi adalah satu – satunya CBIS yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan.

    Informasi akuntansi berhubungan dengan suatu fungsi yang bertanggung jawab terhadap arus dana kedalam perusahaan, dana diperlukan untuk mendukung kegiatan pemasaran, manufaktur dan kegiatan lainnya maka dari itu sangat perlu mengontrol semua arus dana agar penggunaannya bisa efektif. Banyak pihak berkepentingan terhadap informasi keuangan suatu perusahaan. Jika dikategorikan ada dua kelompok besar yang sangat berkepentingan yaitu pihak eksternal dan internal. Keduanya mempunya peranan yang kuat dalam menentukan pertumbuhan perusahaan , terutama pihak internal yang terlibat langsung pada pengelolaan keuangan. Informasi yang dihasilkan oleh pihak internal perusahaan di gunakan sebagai pendukung dalam kegiatan perusahaan sehari – hari dan pendukung dalam proses pengambilan keputusan.

    Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi 2, yaitu :
    - informasi akuntansi keuangan, Informasi yang berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
    - Informasi Akuntansi Manajemen, informasi yang berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.

    Perbedaan utama Sistem Informasi Akuntansi dan Sistem Informasi Manajemen terletak pada ruang lingkup, yaitu sistem Informasi manajemen mencakup semua data yang terdapat dalam organisasi, semua aktivitas pengolahan di dalam organisasi dan sering Informasi yang digunakan oleh orang-orang dalam organisasi. Sistem Informasi akuntansi hanya meliputi jenis data dari Informasi tertentu. Dengan kata lain, sistem Informasi akuntansi merupakan subsistem Informasi manajemen di dalam suatu organisasi. Sistem Informasi akuntansi merupakan subsistem Informasi yang paling banyak menembus dan sering paling besar dalam organisasi perusahaan. Dalam banyak organisasi, sistem Informasi akuntansi merupakan salah satunya sistem Informasi yang dibentuk secara formal.

    B. KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

    Di bawah ini merupakan karakteristik Sistem Informasi Akuntansi :
    1. melakasanakan tugas yang diperlukan Sistem Informasi Akuntansi hanya melakukan tugas yang diperlukan oleh pemakai Informasi saja.
    2. Berpegang pada prosedur yang relatif standar Sistem Informasi Akuntansi bekerja sesuai dengan peraturan-peraturan yang mengikuti standar perusahaan.
    3. Menangani data terinci Data yang ditangani Sistem Informasi Akuntansi merupakan data yang sudah jelas dan lengkap.
    4. Berfokus histories Data yang ditangani lebih difokuskan pada data yang telah dimiliki perusahaan sebelumnya.
    5. Menyediakan informasi pemecahan masalah Sistem Informasi Akuntansi bertugas menyediakan berbagai macam Informasi dalam pemecahan suatu masalah untuk lebih memudahkan dalam penyelesaianya.

    C. PERANAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

    Dalam dunia bisnis yang kompleks, mungkin menggunakan beratus – ratus tenaga kerja, mulai dari perencanaan pengembangan, direktur pemasaran sampai kepada bagian kebersihan. Bagaimana perusahaan merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengontrol semua kegiatannya, bagaimana mensuplai informasi kepada banyak orang dalam perusahaan, disinilah letak pentingnya peranan sistem informasi akuntansi.

    Sistem informasi akuntansi melayani dua tipe pemakai yaitu dari pihak luar perusahaan(eksternal) dan dari pihak dalam perusahaan (internal). Pihak – pihak ekternal antara lain pelanggan, supplier, pemegang saham, pegawai, lembaga keuangan, pemerintah, sedangkan pihak internal perusahaan antara lain manajemen, purchasing, dan inventary control management, production management, personal management, finansial management.

    Peranan sistem informasi akuntansi
    1. Memperbaiki kualitas & mengurangi biaya dalam menghasilkan barang/jasa
    2. Memperbaiki efisiensi
    3. Memperbaiki pengambilan keputusan
    4. Menciptakan keunggulan kompetitif

    C. PERANAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Dalam dunia bisnis yang kompleks, mungkin menggunakan beratus – ratus tenaga kerja, mulai dari perencanaan pengembangan, direktur pemasaran sampai kepada bagian kebersihan. Bagaimana perusahaan merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengontrol semua kegiatannya, bagaimana mensuplai informasi kepada banyak orang dalam perusahaan, disinilah letak pentingnya peranan sistem informasi akuntansi.

    Sistem informasi akuntansi melayani dua tipe pemakai yaitu dari pihak luar perusahaan(eksternal) dan dari pihak dalam perusahaan (internal). Pihak – pihak ekternal antara lain pelanggan, supplier, pemegang saham, pegawai, lembaga keuangan, pemerintah, sedangkan pihak internal perusahaan antara lain manajemen, purchasing, dan inventary control management, production management, personal management, finansial management.

    Peranan sistem informasi akuntansi
    1. Memperbaiki kualitas & mengurangi biaya dalam menghasilkan barang/jasa
    2. Memperbaiki efisiensi
    3. Memperbaiki pengambilan keputusan
    4. Menciptakan keunggulan kompetitif

    D. GOLONGAN PEMAKAI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

    Golongan pemakai sistem Informasi akuntansi terdiri dari 2 golongan yaitu :

    1. Pemakai Informasi Internal
    Adalah pemakai Informasi yang berasal dari dalam perusahaan. Dapat digolongkan menjadi :

    a. manajemen
    b. purchasing management
    c. inventory control management
    d. production management
    e. personal management
    f. finansial management
    .
    2. Pemakai Informasi Eksternal
    Adalah pemakai Informasi yang berasal dari luar perusahaan. Dapat digolongkan menjadi :
    a. Pelanggan
    Kebutuhan pelanggan mencakup informasi mengenai produk perusahaan seperti: harga, bentuk barang, dimana dan bagaimana barang tersebut dapat dibeli, apa jenisnya, pelayanan apa yang dapat diberikan perusahaan.

    b. Pemasok
    Apabila perusahaan melakukan pembelian secara kredit, maka pemasok akan meminta informasi mengenai tingkat kepercayaan realibility,jumlah kredit yang telah diperoleh dan kemampuan atau ability untukmembayar kembali.

    c. Para pemegang saham
    Mereka ingin menilai pelaksanaan yang telah berlaku dan memperkirakan pelaksanaan yang akan datang.
    Penyediaan laporan tahunan atau annual report untuk para pemegang saham disebut sebagai fungsi pelayanan atau steward ship function dan secara tradisional merupakan tanggung jawab sistem informasi akuntansi.
    d. Para karyawan
    Karyawan berkepentingan terhadapinformasi umum, seperti tingkat upah rata-rata, tunjangan, laba perusahaan, tingkat kesempatan kerja, tingkat produktifitas dan lain-lain.

    e. Para pemberi pinjaman
    Lembaga-lembaga keuangan yang meminjamkan dana sangat berkepentingan atas faktor-faktor seperti reputasi atau nama baik dan kemempuan manajemen perusahaan, kemampuan untuk memenuhi kewajiban keuangan dan prospek untuk keberhasilan pada masa depan

    f. Instansi pemerintah
    Kantor pelayanan pajak berkepentingan terhadap informasi mengenai laba perusahaan dan jumlah pajak yang terutang oleh perusahaan kepada pemerintahan atau Negara

    E. PENGOLAHAN DATA

    Pengolahan data adalah suatu kegiatan yang merubah bentuk data menjadi Informasi agar memiliki manfaat atau kegunaan bagi yang membutuhkan. Sistem Informasi Akuntansi melakukan empat tugas pengolahan data yaitu :

    1. Pengumpulan Data
    Saat perusahaan menyediakan produk dan jasa ke lingkungan,setiap tindakan dijelaskan oleh suatu catatan data.Sistem pengolahan data mengumpulkan data yang menjelaskan setiap transaksi internal perusahaan dan transaksi lingkungan perusahaan.

    2. Manipulasi Data
    Operasi Manipulasi data meliputi :

    - Pengklasifikasian
    Setiap karyawan digolongkan menurut departemen.
    - Pengurutan
    Catatan-catatan disusun sesuai urutan tertentu berdasarkan kode atau elemen data.
    - Perhitungan
    Melakukan perhitungan dalam pembayaran gaji karyawan.
    - Pengikhtisaran
    Banyak data yang perlu disarikan menjadi bentuk total, subtotal, dan rata-rata.

    3. Penyimpanan Data ;
    Setiap transaksi dijelaskan oleh beberapa elemen data. Seluruh data disimpan dalam suatu database.

    4. Penyiapan Dokumen ;
    SIA menghasilkan output yang dipicu dalam 2 cara :
    - Oleh suatu tindakan, output yang dihasilkan jika sesuatu terjadi.
    - Oleh jadwal waktu, output yang dihasilkan pada suatu saat tertentu.
    “Output tersebut dalam bentuk dokumen kertas”

    F. CONTOH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

    Di bawah ini merupakan beberapa contoh Sistem Informasi Akuntansi :

    1. Sistem yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan distribusi, perusahaan yang mendistribusikan produk dan jasanya kepada pelanggan

    2. Dalam sistem informasi pembayaran (kepada pemasok) maka data input adalah semua tagihan dari pemasok diproses dengan cara tertentu sehingga memberikan informasi berupa tanggal jatuh tempo, besarnya pembayaran, cara pembayaran dll. Sehingga manajemen mampu memutuskan kebijakan pembayaran yang tepat

    3. Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut

    4. Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian pemasaran.

    Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan sistem bisnis modern yaitu :

    1. Pentingnya komunikasi antar departemen/subsistem yang mengarah untuk tercapainya suatu keputusan.
    2. Peranan SIA dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk mengambil keputusan.

    DAFTAR PUSTAKA

    Mukhtar, Ali Masjono, S.E. MBIT.1999.Audit Sistem Informasi,PT.Rineka Cipta:Jakarta
    Tunggal, Amin Widjaja, Drs.1993.Sistem Informasi Akuntansi.PT.Rineka Cipta:Jakarta
    Hariningsih S.P.2006.Sistem Informasi Akuntansi. Ardana Media:Yogyakarta

  68. 1200813/HILAL LOFTY/AKUNTANSI 2012-A/SIA-1 says:

    Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.
    Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi.
    Karakteristik SIA yang membedakannya dengan subsistem CBIS lainnya :
    · SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
    · Berpegang pada prosedur yang relatif standar
    · Menangani data rinci
    · Berfokus historis
    · Menyediakan informasi pemecahan minimal
    Fungsi penting yang dibentuk Sistem Informasi Akuntansi pada sebuah organisasi antara lain :
    · Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    · Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    · Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem Sistem Informasi Akuntansi memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 3 subsistem:
    · Sistem pemrosesan transaksi, mendukung proses operasi bisnis harian.
    · Sistem buku besar/pelaporan keuangan, menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
    · Sistem pelaporan manajemen, yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.
    Berbagai transaksi non keuangan yang tidak bisa diproses oleh Sistem Informasi Akuntansi biasa, diproses oleh Sistem Informasi Manajemen. Adapun perbedaan keduanya adalah :
    · SIA mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan
    · SIM mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe informasi
    Sebuah Sistem Informasi Akuntansi menambah nilai dengan cara:
    · Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    · Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    · Meningkatkan efisiensi
    · Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    · Meningkatkan sharing knowledge
    · Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
    2 komponen Sistem Informasi Akuntansi antara lain :
    · Spesialis Informasi
    · Akuntan
    Contoh Sistem Informasi Akuntansi sebagai pusat informasi perusahaan:
    · Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut
    · Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian pemasaran.
    Kedua bagian akan merundingkan hasil analisa tersebut untuk dicari keputusan yang sesuai.
    Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan sistem bisnis modern yaitu :
    · Pentingnya komunikasi antar departemen yang mengarah untuk tercapainya suatu keputusan.
    · Peranan SIA dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk mengambil keputusan.
    Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Akuntansi dibedakan menjadi 2, yaitu :
    · Informasi Akuntansi keuangan, berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
    · Informasi Akuntansi Manajemen, berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.
    Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna.
    Adapun kerangka kerja sistem informasi dibagi menjadi 2 yang utama yaitu : Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Informasi Akuntansi
    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah Sistem Informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    · Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    · Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    · Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    · Sistem pemrosesan transaksi
    mendukung proses operasi bisnis harian.
    · Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
    · Sistem pelaporan manajemen
    yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.
    Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut :
    · Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi?
    · Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan organisasi?
    · Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?
    Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
    · Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    · Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    · Meningkatkan efisiensi
    · Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    · Meningkatkan sharing knowledge
    · menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    DAFTAR PUSTAKA :
    http://chytgs.blogspot.com/2013/09/pengertian-sistem-informasi-sia.html
    http://shienaanan.blogspot.com/2013/01/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html

  69. Taqiyuddin Ahmad says:

    1205865/ Taqiyuddin Ahmad/ Akuntansi 2012 A/ SIA 1

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

    Menurut La Midjan dan Azhar Susanto (2001) menyatakan bahwa: “Sistem informasi akuntansi merupakan suatu sistem pengolahan data akuntansi yang merupakan koordinasi dari manusia, alat dan metode yang berinteraksi secara harmonis dalam suatu wadah organisasi yang terstruktur untuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen yang berstruktur pula.”
    Sedangkan menurut Romney&Steinbart (2000) Sistem informasi akuntansi adalah serangkaian dari satu atau lebih komponen yang saling berelasi dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan, yang terdiri dari pelaku, serangkaian prosedur, dan teknologi informasi.
    Karakter dalam sistem informasi bisa terbagi ke dalam 4 bagian, yaitu:
    1. Sistem informasi memiliki komponen berupa subsistem yang merupakan elemen-elemen yang lebih kecil yang membentuk sistem informasi tersebut misalnya bagian input, proses, output. Contoh input adalah salesman memasukan data penjualan bulan ini, maka disana terdapat manusia yang melakukan pekerjaan input dengan menggunakan hardware keyboard dan menggunakan interface sebuah aplikasi laporan penjualan yang sudah di sediakan oleh sistem informasi tersebut.
    2. Ruang lingkup sistem informasi yaitu ruang lingkup yang ditentukan dari awal pembuatan yang merupakan garis batas lingkup kerja sistem tersebut sehingga sistem informasi tersebut tidak bersinggungan dengan sistem informasi lainnya.
    3. Tujuan sistem informasi adalah hal pokok yang harus ditentukan dan dicapai dengan menggunakan sistem informasi tersebut, sebuah informasi dianggap berhasil apabila dapat mencapai tujuan tersebut.
    4. Lingkungan sistem informasi yaitu sesuatu yang berada diluar ruang lingkup sistemm informasi yang dapat mempengaruhi sistem informasi, hal ini urut dipertimbangkan pada saat perencanaann sistem informasi.
    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi non keuangan yang secara langsung mempengaruhi pemrosesan transaksi keuangan. SIA terdiri atas 3 Subsistem :
    1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaksi Processing System- TPS).
    Yang mengandung operasi bisnis harian melalui berbagai dokumen serta pesan untuk pera pengguna di seluruh perusahaan. Penting untuk keseluruhan fungsi dari sistem informasi karena :
    a. Mengonversikan berbagai kegiatan ekonomi kedalam transaksi keuangan
    b. Mencatat berbagai transaksi keuangan kedalam catatan akuntansi
    c. Mendistribusikan informasi keuangan yang penting untuk personel
    operasional dalam mendukung operasi hariannya.
    2. Sistem Buku Besar/ Laporan Keuangan (General Ledger/Financial Reporting SystemGL/FRS). Yang menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengambilan pajak, serta berbagai macam lainnya yang disyaratkan oleh hukum.
    3. Sistem Pelaporan manajemen (Management Reporting System). Yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kerja, serta laporan pertanggung jawaban.

    Fungsi Utama Sistem Informasi Akuntasi

    Setiap sistem informasi akuntansi akan melaksanakan lima fungsi utamanya diantaranya :
    • Mengumpulkan dan menyimpan data dari semua aktivitas dan transaksi perusahaan
    • Memproses data menjadi informasi yang berguna pihak manajemen.
    • Memanajemen data-data yang ada kedalam kelompok-kelompok yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
    • Mengendalikan kontrol data yang cukup sehingga aset dari suatu organisasi atau perusahaan terjaga.
    Berbagai transaksi non keuangan yang tidak bisa diproses oleh Sistem Informasi Akuntansi biasa, diproses oleh Sistem Informasi Manajemen. Adapun perbedaan keduanya adalah :
    • SIA mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan.
    • SIM mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe informasi .
    Sebuah Sistem Informasi Akuntansi dapat menambah nilai dengan cara dibawah ini :
    1. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    2. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    3. Meningkatkan efisiensi.
    4. Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan .
    5. Meningkatkan sharing knowledge.
    6. Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan.
    Penghasil informasi yang menyediakan informasi yang cukup bagi pihak manajemen untuk melakukan perencanaan, mengeksekusi perencanaan dan mengkontrol aktivitas.

    http://anggi-danun.blogspot.com/2012/09/tujuan-utama-fungsi-utama-sistem.html
    http://www.majalahpendidikan.com/2011/10/definisi-sistem-informasi-akuntansi.html
    http://ayutias.blogspot.com/2011/05/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html http://9triliun.com/artikel/1190/pengertian-sistem-informasi.html

  70. Yanick Iglesias says:

    Yanick Iglesias / 1204401 / 2012 – A / SIA-1

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Bodnard dan Hopwood (2000:23) sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi.
    Menurut Baridwan (1996:4) sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan komunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan kreditur ) dan pihak-pihak dalam (terutama manajemen )
    Faktor–faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan sistem informasi akuntansi:
    1. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip cepat yaitu sistem informasi akuntansi harus menyediakan informasi yang diperlukan dengan cepat dan tepat waktu serta dapat memenuhi kebutuhan dan kualitas yang sesuai..
    2. Sistem informasi yang disusun harus memenuhi prinsip aman yaitu sistem informasi harus dapat membantu menjaga keamanan harta milik perusahaan.
    3. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip murah yang berarti bahwa biaya untuk menyelenggarakan sistem informasi akuntansi tersebut harus dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal.
    1.SIA : menggunakan sistem pemrosesan transaksi untuk mencatat berbagai operasi transaksi yang terjadi, yang mempengaruhi status finansial organisasi.
    2.Sistem ini mengenai operasional sistem akuntansi, dan menangani laporan historis dari semua transaksi yang terjadi dalam jumlah besar.
    3.Sistem ini membuat berbagai report seperti laporan keseimbangan keuangan dan rekening masukan yang semuanya memberikan gambaran finansial dari organisasi
    -Ciri dalam transaksi SIA :
    1. Menghasilkan jumlah data yg besar, yg tiap hari selalu diproses, disimpan dan membutuhkan kecepatan akses yg cepat serta keakuratan yg tinggi
    2. Membutuhkan kemudahan dalam pengoperasian pengontrolan serta prosedur error-checking yg baik dalam menjaga sekuritas dan keakuratan data
    3. Dirancang khusus untuk kemudahan audit data, serta tracing (menelusuri) transaksi yg terjadi
    4. Beberapa menggunakan aplikasi DDS dan MIS, misal digunakan dalam menentukan estimasi dan perencanaan anggaran
    Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    1. Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    2. Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    3. Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    4. Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)
    Manfaat sistem informasi akuntansi:
    • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    • Meningkatkan efisiensi
    • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    • Meningkatkan sharing knowledge
    • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
    Dan juga memiliki tujuan :
    1. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to Support the –day-to-day operations).
    2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers).
    3. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-jawaban (to fulfill obligations relating to stewardship).
    Sumber/referensi:
    1. sangpenguasa.atwiki.com
    2. http://rahmatxgrafi.blogspot.com/2010/04/subsistem-sia-sistem-informasi
    3. http://www.duniaremaja.org/akuntansi-f58/sistem-informasi-akuntansi-sia-
    4. http://riezquchiha.wordpress.com/2010/10/09/sistam-informasi-akuntansi-sia/

  71. 1204002/Muhammad Rifki H/2012-A/SIA-A says:

    Definisi Sistem Informasi Akuntansi

    Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.
    Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.

    Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.
    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    1. Sistem pemrosesan transaksi ialah untuk mendukung proses operasi bisnis harian.
    2. Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    3. Sistem Penutupan dan pembalikan Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup
    menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
    .
    Definisi SIA menurut para ahli :
    Gelinas, Orams, dan Wiggins (1997)
    Mendefinisikan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) sebagai subsistem khusus dari sistem informasi manajemen yang tujuannya adalah menghimpun, memproses dan melaporkan informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan.
    Sifat Sistem :
    1. Sistem terbuka : Sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumberdaya.
    2. Sistem Tertutup : Sistem yang sama sekali tidak berhubungan dengan lingkungannya.
    3. Sistem Fisik : sistem yang terdiri dari sejumlah sumber daya fisik
    4. Sistem Konseptual : sistem yang menggunakan sumberdaya konseptual (data dan informasi) untuk mewakili suatu sistem fisik.

    Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    1. Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    2. Sistem Pendapatan (revenue system)
    3. Sistem Produksi (production systeme)
    4. Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    Manfaat sistem informasi akuntansi:
    1. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    2. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    3. Meningkatkan efisiensi
    4. Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    5. Meningkatkan sharing knowledge
    6. menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
    Tujuan SIA :
    1. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to Support the –day-to-day operations).
    2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers).
    3. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-jawaban (to fulfill obligations relating to stewardship).
    Daftar Pustaka :

    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
    http://13071989.blogspot.com/2012/10/sistem-informasi-akuntansi.html

  72. Fenni Octaviani Husada says:

    NIM/Nama/Kls : 1200830/Fenni Octaviani Husada/Akuntansi-2012-A/SIA-1

    Pengertian Sistem Informasi pada dasarnya merupakan hasil dari dua arti, yakni sistem dan informasi yang digabungkan. Menurut Gordon B. Davis ”Secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu. Sistem bisa berupa abstraksi atau fisis.” Sedangkan menurut Indrajit (2001:2), Sistem adalah kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
    Pengertian sistem informasi secara umum merupakan rumusan para definisi sistem informasi yang dikemukakan oleh para ahli pada bidang ini. Pada umumnya dalam setiap kegiatan yang kita lakukan, membutuhkan informasi untuk melakukan hal yang kita lakukan. Seperti yang terjadi sebuah perusahaan, divisi HRD mengelola data para karyawan beserta semua informasi yang ada di dalamnya. Hal ini perlu dikelola karena informasi mengenai karyawan akan sangat dibutuhkan dalam banyak hal lain seperti untuk penggajian.
    Jenis Sistem :
    Sistem Lingkaran Terbuka = sistem yang tidak mempunyai elemen mekanisme kontrol, dan tujuan.
    Sistem Lingkaran Tertutup = sistem yang disertai oleh adanya elemen mekanisme kontrol dan tujuan.
    Kualitas dari suatu informasi tergantung dari 3 (tiga) hal yaitu :
    1. Akurat (accurate)
    Informasi harus bebas dari kesalahan dan tidak boleh menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
    2. Tepat waktu (timelines)
    Informasi yang sampai pada penerima tidak boleh tertunda. Informasi yang sudah usang nilainya akan berkurang. Karena informasi merupakan landasan didalam pengambilan suatu keputusan.
    3. Relevan (relevance)
    Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk penggunanya. Relevansi informasi untuk setiap orang, satu dan lainnya pasti berbeda.
    Manfaat adanya sistem informasi dalam suatu instansi yaitu:
    1. Menyajikan informasi guna mendukung pengambilan suatu keputusan.
    2. Menyajikan informasi guna mendukung operasi harian.
    3. Menyajikan informasi yang berkenaan dengan kepengurusan.
    Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Daftar Pustaka:
    http://blogging.co.id/definisi-dan-pengertian-sistem-informasi
    http://artikel-teknologi-informasi.blogspot.com/2013/03/pengertian-sistem-informasi.html
    http://jagatsisteminformasi.blogspot.com/2013/05/pengertian-dan-definisi-sistem.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
    http://shienaanan.blogspot.com/2013/01/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html
    http://wahyudirm.wordpress.com/sistem-informasi-akuntansi/

  73. NIM/Nama/Kelas : 1203500/Anies Purniati/2012-A/SIA-1

    Pengertian sistem menurut para ahli :
    • Indrajit (2001:2), Sistem adalah kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
    • Davis, G. B (1991:45), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran.
    • Lani Sidharta (1995:9), Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.
    Dari tiga pengertian sistem diatas dapat disimpulkan bahwa “sistem adalah sekumpulan perangkat/komponen yang saling berkaitan/berhubungan satu sama lain dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya untuk mencapai suatu tujuan”
    Pengertian informasi menurut para ahli :
    1. Raymond Mc.leod Ia mengungkapkan bahwa informasi adalah “data yang sudah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang”.
    2. Anton M. Meliono Menurut Anton “Informasi adalah data yang sudah diproses untuk tujuan tertentu. Tujuan tersebut adalah untuk menghasilkan sebuah keputusan”
    Kualitas informasi tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :
    1.Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
    2.Tetap pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
    3.Relevan, berarti informasi tersebut menpunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.
    Pengertian sistem informasi akuntansi menurut para ahli :
    1. Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).
    2. Wilkinson (1990) bahwa sistem informasi akuntansi adalah merupakan sistem informasi formal, memiliki tujuan (kegunaan), tahap, tugas, pengguna, dan sumber daya dan mencakup ke seluruh kegiatan perusahaan dalam penyediaan informasi bagi semua pengguna di perusahaan tersebut.
    3. George H. Bodnar dan William S. Hopwood dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Jusuf, A.A. (1996, h.1) pengertian sistem informasi akuntansi adalah, “Kumpulan sumber daya, seperti: manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi.” Informasi ini dikomunikasikan kepada para penggunanya untuk berbagai pengambilan keputusan.
    SIA terdiri dari 3 subsistem,dimana subsistem SIA ini bertugas untuk memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    3 subsistem tersebut antara lain:
    1. Sistem pemrosesan transaksi mendukung proses operasi bisnis harian.
    2. Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    3. Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup untuk menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
    Komponen Sistem Informasi Akuntansi,antara lain :
    1. Manusia adalah pelaku yang menjalankan sistem
    2. Transaksi merupakan objek dari sistem informasi akuntansi sebagai masukan, lalu diproses sehingga menghasilkan informasi
    3. Prosedur adalah langkah-langkah yang harus ditempuh dalam melakukan transaksi atau kegiatan perusahaan.
    4. Dokumen yaitu berupa formulir yang digunakan sebagai sarana pencatatan pada saat transaksi
    5. Peralatan adalah suatu alat atau sarana yang digunakan dalam melakukan pencatatan pada sistem informasi yang bersangkutan. Peralatan tersebut dapat berupa software (perangkat lunak) dan hardware (perangkat keras)
    SIA memiliki fungsi penting pada sebuah organisasi yaitu antara lain :
    1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    2. Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    3. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Menurut Mulyadi (1993, h.19-20), sistem informasi akuntansi memiliki empat tujuan dalam penyusunannya, yaitu :
    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

    Daftar pustaka :
    http://jagatsisteminformasi.blogspot.com/2013/05/pengertian-dan-definisi-sistem.html
    http://agusnuruliman.blogspot.com/2013/09/pengertian-definisi-informasi-menurut.html
    http://willis.comze.com/pengertian_informasi.html
    http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-sistem-informasi-akuntansi/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
    http://ilmuakuntansi.web.id/tujuan-sistem-informasi-akuntansi/

  74. Aljiani Hartini says:

    1200323/Aljiani Hartini/Akuntansi 2012-A/SIA-1

    1). Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
    Sistem: adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.
    Informasi: adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.
    Sistem Informasi Akuntansi: adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.
    Pengertian sistem informasi akuntansi menurut para ahli:
    Krismiaji (2005;4) adalah sebagai berikut :
    “Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoprasikan bisnis. Untuk dapat menghasilkan informasi yang diperlukan oleh para pembuat keputusan”.
    Baridwan (2004:4) menyatakan sistem informasi akuntansi adalah:
    “Suatu komponen yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa, dan mengkombinasikan informasi kuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan pihak-pihak luar (seperti pemerintah, masyarakat, investor, dan kreditor) pihak-pihak dalam (terutama manajemen)”.
    Dan menurut saya sistem informasi ini merupakan suatu pengetahuan yang menjelaskan berbagai macam informasi yang berhubungan dengan akuntansi yang tentu saja inti dari akuntansi itu yaitu sebuah ilmu yang mempelajari tentang laporan keuangan dan yang berkaitan dengan suatu bisnis bahkan perusahaan.

    2)Tujuan dan Fungsi Sistem Informasi Akuntansi:
    Tujuan umum penyusunan sistem informasi akuntansi adalah sebagai berikut:
    a. Untuk memperbaiki informasi yang diberikan oleh sistem dalam kualitas, ketepatan waktu atau struktur dari informasi tersebut.
    b. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yang berarti memperbaiki daya andal informasi akuntansi dan menyediakan catatan yang lengkap sebagai pertanggungjawaban dalam melindungi harta perusahaan.
    c. Untuk menurunkan biaya dalam menyelenggarakan catatan akuntansi.
    Dari ketiga tujuan tersebut harus dipertimbangkan pada waktu penyusunan suatu sistem informasi akuntansi, sehingga dapat diharapkan tidak ada salah satu tujuan yang terlewatkan.
    Fungsi Utama Sistem Informasi Akuntasi
    Setiap sistem informasi akuntansi akan melaksanakan lima fungsi utamanya diantaranya :
    a. Mengumpulkan dan menyimpan data dari semua aktivitas dan transaksi perusahaan
    b. Memproses data menjadi informasi yang berguna pihak manajemen.
    c. Memanajemen data-data yang ada kedalam kelompok-kelompok yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
    d. Mengendalikan kontrol data yang cukup sehingga aset dari suatu organisasi atau perusahaan terjaga.

    3). Komponen Dasar Sistem Informasi Akuntansi
    Komponen-komponen dasar dari sistem pemrosesan transaksi mencakup masukan pemrosesan dan keluaran. Komponen atau elemen ini merupakan bagian dari sistem manual atau komputerisasi.
    a. Masukan
    Dokumen-dokumen sumber, seperti order pelanggan, slip-slip penjualan, faktur, order pembelian dan kartu jam kerja karyawan, merupakan bukti fisik masukan ke dalam sistem pemrosesan transaksi.
    Tujuannya adalah :Menstandarkan operasi dengan menunjukkan dari apa yang membutuhkan pencatatan dan tindakan apa yang harus di ambil.
    b. Pemrosesan
    Pemrosesan meliputi penggunaan jurnal dan register untuk menyediakan catatan masukan yang permanen dan kronologis. Ayat ini dibuat baik dengan tangan dalam sistem manual sederhana (penjumlahan) atau melalui pemasukan data oleh operator dengan menggunakan terminal dalam sistem yang terkomputerisasi. Sistem pemrosesan transaksi pada perusahaan menggunakan sistem komputerisasi, di mana setiap transaksi akan diolah ke dalam laporan keuangan melalui software komputer.
    c. Penyimpanan
    Buku besar dan berkas-berkas menyediakan penyirnpanan data baik dalam sistem manual maupun terkomputerisasi, Seluruh transaksiakuntansi harus direfleksikan dalam buku besar. Ayat debit-kredit adalah masukan bagi setiap transaksi. Buku besar umum yang dihasilkan berbentuk gabungan, pita magnetik di simpan dalam komputer.
    Data yang tersimpan di suatu file dapat diolah dengan tiga cara yaitu :
    a. Pengolahan tumpuk (Batch processing), yaitu cara memproses data di mana dokumen-dokumen bukti transaksi yang terjadi di tumpukkan sampai saat atau jumlah tertentu, untuk kemudian diproses bersama-sama pada akhir kerja.
    b. Pengolahan online (Online processing) yaitu cara memproses data di mana transaksi yang terjadi langsung di masukkan ke komputer untuk diproses,
    c. Keluaran
    Terdapat beragam variasi keluaran dari sistem pemrosesan transaksi. Setiap dokumen yang di hasilkan dari sistem adalah keluaran. Dokumen keluaran dari departemen accounting adalah laporan keuangan.

    4). Subsistem dasar Sistem Informasi Akuntansi:
    a. Siklus Pendapatan : mencakup kegiatan penjualan dan pembelian dalam bentuk uang tunai.
    b. Siklus pengeluaran : mencakup kegiatan pembelian dan pembayaran dalam bentuk tunai.
    c. Siklus penggajian sumber daya manusia : mengontrak dan menggaji pegawai.
    d. Siklus produksi : mengubah bahan mentah menjadi barang jadi.
    e. Siklus keuangan : mendapatkan dana dari investor dan kreditor dan membayar mereka kembali.

    5). Lingkup Sistem Informasi Akuntansi
    Penggunaan sistem informasi akuntansi (SIA), yaitu :
    1. Membuat laporan eksternal
    Laporan ini mencangkup laporan keuangan, seperti pajak dan laporan yang diperlukan oleh badan-badan pemerintah yang mengatur perusahaan dalam industri perbankan dan utilitas.
    2. Mendukung aktifitas rutin
    Sistem SIA digunakan untuk menangani aktifitas operasi rutin sepanjang siklus operasi perusahaan.
    3. Mendukung Pengambilan Keputusan
    Informasi diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan yang tidak rutin pada semua tingkat pada suatu organisasi.
    4. Perencanaan dan Pengendalian
    Suatu sistem informasi diperlukan untuk aktifitas perencanaan dan pengendalian.
    5. Menerapkan Pengendalian Internal
    Pengendalian internal ( internal control) mencangkup kebijakan-kebijakan, prosedur-prosedur, dan sistem informasi yang digunakan untuk melindungi aset-aset perusahaan dari kerugian atau korupsi, dan untuk memelihara keakuratan data keuangan.

    DAFTAR PUSTAKA:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
    http://syathir.blogspot.com/2013/01/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html
    http://anggi-danun.blogspot.com/2012/09/tujuan-utama-fungsi-utama-sistem.html
    http://robiharlan.blogspot.com/2012/12/komponen-fungsi-dan-subsistem-sistem.html
    http://tkampus.blogspot.com/2013/10/rangkuman-sistem-informasi-akuntansi-sia.html
    http://seputargunadarmauniversity.blogspot.com/2013/01/komponen-dasar-sistem-informasi.html

  75. Gibran Haeroni says:

    1206438 / Gibran Haeroni / 2012-A / SIA-1

    Sistem Informasi

    Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

    Ada yang membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, dan komputer sistem TIK, dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis.

    Sistem informasi antar-berhubungan dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain. Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.

    Definisi Sistem Informasi Akuntansi

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain:
    -Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    -Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    -Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    1. Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    2. Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    3. Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    4. Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    Manfaat sistem informasi akuntansi:
    • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    • Meningkatkan efisiensi
    • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    • Meningkatkan sharing knowledge
    • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
    Dan juga memiliki tujuan :
    1. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to Support the –day-to-day operations).
    2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers).
    3. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-jawaban (to fulfill obligations relating to stewardship).

    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
    http://13071989.blogspot.com/2012/10/sistem-informasi-akuntansi.html

  76. Annisa Anggraeni says:

    1203940/Annisa Anggraeni/Akuntansi 2012-A/SIA-A

    Sistem Informasi Akuntansi

    1. Pengertian Akuntansi
    Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.
    Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.Akuntansi juga memiliki suatu fungsi didalam menjalankan tugasnya ,fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.Didalam akuntansi sendiri juga terdapat beberapa proses atau siklus untuk mengemban tugasnya .
    Urutan Siklus Akuntansi :

    Bukti Transaksi
    Jurnal
    Posting ke Buku Besar
    Neraca Saldo (Neraca Percobaan)
    Jurnal Penyesuaian (Adjustment)
    Neraca Lajur (Worksheets)
    Neraca setelah penyesuaian
    Laporan keuangan
    Jurnal Penutup
    Jurnal Pembalik

    Perusahaan Dagang
    Didalam akuntansi kita sering mendengar istilah perusahaan ,namun sering kali pula tidak benar-benar mengerti apa itu perusahaan .Berikut ini merupakan penjelasan mengenai perusahaan ,Perusahaan adalah kesatuan teknis yang bertujuan untuk menghasilkan barang/jasa. Perusahaan disebut juga sebagai pabrik atau tempat mengolah sumber2 ekonomi untuk menghasilkan barang dan jasa. Perusahaan merupakan alat dari badan usaha untuk mencapai tujuan, yakni mencapai keuntungan.Disamping itu perusahaan juga dikelompokan sesuai dengan jenisnya :
    Perusahaan Dagang merupakan perusahaan yang kegiatan usahanya adalah membeli barang dagangan dari pemasok (supplier) kemudian menjual kembali kepada pelanggan. Berikut contoh nama perusahaan dagang dan jenis produk yang ditawarkan kepada pelanggan.Berbagai macam kondisi di dalam perdagangan itu sendiri, menciptakan suatu siklus yang unik dalam kegiatan bisnis di suatu wilayah. Pelaku pendistribusian bisnis itu sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yang sangat berperan penting dalam proses distribusi utama perusahaan dagang. Importir sebagai pelaku pertama dalam suatu bisnis perdagangan, mereka membeli suatu produk dalam jumlah besar dan mendistribusikan produk yang mereka beli ke berbagai toko di seluruh wilayah dan juga mengirimkan produk mereka langsung ke pelanggan besar, jangkauan bisnis dari importir ini termasuk yang paling luas. Selanjutnya adalah toko sebagai pelaku kedua dari alur distribusi suatu perdagangan, toko ini biasanya cakupan areanya tidak terlalu luas dan langsung menyalurkan produknya kepada konsumen akhir.
    Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang kegiatan usahanya adalah membeli bahan baku (input) kemudian mengubahnya menjadi barang yang dijual kepada pelanggan. Berikut contoh nama perusahaan manufaktur dan jenis produk yang ditawarkannya.Perusahaan manufaktur memiliki proses didalam mengemban tugasnya yang meliputi perancangan produk ,pemilihan material ,serta tahap – tahap dimana proses manufaktur tersebut dibuat .Pada konteks yang lebih modern menufaktur melibatkan pembuatan produk dari bahan baku melalui bermacam – macam proses .Mesin dan operasi mengikuti perencanaan yang telah terorganisasi dengan baik untuk setiap aktifitas yang diperlukan .

    2. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

    Sistem Informasi Akuntansi merupakan sistem informasi fungsional yang mendasari sistem informasi fungsional yang lainnya seperti sistem informasi keuangan, sistem informasi pemasaran, sistem informasi produksi dan sistem informasi sumber daya manusia. Sistem-sistem informasi lain membutuhkan data keuangan dari sistem informasi akuntansi.
    Hal ini menunjukkan bahwa suatu perusahaan yang akan membangun sistem informasi manajemen, disarankan untuk membangun sistem informasi akuntansi terlebih dahulu. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain : Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Ahli

    1. Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).
    2. Beberapa batasan pengertian (definisi) Sistem Informasi Akuntansi lain yang dapat dikutip misalnya pendapat Wilkinson (1990) bahwa sistem informasi akuntansi adalah merupakan sistem informasi formal, memiliki tujuan (kegunaan), tahap, tugas, pengguna, dan sumber daya dan mencakup ke seluruh kegiatan perusahaan dalam penyediaan informasi bagi semua pengguna di perusahaan tersebut.

    3. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Jusuf, A.A. (1996, h.1) pengertiansistem informasi akuntansi adalah, “Kumpulan sumber daya, seperti: manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi.” Informasi ini dikomunikasikan kepada para penggunanya untuk berbagai pengambilan keputusan.
    4. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menutut Mulyadi (2001, h.3) mendefinisikan, “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”
    5. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Niswonger, Fess & Warren diterjemahkan oleh Ruswinarto, H. (1995, h.248), “Sistem akuntansi adalah suatu sarana bagi manajemen perusahaan guna mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk mengelola perusahaan dan untuk menyusun laporan keuangan bagi pemilik, kreditor, dan pihak lain yang berkepentingan.”
    6. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menurut Baridwan (1998, h.6), “Sistem akuntansi terdiri dari formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data mengenai suatu mengenai usaha suatu kesalahan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manejemen untuk mengawasi usaha-usahanya dan bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditur, dan lembaga-lembaga pemerintah untuk menilai hasil operasi.”
    7.
    Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    8. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    9. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    10. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    11. Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

    Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :

    1. Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    2. Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    3. Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    4. Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    Cara Kerja
    Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut :
    Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi?
    Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan organisasi?
    Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?

    Manfaat
    Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
    Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    Meningkatkan efisiensi
    Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    Meningkatkan sharing knowledge
    menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    Contoh :
    1. Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut
    2. Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian pemasaran.

    Daftar Pustaka

    http://www.anneahira.com/artikel-umum/sistem-informasi-akuntansi.html
    repository.binus.ac.id/content/F0174/F017444778.pdf
    liaedu.files.wordpress.com/2008/05/handout-sia1.pdf

  77. 1203753/INDRIA FITRI AFIYANA/2012-A/SIA-1

    Informasi adalah data yang berguna yang telah diolah sehingga
    dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat.
    Informasi sangat penting bagi organisasi. Pada dasarnya informasi
    adalah penting seperti sumber daya yang lain, misalnya peralatan,
    bahan, tenaga, dsb.
    Informasi yang berkualitas dapat mendukung keunggulan
    kompetitif suatu organisasi (Xu, 2009). Dalam sistem informasi
    akuntansi, kualitas dari informasi yang disediakan merupakan hal
    penting dalam kesuksesan sistem.
    Secara konseputal seluruh sistem organisasional mencapai
    tujuannya melalui proses alokasi sumberdaya, yang diwujudkan
    melalui proses pengambilan keputusan manajerial. Informasi memiliki
    nilai ekonomik pada saat ia mendukung keputusan alokasi
    sumberdaya, sehingga dengan demikian mendukung sistem untuk
    mencapai tujuan.
    Pemakai informasi akuntansi dapat dibagi dalam dua kelompok
    besar: ekstern dan intern. Pemakai ekstern mencakup pemegang
    saham, investor, kreditor, pemerintah, pelanggan, pemasok, pesaing,
    serikat pekerja, dan masyarakat. Pemakai intern terutama para
    manajer, kebutuhannya bervariasi tergantung pada tingkatannya
    dalam organisasi atau terhadap fungsi yang mereka jalankan.
    Dari sudut pandang organisasi, dibedakan dua kelompok besar
    informasi akuntansi:
    2 Sistem Informasi Akuntansi
    · Mandatori: Berbagai badan pemerintah, swasta, dan perundangundangan
    menetapkan undang-undang untuk mencatat
    pelaporan. Untuk memenuhi persyaratan informasi mandatori,
    pertimbangan utama adalah meminimalkan biaya sejalan dengan
    pemenuhan standar keandalan dan kemanfaatan.
    · Bebas: Pertimbangan utama adalah bahwa manfaat yang dicapai
    melebihi biaya untuk menghasilkannya.
    2. SISTEM

    Sistem informasi berbasis komputer merupakan sekelompok
    perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mengubah
    data menjadi informasi yang bermanfaat.
    Jenis sistem informasi berbasis komputer
    1. Pengolahan Data. Pengolahan data elektronik – electronic data
    processing (EDP) adalah pemanfaatan teknologi komputer
    untuk melakukan pengolahan data transaksi-transaksi dalam
    suatu organisasi. EDP adalah aplikasi sistem informasi
    akuntansi paling dasar dalam setiap organisasi. Sehubungan
    dengan perkembangan teknologi komputer, istilah pengolahan
    data mulai dikenal dan mempunyai arti yang sama dengan
    istilah EDP.
    2. Sistem Informasi Manajemen (SIM), menguraikan penggunaan
    teknologi komputer untuk menyediakan informasi bagi
    pengambilan keputusan para manajer.
    3. Sistem Pendukung Keputusan – Decision Support Systems
    (DSS). DSS diarahkan untuk melayani permintaan informasi
    tertentu, khusus, dan tidak rutin dari manajemen. Contoh
    adalah penggunaan spreadsheet untuk melakukan analisis
    “what if” dari data operasi atau anggaran.
    4. Sistem Pakar – expert systems (ES) adalah sistem informasi
    berbasis pengetahuan yang memanfaatkan pengetahuannya
    tentang bidang aplikasi tertentu untuk bertindak seperti
    seorang konsultan ahli bagi pemakainya.
    Sistem Informasi Akuntansi 3
    5. Sistem Informasi Eksekutif – executive information systems
    (EIS). EIS dibuat bagi kebutuhan informasi stratejik manajemen
    tingkat puncak.
    6. Sistem Informasi Akuntansi – sistem berbasis komputer yang
    dirancang untuk mengubah data akuntansi menjadi informasi.
    Meskipun istilah SIA sendiri adalah lebih luas lagi.
    3. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumberdaya,
    seperti manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data
    menjadi informasi. Informasi ini dikomunikasikan kepada beragam
    pengambil keputusan. SIA mewujudkan perubahan ini secara manual
    atau terkomputerisasi.
    SIA juga merupakan sistem yang paling penting di organisasi
    dan merubah cara menangkap, memproses, menyimpan, dan
    mendistribusikan informasi (Xu, 2009). Saat ini, digital dan informasi
    online semakin digunakan dalam sistem informasi akuntansi.
    Organisasi perlu menempatkan sistem di lini depan, dan
    mempertimbangkan baik segi sistem ataupun manusia sebagai faktor
    yang terkait ketika mengatur sistem informasi akuntansi.
    SIA pada umumnya meliputi beberapa siklus pemrosesan transaksi:
    1. Siklus pendapatan. Berkaitan dengan pendistribusian barang
    dan jasa ke entitas lain dan pengumpulan pembayaranpembayaran
    yang berkaitan.
    2. Siklus pengeluaran. Berkaitan dengan perolehan barang jasa
    dari entitas lain dan pelunasan kewajiban yang berkaitan.
    3. Siklus produksi. Berkaitan dengan pengubahan sumberdaya
    menjadi barang dan jasa.
    4. Siklus keuangan. Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan
    perolehan dan manajemen dana-dana modal, termasuk kas.
    4. KUALITAS DATA SIA
    Seperti telah disebutkan di atas bahwa kualitas informasi
    merupakan hal yang sangat penting dalam sistem informasi (Xu, 2009).
    Informasi yang baik akan tergantung pula dengan data yang baik.
    Untuk membentuk sistem yang mampu menyediakan data dan
    4 Sistem Informasi Akuntansi
    informasi yang baik dan dapat dipercaya membutuhkan suatu usaha
    yang tidak mudah.
    Xu (2009) menggarisbawahi hal penting dalam kaitannya dengan
    kualitas data.
    · Personil yang kompeten (competent personnel) agar sistem sesuai
    atau cocok digunakan.
    · Kontrol input (input control) merupakan hal bagian dari kontrol
    yang penting, apalagi dalam kasus transaksi online.
    · Jika perlu sediakan manajer kualitas data (DQ manager) yang
    bertanggung jawab pada kualitas data dalam sistem informasi
    akuntansi.
    Berikut ini merupakan gambaran tentang pentingnya kualitas data
    dalam sistem informasi akuntansi dari hasil wawancara yang dilakukan
    oleh Xu (2009) pada para manajer.
    We have to monitor our cash balances fairly closely and it [data
    quality] is definitely one of the highest priorities. We have
    forecasts that need to be met, so we need to give ourselves early
    warning signals if a part of the business looks like it is not
    performing. The numbers will tell us that hopefully, so we can
    address the issue.
    [Kami harus memonitor saldo kas secara jelas dan kualitas data
    merupakan salah satu prioritas penting. Kami memperkirakan
    kebutuhan itu untuk dipenuhi, sehingga kami perlu mendapat
    tanda peringatan awal jika salah satu bagian dari bagian bisnis
    tidak berjalan sebagaimana mestinya. Suatu nomor akan
    memberitahukannya, jadi kita dapat mengenali
    permasalahannya.]
    I prefer to get it right on the way in. I have to review it. You have
    to trust your information at the end of the day and if you don’t
    you are going to spend a lot of time worrying about it.
    IT Manager
    [Lebih baik mendapatkan hal yang betul sejak dari masukan.
    Saya harus mereviewnya. Anda harus mempercayai informasi
    yang terdapat di akhir hari dan jika Anda tidak percaya maka
    Sistem Informasi Akuntansi 5
    Anda akan menghabiskan banyak waktu dalam keadaan
    khawatir.
    5. STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN
    Struktur pengendalian intern terdiri dari kebijakan dan prosedurprosedur
    yang ditetapkan untuk memberikan jaminan tercapainya
    tujuan tertentu perusahaan.
    Struktur pengendalian intern terdiri dari tiga elemen:
    1. Lingkungan pengendalian
    2. Sistem akuntansi
    3. Prosedur-prosedur pengendalian.
    Konsep struktur pengendalian intern didasarkan pada dua premis
    utama, yaitu tanggung jawab manajemen dan jaminan yang memadai.
    Pemisahan fungsi-fungsi akuntansi
    Hal paling penting adalah pemisahan tugas sehingga tidak ada
    departemen atau orang yang mengendalikan catatan akuntansi yang
    berkaitan dengan kegiatannya sendiri.
    Audit intern
    Audit intern dilakukan dengan memonitor dan menilai ketaatan
    pada kebijakan dan prosedur-prosedur organisasi. Audit intern adalah
    aktivitas penilaian independen dalam organisasi. Fungsi audit intern
    harus dipisahkan dari fungsi akuntansi dan juga tanggung jawab atau
    otorisasi setiap aktivitas operasi.
    6. JENIS-JENIS SISTEM INFORMASI
    Sistem Informasi di Fungsi-fungsi Organisasi
    Secara internal sistem-sistem informasi dapat diterapkan di
    dalam fungsi-fungsi organisasi atau di tingkatan-tingkatan organisasi.
    Misalnya suatu organisasi terdiri dari fungsi keuangan, pemasaran,
    produksi, dan sumber daya manusia. Setiap fungsi tersebut dapat
    menerapkan suatu konsep sistem yang cocok dengan fungsinya.
    6 Sistem Informasi Akuntansi
    Sistem informasi akuntansi menyediakan data keuangan yang dapat digunakan oleh
    sistem informasi di berbagai fungsi organisasi. Jogiyanto (2009) juga
    menyarankan bahwa suatu perusahaan yang akan membangun sistem
    informasi manajemen, sebaiknya membangun sistem informasi
    akuntansi yang baik terlebih dahulu.
    Sistem informasi di tingkatan organisasi :
    Dalam perkembangannya, para manajer merasa tidak cukup
    hanya dengan satu jenis sistem informasi. Maka dikembangkan
    berbagai sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan para
    manajer pada tingkat manajemennya.

    sumber :
    Mujilan, Agustinus (2012).Sistem Informasi Akuntansi, Teori dan Wawasan dalam Dunia Elektronis. WIMA pers, Madiun

  78. Tsabiturrijal Abdurrahman says:

    1206302/Tsabiturrijal Abdurrahman/Akuntansi2012/SIA-1

    Ringkasan materi Sistem Informasi Akuntansi menurut beberapa ahli :
    Pengertian Informasi Menurut Para Ahli – Anton M. Meliono (1990: 331), “Informasi adalah data yang telah diproses untuk suatu tujuan tertentu. Tujuan tersebut adalah untuk menghasilkan sebuah keputusan”

    Pengertian Informasi Menurut Gordon B. Davis (1991: 28), “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang”

    itulah pengertian sistem informasi menurut Ahli ( Anton M. Meliono dan Gordon B.Davis)
    Selanjutnya pengertian Akuntansi menurut beberapa ahli :

    menurut Abubakar. A & Wibowo (2004) adalah proses identifikasi, pencatatan dan komunikasi terhadap transaksi ekonomi dari suatu entitas/perusahaan.

    Didalam ilmu akuntansi telah berkembang bidang-bidang khusus dimana perkembangan tersebut disebabkan oleh meningkatnya jumlah dan ukuran perusahaan serta peraturan pemerintah. Adapun bidang-bidang akuntansi yang telah mengalami perkembangan antara lain sebagai berikut:
    1. Akuntansi Keuangan (Financial atau General Accounting) menyangkut pencatatan transaksi-transaksi suatu perusahaan dan penyusunan laporan berkala dimana laporan tersebut dapat memberikan informasi yang berguna bagi manajemen, para pemilik dan kreditor.
    2. Pemeriksaan Akuntansi (Auditing) merupakan suatu bidang yang menyangkut pemeriksaan laporan-laporan keuangan melalui catatan akuntansi secara bebas yaitu laporan keuangan tersebut diperiksa mengenai kejujuran dan kebenarannya.
    3. Akuntansi Manajemen (Management Accounting) merupakan bidang akuntansi yang menggunakan baik data historis maupun data data taksiran dalam membantu manajemen untuk merencanakan operasi-operasi dimasa yang akan datang.
    4. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting) mencakup penyusunan laporan-laporan pajak dan pertimbangan tentang konsekuensi-konsekuensi dari transaksi-transaksi perusahaan yang akan terjadi.
    5. Akuntansi Budgeter (Budgetary Accounting) merupakan bidang akuntansi yang merencanakan operasi-operasi keuangan (anggaran) untuk suatu periode dan memberikan perbandingan antara operasi-operasi yang sebenarnya dengan operasi yang direncanakan.
    6. Akuntansi untuk Organisasi Nirlaba (Non profit Accounting) merupakan bidang yang mengkhususkan diri dalam pencatatan transaksi-transaksi perusahaan yang tidak mencari laba seperti organisasi keagamaan dan yayasan-yayasan sosial.
    7. Akuntansi Biaya (Cost Accounting) merupakan bidanng yang menekankan penentuan dan pemakaian biaya serta pengendalian biaya tersebut yang pada umumnya terdapat dalam persahaan industri.
    8. Sistem Akuntansi (Accounting System) meliputi semua tehnik, metode dan prosedur untuk mencatat dan mengolah data akuntansi dalam rangka memperoleh pengendalian intern yang baik, dimana pengendalian intern merupakan suatu sistem pengendalian yang diperoleh dengan adanya struktur organisasi yang memungkinkan adanya pembagian tugas dan sumber daya manusia yang cakap dan praktek-praktek yangn sehat.
    9. Akuntansi Sosial (Social Accounting) merupakan bidang yang terbaru dalam akuntansi dan yang paling sulit untuk diterangkan secara singkat, kerena menyangkut dana-dana kesejahteraan masyarakat.

    Pada Kesempatan ini, saya akan menjelaskan beberapa fungsi, manfaat dan serba serbi tentang SIA (SIstem informasi Akuntansi )

    Sistem Informasi Akuntansi merupakan sistem informasi fungsional yang mendasari sistem informasi fungsional yang lainnya seperti sistem informasi keuangan, sistem informasi pemasaran, sistem informasi produksi dan sistem informasi sumber daya manusia. Sistem-sistem informasi lain membutuhkan data keuangan dari sistem informasi akuntansi.
    Hal ini menunjukkan bahwa suatu perusahaan yang akan membangun sistem informasi manajemen, disarankan untuk membangun sistem informasi akuntansi terlebih dahulu. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain : Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Ahli
    1. Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).
    2. Beberapa batasan pengertian (definisi) Sistem Informasi Akuntansi lain yang dapat dikutip misalnya pendapat Wilkinson (1990) bahwa sistem informasi akuntansi adalah merupakan sistem informasi formal, memiliki tujuan (kegunaan), tahap, tugas, pengguna, dan sumber daya dan mencakup ke seluruh kegiatan perusahaan dalam penyediaan informasi bagi semua pengguna di perusahaan tersebut.
    3. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Jusuf, A.A. (1996, h.1) pengertiansistem informasi akuntansi adalah, “Kumpulan sumber daya, seperti: manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi.” Informasi ini dikomunikasikan kepada para penggunanya untuk berbagai pengambilan keputusan.
    4. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menutut Mulyadi (2001, h.3) mendefinisikan, “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”
    5. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Niswonger, Fess & Warren diterjemahkan oleh Ruswinarto, H. (1995, h.248), “Sistem akuntansi adalah suatu sarana bagi manajemen perusahaan guna mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk mengelola perusahaan dan untuk menyusun laporan keuangan bagi pemilik, kreditor, dan pihak lain yang berkepentingan.”
    6. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menurut Baridwan (1998, h.6), “Sistem akuntansi terdiri dari formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data mengenai suatu mengenai usaha suatu kesalahan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manejemen untuk mengawasi usaha-usahanya dan bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditur, dan lembaga-lembaga pemerintah untuk menilai hasil operasi.”

    Dan salahsatu CONTOH dari sistem informasi akuntansi ini adalah :
    yang sering kita gunakan dalam kegiatan akuntansi, misalnya : Dec Easy Accounting(DEA) dan MYOB
    itulah aplikasi yang sering kita gunakan dalam melakukan / mengolah informasi akuntansi

    sekarang saya akan menjelaskan tentang fungsi dan manfaat dari sistem informasi akuntansi , yaitu
    contohnya bagi sektor bisnis :
    1. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga bisa melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien

    2. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produksi, baik barang maupun jasa yang dihasilkan

    3. Meningkatkan efisiensi

    4. Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan

    5. Meningkatkan sharing pengetahuan

    selain untuk sektor bisnis , sistem informasi akuntansi pun berguna untuk sektor organisasi, apa saja ? coba saya jelaskan :
    1. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa(jika organisasi tersebut berbisnis) yang dihasilkan
    2. Meningkatkan efisiensi
    3. Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    4. Meningkatkan sharing knowledge
    5. Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan organisasi

    Daftar pustaka
    http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-akuntansi-fungsi-dan-bidang-akuntansi/
    http://www.krumpuls.com/2013/11/pengertian-informasi-menurut-para-ahli.html
    http://okperiza.blogspot.com/
    http://www.masterstudies.co.id/Menguasai-Ilmu-Pengetahuan-%28akuntansi-Internasional%29/Malaysia/UUM/
    http://darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id/2013/01/14/fungsi-sia-dalam-organisasi/

  79. A. Definisi sistem Informasi Akuntansi
    Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.
    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi.
    Adapun pengertian SIA menurut para ahli diantaranya:
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Bodnard dan Hopwood (2000:23) sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi.
    Adapun menurut menurut Baridwan (1996:4) sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan komunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan kreditur ) dan pihak-pihak dalam (terutama manajemen )
    Menurut W.Gerald Cole adalah suatu kerangka dari prosedur- prosedur yang saling berhubungan, yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh, untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan.Steven A.Moscove adalah suaatu kesatuan (Entity) yang terdiri dari bagian-bagian (Subsistem) yang saling berkaitan dengan tujuan mencapai tujuan tertentu.Dan dari keduanaya dapat disimpulkan bahwa Sisitem terdiri dari unsur -unsur subsistem yang lebih kecil yang terdiri dari kelompok unsur yang membentuk subsistem tersebut ., Dan unsur sistem tersebut saling berkaitan erat satu dengan yang lainnya untuk mencapai tujuan sistem., setiap unsur mempunyai tujuan tertentu, dan suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.

    Faktor–faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan sistem informasi akuntansi:1. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip cepat yaitu sistem informasi akuntansi harus menyediakan informasi yang diperlukan dengan cepat dan tepat waktu serta dapat memenuhi kebutuhan dan kualitas yang sesuai.
    2. Sistem informasi yang disusun harus memenuhi prinsip aman yaitu sistem informasi harus dapat membantu menjaga keamanan harta milik perusahaan.
    3. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip murah yang berarti bahwa biaya untuk menyelenggarakan sistem informasi akuntansi tersebut harus dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal.

    Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    1. Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    2. Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    3. Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    4. Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    Manfaat sistem informasi akuntansi:
    • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    • Meningkatkan efisiensi
    • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    • Meningkatkan sharing knowledge
    • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    Klasifikasi Sistem Informasi berdasarkan Area Fungsional
    a. Sistem Informasi Akuntansi.
    b. Sistem Informasi Keuangan.
    c. Sistem Informasi Manufaktur.
    d. Sistem Informasi SDM.
    e. Sistem Informasi Pemasaran.
    Klasifikasi Sistem Informasi berdasarkan Dukungan yang diberikan
    a. Sistem Pemrosesan Transaksi.
    b. Sistem Informasi Manajemen.
    c. Sistem Informasi Perkantoran.
    d. Sistem Pendukung Keputusan.
    e. Sistem Informasi Eksekutif.
    f. Sistem Kecerdasan Buatan.
    . Klasifikasi Sistem Informasi berdasarkan Aktifitas Manajemen
    a. Sistem Informasi Pengetahuan.
    b. Sistem Informasi Manajerial.
    c. Sistem Informasi Operasional.
    d. Sistem Informasi Strategis.
    Klasifikasi Sistem Informasi berdasarkan Arsitektur Sistem Informasi
    a. Sistem Berbasis Mainframe.
    b. Sistem Komputer Pribadi.
    c. Sistem Tersebar atau Komputasi Jaringan.

    Peranan sistem Informasi Akuntansi:

    Peranan sistem informasi akuntansi bagi pihak perusahaan, dalam hal ini manajemen jelas sangat penting. Sebab sistem informasi akuntansi bersama-sama dengan sistem informasi lainnya menyediakan informasi yang dibutuhkan manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan dalam melaksanakan tindakan-tindakannya.
    Peranan sistem informasi akuntansi dinilai efektif apabila telah memberi kontribusi yang besar kepada pihak manajemen di dalam pengambilan keputusan.
    Bagi pihak di luar perusahaan, peranan sistem informasi akuntansi juga tak kalah penting, yaitu sebagai penghasil informasi dalam bentuk laporan keuangan yang berguna sebagai dasar penilaian dan analisa terhadap kondisi perusahaan. Dari laporan – laporan tersebut, pihak luar perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat.
    Peranan sistem informasi, baik bagi manajemen maupun pihak ekstern perusahaan, tidak terlepas dari fungsi yang dijalankannya yaitu bukan hanya sekedar pengolah atau pemroses data, tetapi sistem informasi akuntansi juga menjalankan mulai dari fungsi pengumpulan data, pemrosesan atau pengolahan data, manajemen data, pengendalian dan pengamanan data, serta tentunya fungsi penyedia informasi.

    Daftar Pustaka:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
    http://riezquchiha.wordpress.com/2010/10/09/sistam-informasi-akuntansi-sia/
    http://rahmatxgrafi.blogspot.com/2010/04/subsistem-sia-sistem-informasi
    http://www.duniaremaja.org/akuntansi-f58/sistem-informasi-akuntansi-sia-
    http://sondis.blogspot.com/2013/03/pengertian-klasifikasi-sistem-informasi.html
    http://www.slideshare.net/arrylangobellen/sistem-informasi-akuntansi-arry-18183882

  80. Priadi Setiawan says:

    1200492/Priadi Setiawan/Akuntansi 2012-A/SIA-1

    Assalamualaiku. Wr. Wb.
    Jika berkenan saya juga ingin menshare mengenai sistem informasi akuntansi, semoga bisa menambah keilmuan kita dan tentunya bermanfaat.

    A. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

    Menurut Bodnar dan Hopwood yang diterjemahkan oleh A.A. Jusuf (2000, p1), pengertian sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Informasi ini dikomunikasikan kepada beragam pengambil keputusan.
    Sedangkan menurut Rama dan Jones (2003, p5), mendefinisikan sistem informasi akuntansi sebagai subsistem dari sistem informasi manajemen yang menyediakan informasi akuntansi dan keuangan, seperti informasi yang dihasilkan dari proses rutin transaksi akuntasi.
    Sehingga dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu kombinasi dari berbagai sumber daya yang dirancang untuk memproses data akuntansi dan keuangan yang ada dan mengubahnya menjadi informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk pengambilan keputusan.
    Menurut Mulyadi (2001, h.3) mendefinisikan, “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”
    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    • Sistem pemrosesan transaksi
    mendukung proses operasi bisnis harian.
    • Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
    • Sistem pelaporan manajemen
    yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.
    Untuk

    B. Siklus Akuntansi

    1. Perusahaan jasa
    Untuk membuat Laporan Keuangan, khususnya perusahaan jasa terdapat delapan langkah, yang dikenal dengan Siklus Akuntansi. kedelapan langkah tersebut adalah
    1. Transaksi keuangan
    2. Mencatat segala transaksi keuangan, berdasarkan bukti asli transaksi, dalam satu periode akuntansi
    3. Membuat Jurnal Umum berdasarkan catatan no.2
    4. Membuat Buku Besar
    5. Membuat Jurnal Penyesuaian
    6. Membuat Laporan Keuangan: Laporan Laba rugi, Neraca, dan Leporan Perubahan Modal
    7. Membuat Jurnal Penutup
    8. Membuat Neraca Saldo setelah penutupan
    2. Perusahaan dagang
    Untuk perusahaan dagang, sebenarnya juga hampir sama tetapi ada tambahan lain. Langkah-langkah tersebut adalah:

    • Tahap Pencatatan
    1. Transaksi (Transaksi Internal dan Transaksi Eksternal)
    2. Pengumpulan Bukti Transaksi
    3. Mencatat ke dalam Jurnal Umum, Jurnal Khusus dan ke dalam Buku Besar Pembantu
    4. Merekapitulasi Jurnal Umum dan Jurnal Khusus
    5. Posting ke Buku Besar
    • Tahap Pengikhtisaran
    1. Membentuk Neraca Saldo
    2. Menyusun Ayat Jurnal Penyesuaian
    3. Membentuk Kertas Kerja (Worksheet) dalam bentuk Neraca Lajur
    • Tahap Pelaporan Keuangan
    1. Menyusun Laporan Keuangan
    1. Laporan Laba Rugi
    2. Laporan Perubahan Modal
    3. Laporan Neraca
    4. Laporan Arus Kas
    1. Menyusun Ayat Jurnal Penutup
    2. Membentuk Neraca Saldo setelah Penutupan
    3. Menyusun Ayat Jurnal Pembalik

    A. Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
    Menurut Hall (2001, p18), mengatakan pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi akuntasi adalah :
    1. Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen.
    Kepengurusan merujuk ke tanggung jawab manajemen untuk mengatur sumber daya perusahaan secara benar. Sistem informasi menyediakan informasi tentang kegunaan sumber daya ke pemakai eksternal melalui laporan keuangan tradisional dan laporan-laporan yang diminta lainnya. Secara internal, pihak manajemen menerima informasi kepengurusan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.
    2. Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi memberikan para manajer informasi yang mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
    3. Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi menyediakan informasi bagi personel operasi untuk membantu mereka melakukan tugas mereka setiap hari dengan efisien dan efektif. adalah untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan dalam meningkatkan efesiensi dan efektifitas kegiatan operasional perusahaan, khususnya dalam proses arus informasi akuntansi.
    Sumber :
    Kusnadi. 2000. Akuntansi Keuangan Menengah (Intermediate) (Prinsip, Prosedur, dan Metode). Malang : Universitas Brawijaya.
    Mulyadi. 2001. “Sistem Akuntansi”. Jakarta : Salemba Empat.
    McLeod,Jr, Raymond, diterjemahkan oleh Hendra Teguh. 2001. “Sistem Informasi Manajemen EdisiKetujuh”. Jakarta : PT. Prenhallindo.
    http://globalonlinebook.blogspot.com/2013/03/tujuan-pengertian-sistem-informasi.html
    http://shienaanan.blogspot.com/2013/01/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html

  81. Muhamad Radinal Ramdhan says:

    1200113/Muhamad Radinal Ramdhan/2012-A/SIA-1

    Perbedaan Pengertian Sistem dan Prosedur

    Menurut Mulyadi dalam bukunya, Sistem Akuntansi, 2001, sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok organisasi.

    Sedangkan prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi organisasi yang terjadi berulang-ulang.

    Jadi, suatu sistem terdiri dari jaringan prosedur, sedangkan prosedur merupakan urutan kegiatan klerikal.

    Unsur dari sebuah sistem akuntansi adalah formulir, catatan (yang terdiri jurnal, buku besar dan buku pembantu), serta laporan.

    Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Dengan formulir ini, peristiwa yang terjadi dalam organisasi didokumentasikan ke dalam catatan. Contoh formulir adalah: faktur penjualan, bukti kas keluar, dan cek.

    Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan meringkas data keuangan dan data lainnya. Seperti telah disebutkan diatas, sumber informasi pencatatan jurnal ini adalah formulir. Dalam jurnal ini data keuangan untuk pertama kalinya diklasifikasikan menurut penggolongan yang sesuai dengan informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Jurnal ini kemudian di-posting ke akun yang bersangkutan dalam buku besar. Contoh jurnal adalah jurnal penerimaan kas, jurnal pembelian, jurnal penjualan, dan jurnal umum.

    Buku besar (general ledger) terdiri dari akun-akun yang digunakn untuk mengklasifikasi data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal. Perkiraan-perkiraan dalam buku besar ini disediakan sesuai dengan unsur-unsur informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan.

    Buku pembantu, jika data keuangan diperlukan rinciannya lebih lanjut, dapat dibentuk buku pembantu (subsidiary ledger). Buku pembantu ini terdiri dan akun-akun pembantu yang merinci data keuangan yang tercantum dalam rekening tertentu dalam buku besar.

    Sebagai contoh, jika rekening piutang dagang yang tercantum dalam neraca perlu nama debitur secara lebih detil, maka dapat dibentuk buku pembantu piutang yang berisi data tiap-tiap debitur tersebut.

    Laporan hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan yang dapat berupa neraca (laporan posisi keuangan), laporan rugi laba (laporan aktivitas), laporan realisasi anggaran, daftar piutang dan hutang, misalnya. Laporan akan berisi informasi yang merupakan keluaran akhir dari sistem akuntansi.

    Maka, kemudian apa yang dinamakan prosedur akuntansi ?
    Seperti definisi prosedur sebelumnya, yaitu: prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi organisasi yang terjadi berulang-ulang.

    Kegiatan klerikal (clerical operation) akan terdiri dari antara lain kegiatan berikut ini, untuk mencatat informasi ke dalam formulir, buku jurnal, dan buku besar: menulis, menggandakan, menghitung, memberi kode, mendaftar, memilih (mensortasi), memindah dan membandingkan.

    Pengertian Informasi

    Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari ordersekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan. Hal ini dapat dicatat sebagai tanda-tanda, atau sebagai sinyal berdasarkan gelombang. Informasi adalah jenis acara yang mempengaruhi suatu negara dari sistem dinamis. Para konsep memiliki banyak arti lain dalam konteks yang berbeda. Informasi bisa di katakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun demikian, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, persepsi, stimulus, komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangsangan mental.

    Dalam beberapa hal pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui proses komunikasi, pengumpulan intelejen, ataupun didapatkan dari berita juga dinamakan informasi. Informasi yang berupa koleksi data dan fakta seringkali dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan alirannya.

    Informasi adalah data yang telah diberi makna melalui konteks. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (semisal dari Microsoft Excel) seringkali digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada di dalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan bentuk informasi, sementara angka-angka di dalamnya merupakan data yang telah diberi konteks sehingga menjadi punya makna dan manfaat.

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

    Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.

    Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi.

    Karakteristik SIA yang membedakannya dengan subsistem CBIS lainnya :
    •SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
    •Berpegang pada prosedur yang relatif standar
    •Menangani data rinci
    •Berfokus historis
    •Menyediakan informasi pemecahan minimal

    Fungsi penting yang dibentuk Sistem Informasi Akuntansi pada sebuah organisasi antara lain :
    •Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    •Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    •Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Subsistem Sistem Informasi Akuntansi memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

    Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 3 subsistem :
    •Sistem pemrosesan transaksi, mendukung proses operasi bisnis harian.
    •Sistem buku besar/pelaporan keuangan, menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
    •Sistem pelaporan manajemen, yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.

    Berbagai transaksi non keuangan yang tidak bisa diproses oleh Sistem Informasi Akuntansi biasa, diproses oleh Sistem Informasi Manajemen. Adapun perbedaan keduanya adalah :
    •SIA mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan
    •SIM mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe informasi

    Sebuah Sistem Informasi Akuntansi menambah nilai dengan cara :
    •Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    •Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    •Meningkatkan efisiensi
    •Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    •Meningkatkan sharing knowledge
    •Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    2 komponen Sistem Informasi Akuntansi antara lain :
    •Spesialis Informasi
    •Akuntan

    Contoh Sistem Informasi Akuntansi sebagai pusat informasi perusahaan :
    •Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut
    •Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian pemasaran.

    Kedua bagian akan merundingkan hasil analisa tersebut untuk dicari keputusan yang sesuai.

    Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan sistem bisnis modern yaitu :
    •Pentingnya komunikasi antar departemen yang mengarah untuk tercapainya suatu keputusan.
    •Peranan SIA dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk mengambil keputusan.

    Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Akuntansi dibedakan menjadi 2, yaitu :
    •Informasi Akuntansi keuangan, berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
    •Informasi Akuntansi Manajemen, berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.

    Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna.

    Adapun kerangka kerja sistem informasi dibagi menjadi 2 yang utama yaitu : Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Informasi Akuntansi.

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah Sistem Informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi.

    Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    •Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    •Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    •Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

    SIA terdiri dari 3 subsistem :
    •Sistem pemrosesan transaksi
    •Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    •Sistem pelaporan manajemen

    Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut :
    •Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi ?
    •Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan organisasi ?
    •Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?

    Sebuah SIA menambah nilai dengan cara :
    •Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    •Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    •Meningkatkan efisiensi
    •Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    •Meningkatkan sharing knowledgeM
    •Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    Daftar Pustaka :
    http://keuanganlsm.com/perbedaan-pengertian-sistem-dan-prosedur/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Informasi
    http://shienaanan.blogspot.com/2013/01/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html

  82. Priadi Setiawan says:

    1200492/Priadi Setiawan/Akuntansi 2012-A/SIA-1

    Assalamualaikum. Wr. Wb.
    Jika berkenan saya juga ingin menshare mengenai sistem informasi akuntansi, semoga bisa menambah keilmuan kita dan tentunya bermanfaat.

    A. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

    Menurut Bodnar dan Hopwood yang diterjemahkan oleh A.A. Jusuf (2000, p1), pengertian sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Informasi ini dikomunikasikan kepada beragam pengambil keputusan.
    Sedangkan menurut Rama dan Jones (2003, p5), mendefinisikan sistem informasi akuntansi sebagai subsistem dari sistem informasi manajemen yang menyediakan informasi akuntansi dan keuangan, seperti informasi yang dihasilkan dari proses rutin transaksi akuntasi.
    Sehingga dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu kombinasi dari berbagai sumber daya yang dirancang untuk memproses data akuntansi dan keuangan yang ada dan mengubahnya menjadi informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk pengambilan keputusan.
    Menurut Mulyadi (2001, h.3) mendefinisikan, “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”
    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    • Sistem pemrosesan transaksi
    mendukung proses operasi bisnis harian.
    • Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
    • Sistem pelaporan manajemen
    yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.
    Untuk

    B. Siklus Akuntansi

    1. Perusahaan jasa
    Untuk membuat Laporan Keuangan, khususnya perusahaan jasa terdapat delapan langkah, yang dikenal dengan Siklus Akuntansi. kedelapan langkah tersebut adalah
    1. Transaksi keuangan
    2. Mencatat segala transaksi keuangan, berdasarkan bukti asli transaksi, dalam satu periode akuntansi
    3. Membuat Jurnal Umum berdasarkan catatan no.2
    4. Membuat Buku Besar
    5. Membuat Jurnal Penyesuaian
    6. Membuat Laporan Keuangan: Laporan Laba rugi, Neraca, dan Leporan Perubahan Modal
    7. Membuat Jurnal Penutup
    8. Membuat Neraca Saldo setelah penutupan
    2. Perusahaan dagang
    Untuk perusahaan dagang, sebenarnya juga hampir sama tetapi ada tambahan lain. Langkah-langkah tersebut adalah:

    • Tahap Pencatatan
    1. Transaksi (Transaksi Internal dan Transaksi Eksternal)
    2. Pengumpulan Bukti Transaksi
    3. Mencatat ke dalam Jurnal Umum, Jurnal Khusus dan ke dalam Buku Besar Pembantu
    4. Merekapitulasi Jurnal Umum dan Jurnal Khusus
    5. Posting ke Buku Besar
    • Tahap Pengikhtisaran
    1. Membentuk Neraca Saldo
    2. Menyusun Ayat Jurnal Penyesuaian
    3. Membentuk Kertas Kerja (Worksheet) dalam bentuk Neraca Lajur
    • Tahap Pelaporan Keuangan
    1. Menyusun Laporan Keuangan
    1. Laporan Laba Rugi
    2. Laporan Perubahan Modal
    3. Laporan Neraca
    4. Laporan Arus Kas
    1. Menyusun Ayat Jurnal Penutup
    2. Membentuk Neraca Saldo setelah Penutupan
    3. Menyusun Ayat Jurnal Pembalik

    A. Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
    Menurut Hall (2001, p18), mengatakan pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi akuntasi adalah :
    1. Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen.
    Kepengurusan merujuk ke tanggung jawab manajemen untuk mengatur sumber daya perusahaan secara benar. Sistem informasi menyediakan informasi tentang kegunaan sumber daya ke pemakai eksternal melalui laporan keuangan tradisional dan laporan-laporan yang diminta lainnya. Secara internal, pihak manajemen menerima informasi kepengurusan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.
    2. Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi memberikan para manajer informasi yang mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
    3. Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi menyediakan informasi bagi personel operasi untuk membantu mereka melakukan tugas mereka setiap hari dengan efisien dan efektif. adalah untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan dalam meningkatkan efesiensi dan efektifitas kegiatan operasional perusahaan, khususnya dalam proses arus informasi akuntansi.
    Sumber :
    Kusnadi. 2000. Akuntansi Keuangan Menengah (Intermediate) (Prinsip, Prosedur, dan Metode). Malang : Universitas Brawijaya.
    Mulyadi. 2001. “Sistem Akuntansi”. Jakarta : Salemba Empat.
    McLeod,Jr, Raymond, diterjemahkan oleh Hendra Teguh. 2001. “Sistem Informasi Manajemen EdisiKetujuh”. Jakarta : PT. Prenhallindo.
    http://globalonlinebook.blogspot.com/2013/03/tujuan-pengertian-sistem-informasi.html
    http://shienaanan.blogspot.com/2013/01/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html

  83. 1206664 / dewi lestari / 2012-A / SIA-1 says:

    PENGENALAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    1) Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
    Definisi sistem informasi akuntansi (SIA) dapat ditelaah dari ketiga kata penyusunnya, yaitu sistem, informasi, dan akuntansi. Sistem adalah sekumpulan komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama (Bertalanffy 1971; Checkland 1981). Informasi adalah data yang sudah mengalami pemroresan sedemikian rupa sehingga dapat digunakan oleh penggunanya dalam membuat keputusan (Gelinas & Dull 2008; Hall 2008; laudon & laudon 2006; Turban et al. 2006). Akuntansi didefinisikan sebagai proses mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan peristiwa ekonomis pada suatu organisasi pada pihak yang membutuhkan (weygandt et al. 2008). Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.
    2) Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi
    a. Membuat laporan eksternal
    Perusahaan menggunakan sistem informasi akuntansi untuk menghasilkan laporan-laporan khusus untuk memnuhi kebutuhan informasi dari para investor, kreditor, dinas pajak, badan-badan pemerintah, dan yang lain, yang mencakup laporan keuangan , SPT pajak, dan laporan yang diperlukan oleh badan-badan pemerintah yang mengatur perusahaan dalam industri perbankan dan utilitas.
    b. Mendukung aktivitas rutin
    Para manajer memerlukan satu sistem informasi akuntansi untuk menangani aktivitas operasi rutin sepanjang siklus operasi perusahaan itu.
    c. Mendukung pengambilan keputusan
    Informasi juga diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan yang tidak rutin pada semua tingkat dari sutau organisasi.
    d. Perencanaan dan pengendalian
    Suatu sistem informasi juga diperlukan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian. Informasi mengenai anggaran dan biaya standar disimpan oleh sistem informasi, dan laporan dirancang untuk membandingkan angka anggaran dengan jumlah aktual.
    e. Menerapkan pengendalian internal
    Pengendalian internal mencakup kebijakan-kebijakan, prosedur-prosedur, dan sistem informasi yang digunakan untuk melindungi aset –aset perusahaan dari kerugian atau korupsi, dan untuk memelihara keakuratan data keuangan.

    3) Fungsi sistem informasi akuntansi
    Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi yaitu :
    a. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi
    b. Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan
    c. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi

    4) Siklus akuntansi
    a. Siklus pendapatan
    b. Siklus pengeluaran kas
    c. Siklus konversi
    d. Siklus manajemen sumber daya manusia
    e. Siklus buku besar dan laporan keuangan

    5) Ciri dalam transaksi sistem informasi akuntansi
    a. Menghasilkan jumlah data yang besar, yang tiap hari selalu diproses, disimpan dan membutuhkan kecepatan akses yang cepat serta keakuratan yang tinggi
    b. Membutuhkan kemudahan dalam pengoperasian pengntrolan serta prosedur error-checking yang baik dalam menjaga sekuritas dan keakuratan data
    c. Dirancang khusu untuk kemudahan audit data, serta tracking (menelusuri) transaksi yang terjadi
    d. Beberapa menggunakan aplikasi DDS dan MIS, misal digunakan dalam menentukan estimasi dan perencanaan anggaran

    DAFTAR PUSTAKA
    Sarosa, samiaji.sistem informasi akuntansi.jakarta: PT.Gramedia Widiasarana Indonesia.
    Rama, dasaratha v dan jones, frederick l.2008.sistem infrmasi akuntansi edisi 18.jakarta: salemba empat.
    http://www.omegaakuntansi.com
    P3m.amikom.ac.id

  84. Leonardus Prayogo Adiarto says:

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain : Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi. Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan. SIA terdiri dari 3 subsistem: Sistem pemrosesan transaksi mendukung proses operasi bisnis harian. Sistem buku besar/ pelaporan keuangan menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak. Sistem pelaporan manajemen yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban. Sistem Informasi Manajemen Sistem Informasi Manajemen memproses berbagai transaksi non-keuangan yang tidak bisa diproses oleh SIA biasa. tapi bagaimana juga sistem juga di lakukan dengan kerja bersama time…dengan mendukung semua ide dari masing2 group yang melakukan kerja dilapangan…..dan bagaimana kita memberikan semangat yang tinggi buat karyawan….perusahaan Cara Kerja Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut : Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi? Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan organisasi? Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ? Manfaat Sebuah SIA menambah nilai dengan cara: Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan Meningkatkan efisiensi Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan Meningkatkan sharing knowledge menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Bodnard dan Hopwood (2000:23) sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Menurut Baridwan (1996:4) sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan komunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan kreditur ) dan pihak-pihak dalam (terutama manajemen )
    Faktor–faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan sistem informasi akuntansi:
    1. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip cepat yaitu sistem informasi akuntansi harus menyediakan informasi yang diperlukan dengan cepat dan tepat waktu serta dapat memenuhi kebutuhan dan kualitas yang sesuai..
    2. Sistem informasi yang disusun harus memenuhi prinsip aman yaitu sistem informasi harus dapat membantu menjaga keamanan harta milik perusahaan.
    3. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip murah yang berarti bahwa biaya untuk menyelenggarakan sistem informasi akuntansi tersebut harus dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal.
    1.SIA : menggunakan sistem pemrosesan transaksi untuk mencatat berbagai operasi transaksi yang terjadi, yang mempengaruhi status finansial organisasi.
    2.Sistem ini mengenai operasional sistem akuntansi, dan menangani laporan historis dari semua transaksi yang terjadi dalam jumlah besar.
    3.Sistem ini membuat berbagai report seperti laporan keseimbangan keuangan dan rekening masukan yang semuanya memberikan gambaran finansial dari organisasi
    -Ciri dalam transaksi SIA :
    1. Menghasilkan jumlah data yg besar, yg tiap hari selalu diproses, disimpan dan membutuhkan kecepatan akses yg cepat serta keakuratan yg tinggi
    2. Membutuhkan kemudahan dalam pengoperasian pengontrolan serta prosedur error-checking yg baik dalam menjaga sekuritas dan keakuratan data
    3. Dirancang khusus untuk kemudahan audit data, serta tracing (menelusuri) transaksi yg terjadi
    4. Beberapa menggunakan aplikasi DDS dan MIS, misal digunakan dalam menentukan estimasi dan perencanaan anggaran

    Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    1. Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    2. Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    3. Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    4. Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    Manfaat sistem informasi akuntansi:
    • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    • Meningkatkan efisiensi
    • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    • Meningkatkan sharing knowledge
    • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
    Dan juga memiliki tujuan :
    1. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to Support the –day-to-day operations).
    2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers).
    3. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-jawaban (to fulfill obligations relating to stewardship).
    Sumber/referensi:
    1. sangpenguasa.atwiki.com
    2. http://rahmatxgrafi.blogspot.com/2010/04/subsistem-sia-sistem-informasi
    3. http://www.duniaremaja.org/akuntansi-f58/sistem-informasi-akuntansi-sia-
    4. http://riezquchiha.wordpress.com/2010/10/09/sistam-informasi-akuntansi-sia/

  85. 1203828/Leonardus Prayogo Adiarto/Akuntansi-A/SIA-A says:

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Bodnard dan Hopwood (2000:23) sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Menurut Baridwan (1996:4) sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan komunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan kreditur ) dan pihak-pihak dalam (terutama manajemen )
    Faktor–faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan sistem informasi akuntansi:
    1. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip cepat yaitu sistem informasi akuntansi harus menyediakan informasi yang diperlukan dengan cepat dan tepat waktu serta dapat memenuhi kebutuhan dan kualitas yang sesuai..
    2. Sistem informasi yang disusun harus memenuhi prinsip aman yaitu sistem informasi harus dapat membantu menjaga keamanan harta milik perusahaan.
    3. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip murah yang berarti bahwa biaya untuk menyelenggarakan sistem informasi akuntansi tersebut harus dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal.
    1.SIA : menggunakan sistem pemrosesan transaksi untuk mencatat berbagai operasi transaksi yang terjadi, yang mempengaruhi status finansial organisasi.
    2.Sistem ini mengenai operasional sistem akuntansi, dan menangani laporan historis dari semua transaksi yang terjadi dalam jumlah besar.
    3.Sistem ini membuat berbagai report seperti laporan keseimbangan keuangan dan rekening masukan yang semuanya memberikan gambaran finansial dari organisasi
    -Ciri dalam transaksi SIA :
    1. Menghasilkan jumlah data yg besar, yg tiap hari selalu diproses, disimpan dan membutuhkan kecepatan akses yg cepat serta keakuratan yg tinggi
    2. Membutuhkan kemudahan dalam pengoperasian pengontrolan serta prosedur error-checking yg baik dalam menjaga sekuritas dan keakuratan data
    3. Dirancang khusus untuk kemudahan audit data, serta tracing (menelusuri) transaksi yg terjadi
    4. Beberapa menggunakan aplikasi DDS dan MIS, misal digunakan dalam menentukan estimasi dan perencanaan anggaran

    Subsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    1. Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    2. Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    3. Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    4. Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    Manfaat sistem informasi akuntansi:
    • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    • Meningkatkan efisiensi
    • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    • Meningkatkan sharing knowledge
    • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
    Dan juga memiliki tujuan :
    1. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to Support the –day-to-day operations).
    2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers).
    3. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-jawaban (to fulfill obligations relating to stewardship).
    Sumber/referensi:
    1. sangpenguasa.atwiki.com
    2. http://rahmatxgrafi.blogspot.com/2010/04/subsistem-sia-sistem-informasi
    3. http://www.duniaremaja.org/akuntansi-f58/sistem-informasi-akuntansi-sia-
    4. http://riezquchiha.wordpress.com/2010/10/09/sistam-informasi-akuntansi-sia/

  86. Aris Prabowo says:

    1205414/ARIS PRABOWO/AKUNTANSI 2012-A/SIA-1

    Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.
    Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.
    Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.
    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    Sistem pemrosesan transaksi
    mendukung proses operasi bisnis harian.
    Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup
    menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.

    Sumber referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi

  87. Adi Setyo Nugroho says:

    NIM/NAMA/KELAS : 1002239/ADI SETYO NUGROHO/AKUNTANSI 2012 A

    Sistem Informasi Akuntansi adalah Sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen yang sama, tapi suatu susunan dasar adalah :Input, Transformasi, Output, Mekanisme Kontrol, Tujuan.

    Jenis Sistem :
    Sistem Lingkaran Terbuka adalah sistem yang tidak mempunyai elemen mekanisme kontrol, dan tujuan.
    Sistem Lingkaran Tertutup adalah sistem yang disertai oleh adanya elemen mekanisme kontrol dan tujuan.

    Sifat Sistem :
     Sistem terbuka adalah Sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumberdaya.
     Sistem Tertutup adalah Sistem yang sama sekali tidak berhubungan dengan lingkungannya.

    PERBEDAAN SISTIM DAN PROSEDUR.
     Sistem adalah Suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.
     Prosedur adalah Suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.

    Definisi Sistem Informasi Akuntansi/SIA
    Menurut Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.” Menurut Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003) mengatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data.” Menurut Nugroho Wdjajanto (2001) menyatakan bahwa : “Sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.”
    Dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.

    Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi
    1. SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
    2. Berpegang pada prosedur yang relatif standar
    3. Menangani data rinci
    4. Berfokus historis
    5. Menyediakan informasi pemecahan minimal

    KOMPONEN UTAMA SISTEM INFORMASI
     Masukan
    Adalah data yg dimasukkan ke dalam sistem informasi beserta metode dan media yg digunakan unt menangkap dan memasukkan data tsb ke dlm sistem.
     Model
    Terdiri dari logico mathematical models yg mengolah masukan dan data yang disimpan, dg berbagai mcm cara unt memproduksi keluaran.
     Keluaran
    Berupa informasi yg bermutu dan dokumen unt semua tingkat mnj dan semua pemakai informasi baik intern maupun ekstern.
     Teknologi
    Menangkap masukan, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan menyampaikan keluaran, serta mengendalikan seluruh sistem.
     Basis Data
    Merupakan tempat unt menyimpan data yg digunakan unt melayani kebutuhan pemakai informasi
     Pengendalian
    Untuk melindungi semua sistem informasi dari bencana dan ancaman, spt bencana alam , api,kecurangan ,kegagalan sistem, kesalahan dan penggelapan ,penyadapan , ketidak efisienan, sabotase, kejahatan

    Fungsi Sistem Informasi Akuntansi :
     Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
     Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
     Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Ciri dalam transaksi SIA :
    > Menghasilkan jumlah data yg besar, yg tiap hari selalu diproses, disimpan dan membutuhkan kecepatan akses yg cepat serta keakuratan yg tinggi
    > Membutuhkan kemudahan dalam pengoperasian pengontrolan serta prosedur error-checking yg baik dalam menjaga sekuritas dan keakuratan data
    > Dirancang khusus untuk kemudahan audit data, serta tracing (menelusuri) transaksi yg terjadi
    > Beberapa menggunakan aplikasi DDS dan MIS, misal digunakan dalam menentukan estimasi dan perencanaan anggaran.
    menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak. SIA ini sangat diperlukan dalam menjalankan suatu usaha sebagai tolak ukur seberapa besar usaha kita sudah berkembang.

    Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
    Menurut Mulyadi (2001, pp19-20), sistem informasi memiliki empat tujuan umum dalam penyusunannya, yaitu :
    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru. ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
    Menurut Hall (2001, p18), mengatakan pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi akuntasi adalah :
    1. Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen.
    Kepengurusan merujuk ke tanggung jawab manajemen untuk mengatur sumber daya perusahaan secara benar. Sistem informasi menyediakan informasi tentang kegunaan sumber daya ke pemakai eksternal melalui laporan keuangan tradisional dan laporan-laporan yang diminta lainnya. Secara internal, pihak manajemen menerima informasi kepengurusan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.
    2. Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi memberikan para manajer informasi yang mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
    3. Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi menyediakan informasi bagi personel operasi untuk membantu mereka melakukan tugas mereka setiap hari dengan efisien dan efektif. adalah untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan dalam meningkatkan efesiensi dan efektifitas kegiatan operasional perusahaan, khususnya dalam proses arus informasi akuntansi.

    Daftar Pustaka:
    http://purnamaai.wordpress.com/2013/09/23/pengertian-dan-tujuan-dari-sistem-informasi-akuntansi/
    http://www.omegaakuntansi.com/none/sistem-informasi-akuntansi/
    http://ayutias.blogspot.com/2011/05/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html
    Bodnar, Goerge H. dan William S. Hopwood. 2006. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi 9. Yogyakarta : ANDI.
    La Midjan, dan Azhar Susanto. 2000. Sistem Informasi Akuntansi 1, Edisi Keenam : Lembaga Informasi Akuntansi.
    Narko. 2007. Sistem Akuntansi, Edisi Kelima. Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusantara.

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.