1. Pengenalan SIA

PENGENALAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Pengertian Sistem dan Prosedur
Cecil Gillespie menyebutkan bahwa “a system is a network of related procedures developed according to ane integrated scheme for performing a major activity of the business “.
Sedangkan prosedur yang dimaksud oleh Cecil ini adalah “a sequence of clerical operations, usually involving several people in one or more departements, established to ensure uniform handling of a recurring transaction of the business“.

Jerry FitzGerald dkk.yang dikutif oleh Jogianto, yakni sistem merupakan “suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”. Menurutnya prosedur dapat diartikan sebagai “urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa (what) yang harus dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakannya, kapan (when) dikerjakan dan bagaimana (how) mengerjakannya”.
Jenis Sistem
1. Berdasarkan wujudnya :
a. sistem fisik (Phisical system) dan
b. sistem abstrak (abstract system).
2. Berdasarkan hubungannya dengan pihak di luar system
a. Open system
b. Close system
3. Berdasarkan keberadaannya :
a. Sistem alamiah (Natural system) dan
b. sistem buatan manusia (humad made system).
4. Berdasarkan proses kegiatannya :
a. sistem tertentu (Deterministic system)
b. sistem tak tertentu (probabilistik system)
5. Berdasarkan ruang lingkupnya/tingkatannya:
a. Supra/super sistem
b. sistem
c. sub sistem

Pengendalian Sistem :
(Control system) adalah merupakan sistem pengawasan untuk mengendalikan jalannya proses sistem secara baik.

Jenis Pengendalian sistem :
1). Pengendalian Umpan Balik (feed back Control System)
2). Pengendalian Umpan Maju (feed forward Control System)
3). Pengendalian pencegahan (Preventive Control System)

Pengertian Informasi
Robert A, Leitch dan K. Roscoe Davis mendefinisikan data dan informasi sbb.:
Data are raw fact, such as transaction details from sales invoices. Information is communicated knowledge developed by matching and transforming data so that the output is a form that useful to the recipient.

Pentingnya Informasi :
a. mengurangi ketidakpastian
b. mengarahkan perhatian pada masalah penting.

Sifat Informasi :
a. Mandatory (wajib/perintah):
b. Essential (penting):

Bentuk Informasi :
a. Formal
b. Tidak formal

Kualitas dan Nilai Informasi :
a. Ketepatannya (accurate) :
b. Ketepatan waktu (timely basis)
c. Kesesuaiannya (relevance)
d. Kehandalannya (reliable)
e. Kejelasan (clarity)
f. konsistensi (Consistency)
g. Ringkas padat isi (Conciseness)
h. Keterukuran (Quantifiability),

Daftar Pustaka :
Wilkinson, Cerullo, Raval, Wong On Ming, (2000), Accounting Information Systems – Fourth Edition, John Wiley & Sons, Inc., The United States of America.

Bodnar, George H., and Hopwood, William S., (2004), Accounting Information Systems, Pearson Education, Inc., New Jersey

 

Catatan : Berikan Ulasan ringkas tentang materi ini menurut pandangan anda atau dilihat dari referensi lain yang anda baca dan upload pada tag komentar (Comment) ini. Jangan lupa menyertakan identitas NIM, Nama, Kelas dan nama Mata kuliah : SIA-1, ditulis dalam satu baris, seperti contoh berikut.

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Contoh :
NIM/Nama/Kls : 111007 / Aulia Fauziah Nasuha / 2011-A / SIA-1

  1. Pengenalan SIA

Berdasarkan pendapat Wilkinson (2000) bahwa yang dimaksud dengan informasi adalah …… dst.
… ..
… …
Sementara Bordnar (2013) mengemukakan bahwa … … … … … dst.

Daftar Pustaka :
Wilkinson, Cerullo, Raval, Wong On Ming, (2000), Accounting Information Systems – Fourth Edition, John Wiley & Sons, Inc., The United States of America.

Bodnar, George H., and Hopwood, William S., (2004), Accounting Information Systems, Pearson Education, Inc., New Jersey

 

41 Responses to 1. Pengenalan SIA

  1. Anonymous says:

    1403884 / Naomi Sianturi / 2014-A / SIA-1

    SIA menggunakan berbagai aktivitas yang sistematik untuk menghasilkan informasi yang relevan. elemen-elemen penting dari SIA, yaitu :
    1. Pemakai Akhir (End User)
    Terdiri dari pemakai akhir internal dan eksternal. Pemakai akhir internal adalah pihak manajemen di setiap tingkat organisasi. Pemakai akhir eksternal adalah para kreditur, pemegang saham, investor potensial, pajak, pemerintah, pemasok dan pelanggan.
    2.Sumber Data
    Sumber data adalah transaksi keuangan yang memasuki sistem informasi dari sumber eksternal dan internal. Transaksi keuangan eksternal umumnya sumber data yang sering terjadi. Transaksi keuangan internal adalah transaksi yang melibatkan pertukaran dan pergerakan sumber daya organisasi misalnya pergerakan bahan mentah ke persediaan barang jadi, penyusutan pabrik dan peralatan.
    3. Pengumpulan Data
    Yakni tahap operasional yang tujuannya untuk memastikan bahwa data yang memasuki sistem itu sah, lengkap dan bebas dari kesalahan. Pengumpulan data melibatkan tahap-tahap seperti memperoleh data transaksi, mencatat data tersebut ke formulir dan memvalidasi dan mengedit data untuk menjamin keakuratan dan kelengkapan.
    4. Pemrosesan Data
    Dalam pemrosesan data ini, data dioleh untuk menghasilkan informasi. Fungsi pemrosesan data terdiri dari tahap-tahap berikut ini :
    1. mengklasifikasikan atau menetapkan data yang dikumpulkan menjadi kategori yang telah ditetapkan sebelumnya
    2. penjabaran atau mengkopi/mereproduksi data ke dokumen atau media lain
    3. penyortiran atau pengaturan elemen data menurut satu atau lebih karaktersitik
    4. Batching, atau mengumpulkan bersama-sama kelompok transaksi yang sama sifatnya
    5. Menggabungkan atau mengkombinasikan dua atau lebih tumpukan atau file data
    6. Kalkulasi atau melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian
    7. Ikhtisar atau menyatukan elemen kuantitatif
    8. Membandingkan atau menguji item dari batch/tumpukan yang terpisah atau file untuk menemukan kecocokan atau untuk menentukan perbedaan
    5. Manajemen Database
    Database organisasi merupakan tempat penyimpanan fisik data keuangan dan non keuangan. Manajemen database bertugas untuk menyimpan, memperbaiki, memanggil dan menghapus data.
    6. Penghasil Informasi
    Yakni proses mengumpulkan, mengatur, memformat, dan menyajikan informasi untuk para pemakai. Fungsi ini termasuk tahap-tahap seperti menginterpretasikan, melaporkan dan mengkomunikasikan informasi.
    7. Umpan Balik
    Yakni berbentuk output yang dikirimkan kembali ke sistem sebagai sumber data. Umpan balik ini dapat bersifat internal atau eksternal dan digunkan untuk memulai atau mengubah suatu proses.

    SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER
    Tugas pengolahan data perusahaan dilaksanakan oleh SIA yang mengumpulkan data kegiatan perusahaan lalu memprosesnya menjadi informasi yang berguna bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan.
    Komputer digunakan pada seluruh jenis sistem informasi. Teknologi informasi mencakup komputer dan teknologi lain yang digunakan untuk memproses informasi. Setiap organisasi yang menggunakan komputer untuk memproses data transasksi memiliki fungsi sistem informasi. Fungsi sistem informasi bertanggung jawab untuk pengolahan data. Pengolahan data merupakan aplikasi SIA yang paling mendasar dalam setiap organisasi.
    Beberapa teknologi informasi yang mendukung keberadaan SIA di suatu perusahaan meliputi :
    a. Sistem pengubah tampilan dokumen (document image system)
    Sistem ini menggunakan komputer untuk secara digital menangkap, menyimpan dan menampilkan dokumen, gambar, grafik dan ilustrasi-ilustrasi lainnya dengan cara sama seperti pemrosesan kata. Pemrosesan kata atau teks dokumen menyimpan dan memproses hanya kata (teks) dokumen.
    b. Sistem tanggap cepat (quick response system)
    Sistem ini digunakan untuk gugus manajemen mutu (TQM=Total Quality Management) dalam bisnis, dimana dalam melaksanakan sesuatu dengan tepat pada saat pertama. TQM mensyaratkan produksi berkualitas tinggi, efisiensi, operasional dan pengembangan operasi secara terus menerus.
    c. Sistem komputer terpadu manufaktur (manufacture integrated computer system)
    Sistem ini adalah pendekatan terpadu untuk pemanfaatan teknologi informasi pada perusahaan manufaktur. Komponen-komponen sistem ini biasanya mencakup stasiun-stasiun kerja (CAD), sistem pengawasan dan pengendalian produksi tepat waktu, dan sistem pemesanan dan pengendalian persediaan.

    Beberapa tahapan proses pengolahan data yang memperoleh manfaat besar dari penggunaan komputer adalah :
    • Verifikasi
    Yaitu pengecekan kebenaran atau kelayakan angka-angka yang menjadi input dalam suatu proses
    • Sortir
    Yaitu pensortiran data ke dalam beberapa klasifikasi yang berbeda
    • Transmission
    Yaitu memindahkan lokasi data dari suatu tempat ke tempat lainnya
    • Perhitungan
    Yaitu melakukan perhitungan-perhitungan secara cepat

    SIKLUS HIDUP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Pengembangan sistem adalah proses memodifikasi atau mengubah sebagian atau seluruh sistem informasi. Proses ini membutuhkan komitmen substansial mengenai waktu dan sumber daya serta merupakana aktivitas berkesinambungan dalam banyak organisasi. Dalam beberapa hal, sistem informasi menyerupai suatu organisasi, yaitu hidup, lahir, tumbuh, menjadi matang, berfungsi dan akhirnya mati. Proses evolusi ini disebut siklus hidup sistem yang terdiri atas tahap-tahap perencanaan, analisis, rancangan, penerapan dan penggunaan.
    • Tahap Perencanaan
    Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini dimulai dari adanya masalah atau peluang. Dilanjutkan dengan mengidentifikasikan masalah tersebut, menentukan tujuan dari sistem yang akan dibuat, mengidentifikasikan kendala-kendala yang akan dihadapi serta melakukan studi kelayakan. Jika menurut hasil studi kelayakan dinyatakan bahwa pengembangan sistem ini layak, maka proses dilanjutkan dengan mempersiapkan usulan sistem yang pada tahap selanjutnya dapat saja usulan sistem ini ditolak. Jika usulan sistem diterima, proyek akan dilanjutkan dengan tahap penelitian
    • Tahap Analisis dan Rancangan
    Tahap ini merupakan penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan merancang sistem baru atau memperbaharui yang sudah ada.
    Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam tahap analisa, yaitu
    1. menetukan kebutuhan informasi
    2. melakukan survey
    3. menyusun cara pemenuhan kebutuhan informasi dan cara memecahkan masalahnya
    Tahap rancangan sistem adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. Langkah-langkah dalam tahap rancangan ini dapat mengikuti pedomen dibawah ini
    1. menyiapkan rancangan yang rinci mengenai data, proses dan laporan yang akan dibuat dengan pendekatan atas-bawah maupun bawah-atas
    2. mengidentifikasikan, mengevaluasi, dan memilih berbagai alternatif pilihan rancangan yang sekiranya dapat dijadikan pertimbangan untuk dipakai dan dapat dipilih yang paling baik
    3. menyiapkan usulan penerapan yang mengikhtisarkan tugas-tugas penerapan yang harus dilakukan, keuntungan yang diharapkan, dan biayanya
    4. menyetujui atau menolak penerapan, biasanya mempertimbangkan antara manfaat dan biaya
    Secata teknis ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam tahap rancangan sistem informasi, sebagi berikut :
    1. merancang bentuk-bentuk dokumen keluaran
    2. merancang bentuk-bentuk dokumen masukan
    3. merancang format file dan databasenya
    4. nerancabg program aplikasi
    • Tahap Penerapan dan Penggunaan
    Sesudah menyelesaikan pekerjaan merancang sistem baru, langkah berikutnya adalah mengimplementasikan dan melaksanakan sistem baru tersebut.
    Tahap penerapan ini akan meliputi kegiatan berikut :
    1. perencanaan penerapan sistem haruslah dipahami dengan baik oleh manajer agar dapat menggunakan pengetahuan ini untuk mengembangkan rencana penerapan yang sangat rinci
    2. mengumumkan penerapan sistem kepada pagawai agar mereka tahu mengenai keputusan untuk menetapkan sistem baru dengan meminta kerjasama mereka
    3. mendapatkan sumber daya yang sesuai
    4. menyiapkan database dengan cara merubah data lama ke versi baru ataupun membuat adata baru
    5. mendidik peserta dan pemakai agar dapat mengimplementasikan sistem baru
    6. masuk ke sistem baru berarti mulai menggunakan sistem baru dan meninggalkan sistem lama
    Bila seluruh langkah diatas sudah dikerjakan, berarti sistem informasi yang baru sudah siap untuk dilaksanakan dan digunakan. Tahap penggunaan sistem informasi ini dilakukan dengan dua cara :
    1. perubahan paralel, yaitu melaksanakan sistem baru bersama dengan sistem lama sehingga ada dua proses data untuk setiap transaksi yang terjadi
    2. perubahan langsung, yaitu menghentikan penggunaan sistem lama dan sekaligus menggantinya dengan sistem baru

    PERAN AKUNTAN DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Akuntan berinteraksi dengan SIA bisa dalam bentuk menggunakan, mengevaluasi, dan mengembangkan SIA. Tentu saja fungsi ini sesuai dengan posisi pekerjaan seorang akuntan yang bisa dikategorikan menjadi akuntan keuangan, manajer akuntansi, ahli akuntansi pajak, akuntan manajemen, pengembang sistem, dan auditor.

    BENTUK PENGAWASAN DI DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Kasus-kasus yang sering terjadi dalam banyak organisasi adalah tidak diselesaikannya suatu penugasan, tidak ditepatinya waktu penyelesaian pekerjaan (deadline), suatu anggaran yang berlebihan, dan kegiatan-kegiatan lain yang menyimoang dari rencana. Pengawasan dapat didefinisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai. Hal ini berkenaan dengan cara-cara membuat kegiatan-kegiatan sesuai yang direncanakan. Pengertian ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat erat antara perencanaan dan pengawasan.
    Proses pengawasan didalam SIA juga berhubungan erat dengan fungsi-fungsi manajerial lainnya, yaitu perencanaan, pengorganisasian dan pengarahan.
    Ada beberapa faktor yang membuat pengawasan semakin diperlukan oleh setiap organisasi, yaitu :
    1. perubahan lingkungan organisasi
    2. peningkatan kompleksitas organisasi
    3. kesalahan-kesalahan
    4. kebutuhan manajer untuk mendelegasikan wewenang
    Proses pengawasan yang dilakukan didalam SIA biasanya terdiri paling sedikit lima tahap, yaitu :
    1. penetapan standar pelaksanaan (perencanaan)
    2. penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan
    3. pengukuran pelaksanaan kegiatan yang nyata
    4. membandingkan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan
    5. pengmbilan tindakan koreksi bila perlu

    Daftar Pustaka :
    https://rumahradhen.wordpress.com/materi-kuliahku/semester-6/sistem-informasi-akuntansi/pengenalan-sistem-informasi-akuntansi/

  2. Deandra Angelita Meliala says:

    1405832/ Deandra Angelita Meliala/2014-A/ SIA-1

    Berdasarkan pendapat Stephen A. Moscove dan Mark G. Simkin bahwa yang dimaksud system adalah suatu kesatuan yang terdiri dari interaksi subsistem yng berusaha untuk mencapai tujuan (goal) yang sama.

    Berdasarkan pendapat Frederick H. WU bahwa suatu system beroperasi dan berinteraksi dengan lingkungannya untuk mencapai sasaran (objectives) tertentu, suatu system menunjukkan tingkah lakunya melalui interaksi di antara komponen- komponen di dalam system dan di antara komponen- komponen di dalam system dan di antara lingkungannya.

    Pendekatan system yang merupakan jaringan kerja dari prosedur, menekankan urut-urutan operasi di dalam system.

    Definisi prosedur menurut Richard F. Neuschel adalah suatu urut-urutan operasi klerikal (tulis-menulis), biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi- transaksi bisnis yang terjadi.

    Karakteristik system yaitu mempunyai :
    1. Komponen system (components)
    2. Batas system (boundary)
    3. Lingkungan luar system (environments)
    4. Penghubung system (interface)
    5. Masukan system (input)
    6. Keluaran system (output)
    7. Pengolah system (process)
    8. Sasaran system (objectives)

    Klasifikasi system :
    1. Sistem Abstrak : system yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. misalnya : system teologia.
    2. Sistem Fisik : system yang berupa pemikiran -pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan, misalnya : system computer.
    3. system alamiah : system yang terjadi melalui proses alam, misalnya : system perputaran bumi.
    4. system buatan manusia : system yang dirancang oleh manusia, misalnya : system informasi akuntansi.
    5. system tertentu : beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, misalnya : system computer.
    6. system tak tentu : system yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
    7. system tertutup : system yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
    8. system terbuka : system yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.

    Pengendalian system dapat berupa :
    1. pengendalian umpan balik (feedback control system) : proses mengukur keluaran dari system yang dibandingkan dengan suatu standar tertentu.
    system pengendalian umpan balik mempunyai 4 komponen dasar, yaitu :
    – suatu karakteristik atau kondisi yang dikendalikan diukur dari keluarannya.
    – suatu sensor yang mengukur karakteristik atau kondisi tersebut.
    – suatu unit pegendali yang membandingkan hasil ukuran sensor dengan suatu standar.- suatu unit pengatur yang menghasilkan tindakan penyesuaian untuk masukkan selanjutnya.

    2. pengendalian umpan maju (feed forward control system) : mendorong proses dari system supaya menghasilkan hasil balik yang positif

    3. pengendalian pencegahan (preventive control system) : untuk mengendalikan system di muka sebelum proses dimulai dengan mencegah hal-hal yang merugikan untuk masuk ke dalam system.

    Definisi Informasi menurut John Burch dan Gary Grudnitski adalah data yang diletakkan dalam konteks yang lebih berarti dan berguna yang dikomunikasikan kepada penerima untuk digunakan di dalam pembuatan keputusan.

    Sedangkan, menurut George H. Bodnar, informasi adalah data yang berguna.

    Kualitas informasi sendiri tergantung dari 3 hal berikut :
    1. Akurat
    2. Tepat pada waktunya.
    3. Relevan

    Sedangkan nilai dari informasi ditentukan dari dua hal, yaitu : manfaat dan biaya mendapatkannya.

    Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi hal ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang sesuatu keadaan.

    DAFTAR PUSTAKA
    H.M, Jogiyanto, (1988), Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer, BPFE, Yogyakarta.

  3. Hasna Kusuma Dewi says:

    1405200 / HASNA KUSUMA DEWI / 2014-A / SIA

    PENGENALAN SIA

    SISTEM

    M.J Alexander dalam buku Information System Analysis : Teory and Application, system merupakan suatu group dari elemen – elemen baik berbentuk fisik maupun non – fisik ang menunjukkan suatu kumpulan saling berhubungan diantaranya dan berinteraksi bersama – sama menuju satu atau lebih tujuan,sasaran atau akhir dari sebuah sistem.
    Klasifikasi sistem dapat dilihat dalam beberapa tinjauan, diantaranya :
    • Berdasarkan Wujud Fisik (Bentuk), dibedakan
    o Non physical adalah suatu sistem yang secara fisik tidak ada tapi terjadi, contoh: sistem teologi.
    o Physical adalah suatu sistem yang secara fisik ada, contoh: sistem komputer
    • Berdasarkan Kejadian, dibedakan
    o Natural (alami) adalah sistem yang terjadi karena proses alam dan tidak terdapat proses campur tangan manusia, contoh: sistem rotasi bumi, sistem tata surya
    o Human mode (buatan manusia) adalah sistem yang terjadi karena adanya suatu proses campur tangan manusia, contoh: sistem pengendalian banjir, sistem tata kota
    • Berdasarkan Sifat, dibedakan
    o Deterministic adalah sebuah sistem yang beroperasi dalam cara yang dapat diramalkan secara tepat serta interaksi antar bagian – bagian dapat diketahui secara pasti, contoh: sistem program computer, sistem audio visual
    o Probabilistic adalah suatu sistem yang diuraikan dalam istilah perilaku yang mungkin, tetapi selalu ada sedikit kesalahan atas ramalan terhadap jalannya system, contoh: sistem pemilihan presiden, sistem persediaan barang.
    • Berdasarkan Metode, dibedakan
    o Closed ( tertutup) adalah sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau energi dengan lingkungannya, contoh: sebuah reaksi kimia di dalam sebuah tabung berisolasi dan tertutup.
    o Open ( terbuka ) adalah sistem yang selalu berhubungan dengan lingkungan luarnya untuk melakukan proses dalam mendapatkan output, contoh: sistem biologis, sistem keorganisasian

    PENGENDALIAN SISTEM
    Karena suatu sistem tidak ada yang tertutup, supaya sistem dapat terus melangsungkan hidupnya, maka sistem harus mempunyai daya membela diri atau sistem harus mempunyai daya beli diri atau sistem harus mempunyai sistem pengendalian. Jenis pengendalian:

    A. Sistem Pengendalian Umpan Balik
    Pengendalian umpan balik merupakan proses mengukur keluaran dari sistem yang dibandingkan dengan suatu standar tertentu. Bilamana terjadi perbedaan – perbedaan atau penyimpangan – penyimpangan akan dikoreksi untuk memperbaiki masukan sistem selanjutnya. Study teoritis tentang sistem pengendalian umpan balik disebut dengan cybernetisc. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu kybernettes yang berarati “orang yang mengatur ” penerapan suatu pengendalian daam suatu sistem.
    Sistem pengendalian umpan balik mempunyai 4 komponen dasar, yaitu :
    1. Suatu karakteristik atau kondisi yang dikendalikan diukur dari keluarannya.
    2. Suatu sensor (censor) yang mengukur karakteristik atau kondisi tersebut.
    3. Suatu unit pengendalian (control unit ) yang membandingkan hasil ukuran censor dengan suatu standar.
    4. Suatu unit pengatur (activating unit) yang menghasilkan tindakan penyesuaian untuk masukkan proses selanjudnya.
    Sistem pengendalian umpan balik disebut juga dengan istilah negative feedback, karena hasil balik yang negative akan dikendalikan supaya menjadi baik untuk masukan proses selanjutnya.

    B. Sistem Pengendalian Umpan Maju
    Sistem pengendalian umpan maju (feedforward control system) disebut juga dengan istilah positive feedback. Positive feedback mencoba mendorong proses dari sistem supaya manghasilkan hasil balik yang posiif. Sistem pengendalian umpan maju ini merupakan perkembangan dari sitem pengendalian umpan balik. Di dalam sistem pengendalian umpan balik, pengendalian dilakukan setelah keluaran dihasilkan. Pengendalian sepertin ini diangap mempunyai kelemahan bilamana penyimpanan dari luar dengan standar sangat besar. Padahal keluaran ini merupakan hasil yang sudah terlanjur terjadi dan dapat mengakibatkan hal sangat fatal. Ide supaya keluaran dapat dihasilkan dengan hasil balik yang baik atau positif merupakan konsep dari sistem pengendalian umpan maju. sehingga untuk hal – hal yang dianggap dapat terjadi penyimpangan yang besar dan tidak boleh terjadi, dilakukan pengendalian umpan maju. Supaya keluaran dapat dihasilkan umpan balik yang positif, maka pengendalian tidak boleh diukur dari keluarannya, tetapi diukur dan dikendalikan dari prosesnya. Selama proses didalam sistem, selalu dilakukan pengamatan dan dan cepat – cepat diatasi bila bila mulai terjadi penyimpangan sebelum terlanjur fatal pada keluarannya.

    C. Sistem Pengendalian Pencegahan
    Kalau sistem pengendalian umpan balik mengendalikan keluarannya dan sistem pengendalian umpan maju mengendalikan prosesnya, maka sistem pengendalian pencegahan mencoba unutk mengendalikan sistem dimuka sebelum proses dimulai dengan mencegah hal – hal yang merugikan untuk masuk kedalam sistem. Sistem pengendalian intern (internal control) merupakan contoh penerapan dari sistem pengendalian pencegahan. Penerapan kebijaksanaan – kebijaksanaan, metode – metode dan prosedur – prosedur didalam sistem pengendalian intern dimaksudkan untuk mencegah hal – hal yang tidak baik mengganggu masukan, proses dan hasil dari sistem supaya dapat beroperasi seperti yang diharapkan.

    INFORMASI

    Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi sipenerima dan mempunyai nilai yang nyata atau yang dapat dirasakan dalam mengambil keputusan-keputusan dimasa sekarang ataupun yang akan datang.”( Gordon, B. Davis, Accounting Information System P.27 :1983 )

    SIFAT INFORMASI:
    • Eksternal
    Bersifat mandatory (perintah) dan essential (sangat diperlukan)
    • Internal
    Bersifat discretionary(kebebasan yang ditentukan)

    NILAI INFORMASI:
    benefit : ketidakpastian yang berkurang
    improved decision : perencanaan dan penjadwalan yang semakin baik
    cost : mendapatkan data, memproses data, menyimpan data, melaporkan

    KARAKTERISTIK INFORMASI:
    1. Relevant (relevan)
    Menambah pengetahuan atau nilai bagi pengambil keputusan dengan mengurangi ketidakpastian, meningkatkan kemampuan untuk meramalkan atau mengkonfirmasi atau membetulkan harapan sebelumnya.
    2. Reliable (dapat dipercaya)
    Tidak ada kesalahan atau tidak bias dan akurat untuk suatu kejadian atau aktivitas organisasi
    3. Complete (lengkap)
    tidak mengabaikan data penting
    4. Timely (tepat waktu)
    Tersedia tepat waktu untuk pengambilan keputusan
    5. Understandable (dapat dimengerti)
    Dalam bentuk yang dapat dimengerti
    6. Verifiable (dapat dibuktikan kebenarannya)
    Menghasilkan informasi yang sama dari dua orang yang saling independen.

    DAFTAR PUSTAKA
    Laksito, Wawan. [2011]. Sistem. [Online]. Tersedia: https://wawanlaksito.wordpress.com/2011/04/03/sistem/. [19 Febuari]
    Ludia, Zeth. [2013]. Pengendalian Sistem. [Online]. Tersedia: http://zethside.blogspot.co.id/2013/04/pengendalian-system.html. [19 Febuari]
    Septiani, Erika. S.I.A. [Online]. Tersedia: https://erika0391989.wordpress.com/sistem-informasi-akuntansi/. [19 Febuari]

  4. Wulan Lutfiyanti says:

    1404853 / Wulan Lutfiyanti/ 2014-A / SIA

    PENGENALAN SIA

    Pengertian Sistem
    Webster’s Third New Collegiate Dictionary dalam Simatupang (1995:6) memberikan pengertian tentang sistem bahwa sistem adalah sebagai suatu kesatuan (unity) yang kompleks yang dibentuk oleh bagian-bagian yang berbeda-beda (diverse) yang masing-masing terikat pada (subjected to) rencana yang sama atau kontribusi (serving) untuk mencapai tujuan yang sama.
    Menurut saya sistem merupakan kumpulan dari beberapa unsur yang memiliki fungsi berbeda, yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

    Jenis-jenis sistem
    1. Berdasarkan wujudnya
    • Sistem Abstrak (Abstract System) Sistem Abstrak adalah sistem yang tidak nampak secara fisik & berbentuk pemikiran-pemikiran atau ide-ide. Contoh : Sistem Ketuhanan yaitu sistem yg berupa pemikirantentang hubungan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
    • Sistem Fisik (Psysical System) Sistem Fisik adalah sistem yang nampak secara fisik (ada wujudnya). Contoh : Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Informasi Pemasaran dsb.

    2. Berdasarkan hubungan dengan pihak diluar sistem
    • Sistem Terbuka (Open System) Sistem Terbuka yaitu sistem yang memiliki interaksi atau terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Contoh : Sistem komputerisasi pembelian barang.
    • Sistem Tertutup (Closed System) Sistem Tertutup yaitu sistem yang tidak memiliki interaksi atau terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Dalam realitasnya hampir tidak ada contoh dari sistem yang secara mutlak tertutup, yang ada hanyalah system yang relatip tertutup (Relatively Closed System). Maksud dari relatip tertutup adalah bahwa suatu system membatasi hanya pada masukan-masukan yang baik saja.

    3. Berdasarkan keberadaannya
    • Sistem Alamiah (Natural System) Sistem Alamiah adalah sistem yang tidak dapat dibuat oleh manusia, melainkan dibuat oleh Tuhan Y.M.E & terjadi melalui proses alam. Contoh : Sistem pernafasan.
    • Sistem Buatan Manusia (Human Made System) Sistem Buatan Manusia adalah sistem yang dirancangdan dibuat oleh manusia. Contoh : Sistem komputerisasi penggajian

    4. Berdasarkan proses kegiatannya
    • Sistem Tertentu (Deterministic System) Sistem Tertentu yaitu sistem yang operasionalnya dapat diprediksikan terlebih dahulu. Contoh : Sistem komputerisasi penjualan
    • Sistem Tak Tentu (Probabilistic System) Sistem Tak Tentu yaitu sistem yang mengandung unsur probabilitas didalam pelaksanaannya. Contoh : Sistem Ramalan Cuaca

    5. Berdasarkan ruang lingkupnya/tingkatannya
    • Supra/super sistem Supra sistem adalah sistem yang mempunyai hubungan lebih luas dari sistem. Contoh suprasistem : Jika sekolah dipandang sebagai suatu sistem, pendidikan adalah suprasistemnya.
    • Sistem merupakan kumpulan dari beberapa unsur yang memiliki fungsi berbeda, yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Contoh :
    • Sub sistem merupakan komponen atau bagian dari suatu system, subsistem ini bisa phisik ataupun abstrak. contoh dari beberapa subsistem tubuh manusia: Sistem Peredaran Darah

    Pengendalian sistem
    1. Feedback Control System (pengendalian umpan balik)
    Merupakan proses mengukur keluaran dari sistem yang dibandingkan dengan suatu standar tertentu. Bilamana ada perbedaan2 atau penyimpangan2 akan dikoreksi untuk memperbaiki masukan sistem selanjutnya.
    2. Feedforward Control System (sistem pengendalian umpan maju)
    Sistem pengendalian umpan maju ini merupakan perkembangan dari sitem pengendalian umpan balik. Di dalam sistem pengendalian umpan balik, pengendalian dilakukan setelah keluaran dihasilkan.
    3. Preventive Control System (sistem pengendalian pencegahan)
    • Mengendalikan sistem dimuka sebelum proses dimulai dengan mencegah hal-hal yang merugikan untuk masuk ke dalam sistem.
    • Contoh : sistem pengendalian intern (internal control), dimana penerapan kebijaksanaan2, metode2, dan prosedur2 didalam sistem pengendalian intern dimaksudkan untuk mencegah hal-hal yang tidak baik yang mengganggu masukan, proses dan hasil dari sistem supaya sistem dapat beroperasi seperti yang diharapkan.

    INFORMASI
    • Abdul Kadir (2002: 31); McFadden dkk (1999) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut.
    • Azhar Susanto (2004:46) dalam bukunya Sistem Informasi Akuntansi, menyatakan bahwa informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat.
    Menurut saya informasi merupakan data yang telah diolah yang memiliki arti dan manfaat sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat.

    Pentingnya informasi
    Selain untuk mengurangi ketidakpastian dan mengarahkan perhatian pada masalah penting. Informasi juga memiliki peranan sangat besar bagi kehidupan dalam berbagai bidang, seperti politik,ekonomi,sosial,budaya,pertahanan dan lain sebagainya.

    Sifat informasi
    • Mandatory (wajib/perintah)
    • Essential (penting)

    Bentuk Informasi
    • Formal, jelas eksplisit ketetapan dan penugasannya
    • Informal, karena kebutuhanyang tidak ada pada saluran formal

    Kualitas Informasi
    Informasi yang berkualitas (memiliki nilai bagi pengambilan keputusan) menurut James A. Senn, memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
    a. Akurat (accuracy) : bebas dari kesalahan, tidak bias / menyesatkan, jelas mencerminkan maksudnya.
    b. Bentuk (form) : kualitatif atau kuantitatif, numerical atau berupa grafik, ringkas atau rinci.
    c. Frekuensi (frequency) : seberapa sering informasi dibutuhkan, dikumpulkan atau dihasilkan.
    d. Kelebarannya (breadth) : ruang lingkup, meliputi berbagai bidang atau hanya satu bidang saja.
    e. Asal (origin) : informasi berasal dari dalam atau dari luar perusahaan / organisasi.
    f. Orientasi waktu (time horizon) : informasi dapat berorientasi pada masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.
    g. Tepat pada waktunya (timeliness) : informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan tidak boleh terlambat, keterlambatan dapat mengakibatkan informasi tidak mempunyai nilai lagi.
    h. Relevan (relevance) : mempunyai manfaat untuk digunakan sebagaimana mestinya, sesuai peruntukkannya.
    i. Lengkap (completeness) : mengandung semua data – data yang penting yang dibutuhkan semua pengguna informasi.
    j. Ekonomis (economies) : informasi yang dihasilkan melalui proses yang ekonomis (dari segi biaya)
    k. Sederhana (simple) : informasi sebaiknya tidak terlalu kompleks, tidak bertele – tele sehingga memudahkan penentuan prioritas.
    l. Dapat dibuktikan (approved) : informasi harus dapat dibuktikan, dapat di cek kebenarannya.

    Nilai Informasi
    Nilai informasi ditentukan oleh dua hal yaitu :
    • Manfaat
    • Biaya mendapatkannya.
    Suatu informasi dikatakan bernilai, bila manfaatnya lebih besar daripada biaya mendapatkannya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian didalam proses pengambilan keputusan tetang suatu keadaan.


    Daftar pustaka
    Artikelsiana. Pengertian Sistem, Unsur, & Arti Sistem Menurut Para Ahli. [Online]. Tersedia: http://www.artikelsiana.com/2015/10/pengertian-sistem-unsur-arti-sistem.html. [19 Februari 2016].
    Priambodo666. Sistem Informasi Akuntansi. [Online]. Tersedia: https://priambodo666.wordpress.com/2010/11/02/sistem-informasi-akuntansi/. [19 Februari 2016].
    Ludia, Zeth. Pengendalian System. [online]. Tersedia: http://zethside.blogspot.co.id/2013/04/pengendalian-system.html. [19 Februari 2016].
    http://dhukunweb.blogspot.co.id/2012/04/kualitas-dan-nilai-informasi.html. [19 februari 2016].
    Zakiyudin, Aiz. Kualitas dan Nilai Informasi. [online]. Tersedia: http://ais-zakiyudin.blogspot.co.id/2012/05/kualitas-dan-nilai-informasi.html. [19 Februari 2016].

  5. Putri Humaira says:

    1405794 / Putri Humaira / 2014-A / SIA

    PENGENALAN SIA

    SISTEM
    Andri Kristanto, mengatakan bahwa pengertian sistem adalah suatu jaringan kerja dari sebuah prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama untuk melakukan kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
    Shrode dan Voich, Jr (1974: 122) mendefinisikan sistem adalah “System is a set of interrelated parts, working independently and jointly, in pursuit of common objectives of the whole, within a complex environment” atau sistem adalah kumpulan unsur-unsur atau bagian-bagian yang saling berinteraksi,saling ketergantungan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu dalam lingkungan yang kompleks.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu jaringan kerja yang terdiri dari beberapa bagian yang berkaitan satu sama lain dan membentuk sebuah prosedur untuk mencapai tujuan tertentu.

    Menurut Mulyadi (2009:5) yang dimaksud dengan Prosedur adalah Suatu kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu department atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.

    Menurut Richard F. Neuschel (1971) yang dikutip oleh Yogiyanto (1996:4) mendefinisikan Suatu prosedur adalah suatu urut-urutan kegiatan klerikal ( tulis menulis ), biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi

    Jadi dapat disimpulkan bahwa prosedur adalah suatu urutan yang tersusun yang biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu bagian department atau lebih, serta disusun untuk menjamin penanganan secara seragam terhadap transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang

    JENIS SISTEM
    1. Sistem Abstrak (Abstract System) dan Sistem Fisik (Psysical System) / Berdasarkan wujudnya
    • Sistem Abstrak adalah sistem yang tidak nampak secara fisik & berbentuk pemikiran-pemikiran atau ide-ide. Contoh : Sistem Ketuhanan yaitu sistem yg berupa pemikirantentang hubungan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
    • Sistem Fisik adalah sistem yang nampak secara fisik (ada wujudnya). Contoh : Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Informasi Pemasaran dsb.
    2. Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System) / Berdasarkan hubunganya dengan pihak diluar sistem
    • Sistem Alamiah adalah sistem yang tidak dapat dibuat oleh manusia, melainkan dibuat oleh Tuhan Y.M.E & terjadi melalui proses alam. Contoh : Sistem pernafasan.
    • Sistem Buatan Manusia adalah sistem yang dirancangdan dibuat oleh manusia. Contoh : Sistem komputerisasi penggajian
    3. Sistem Tertentu (Deterministic System) dan Sistem Tak Tentu (Probabilistic System) / Berdasarkan proses kegiatanya
    • Sistem Tertentu yaitu sistem yang operasionalnya dapat diprediksikan terlebih dahulu. Contoh : Sistem komputerisasi penjualan
    • Sistem Tak Tentu yaitu sistem yang mengandung unsur probabilitas didalam pelaksanaannya. Contoh : Sistem Ramalan Cuaca
    4. Sistem Tertutup (Closed System) dan Sistem Terbuka (Open System) / Berdasarkan keberadaanya
    • Sistem Tertutup yaitu sistem yang tidak memiliki interaksi atau terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Dalam realitasnya hampir tidak ada contoh dari sistem yang secara mutlak tertutup, yang ada hanyalah system yang relatip tertutup (Relatively Closed System). Maksud dari relatip tertutup adalah bahwa suatu system membatasi hanya pada masukan-masukan yang baik saja.
    • Sistem Terbuka yaitu sistem yang memiliki interaksi atau terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Contoh : Sistem komputerisasi pembelian barang.
    5. Sistem , Subsistem & Supra Sistem / Berdasarkan ruang lingkupnya
    • Sistem adalah kumpulan / group / komponen apapun baik phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu
    • Subsistem adalah komponen yang koheren dan agak independen dari sistem yang lebih besar. Subsistem sebenarnya hanyalah sistem di dalam suatu sistem, ini berarti bahwa sistem berada pada lebih dari satu tingkat. Pemisalan lainnya, mobil adalah suatu system yang terdiri dari system-sistem bawahan seperti system mesin, system badan mobil dan system rangka.
    • Suprasistem adalah sistem yang mempunyai hubungan lebih luas dari sistem. Sebagai contoh, jika pemerintah kabupaten disebut sebagai sebuah sistem, maka pemerintah provinsi berkedudukan sebagai supersistem. Jika ditinjau dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi adalah subsistem dan pemerintah pusat adalah supersistem.

    PENGENDALIAN SISTEM (CONTROL SYSTEM)
    Manusia memiliki kemampuan membela diri untuk kelangsungan hidupnya ,begitu pula dengan sebuah sistem .Untuk dapat melangsungkan jalannya proses sebuah sistem dengan baik dibutuhkan berupa sistem pengawasan

    JENIS PENGENDALIAN SISTEM
    A. Pengendalian Umpan Balik
    Pengendalian umpan balik merupakan proses mengukur keluaran dari sistem yang dibandingkan dengan suatu standar tertentu. Bilamana terjadi perbedaan – perbedaan atau penyimpangan – penyimpanga akan dikoreksi untuk memperbaiki masukan sistem selanjudnya. Study teoritis tentang sistem pengendalian umpan balik disebut dengan cybernetisc.
    Sistem pengendalian umpan balik disebut juga dengan istilah negative feedback, karena hasil balik yang negative akan dikendalikan supaya menjadi baik untuk masukan proses selanjudnya.
    Contoh yang paling umum dari sistem pengendalian umpan balik adalah sistem themostat di dalam alat pendingin. (air conditioner).
    B. Pengendalian Umpan Maju
    Sistem pengendalian umpan maju (feedforward control system) disebut juga dengan istilah positive feedback. Positive feedback mencoba mendorong proses dari sistem supaya manghasilkan hasil balik yang posiif. Sistem pengendalian umpan maju ini merupakan perkembangan dari sitem pengendalian umpan balik. Di dalam sistem pengendalian umpan balik, pengendalian dilakukan setelah keluaran dihasilkan. Pengendalian sepertin ini diangap mempunyai kelemahan bilamana penyimpanan dari luar dengan standar sangat besar. Padahal keluaran ini merupakan hasil yang sudah terlanjur terjadi dan dapat mengakibatkan hal sangat fatal. Ide supaya keluaran dapat dihasilkan dengan hasil balik yang baik atau positif merupakan konsep dari sistem pengendalian umpan maju. sehingga untuk hal – hal yang dianggap dapat terjadi penyimpangan yang besar dan tidak boleh terjadi, dilakukan pengendalian umpan maju. Supaya keluaran dapat dihasilkan umpan balik yang positip, maka pengendalian tidak boleh diukur dari keluarannya, tetapi diukur dan dikendalikan dari prosesnya. Selama proses didalam sistem, selalu dilakukan pengamatan dan dan cepat – cepat diatasi bila bila mulai terjadi penyimpangan sebelum terlanjur fatal pada keluarannya.
    Contoh dari sistem pengendalian umpan maju misalnya penerapan sistem pengenadalian umpan maju yang paling banyak diterapkan pada sistem akuntansi adalah pada sistem perencanaan kas akan sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal bilaman saldo kas suatu ketika saldo menjadi sangat kecil atau bahkan menjadi defisit dan akan menyebabkan lekuiditas perusahaan rendah., sebagai akibatnya aktivitas perusahaan dapat terganggu. Untuk mengatasi hal ini, meka penerapan sistem pengendalian umpan maju diterapkan dengan meramalkan arus dari saldo kas dimasa mendatang dengan membuat sistem anggaran kas.
    C. Pengendalian Pencegahan
    Sistem pengendalian pencegahan mencoba unutk mengendalikan sistem dimuka sebelum proses dimulai dengan mencegah hal – hal yang merugikan untuk masuk kedalam sistem. Sistem pengendalian intern (internal control) merupakan contoh penerapan dari sistem pengendalian pencegahan.
    Penerapan kebijaksanaan – kebijaksanaan, metode – metode dan prosedur – prosedur didalam sistem pengendalian intern dimaksudkan untuk mencegah hal – hal yang tidak baik mengganggu masukan, proses dan hasil dari sistem supaya dapat beroperasi seperti yang diharafkan

    INFORMASI
    Jogianto dalam bukunya yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Informasi, mengemukakan informasi sebagai data yang diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih bermanfaat bagi yang menerima informasi.
    Azhar Susanto didalam bukunya yakni Sistem Informasi Akuntansi, menyatakan bahwa informasi merupakan hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat tertentu.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian informasi adalah data yang telah ditranformasi melalui sebuah proses dan berguna dimana data tersebut dapat digunakan untuk mengambil sebuah keputusan

    PENTINGNYA INFORMASI
    Informasi peranannya sangat besar bagi kehidupan dalam berbagai bidang, seperti politik,ekonomi,sosial,budaya,pertahanan dan lain sebagainya. Dalam kehidupan manusia, teknologi informasi berfungsi untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan manusia

    KUALITAS DAN NILAI INFORMASI
    • Akurat (accuracy) : bebas dari kesalahan, tidak bias / menyesatkan, jelas mencerminkan maksudnya.
    • Bentuk (form) : kualitatif atau kuantitatif, numerical atau berupa grafik, ringkas atau rinci.
    • Frekuensi (frequency) : seberapa sering informasi dibutuhkan, dikumpulkan atau dihasilkan.
    • Kelebarannya (breadth) : ruang lingkup, meliputi berbagai bidang atau hanya satu bidang saja.
    • Asal (origin) : informasi berasal dari dalam atau dari luar perusahaan / organisasi.
    • Orientasi waktu (time horizon) : informasi dapat berorientasi pada masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.
    • Tepat pada waktunya (timeliness) : informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan tidak boleh terlambat, keterlambatan dapat mengakibatkan informasi tidak mempunyai nilai lagi.
    • Relevan (relevance) : mempunyai manfaat untuk digunakan sebagaimana mestinya, sesuai peruntukkannya.
    • Lengkap (completeness) : mengandung semua data – data yang penting yang dibutuhkan semua pengguna informasi.
    • Ekonomis (economies) : informasi yang dihasilkan melalui proses yang ekonomis (dari segi biaya)
    • Sederhana (simple) : informasi sebaiknya tidak terlalu kompleks, tidak bertele – tele sehingga memudahkan penentuan prioritas.
    • Dapat dibuktikan (approved) : informasi harus dapat dibuktikan, dapat di cek kebenarannya.

    BENTUK INFORMASI
    • Formal : jelas eksplisit ketetapan dan penugasannya
    • Tidak formal : karena kebutuhan yg tidak ada pada saluran formal

    Daftar Pustaka :

    Rizky.Qieqie. Pengertian dan defenisi prosedur .[online]. Tersedia : http://qieqierizky.blogspot.co.id/2014/10/pengertian-dan-definisi-dari-prosedur.html [19/02/2016]
    Artikelsiana. Pengertian sistem. [Online]. Tersedia : http://www.artikelsiana.com/2015/10/pengertian-sistem-unsur-arti-sistem.html. [19/02/2016]
    Priambodo. Sistem Informasi Akuntansi. [Online] Tersedia : https://priambodo666.wordpress.com/2010/11/02/sistem-informasi-akuntansi/. [19/02/2016]
    Fardian. Konsep dasar sistem. [online]. Tersedia : http://fardian.mhs.uksw.edu/2012/11/konsep-dasar-sistem.html. [19/02/2016]
    Zakiyudin.Ais . Kuliatas dan Nilai Informasi. [online]. Tersedia : http://ais-zakiyudin.blogspot.co.id/2012/05/kualitas-dan-nilai-informasi.html. [19/02/2016]

  6. Dyta Permatasari says:

    1401343/Dyta Permatasari/2014-A/SIA-1
    Definisi Sistem dan prosedur akuntansi menurut W. Gerald Cole :
    “Sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan.”
    “Prosedur adalah suatu urut-urutan pekerjaan klerikal (clerical), biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu bagian atau lebih, disusun untuk menjamin adanya yang seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang sering terjadi”.
    Pekerjaan klerikal adalah:
    1. Menulis: misal penulisan nama dan alamat pembeli, dan lain-lain data pada faktur penjualan.
    2. Pemberian kode; misal memberi kode rekening yang didebit dan dikredit.
    3. Pembandingan; misal membandingkan faktur pembelian denga laporan penerimaan barang.
    4. Pembukuan; misal membukukan data pada bukti transaksi ke dalam buku jurnal.
    5. Penggandaan; misal menulis faktru penjualan rangkap empat.
    6. Pemilahan; misal memilah faktur pembelian menurut abjad pemasok.
    7. Perhitungan; misal perkalian, pembagian, penjumlaham dan pengurangan.
    8. Pembuatan daftar-daftar; misal daftar piutang yang menunggak lebih dari satu bulan.
    Klasifikasi Sistem
    Klasifikasi sistem dapat dilihat dalam beberapa tinjauan, diantaranya :
    1. Berdasarkan Wujud Fisik (Bentuk), dibedakan
    a. Non physical adalah suatu sistem yang secara fisik tidak ada tapi terjadi, contoh: sistem teologi.
    b. Physical adalah suatu sistem yang secara fisik ada, contoh: sistem komputer
    2. Berdasarkan Kejadian, dibedakan
    a. Natural (alami) adalah sistem yang terjadi karena proses alam dan tidak terdapat proses campur tangan manusia, contoh: sistem rotasi bumi, sistem tata surya
    b. Human mode (buatan manusia) adalah sistem yang terjadi karena adanya suatu proses campur tangan manusia, contoh: sistem pengendalian banjir, sistem tata kota
    3. Berdasarkan Sifat, dibedakan
    a. Deterministic adalah sebuah sistem yang beroperasi dalam cara yang dapat diramalkan secara tepat serta interaksi antar bagian – bagian dapat diketahui secara pasti, contoh: sistem program computer, sistem audio visual
    b. Probabilistic adalah suatu sistem yang diuraikan dalam istilah perilaku yang mungkin, tetapi selalu ada sedikit kesalahan atas ramalan terhadap jalannya system, contoh: sistem pemilihan presiden, sistem persediaan barang.
    4. Berdasarkan Metode, dibedakan
    a. Closed ( tertutup) adalah sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau energi dengan lingkungannya, contoh: sebuah reaksi kimia di dalam sebuah tabung berisolasi dan tertutup.
    b. Open ( terbuka ) adalah sistem yang selalu berhubungan dengan lingkungan luarnya untuk melakukan proses dalam mendapatkan output, contoh: sistem biologis, sistem keorganisasian.
    Pengendalian System
    Karena suatu sistem tidak ada yang tertutup, supaya sistem dapat terus melangsungkan hidupnya, maka sistem harus mempunyai daya membela diri atau sistem harus mempunyai daya beli diri atau sistem harus mempunyai sistem pengendalian. Pengendalian dari suatu sistem dapat berupa pengendalian umpan balik (feedback control system), dan pengendalian umpan maju (feed forward control system ) dan pengendalian pencegahan (preventive control system), yaitu :
    a. Sistem Pengendalian Umpan Balik
    Pengendalian umpan balik merupakan proses mengukur keluaran dari sistem yang dibandingkan dengan suatu standar tertentu. Bilamana terjadi perbedaan – perbedaan atau penyimpangan – penyimpanga akan dikoreksi untuk memperbaiki masukan sistem selanjudnya. Study teoritis tentang sistem pengendalian umpan balik disebut dengan cybernetisc. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu kybernettes yang berarati “orang yang mengatur ” penerapan suatu pengendalian daam suatu sistem.
    Sistem pengendalian umpan balik mempunyai 4 komponen dasar, yaitu :
    1. Suatu karakteristik atau kondisi yang dikendalikan diukur dari keluarannya.
    2. Suatu sensor (censor) yang mengukur karakteristik atau kondisi tersebut.
    3. Suatu unit pengendalian (control unit ) yang membandingkan hasil ukuran censor dengan suatu standar.
    4. Suatu unit pengatur (activating unit) yang menghasilkan tindakan penyesuaian untuk masukkan proses selanjudnya.
    Sistem pengendalian umpan balik disebut juga dengan istilah negative feedback, karena hasil balik yang negative akan dikendalikan supaya menjadi baik untuk masukan proses selanjudnya. Contoh yang paling umum dari sistem pengendalian umpan balik adalah sistem themostat di dalam alat pendingin. (air conditioner).
    b. Sistem Pengendalian Umpan Maju
    Sistem pengendalian umpan maju (feedforward control system) disebut juga dengan istilahpositive feedback. Positive feedback mencoba mendorong proses dari sistem supaya manghasilkan hasil balik yang posiif. Sistem pengendalian umpan maju ini merupakan perkembangan dari sitem pengendalian umpan balik. Di dalam sistem pengendalian umpan balik, pengendalian dilakukan setelah keluaran dihasilkan. Contoh penerapan sistem pengenadalian umpan maju yang paling banyak diterapkan pada sistem akuntansi adalah pada sistem perencanaan kas akan sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal bilaman saldo kas suatu ketika saldo menjadi sangat kecil atau bahkan menjadi defisit dan akan menyebabkan lekuiditas perusahaan rendah., sebagai akibatnya aktivitas perusahaan dapat terganggu.
    c. Sistem Pengendalian Pencegahan
    Kalau sistem pengendalian umpan balik mengendalikan keluarannya dan sistem pengendalian umpan maju mengendalikan prosesnya, maka sistem pengendalian pencegahan mencoba unutk mengendalikan sistem dimuka sebelum proses dimulai dengan mencegah hal – hal yang merugikan untuk masuk kedalam sistem. Sistem pengendalian intern (internal control) merupakan contoh penerapan dari sistem pengendalian pencegahan. Penerapan kebijaksanaan – kebijaksanaan, metode – metode dan prosedur – prosedur didalam sistem pengendalian intern dimaksudkan untuk mencegah hal – hal yang tidak baik mengganggu masukan, proses dan hasil dari sistem supaya dapat beroperasi seperti yang diharafkan.
    Informasi
    Informasi merupakan komoditas yang sangat penting bagi perusahaan, karena dengan adanya informasi akan membantu dalam operasi dan pengambilan keputusan sehari-hari. Untuk memberikan gambaran yang jelas tentang istilah data dan informasi dalam hubungannya dengan proses penyediaan informasi, berikut ini diberikan pengertian untuk masing-masing istilah tersebut. Data dapat diartikan sebagai fakta atau jumlah yang merupakan masukan (input) bagi suatu sistem informasi. Biasanya data ini dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan oleh manajemen. Menurut Bodnar dan Hopwood (2000:1) informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat.
    Dengan adanya sistem yang baik diharapkan dapat menghasilkan suatu informasi yang berkualitas tinggi. Informasi yang baik tersebut mempunyai kriteria sebagai berikut, relevan, akurat, tepat waktu, ringkas, jelas, dapat diukur, dan konsisten. Untuk lebih jelasnya masing-masing kriteria akan dijelaskan sebagai berikut :
    1. Relevan
    Informasi yang relevan berkaitan dengan sejauh mana informasi tersebut dapat membuat perbedaan untuk Alternatif pengambilan keputusan.
    2. Akurat
    Keakuratan informasi berkaitan dengan ketepatan dan keandalan informasi tersebut sehingga informasi yang akurat, berarti bebas dari kesalahan dan tidak menyesatkan bagi pemakai informasi.
    3. Tepat waktu
    Ketepatan waktu sebuah informasi sangat penting, karna informasi tersebut harus tersedia pada saat dibutuhkan karma berhubungan dengan pengambilan keputusan atau kebijakan.
    4. Ringkas
    Keringkasan sebuah informasi berarti informasi tersebut sudah digolongkan dan disajikan dalam format yang tidak terlalu detail sehingga tidak membingungkan para pemakai informasi.
    5. Jelas
    Informasi yang jelas menunjukan tingkat kemampuan informasi tersebut sudah digolongkan dan disajikan dalam format yang tidak terlau detail.
    6. Dapat di ukur
    Berhubungan dengan konsep pengukuran informasi, Informasi yang dapat diukur akan menambah nilai informasi tersebut.
    7. Konsisten
    Sebuah informasi berhubungan dengan kemampuan untuk dapat di bandingkan dengan informasi sejenis dari fungsi yang berbeda atau informasi yang sejenis dengan waktu yang berbeda.
    Jadi sesuai dengan pengertian diatas bahwa informasi merupakan keluaran (output) dari suatu proses pengolahan data. Informasi ini biasanya telah tersusun dengan baik dan mempunyai arti bagi penerimanya, sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan oleh manajemen.


    DAFTAR PUSTAKA :
    Sistem Akuntansi.(2009).”Bab-1 : Pengertian Sistem Akuntansi”.[Online].Terserdia http://sistem-akuntansi1000.blogspot.sg/2009/08/pengertian-sistem.html [19 Februari 2016]
    Laksito, Wawa.(2011).”Sistem”.[Online]. Tersedia https://wawanlaksito.wordpress.com/2011/04/03/sistem/ [19 Fenruari 2016]
    Zeth.(2013).”Pengendalian System”.[Online].Tersdiahttp://zethside.blogspot.sg/2013/04/pengendalian-system.html [19 Februari 2016]
    Dunia Baca.”Pengertian Sitem Informasi Akuntansi”.[Online].Tersedia http://duniabaca.com/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html [19 Februari 2016]

  7. Cindi Ajeng Pratiwi says:

    1403559 / Cindi Ajeng Pratiwi / 2014-a / SIA

    Pengertian Sistem dan Prosedur
    Menurut Mulyadi (1993:5), definisi sistem dan prosedur adalah sebagai berikut :
    ”Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan. Sedangkan prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang”.

    Dari definisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa suatu sistem terdiri dari jaringan prosedur; sedangkan prosedur merupakan urutan kegiatan klerikal. Kegi¬atan klerikal (clerical operation) terdiri dari kegiatan berikut ini yang dilakukan untuk mencatat informasi dalam formulir, buku jurnal, dan buku besar :
    a. Menulis.
    b. Menggandakan.
    c. Menghitung.
    d. Memberi kode.
    e. Mendaftar.
    f. Memilih (mensortasi).
    g. Memindah.
    h. Membandingkan.

    Jenis-jenis Sistem
    1. Jenis sistem berdasarkan wujudnya:
    a. Sistem Abstrak (Abstract System)
    adalah sistem yang berisi gagasan atau konsep, misalnya sistem teologi yang berisi gagasan tentang hubungan manusia dan tuhan.
    b. Sistem Fisik (Physical System
    adalah sistem yang secara fisik dapat dilihat, misalnya sistem komputer, sistem sekolah, sistem akuntansi dan sistem transportasi.
    2. Jenis sistem berdasarkan hubungannya dengan pihak diluar sistem:
    a. Sistem Terbuka (Open System)
    adalah sistem yang berhubungan dengan lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya sistem perusahaan dagang.
    b. Sistem Tertutup (Close System)
    adalah sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau energi dengan lingkungan, dengan kata lain sistem ini tidak berinteraksi dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya reaksi kimia dalam tabung yang terisolasi.

    3. Jenis sistem berdasarkan keberadaannya:
    a. Sistem Alamiah (Natural System)
    adalah sistem yang terjadi karena alam, misalnya sistem tata surya.
    b. Sistem Buatan Manusia (Human Made System)
    adalah sistem yang dibuat oleh manusia,misalnya sistem komputer.
    4. Jenis sistem berdasarkan proses kegiatannya:
    a. Sistem Tertentu (Deterministic System)
    adalah suatu sistem yang operasinya dapat diprediksi secara tepat, misalnya sistem komputer.
    b. Sistem Tak Tertentu (Probabilistic System)
    adalah sistem yang tak dapat diramal dengan pasti karena mengandung unsur probabilitas, misalnya sistem arisan dan sistem sediaan, kebutuhan rata-rata dan waktu untuk memulihkan jumlah sediaan dapat ditentukan tetapi nilai yang tepat sesaat tidak dapat ditentukan dengan pasti.
    5. Jenis sistem berdasarkan ruang lingkup/tingkatannya:
    a. Supra Sistem/Super sistem
    Suprasistem adalah sistem yang mempunyai hubungan lebih luas dari sistem. Jika suatu sistem menjadi bagian dari sistem lain yang lebih besar, maka sistem yang lebih besar tersebut dikenal dengan sebutan supersistem. Sebagai contoh, jika pemerintah kabupaten disebut sebagai sebuah sistem, maka pemerintah provinsi berkedudukan sebagai supersistem. Jika ditinjau dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi adalah subsistem dan pemerintah pusat adalah supersistem.
    b. Sistem
    Sistem adalah hubungan antara unit yang satu dengan unit yang lainnya yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan tidak dapat dipisahkan serta menuju suatu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Misalnya apabila satu unit didalam suatu perusahaan mengalami gangguan, maka unit yang lainnya pun akan terganggu dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    c. Subsistem
    Subsistem adalah komponen yang koheren dan agak independen dari sistem yang lebih besar.Subsistem merupakan komponen atau bagian dari suatu system, subsistem ini bisa phisik ataupun abstrak. Subsistem sebenarnya hanyalah sistem di dalam suatu sistem, ini berarti bahwa sistem berada pada lebih dari satu tingkat. Pemisalan lainnya, mobil adalah suatu system yang terdiri dari system-sistem bawahan seperti system mesin, system badan mobil dan system rangka. Masing-masing system ini terdiri dari system tingkat yang lebih rendah lagi.
    Pengertian pengendalian sistem menurut Hansen & Mowen adalah proses penetapan standar dengan menerima umpan balik berupa kinerja sesungguhnya, dan mengambil tindakan yang diperlukan jika kinerja sesungguhnya berbeda secara signifikan dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.
    Jenis pengendalian sistem:
    1. Pengendalian Umpan Balik (Feed Back Control System)
    merupakan proses mengukur keluaran dari sistem yang dibandingkan dengan suatu standar tertentu. Bilamana terjadi perbedaan – perbedaan atau penyimpangan – penyimpanga akan dikoreksi untuk memperbaiki masukan sistem selanjudnya. Study teoritis tentang sistem pengendalian umpan balik disebut dengan cybernetisc. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitukybernettes yang berarati “orang yang mengatur ” penerapan suatu pengendalian daam suatu sistem.
    Sistem pengendalian umpan balik mempunyai 4 komponen dasar, yaitu :
    1. Suatu karakteristik atau kondisi yang dikendalikan diukur dari keluarannya.
    2. Suatu sensor (censor) yang mengukur karakteristik atau kondisi tersebut.
    3. Suatu unit pengendalian (control unit ) yang membandingkan hasil ukuran censor dengan suatu standar.
    4. Suatu unit pengatur (activating unit) yang menghasilkan tindakan penyesuaian untuk masukkan proses selanjudnya.

    2. Pengendalian Umpan Maju (Feed Forward Control System)
    disebut juga dengan istilah positive feedback. Positive feedback mencoba mendorong proses dari sistem supaya manghasilkan hasil balik yang posiif. Sistem pengendalian umpan maju ini merupakan perkembangan dari sitem pengendalian umpan balik. Di dalam sistem pengendalian umpan balik, pengendalian dilakukan setelah keluaran dihasilkan. Pengendalian sepertin ini diangap mempunyai kelemahan bilamana penyimpanan dari luar dengan standar sangat besar
    Contoh penerapan sistem pengenadalian umpan maju yang paling banyak diterapkan pada sistem akuntansi adalah pada sistem perencanaan kas akan sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal bilaman saldo kas suatu ketika saldo menjadi sangat kecil atau bahkan menjadi defisit dan akan menyebabkan lekuiditas perusahaan rendah., sebagai akibatnya aktivitas perusahaan dapat terganggu. Untuk mengatasi hal ini, meka penerapan sistem pengendalian umpan maju diterapkan dengan meramalkan arus dari saldo kas dimasa mendatang dengan membuat sistem anggaran kas.
    3. Pengendalian Pencegahan (Preventive Control System)
    Kalau sistem pengendalian umpan balik mengendalikan keluarannya dan sistem pengendalian umpan maju mengendalikan prosesnya, maka sistem pengendalian pencegahan mencoba unutk mengendalikan sistem dimuka sebelum proses dimulai dengan mencegah hal – hal yang merugikan untuk masuk kedalam sistem. Sistem pengendalian intern (internal control) merupakan contoh penerapan dari sistem pengendalian pencegahan. Penerapan kebijaksanaan – kebijaksanaan, metode – metode dan prosedur – prosedur didalam sistem pengendalian intern dimaksudkan untuk mencegah hal – hal yang tidak baik mengganggu masukan, proses dan hasil dari sistem supaya dapat beroperasi seperti yang diharafkan.
    Pengertian Informasi adalah Sekumpulan data/ fakta yang diorganisasi atau diolah dengan cara tertentu sehingga mempunyai arti bagi penerim. Data yang telah diolah menjadi sesuatu yang berguna bagi si penerima maksudnya yaitu dapat memberikan keterangan atau pengetahuan. Dengan demikian yang menjadi sumber informasi adalah data. Informasi dapat juga di katakan sebuah pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi.

    Pentingnya Informasi :
    1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
    2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
    3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
    4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
    5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
    6. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
    7. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
    8. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
    9. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
    10. Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada
    tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.

    Sifat Informasi:
    a. Mandatory (wajib/perintah)
    Merupakan sesuatu yang diperintahkan dengan orang lain yang harus atau wajib dikerjakan atau disampaikan.
    b. Essential (penting)
    Merupakan inti atau pokok penting yang mendasar

    Bentuk Informasi
    a. Formal
    sesuai dengan peraturan yang sah; menurut adat kebiasaan yang berlaku
    b. Tidak Formal
    Tidak sesuai dengan peraturan yang sah

    Kualitas dan Nilai Informasi:
    1. Ketepatannya (Accurate)
    adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran.
    2. Ketepatan Waktu (Timely Basis)
    Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada saat yang tepat. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika terlambat diterima/usang, karena tidak dapat dimanfaatkan pada saat pengambilan keputusan.
    3. Kesesuainnya (Relevance)
    Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika tidak sesuai dengan kebutuhan penggunanya, karena tidak dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan.
    4. Kehandalannya (Raliable)
    Informasi sangat membutuhkan nilai handal karena apabila tidak sesuai dengan kehandalannya informasi tidak berjalan dengan lancar.
    5. Kejelasan (Clarity)
    Informasi yang jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai informasi. Kejelasan informasi dipengaruhi oleh bentuk dan format informasi.
    6. Konsistensi (Consistency)
    melakukan suatu kegiatan secara terus menerus dengan tekun dan benar tanpa keluar dari jalur / batasan batasan yang telah di tentukan maupun sesuai dengan ucapan yang telah dilontarkan.
    7. Ringkas padat isi (Conciseness)
    Terdapat isi dari suatu informasi yang bentuknya ringkas padat atau jelas
    8. Keterukunan (Quantifiability)
    Informasi membutuhkan kerukunan agar informasi berjalan dengan lancar

    Daftar Pustaka
    Mulyadi (1993) “ Pengertian Sistem dan Prosedur” [Online]. Tersedia http://tipsmotivasihidup.blogspot.co.id/2013/02/perbedaan-pengertian-sistem-dan-prosedur.html [19 Februari 2016]
    Huse F Edgar, dan James L. Bowdict (2010) “Jenis-Jenis Sistem” [Online]. Tersedia
    https://ariebrain.wordpress.com/2010/03/06/sistem/ [19 Februari 2016]
    Putra, Bayu (2011) “Pentingnya Infrmasi” [Online] Tersedia http://bayuputrau.blogspot.co.id/2011/10/jelaskan-pentingnya-informasi-dalam.html [19 Februari 2016]

    Ludia, Zeth (2013) “Pengendalian System” [Online] Tersedia
    http://zethside.blogspot.co.id/2013/04/pengendalian-system.html [19 Februari 2016]
    Nurmaliana, Ana (2010) “Nilai Informasi” [Online] Tersedia http://ana4.ilearning.me/laporan-kkp/kkp/2-2-konsep-dasar-informasi/ [19 Februari 2016]

  8. AI SISKA MARLIANA says:

    NAMA : AI SISKA MARLIANA
    NIM : 1404921
    PRODI : AKUNTANSI
    KELAS : A / 2014
    MATA KULIAH : SISTM INFORMASI AKUNTANSI
    PENGENALAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

    A. PENGERTIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    SIA menggunakan berbagai aktivitas yang sistematik untuk menghasilkan informasi yang relevan. elemen-elemen penting dari SIA, yaitu :
    1. Pemakai Akhir (End User)
    Terdiri dari pemakai akhir internal dan eksternal. Pemakai akhir internal adalah pihak manajemen di setiap tingkat organisasi. Pemakai akhir eksternal adalah para kreditur, pemegang saham, investor potensial, pajak, pemerintah, pemasok dan pelanggan.
    2. Sumber Data
    Sumber data adalah transaksi keuangan yang memasuki sistem informasi dari sumber eksternal dan internal. Transaksi keuangan eksternal umumnya sumber data yang sering terjadi. Transaksi keuangan internal adalah transaksi yang melibatkan pertukaran dan pergerakan sumber daya organisasi misalnya pergerakan bahan mentah ke persediaan barang jadi, penyusutan pabrik dan peralatan.
    3. Pengumpulan Data
    Yakni tahap operasional yang tujuannya untuk memastikan bahwa data yang memasuki sistem itu sah, lengkap dan bebas dari kesalahan. Pengumpulan data melibatkan tahap-tahap seperti memperoleh data transaksi, mencatat data tersebut ke formulir dan memvalidasi dan mengedit data untuk menjamin keakuratan dan kelengkapan.
    4. Pemrosesan Data
    Dalam pemrosesan data ini, data dioleh untuk menghasilkan informasi. Fungsi pemrosesan data terdiri dari tahap-tahap berikut ini :
    1. mengklasifikasikan atau menetapkan data yang dikumpulkan menjadi kategori yang telah ditetapkan sebelumnya
    2. penjabaran atau mengkopi/mereproduksi data ke dokumen atau media lain
    3. penyortiran atau pengaturan elemen data menurut satu atau lebih karaktersitik
    4. Batching, atau mengumpulkan bersama-sama kelompok transaksi yang sama sifatnya
    5. Menggabungkan atau mengkombinasikan dua atau lebih tumpukan atau file data
    6. Kalkulasi atau melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian
    7. Ikhtisar atau menyatukan elemen kuantitatif
    8. Membandingkan atau menguji item dari batch/tumpukan yang terpisah atau file untuk menemukan kecocokan atau untuk menentukan perbedaan
    5. Manajemen Database
    Database organisasi merupakan tempat penyimpanan fisik data keuangan dan non keuangan. Manajemen database bertugas untuk menyimpan, memperbaiki, memanggil dan menghapus data.
    6. Penghasil Informasi
    Yakni proses mengumpulkan, mengatur, memformat, dan menyajikan informasi untuk para pemakai. Fungsi ini termasuk tahap-tahap seperti menginterpretasikan, melaporkan dan mengkomunikasikan informasi.
    7. Umpan Balik
    Yakni berbentuk output yang dikirimkan kembali ke sistem sebagai sumber data. Umpan balik ini dapat bersifat internal atau eksternal dan digunkan untuk memulai atau mengubah suatu proses.
    B. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER
    Tugas pengolahan data perusahaan dilaksanakan oleh SIA yang mengumpulkan data kegiatan perusahaan lalu memprosesnya menjadi informasi yang berguna bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan.
    Komputer digunakan pada seluruh jenis sistem informasi. Teknologi informasi mencakup komputer dan teknologi lain yang digunakan untuk memproses informasi. Setiap organisasi yang menggunakan komputer untuk memproses data transasksi memiliki fungsi sistem informasi. Fungsi sistem informasi bertanggung jawab untuk pengolahan data. Pengolahan data merupakan aplikasi SIA yang paling mendasar dalam setiap organisasi.
    Beberapa teknologi informasi yang mendukung keberadaan SIA di suatu perusahaan meliputi :
    a. Sistem pengubah tampilan dokumen (document image system)
    Sistem ini menggunakan komputer untuk secara digital menangkap, menyimpan dan menampilkan dokumen, gambar, grafik dan ilustrasi-ilustrasi lainnya dengan cara sama seperti pemrosesan kata. Pemrosesan kata atau teks dokumen menyimpan dan memproses hanya kata (teks) dokumen.
    b. Sistem tanggap cepat (quick response system)
    Sistem ini digunakan untuk gugus manajemen mutu (TQM=Total Quality Management) dalam bisnis, dimana dalam melaksanakan sesuatu dengan tepat pada saat pertama. TQM mensyaratkan produksi berkualitas tinggi, efisiensi, operasional dan pengembangan operasi secara terus menerus.
    c. Sistem komputer terpadu manufaktur (manufacture integrated computer system)
    Sistem ini adalah pendekatan terpadu untuk pemanfaatan teknologi informasi pada perusahaan manufaktur. Komponen-komponen sistem ini biasanya mencakup stasiun-stasiun kerja (CAD), sistem pengawasan dan pengendalian produksi tepat waktu, dan sistem pemesanan dan pengendalian persediaan.

    Beberapa tahapan proses pengolahan data yang memperoleh manfaat besar dari penggunaan komputer adalah :
    • Verifikasi
    Yaitu pengecekan kebenaran atau kelayakan angka-angka yang menjadi input dalam suatu proses
    • Sortir
    Yaitu pensortiran data ke dalam beberapa klasifikasi yang berbeda
    • Transmission
    Yaitu memindahkan lokasi data dari suatu tempat ke tempat lainnya
    • Perhitungan
    Yaitu melakukan perhitungan-perhitungan secara cepat
    C. SIKLUS HIDUP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Pengembangan sistem adalah proses memodifikasi atau mengubah sebagian atau seluruh sistem informasi. Proses ini membutuhkan komitmen substansial mengenai waktu dan sumber daya serta merupakana aktivitas berkesinambungan dalam banyak organisasi. Dalam beberapa hal, sistem informasi menyerupai suatu organisasi, yaitu hidup, lahir, tumbuh, menjadi matang, berfungsi dan akhirnya mati. Proses evolusi ini disebut siklus hidup sistem yang terdiri atas tahap-tahap perencanaan, analisis, rancangan, penerapan dan penggunaan.
    • Tahap Perencanaan
    Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini dimulai dari adanya masalah atau peluang. Dilanjutkan dengan mengidentifikasikan masalah tersebut, menentukan tujuan dari sistem yang akan dibuat, mengidentifikasikan kendala-kendala yang akan dihadapi serta melakukan studi kelayakan. Jika menurut hasil studi kelayakan dinyatakan bahwa pengembangan sistem ini layak, maka proses dilanjutkan dengan mempersiapkan usulan sistem yang pada tahap selanjutnya dapat saja usulan sistem ini ditolak. Jika usulan sistem diterima, proyek akan dilanjutkan dengan tahap penelitian
    • Tahap Analisis dan Rancangan
    Tahap ini merupakan penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan merancang sistem baru atau memperbaharui yang sudah ada.
    Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam tahap analisa, yaitu
    1. menetukan kebutuhan informasi
    2. melakukan survey
    3. menyusun cara pemenuhan kebutuhan informasi dan cara memecahkan masalahnya
    Tahap rancangan sistem adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. Langkah-langkah dalam tahap rancangan ini dapat mengikuti pedomen dibawah ini
    1. menyiapkan rancangan yang rinci mengenai data, proses dan laporan yang akan dibuat dengan pendekatan atas-bawah maupun bawah-atas
    2. mengidentifikasikan, mengevaluasi, dan memilih berbagai alternatif pilihan rancangan yang sekiranya dapat dijadikan pertimbangan untuk dipakai dan dapat dipilih yang paling baik
    3. menyiapkan usulan penerapan yang mengikhtisarkan tugas-tugas penerapan yang harus dilakukan, keuntungan yang diharapkan, dan biayanya
    4. menyetujui atau menolak penerapan, biasanya mempertimbangkan antara manfaat dan biaya
    Secata teknis ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam tahap rancangan sistem informasi, sebagi berikut :
    1. merancang bentuk-bentuk dokumen keluaran
    2. merancang bentuk-bentuk dokumen masukan
    3. merancang format file dan databasenya
    4. nerancabg program aplikasi
    • Tahap Penerapan dan Penggunaan
    Sesudah menyelesaikan pekerjaan merancang sistem baru, langkah berikutnya adalah mengimplementasikan dan melaksanakan sistem baru tersebut.
    Tahap penerapan ini akan meliputi kegiatan berikut :
    1. perencanaan penerapan sistem haruslah dipahami dengan baik oleh manajer agar dapat menggunakan pengetahuan ini untuk mengembangkan rencana penerapan yang sangat rinci
    2. mengumumkan penerapan sistem kepada pagawai agar mereka tahu mengenai keputusan untuk menetapkan sistem baru dengan meminta kerjasama mereka
    3. mendapatkan sumber daya yang sesuai
    4. menyiapkan database dengan cara merubah data lama ke versi baru ataupun membuat adata baru
    5. mendidik peserta dan pemakai agar dapat mengimplementasikan sistem baru
    6. masuk ke sistem baru berarti mulai menggunakan sistem baru dan meninggalkan sistem lama
    Bila seluruh langkah diatas sudah dikerjakan, berarti sistem informasi yang baru sudah siap untuk dilaksanakan dan digunakan. Tahap penggunaan sistem informasi ini dilakukan dengan dua cara :
    1. perubahan paralel, yaitu melaksanakan sistem baru bersama dengan sistem lama sehingga ada dua proses data untuk setiap transaksi yang terjadi
    2. perubahan langsung, yaitu menghentikan penggunaan sistem lama dan sekaligus menggantinya dengan sistem baru
    D. PERAN AKUNTAN DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Akuntan berinteraksi dengan SIA bisa dalam bentuk menggunakan, mengevaluasi, dan mengembangkan SIA. Tentu saja fungsi ini sesuai dengan posisi pekerjaan seorang akuntan yang bisa dikategorikan menjadi akuntan keuangan, manajer akuntansi, ahli akuntansi pajak, akuntan manajemen, pengembang sistem, dan auditor.

    BENTUK PENGAWASAN DI DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Kasus-kasus yang sering terjadi dalam banyak organisasi adalah tidak diselesaikannya suatu penugasan, tidak ditepatinya waktu penyelesaian pekerjaan (deadline), suatu anggaran yang berlebihan, dan kegiatan-kegiatan lain yang menyimoang dari rencana. Pengawasan dapat didefinisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai. Hal ini berkenaan dengan cara-cara membuat kegiatan-kegiatan sesuai yang direncanakan. Pengertian ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat erat antara perencanaan dan pengawasan.
    Proses pengawasan didalam SIA juga berhubungan erat dengan fungsi-fungsi manajerial lainnya, yaitu perencanaan, pengorganisasian dan pengarahan.
    Ada beberapa faktor yang membuat pengawasan semakin diperlukan oleh setiap organisasi, yaitu :
    1. perubahan lingkungan organisasi
    2. peningkatan kompleksitas organisasi
    3. kesalahan-kesalahan
    4. kebutuhan manajer untuk mendelegasikan wewenang
    Proses pengawasan yang dilakukan didalam SIA biasanya terdiri paling sedikit lima tahap, yaitu :
    1. penetapan standar pelaksanaan (perencanaan)
    2. penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan
    3. pengukuran pelaksanaan kegiatan yang nyata
    4. membandingkan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan
    5. pengmbilan tindakan koreksi bila perlu
    sumber : https://rumahradhen.wordpress.com/materi-kuliahku/semester-6/sistem-informasi-akuntansi/pengenalan-sistem-informasi-akuntansi/

  9. Tuti Nurhayati says:

    1405042/ Tuti Nurhayati / 2014- A / SIA-1
    Pengenalan Sistem Informasi Akuntansi

    1. Definisi Sistem Informasi Akuntansi
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut:
    Bodnard dan Hopwood (2000:23) bahwa “sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi”. Baridwan (1996:4) bahwa “sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan komunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan kreditur ) dan pihak-pihak dalam (terutama manajemen )”.

    2. Unsur-unsur Sistem Informasi Akuntansi

    Unsur-unsur Sistem Informasi Akuntansi menurut La Midjan(1999:30) yaitu :
    1. Struktur organisasi dan uraian tugas (Jod description)
    2. Sistem Informasi (general accounting) atau Sistem Informasi pokok, yang terdiri dari :
    a. Susunan rekening atau bagian rekening (Chart of Account)berupa : Rekening-rekening neraca dan rekening-rekening laba rugi
    b. Siklus akuntansi, pendebetan, atau pengkreditan
    c. Buku-buku besar dan buku-buku besar pembantu (general ledger, subsidiary ledger) berikut kartu register.
    d. Dokumen-dokumen (business papers) berupa SKP, Voucher dan lain-lain.
    3. Sistem Akuntansi pembelian, persediaan dan utang
    4. Sistem Informasi penjualan dan piutang
    5. Sistem Informasi keuangan (kas dan Bank)
    6. Sistem informasi proses produksi dan biaya
    7. Sistem Informasi upah dan gaji
    8. Sistem Informasi aktiva tetap
    9. Sistem Informasi Pengawasan
    10.Sistem pelaporan

    SIA menggunakan berbagai aktivitas yang sistematik untuk menghasilkan informasi yang relevan. elemen-elemen penting dari SIA, yaitu :
    1. Pemakai Akhir (End User)
    Terdiri dari pemakai akhir internal dan eksternal. Pemakai akhir internal adalah pihak manajemen di setiap tingkat organisasi. Pemakai akhir eksternal adalah para kreditur, pemegang saham, investor potensial, pajak, pemerintah, pemasok dan pelanggan.
    2.Sumber Data
    Sumber data adalah transaksi keuangan yang memasuki sistem informasi dari sumber eksternal dan internal. Transaksi keuangan eksternal umumnya sumber data yang sering terjadi. Transaksi keuangan internal adalah transaksi yang melibatkan pertukaran dan pergerakan sumber daya organisasi misalnya pergerakan bahan mentah ke persediaan barang jadi, penyusutan pabrik dan peralatan.
    3. Pengumpulan Data
    Yakni tahap operasional yang tujuannya untuk memastikan bahwa data yang memasuki sistem itu sah, lengkap dan bebas dari kesalahan. Pengumpulan data melibatkan tahap-tahap seperti memperoleh data transaksi, mencatat data tersebut ke formulir dan memvalidasi dan mengedit data untuk menjamin keakuratan dan kelengkapan.
    4. Pemrosesan Data
    Dalam pemrosesan data ini, data dioleh untuk menghasilkan informasi. Fungsi pemrosesan data terdiri dari tahap-tahap berikut ini :
    A. mengklasifikasikan atau menetapkan data yang dikumpulkan menjadi kategori yang telah ditetapkan sebelumnya
    B. penjabaran atau mengkopi/mereproduksi data ke dokumen atau media lain
    C. penyortiran atau pengaturan elemen data menurut satu atau lebih karaktersitik
    D. Batching, atau mengumpulkan bersama-sama kelompok transaksi yang sama sifatnya
    E. Menggabungkan atau mengkombinasikan dua atau lebih tumpukan atau file data
    F. Kalkulasi atau melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian
    G. Ikhtisar atau menyatukan elemen kuantitatif
    H. Membandingkan atau menguji item dari batch/tumpukan yang terpisah atau file untuk menemukan kecocokan atau untuk menentukan perbedaan
    5. Manajemen Database
    Database organisasi merupakan tempat penyimpanan fisik data keuangan dan non keuangan. Manajemen database bertugas untuk menyimpan, memperbaiki, memanggil dan menghapus data.
    6. Penghasil Informasi
    Yakni proses mengumpulkan, mengatur, memformat, dan menyajikan informasi untuk para pemakai. Fungsi ini termasuk tahap-tahap seperti menginterpretasikan, melaporkan dan mengkomunikasikan informasi.
    7. Umpan Balik
    Yakni berbentuk output yang dikirimkan kembali ke sistem sebagai sumber data. Umpan balik ini dapat bersifat internal atau eksternal dan digunkan untuk memulai atau mengubah suatu proses.

    SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER

    Tugas pengolahan data perusahaan dilaksanakan oleh SIA yang mengumpulkan data kegiatan perusahaan lalu memprosesnya menjadi informasi yang berguna bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan.
    Komputer digunakan pada seluruh jenis sistem informasi. Teknologi informasi mencakup komputer dan teknologi lain yang digunakan untuk memproses informasi. Setiap organisasi yang menggunakan komputer untuk memproses data transasksi memiliki fungsi sistem informasi. Fungsi sistem informasi bertanggung jawab untuk pengolahan data. Pengolahan data merupakan aplikasi SIA yang paling mendasar dalam setiap organisasi.
    Beberapa teknologi informasi yang mendukung keberadaan SIA di suatu perusahaan meliputi :
    a. Sistem pengubah tampilan dokumen (document image system)
    Sistem ini menggunakan komputer untuk secara digital menangkap, menyimpan dan menampilkan dokumen, gambar, grafik dan ilustrasi-ilustrasi lainnya dengan cara sama seperti pemrosesan kata. Pemrosesan kata atau teks dokumen menyimpan dan memproses hanya kata (teks) dokumen.
    b. Sistem tanggap cepat (quick response system)
    Sistem ini digunakan untuk gugus manajemen mutu (TQM=Total Quality Management) dalam bisnis, dimana dalam melaksanakan sesuatu dengan tepat pada saat pertama. TQM mensyaratkan produksi berkualitas tinggi, efisiensi, operasional dan pengembangan operasi secara terus menerus.
    c. Sistem komputer terpadu manufaktur (manufacture integrated computer system)
    Sistem ini adalah pendekatan terpadu untuk pemanfaatan teknologi informasi pada perusahaan manufaktur. Komponen-komponen sistem ini biasanya mencakup stasiun-stasiun kerja (CAD), sistem pengawasan dan pengendalian produksi tepat waktu, dan sistem pemesanan dan pengendalian persediaan.

    Beberapa tahapan proses pengolahan data yang memperoleh manfaat besar dari penggunaan komputer adalah :
    • Verifikasi
    Yaitu pengecekan kebenaran atau kelayakan angka-angka yang menjadi input dalam suatu proses
    • Sortir
    Yaitu pensortiran data ke dalam beberapa klasifikasi yang berbeda
    • Transmission
    Yaitu memindahkan lokasi data dari suatu tempat ke tempat lainnya
    • Perhitungan
    Yaitu melakukan perhitungan-perhitungan secara cepat
    BENTUK PENGAWASAN DI DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Kasus-kasus yang sering terjadi dalam banyak organisasi adalah tidak diselesaikannya suatu penugasan, tidak ditepatinya waktu penyelesaian pekerjaan (deadline), suatu anggaran yang berlebihan, dan kegiatan-kegiatan lain yang menyimoang dari rencana. Pengawasan dapat didefinisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai. Hal ini berkenaan dengan cara-cara membuat kegiatan-kegiatan sesuai yang direncanakan. Pengertian ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat erat antara perencanaan dan pengawasan.
    Proses pengawasan didalam SIA juga berhubungan erat dengan fungsi-fungsi manajerial lainnya, yaitu perencanaan, pengorganisasian dan pengarahan. Ada beberapa faktor yang membuat pengawasan semakin diperlukan oleh setiap organisasi, yaitu :
    1. perubahan lingkungan organisasi
    2. peningkatan kompleksitas organisasi
    3. kesalahan-kesalahan
    4. kebutuhan manajer untuk mendelegasikan wewenang

    Proses pengawasan yang dilakukan didalam SIA biasanya terdiri paling sedikit lima tahap, yaitu :
    1. penetapan standar pelaksanaan (perencanaan)
    2. penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan
    3. pengukuran pelaksanaan kegiatan yang nyata
    4. membandingkan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan
    5. pengmbilan tindakan koreksi bila perlu.
    Sumber :
    http://riezquchiha.wordpress.com/2010/10/09/sistam-informasi-akuntansi-sia/
    http://ridwaniskandar.files.wordpress.com/2009/05/54-unsur-karateristik-sia.pdf
    http://ivaninternisti.wordpress.com/2010/11/05/makalah-sistem-informasi-akuntansi/
    https://rumahradhen.wordpress.com/materi-kuliahku/semester-6/sistem-informasi-akuntansi/pengenalan-sistem-informasi-akuntansi/

  10. Anonymous says:

    NIM/NAMA/KLS : 1400434 / KRISNA ROSDIANA / AKUNTANSI 2014-A / SIA

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi (SIA) – Proses dalam SIAmenggunakan sistem pemrosesan transaksi untuk mencatat berbagai operasi transaksi yang terjadi, yang mempengaruhi status finansial organisasi. Sistem ini mengenai operasional sistem akuntansi, dan menangani laporan historis dari semua transaksi yang terjadi dalam jumlah besar. Selain itu, sistem ini membuat berbagai laporan seperti laporan keseimbangan keuangan dan rekening masukan yang semuanya memberikan gambaran finansial dari organisasi
    Sistem Informasi

    Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna. Salah satu kerangka kerja sistem informasi ialaha sistem informasi akuntansi

    Sistem Informasi Akuntansi

    Menurut Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.”

    Menurut Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003) mengatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data.”

    Menurut Nugroho Wdjajanto (2001) menyatakan bahwa : “Sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.”

    Menurut La Midjan dan Azhar Susanto (2001) menyatakan bahwa: “Sistem informasi akuntansimerupakan suatu sistem pengolahan data akuntansi yang merupakan koordinasi dari manusia, alat dan metode yang berinteraksi secara harmonis dalam suatu wadah organisasi yang terstruktur untuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen yang berstruktur pula.”

    Sedangkan menurut Romney & Steinbart (2000) Sistem informasi akuntansi adalah serangkaian dari satu atau lebih komponen yang saling berelasi dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan, yang terdiri dari pelaku, serangkaian prosedur, dan teknologi informasi.

    Berdasarkan definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu kombinasi dari berbagai sumber daya yang dirancang untuk memproses data akuntansi dan keuangan yang ada dan mengubahnya menjadi informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

    Sebagai sebuah sistem informasi, SIA menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Dimana akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.

    Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :

    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Subsistem Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    • Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    • Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    • Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    • Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    • Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
    Menurut Mulyadi (2001, pp19-20), sistem informasi memiliki empat tujuan umum dalam penyusunannya, yaitu :

    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru. ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

    Menurut Hall (2001, p18), mengatakan pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi akuntasi adalah :

    • Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen.
    Kepengurusan merujuk ke tanggung jawab manajemen untuk mengatur sumber daya perusahaan secara benar. Sistem informasi menyediakan informasi tentang kegunaan sumber daya ke pemakai eksternal melalui laporan keuangan tradisional dan laporan-laporan yang diminta lainnya. Secara internal, pihak manajemen menerima informasi kepengurusan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.
    • Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi memberikan para manajer informasi yang mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
    • Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi menyediakan informasi bagi personel operasi untuk membantu mereka melakukan tugas mereka setiap hari dengan efisien dan efektif. adalah untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan dalam meningkatkan efesiensi dan efektifitas kegiatan operasional perusahaan, khususnya dalam proses arus informasi akuntansi

    Pengendalian Sistem Informasi Akuntansi

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    Sistem pemrosesan transaksi : mendukung proses operasi bisnis harian.
    Sistem buku besar/ pelaporan keuangan : menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
    Sistem pelaporan manajemen : yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.

    A. Ancaman atas Sistem Informasi Akuntansi
    Perusahaan telah semakin bergantung pada SIA, yang juga telah berkembang semakin kompleks untuk memenuhi peningkatan kebutuhan atas informasi. Sejalan dengan peningkatan kompleksitas sistem dan ketergantungan pada sistem tersebut , perusahaan menghadapi resiko atau ancaman yang bisa terjadi kepada SIA mereka. Ancaman –ancaman tersebut bisa disebabkan oleh sebagai berikut:
    1. Kehancuran karena bencana alam dan politik
    2. Kesalahan pada sofware dan tidak berfungsinya peralatan
    3. Tindakan yang tidak disengaja
    4. Tindakan sengaja (kejahatan komputer)

    B. Mengapa Ancaman SIA Meningkat
    Banyak perusahaan yang tidak secara memadai melindungi data mereka karena beberapa alasan:
    1. Masalah pengendalian komputer sering diremehkan
    2. Implikasi-implikasi pengendalian untuk berpindah dari sistem komputer tidak dipahami
    3. Banyak pihak yang tidak menyadari bahwa keamanan data adalah hal yang penting untuk kelangsungan hidup perusahaan mereka.

    C. Tinjauan Konsep Pengendalian
    Pengendalian internal melaksanakan tiga fungsi penting yaitu:
    1. Pengendalian untuk pencegahan, mencegah timbulnya suatu masalah sebelum mereka muncul
    2. Pengendalian untuk pemeriksaan
    3. Pengendalian korektif memecahkan masalah yang ditemukan oleh pengendalian untuk pemeriksaan

    D. Lingkungan Pengendalian
    Lingkungan Pengendalian terdiri atas faktor-faktor berikut ini.
    1. Komitmen atas integritas dan nilai-nilai etika
    2. Filosofi pihak manajemen dan gaya beroperasi.
    3. Struktur organisasional.
    4. Badan audit dewan komisaris
    5. Metode untuk memberikan otoritas dan tanggung jawab.
    6. Kebijakan dan praktek-praktek dalam SDM.
    7. Pengaruh-pengaruh eksternal.

    E. Aktivitas Pengendalian
    Secara umum, prosedur pengendalian termasuk dalam satu dari lima kategori berikut ini:
    1. otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai
    2. Pemisahan tugas
    3. Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai.
    4. Penjagaan aset dan catatan yang memadai.
    5. Pemeriksaan independen atas kinerja.

    F. Penilaian Resiko
    sistem pengendalian internal dengan menggunakan strategi manajemen resiko dibawah ini.
    1. Indentifikasi ancaman.
    2. Perkirakan resiko
    3. Perkirakan resiko Exposure
    4. Identifikasi pengendalian.
    5. Perkirakan biaya dan manfaat.
    6. Menetapkan efektivitas biaya dan manfaat.

    G. Informasi dan Komunikasi
    Tujuan utama dari SIA adalah mencatat, memproses, menyimpan, meringkas dan mengkomunikasikan informasi atas suatu organisasi. Hal ini berarti akuntan harus memahami:
    1. Transaksi diawali.
    2. Data didapat dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin
    3. File komputer diakses dan diperbarui.
    4. Data diproses untuk mempersiapkan sebuah informasi.
    5. Informasi dilaporkan ke para pemakai internal dan eksternal.

    H. Mengawasi Kinerja
    Komponen kelima dari pengendalian internal adalah pengawasan. Metode utama untuk mengawasi kinerja mencakup:
    1. Supervisi yang efektif
    2. Akuntansi pertanggungjawaban
    3. Audit internal

    Daftar Pustaka :
    http://amujaddid.blogspot.co.id/2012/11/pengendalian-sistem-informasi-akuntansi.html / http://ekonomiplanner.blogspot.co.id/2014/06/pengertian-sistem-informasi-akuntansi_24.html

  11. TEDHY KOENALA says:

    NIM/Nama/Kelas : 1404758/TEDHY KOENALA/2014-A/SIA-1

    1. Pengertian SIA
    menurut Wilkinson (1991) mengemukakan bahwa Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu kerangka pengkordinasian sumber daya (data, meterials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Sedangkan
    menurut Gelinas, Orams, dan Wiggins (1997) Mendefinisikan sistem informasi akuntansi (SIA) sebagai subsistem khusus dari sistem informasi manajemen yang tujuannya adalah menghimpun, memproses dan melaporkan informsi yang berkaitan dengan transaksi keuangan.

    SIA pada umumnya meliputi beberapa siklus pemrosesan transaksi:
    1. Siklus pendapatan. Berkaitan dengan pendistribusian barang dan jasa ke entitas lain dan pengumpulan pembayaranpembayaran yang berkaitan.
    2. Siklus pengeluaran. Berkaitan dengan perolehan barang jasa dari entitas lain dan pelunasan kewajiban yang berkaitan.
    3. Siklus produksi. Berkaitan dengan pengubahan sumberdaya menjadi barang dan jasa.
    4. Siklus keuangan. Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan perolehan dan manajemen dana-dana modal, termasuk kas.

    2. SISTEM
    DATA ===> DIPROSES / TRANSFORMASI ===> INFORMASI
    INPUT ===> MODEL ===> OUTPUT
    Sistem informasi berbasis komputer merupakan sekelompok perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mengubah data menjadi informasi yang bermanfaat.
    Jenis sistem informasi berbasis komputer
    1. Pengolahan Data. Pengolahan data elektronik – electronic data processing (EDP) adalah pemanfaatan teknologi komputer untuk melakukan pengolahan data transaksi-transaksi dalam suatu organisasi. EDP adalah aplikasi sistem informasi akuntansi paling dasar dalam setiap organisasi. Sehubungan dengan perkembangan teknologi komputer, istilah pengolahan data mulai dikenal dan mempunyai arti yang sama dengan istilah EDP.
    2. Sistem Informasi Manajemen (SIM), menguraikan penggunaan teknologi komputer untuk menyediakan informasi bagi pengambilan keputusan para manajer. 3. Sistem Pendukung Keputusan – Decision Support Systems (DSS). DSS diarahkan untuk melayani permintaan informasi tertentu, khusus, dan tidak rutin dari manajemen. Contoh adalah penggunaan spreadsheet untuk melakukan analisis “what if” dari data operasi atau anggaran.
    4. Sistem Pakar – expert systems (ES) adalah sistem informasi berbasis pengetahuan yang memanfaatkan pengetahuannya tentang bidang aplikasi tertentu untuk bertindak seperti seorang konsultan ahli bagi pemakainya.
    5. Sistem Informasi Eksekutif – executive information systems (EIS). EIS dibuat bagi kebutuhan informasi stratejik manajemen tingkat puncak.
    6. Sistem Informasi Akuntansi – sistem berbasis komputer yang dirancang untuk mengubah data akuntansi menjadi informasi. Meskipun istilah SIA sendiri adalah lebih luas lagi.

    3. INFORMASI DAN KEPUTUSAN
    Informasi adalah data yang berguna yang telah diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Informasi sangat penting bagi organisasi. Pada dasarnya informasi adalah penting seperti sumber daya yang lain, misalnya peralatan, bahan, tenaga, dsb.

    Informasi yang berkualitas dapat mendukung keunggulan kompetitif suatu organisasi (Xu, 2009). Dalam sistem informasi akuntansi, kualitas dari informasi yang disediakan merupakan hal penting dalam kesuksesan sistem.

    Secara konseputal seluruh sistem organisasional mencapai tujuannya melalui proses alokasi sumberdaya, yang diwujudkan melalui proses pengambilan keputusan manajerial. Informasi memiliki nilai ekonomik pada saat ia mendukung keputusan alokasi sumberdaya, sehingga dengan demikian mendukung sistem untuk mencapai tujuan.

    Pemakai informasi akuntansi dapat dibagi dalam dua kelompok besar: ekstern dan intern. Pemakai ekstern mencakup pemegang saham, investor, kreditor, pemerintah, pelanggan, pemasok, pesaing, serikat pekerja, dan masyarakat. Pemakai intern terutama para manajer, kebutuhannya bervariasi tergantung pada tingkatannya dalam organisasi atau terhadap fungsi yang mereka jalankan.

    Dari sudut pandang organisasi, dibedakan dua kelompok besar informasi akuntansi:
    · Mandatori: Berbagai badan pemerintah, swasta, dan perundangundangan menetapkan undang-undang untuk mencatat pelaporan. Untuk memenuhi persyaratan informasi mandatori, pertimbangan utama adalah meminimalkan biaya sejalan dengan pemenuhan standar keandalan dan kemanfaatan.
    · Bebas: Pertimbangan utama adalah bahwa manfaat yang dicapai melebihi biaya untuk menghasilkannya.

    DAFTAR PUSTAKA
    ivaninternisti. (2010). “Pengenalan Sistem Informasi Akuntansi”. [Online]. Tersedia : https://ivaninternisti.wordpress.com/2010/10/02/pengenalan-sistem-informasi-akuntansi/ [diakses : 22 Februari 2016]
    Mujilan, Agustinus. (2012). “Sistem Informasi Akuntansi: Teori dan Wawasan Dunia Elektronis Edisi 1”. Widya Mandala (WIMA) Pers, Madiun

  12. Silvi Aulia Darus says:

    1401726/SILVI AULIA DARUS/2014-A/SIA-1

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi (SIA) merupakan proses dalam SIA yang menggunakan sistem pemrosesan transaksi untuk mencatat berbagai operasi transaksi yang terjadi, yang mempengaruhi status finansial organisasi. Sistem ini mengenai operasional sistem akuntansi, dan menangani laporan historis dari semua transaksi yang terjadi dalam jumlah besar. Selain itu, sistem ini membuat berbagai laporan seperti laporan keseimbangan keuangan dan rekening masukan yang semuanya memberikan gambaran finansial dari organisasi
    Sistem Informasi
    Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna. Salah satu kerangka kerja sistem informasi ialaha sistem informasi akuntansi
    Sistem Informasi Akuntansi
    Menurut Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.”

    Menurut Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003) mengatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data.”

    Menurut Nugroho Wdjajanto (2001) menyatakan bahwa : “Sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.”

    Menurut La Midjan dan Azhar Susanto (2001) menyatakan bahwa: “Sistem informasi akuntansi merupakan suatu sistem pengolahan data akuntansi yang merupakan koordinasi dari manusia, alat dan metode yang berinteraksi secara harmonis dalam suatu wadah organisasi yang terstruktur untuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen yang berstruktur pula.”

    Sedangkan menurut Romney & Steinbart (2000) Sistem informasi akuntansi adalah serangkaian dari satu atau lebih komponen yang saling berelasi dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan, yang terdiri dari pelaku, serangkaian prosedur, dan teknologi informasi.

    Berdasarkan definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu kombinasi dari berbagai sumber daya yang dirancang untuk memproses data akuntansi dan keuangan yang ada dan mengubahnya menjadi informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

    Sebagai sebuah sistem informasi, SIA menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Dimana akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.

    Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    • Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    • Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    • Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    • Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    • Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)
    Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
    Menurut Mulyadi (2001, pp19-20), sistem informasi memiliki empat tujuan umum dalam penyusunannya, yaitu :
    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru. ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
    Menurut Hall (2001, p18), mengatakan pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi akuntasi adalah untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen.
    Kepengurusan merujuk ke tanggung jawab manajemen untuk mengatur sumber daya perusahaan secara benar. Sistem informasi menyediakan informasi tentang kegunaan sumber daya ke pemakai eksternal melalui laporan keuangan tradisional dan laporan-laporan yang diminta lainnya. Secara internal, pihak manajemen menerima informasi kepengurusan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.
    • Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi memberikan para manajer informasi yang mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
    • Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi menyediakan informasi bagi personel operasi untuk membantu mereka melakukan tugas mereka setiap hari dengan efisien dan efektif. adalah untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan dalam meningkatkan efesiensi dan efektifitas kegiatan operasional perusahaan, khususnya dalam proses arus informasi akuntansi.
    Komponen Sistem Informasi Akuntansi
    • Sumber daya manusia (SDM) yang terlatih yang memahami bisnis proses akuntansi dan keuangan secara umum, misalnya seorang Accounting.
    • Prosedur Keuangan dan Akuntansi
    • Formulir Data Keuangan, untuk mencatat seluruh aktifitas keuangan meliputi transaksi kas, persediaan, piutang, aktiva tetap, hutang, penjualan dan biaya.
    • Accounting Software, contohnya: MYOB, zahiraccounting, Oracle Finance.
    • Hardware berupa seperangkat komputer yang terhubung dengan jaringan (Networking), dan kelengkapan aksesoris pendukung lainnnya.
    Kendala Umum dalam penerapan Sistem Informasi Akuntansi
    • SDM yang belum siap terhadap penerapan sistem dan standarisasi keuangan yang baru, dan dibutuhkan waktu untuk pelatihan dan penerapannya.
    • Dibutuhkan software accounting dan perangkat komputer yang menunjang tingkat keamanan dan kerahasiaan data keuangan 100%.
    Melalui penerapan sistem informasi akuntansi diharapkan data yang disajikan tepat waktu dan akurat, validasi dan terotorisasi dengan baik, serta sesuai dengan Prosedur Keuangan dan Akuntansi yang baku atau PSAK yang berlaku umum.
    SIA menggunakan berbagai aktivitas yang sistematik untuk menghasilkan informasi yang relevan. elemen-elemen penting dari SIA, yaitu :
    1. Pemakai Akhir (End User)
    Terdiri dari pemakai akhir internal dan eksternal. Pemakai akhir internal adalah pihak manajemen di setiap tingkat organisasi. Pemakai akhir eksternal adalah para kreditur, pemegang saham, investor potensial, pajak, pemerintah, pemasok dan pelanggan.
    2.Sumber Data
    Sumber data adalah transaksi keuangan yang memasuki sistem informasi dari sumber eksternal dan internal. Transaksi keuangan eksternal umumnya sumber data yang sering terjadi. Transaksi keuangan internal adalah transaksi yang melibatkan pertukaran dan pergerakan sumber daya organisasi misalnya pergerakan bahan mentah ke persediaan barang jadi, penyusutan pabrik dan peralatan.
    3. Pengumpulan Data
    Yakni tahap operasional yang tujuannya untuk memastikan bahwa data yang memasuki sistem itu sah, lengkap dan bebas dari kesalahan. Pengumpulan data melibatkan tahap-tahap seperti memperoleh data transaksi, mencatat data tersebut ke formulir dan memvalidasi dan mengedit data untuk menjamin keakuratan dan kelengkapan.
    4. Pemrosesan Data
    Dalam pemrosesan data ini, data dioleh untuk menghasilkan informasi. Fungsi pemrosesan data terdiri dari tahap-tahap berikut ini :
    1. mengklasifikasikan atau menetapkan data yang dikumpulkan menjadi kategori yang telah ditetapkan sebelumnya
    2. penjabaran atau mengkopi/mereproduksi data ke dokumen atau media lain
    3. penyortiran atau pengaturan elemen data menurut satu atau lebih karaktersitik
    4. Batching, atau mengumpulkan bersama-sama kelompok transaksi yang sama sifatnya
    5. Menggabungkan atau mengkombinasikan dua atau lebih tumpukan atau file data
    6. Kalkulasi atau melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian
    7. Ikhtisar atau menyatukan elemen kuantitatif
    8. Membandingkan atau menguji item dari batch/tumpukan yang terpisah atau file untuk menemukan kecocokan atau untuk menentukan perbedaan
    5. Manajemen Database
    Database organisasi merupakan tempat penyimpanan fisik data keuangan dan non keuangan. Manajemen database bertugas untuk menyimpan, memperbaiki, memanggil dan menghapus data.
    6. Penghasil Informasi
    Yakni proses mengumpulkan, mengatur, memformat, dan menyajikan informasi untuk para pemakai. Fungsi ini termasuk tahap-tahap seperti menginterpretasikan, melaporkan dan mengkomunikasikan informasi.
    7. Umpan Balik
    Yakni berbentuk output yang dikirimkan kembali ke sistem sebagai sumber data. Umpan balik ini dapat bersifat internal atau eksternal dan digunkan untuk memulai atau mengubah suatu proses.
    SIKLUS HIDUP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Pengembangan sistem adalah proses memodifikasi atau mengubah sebagian atau seluruh sistem informasi. Proses ini membutuhkan komitmen substansial mengenai waktu dan sumber daya serta merupakana aktivitas berkesinambungan dalam banyak organisasi. Dalam beberapa hal, sistem informasi menyerupai suatu organisasi, yaitu hidup, lahir, tumbuh, menjadi matang, berfungsi dan akhirnya mati. Proses evolusi ini disebut siklus hidup sistem yang terdiri atas tahap-tahap perencanaan, analisis, rancangan, penerapan dan penggunaan.
    • Tahap Perencanaan
    Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini dimulai dari adanya masalah atau peluang. Dilanjutkan dengan mengidentifikasikan masalah tersebut, menentukan tujuan dari sistem yang akan dibuat, mengidentifikasikan kendala-kendala yang akan dihadapi serta melakukan studi kelayakan. Jika menurut hasil studi kelayakan dinyatakan bahwa pengembangan sistem ini layak, maka proses dilanjutkan dengan mempersiapkan usulan sistem yang pada tahap selanjutnya dapat saja usulan sistem ini ditolak. Jika usulan sistem diterima, proyek akan dilanjutkan dengan tahap penelitian
    • Tahap Analisis dan Rancangan
    Tahap ini merupakan penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan merancang sistem baru atau memperbaharui yang sudah ada.
    Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam tahap analisa, yaitu
    1. menetukan kebutuhan informasi
    2. melakukan survey
    3. menyusun cara pemenuhan kebutuhan informasi dan cara memecahkan masalahnya
    Tahap rancangan sistem adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. Langkah-langkah dalam tahap rancangan ini dapat mengikuti pedomen dibawah ini
    1. menyiapkan rancangan yang rinci mengenai data, proses dan laporan yang akan dibuat dengan pendekatan atas-bawah maupun bawah-atas
    2. mengidentifikasikan, mengevaluasi, dan memilih berbagai alternatif pilihan rancangan yang sekiranya dapat dijadikan pertimbangan untuk dipakai dan dapat dipilih yang paling baik
    3. menyiapkan usulan penerapan yang mengikhtisarkan tugas-tugas penerapan yang harus dilakukan, keuntungan yang diharapkan, dan biayanya
    4. menyetujui atau menolak penerapan, biasanya mempertimbangkan antara manfaat dan biaya
    Secata teknis ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam tahap rancangan sistem informasi, sebagi berikut :
    1. merancang bentuk-bentuk dokumen keluaran
    2. merancang bentuk-bentuk dokumen masukan
    3. merancang format file dan databasenya
    4. nerancabg program aplikasi
    • Tahap Penerapan dan Penggunaan
    Sesudah menyelesaikan pekerjaan merancang sistem baru, langkah berikutnya adalah mengimplementasikan dan melaksanakan sistem baru tersebut.
    Tahap penerapan ini akan meliputi kegiatan berikut :
    1. perencanaan penerapan sistem haruslah dipahami dengan baik oleh manajer agar dapat menggunakan pengetahuan ini untuk mengembangkan rencana penerapan yang sangat rinci
    2. mengumumkan penerapan sistem kepada pagawai agar mereka tahu mengenai keputusan untuk menetapkan sistem baru dengan meminta kerjasama mereka
    3. mendapatkan sumber daya yang sesuai
    4. menyiapkan database dengan cara merubah data lama ke versi baru ataupun membuat adata baru
    5. mendidik peserta dan pemakai agar dapat mengimplementasikan sistem baru
    6. masuk ke sistem baru berarti mulai menggunakan sistem baru dan meninggalkan sistem lama
    Bila seluruh langkah diatas sudah dikerjakan, berarti sistem informasi yang baru sudah siap untuk dilaksanakan dan digunakan. Tahap penggunaan sistem informasi ini dilakukan dengan dua cara :
    1. perubahan paralel, yaitu melaksanakan sistem baru bersama dengan sistem lama sehingga ada dua proses data untuk setiap transaksi yang terjadi
    2. perubahan langsung, yaitu menghentikan penggunaan sistem lama dan sekaligus menggantinya dengan sistem baru

    PERAN AKUNTAN DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Akuntan berinteraksi dengan SIA bisa dalam bentuk menggunakan, mengevaluasi, dan mengembangkan SIA. Tentu saja fungsi ini sesuai dengan posisi pekerjaan seorang akuntan yang bisa dikategorikan menjadi akuntan keuangan, manajer akuntansi, ahli akuntansi pajak, akuntan manajemen, pengembang sistem, dan auditor.

    BENTUK PENGAWASAN DI DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Kasus-kasus yang sering terjadi dalam banyak organisasi adalah tidak diselesaikannya suatu penugasan, tidak ditepatinya waktu penyelesaian pekerjaan (deadline), suatu anggaran yang berlebihan, dan kegiatan-kegiatan lain yang menyimoang dari rencana. Pengawasan dapat didefinisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai. Hal ini berkenaan dengan cara-cara membuat kegiatan-kegiatan sesuai yang direncanakan. Pengertian ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat erat antara perencanaan dan pengawasan.
    Proses pengawasan didalam SIA juga berhubungan erat dengan fungsi-fungsi manajerial lainnya, yaitu perencanaan, pengorganisasian dan pengarahan.
    Ada beberapa faktor yang membuat pengawasan semakin diperlukan oleh setiap organisasi, yaitu :
    1. perubahan lingkungan organisasi
    2. peningkatan kompleksitas organisasi
    3. kesalahan-kesalahan
    4. kebutuhan manajer untuk mendelegasikan wewenang
    Proses pengawasan yang dilakukan didalam SIA biasanya terdiri paling sedikit lima tahap, yaitu :
    1. penetapan standar pelaksanaan (perencanaan)
    2. penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan
    3. pengukuran pelaksanaan kegiatan yang nyata
    4. membandingkan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan
    5. pengmbilan tindakan koreksi bila perlu
    DAFTAR PUSTAKA
    H.M Jogiyanto. 1988. Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer. Yogyakarta: BPFE.
    Mulyadi. 2008. Sistem Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.
    Romney B., Marshal. 2003. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.

  13. Siti Patimah says:

    Siti Patimah / 1406436 / Akuntansi A 2014 / SIA

    Pengenalan Sistem Informasi Akuntansi
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
    Sistem Informasi Akuntansi merupakan sistem informasi fungsional yang mendasari sistem informasi fungsional yang lainnya seperti sistem informasi keuangan, sistem informasi pemasaran, sistem informasi produksi dan sistem informasi sumber daya manusia. Sistem-sistem informasi lain membutuhkan data keuangan dari sistem informasi akuntansi.
    Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain : Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Ahli
    1. Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).
    2. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menurut Mulyadi (2001, h.3) mendefinisikan, “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”
    3. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Niswonger, Fess & Warren diterjemahkan oleh Ruswinarto, H. (1995, h.248), “Sistem akuntansi adalah suatu sarana bagi manajemen perusahaan guna mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk mengelola perusahaan dan untuk menyusun laporan keuangan bagi pemilik, kreditor, dan pihak lain yang berkepentingan.”
    Subsistem Sistem Informasi Akuntansi :
    • Sistem Pengeluaran (Expenditure System), segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    • Sistem Pendapatan (Revenue System), berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    • Sistem Produksi (Production Systeme), Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    • Sistem Manajemen Sumber Daya (Resources Management System), meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    • Sistem Buku Besar Dan Laporan Keuangan (General Ledger And Financial Accounting)

    SIA Sebagai Proses Bisnis
    Fungsi yang dilaksanakan oleh SIA :
    1. Mengumpulkan dan menyimpan data mengenai kegiatan bisnis organisasi secara efisien dan efektif.
    • Menangkap data transaksi pada dokumen-dokumen sumber.
    • Mencatat data transaksi kedalam jurnal-jurnal, dimana catatan tersebut dibuat secara kronologis dari apa yang telah terjadi.
    • Posting data dari jurnal-jurnal ke buku besar, yang menyingkat data dengan jenis rekening.
    2. Menyediakan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan bagi manajemen.
    Dalam sistem manual, informasi ini disediakan dalam bentuk laporan kedalam dua kategori utama:
    • Laporan keuangan
    • Laporan manajerial
    3. Menyediakan pengendalian internal yang memadai (cukup).– Memastikan bahwa informasi yang dihasilkan oleh sistem adalah handal dan dapat dipercaya.
    • Memastikan bahwa aktivitas bisnis yang dilakukan efisien dan sesuai dengan tujuan manajemen.
    • Mengamankan (menjaga) kekayaan organisasi/perusahaan, termasuk data.

    Jenis-Jenis Informasi yang disediakan oleh SIA
    1. Informasi akuntansi keuangan (berbentuk laporan keuangan yang ditunjukkan kepada pihak external).
    2. Informasi akuntansi manajemen (berfungsi bagi manajemen untuk mengambil keputusan).

    Tujuan Pengendalian Internal SIA
    Pengendalian internal SIA merupakan bagian integral dari sistem informasi akuntansi yang merupakan suatu proses yang dijalankan untuk dewan komisaris, manajemen, dan personil lain dalam perusahaan. Adapun kriteria dari pengendalian internal yaitu :
    1. Keandalan pelaporan keuangan.
    2. Efektivitas dan efisiensi operasi.
    3. Keputusan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
    Dengan menetapkan dan menerapkan pengendalian internal, Maka perusahaan mampu mencapai tujuan dan meminimalkan resiko. Sebagai hasil dari ditetapkannya pengendalian internal dalam sistem informasi akuntansi adalah dihasilkannya akuntansi yang berkualitas dan dapat diaudit.
    Sistem pengendalian internal adalah suatu perencanaan yang meliputi struktur organisasi dan semua metode dan alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujun menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, mendorong efisiensi, dan membantu mendorong dipatuhi kebijakan manajemen yang telah ditetapkan.
    Dari definisi di atas dapat kita lihat bahwa tujuan pengendalian internal SIA yaitu:
    1.Menjaga kekayaan organisasi
    2.Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi
    3.Mendorong efisiensi.

    Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer
    Tugas pengolahan data perusahaan dilaksanakan oleh SIA yang mengumpulkan data kegiatan perusahaan lalu memprosesnya menjadi informasi yang berguna bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan.
    Komputer digunakan pada seluruh jenis sistem informasi. Teknologi informasi mencakup komputer dan teknologi lain yang digunakan untuk memproses informasi. Setiap organisasi yang menggunakan komputer untuk memproses data transasksi memiliki fungsi sistem informasi. Fungsi sistem informasi bertanggung jawab untuk pengolahan data. Pengolahan data merupakan aplikasi SIA yang paling mendasar dalam setiap organisasi.
    Beberapa teknologi informasi yang mendukung keberadaan SIA di suatu perusahaan meliputi :
    a. Sistem pengubah tampilan dokumen (document image system)
    Sistem ini menggunakan komputer untuk secara digital menangkap, menyimpan dan menampilkan dokumen, gambar, grafik dan ilustrasi-ilustrasi lainnya dengan cara sama seperti pemrosesan kata. Pemrosesan kata atau teks dokumen menyimpan dan memproses hanya kata (teks) dokumen.
    b. Sistem tanggap cepat (quick response system)
    Sistem ini digunakan untuk gugus manajemen mutu (TQM=Total Quality Management) dalam bisnis, dimana dalam melaksanakan sesuatu dengan tepat pada saat pertama. TQM mensyaratkan produksi berkualitas tinggi, efisiensi, operasional dan pengembangan operasi secara terus menerus.
    c. Sistem komputer terpadu manufaktur (manufacture integrated computer system)
    Sistem ini adalah pendekatan terpadu untuk pemanfaatan teknologi informasi pada perusahaan manufaktur. Komponen-komponen sistem ini biasanya mencakup stasiun-stasiun kerja (CAD), sistem pengawasan dan pengendalian produksi tepat waktu, dan sistem pemesanan dan pengendalian persediaan.

    Beberapa tahapan proses pengolahan data yang memperoleh manfaat besar dari penggunaan komputer adalah :
    • Verifikasi, Yaitu pengecekan kebenaran atau kelayakan angka-angka yang menjadi input dalam suatu proses
    • Sortir, Yaitu pensortiran data ke dalam beberapa klasifikasi yang berbeda
    • Transmission, Yaitu memindahkan lokasi data dari suatu tempat ke tempat lainnya
    • Perhitungan, Yaitu melakukan perhitungan-perhitungan secara cepat
    Siklus Hidup Sistem Informasi Akuntansi
    Proses evolusi ini disebut siklus hidup sistem yang terdiri atas tahap-tahap perencanaan, analisis, rancangan, penerapan dan penggunaan.
    • Tahap Perencanaan
    Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini dimulai dari adanya masalah atau peluang. Dilanjutkan dengan mengidentifikasikan masalah tersebut, menentukan tujuan dari sistem yang akan dibuat, mengidentifikasikan kendala-kendala yang akan dihadapi serta melakukan studi kelayakan. Jika menurut hasil studi kelayakan dinyatakan bahwa pengembangan sistem ini layak, maka proses dilanjutkan dengan mempersiapkan usulan sistem yang pada tahap selanjutnya dapat saja usulan sistem ini ditolak. Jika usulan sistem diterima, proyek akan dilanjutkan dengan tahap penelitian
    • Tahap Analisis dan Rancangan
    Tahap ini merupakan penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan merancang sistem baru atau memperbaharui yang sudah ada.
    Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam tahap analisa, yaitu
    a. menetukan kebutuhan informasi
    b. melakukan survey
    c. menyusun cara pemenuhan kebutuhan informasi dan cara memecahkan masalahnya
    Tahap rancangan sistem adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. Langkah-langkah dalam tahap rancangan ini dapat mengikuti pedomen dibawah ini
    1. menyiapkan rancangan yang rinci mengenai data, proses dan laporan yang akan dibuat dengan pendekatan atas-bawah maupun bawah-atas
    2. mengidentifikasikan, mengevaluasi, dan memilih berbagai alternatif pilihan rancangan yang sekiranya dapat dijadikan pertimbangan untuk dipakai dan dapat dipilih yang paling baik
    3. menyiapkan usulan penerapan yang mengikhtisarkan tugas-tugas penerapan yang harus dilakukan, keuntungan yang diharapkan, dan biayanya
    4. menyetujui atau menolak penerapan, biasanya mempertimbangkan antara manfaat dan biaya
    Secata teknis ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam tahap rancangan sistem informasi, sebagi berikut :
    1. merancang bentuk-bentuk dokumen keluaran
    2. merancang bentuk-bentuk dokumen masukan
    3. merancang format file dan databasenya
    4. nerancabg program aplikasi
    • Tahap Penerapan dan Penggunaan
    Sesudah menyelesaikan pekerjaan merancang sistem baru, langkah berikutnya adalah mengimplementasikan dan melaksanakan sistem baru tersebut.
    Tahap penerapan ini akan meliputi kegiatan berikut :
    a. perencanaan penerapan sistem haruslah dipahami dengan baik oleh manajer agar dapat menggunakan pengetahuan ini untuk mengembangkan rencana penerapan yang sangat rinci
    b. mengumumkan penerapan sistem kepada pagawai agar mereka tahu mengenai keputusan untuk menetapkan sistem baru dengan meminta kerjasama mereka
    c. mendapatkan sumber daya yang sesuai
    d. menyiapkan database dengan cara merubah data lama ke versi baru ataupun membuat adata baru
    e. mendidik peserta dan pemakai agar dapat mengimplementasikan sistem baru
    f. masuk ke sistem baru berarti mulai menggunakan sistem baru dan meninggalkan sistem lama
    Bila seluruh langkah diatas sudah dikerjakan, berarti sistem informasi yang baru sudah siap untuk dilaksanakan dan digunakan. Tahap penggunaan sistem informasi ini dilakukan dengan dua cara :
    1. perubahan paralel, yaitu melaksanakan sistem baru bersama dengan sistem lama sehingga ada dua proses data untuk setiap transaksi yang terjadi
    2. perubahan langsung, yaitu menghentikan penggunaan sistem lama dan sekaligus menggantinya dengan sistem baru

    Peran Akuntan Dalam Sistem Informasi Akuntansi
    Akuntan berinteraksi dengan SIA bisa dalam bentuk menggunakan, mengevaluasi, dan mengembangkan SIA. Tentu saja fungsi ini sesuai dengan posisi pekerjaan seorang akuntan yang bisa dikategorikan menjadi akuntan keuangan, manajer akuntansi, ahli akuntansi pajak, akuntan manajemen, pengembang sistem, dan auditor.
    Bentuk Pengawasan Di Dalam Sistem Informasi Akuntansi
    Kasus-kasus yang sering terjadi dalam banyak organisasi adalah tidak diselesaikannya suatu penugasan, tidak ditepatinya waktu penyelesaian pekerjaan (deadline), suatu anggaran yang berlebihan, dan kegiatan-kegiatan lain yang menyimoang dari rencana. Pengawasan dapat didefinisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai. Hal ini berkenaan dengan cara-cara membuat kegiatan-kegiatan sesuai yang direncanakan. Pengertian ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat erat antara perencanaan dan pengawasan.
    Proses pengawasan didalam SIA juga berhubungan erat dengan fungsi-fungsi manajerial lainnya, yaitu perencanaan, pengorganisasian dan pengarahan.
    Ada beberapa faktor yang membuat pengawasan semakin diperlukan oleh setiap organisasi, yaitu :
    1. perubahan lingkungan organisasi
    2. peningkatan kompleksitas organisasi
    3. kesalahan-kesalahan
    4. kebutuhan manajer untuk mendelegasikan wewenang
    Proses pengawasan yang dilakukan didalam SIA biasanya terdiri paling sedikit lima tahap, yaitu :
    1. Penetapan standar pelaksanaan (perencanaan)
    2. Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan
    3. Pengukuran pelaksanaan kegiatan yang nyata
    4. Membandingkan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan
    5. Pengmbilan tindakan koreksi bila perlu

    Sumber :
    https://oggyprahastayudha.wordpress.com/2013/11/14/sistem-informasi-akuntansi-sia/
    http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-sistem-informasi-akuntansi/

  14. Mitha Krismayanti says:

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi (SIA) – Proses dalam SIAmenggunakan sistem pemrosesan transaksi untuk mencatat berbagai operasi transaksi yang terjadi, yang mempengaruhi status finansial organisasi. Sistem ini mengenai operasional sistem akuntansi, dan menangani laporan historis dari semua transaksi yang terjadi dalam jumlah besar. Selain itu, sistem ini membuat berbagai laporan seperti laporan keseimbangan keuangan dan rekening masukan yang semuanya memberikan gambaran finansial dari organisasi
    Sistem Informasi

    Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna. Salah satu kerangka kerja sistem informasi ialaha sistem informasi akuntansi

    Sistem Informasi Akuntansi

    Menurut Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.”

    Menurut Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003) mengatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data.”

    Menurut Nugroho Wdjajanto (2001) menyatakan bahwa : “Sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.”

    Menurut La Midjan dan Azhar Susanto (2001) menyatakan bahwa: “Sistem informasi akuntansimerupakan suatu sistem pengolahan data akuntansi yang merupakan koordinasi dari manusia, alat dan metode yang berinteraksi secara harmonis dalam suatu wadah organisasi yang terstruktur untuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen yang berstruktur pula.”

    Sedangkan menurut Romney & Steinbart (2000) Sistem informasi akuntansi adalah serangkaian dari satu atau lebih komponen yang saling berelasi dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan, yang terdiri dari pelaku, serangkaian prosedur, dan teknologi informasi.

    Berdasarkan definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu kombinasi dari berbagai sumber daya yang dirancang untuk memproses data akuntansi dan keuangan yang ada dan mengubahnya menjadi informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

    Sebagai sebuah sistem informasi, SIA menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Dimana akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.

    Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :

    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Subsistem Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    • Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    • Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    • Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    • Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    • Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
    Menurut Mulyadi (2001, pp19-20), sistem informasi memiliki empat tujuan umum dalam penyusunannya, yaitu :

    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru. ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

    Menurut Hall (2001, p18), mengatakan pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi akuntasi adalah :

    • Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen.
    Kepengurusan merujuk ke tanggung jawab manajemen untuk mengatur sumber daya perusahaan secara benar. Sistem informasi menyediakan informasi tentang kegunaan sumber daya ke pemakai eksternal melalui laporan keuangan tradisional dan laporan-laporan yang diminta lainnya. Secara internal, pihak manajemen menerima informasi kepengurusan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.
    • Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi memberikan para manajer informasi yang mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
    • Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi menyediakan informasi bagi personel operasi untuk membantu mereka melakukan tugas mereka setiap hari dengan efisien dan efektif. adalah untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan dalam meningkatkan efesiensi dan efektifitas kegiatan operasional perusahaan, khususnya dalam proses arus informasi akuntansi.

  15. Mitha Krismayanti says:

    Mitha Krismayanti / 1401287 / Akuntansi 2014 – A / SIA

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi (SIA) – Proses dalam SIAmenggunakan sistem pemrosesan transaksi untuk mencatat berbagai operasi transaksi yang terjadi, yang mempengaruhi status finansial organisasi. Sistem ini mengenai operasional sistem akuntansi, dan menangani laporan historis dari semua transaksi yang terjadi dalam jumlah besar. Selain itu, sistem ini membuat berbagai laporan seperti laporan keseimbangan keuangan dan rekening masukan yang semuanya memberikan gambaran finansial dari organisasi
    Sistem Informasi

    Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna. Salah satu kerangka kerja sistem informasi ialaha sistem informasi akuntansi

    Sistem Informasi Akuntansi

    Menurut Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.”

    Menurut Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003) mengatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data.”

    Menurut Nugroho Wdjajanto (2001) menyatakan bahwa : “Sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.”

    Menurut La Midjan dan Azhar Susanto (2001) menyatakan bahwa: “Sistem informasi akuntansimerupakan suatu sistem pengolahan data akuntansi yang merupakan koordinasi dari manusia, alat dan metode yang berinteraksi secara harmonis dalam suatu wadah organisasi yang terstruktur untuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen yang berstruktur pula.”

    Sedangkan menurut Romney & Steinbart (2000) Sistem informasi akuntansi adalah serangkaian dari satu atau lebih komponen yang saling berelasi dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan, yang terdiri dari pelaku, serangkaian prosedur, dan teknologi informasi.

    Berdasarkan definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu kombinasi dari berbagai sumber daya yang dirancang untuk memproses data akuntansi dan keuangan yang ada dan mengubahnya menjadi informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

    Sebagai sebuah sistem informasi, SIA menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Dimana akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.

    Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :

    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Subsistem Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    • Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    • Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    • Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    • Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    • Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
    Menurut Mulyadi (2001, pp19-20), sistem informasi memiliki empat tujuan umum dalam penyusunannya, yaitu :

    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru. ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

    Menurut Hall (2001, p18), mengatakan pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi akuntasi adalah :

    • Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen.
    Kepengurusan merujuk ke tanggung jawab manajemen untuk mengatur sumber daya perusahaan secara benar. Sistem informasi menyediakan informasi tentang kegunaan sumber daya ke pemakai eksternal melalui laporan keuangan tradisional dan laporan-laporan yang diminta lainnya. Secara internal, pihak manajemen menerima informasi kepengurusan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.
    • Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi memberikan para manajer informasi yang mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
    • Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi menyediakan informasi bagi personel operasi untuk membantu mereka melakukan tugas mereka setiap hari dengan efisien dan efektif. adalah untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan dalam meningkatkan efesiensi dan efektifitas kegiatan operasional perusahaan, khususnya dalam proses arus informasi akuntansi.

  16. Mitha Krismayanti says:

    Mitha Krismayanti / 1401287 / Akuntansi 2014 – A / SIA

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi (SIA) – Proses dalam SIAmenggunakan sistem pemrosesan transaksi untuk mencatat berbagai operasi transaksi yang terjadi, yang mempengaruhi status finansial organisasi. Sistem ini mengenai operasional sistem akuntansi, dan menangani laporan historis dari semua transaksi yang terjadi dalam jumlah besar. Selain itu, sistem ini membuat berbagai laporan seperti laporan keseimbangan keuangan dan rekening masukan yang semuanya memberikan gambaran finansial dari organisasi
    Sistem Informasi

    Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna. Salah satu kerangka kerja sistem informasi ialaha sistem informasi akuntansi

    Sistem Informasi Akuntansi

    Menurut Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.”

    Menurut Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003) mengatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data.”

    Menurut Nugroho Wdjajanto (2001) menyatakan bahwa : “Sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.”

    Menurut La Midjan dan Azhar Susanto (2001) menyatakan bahwa: “Sistem informasi akuntansimerupakan suatu sistem pengolahan data akuntansi yang merupakan koordinasi dari manusia, alat dan metode yang berinteraksi secara harmonis dalam suatu wadah organisasi yang terstruktur untuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen yang berstruktur pula.”

    Sedangkan menurut Romney & Steinbart (2000) Sistem informasi akuntansi adalah serangkaian dari satu atau lebih komponen yang saling berelasi dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan, yang terdiri dari pelaku, serangkaian prosedur, dan teknologi informasi.

    Berdasarkan definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu kombinasi dari berbagai sumber daya yang dirancang untuk memproses data akuntansi dan keuangan yang ada dan mengubahnya menjadi informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

    Sebagai sebuah sistem informasi, SIA menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Dimana akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.

    Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :

    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Subsistem Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    • Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    • Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    • Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    • Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    • Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
    Menurut Mulyadi (2001, pp19-20), sistem informasi memiliki empat tujuan umum dalam penyusunannya, yaitu :

    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru. ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

    Menurut Hall (2001, p18), mengatakan pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi akuntasi adalah :

    • Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen.
    Kepengurusan merujuk ke tanggung jawab manajemen untuk mengatur sumber daya perusahaan secara benar. Sistem informasi menyediakan informasi tentang kegunaan sumber daya ke pemakai eksternal melalui laporan keuangan tradisional dan laporan-laporan yang diminta lainnya. Secara internal, pihak manajemen menerima informasi kepengurusan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.
    • Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi memberikan para manajer informasi yang mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
    • Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi menyediakan informasi bagi personel operasi untuk membantu mereka melakukan tugas mereka setiap hari dengan efisien dan efektif. adalah untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan dalam meningkatkan efesiensi dan efektifitas kegiatan operasional perusahaan, khususnya dalam proses arus informasi akuntansi.

    http://ekonomiplanner.blogspot.co.id/2014/06/pengertian-sistem-informasi-akuntansi_24.html

  17. Fany Amelia says:

    1400481/FANY AMELIA/2014-A/SIA-1

    PENGENALAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    PENGERTIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Proses dalam SIA menggunakan sistem pemrosesan transaksi untuk mencatat berbagai operasi transaksi yang terjadi, yang mempengaruhi status finansial organisasi. Sistem ini mengenai operasional sistem akuntansi, dan menangani laporan historis dari semua transaksi yang terjadi dalam jumlah besar. Selain itu, sistem ini membuat berbagai laporan seperti laporan keseimbangan keuangan dan rekening masukan yang semuanya memberikan gambaran finansial dari organisasi
    Menurut Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.”

    Menurut Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003) mengatakan bahwa, “Sistem informasi Akuntansi seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data.”

    Menurut Nugroho Wdjajanto (2001) menyatakan bahwa : “Sistem Informasi Akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.”

    Menurut La Midjan dan Azhar Susanto (2001) menyatakan bahwa: “Sistem Informasi Akuntansi merupakan suatu sistem pengolahan data akuntansi yang merupakan koordinasi dari manusia, alat dan metode yang berinteraksi secara harmonis dalam suatu wadah organisasi yang terstruktur untuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen yang berstruktur pula.”

    Sedangkan menurut Romney & Steinbart (2000) Sistem Informasi Akuntansi adalah serangkaian dari satu atau lebih komponen yang saling berelasi dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan, yang terdiri dari pelaku, serangkaian prosedur, dan teknologi informasi.

    Berdasarkan definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu kombinasi dari berbagai sumber daya yang dirancang untuk memproses data akuntansi dan keuangan yang ada dan mengubahnya menjadi informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

    Sebagai sebuah sistem informasi,SIA menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Dimana akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.
    Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA terdiri dari 5, yaitu
    • Sistem Pengeluaran (expenditure system)Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    • Sistem Pendapatan (revenue system)Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    • Sistem Produksi (production systeme)Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    • Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    • Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    Tujuan SIA
    Menurut Mulyadi (2001, pp19-20), sistem informasi memiliki empat tujuan umum dalam penyusunannya, yaitu :
    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru. ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

    Menurut Hall (2001, p18), mengatakan pada dasarnya tujuan sistem informasi akuntansi
    Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen.
    Kepengurusan merujuk ke tanggung jawab manajemen untuk mengatur sumber daya perusahaan secara benar. Sistem informasi menyediakan informasi tentang kegunaan sumber daya ke pemakai eksternal melalui laporan keuangan tradisional dan laporan-laporan yang diminta lainnya. Secara internal, pihak manajemen menerima informasi kepengurusan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.
    • Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi memberikan para manajer informasi yang mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
    • Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi menyediakan informasi bagi personel operasi untuk membantu mereka melakukan tugas mereka setiap hari dengan efisien dan efektif. adalah untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan dalam meningkatkan efesiensi dan efektifitas kegiatan operasional perusahaan, khususnya dalam proses arus informasi akuntansi.
    Sumber: http://ekonomiplanner.blogspot.co.id/2014/06/pengertian-sistem-informasi-akuntansi_24.html

  18. Rindi Ramwati says:

    1400159 / Rindi Ramwati / 2014-A / SIA
    PENGENALAN SIA
    Sistem
    Sistem informasi akuntansi adalah sebuah sistem, sistem? apa itu sistem?

    Sistem adalah unsur yang dengan teratur saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya sehingga bisa membentuk suatu totalitas. pendapat lain menyatakan sistem adalah himpunan yang meliputi berbagai bagian atau elemen yang mempunyai maksud misi yang selaras (sama). Elemen atau bagian yang merupakan substansi atas pembentuk sistem tidak selalu jenisnya sama, bisa terdiri atas gabungan bagian atau elemen yang beda.
    Informasi
    Informasi bisa didefinisikan sebagai sebuah data akhir/final yang layak berperan sebagai instrumen dalam pengambilan sebuah keputusan. Bisa disebut informasi apabila sudah memenuhi kriteria seperti relevan, akurat, up to date (tepat waktu), serta lengkap. Tidak dapat disebut sebagai informasi apabila tidak mengandung unsur dari salah satu kriteria tersebut.
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Para Ahli
    • Pengertian sistem informasi akuntansi menurut Mulyadi dalam bukunya “Sistem Akuntansi”, Edisi ke-3, Jakarta, Salemba Empat, 2001 menyatakan bahwa: “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”
    • Menurut Nugroho Widjajanto dalam bukunya “Sistem Informasi Akuntansi”, Jakarta, Erlangga, 2001, menyatakan bahwa : “Sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.”

    Sistem Informasi Akuntansi
    Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen dalam perusahaan yang mengumpulkan, mengklasifikaskan, mengolah, menganalisis serta mengkomunikasikan informasi keuangan dan pengambilan sebuah keputusan yang relevan untuk pihak eksternal dan pihak internal perusahaan. Bahkan akuntansi itu sendiri adalah merupakan sebuah sistem informasi.

    Sejatinya, sistem informasi adalah bagian yang tak bisa dipisahkan dari akuntansi, mengapa? karena akuntansi itu sendiri mengandung siklus akuntansi yang tak lain, tak bukan adalah bentukan dari suatu sistem. Sistem Informasi Akuntansi merupakan sistem pengolahan data yang berupa transaksi kemudian membentuk suatu informasi berupa laporan keuangan dan dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengoperasian serta pengambilan keputusan perusahaan.
    Peranan Penting Sistem Informasi Akuntansi
    Perkembangan tekhnologi mengakibatkan lahirnya tuntutan akan kecepatan yang terstruktur. Maksunya seluruh kegiatan dihimpun menjadi suatu kesatuan guna mencapai sasaran/tujuan dengan waktu sehemat mingkin. Dengan begitu, kinerja sebuah organisasi dapat dievaluasi tanpa harus melewati penantian yang panjang. Semisal contoh konkretnya ialah proses akuntansi. Dengan berdasar pada siklus akuntansi yang diawali dengan pengumpulan bukti transaksi, penjurnalan atau pencatatan transaksi, pempostingan, penyesuaian, hingga pada akhirnya menghasilkan laporan keuangan, Sistem Informasi Akuntansi sangat membantu dalam penerapan proses tersebut secara otomatis. Sistem Informasi Akuntansi yang diterapkan umumnya berbentuk program software. Pengguna Sistem Informasi Akuntansi tidak lagi mencatat jurnal secara manual dalam buku catatan, lalu memposting satu per satu ke buku besar, dan seterusnya yang sarat dengan kesalahan sebab rumus akuntansi telah diciptakan dalam sebuah perintah pemprograman. Nah, Inilah yang disebut sistem informasi akuntansi. Berikut terdapat tiga peran penting dari Sistem Informasi Akuntansi
    1. Penghimpun serta penyimpan data kegiatan transaksi. Sistem mempunyai database sekumpulan basis data yang terbentuk atas perintah peng-inputan oleh pengguna. System akan menyimpan seluruh riwayat suatu transaksi dan bisa ter-enkripsi sehingga aman dari penggunaan pihak tak bertanggung jawab.
    2. Pengolah data. System dirancang mampu untuk mengolah data berdasar pada siklus akuntansi menjadi sebuah laporan (informasi) sehingga dapat dipergunakan dalam pengambilan sebuah keputusan managerial.
    3. Pengendali aktiva dan manajemen strategis. Sistem bisa menyajikan pengelolahan aktiva dengan tetap mengacu pada metode depresiasi (penyusutan aktiva), penilaian aktiva, dan mampu menjadi acuan dalam penentuan sebuah strategi bisnis.
    Dari 3 peran Sistem Informasi Akuntansi di atas bisa ditentukan bahwa Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tiga pembagian sistem atau subsitem, yang terdiri atas:
    • System pengolahan transaksi
    • Sistem buku besar serta laporan
    • System pelaporan manajemen
    Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
    • Mengolah dan menyimpan data seluruh transaksi keuangan.
    • Memproses data keuangan menjadi informasi dalam pengambilan keputusan manajemen mengenai perencanaan dan pengendalian usaha.
    • Pengawasan terhadap seluruh aktifitas keuangan perusahaan.
    • Efisiensi biaya dan waktu terhadap kinerja keuangan.
    • Penyajian data keuangan yang sistematis dan akurat dalam periode akuntansi yang tepat.

    Komponen Sistem Informasi Akuntansi
    • Sumber daya manusia (SDM) yang terlatih yang memahami bisnis proses akuntansi dan keuangan secara umum, misalnya seorang Accounting.
    • Prosedur Keuangan dan Akuntansi
    • Formulir Data Keuangan, untuk mencatat seluruh aktifitas keuangan meliputi transaksi kas, persediaan, piutang, aktiva tetap, hutang, penjualan dan biaya.
    • Accounting Software, contohnya: MYOB, zahiraccounting, Oracle Finance.
    • Hardware berupa seperangkat komputer yang terhubung dengan jaringan (Networking), dan kelengkapan aksesoris pendukung lainnnya.

    Kendala Umum dalam penerapan Sistem Informasi Akuntansi
    • SDM yang belum siap terhadap penerapan sistem dan standarisasi keuangan yang baru, dan dibutuhkan waktu untuk pelatihan dan penerapannya.
    • Dibutuhkan software accounting dan perangkat komputer yang menunjang tingkat keamanan dan kerahasiaan data keuangan 100%.

    Melalui penerapan sistem informasi akuntansi diharapkan data yang disajikan tepat waktu dan akurat, validasi dan terotorisasi dengan baik, serta sesuai dengan Prosedur Keuangan dan Akuntansi yang baku atau PSAK yang berlaku umum.
    Dalam sistem informasi akuntansi (SIA) ada beberapa subsistem yang harus kita ketahui. Disini ada lima subsistem yaitu :
    (1). Sistem Pengeluaran (Expenditure system) adalah segala kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan segala sumber ekonomis baik barang maupun jasa.
    (2). Sistem Pendapatan (Revenue system) adalah segala kegiatan perusahaan yang bertujuan untuk mendapatkan untung atau laba dari para konsumen dengan cara menjual barang atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan tersebut.
    (3). Sistem Produksi (Production system) sistem ini berhubungan dengan proses pengolahan sumber ekonomi.
    (4). Sistem manajemen sumber daya (resources management system) sistem ini berkaitan dengan management dan pengendalian sumber daya yang dilakukan oleh perusahaan seperti investasi dan aktiva.
    (5). Sistem buku besar dan laporan keungan (general ledger and financial accounting) adalah semua kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan transaksi keuangan.

    Daftar Pustaka
    Nicho, Eka. [2015]. Sistem Informasi Akuntansi. [Online]. Tersedia: http://nichonotes.blogspot.co.id/2015/02/sistem-informasi-akuntansi.html
    Kembar. [2015]. Pengertian dan Fungsi Utama Sistem Informasi Akuntansi. [Online]. Tersedia:
    http://www.kembar.pro/2015/11/pengertian-dan-fungsi-utama-sistem-informasi-akuntansi.html
    Harta. [2013]. Subsistem dalam Sistem Informasi Akuntansi. [Online]. Tersedia:
    http://www.hartaku.com/5-subsistem-dalam-sistem-informasi-akuntansi-yang-harus-kita-ketahui/

  19. Riska Diyanti says:

    1400621 / RISKA DIYANTI / AKUNTANSI A / SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)
    PENGENALAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)

    PENGERTIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Wilkinson (1991) mengemukakan Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu kerangka pengkordinasian sumber daya (data, meterials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Gelinas, Orams, dan Wiggins (1997) Mendefinisikan sistem informasi akuntansi (SIA) sebagai subsistem khusus dari sistem informasi manajemen yang tujuannya adalah menghimpun, memproses dan melaporkan informsi yang berkaitan dengan transaksi keuangan.
    SIA menggunakan berbagai aktivitas yang sistematik untuk menghasilkan informasi yang relevan. elemen-elemen penting dari SIA, yaitu :
    1. Pemakai Akhir (End User)
    Terdiri dari pemakai akhir internal dan eksternal. Pemakai akhir internal adalah pihak manajemen di setiap tingkat organisasi. Pemakai akhir eksternal adalah para kreditur, pemegang saham, investor potensial, pajak, pemerintah, pemasok dan pelanggan.
    2.Sumber Data
    Sumber data adalah transaksi keuangan yang memasuki sistem informasi dari sumber eksternal dan internal. Transaksi keuangan eksternal umumnya sumber data yang sering terjadi. Transaksi keuangan internal adalah transaksi yang melibatkan pertukaran dan pergerakan sumber daya organisasi misalnya pergerakan bahan mentah ke persediaan barang jadi, penyusutan pabrik dan peralatan.
    3. Pengumpulan Data
    Yakni tahap operasional yang tujuannya untuk memastikan bahwa data yang memasuki sistem itu sah, lengkap dan bebas dari kesalahan. Pengumpulan data melibatkan tahap-tahap seperti memperoleh data transaksi, mencatat data tersebut ke formulir dan memvalidasi dan mengedit data untuk menjamin keakuratan dan kelengkapan.
    4. Pemrosesan Data
    Dalam pemrosesan data ini, data dioleh untuk menghasilkan informasi. Fungsi pemrosesan data terdiri dari tahap-tahap berikut ini :
    -mengklasifikasikan atau menetapkan data yang dikumpulkan menjadi kategori yang telah ditetapkan sebelumnya
    -penjabaran atau mengkopi/mereproduksi data ke dokumen atau media lain
    -penyortiran atau pengaturan elemen data menurut satu atau lebih karaktersitik
    -Batching, atau mengumpulkan bersama-sama kelompok transaksi yang sama sifatnya
    -Menggabungkan atau mengkombinasikan dua atau lebih tumpukan atau file data
    -Kalkulasi atau melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian
    -Ikhtisar atau menyatukan elemen kuantitatif
    -Membandingkan atau menguji item dari batch/tumpukan yang terpisah atau file untuk menemukan kecocokan atau untuk menentukan perbedaan
    5. Manajemen Database
    Database organisasi merupakan tempat penyimpanan fisik data keuangan dan non keuangan. Manajemen database bertugas untuk menyimpan, memperbaiki, memanggil dan menghapus data.
    6. Penghasil Informasi
    Yakni proses mengumpulkan, mengatur, memformat, dan menyajikan informasi untuk para pemakai. Fungsi ini termasuk tahap-tahap seperti menginterpretasikan, melaporkan dan mengkomunikasikan informasi.
    7. Umpan Balik
    Yakni berbentuk output yang dikirimkan kembali ke sistem sebagai sumber data. Umpan balik ini dapat bersifat internal atau eksternal dan digunkan untuk memulai atau mengubah suatu proses.
    SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER
    Tugas pengolahan data perusahaan dilaksanakan oleh SIA yang mengumpulkan data kegiatan perusahaan lalu memprosesnya menjadi informasi yang berguna bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan.
    Komputer digunakan pada seluruh jenis sistem informasi. Teknologi informasi mencakup komputer dan teknologi lain yang digunakan untuk memproses informasi. Setiap organisasi yang menggunakan komputer untuk memproses data transasksi memiliki fungsi sistem informasi. Fungsi sistem informasi bertanggung jawab untuk pengolahan data. Pengolahan data merupakan aplikasi SIA yang paling mendasar dalam setiap organisasi.
    Beberapa teknologi informasi yang mendukung keberadaan SIA di suatu perusahaan meliputi :
    a. Sistem pengubah tampilan dokumen (document image system)
    Sistem ini menggunakan komputer untuk secara digital menangkap, menyimpan dan menampilkan dokumen, gambar, grafik dan ilustrasi-ilustrasi lainnya dengan cara sama seperti pemrosesan kata. Pemrosesan kata atau teks dokumen menyimpan dan memproses hanya kata (teks) dokumen.
    b. Sistem tanggap cepat (quick response system)
    Sistem ini digunakan untuk gugus manajemen mutu (TQM=Total Quality Management) dalam bisnis, dimana dalam melaksanakan sesuatu dengan tepat pada saat pertama. TQM mensyaratkan produksi berkualitas tinggi, efisiensi, operasional dan pengembangan operasi secara terus menerus.
    c. Sistem komputer terpadu manufaktur (manufacture integrated computer system)
    Sistem ini adalah pendekatan terpadu untuk pemanfaatan teknologi informasi pada perusahaan manufaktur. Komponen-komponen sistem ini biasanya mencakup stasiun-stasiun kerja (CAD), sistem pengawasan dan pengendalian produksi tepat waktu, dan sistem pemesanan dan pengendalian persediaan.

    Beberapa tahapan proses pengolahan data yang memperoleh manfaat besar dari penggunaan komputer adalah :
    • Verifikasi
    Yaitu pengecekan kebenaran atau kelayakan angka-angka yang menjadi input dalam suatu proses
    • Sortir
    Yaitu pensortiran data ke dalam beberapa klasifikasi yang berbeda
    • Transmission
    Yaitu memindahkan lokasi data dari suatu tempat ke tempat lainnya
    • Perhitungan
    Yaitu melakukan perhitungan-perhitungan secara cepat

    SIKLUS HIDUP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Pengembangan sistem adalah proses memodifikasi atau mengubah sebagian atau seluruh sistem informasi. Proses ini membutuhkan komitmen substansial mengenai waktu dan sumber daya serta merupakana aktivitas berkesinambungan dalam banyak organisasi. Dalam beberapa hal, sistem informasi menyerupai suatu organisasi, yaitu hidup, lahir, tumbuh, menjadi matang, berfungsi dan akhirnya mati. Proses evolusi ini disebut siklus hidup sistem yang terdiri atas tahap-tahap perencanaan, analisis, rancangan, penerapan dan penggunaan.
    • Tahap Perencanaan
    Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini dimulai dari adanya masalah atau peluang. Dilanjutkan dengan mengidentifikasikan masalah tersebut, menentukan tujuan dari sistem yang akan dibuat, mengidentifikasikan kendala-kendala yang akan dihadapi serta melakukan studi kelayakan. Jika menurut hasil studi kelayakan dinyatakan bahwa pengembangan sistem ini layak, maka proses dilanjutkan dengan mempersiapkan usulan sistem yang pada tahap selanjutnya dapat saja usulan sistem ini ditolak. Jika usulan sistem diterima, proyek akan dilanjutkan dengan tahap penelitian
    • Tahap Analisis dan Rancangan
    Tahap ini merupakan penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan merancang sistem baru atau memperbaharui yang sudah ada.
    Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam tahap analisa, yaitu
    1. menetukan kebutuhan informasi
    2. melakukan survey
    3. menyusun cara pemenuhan kebutuhan informasi dan cara memecahkan masalahnya
    Tahap rancangan sistem adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. Langkah-langkah dalam tahap rancangan ini dapat mengikuti pedomen dibawah ini
    1. menyiapkan rancangan yang rinci mengenai data, proses dan laporan yang akan dibuat dengan pendekatan atas-bawah maupun bawah-atas
    2. mengidentifikasikan, mengevaluasi, dan memilih berbagai alternatif pilihan rancangan yang sekiranya dapat dijadikan pertimbangan untuk dipakai dan dapat dipilih yang paling baik
    3. menyiapkan usulan penerapan yang mengikhtisarkan tugas-tugas penerapan yang harus dilakukan, keuntungan yang diharapkan, dan biayanya
    4. menyetujui atau menolak penerapan, biasanya mempertimbangkan antara manfaat dan biaya
    Secata teknis ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam tahap rancangan sistem informasi, sebagi berikut :
    1. merancang bentuk-bentuk dokumen keluaran
    2. merancang bentuk-bentuk dokumen masukan
    3. merancang format file dan databasenya
    4. nerancabg program aplikasi
    • Tahap Penerapan dan Penggunaan
    Sesudah menyelesaikan pekerjaan merancang sistem baru, langkah berikutnya adalah mengimplementasikan dan melaksanakan sistem baru tersebut.
    Tahap penerapan ini akan meliputi kegiatan berikut :
    1. perencanaan penerapan sistem haruslah dipahami dengan baik oleh manajer agar dapat menggunakan pengetahuan ini untuk mengembangkan rencana penerapan yang sangat rinci
    2. mengumumkan penerapan sistem kepada pagawai agar mereka tahu mengenai keputusan untuk menetapkan sistem baru dengan meminta kerjasama mereka
    3. mendapatkan sumber daya yang sesuai
    4. menyiapkan database dengan cara merubah data lama ke versi baru ataupun membuat adata baru
    5. mendidik peserta dan pemakai agar dapat mengimplementasikan sistem baru
    6. masuk ke sistem baru berarti mulai menggunakan sistem baru dan meninggalkan sistem lama
    Bila seluruh langkah diatas sudah dikerjakan, berarti sistem informasi yang baru sudah siap untuk dilaksanakan dan digunakan. Tahap penggunaan sistem informasi ini dilakukan dengan dua cara :
    1. perubahan paralel, yaitu melaksanakan sistem baru bersama dengan sistem lama sehingga ada dua proses data untuk setiap transaksi yang terjadi
    2. perubahan langsung, yaitu menghentikan penggunaan sistem lama dan sekaligus menggantinya dengan sistem baru

    PERAN AKUNTAN DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Akuntan berinteraksi dengan SIA bisa dalam bentuk menggunakan, mengevaluasi, dan mengembangkan SIA. Tentu saja fungsi ini sesuai dengan posisi pekerjaan seorang akuntan yang bisa dikategorikan menjadi akuntan keuangan, manajer akuntansi, ahli akuntansi pajak, akuntan manajemen, pengembang sistem, dan auditor.

    BENTUK PENGAWASAN DI DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Kasus-kasus yang sering terjadi dalam banyak organisasi adalah tidak diselesaikannya suatu penugasan, tidak ditepatinya waktu penyelesaian pekerjaan (deadline), suatu anggaran yang berlebihan, dan kegiatan-kegiatan lain yang menyimoang dari rencana. Pengawasan dapat didefinisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai. Hal ini berkenaan dengan cara-cara membuat kegiatan-kegiatan sesuai yang direncanakan. Pengertian ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat erat antara perencanaan dan pengawasan.
    Proses pengawasan didalam SIA juga berhubungan erat dengan fungsi-fungsi manajerial lainnya, yaitu perencanaan, pengorganisasian dan pengarahan.
    Ada beberapa faktor yang membuat pengawasan semakin diperlukan oleh setiap organisasi, yaitu :
    1. perubahan lingkungan organisasi
    2. peningkatan kompleksitas organisasi
    3. kesalahan-kesalahan
    4. kebutuhan manajer untuk mendelegasikan wewenang
    Proses pengawasan yang dilakukan didalam SIA biasanya terdiri paling sedikit lima tahap, yaitu :
    1. penetapan standar pelaksanaan (perencanaan)
    2. penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan
    3. pengukuran pelaksanaan kegiatan yang nyata
    4. membandingkan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan
    5. pengmbilan tindakan koreksi bila perlu
    Alasan Mempelajari SIA:
    1. Karena Informasi sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan
    2. SIA digunakan untuk melakukan kontrol terhadap Aset yang dimiliki organisasi tersebut.
    3. Menyiapkan data data keuangan dan non keuangan untuk menjadi informasi yang akurat guna pengambilan keputusan
    Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mempelajari SIA :
    1. Bagaimana mengumpulkan data dan mengkaitkannya dengan aktivitas organisasi/perusahaan.
    2. Bagaiomana caranya menyalurkan data, informasi sehingga berguna bagi pengambilan keputusan
    3. Bagaiaman caranya menjamin realbilitas, keakuratan dan ketcepatan data dan informasi yang disajikan.
    SUMBER:
    http://blog.jagoanku.com/mata-kuliah/pengenalan-sistem-informasi-akuntansi/
    https://ivaninternisti.wordpress.com/2010/10/02/pengenalan-sistem-informasi-akuntansi/
    https://rumahradhen.wordpress.com/materi-kuliahku/semester-6/sistem-informasi-akuntansi/pengenalan-sistem-informasi-akuntansi/

  20. Dini Yuliani says:

    1400057 / Dini Yuliani / 2014-A / SIA-1

    Definisi sistem infromasi akuntansi (SIA) dapat ditelaah dari ketiga kata penyusunnya, yaitu sistem, informasi, dan akuntansi. Sistem adalah sekumpulan komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama (Bertalanffy 1971; Checkland 1981). Kata kuncinya adalah sekumpulan komponen atau subsistem, sehingga sistem terdiri dari beberapa subsistem dan demikian juga sebaliknya. Komponen atau subsistem penyusun suatu sistem berinteraksi dan bekerja sama atau dengan yang lain. Suatu sistem juga memiliki tujuan yang menjadi dasar kerja sistem tersebut.

    Dengan menggunakan perspektif sistem, hampir semua hal di dunia ini dapat dipandang sebagai sistem, hampir semua hal di dunia ini dapat dipandang sebagai sistem. Perspektif sistem uga melihat suatu sistem relatif terhadap komponen penyusunnya (subsistem) maupun sistem yang lebih besar (supra sistem).
    Sebagai contoh kita bisa melihat sistem pernafasan pada manusia. Sistem pernafasan adalah anggota supra sistem yang berupa tubuh manusia. Sistem pernafasan sendiri terdiri dari beberapa subsistem yaitu antara lain hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Tujuan sistem pernafasan adalah menyediakan oksigen bagi tubuh manusia untuk proses pembakaran yang menghasilkan energi.

    Informasi adalah data yang sudah mengalami pemrosesan sedemikian rupa sehingga dapat digunakan oleh penggunanya dalam membuat keputusan (Gelinas & Dull 2008; Hall 2008; Laudon & Laudon 2006; Turban et al.2006). Setiap pembuatan keputusan yang rasional membutuhkan informasi sehingga memperoleh hasil yang optimal dalam kondisi pada saat keputusan tersebut dibuat.

    Akuntansi didefinisikan sebagai proses mengidentifikasi, mecatat, dan mengkomunikasikan peristiwa ekonomis pada suatu organisasi pada pihak yang membutuhkan (Weygandt et al.2008). Dalam prakteknya, akuntansi menyediakan dua macam laporan bagi pengguna eksternal dan internal.

    Maka dapat disimpulkan bahwa SIA adalah sebuah sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan memproses data sehingga menghasilkan informasi yang berguna dalam membuat keputusan. SIA bisa berupa kertas dan alat tulis (manual) maupun terkomputerisasi penuh (serba otomatis) atau kondisi di antara keduanya (gabungan manual dan komputerisasi). Teknologi hanyalah alat untuk menyusun, memelihara, ataupun menyempurnakan sistem (Romney & Steinbart 2006; Wilkinson et al. 2000).

    Sarosa, Samiaji. 2009. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Grasindo.

  21. Dini Yuliani says:

    1400057 / Dini Yuliani / 2014-A / SIA-1
    Definisi sistem infromasi akuntansi (SIA) dapat ditelaah dari ketiga kata penyusunnya, yaitu sistem, informasi, dan akuntansi. Sistem adalah sekumpulan komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama (Bertalanffy 1971; Checkland 1981). Kata kuncinya adalah sekumpulan komponen atau subsistem, sehingga sistem terdiri dari beberapa subsistem dan demikian juga sebaliknya. Komponen atau subsistem penyusun suatu sistem berinteraksi dan bekerja sama atau dengan yang lain. Suatu sistem juga memiliki tujuan yang menjadi dasar kerja sistem tersebut.
    Dengan menggunakan perspektif sistem, hampir semua hal di dunia ini dapat dipandang sebagai sistem, hampir semua hal di dunia ini dapat dipandang sebagai sistem. Perspektif sistem uga melihat suatu sistem relatif terhadap komponen penyusunnya (subsistem) maupun sistem yang lebih besar (supra sistem).
    Sebagai contoh kita bisa melihat sistem pernafasan pada manusia. Sistem pernafasan adalah anggota supra sistem yang berupa tubuh manusia. Sistem pernafasan sendiri terdiri dari beberapa subsistem yaitu antara lain hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Tujuan sistem pernafasan adalah menyediakan oksigen bagi tubuh manusia untuk proses pembakaran yang menghasilkan energi.
    Informasi adalah data yang sudah mengalami pemrosesan sedemikian rupa sehingga dapat digunakan oleh penggunanya dalam membuat keputusan (Gelinas & Dull 2008; Hall 2008; Laudon & Laudon 2006; Turban et al.2006). Setiap pembuatan keputusan yang rasional membutuhkan informasi sehingga memperoleh hasil yang optimal dalam kondisi pada saat keputusan tersebut dibuat.
    Akuntansi didefinisikan sebagai proses mengidentifikasi, mecatat, dan mengkomunikasikan peristiwa ekonomis pada suatu organisasi pada pihak yang membutuhkan (Weygandt et al.2008). Dalam prakteknya, akuntansi menyediakan dua macam laporan bagi pengguna eksternal dan internal.
    Maka dapat disimpulkan bahwa SIA adalah sebuah sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan memproses data sehingga menghasilkan informasi yang berguna dalam membuat keputusan. SIA bisa berupa kertas dan alat tulis (manual) maupun terkomputerisasi penuh (serba otomatis) atau kondisi di antara keduanya (gabungan manual dan komputerisasi). Teknologi hanyalah alat untuk menyusun, memelihara, ataupun menyempurnakan sistem (Romney & Steinbart 2006; Wilkinson et al. 2000).
    Sarosa, Samiaji. 2009. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Grasindo.

  22. Fernanda Rachelina Yuliantika says:

    1404155 / Fernanda Rachelina Yuliantika / 2014-A / SIA-1

    PENGENALAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

    Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.

    Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.

    Sistem Informasi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    • Sistem pemrosesan transaksi
    mendukung proses operasi bisnis harian.
    • Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    • Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup
    menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak,dll.

    Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
    • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    • Meningkatkan efisiensi
    • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    • Meningkatkan sharing knowledge
    • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    Komponen Sistem Informasi Akuntansi :
    • Manusia adalah pelaku yang menjalankan sistem
    • Transaksi merupakan objek dari sistem informasi akuntansi sebagai masukan, lalu diproses sehingga menghasilkan informasi
    • Prosedur adalah langkah-langkah yang harus ditempuh dalam melakukan transaksi atau kegiatan perusahaan.
    • Dokumen yaitu berupa formulir yang digunakan sebagai sarana pencatatan pada saat transaksi
    • Peralatan adalah suatu alat atau sarana yang digunakan dalam melakukan pencatatan pada sistem informasi yang bersangkutan.

    PENGERTIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MENURUT PARA AHLI
    1. Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).
    2. Beberapa batasan pengertian (definisi) Sistem Informasi Akuntansi lain yang dapat dikutip misalnya pendapat Wilkinson (1990) bahwa sistem informasi akuntansi adalah merupakan sistem informasi formal, memiliki tujuan (kegunaan), tahap, tugas, pengguna, dan sumber daya dan mencakup ke seluruh kegiatan perusahaan dalam penyediaan informasi bagi semua pengguna di perusahaan tersebut.
    3. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Jusuf, A.A. (1996, h.1) pengertiansistem informasi akuntansi adalah, “Kumpulan sumber daya, seperti: manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi.” Informasi ini dikomunikasikan kepada para penggunanya untuk berbagai pengambilan keputusan.
    4. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menutut Mulyadi (2001, h.3) mendefinisikan, “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”
    5. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Niswonger, Fess & Warren diterjemahkan oleh Ruswinarto, H. (1995, h.248), “Sistem akuntansi adalah suatu sarana bagi manajemen perusahaan guna mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk mengelola perusahaan dan untuk menyusun laporan keuangan bagi pemilik, kreditor, dan pihak lain yang berkepentingan.”
    6. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menurut Baridwan (1998, h.6), “Sistem akuntansi terdiri dari formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data mengenai suatu mengenai usaha suatu kesalahan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manejemen untuk mengawasi usaha-usahanya dan bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditur, dan lembaga-lembaga pemerintah untuk menilai hasil operasi.”

    PENGERTIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    SIA menggunakan berbagai aktivitas yang sistematik untuk menghasilkan informasi yang relevan. elemen-elemen penting dari SIA, yaitu :
    1. Pemakai Akhir (End User)
    Terdiri dari pemakai akhir internal dan eksternal. Pemakai akhir internal adalah pihak manajemen di setiap tingkat organisasi. Pemakai akhir eksternal adalah para kreditur, pemegang saham, investor potensial, pajak, pemerintah, pemasok dan pelanggan.
    2.Sumber Data
    Sumber data adalah transaksi keuangan yang memasuki sistem informasi dari sumber eksternal dan internal. Transaksi keuangan eksternal umumnya sumber data yang sering terjadi. Transaksi keuangan internal adalah transaksi yang melibatkan pertukaran dan pergerakan sumber daya organisasi misalnya pergerakan bahan mentah ke persediaan barang jadi, penyusutan pabrik dan peralatan.
    3. Pengumpulan Data
    Yakni tahap operasional yang tujuannya untuk memastikan bahwa data yang memasuki sistem itu sah, lengkap dan bebas dari kesalahan. Pengumpulan data melibatkan tahap-tahap seperti memperoleh data transaksi, mencatat data tersebut ke formulir dan memvalidasi dan mengedit data untuk menjamin keakuratan dan kelengkapan.
    4. Pemrosesan Data
    Dalam pemrosesan data ini, data dioleh untuk menghasilkan informasi. Fungsi pemrosesan data terdiri dari tahap-tahap berikut ini :
    A. mengklasifikasikan atau menetapkan data yang dikumpulkan menjadi kategori yang telah ditetapkan sebelumnya
    B. penjabaran atau mengkopi/mereproduksi data ke dokumen atau media lain
    C. penyortiran atau pengaturan elemen data menurut satu atau lebih karaktersitik
    D. Batching, atau mengumpulkan bersama-sama kelompok transaksi yang sama sifatnya
    E. Menggabungkan atau mengkombinasikan dua atau lebih tumpukan atau file data
    F. Kalkulasi atau melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian
    G. Ikhtisar atau menyatukan elemen kuantitatif
    H. Membandingkan atau menguji item dari batch/tumpukan yang terpisah atau file untuk menemukan kecocokan atau untuk menentukan perbedaan
    5. Manajemen Database
    Database organisasi merupakan tempat penyimpanan fisik data keuangan dan non keuangan. Manajemen database bertugas untuk menyimpan, memperbaiki, memanggil dan menghapus data.
    6. Penghasil Informasi
    Yakni proses mengumpulkan, mengatur, memformat, dan menyajikan informasi untuk para pemakai. Fungsi ini termasuk tahap-tahap seperti menginterpretasikan, melaporkan dan mengkomunikasikan informasi.
    7. Umpan Balik
    Yakni berbentuk output yang dikirimkan kembali ke sistem sebagai sumber data. Umpan balik ini dapat bersifat internal atau eksternal dan digunkan untuk memulai atau mengubah suatu proses.

    SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER
    Tugas pengolahan data perusahaan dilaksanakan oleh SIA yang mengumpulkan data kegiatan perusahaan lalu memprosesnya menjadi informasi yang berguna bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan.
    Komputer digunakan pada seluruh jenis sistem informasi. Teknologi informasi mencakup komputer dan teknologi lain yang digunakan untuk memproses informasi. Setiap organisasi yang menggunakan komputer untuk memproses data transasksi memiliki fungsi sistem informasi. Fungsi sistem informasi bertanggung jawab untuk pengolahan data. Pengolahan data merupakan aplikasi SIA yang paling mendasar dalam setiap organisasi.
    Beberapa teknologi informasi yang mendukung keberadaan SIA di suatu perusahaan meliputi :
    a. Sistem pengubah tampilan dokumen (document image system)
    Sistem ini menggunakan komputer untuk secara digital menangkap, menyimpan dan menampilkan dokumen, gambar, grafik dan ilustrasi-ilustrasi lainnya dengan cara sama seperti pemrosesan kata. Pemrosesan kata atau teks dokumen menyimpan dan memproses hanya kata (teks) dokumen.
    b. Sistem tanggap cepat (quick response system)
    Sistem ini digunakan untuk gugus manajemen mutu (TQM=Total Quality Management) dalam bisnis, dimana dalam melaksanakan sesuatu dengan tepat pada saat pertama. TQM mensyaratkan produksi berkualitas tinggi, efisiensi, operasional dan pengembangan operasi secara terus menerus.
    c. Sistem komputer terpadu manufaktur (manufacture integrated computer system)
    Sistem ini adalah pendekatan terpadu untuk pemanfaatan teknologi informasi pada perusahaan manufaktur. Komponen-komponen sistem ini biasanya mencakup stasiun-stasiun kerja (CAD), sistem pengawasan dan pengendalian produksi tepat waktu, dan sistem pemesanan dan pengendalian persediaan.

    Beberapa tahapan proses pengolahan data yang memperoleh manfaat besar dari penggunaan komputer adalah :
    • Verifikasi
    Yaitu pengecekan kebenaran atau kelayakan angka-angka yang menjadi input dalam suatu proses
    • Sortir
    Yaitu pensortiran data ke dalam beberapa klasifikasi yang berbeda
    • Transmission
    Yaitu memindahkan lokasi data dari suatu tempat ke tempat lainnya
    • Perhitungan
    Yaitu melakukan perhitungan-perhitungan secara cepat

    SIKLUS HIDUP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Pengembangan sistem adalah proses memodifikasi atau mengubah sebagian atau seluruh sistem informasi. Proses ini membutuhkan komitmen substansial mengenai waktu dan sumber daya serta merupakana aktivitas berkesinambungan dalam banyak organisasi. Dalam beberapa hal, sistem informasi menyerupai suatu organisasi, yaitu hidup, lahir, tumbuh, menjadi matang, berfungsi dan akhirnya mati. Proses evolusi ini disebut siklus hidup sistem yang terdiri atas tahap-tahap perencanaan, analisis, rancangan, penerapan dan penggunaan.
    • Tahap Perencanaan
    Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini dimulai dari adanya masalah atau peluang. Dilanjutkan dengan mengidentifikasikan masalah tersebut, menentukan tujuan dari sistem yang akan dibuat, mengidentifikasikan kendala-kendala yang akan dihadapi serta melakukan studi kelayakan. Jika menurut hasil studi kelayakan dinyatakan bahwa pengembangan sistem ini layak, maka proses dilanjutkan dengan mempersiapkan usulan sistem yang pada tahap selanjutnya dapat saja usulan sistem ini ditolak. Jika usulan sistem diterima, proyek akan dilanjutkan dengan tahap penelitian
    • Tahap Analisis dan Rancangan
    Tahap ini merupakan penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan merancang sistem baru atau memperbaharui yang sudah ada.
    Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam tahap analisa, yaitu
    A. menetukan kebutuhan informasi
    B. melakukan survey
    C. menyusun cara pemenuhan kebutuhan informasi dan cara memecahkan masalahnya
    Tahap rancangan sistem adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. Langkah-langkah dalam tahap rancangan ini dapat mengikuti pedomen dibawah ini
    1. menyiapkan rancangan yang rinci mengenai data, proses dan laporan yang akan dibuat dengan pendekatan atas-bawah maupun bawah-atas
    2. mengidentifikasikan, mengevaluasi, dan memilih berbagai alternatif pilihan rancangan yang sekiranya dapat dijadikan pertimbangan untuk dipakai dan dapat dipilih yang paling baik
    3. menyiapkan usulan penerapan yang mengikhtisarkan tugas-tugas penerapan yang harus dilakukan, keuntungan yang diharapkan, dan biayanya
    4. menyetujui atau menolak penerapan, biasanya mempertimbangkan antara manfaat dan biaya
    Secata teknis ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam tahap rancangan sistem informasi, sebagi berikut :
    1. merancang bentuk-bentuk dokumen keluaran
    2. merancang bentuk-bentuk dokumen masukan
    3. merancang format file dan databasenya
    4. nerancabg program aplikasi
    • Tahap Penerapan dan Penggunaan
    Sesudah menyelesaikan pekerjaan merancang sistem baru, langkah berikutnya adalah mengimplementasikan dan melaksanakan sistem baru tersebut.
    Tahap penerapan ini akan meliputi kegiatan berikut :
    A. perencanaan penerapan sistem haruslah dipahami dengan baik oleh manajer agar dapat menggunakan pengetahuan ini untuk mengembangkan rencana penerapan yang sangat rinci
    B. mengumumkan penerapan sistem kepada pagawai agar mereka tahu mengenai keputusan untuk menetapkan sistem baru dengan meminta kerjasama mereka
    C. mendapatkan sumber daya yang sesuai
    D. menyiapkan database dengan cara merubah data lama ke versi baru ataupun membuat adata baru
    E. mendidik peserta dan pemakai agar dapat mengimplementasikan sistem baru
    F. masuk ke sistem baru berarti mulai menggunakan sistem baru dan meninggalkan sistem lama
    Bila seluruh langkah diatas sudah dikerjakan, berarti sistem informasi yang baru sudah siap untuk dilaksanakan dan digunakan. Tahap penggunaan sistem informasi ini dilakukan dengan dua cara :
    1. perubahan paralel, yaitu melaksanakan sistem baru bersama dengan sistem lama sehingga ada dua proses data untuk setiap transaksi yang terjadi
    2. perubahan langsung, yaitu menghentikan penggunaan sistem lama dan sekaligus menggantinya dengan sistem baru

    PERAN AKUNTAN DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Akuntan berinteraksi dengan SIA bisa dalam bentuk menggunakan, mengevaluasi, dan mengembangkan SIA. Tentu saja fungsi ini sesuai dengan posisi pekerjaan seorang akuntan yang bisa dikategorikan menjadi akuntan keuangan, manajer akuntansi, ahli akuntansi pajak, akuntan manajemen, pengembang sistem, dan auditor.

    BENTUK PENGAWASAN DI DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Kasus-kasus yang sering terjadi dalam banyak organisasi adalah tidak diselesaikannya suatu penugasan, tidak ditepatinya waktu penyelesaian pekerjaan (deadline), suatu anggaran yang berlebihan, dan kegiatan-kegiatan lain yang menyimoang dari rencana. Pengawasan dapat didefinisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai. Hal ini berkenaan dengan cara-cara membuat kegiatan-kegiatan sesuai yang direncanakan. Pengertian ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat erat antara perencanaan dan pengawasan.
    Proses pengawasan didalam SIA juga berhubungan erat dengan fungsi-fungsi manajerial lainnya, yaitu perencanaan, pengorganisasian dan pengarahan.
    Ada beberapa faktor yang membuat pengawasan semakin diperlukan oleh setiap organisasi, yaitu :
    1. perubahan lingkungan organisasi
    2. peningkatan kompleksitas organisasi
    3. kesalahan-kesalahan
    4. kebutuhan manajer untuk mendelegasikan wewenang
    Proses pengawasan yang dilakukan didalam SIA biasanya terdiri paling sedikit lima tahap, yaitu :
    1. penetapan standar pelaksanaan (perencanaan)
    2. penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan
    3. pengukuran pelaksanaan kegiatan yang nyata
    4. membandingkan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan
    5. pengambilan tindakan koreksi bila perlu

    DAFTAR PUSTAKA
    https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
    https://rumahradhen.wordpress.com/materi-kuliahku/semester-6/sistem-informasi-akuntansi/pengenalan-sistem-informasi-akuntansi/
    http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-sistem-informasi-akuntansi/

  23. Yulia Kartika says:

    1401723/Yulia Kartika/2014-A/SIA

    SISTEM
    Sistem adalah unsur yang dengan teratur saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya sehingga bisa membentuk suatu totalitas. pendapat lain menyatakan sistem adalah himpunan yang meliputi berbagai bagian atau elemen yang mempunyai maksud misi yang selaras (sama). Elemen atau bagian yang merupakan substansi atas pembentuk sistem tidak selalu jenisnya sama, bisa terdiri atas gabungan bagian atau elemen yang beda.
    INFORMASI
    Informasi bisa didefinisikan sebagai sebuah data akhir/final yang layak berperan sebagai instrumen dalam pengambilan sebuah keputusan. Bisa disebut informasi apabila sudah memenuhi kriteria seperti relevan, akurat, up to date (tepat waktu), serta lengkap. Tidak dapat disebut sebagai informasi apabila tidak mengandung unsur dari salah satu kriteria tersebut.
    SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen dalam perusahaan yang mengumpulkan, mengklasifikaskan, mengolah, menganalisis serta mengkomunikasikan informasi keuangan dan pengambilan sebuah keputusan yang relevan untuk pihak eksternal dan pihak internal perusahaan. Bahkan akuntansi itu sendiri adalah merupakan sebuah sistem informasi.

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Ahli
    1. Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain,
    2. Beberapa batasan pengertian (definisi) Sistem Informasi Akuntansi lain yang dapat dikutip misalnya pendapat Wilkinson (1990) bahwa sistem informasi akuntansi adalah merupakan sistem informasi formal, memiliki tujuan (kegunaan), tahap, tugas, pengguna, dan sumber daya dan mencakup ke seluruh kegiatan perusahaan dalam penyediaan informasi bagi semua pengguna di perusahaan tersebut.
    3. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Jusuf, A.A. (1996, h.1) pengertiansistem informasi akuntansi adalah, “Kumpulan sumber daya, seperti: manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi.” Informasi ini dikomunikasikan kepada para penggunanya untuk berbagai pengambilan keputusan.
    4. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menutut Mulyadi (2001, h.3) mendefinisikan, “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”

    Fungsi penting yang dibentuk Sistem Informasi Akuntansi pada sebuah organisasi antara lain :
    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem Sistem Informasi Akuntansi memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 3 subsistem:
    • Sistem pemrosesan transaksi, mendukung proses operasi bisnis harian.
    • Sistem buku besar/pelaporan keuangan, menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
    • Sistem pelaporan manajemen, yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban
    Berbagai transaksi non keuangan yang tidak bisa diproses oleh Sistem Informasi Akuntansi biasa, diproses oleh Sistem Informasi Manajemen. Adapun perbedaan keduanya adalah :
    • SIA mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan
    • SIM mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe informasi
    Sebuah Sistem Informasi Akuntansi menambah nilai dengan cara:
    • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    • Meningkatkan efisiensi
    • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    • Meningkatkan sharing knowledge
    • Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
    Daftar pustaka:
    https://esapriyambodo27.wordpress.com/2014/10/01/pengertian-sia-sistem-informasi-akutansi/
    http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-sistem-informasi-akuntansi/
    http://nichonotes.blogspot.co.id/2015/02/sistem-informasi-akuntansi.html

  24. Jajang Koswara says:

    1400090 / Jajang Koswara / 2014-A / SIA – 1

    PENGENALAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Pengertian Sistem dan Prosedur
    Menurut Yogianto (1995:1) yang mengutip dari Jerry Fritz Gerald dan Warren D. Stalling, pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut “ Suatu sistem adalah suatu jaringan yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”.
    Menurut Mulyadi dalam bukunya, Sistem Akuntansi, 2001, sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok organisasi.
    Definisi sistem menurut Mulyadi (1993:2) sebagai berikut:
    a. Setiap sistem terdiri atas unsur-unsur.
    b. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.
    c. Unsur-unsur tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.
    d. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.

    Prosedur menurut Yogianto (1995:1) mengutip dari Richard F. Neuschel, didefinisikan sebagai berikut: “Suatu prosedur adalah urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa (what) yang harus dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakan, kapan (when) dikerjakan, dan bagaimana mengerjakannya.

    Sedangkan Prosedur menurut Zaki Baridwan (1990:3) adalah merupakan urutan pekerjaan klerikal yang melibatkan beberapa orang dalam suatu bagian atau lebih, disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam terhadap transaksi yang sering terjadi.

    Jenis – Jenis Sistem

    • Berdasarkan Wujud Fisik (Bentuk), dibedakan
    • Non physical adalah suatu sistem yang secara fisik tidak ada tapi terjadi, contoh: sistem teologi.
    • Physical adalah suatu sistem yang secara fisik ada, contoh: sistem komputer
    • Berdasarkan Kejadian, dibedakan
    • Natural (alami) adalah sistem yang terjadi karena proses alam dan tidak terdapat proses campur tangan manusia, contoh: sistem rotasi bumi, sistem tata surya
    • Human mode (buatan manusia) adalah sistem yang terjadi karena adanya suatu proses campur tangan manusia, contoh: sistem pengendalian banjir, sistem tata kota
    • Berdasarkan Sifat, dibedakan
    • Deterministic adalah sebuah sistem yang beroperasi dalam cara yang dapat diramalkan secara tepat serta interaksi antar bagian – bagian dapat diketahui secara pasti, contoh: sistem program computer, sistem audio visual
    • Probabilistic adalah suatu sistem yang diuraikan dalam istilah perilaku yang mungkin, tetapi selalu ada sedikit kesalahan atas ramalan terhadap jalannya system, contoh: sistem pemilihan presiden, sistem persediaan barang.
    • Berdasarkan Metode, dibedakan
    • Closed ( tertutup) adalah sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau energi dengan lingkungannya, contoh: sebuah reaksi kimia di dalam sebuah tabung berisolasi dan tertutup.
    • Open ( terbuka ) adalah sistem yang selalu berhubungan dengan lingkungan luarnya untuk melakukan proses dalam mendapatkan output, contoh: sistem biologis, sistem keorganisasian
    Pengendalian Sistem Informasi
    Pengendalian sistem informasi merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari pengelolaan sistem informasi, bahkan melaksanakan fungsi yang sangat penting karena mengamati setiap tahapan dalam proses pengelolaan informasi. Ada beberapa keterampilan untuk mengelola pengendalian sistem informasi, yaitu :
    1. Kemampuan mengendalikan kegiatan perencanaan informasi
    2. Kemampuan mengendalikan proses transformasi informasi
    3. Kemampuan mengendalikan organisasi pelaksana sistem informasi
    4. Kemampuan-kemampuan kegiatan koordinasi
    Dengan kemampuan-kemapuan itu, maka terjamin kelancaran pelaksanaan pengelolaan sistem informasi Pengendalian sistem informasi adalah keseluruhan kegiatan dalam bentuk mengamati, membina, dan mengawasi pelaksanaan mekanisme pengelolaan sistem informasi, khususnya dalam fungsi-fungsi perencanaan informasi, transformasi, organisasi, dan koordinasi.
    Jenis Pengendalian Sistem
    A. Sistem Pengendalian Umpan Balik
    Pengendalian umpan balik merupakan proses mengukur keluaran dari sistem yang dibandingkan dengan suatu standar tertentu. Bilamana terjadi perbedaan – perbedaan atau penyimpangan – penyimpangan akan dikoreksi untuk memperbaiki masukan sistem selanjudnya. Study teoritis tentang sistem pengendalian umpan balik disebut dengan cybernetisc. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu kybernettes yang berarati “orang yang mengatur ” penerapan suatu pengendalian daam suatu sistem.
    Sistem pengendalian umpan balik mempunyai 4 komponen dasar, yaitu :
    1. Suatu karakteristik atau kondisi yang dikendalikan diukur dari keluarannya.
    2. Suatu sensor (censor) yang mengukur karakteristik atau kondisi tersebut.
    3. Suatu unit pengendalian (control unit ) yang membandingkan hasil ukuran censor dengan suatu standar.
    4. Suatu unit pengatur (activating unit) yang menghasilkan tindakan penyesuaian untuk masukkan proses selanjudnya.
    Sistem pengendalian umpan balik disebut juga dengan istilah negative feedback, karena hasil balik yang negative akan dikendalikan supaya menjadi baik untuk masukan proses selanjutnya. Contoh yang paling umum dari sistem pengendalian umpan balik adalah sistem themostat di dalam alat pendingin. (air conditioner). Kondisi temperatur yang dihasilkan oleh alat pendingin akan diukur oleh suatu sensor dan dibandingkan dengan standar temperatur yang tidak menyebabkan ruangan menjadi lembab. Bila temperatu terlalu dingin, maka tungku pemanas sebagai pengatur unit pegnatur dalam thermostat akan dihidupkan. Bila temperatue terlalu panas, maka tungku akan dimatikan dan alat pendingin akan bekerja kembali. Seandainya alat pendingin tidak mempunyai pengendali ini, maka ruangan akan menjadi lemabab dan tujuan dari alat pendingin tersebut tidak akan tercapai. Sistem akuntansi pertanggungjawaban merupaka penerapan dari sistesm pengendalian umpan balik dalam sistem akuntansi. Sistem akuntansi pertanggungjawaban dapat berupa pusat beaya dan pusat investai. Pada pusat beaya yang dikendalikan bila melebihi anggaran akan dianalisis peneybabnya dan akan diperbaiki untuk masukan selanjudnya. sehingga diharafkan beaya yang terjadi dapat diminimumkan.

    B. Sistem Pengendalian Umpan Maju
    Sistem pengendalian umpan maju (feedforward control system) disebut juga dengan istilah positive feedback. Positive feedback mencoba mendorong proses dari sistem supaya manghasilkan hasil balik yang posiif. Sistem pengendalian umpan maju ini merupakan perkembangan dari sitem pengendalian umpan balik. Di dalam sistem pengendalian umpan balik, pengendalian dilakukan setelah keluaran dihasilkan. Pengendalian sepertin ini diangap mempunyai kelemahan bilamana penyimpanan dari luar dengan standar sangat besar. Padahal keluaran ini merupakan hasil yang sudah terlanjur terjadi dan dapat mengakibatkan hal sangat fatal. Ide supaya keluaran dapat dihasilkan dengan hasil balik yang baik atau positif merupakan konsep dari sistem pengendalian umpan maju. sehingga untuk hal – hal yang dianggap dapat terjadi penyimpangan yang besar dan tidak boleh terjadi, dilakukan pengendalian umpan maju. Supaya keluaran dapat dihasilkan umpan balik yang positip, maka pengendalian tidak boleh diukur dari keluarannya, tetapi diukur dan dikendalikan dari prosesnya. Selama proses didalam sistem, selalu dilakukan pengamatan dan dan cepat – cepat diatasi bila bila mulai terjadi penyimpangan sebelum terlanjur fatal pada keluarannya.

    Contoh :
    Contoh penerapan sistem pengenadalian umpan maju yang paling banyak diterapkan pada sistem akuntansi adalah pada sistem perencanaan kas akan sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal bilaman saldo kas suatu ketika saldo menjadi sangat kecil atau bahkan menjadi defisit dan akan menyebabkan lekuiditas perusahaan rendah., sebagai akibatnya aktivitas perusahaan dapat terganggu. Untuk mengatasi hal ini, meka penerapan sistem pengendalian umpan maju diterapkan dengan meramalkan arus dari saldo kas dimasa mendatang dengan membuat sistem anggaran kas. Kondisi yang dikendalikan adalah semua proses kegiatan perusahaan dankeputusan – keputusan yang memperngaruhi tingkat saldo kas. Proses ini diukur dari arus kas yang terjadi melalui proses akuntansi dan dibandingkan dengan batasan saldo kas yang diperbolekan dalam anggaran kas yang telah dibuat. Bila saldo kas yang terjadi berada diluar batas saldo kas yang telah dianggarkan, maka cepat – cepat dilakukan tindakan pengaturan untuk memperbaiki saldo kas. Sebagai pengatur adalah manajer keuangan yang akan melakukan tindakan penyesuaian terhadap saldo kas . Bila setiap saat proses mempengaruhi saldo kas selalu diawasi dan dikendalikan, diambil tindakan secepatnya sebelu terjadi hal yang fatal, maka keluaran yang terjadi diharafkan akan sesuai dengan yang diharafkan.

    C. Sistem Pengendalian Pencegahan
    Kalau sistem pengendalian umpan balik mengendalikan keluarannya dan sistem pengendalian umpan maju mengendalikan prosesnya, maka sistem pengendalian pencegahan mencoba unutk mengendalikan sistem dimuka sebelum proses dimulai dengan mencegah hal – hal yang merugikan untuk masuk kedalam sistem. Sistem pengendalian intern (internal control) merupakan contoh penerapan dari sistem pengendalian pencegahan. Penerapan kebijaksanaan – kebijaksanaan, metode – metode dan prosedur – prosedur didalam sistem pengendalian intern dimaksudkan untuk mencegah hal – hal yang tidak baik mengganggu masukan, proses dan hasil dari sistem supaya dapat beroperasi seperti yang diharafkan.

    Pengertian Informasi
    Secara Etimologi, Kata informasi ini berasal dari kata bahasa Perancis kuno informacion (tahun 1387) mengambil istilah dari bahasa Latin yaitu informationem yang berarti “konsep, ide atau garis besar,”. Informasi ini merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas Aktifitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”,
    Informasi bisa menjadi fungsi penting dalam membantu mengurangi rasa cemas pada seseorang. Menurut pendapat Notoatmodjo (2008) bahwa semakin banyak memiliki informasi dapat memengaruhi atau menambah pengetahuan terhadap seseorang dan dengan pengetahuan tersebut bisa menimbulkan kesadaran yang akhirnya seseorang itu akan berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

    Dalam KBBI Informasi /in•for•ma•si/ Berarti
    1. Pnerangan;
    2. Pemberitahuan; kabar atau berita tentang sesuatu;
    3. Ling keseluruhan makna yang menunjang amanat yang terlihat di bagian-bagian amanat itu;

    Dari wikipedia, Informasi merupakan pesan atau kumpulan pesan (ekspresi atau ucapan) yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan, hal ini merupakan tanda-tanda, atau sebagai sinyal berdasarkan gelombang. Informasi bisa di katakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, Persepsi, kebenaran, representasi, negentropy, Stimulus, komunikasi, , dan rangsangan mental.

    Pentingnya Informasi
    Dengan adanya informasi, dapat mengurangi ketidakpastian sehingga informasi yang akurat dan berkualitas dapat mengurangi rasa ragu-ragu bagi penerima informasi. Dan juga dengan adanya informasi, dapat mengarahkan kepada masalah yang penting untuk kita cari solusi permasalahan tersebut melalui berbagai sumber dari informasi yang kita dapatkan.

    Sifat Informasi
    1. Informasi bersifat faktual ialah informasi yang berisi fakta-fakta, peristiwa nyata dan dapat dibuktikan. Informasi faktual terdiri atas fakta umum dan fakta khusus.
    • Fakta umum, yaitu informasi yang berisi fakta yang masih umum, belum teuraikan secara khusus tentang nama tempat, objek peristiwa, pelaku, dan sebagainya. Contoh: harimau tinggal di hutan; kucing adalah binatang pemakan daging.
    • Fakta khusus, yaitu informasi yang berisi kejadian atau peristiwa yang dijelaskan secara terperinci atau detail. Contoh: harimau yang tinggal ditempat sirkus itu tampil dihadapan penonton dua kali sehari; kucing yang dipelihara adik itu suka makan tempe dan tahu.
    2. Informasi bersifat opini atau konsep. Informasi bersifat opini ialah informasi yang masih berupa pendapat, pikiran atu pendirian seseorang tentang sesuatu. Konsep ialah ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret. Contoh opini: sebaiknya pemerintah mempertimbangkan kembali rencana mengimpor beras dari luar negri; masalah kriminalitas didaerah ini perlu penanganan secara keras dan tegas. Contoh konsep: Dengan penyajian data dalam bentuk grafik bisa membantu untuk mengambil kesimpulan yang cepat. Grafik adalah lukisan pasang surut suatu keadaan yang dilukiskan dengan garis atau gambar.
    3. Informasi bersifat pemerian. Dalam menjelaskan sesuatu yang bersifat uraian khusus , penulis biasanya menjabarkan penjelasan khusus tersebut menyamping atau horizontal atau berberbentuk satuan kebawah secara vertikal. Uraian khusus yang berupa penyebutan berbentuk kata atau frasa umumnya ditulis secara horizontal atau melebar ke kiri ke kanan. Namun ada juga peincian yang berupa unsur-unsur atau bagian yang berbentuk kalimat. Contoh pemerian secara vertikal: Proses untuk mempelajari unsur-unsur suatu bahasa meliputi:
    1) Pengenalan lambang-lambang bunyi,
    2) Pengenalan lafal dan tanda baca,
    3) Pemahaman kosakata bersifat kekrabatan, dan
    4) Pemahaman terhadap bentuk kata, frasa, kata tugas, klausa, dan perubahan makna. Contoh pemerian secara horizontal: untuk keperluan kompetisi futsal, Ahmad harus menyiapkan seragam, konsumsi, transportasi, dan keperluan lainnya untuk timnya.
    Kualitas dan Nilai Informasi
    Nilai informasi ini didasarkan atas 10 (sepuluh) sifat, yaitu :
    1. Mudah Diperoleh
    Sifat ini menunjukan mudahnya dan cepatnya informasi dapat diperoleh.
    2. Luas dan Lengkap
    Sifat ini menunjukan lengkapnya isi informasi.
    3. Ketelitian
    Sifat ini berhubungan dengan tingkat kebebasan dari kesalahan keluaran informasi.
    4. Kecocokan
    Sifat ini menunjukan betapa baik keluaran informasi dalam hubungannya
    dengan permintaan para pemakai. Isi informasi harus ada hubungannya dengan masalah yang sedang dihadapi.
    5. Ketepatan Waktu
    Sifat ini berhubungan dengan waktu yang dilalui yang lebih pendek dari pada siklus untuk mendapatkan informasi. Masukan, pengolahan, dan pelaporan keluaran kepada para pemakai biasanya tepat waktu.
    6. Kejelasan
    Sifat ini menunjukan tingkat keluaran informasi yang bebas dari istilah-istilah yang tidak jelas.
    7. Keluwesan
    Sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya keluaran informasi tidak
    hanya dengan lebih dari satu keputusan, tetapi juga dengan lebih dari seorang
    pengambil keputusan.
    8. Dapat Dibuktikan
    Sifat ini menunjukan kemampuan beberapa pemakai informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama.
    9. Tidak Ada Prasangka
    Sifat ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah
    informasi guna mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.
    10. Dapat Diukur
    Sifat ini menunjukan hakekat informasi yang dihasilkan dari sistem informasi formal.
    Pada kenyataannya nilai informasi tidak mudah untuk dinyatakan dengan ukuran yang bersifat kuantitatif. Namun nilai informasi dapat dijelaskan menurut skala relatif. Misalnya, jika suatu informasi dapat menghasilkan hal yang mengurangi ketidakpastian bagi mengambil keputusan, maka nilai informasinya tinggi jika hasil tindakannya adalah positif, tapi nilai informasinya rendah bila tindakannya negatif. Sebaliknya, sekiranya informasi kurang memberikan relevansi bagi mengambil keputusan, informasi tersebut dikatakan kurang bernilai atau nilai informasinya rendah.( H.M Jogianto, 1990)
    Kualitas dari suatu informasi tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus akurat, tepat waktu, dan relevan.
    1. Akurat
    Berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak
    menyesatkan dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus
    akurat karena dari sumber informasi sampai ke penerima informasi
    kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat merubah atau merusak
    informasi tersebut.
    2. Tepat Waktu
    Berarti informasi yang datang pada si penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat, maka dapat berakibat fatal untuk organisasi. Dewasa ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya.
    3. Relevan
    Berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila
    ditujukan kepada ahli teknik perusahaan. Sebaliknya informasi mengenai harga pokok produksi untuk nilai teknik merupakan informasi yang kurang
    levan, tetapi releven untuk akuntan.

    Sumber :
    http://keuanganlsm.com/perbedaan-pengertian-sistem-dan-prosedur/
    https://wawanlaksito.wordpress.com/2011/04/03/sistem/
    http://bagusdwiseto.blogspot.co.id/2013/10/pengendalian-sistem-informasi.html
    http://zethside.blogspot.co.id/2013/04/pengendalian-system.html
    http://www.definisi-pengertian.com/2015/03/definisi-dan-pengertian-informasi.html
    http://shin-aulia.blogspot.co.id/
    https://mane3x.wordpress.com/2013/12/04/10-sifat-nilai-informasi-dan-3-kualitas-dari-sistem-informasi/
    http://dhukunweb.blogspot.co.id/2012/04/kualitas-dan-nilai-informasi.html

  25. Kurniasari Andini says:

    NIM/Nama/Kelas : 1400652/Kurniasari Andini/Akuntansi A SIA 01
    Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani(sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
    Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
    Ada banyak pendapat tentang pengertian dan definisi sistem yang dijelaskan oleh beberapa ahli. Berikut pengertian dan definisi sistem menurut beberapa ahli:
    • Jogianto (2005:2), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata, seperti tempat, benda dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
    • Indrajit (2001:2), Sistem adalah kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.

    Prosedur berisi cara yang dispesifikasikan untuk untuk melaksanakan suatu aktivitas atau suatu proses. Prosedur dapat didokumentasikan atau tidak. Apabila prosedur didokumentasikan biasanya disebut prosedur tertulis atau prosedur terdokumentasikan.
    Klasifikasi sistem informasi adalah suatu bentuk kesatuan antara satu komponen dengan satu komponen lainnya, karena tujuan dari sistem tersebut memiliki akhir tujuan yang berbeda untuk setiap perkara atau kasus yang terjadi dalam setiap sistem tersebut. Sehingga sistem tersebut dapat diklasifikasikan menjadi beberapa sistem, diantaranya yaitu:
    1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
    • Sistem Abstrak (Abstract System) merupakan sistem yang berupa suatu konsep atau gagasan, atau sistem yang berupa suatu ide-ide atau suatu pemikiran yang bersifat non fisik yaitu tidak terlihat secara fisik. Contohnya seperti Teologi yaitu suatu ilmu tentang ketuhanan atau suatu gagasan maupun suatu pemikiran tentang hubungan antara manusia dengan Tuhannya.
    • Sistem Fisik (Physical System) merupakan sistem yang terlihat secara fisik contohnya seperti sistem akuntansi, sistem transportasi, sistem komputer, sistem produksi, dan lain-.lainnya
    2. Sistem Deterministik dan Sistem Probabilistik
    • Sistem Deterministik (Deterministic System) merupakan suatu sistem yang bergerak atau beroperasi dengan cara yang dapat diperkirakan secara tepat, dan dapat mengetahui interaksi yang terjadi pada setiap bagian-bagiannya. Contohnya yaitu sistem komputer.
    • Sistem Probabilistik (Probabilistic System) merupakan suatu sistem yang tidak dapat memperkirakan hasil akhirnya atau kondisi masa depannya secara tepat karena memiliki unsur probabilitas (kemungkinan atau tidak tentu). Contohnya seperti sistem persediaan barang, sistem pemilihan presiden, dan lain sebagainya.
    3. Sistem Terbuka dan Sistem Tertutup
    • Sistem terbuka (Open System) merupakan sistem yang berhubungan dan mendapatkan pengaruh dari lingkungan luar untuk mendapatkan inputan dan melakukan proses sehingga menghasilkan keluaran. Karena sistem ini merupakan sistem yang mendapatkan pengaruh dari lingkungan luar atau merupakan sistem yang terbuka, maka sistem ini harus memiliki pengendalian yang baik, sehingga secara relatif tertutup, karena sistem yang tertutup akan secara otomatis akan terbuka untuk pengaruh yang positif saja. Contohnya sistem keorganisasian.
    • Sistem tertutup (Close System) kebalikan dari sistem terbuka, yaitu sistem yang tidak behubungan dan tidak mendapatkan pengaruh dari lingkungan luar, sehingga sistem ini tidak melakukan pertukaran materi, energi, ataupun informasi, dan secara otomatis akan bekerja tanpa adanya campur tangan dari lingkungan luar. Contohnya reaksi kimia dalam sebuah tabung. Secara teoritis sistem tersebut ada, akan tetapi pada kenyataanya sistem tersebut tidak sepenuhnya tertutup, yang ada hanyalah relatively close system (sistem yang relatif tertutup atau tidak sepenuhnya tertutup).
    4. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan
    • Sistem Alamiah (Natural System) merupakan sistem yang terjadi karena proses-proses alam tanpa adanya campur tangan manusia, karena memang tidak ada campur tangan manusia dan merupakan proses yang alamiah. Contohnya seperti rotasi perputaran bumi, sistem tatasurya, dan lain sebagainya.
    • Sistem Buatan (Human Made System) merupakan sistem yang dirancang oleh manusia atau merupakan sistem yang proses terjadinya melibatkan campur tangan manusia. Sistem ini juga melibatkan mesin, sehingga sering kali disebut Human Machine System. Contohnya Sistem komputer.
    5. Sistem Sederhana dan Sistem Kompleks
    Dilihat dari tingkat kerumitannya sistem juga dapat dibagi menjadi sistem sederhana dan sistem kompleks. Contoh dari sistem sederhana yaitu sistem yang ada pada sepeda, sedangkan contoh dari sistem kompleks yaitu terjaddi pada otak manusia.

    Pengendalian sistem informasi merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari pengelolaan sistem informasi, bahkan melaksanakan fungsi yang sangat penting karenamengamati setiap tahapan dalam proses pengelolaan informasi. Ada beberapa keterampilanuntuk mengelola pengendalian sistem informasi, yaitu :
    1.Kemampuan mengendalikan kegiatan perencanaan informasi
    2.Kemampuan mengendalikan proses transformasi informasi
    3.Kemampuan mengendalikan organisasi pelaksana sistem informasi
    4 Kemampuan-kemampuan kegiatan koordinasi.
    Dengan kemampuan-kemapuan itu, maka terjamin kelancaran pelaksanaan pengelolaansistem informasi Pengendalian sistem informasi adalah keseluruhan kegiatan dalam bentukmengamati, membina, dan mengawasi pelaksanaan mekanisme pengelolaan sistem informasi,khususnya dalam fungsi-fungsi perencanaan informasi, transformasi, organisasi, dan
    Pengendalian system
    Karena suatu sistem tidak ada yang tertutup, supaya sistem dapat terus melangsungkan hidupnya, maka sistem harus mempunyai daya membela diri atau sistem harus mempunyai daya beli diri atau sistem harus mempunyai sistem pengendalian. Pengendalian dari suatu sistem dapat berupa pengendalian umpan balik (feedback control system), dan pengendalian umpan maju (feed forward control system ) dan pengendalian pencegahan (preventive control system).
    A. Sistem Pengendalian Umpan Balik
    Pengendalian umpan balik merupakan proses mengukur keluaran dari sistem yang dibandingkan dengan suatu standar tertentu. Bilamana terjadi perbedaan – perbedaan atau penyimpangan – penyimpanga akan dikoreksi untuk memperbaiki masukan sistem selanjudnya. Study teoritis tentang sistem pengendalian umpan balik disebut dengan cybernetisc. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu kybernettes yang berarati “orang yang mengatur “ penerapan suatu pengendalian daam suatu sistem.
    Sistem pengendalian umpan balik mempunyai 4 komponen dasar, yaitu :
    1. Suatu karakteristik atau kondisi yang dikendalikan diukur dari keluarannya.
    2. Suatu sensor (censor) yang mengukur karakteristik atau kondisi tersebut.
    3. Suatu unit pengendalian (control unit ) yang membandingkan hasil ukuran censor dengan suatu standar.
    4. Suatu unit pengatur (activating unit) yang menghasilkan tindakan penyesuaian untuk masukkan proses selanjudnya.
    B. Sistem Pengendalian Umpan Maju
    Sistem pengendalian umpan maju (feedforward control system) disebut juga dengan istilahpositive feedback. Positive feedback mencoba mendorong proses dari sistem supaya manghasilkan hasil balik yang posiif. Sistem pengendalian umpan maju ini merupakan perkembangan dari sitem pengendalian umpan balik. Di dalam sistem pengendalian umpan balik, pengendalian dilakukan setelah keluaran dihasilkan. Pengendalian sepertin ini diangap mempunyai kelemahan bilamana penyimpanan dari luar dengan standar sangat besar. Padahal keluaran ini merupakan hasil yang sudah terlanjur terjadi dan dapat mengakibatkan hal sangat fatal. Ide supaya keluaran dapat dihasilkan dengan hasil balik yang baik atau positif merupakan konsep dari sistem pengendalian umpan maju. sehingga untuk hal – hal yang dianggap dapat terjadi penyimpangan yang besar dan tidak boleh terjadi, dilakukan pengendalian umpan maju. Supaya keluaran dapat dihasilkan umpan balik yang positip, maka pengendalian tidak boleh diukur dari keluarannya, tetapi diukur dan dikendalikan dari prosesnya. Selama proses didalam sistem, selalu dilakukan pengamatan dan dan cepat – cepat diatasi bila bila mulai terjadi penyimpangan sebelum terlanjur fatal pada keluarannya.
    C. Sistem Pengendalian Pencegahan
    Kalau sistem pengendalian umpan balik mengendalikan keluarannya dan sistem pengendalian umpan maju mengendalikan prosesnya, maka sistem pengendalian pencegahan mencoba unutk mengendalikan sistem dimuka sebelum proses dimulai dengan mencegah hal – hal yang merugikan untuk masuk kedalam sistem. Sistem pengendalian intern (internal control) merupakan contoh penerapan dari sistem pengendalian pencegahan. Penerapan kebijaksanaan – kebijaksanaan, metode – metode dan prosedur – prosedur didalam sistem pengendalian intern dimaksudkan untuk mencegah hal – hal yang tidak baik mengganggu masukan, proses dan hasil dari sistem supaya dapat beroperasi seperti yang diharafkan.

    Informasi merupakan sumberdaya informasi yang terpenting yang disajikan untuk para pemakai. Informasi adalah data yang telah ditransformasi melalui suatu proses dan berguna bagi pemakainya. Berguna artinya suatu informasi tidaklah sama bagi semua orang terutama dalam level organisasi. Misalnya, jumlah penjualan perminggu merupakan informasi bagi seorang staf penjualan namun hal itu masih merupakan data bagi manager Penjualan karena informasi yang dibutuhkannya adalah jumlah penjualan yang dihasilkan oleh semua staf penjualan disuatu wilayah tertentu setiap bulannya.
    Menurut beberapa sumber pengertian informasi adalah sebagai berikut :

    1. “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi sipenerima dan mempunyai nilai yang nyata atau yang dapat dirasakan dalam mengambil keputusan-keputusan dimasa sekarang ataupun yang akan datang.”( Gordon, B. Davis, Accounting Information System P.27 :1983 ) )
    2. “Informasi adalah pengumpulan atau pengolahan data untuk memberikan pengetahuan atau keterangan.” (Burgh & Starter, Accounting Information Systems P.67 :1982 )
    3. “Informasi adalah suatu data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna bagi pemakainya.”(George R. Terry, Phd, Information System P.5 :1982 )
    Informasi atau data (bahan baku informasi) merupakan fakta yang dimasukkan, disimpan dan diproses oleh SIA. Dengan kata lain informasi adalah data yang terorganisasi, berarti dan berguna.
    Sifat-sifat informasi antara lain :
    • Eksternal : Bersifat mandatory (perintah) dan essential (sangat diperlukan)
    • Internal : Bersifat discretionary(kebebasan yang ditentukan)

    Nilai (value) informasi terdiri dari :
    • benefit : ketidakpastian yang berkurang
    • improved decision : perencanaan dan penjadwalan yang semakin baik
    • cost : mendapatkan data, memproses data, menyimpan data, melaporkan

    Karakteristik Informasi yg Berguna
    1. Relevant (relevan)
    Menambah pengetahuan atau nilai bagi pengambil keputusan dengan mengurangi ketidakpastian, meningkatkan kemampuan untuk meramalkan atau mengkonfirmasi atau membetulkan harapan sebelumnya.
    2. Reliable (dapat dipercaya)
    Tidak ada kesalahan atau tidak bias dan akurat untuk suatu kejadian atau aktivitas organisasi
    3. Complete (lengkap)
    tidak mengabaikan data penting
    4. Timely (tepat waktu)
    Tersedia tepat waktu untuk pengambilan keputusan
    5. Understandable (dapat dimengerti)
    Dalam bentuk yang dapat dimengerti

    6. Verifiable (dapat dibuktikan kebenarannya)
    Menghasilkan informasi yang sama dari dua orang yang saling independen.

    Daftar pustaka
    • Amsyah, Zulkifli. 2005. Manajemen Sistem Informasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
    • Ludia, Zeth. [2013]. Pengengadalian Sistem. [Online]. Tersedia: http://zethside.blogspot.co.id/2013/04/pengendalian-system.html. 24 February
    • Septiani, Erika. Sistem Informasi. [Online]. Tersedia: https://erika0391989.wordpress.com/sistem-informasi-akuntansi/. 24 February

  26. Fika Yustia Afifah-1400564 says:

    1400564/Fika Yustia Afifah/2014-A/SIA-1

    Sistem Informasi Akuntansi

    Menurut saya, pengertian sistem itu sendiri adalah kumpulan orang yang saling bekerja sama dengan ketentuan-ketentuan aturan yang sistematis dan terstruktur untuk membentuk satu kesatuan melaksanakan suatu fungsi untuk mencapai tujuan. Sedangkan Pengertian Informasi adalah data yang diolah menjadi lebih berguna dan berarti bagi penerimanya dan untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan mengenai suatu keadaan.
    Jenis Pengendalian Sistem
    a. Sistem Pengendalian Umpan Balik
    Pengendalian umpan balik merupakan proses mengukur keluaran dari sistem yang dibandingkan dengan suatu standar tertentu. Bilamana terjadi perbedaan – perbedaan atau penyimpangan – penyimpanga akan dikoreksi untuk memperbaiki masukan sistem selanjudnya. Study teoritis tentang sistem pengendalian umpan balik disebut dengan cybernetisc. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu kybernettes yang berarati “orang yang mengatur ” penerapan suatu pengendalian daam suatu sistem.
    b. Sistem Pengendalian Umpan Maju
    Sistem pengendalian umpan maju (feedforward control system) disebut juga dengan istilahpositive feedback. Positive feedback mencoba mendorong proses dari sistem supaya manghasilkan hasil balik yang posiif. Sistem pengendalian umpan maju ini merupakan perkembangan dari sitem pengendalian umpan balik. Di dalam sistem pengendalian umpan balik, pengendalian dilakukan setelah keluaran dihasilkan.
    c. Sistem Pengendalian Pencegahan
    Kalau sistem pengendalian umpan balik mengendalikan keluarannya dan sistem pengendalian umpan maju mengendalikan prosesnya, maka sistem pengendalian pencegahan mencoba unutk mengendalikan sistem dimuka sebelum proses dimulai dengan mencegah hal – hal yang merugikan untuk masuk kedalam sistem. Sistem pengendalian intern (internal control) merupakan contoh penerapan dari sistem pengendalian pencegahan. Penerapan kebijaksanaan – kebijaksanaan, metode – metode dan prosedur – prosedur didalam sistem pengendalian intern dimaksudkan untuk mencegah hal – hal yang tidak baik mengganggu masukan, proses dan hasil dari sistem supaya dapat beroperasi seperti yang diharafkan.
    Sifat-sifat Informasi
    Suatu informasi dikatakan baik harus memiliki sifat-sifat yang nantinya dapat dipertanggungjawabkan dan dapat pula digunakan sebagai pedoman untuk pengambilan sebuah keputusan.
    Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh informasi agar dapat dipandang komponen adalah sebagai berikut:
    1. Relevansi – Berkaitan dengan tujuan-tujuan perusahaan serta tergantung pada pengguna yang memerlukan informasi tersebut.
    2. Kuantifitabilitas – Merupakan sifat yang memberikan nilai-nilai numerik pada obyek atau peristiwa
    3. Kecermatan – Informasi yang seksama dan bebas dari kesalahan disebut akurat (cermat)
    4. Kepadatan – Kuantitas informasi yang dapat diproses oleh manusia secara efektif sangat terbatas, sehingga informasi harus lebih dipadatkan sebelum disajikan kepada para pemakai.
    5. Ketepatam waktu – Terdapat dua segi yang berkaitan, yaitu frekwensi dan kelambatan. Keduanya ditentukan oleh rancangan sistem informasi
    6. Lingkup – Rentang kegiatan atau tanggungjawab yang diliput oleh suatu sistem informasi menunjukkan lingkupnya.
    Dan yang dimaksud dengan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sistem informasi berbasis komputerisasi yang mengolah data keuangan yang berhubungan dengan data transaksi dalam siklus akuntansi dan menyajikan dalam bentuk laporan keuangan kepada manajemen perusahan.
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Para Ahli

    Pengertian sistem informasi akuntansi menurut Mulyadi dalam bukunya “Sistem Akuntansi”, Edisi ke-3, Jakarta, Salemba Empat, 2001 menyatakan bahwa: “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”

    Menurut Nugroho Widjajanto dalam bukunya “Sistem Informasi Akuntansi”, Jakarta, Erlangga, 2001, menyatakan bahwa : “Sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.”

    a. Tujuan Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

    Dengan adanya sistem informasi akuntasi yang diimplementasikan dengan baik dan juga benar, maka sistem informasi akuntasi ini dapat membantu para akuntan di sebuah perusahaan atau organisasi dalam melakukan:
    a. Proses audit dari kondisi keuangan perusahaan
    b. Menampilkan data-data pembelanjaan, pembelian, dan segala bentuk keuangan yang dilakukan dan dilalui oleh sebuah perusahaan
    c. Membantu mempercepat proses penghitungan akuntansi keuangan
    d. Menentukan keuntungan dan juga kerugian dari sebuah perusahaan
    e. Memperjelas informasi penting mengenai jumlah dana yang harus dihtung dengan melakukan proses akuntansi
    f. Merapihkan catatan keuangan dari sebuah perusahaan atau organisasi
    g. Membantu mempercepat proses pengambilan keputusan perusahaan, terutama pada level akuntansi keuangan perusahaan
    h. Menyediakan proses transaksi keuangan dan keternagan akuntansi rutin dari sebuah perusahaan
    b. Komponen Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
    a. Sumber daya manusia (SDM) yang terlatih yang memahami bisnis proses akuntansi dan keuangan secara umum, misalnya seorang Accounting.
    b. Prosedur Keuangan dan Akuntansi
    c. Formulir Data Keuangan, untuk mencatat seluruh aktifitas keuangan meliputi transaksi kas, persediaan, piutang, aktiva tetap, hutang, penjualan dan biaya.
    d. Accounting Software, contohnya: MYOB, zahiraccounting, Oracle Finance.
    e. Hardware berupa seperangkat komputer yang terhubung dengan jaringan (Networking), dan kelengkapan aksesoris pendukung lainnnya.

    Daftar Pustaka:
    Mulyadi. 2001. “Sistem Akuntansi” Edisi ke-3. Jakarta
    Widjajanto, Nugroho. 2001. “Sistem Informasi Akuntansi”. Jakarta. Erlangga.
    Ludia, Zeth. 2013. Pengendalian Sistem. Tersedia [Online]: http://zethside.blogspot.co.id/2013/04/pengendalian-system.html

  27. Fauzani Rohman says:

    NIM/Nama/Kelas : 1401840/Fauzani Rohman/Akuntansi 2014-A/SIA-1

    1. Pengenalan SIA
    Sistem merupakan kumpulan dari sub-sub sistem, elemen-elemen, prosedur-prosedur yang saling berinteraksi, berintegrasi untuk mencapai tujuan tertentu seperti informasi, target, dan tujuan lainnya. sedangkan Informasi merupakan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi pengguna dan mempunyai nilai yang nyata atau dapat dirasakan manfaatnya dalam keputusan-keputusan yang akan datang.
    Menurut Tafri D. Muhyuzir Sistem Informasi adalah data yang dikumpulkan, dikelompokkan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah satu kesatuan informasi yang saling terkait dan saling mendukung sehingga menjadi suatu informasi yang berharga bagi yang menerimanya. Atau dalam pengertian lainnya, Sistem Informasi merupakan kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan untuk mengintegrasikan data, memproses dan menyimpan serta mendistribusikan informasi.
    Perkembangan Sistem Informasi meliputi Sistem Informasi Tradisional yaitu suatu sistem informasi yang dioperasikan dan dikelola secara semi-manual. SI beroperasi secara lambat sehingga pengambilan keputusan sering berdasarkan data asumsi/perkiraan. lalu Sistem Informasi Berbasis Komputer yaitu Penggunaan teknologi komputer untuk mendukung penciptaan SI sehingga waktu menghasilkan informasi lebih singkat dengan tingkat keakuratan yang tinggi, dan mengurangi birokrasi. lalu Sistem Informasi Berbasis Jaringan Perkantoran yaitu sistem informasi dengan jaringan komputer perkantoran untuk membuka sejumlah tempat transaksi, dan laporan dapat diperoleh secara on-line. dan Sistem Informasi Lintas Platform yaitu sistem informasi dengan teknologi internet yang dapat menghubungkan komputer di seluruh dunia untuk kegiatan bisnis, dikenal dengan istilah e-Business.
    Suatu sistem informasi pada dasarnya terbentuk melalui suatu kelompok kegiatan operasi yang tetap, yaitu: Mengumpulkan data, mengelompokkan data, menghitung, menganalisa dan menyajikan laporan.
    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    • Sistem pemrosesan transaksi mendukung proses operasi bisnis harian.
    • Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
    • Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak,dll.

    Manfaat
    Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
    • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    • Meningkatkan efisiensi
    • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    • Meningkatkan sharing knowledge
    • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
    Komponen Sistem Informasi Akuntansi
    • Manusia adalah pelaku yang menjalankan sistem
    • Transaksi merupakan objek dari sistem informasi akuntansi sebagai masukan, lalu diproses sehingga menghasilkan informasi
    • Prosedur adalah langkah-langkah yang harus ditempuh dalam melakukan transaksi atau kegiatan perusahaan.
    • Dokumen yaitu berupa formulir yang digunakan sebagai sarana pencatatan pada saat transaksi
    • Peralatan adalah suatu alat atau sarana yang digunakan dalam melakukan pencatatan pada sistem informasi yang bersangkutan.
    Subsistem Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    • Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    • Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    • Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    • Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    • Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
    Menurut Mulyadi (2001, pp19-20), sistem informasi memiliki empat tujuan umum dalam penyusunannya, yaitu :
    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru. ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

    Menurut Hall (2001, p18), mengatakan pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi akuntasi adalah :
    • Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen.
    Kepengurusan merujuk ke tanggung jawab manajemen untuk mengatur sumber daya perusahaan secara benar. Sistem informasi menyediakan informasi tentang kegunaan sumber daya ke pemakai eksternal melalui laporan keuangan tradisional dan laporan-laporan yang diminta lainnya. Secara internal, pihak manajemen menerima informasi kepengurusan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.
    • Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi memberikan para manajer informasi yang mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
    • Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi menyediakan informasi bagi personel operasi untuk membantu mereka melakukan tugas mereka setiap hari dengan efisien dan efektif. adalah untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan dalam meningkatkan efesiensi dan efektifitas kegiatan operasional perusahaan, khususnya dalam proses arus informasi akuntansi.

    DAFTAR PUSTAKA
    Yuniasih,eli(2014).Pengertian-Sistem-Informasi-Akuntansi.Tersedia Online : http://ekonomiplanner.blogspot.co.id/2014/06/pengertian-sistem-informasi-akuntansi_24.html
    Octavianti, Chintya(2013). Pengertian system informasi dan system. Tersedia online : http://cynthia-octavianti92.blogspot.co.id/2013/01/pengertian-sistem-informasi-dan-sistem.html

  28. Abiasa Yoga Pratama says:

    1405382/ Abiasa Yoga/ Akuntansi- A/SIA

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sistem artinya perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas atau susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas, dan sebagainya.
    Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Ada banyak pendapat tentang pengertian dan definisi sistem yang dijelaskan oleh beberapa ahli. Berikut pengertian dan definisi sistem menurut beberapa ahli:
    • Jogianto (2005:2), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata, seperti tempat, benda dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
    • Indrajit (2001:2), Sistem adalah kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
    • Lani Sidharta (1995:9), Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.
    • Murdick, R. G (1991:27), Sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.
    • Davis, G. B (1991:45), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperai bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran.

    Komponen atau Karakteristik sistem adalah bagian yang membentuk sebuah sistem, diantaranya:
    • Objek, merupakan bagian, elemen atau variabel. Ia dapat berupa benda fisik, abstrak atau keduanya.
    • Atribut, merupakan penentu kualitas atau sifat kepemilikian sistem dan objeknya.
    • Hubungan internal, merupakan penghubungan diantara objek-objej yang terdapat dalam sebuah sistem.
    • Lingkungan, merupakan tempat dimana sistem berada.
    • Tujuan, Setiap sistem memiliki tujuan dan tujuan inilah yang menjadi motivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tidak terkendali. Tentu tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.
    • Masukan, adalah sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan untuk diproses. Masukan tersebut dapat berupa hal-hal yang tampak fisik (bahan mentah) atau yang tidak tampak (jasa).
    • Proses, adalah bagian yang melakukan perubahan dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai (informasi) atau yang tidak berguna (limbah)
    • Keluaran, adalah hasil dari proses. Pada sistem informasi berupa informasi atau laporan, dsb
    • Batas, adalah pemisah antara sistem dan daerah luar sistem. Batas disini menentukan konfigurasi, ruang lingkup atau kemampuan sistem. Batas juga dapat diubah atau dimodifikai sehingga dapat merubah perilaku sistem.
    • Mekanisme pengendalian dan umpan balik, digunakan untuk mengendalikan masukan atau proses. Tujuannya untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.

    Contoh sistem yang ada dilingkungan kita yaitu :

    • Organ tubuh manusia yang membentuk beragam sistem. Sistem pernafasan, sistem pencernaan, sistem eksresi, sistem saraf, sistem kerangka
    • Komponen elektronik komputer yang membentuk sistem komunikasi, sistem perangkat lunak, sistem perangkat keras, sistem jaringan
    • Rakyat Indonesia yang membentuk beragam sistem di Negara kita. Sistem pemerintahan, sistem keamanan, sistem hukum, sistem kebudayaan
    http://garudakamu.blogspot.co.id/2013/01/pengertian-definisi-dan-contoh-sistem.html

    http://jagatsisteminformasi.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-dan-definisi-sistem.html

    http://kbbi.web.id/sistem

  29. TIKA DWI KUSTIA says:

    1405463 – Tika Dwi Kustia – Akuntansi A – 2014 – SIA

    SISTEM
    Pengertian Sistem Menurut Para Ahli
    1. Pengertian sistem menurut Prajudi adalah suatu jaringan yang memiliki prosedur-prosedur yang terkait antara yang satu dengan yang lainnya sesuai dengan pola atau skema yang bulat bertujuan untuk menggerakkan suatu fungsi yang utama dari suatu urusan atau usaha.
    2. Pengertian sistem menurut Poerwdarminta adalah sekelompok bagian-bagian yang bekerja secara bersama agar dapat melakukan sesuatu maksud. Jika salah satu bagiannya yang rusak atau tidak dapat menjalankan tugas maka maksud tidak akan tercapai atau tidak terpenuhi atau sistem yang terwujud akan mendapatkan sebuah gangguan.
    3. Pengertian sistem menurut musanef adalah suatu sarana yang menguasai pekerjaan dan keadaan supaya dapat menjalankan tugas secara teratur.
    Dari pengertian diatas, dapat saya simpulkan bahwa sistem merupakan kumpulan komponen (elemen, orang) yang terhubung antara satu dengan yang lainnya dan melakukan fungsinya masing-masing untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan.

    JENIS SISTEM INFORMASI
    Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian :

    1. Transaction Processing Systems (TPS)
    TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer.
    2. Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS)
    OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. OAS mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek-aspek OAS seperti word processing, spreadsheets, electronic scheduling, dan komunikasi melalui voice mail, email dan video conferencing.
    KWS mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, insinyur dan doktor dengan membantu menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat.
    3. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
    SIM tidak menggantikan TPS , tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
    4. Decision Support Systems (DSS)
    DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai sumber data. DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
    5. Sistem Ahli (ES) dan Kecerdasan Buatan (AI)
    AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli (juga disebut knowledge-based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuanseorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan DSS, DSS meningalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus. Komponen dasar sistem ahli adalah knowledge-base yaikni suatu mesin interferensi yang menghubungkan pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa terstruktur dan anatarmuka pengguna.
    6. Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work Systems (CSCW)
    Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems membuat suatu solusi. GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario. Kadang-kadang GDSS disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan jaringan.
    7. Executive Support Systems (ESS)
    ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.

    PROSEDUR
    Menurut Mulyadi (2001:5) mendefinisikan :
    “ Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang. Didalam suatu sistem, biasanya terdiri dari beberapa prosedur dimana prosedur-prosedur itu saling terkait dan saling mempengaruhi. Akibatnya jika terjadi perubahan maka salah satu prosedur, maka akan mempengaruhi prosedur-prosedur yang lain”.

    2. Menurut Zaki Baridwan (1990:3) :
    “ Prosedur merupakan urutan pekerjaan klerikal yang melibatkan beberapa orang dalam suatu bagian atau lebih, disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam terhadap transaksi yang sering terjadi.”

    3. Menurut Richard F. Neuschel (1971) yang dikutip oleh Yogiyanto (1996:4) mendefinisikan:
    “ Suatu prosedur adalah suatu urut-urutan kegiatan klerikal ( tulis menulis ), biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi “.

    4. Lebih lanjut Jerry Fitz Gerald dkk (1981) yang dikutip oleh Yogiyanto (1996:5) mendefinisikan:
    “ Suatu prosedur adalah urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakannya, kapan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya “.

    5. Dalam definisi sistem akuntansi, Mulyadi (2001:3) menyebutkan:
    ” Formulir merupakan salah satu unsur sistem akuntansi. Formulir ini merupakan keluaran sistem lain yang menjadi masukan sistem akuntansi, sistem lain yang menghasilkan formulir ini terdiri dari sub-sub sistem yang diberi nama prosedur” .

    Karena prosedur merupakan urutan kegiatan klerikal, sedangkan kegiatan klerikal terdiri dari kegiatan yang dilakukan untuk mencatat informasi dalam formulir, buku jurnal dan buku besar maka kegiatan yang dilakukan adalah : menulis, menggandakan, menghitung, memberi kode, mendaftar, memilih (mensortasi), memindah dan membandingkan.

    Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa suatu sistem terdiri dari jaringan prosedur artinya bahwa suatu sistem terdiri dari beberapa prosedur yang menjadi satu kesatuan yang memiliki kertkaitan satu dengan lainnya.

    INFORMASI
    Pengertian Informasi Menurut Para Ahli
    1. Abdul Kadir (2002: 31); McFadden dkk (1999) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut.
    2. Azhar Susanto (2004:46) dalam bukunya Sistem Informasi Akuntansi, menyatakan bahwa informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat.
    3. Burch dan Strater menyatakan bahwa informasi adalah pengumpulan atau pengolahan data untuk memberikan pengetahuan atau keterangan.
    4. George R. Terry berpendapat bahwa informasi adalah data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna.
    Dari pengertian diatas, dapat saya simpulkan bahwa informasi merupakan data yang telah diolah yang dapat memberikan keterangan, arti, serta manfaat bagi pengguna informasi.

    SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Para Ahli
    1. Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).
    2. Beberapa batasan pengertian (definisi) Sistem Informasi Akuntansi lain yang dapat dikutip misalnya pendapat Wilkinson (1990) bahwa sistem informasi akuntansi adalah merupakan sistem informasi formal, memiliki tujuan (kegunaan), tahap, tugas, pengguna, dan sumber daya dan mencakup ke seluruh kegiatan perusahaan dalam penyediaan informasi bagi semua pengguna di perusahaan tersebut.
    3. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Jusuf, A.A. (1996, h.1) pengertiansistem informasi akuntansi adalah, “Kumpulan sumber daya, seperti: manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi.” Informasi ini dikomunikasikan kepada para penggunanya untuk berbagai pengambilan keputusan.
    Dari pengertian diatas, dapat saya simpulkan bahwa system informasi akuntansi merupakan sister informasi formal dalam suatu entitas yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi bagi semua pengguna di perusahaan tersebut.

    DAFTAR PUSATAKA

    http://informasiana.com/pengertian-sistem-menurut-para-ahli/

    http://www.definisi-pengertian.com/2015/03/definisi-dan-pengertian-informasi.html

    http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-sistem-informasi-akuntansi/

    http://apr1l-si.comuf.com/jenis.php
    Rizky, Qieqie. (2014) Pengertian Dan Definisi Prosedur. Tersedia Online : http://qieqierizky.blogspot.co.id/2014/10/pengertian-dan-definisi-dari-prosedur.html [diakses 13 Desember 2015]

  30. Septi Nurmalita says:

    1403971/ Septi Nurmalita/ 2014-A/SIA-1

    Pengertian Sistem Informasi dalam https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi yang dikutip pada tanggal [23 Februari 2016 pukul 19 : 36]
    Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.
    Dalam buku Sistem Akuntansi : Proyek pengembangan pendidikan akuntansi departemen pendidikan dan kebudayaan 1990/1991 hal : 2, Pengertian umum suatu sistem sebagai berikut :
    1. Setiap sistem terdiri dari elemen-elemen.
    2. Elemen-elemen tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan. Elemen-elemen sistem berhubungan erat satu dengan lainya dan sifat kerjasama antar elemen sistem tersebut mempunyai bentuk tertentu
    3. Elemen sistem tersebut bekerjasama untuk mencapai tujuan sistem.
    4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.
    Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat sesuai dengan pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.
    Sedangkan prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan secara berulang-ulang
    Macam-macam sistem yang dikutip dalam http://ganiasmoro.blogspot.co.id/2012/03/definisi-macam-macam-sistem_2144.html sebagai berikut :
    Sistem distribusi adalah sebuah koleksi komputer independen yang terlihat oleh pengguna sistem sebagai satu komputer. Atau yang digunakan secara bersamaan dilakukan oleh komputer-komputer terpisah yang terhubung dalam satu jaringan komputer.

    Sistem Paralel adalah salah satu teknik melakukan komputasi secara bersamaan dengan memanfaatkan beberapa komputer independen secara bersamaan. Untuk melakukan berbagai jenis komputasi paralel diperlukan infrastruktur mesin paralel yang terdiri dari banyak komputer yang dihubungkan dengan jaringan dan mampu bekerja secara paralel untuk menyelesaikan satu masalah. Pemrograman Paralel sendiri adalah teknik pemrograman komputer yang memungkinkan eksekusi perintah/operasi secara bersamaan.

    Sistem yang menempel di sistem lain. Embeded system merupakan sebuah sistem rangkaian elektronik digital yang merupakan bagian dari sebuah sistem yang lebih besar, yang biasanya bukan berupa sistem elektronik. Embedded Systems atau Sistem Tertanam merupakan suatu sistem komputer yang dirancang untuk tujuan khusus melakukan satu atau banyak tugas dalam komputasi yang real time.

    Cluster, atau allocation unit (unit alokasi) dalam beberapa (file system) dan pengorganisasian disk, seperti File Allocation Table dalam sistem operasi MS-DOS dan NTFS dalam Windows NT merujuk kepada kumpulan sektor media penyimpanan yang digunakan oleh sistem operasi sebagai sebuah kesatuan, yang dapat digunakan untuk menyimpan informasi di dalam berkas atau direktori. Cluster dimaksudkan untuk mengurangi keborosan dalam melakukan manajemen terhadap struktur data di dalam hard disk, sehingga sistem berkas tidak akan mengalokasikan sektor disk fisik, tetapi sekumpulan sektor yang saling bedekatan.

    Sistem Handheld. Sekitar tahun 1990-an dikembangkan sistem yang lebih kecil dari mikrokompuer yang disebut dengan sistem handheld dalam bentuk personal digital assistants (PDA). Pada beberapa sistem terdapat telepon selular. Sistem ini mempunyai memory yang terbatas, prosessor dengan kecepatan rendah dan display screen yang kecil.

    Adapun pengertian Sistem Akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.
    Karakteristik SIA dalam https://oggyprahastayudha.wordpress.com/2013/11/14/sistem-informasi-akuntansi-sia/ yang membedakannya dengan subsistem CBIS lainnya :
    * SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
    * Berpegang pada prosedur yang relatif standar
    * Menangani data rinci
    * Berfokus historis
    * Menyediakan informasi pemecahan minimal
    Fungsi penting yang dibentuk Sistem Informasi Akuntansi pada sebuah organisasi antara lain :
    * Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    * Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    * Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem Sistem Informasi Akuntansi memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
    Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 3 subsistem:
    * Sistem pemrosesan transaksi, mendukung proses operasi bisnis harian.
    * Sistem buku besar/pelaporan keuangan, menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
    * Sistem pelaporan manajemen, yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.
    Berbagai transaksi non keuangan yang tidak bisa diproses oleh Sistem Informasi Akuntansi biasa, diproses oleh Sistem Informasi Manajemen. Adapun perbedaan keduanya adalah :
    * SIA mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan
    * SIM mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe informasi
    Sebuah Sistem Informasi Akuntansi menambah nilai dengan cara:
    * Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    * Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    * Meningkatkan efisiensi
    * Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    * Meningkatkan sharing knowledge
    * Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
    2 komponen Sistem Informasi Akuntansi antara lain :
    * Spesialis Informasi
    * Akuntan
    Contoh Sistem Informasi Akuntansi sebagai pusat informasi perusahaan:
    * Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut
    * Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian pemasaran.
    Kedua bagian akan merundingkan hasil analisa tersebut untuk dicari keputusan yang sesuai.
    Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan sistem bisnis modern yaitu :
    * Pentingnya komunikasi antar departemen yang mengarah untuk tercapainya suatu keputusan.
    * Peranan SIA dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk mengambil keputusan.
    Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Akuntansi dibedakan menjadi 2, yaitu :
    * Informasi Akuntansi keuangan, berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
    * Informasi Akuntansi Manajemen, berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.

    Daftar Pustaka : https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi
    ….1990. Sistem Akuntansi Proyek pengembangan pendidikan akuntansi departemen pendidikan dan kebudayaan 1990-199. Departemen pendidikan dan kebudayaan
    http://ganiasmoro.blogspot.co.id/2012/03/definisi-macam-macam-sistem_2144.html
    https://oggyprahastayudha.wordpress.com/2013/11/14/sistem-informasi-akuntansi-sia/

  31. Ikrar Sentosa Fauzi says:

    1403194/Ikrar Sentosa Fauzi/2014-A/SIA 1
    Pengertian Sistem Menurut:
    • JOHN M. ECHOLS DAN HASSAN SHADILY dalam kamus inggris-indonesia-nya, ”sIstem” diartikan sebagai susunan.seperti misalnya yang terdapat dalam kata sistem syaraf berarti susunan syaraf,sistem jaringan berarti susunan jaringan dsb.
    • M.J Alexander dalam buku Information System Analysis : Teory and Application, system merupakan suatu group dari elemen – elemen baik berbentuk fisik maupun non – fisik ang menunjukkan suatu kumpulan saling berhubungan diantaranya dan berinteraksi bersama – sama menuju satu atau lebih tujuan,sasaran atau akhir dari sebuah sistem.
    MODEL UMUM SISTEM
    Model Sistem
    Komponen Input
    Komponen input adalah bagian dari sistem yang bertugas untuk menerima data masukan, data masukan ini digunakan sebagai komponen penggerak atau pemberi tenaga dimana sistem ini dioperasikan, komponen penggerak ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu:
    1. Maintenance input
    Maintenance input merupakan energi yang dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi.sebagai contoh dalam suatu sistem pengambilan keputusan, maka maintenance inputnya adalah team manajemen yang merupakan personil utama pengambil keputusan (decision maker)
    2. Signal input
    Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Dalam sistem pengambilan keputusan tersebut, maka signal inputnya adalah informasi yang menunjang kemudahan pengambilan keputusan tersebut (decision support system)
    Komponen Proses
    Komponen proses merupakan komponen dalam sistem yang melakukan pengolahan input untuk mendapatkan hasil atau tujuan yang diinginkan, di dalam suatu proses,terjadi berbagai kegiatan seperti klasifikasi, peringkasan, pencarian dat, organisasi data dan lain sebagainya, begitu kompleksnya sebuah proses, maka pada tahap ini diperlukan terjadinya suatu integrasi yang baik antar subsistem secara vertical maupun secara horizontal agar proses interaksi untuk mencapai tujuan dapat berjalan lancar. Sebagai contoh, sistem pengambilan keputusan pembelian barang yang dilakukan oleh seorang kepala bagian pengadaan di suatu perusahaan dagang, harus melibatkan semua subsistem yang terkait seperti kepala gudang, bagian keuangan, bagian inventory dan lain – lain.
    Komponen Output
    Komponen output merupakan komponen hasil pengoperasian dari suatu sistem. Sistem pengambilan keputusan seorang kepala bagian pengadaan, menghasilkan keputusan dibeli atau tidaknya suatu barang, kemudian menentukan siapa yang akan membeli , jumlah pembelian, tempat atau lokasi pembelian dan sebagainya.
    Komponen Tujuan
    Terdapatnya suatu tujuan yang jelas akan memberikan arah yang jelas pula dalam proses sistem.komponen tujuan merupakan sasaran yang ingin dicapai oleh berjalannya sebuah sistem. Tujuan ini bias berupa tujuan usaha, kebutuhan sistem, pemecahan suatu masalah dan sebagainya.
    Komponen Kendala
    Komponen kendala merupakan komponen yang berisikan aturan atau batas – batas yang berlaku atas tujuan tersebut. Pendefinisian kendala yang jelas, akan membuat tujuan menjadi lebih bermanfaat. Dengan adanya kendala atau batas – batas yang jelas, maka akan mampu mengidentifikasikan apa yang harus diantisipasikan dalam mencapaitujuan sistem.
    Komponen Kontrol
    Komponen control merupakan komponen pengawas dari pelaksanaan proses pencapaian tujuan. Control disini dapat berupa control pemasukkan input, control pengeluaran data, control pengoperasian dan lain – lain.
    Komponen Umpan Balik
    Komponen umpan balik merupakan komponen yang memberikan respon atas berjalannya suatu sistem. Komponen ini dapat berupa kegiatan seperti perbaikan atau pemeliharaan sistem.
    KARAKTERISTIK SISTEM
    • Subbsistem
    Adalah unsur – unsur yang membangun terbentuknya sebuah sistem yang satu dengan sistem yang lain saling terkait dan setiap subsistem mempunyai tugas masing – masing.
    • Boundary
    Adalah batas aktivitas atau batas gerak aktivitas pada sebuah sisten atau subsistem
    • Interface
    Adalah penghubung antar subsistem dalam rangka transformasi
    • Environment
    Adalah lingkungan di luar sistem yang berpengaruh terhadap gerak sistem dalam mencapai tujuan
    Bentuk environment, ada 2 macam : Sistem dan Non Sistem
    Sifat environment, ada 2 macam : Langsung dan Tak Langsung
    Jangka environment, ada 2 macam : Tetap dan Sementara
    Efek environment, ada 2 macam : Mendukung dan Merugikan
    • Input
    Adalah masukan energi atau sesuatu yang siap untuk dikelola (proses), melalui : menangkap (capture) dan menerima (entry)
    • Proses
    Adalah aktivitas untuk mengolah sesuatu / energi untuk dimodel menjadi sesuatu yang mempunyai nilai manfaat.
    • Output
    Adalah hasil olahan sesuatu / energi yang mempunyai nilai manfaat.
    • Goal
    Adalah sesuatu yang ingin diraih untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan dari sebuah sistem
    • Objective
    Adalah sesuatu yang ingin diraih untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan dari sebuah subsistem
    KLASIFIKASI SISTEM
    Klasifikasi sistem dapat dilihat dalam beberapa tinjauan, diantaranya :
    • Berdasarkan Wujud Fisik (Bentuk), dibedakan
    o Non physical adalah suatu sistem yang secara fisik tidak ada tapi terjadi, contoh: sistem teologi.
    o Physical adalah suatu sistem yang secara fisik ada, contoh: sistem komputer
    • Berdasarkan Kejadian, dibedakan
    o Natural (alami) adalah sistem yang terjadi karena proses alam dan tidak terdapat proses campur tangan manusia, contoh: sistem rotasi bumi, sistem tata surya
    o Human mode (buatan manusia) adalah sistem yang terjadi karena adanya suatu proses campur tangan manusia, contoh: sistem pengendalian banjir, sistem tata kota
    • Berdasarkan Sifat, dibedakan
    o Deterministic adalah sebuah sistem yang beroperasi dalam cara yang dapat diramalkan secara tepat serta interaksi antar bagian – bagian dapat diketahui secara pasti, contoh: sistem program computer, sistem audio visual
    o Probabilistic adalah suatu sistem yang diuraikan dalam istilah perilaku yang mungkin, tetapi selalu ada sedikit kesalahan atas ramalan terhadap jalannya system, contoh: sistem pemilihan presiden, sistem persediaan barang.
    • Berdasarkan Metode, dibedakan
    o Closed ( tertutup) adalah sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau energi dengan lingkungannya, contoh: sebuah reaksi kimia di dalam sebuah tabung berisolasi dan tertutup.
    o Open ( terbuka ) adalah sistem yang selalu berhubungan dengan lingkungan luarnya untuk melakukan proses dalam mendapatkan output, contoh: sistem biologis, sistem keorganisasian
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
    Sistem Informasi Akuntansimerupakan sistem informasi fungsional yang mendasari sistem informasi fungsional yang lainnya seperti sistem informasi keuangan, sistem informasi pemasaran, sistem informasi produksi dan sistem informasi sumber daya manusia. Sistem-sistem informasi lain membutuhkan data keuangan dari sistem informasi akuntansi.
    Hal ini menunjukkan bahwa suatu perusahaan yang akan membangun sistem informasi manajemen, disarankan untuk membangun sistem informasi akuntansi terlebih dahulu. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain : Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Ahli
    1. Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).
    2. Beberapa batasan pengertian (definisi) Sistem Informasi Akuntansi lain yang dapat dikutip misalnya pendapat Wilkinson (1990) bahwa sistem informasi akuntansi adalah merupakan sistem informasi formal, memiliki tujuan (kegunaan), tahap, tugas, pengguna, dan sumber daya dan mencakup ke seluruh kegiatan perusahaan dalam penyediaan informasi bagi semua pengguna di perusahaan tersebut.
    3. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Jusuf, A.A. (1996, h.1) pengertiansistem informasi akuntansi adalah, “Kumpulan sumber daya, seperti: manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi.” Informasi ini dikomunikasikan kepada para penggunanya untuk berbagai pengambilan keputusan.
    4. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menutut Mulyadi (2001, h.3) mendefinisikan, “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”
    5. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Niswonger, Fess & Warren diterjemahkan oleh Ruswinarto, H. (1995, h.248), “Sistem akuntansi adalah suatu sarana bagi manajemen perusahaan guna mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk mengelola perusahaan dan untuk menyusun laporan keuangan bagi pemilik, kreditor, dan pihak lain yang berkepentingan.”
    6. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menurut Baridwan (1998, h.6), “Sistem akuntansi terdiri dari formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data mengenai suatu mengenai usaha suatu kesalahan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manejemen untuk mengawasi usaha-usahanya dan bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditur, dan lembaga-lembaga pemerintah untuk menilai hasil operasi.”

    DAFTAR PUSTAKA
    Mulyadi. 2001. “Sistem Akuntansi” Ediai ke 3. Jakarta.
    Laksito, Wawan. (2011). Sistem. Tersedia Online:
    https://wawanlaksito.wordpress.com/2011/04/03/sistem/
    http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-sistem-informasi-akuntansi/

  32. 1400099 / Arizal Zul Lathiif / 2014-A / SIA-1
    Pengertian sistem menurut Prajudi adalah suatu jaringan yang memiliki prosedur-prosedur yang terkait antara yang satu dengan yang lainnya sesuai dengan pola atau skema yang bulat bertujuan untuk menggerakkan suatu fungsi yang utama dari suatu urusan atau usaha.
    Menurut Mulyadi (2001:5) mendefinisikan :
    “ Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang. Didalam suatu sistem, biasanya terdiri dari beberapa prosedur dimana prosedur-prosedur itu saling terkait dan saling mempengaruhi. Akibatnya jika terjadi perubahan maka salah satu prosedur, maka akan mempengaruhi prosedur-prosedur yang lain”.
    1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
    Sistem abstrak (abstract system) adalah sistem yang berisi gagasan atau konsep, misalnya sistem teologi yang berisi gagasan tentang hubungan manusia dan tuhan. Sedangkan sistem fisik (physical system) adalah sistem yang secara fisik dapat dilihat, misalnya sistem komputer, sistem sekolah, sistem akuntansi dan sistem transportasi.
    2. Sistem Deterministik dan Sistem Probabilistik
    Sistem deterministik (deterministic system) adalah suatu sistem yang operasinya dapat diprediksi secara tepat, misalnya sistem komputer. Sedangkan sistem probabilistik (probabilistic system) adalah sistem yang tak dapat diramal dengan pasti karena mengandung unsur probabilitas, misalnya sistem arisan dan sistem sediaan, kebutuhan rata-rata dan waktu untuk memulihkan jumlah sediaan dapat ditentukan tetapi nilai yang tepat sesaat tidak dapat ditentukan dengan pasti.
    3. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka
    Sistem tertutup (closed system) adalah sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau energi dengan lingkungan, dengan kata lain sistem ini tidak berinteraksi dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya reaksi kimia dalam tabung yang terisolasi. Sedangkan sistem terbuka (open system) adalah sistem yang berhubungan dengan lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya sistem perusahaan dagang.
    4. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia
    Sistem Alamiah (natural system) adalah sistem yang terjadi karena alam, misalnya sistem tata surya. Sedangkan sistem buatan manusia (human made system) adalah sistem yang dibuat oleh manusia,misalnya sistem komputer.
    5. Sistem Sederhana dan Sistem Kompleks
    Berdasarkan tingkat kerumitannya, sistem dibedakan menjadi sistem sederhana (misalnya sepeda) dan sistem kompleks (misalnya otak manusia).
    A. Sistem Pengendalian Umpan Balik
    Pengendalian umpan balik merupakan proses mengukur keluaran dari sistem yang dibandingkan dengan suatu standar tertentu. Bilamana terjadi perbedaan – perbedaan atau penyimpangan – penyimpanga akan dikoreksi untuk memperbaiki masukan sistem selanjudnya. Study teoritis tentang sistem pengendalian umpan balik disebut dengan cybernetisc. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu kybernettes yang berarati “orang yang mengatur ” penerapan suatu pengendalian daam suatu sistem.

    Sistem pengendalian umpan balik mempunyai 4 komponen dasar, yaitu :
    1. Suatu karakteristik atau kondisi yang dikendalikan diukur dari keluarannya.
    2. Suatu sensor (censor) yang mengukur karakteristik atau kondisi tersebut.
    3. Suatu unit pengendalian (control unit ) yang membandingkan hasil ukuran censor dengan suatu standar.
    4. Suatu unit pengatur (activating unit) yang menghasilkan tindakan penyesuaian untuk masukkan proses selanjudnya.
    Sistem pengendalian umpan balik disebut juga dengan istilah negative feedback, karena hasil balik yang negative akan dikendalikan supaya menjadi baik untuk masukan proses selanjudnya. Contoh yang paling umum dari sistem pengendalian umpan balik adalah sistem themostat di dalam alat pendingin. (air conditioner). Kondisi temperatur yang dihasilkan oleh alat pendingin akan diukur oleh suatu sensor dan dibandingkan dengan standar temperatur yang tidak menyebabkan ruangan menjadi lembab. Bila temperatu terlalu dingin, maka tungku pemanas sebagai pengatur unit pegnatur dalam thermostat akan dihidupkan. Bila temperatue terlalu panas, maka tungku akan dimatikan dan alat pendingin akan bekerja kembali. Seandainya alat pendingin tidak mempunyai pengendali ini, maka ruangan akan menjadi lemabab dan tujuan dari alat pendingin tersebut tidak akan tercapai. Sistem akuntansi pertanggungjawaban merupaka penerapan dari sistesm pengendalian umpan balik dalam sistem akuntansi. Sistem akuntansi pertanggungjawaban dapat berupa pusat beaya dan pusat investai. Pada pusat beaya yang dikendalikan bila melebihi anggaran akan dianalisis peneybabnya dan akan diperbaiki untuk masukan selanjudnya. sehingga diharafkan beaya yang terjadi dapat diminimumkan.

    B. Sistem Pengendalian Umpan Maju
    Sistem pengendalian umpan maju (feedforward control system) disebut juga dengan istilah positive feedback. Positive feedback mencoba mendorong proses dari sistem supaya manghasilkan hasil balik yang posiif. Sistem pengendalian umpan maju ini merupakan perkembangan dari sitem pengendalian umpan balik. Di dalam sistem pengendalian umpan balik, pengendalian dilakukan setelah keluaran dihasilkan. Pengendalian sepertin ini diangap mempunyai kelemahan bilamana penyimpanan dari luar dengan standar sangat besar. Padahal keluaran ini merupakan hasil yang sudah terlanjur terjadi dan dapat mengakibatkan hal sangat fatal. Ide supaya keluaran dapat dihasilkan dengan hasil balik yang baik atau positif merupakan konsep dari sistem pengendalian umpan maju. sehingga untuk hal – hal yang dianggap dapat terjadi penyimpangan yang besar dan tidak boleh terjadi, dilakukan pengendalian umpan maju. Supaya keluaran dapat dihasilkan umpan balik yang positip, maka pengendalian tidak boleh diukur dari keluarannya, tetapi diukur dan dikendalikan dari prosesnya. Selama proses didalam sistem, selalu dilakukan pengamatan dan dan cepat – cepat diatasi bila bila mulai terjadi penyimpangan sebelum terlanjur fatal pada keluarannya.

    contoh :
    Contoh penerapan sistem pengenadalian umpan maju yang paling banyak diterapkan pada sistem akuntansi adalah pada sistem perencanaan kas akan sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal bilaman saldo kas suatu ketika saldo menjadi sangat kecil atau bahkan menjadi defisit dan akan menyebabkan lekuiditas perusahaan rendah., sebagai akibatnya aktivitas perusahaan dapat terganggu. Untuk mengatasi hal ini, meka penerapan sistem pengendalian umpan maju diterapkan dengan meramalkan arus dari saldo kas dimasa mendatang dengan membuat sistem anggaran kas. Kondisi yang dikendalikan adalah semua proses kegiatan perusahaan dankeputusan – keputusan yang memperngaruhi tingkat saldo kas. Proses ini diukur dari arus kas yang terjadi melalui proses akuntansi dan dibandingkan dengan batasan saldo kas yang diperbolekan dalam anggaran kas yang telah dibuat. Bila saldo kas yang terjadi berada diluar batas saldo kas yang telah dianggarkan, maka cepat – cepat dilakukan tindakan pengaturan untuk memperbaiki saldo kas. Sebagai pengatur adalah manajer keuangan yang akan melakukan tindakan penyesuaian terhadap saldo kas . Bila setiap saat proses mempengaruhi saldo kas selalu diawasi dan dikendalikan, diambil tindakan secepatnya sebelu terjadi hal yang fatal, maka keluaran yang terjadi diharafkan akan sesuai dengan yang diharafkan.

    C. Sistem Pengendalian Pencegahan
    Kalau sistem pengendalian umpan balik mengendalikan keluarannya dan sistem pengendalian umpan maju mengendalikan prosesnya, maka sistem pengendalian pencegahan mencoba unutk mengendalikan sistem dimuka sebelum proses dimulai dengan mencegah hal – hal yang merugikan untuk masuk kedalam sistem. Sistem pengendalian intern (internal control) merupakan contoh penerapan dari sistem pengendalian pencegahan. Penerapan kebijaksanaan – kebijaksanaan, metode – metode dan prosedur – prosedur didalam sistem pengendalian intern dimaksudkan untuk mencegah hal – hal yang tidak baik mengganggu masukan, proses dan hasil dari sistem supaya dapat beroperasi seperti yang diharafkan.

    INFORMASI
    Informasi adalah data-data yang telah diolah sehingga dapat berguna bagi siapa saja yang membutuhkan. Informasi dapat direkam atau dikirim. Para ahli memiliki banyak arti lain tentang informasi. Informasi bisa dikatakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari belajar, pengalaman atau instruksi. Namun, istilah ini memiliki banyak arti tergantung pada konteksnya.

    Dalam beberapa pengetahuan tentang peristiwa tertentu yang telah dikumpulkan atau dari berita dapat juga dikatakan sebagai informasi. Dalam ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses atau ditransmisikan. Para ahli meneliti konsep informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman atau instruksi.

    Pengertian atau Definisi Informasi lainnya adalah data yang telah diberi makna. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (Ms.Excel) sering digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada didalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan salah satu bentuk informasi, sedangkan angka yang terdapat didalamnya adalah data yang telah diproses sehingga menjadi berguna bagi siapa saja yang menggunakannnya.

    Jenis-jenis informasi:

    Berdasar penyampaian:
    1. Informasi yang disediakan secara berkala
    2. Informasi yang disediakan secara tiba-tiba
    3. Informasi yang disediakan setiap saat
    4. Informasi yang dikecualikan
    5. Informasi yang diperoleh berdasarkan permintaan

    Berdasar kegunaan:

    1. Informasi yang menambah pengetahuan, misalnya: peristiwa-peristiwa, pendidikan, kegiatan selebritis.
    2. Informasi yang mengajari pembaca (informasi edukatif), misalnya makalah yang berisi tentang cara berternak itik, artikel tentang cara membina persahabatan, dan lain-lain.
    3. Informasi berdasarkan format penyajian, yaitu informasi yang dibedakan berdasarkan bentuk penyajian informasinya. Misalnya: informasi dalam bentuk tulisan (berita, artikel, esai, resensi, kolom, tajuk rencana, dll),
    Ciri-ciri sebuah informasi:
    • Terbaru,
    • Tepat waktu,
    • Relevan,
    • Konsisten.
    Sedangkan untuk fungsi, Informasi memiliki beberapa macam fungsi, diantaranya:
    • Meningkatkan pengetahuan atau kemampuan pengguna,
    • Mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan,
    • Menggambarkan keadaan sesuatu hal atau peristiwa yang terjadi.

    DAFTAR PUSTAKA
    Andikawati. (2013). Sistem Konsep dan Siste Fisik. [Online]. Tersedia: https://blogaanwati.wordpress.com/2013/01/11/sistem-konsep-dan-sistem-fisik/ [24 Februari 2016].
    Ludia, Zeth. (2013). Pengendalian Sistem. [Online]. Tersedia: http://zethside.blogspot.co.id/2013/04/pengendalian-system.html [24 Februari 2016].
    Anonymous. (2013). Pengertian atau Definisi Informasi. [Online]. Tersedia: http://jagatsisteminformasi.blogspot.co.id/2013/04/pengertian-atau-definisi-informasi.html [24 Februari 2016].

  33. Ayesha Nur Sakinah says:

    1403388/Ayesha Nur Sakinah/2014-A/SIA-1

    Konsep Dasar Sistem Menurut Fat pengertian sistem adalah sebagai berikut :“Sistem adalah suatu himpunan suatu “benda” nyata atau abstrak (a set of thing) yang terdiri dari bagian–bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (Unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif”.

    Pengertian Sistem Menurut Indrajit (2001: 2) mengemukakan bahwa sistem mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
    Pengertian Sistem Menurut Jogianto (2005: 2) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.

    Pengertian Sistem Menurut Murdick, R.G, (1991 : 27) Suatu sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau procedure-prosedure/bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang. .

    Pengertian Sistem Menurut Jerry FutzGerald, (1981 : 5) Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

    Pengertian Sistem Menurut Davis, G.B, (1991 : 45 ) Sistem secara fisik adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran

    Definisi Sistem Menurut Dr. Ir. Harijono Djojodihardjo (1984: 78) “Suatu sistem adalah sekumpulan objek yang mencakup hubungan fungsional antara tiap-tiap objek dan hubungan antara ciri tiap objek, dan yang secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan secara fungsional.”

    Definisi Sistem Menurut Lani Sidharta (1995: 9), “Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama”

    Dengan demikian sistem merupakan kumpulan dari beberapa bagaian yang memiliki keterkaitan dan saling bekerja sama serta membentuk suatu kesatuan untuk mencapai suatu tujuan dari sistem tersebut. maksud dari suatu sistem adalah untuk mencapai suatu tujuan dan sasaran dalam ruang lingkup yang sempit.

    Karekteristik Sistem

    Jogianto (2005: 3) mengemukakan sistem mempunyai karekteristik atau sifat-sifat tertentu, yakni :

    1). Komponen
    2). Batasan sistem.
    3). Lingkungan Luar Sistem.
    4). Penghubung Sistem

    Sdangkan Informasi :
    Pengertian Informasi Menurut Raymond Mc.leod Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang .

    Pengertian Informasi Menurut Tata Sutabri, S.Kom., MM adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

    Pengertian Informasi Menurut Jogiyanto HM., (1999: 692), “Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan”

    Abdul Kadir (2002: 31); McFadden dkk (1999) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut.

    Pengertian Informasi Menurut George H. Bodnar, (2000: 1), “Informasi adalah data yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat”

    Pengertian Informasi Menurut Lani Sidharta (1995: 28), “Informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang berguna untuk membuat keputusan”

    Pengertian Informasi Menurut Para Ahli – Anton M. Meliono (1990: 331), “Informasi adalah data yang telah diproses untuk suatu tujuan tertentu. Tujuan tersebut adalah untuk menghasilkan sebuah keputusan”

    Pengertian Informasi Menurut Gordon B. Davis (1991: 28), “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang”

    Dan Informasi adalah hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian/penataan dari sekelompok data yang mempunyai nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya

    Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

    Siklus Informasi

    Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

    Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Di dalam dunia bisnis, kejadian-kejadian yang sering terjadi adalah transaksi perubahan dari suatu nilai yang disebut transaksi. Kesatuan nyata adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.

    Data merupakan bentuk yang masih mentah, belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu metode untuk menghasilkan informasi. Data dapat berbentuk simbol-simbol semacam huruf, angka, bentuk suara, sinyak, gambar, dsb.

    Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sabagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus. Siklus informasi ini dapat digambarkan sebagai berikut :

    Kualitas informasi ditentukan oleh beberapa faktor yaitu sebagai berikut :
    1)Keakuratan dan teruji kebenarannya.
    Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan.
    2)Kesempurnaan informasi
    Informasi disajikan dengan lengkap tanpa pengurangan, penambahan, dan pengubahan.
    3)Tepat waktu
    Infomasi harus disajikan secara tepat waktu, karena menjadi dasar dalam pengambilan keputusan.
    4)Relevansi
    Informasi akan memiliki nilai manfaat yang tinggi, jika Informasi tersebut dapat diterima oleh mereka yang membutuhkan.
    5)Mudah dan murah
    Apabila cara dan biaya untuk memperoleh informasi sulit dan mahal, maka orang menjadi tidak berminat untuk memperolehnya, atau akan mencari alternatif substitusinya (Budi Sutedjo Dharma Oetomo, 2002 : 16 -17).

    Kualitas suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu :
    Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.
    Tepat pada waktunya, berarti informasi yang diterima tidak boleh terlambat.
    Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat dari pemakainya.

    Contoh dari gabungan sistem dan informasi adalah
    SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

    Sistem Informasi Akuntansi merupakan sistem informasi fungsional yang mendasari sistem informasi fungsional yang lainnya seperti sistem informasi keuangan, sistem informasi pemasaran, sistem informasi produksi dan sistem informasi sumber daya manusia. Sistem-sistem informasi lain membutuhkan data keuangan dari sistem informasi akuntansi.

    Hal ini menunjukkan bahwa suatu perusahaan yang akan membangun sistem informasi manajemen, disarankan untuk membangun sistem informasi akuntansi terlebih dahulu. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Ahli
    Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).

    Beberapa batasan pengertian (definisi) Sistem Informasi Akuntansi lain yang dapat dikutip misalnya pendapat Wilkinson (1990) bahwa sistem informasi akuntansi adalah merupakan sistem informasi formal, memiliki tujuan (kegunaan), tahap, tugas, pengguna, dan sumber daya dan mencakup ke seluruh kegiatan perusahaan dalam penyediaan informasi bagi semua pengguna di perusahaan tersebut.

    Contoh Sistem Informasi Akuntansi
    Ada beberapa sistem informasi akuntansi yang sudah dikembangkan oleh berbagai perusahaan. Ada yang mengembangkan secara umum, ada yang mengembangkan berdasarkan kasus per kasus dalam suatu organisasi. Contoh sistem informasi akuntansi yang dikembangkan secara umum adalah: Dec Easy Accounting(DEA) dan MYOB.

    Daftar Pustaka :
    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi – ilmuakuntansi.web.id
    Daftar Pustaka : Pengertian Informasi Menurut Para Ahli Definisi

    Tata Sutabri, Sistem Informasi Manajemen, 2005, Yogyakarta, Andi

    Budi Sutedjo Dharma Oetomo. 2002. Perancangan & Pengembangan Sistem Informasi, Yogyakarta, Andi.

    Mcleod, Raymond, 2001, Sistem Informasi Manajemen, Jakarta, PT. Prenhallindo

    Jogiyanto HM., Analisis dan Disain Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis, Andi Offset, Yogyakarta: 1999

    Abdul Kadir, Pengenalan Sistem Informasi, Penerbit Andi Yogyakarta, Yogyakarta: 2002

    George H. Bodnar, William S. Hopwood, Sistem Informasi Akuntansi, Buku Satu, Salemba Empat, Jakarta: 2000

    Lani Sidharta, Pengantar Sistem Informasi Bisnis, P.T. ELEX Media Komputindo, Jakarta: 1995

    Anton M. Meliono, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Penerbit Balai Pustaka, Jakarta: 1990

    Gordon B. Davis, Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen Bagian 1, PT Pustaka Binamas Pressindo, Jakarta: 1991

    Fathansyah, Ir, 2002, “Basis Data”, Informatika, Bandung
    Indrajit, 2001, Analisis dan Perancangan Sistem Berorientasi Object. Bandung, Informatika.

    Jogianto HM. 2005. Sistem Teknologi Informasi. Andi. Yogyakarta.

    Robert G Murdick, dkk, Sistem Informasi Untuk Manajemen Modern, Jakarta : Erlangga, 1991.

    Jogiyanto HM. 2005. Analisis & Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta. Andi.

    Gordon B. Davis, Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen Bagian 1, PT Pustaka Binamas Pressindo, Jakarta: 1991

    Dr. Ir. Harijono Djojodihardjo, Pengantar Sistem Komputer, Erlangga, Bandung: 1984

    Lani Sidharta, Pengantar Sistem Informasi Bisnis, P.T. ELEX Media Komputindo, Jakarta: 1995

  34. Hary Taufik says:

    Hary Taufik (1401765) – Akuntansi A – SIA 1
    Pengenalan Simtem Informasi Akuntansi
    A. Pengertian Sistem
    Suatu sistem sangatlah dibutuhkan dalam suatu perusahaan atau instansi pemerintahan , karena sistem sangatlah menunjang terhadap kinerja perusahaan atau instansi pemerintah, baik yang berskala kecil maupun besar. Supaya dapat berjalan dengan baik diperlukan kerjasama diantara unsur-unsur yang terkait dalam sistem tersebut.
    Ada berbagai pendapat yang mendefinisikan pengertian sistem, seperti dibawah ini :
    “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”. (Jogiyanto,2005.1).
    Istilah sistem secara umum dapat didefinisikan sebagai kumpulan hal atau elemen yang saling bekerja sama atau yang dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu tujuan. Sistem mempunyai karakteristik atau sifat – sifat tertentu, yaitu : Komponen Sistem, Batasan Sistem, Lingkungan Luar Sistem, Penghubung Sistem, Masukan Sistem, Keluaran Sistem, Pengolahan Sistem dan Sasaran Sistem (Edhy Sutanta, 2009: 4 )

    B. Pengertian Informasi
    Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data item. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. (Jogiyanto,2005:11).
    Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna dan menjadi berarti bagi penerimanya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut. Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh beberapa hal yaitu : Relevan (Relevancy), Akurat (Accurancy), Tepat waktu (Time liness), Ekonomis (Economy), Efisien (Efficiency), Ketersediaan (Availability), Dapat dipercaya (Reliability), Konsisten (Edhy Sutanta, 2009:8 )

    C. Pengertian Sistem Informasi
    Sistem informasi menurut Robert A. Leitch dan K. RoscoeDavis (Jogiyanto,2005:18) adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
    Sistem informasi merupakan suatu perkumpulan data yang terorganisasi beserta tatacara penggunaanya yang mencangkup lebih jauh dari pada sekedar penyajian. Istilah tersebut menyir atkan suatu maksud yang ingin dicapai dengan jalan memilih dan mengatur data serta menyusun tatacara penggunaanya.Keberhasilan suatu sistem informasi yang diukur berdasarkan maksud pembuatanya tergantung pada tiga faktor utama, yaitu : keserasian dan mutu data, pengorganisasian data, dan tatacara penggunaanya.untuk memenuhi permintaan penggunaan tertentu, maka struktur dan cara kerja sistem informasi berbeda-beda ber gantung pada macam keperluan atau macam permintaan yang harus dipenuhi. Suatu persamaan yang menonjol ialah suatu sistem informasi menggabungkan berbagai ragam data yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Untuk dapat menggabungkan data yang berasal dari berbagai sumber suatu sistem alih rupa (transformation) data sehingga jadi tergabungkan (compatible). Berapa pun ukurannya dan apapun ruang lingkupnya suatu sistem informasi perlu memiliki ketergabungan (compatibility) data yang disimpannya. (Hanif Al Fatta, 2009:9)
    Menurut Sutabri (2005:42), sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
    Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah sekumpulan prosedur organisasi yang dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan yaitu memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan untuk mengendalikan organisasi.
    Informasi dalam lingkup sistem informasi memiliki beberapa ciri yaitu:
    a. Baru, informasi yang didapat sama sekali baru dan segar bagi penerima.
    b. Tambahan, informasi dapat memperbaharui atau memberikan tambahan pada informasi yang telah ada.
    c. Korektif, informasi dapat menjadi suatu koreksi atas informasi yang salah sebelumnya.
    d. Penegas, informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada.
    D. Sistem Informasi Akuntansi
    Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu rerangka pengkordinasian sumber daya (data, meterials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan (Wilkinson, 1991). Transaksi memungkinkan perusahaan melakukan operasi, menyelenggarakan arsip dan catatan yang up to date, dan mencerminkan aktivitas organisasi. Transaksi akuntansi merupakan transaksi pertukaran yang mempunyai nilai ekonomis. Tipe transaksi dasar adalah: (1) Penjualan produk atau jasa, (2) Pembelian bahan baku, barang dagangan, jasa, dan aset tetap dari suplier, (3) Penerimaan kas, (4) Pengeluaran kas kepada suplier, (5) Pengeluaran kas gaji karyawan. Sebagai pengolah transaksi, sistem informasi akuntansi berperan mengatur dan mengoperasionalkan semua aktivitas transaksi perusahaan. Tujuan sistem informasi akuntansi adalah untuk menyediakan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan yang dilaksanakan oleh aktivitas yang disebut pemrosesan informasi. Sebagian dari keluaran yang diperlukan oleh pemroses informasi disediakan oleh sistem pemrosesan transaksi, seperti laporan keuangan dari sistem pemrosesan transaksi. Namun sebagian besar diperoleh dari sumber lain, baik dari dalam maupun dari luar perusahaan. Pengguna utama pemrosesan transaksi adalah manajer perusahaan. Mereka mempunyai tanggung jawab pokok untuk mengambil keputusan yang berkenaan dengan perencanaan dan pengendalian operasi perusahaan.
    Pengguna utama pemrosesan transaksi adalah manajer perusahaan. Mereka mempunyai tanggung jawab pokok untuk mengambil keputusan yang berkenaan dengan perencanaan dan pengendalian operasi perusahaan. Pengguna output lainnya adalah para karyawan penting seperti akuntan, insinyur serta pihak luar seperti investor dan kreditor. Konsep perancangan sistem seharusnya mencerminkan prinsip-prinsip perusahaan. Berikut ini dasar-dasar yang perlu diperhatikan dalam prioritas perancangan sistem menurut Wilkinson (1993):
    1. Tujuan dalam perencanaan sistem dan usulan proyek seharusnya dicapai untuk menghasilkan kemajuan dan kemampuan sistem yang lebih besar.
    2. Mempertimbangkan trade-off yang memadai antara manfaat dari tujuan perancangan sistem dengan biaya yang dikeluarkan.
    3. Berfokus pada permintaan fungsional dari sistem.
    4. Melayani berbagai macam tujuan.
    5. Perancangan sistem memperhatikan keberadaan dari pengguna sistem (user).
    Tinjauan Mengenai Sistem Informasi Akuntansi
    Akuntansi merupakan bahasa bisnis. Sebagai bahasa bisnis akuntansi menyediakan cara untuk menyajikan dan meringkas kejadian-kejadian bisnis dalam bentuk informasi keuangan kepada pemakainya. Informasi akuntansi merupakan bagian terpenting dari seluruh informasi yang diperlukan oleh manajemen. Informasi akuntansi yang dihasilkan oleh suatu sistem dibedakan menjadi dua, yaitu informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen.
    Pemakai informasi akuntansi pun terdiri dari dua kelompok, yaitu pemakai eksternal dan pemakai internal. Yang dimaksud dengan pemakai ekseternal mencakup pemegang saham, investor, kreditor, pemerintah, pelanggan, pemasok, pesaing, serikat kerja dan masyarakat. Sedangkan pemakai internal adalah pihak manajer dari berbagai tingkatan dalam organisasi bersangkutan. Sistem Informasi Akuntansi(SIA) dapat didefinisikan sebagai sebuah sistem informasi yang merubah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan yang berguna bagi pemakainya.
    Adapun tujuan Sistem Informasi Akuntansi adalah sebagai berikut:
    1. mendukung operasi-operasi sehari-hari
    2. mendukung pengambilan keputusan manajemen
    3. memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggungjawaban
    Siklus Akuntansi
    Sistem Informasi Akuntansi memiliki beberapa sistem-sistem bagian (sub-system)
    yang berupa siklus-siklus akuntansi. Siklus akuntansi menunjukkan prosedur
    akuntansi mulai dari sumber data sampai ke proses pencatatan/pengolahan
    akuntansinya. Siklus akuntansi dibagi menjadi:
    1. Siklus pendapatan
    2. Siklus pengeluaran kas
    3. Siklus konversi
    4. Siklus manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
    5. Siklus buku besar dan laporan keuangan
    Siklus Pendapatan merupakan prosedur pendapatan dkimulai dari bagian penjualan otorisasi .kredit, pengambilan barang, penerimaan barang, penagihan sampai dengan penerimaan kas. Siklus pengeluaran kas merupakan prosedur pengeluaran kas mulai dari proses pembelian sampai ke proses pembayaran. Siklus konversi merupakan siklus produksi mulai dari bahan mentah sampai ke barang jadi. Siklus manajemen Sumber Daya Manusia melibatkan prosedur penggajian. Siklus buku besar dan pelaporan keuangan berupa prosedur pencatatan dan perekaman ke jurnal dan buku besar dan pencetakan laporan-laporan keuangan yang datanya diambil dari buku besar.
    Manfaat dalam SIA
    • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
    • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
    • Meningkatkan efisiensi
    • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
    • Meningkatkan sharing knowledge
    • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

    DAFTAR PUSTAKA
    Wahyudi, Achmad. (2010). Sistem Informasi Akuntansi. [Online]. Tersedia: http://awsitee.blogspot.co.id/2010/10/sistem-informasi-akuntansi.html [24 Februari 2016].
    Anonymous. (2013). Pengertian Sistem Informasi. [Online]. Tersedia: http://www.ilmumanajemen.com/ [24 Februari 2016].

  35. Anonymous says:

    1400434/KRISNA ROSDIANA/2014-A/SIA

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi (SIA) – Proses dalam SIAmenggunakan sistem pemrosesan transaksi untuk mencatat berbagai operasi transaksi yang terjadi, yang mempengaruhi status finansial organisasi. Sistem ini mengenai operasional sistem akuntansi, dan menangani laporan historis dari semua transaksi yang terjadi dalam jumlah besar. Selain itu, sistem ini membuat berbagai laporan seperti laporan keseimbangan keuangan dan rekening masukan yang semuanya memberikan gambaran finansial dari organisasi
    Sistem Informasi

    Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna. Salah satu kerangka kerja sistem informasi ialaha sistem informasi akuntansi

    Sistem Informasi Akuntansi

    Menurut Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.”

    Menurut Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003) mengatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data.”

    Menurut Nugroho Wdjajanto (2001) menyatakan bahwa : “Sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.”

    Menurut La Midjan dan Azhar Susanto (2001) menyatakan bahwa: “Sistem informasi akuntansimerupakan suatu sistem pengolahan data akuntansi yang merupakan koordinasi dari manusia, alat dan metode yang berinteraksi secara harmonis dalam suatu wadah organisasi yang terstruktur untuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen yang berstruktur pula.”

    Sedangkan menurut Romney & Steinbart (2000) Sistem informasi akuntansi adalah serangkaian dari satu atau lebih komponen yang saling berelasi dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan, yang terdiri dari pelaku, serangkaian prosedur, dan teknologi informasi.

    Berdasarkan definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu kombinasi dari berbagai sumber daya yang dirancang untuk memproses data akuntansi dan keuangan yang ada dan mengubahnya menjadi informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

    Sebagai sebuah sistem informasi, SIA menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Dimana akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.

    Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :

    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Subsistem Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    • Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    • Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    • Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    • Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    • Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
    Menurut Mulyadi (2001, pp19-20), sistem informasi memiliki empat tujuan umum dalam penyusunannya, yaitu :

    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru. ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

    Menurut Hall (2001, p18), mengatakan pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi akuntasi adalah :

    • Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen.
    Kepengurusan merujuk ke tanggung jawab manajemen untuk mengatur sumber daya perusahaan secara benar. Sistem informasi menyediakan informasi tentang kegunaan sumber daya ke pemakai eksternal melalui laporan keuangan tradisional dan laporan-laporan yang diminta lainnya. Secara internal, pihak manajemen menerima informasi kepengurusan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.
    • Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi memberikan para manajer informasi yang mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
    • Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi menyediakan informasi bagi personel operasi untuk membantu mereka melakukan tugas mereka setiap hari dengan efisien dan efektif. adalah untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan dalam meningkatkan efesiensi dan efektifitas kegiatan operasional perusahaan, khususnya dalam proses arus informasi akuntansi

    Pengendalian Sistem Informasi Akuntansi

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    Sistem pemrosesan transaksi : mendukung proses operasi bisnis harian.
    Sistem buku besar/ pelaporan keuangan : menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
    Sistem pelaporan manajemen : yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.

    A. Ancaman atas Sistem Informasi Akuntansi
    Perusahaan telah semakin bergantung pada SIA, yang juga telah berkembang semakin kompleks untuk memenuhi peningkatan kebutuhan atas informasi. Sejalan dengan peningkatan kompleksitas sistem dan ketergantungan pada sistem tersebut , perusahaan menghadapi resiko atau ancaman yang bisa terjadi kepada SIA mereka. Ancaman –ancaman tersebut bisa disebabkan oleh sebagai berikut:
    1. Kehancuran karena bencana alam dan politik
    2. Kesalahan pada sofware dan tidak berfungsinya peralatan
    3. Tindakan yang tidak disengaja
    4. Tindakan sengaja (kejahatan komputer)

    B. Mengapa Ancaman SIA Meningkat
    Banyak perusahaan yang tidak secara memadai melindungi data mereka karena beberapa alasan:
    1. Masalah pengendalian komputer sering diremehkan
    2. Implikasi-implikasi pengendalian untuk berpindah dari sistem komputer tidak dipahami
    3. Banyak pihak yang tidak menyadari bahwa keamanan data adalah hal yang penting untuk kelangsungan hidup perusahaan mereka.

    C. Tinjauan Konsep Pengendalian
    Pengendalian internal melaksanakan tiga fungsi penting yaitu:
    1. Pengendalian untuk pencegahan, mencegah timbulnya suatu masalah sebelum mereka muncul
    2. Pengendalian untuk pemeriksaan
    3. Pengendalian korektif memecahkan masalah yang ditemukan oleh pengendalian untuk pemeriksaan

    D. Lingkungan Pengendalian
    Lingkungan Pengendalian terdiri atas faktor-faktor berikut ini.
    1. Komitmen atas integritas dan nilai-nilai etika
    2. Filosofi pihak manajemen dan gaya beroperasi.
    3. Struktur organisasional.
    4. Badan audit dewan komisaris
    5. Metode untuk memberikan otoritas dan tanggung jawab.
    6. Kebijakan dan praktek-praktek dalam SDM.
    7. Pengaruh-pengaruh eksternal.

    E. Aktivitas Pengendalian
    Secara umum, prosedur pengendalian termasuk dalam satu dari lima kategori berikut ini:
    1. otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai
    2. Pemisahan tugas
    3. Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai.
    4. Penjagaan aset dan catatan yang memadai.
    5. Pemeriksaan independen atas kinerja.

    F. Penilaian Resiko
    sistem pengendalian internal dengan menggunakan strategi manajemen resiko dibawah ini.
    1. Indentifikasi ancaman.
    2. Perkirakan resiko
    3. Perkirakan resiko Exposure
    4. Identifikasi pengendalian.
    5. Perkirakan biaya dan manfaat.
    6. Menetapkan efektivitas biaya dan manfaat.

    G. Informasi dan Komunikasi
    Tujuan utama dari SIA adalah mencatat, memproses, menyimpan, meringkas dan mengkomunikasikan informasi atas suatu organisasi. Hal ini berarti akuntan harus memahami:
    1. Transaksi diawali.
    2. Data didapat dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin
    3. File komputer diakses dan diperbarui.
    4. Data diproses untuk mempersiapkan sebuah informasi.
    5. Informasi dilaporkan ke para pemakai internal dan eksternal.

    H. Mengawasi Kinerja
    Komponen kelima dari pengendalian internal adalah pengawasan. Metode utama untuk mengawasi kinerja mencakup:
    1. Supervisi yang efektif
    2. Akuntansi pertanggungjawaban
    3. Audit internal

    Daftar Pustaka :
    http://amujaddid.blogspot.co.id/2012/11/pengendalian-sistem-informasi-akuntansi.html / http://ekonomiplanner.blogspot.co.id/2014/06/pengertian-sistem-informasi-akuntansi_24.html

  36. Anonymous says:

    1400343/KRISNA ROSDIANA/2014-A/

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi (SIA) – Proses dalam SIAmenggunakan sistem pemrosesan transaksi untuk mencatat berbagai operasi transaksi yang terjadi, yang mempengaruhi status finansial organisasi. Sistem ini mengenai operasional sistem akuntansi, dan menangani laporan historis dari semua transaksi yang terjadi dalam jumlah besar. Selain itu, sistem ini membuat berbagai laporan seperti laporan keseimbangan keuangan dan rekening masukan yang semuanya memberikan gambaran finansial dari organisasi
    Sistem Informasi

    Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna. Salah satu kerangka kerja sistem informasi ialaha sistem informasi akuntansi

    Sistem Informasi Akuntansi

    Menurut Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.”

    Menurut Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003) mengatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data.”

    Menurut Nugroho Wdjajanto (2001) menyatakan bahwa : “Sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.”

    Menurut La Midjan dan Azhar Susanto (2001) menyatakan bahwa: “Sistem informasi akuntansimerupakan suatu sistem pengolahan data akuntansi yang merupakan koordinasi dari manusia, alat dan metode yang berinteraksi secara harmonis dalam suatu wadah organisasi yang terstruktur untuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen yang berstruktur pula.”

    Sedangkan menurut Romney & Steinbart (2000) Sistem informasi akuntansi adalah serangkaian dari satu atau lebih komponen yang saling berelasi dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan, yang terdiri dari pelaku, serangkaian prosedur, dan teknologi informasi.

    Berdasarkan definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu kombinasi dari berbagai sumber daya yang dirancang untuk memproses data akuntansi dan keuangan yang ada dan mengubahnya menjadi informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

    Sebagai sebuah sistem informasi, SIA menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Dimana akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.

    Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :

    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Subsistem Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    • Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    • Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    • Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    • Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    • Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
    Menurut Mulyadi (2001, pp19-20), sistem informasi memiliki empat tujuan umum dalam penyusunannya, yaitu :

    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru. ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

    Menurut Hall (2001, p18), mengatakan pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi akuntasi adalah :

    • Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen.
    Kepengurusan merujuk ke tanggung jawab manajemen untuk mengatur sumber daya perusahaan secara benar. Sistem informasi menyediakan informasi tentang kegunaan sumber daya ke pemakai eksternal melalui laporan keuangan tradisional dan laporan-laporan yang diminta lainnya. Secara internal, pihak manajemen menerima informasi kepengurusan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.
    • Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi memberikan para manajer informasi yang mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
    • Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi menyediakan informasi bagi personel operasi untuk membantu mereka melakukan tugas mereka setiap hari dengan efisien dan efektif. adalah untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan dalam meningkatkan efesiensi dan efektifitas kegiatan operasional perusahaan, khususnya dalam proses arus informasi akuntansi

    Pengendalian Sistem Informasi Akuntansi

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    Sistem pemrosesan transaksi : mendukung proses operasi bisnis harian.
    Sistem buku besar/ pelaporan keuangan : menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
    Sistem pelaporan manajemen : yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.

    A. Ancaman atas Sistem Informasi Akuntansi
    Perusahaan telah semakin bergantung pada SIA, yang juga telah berkembang semakin kompleks untuk memenuhi peningkatan kebutuhan atas informasi. Sejalan dengan peningkatan kompleksitas sistem dan ketergantungan pada sistem tersebut , perusahaan menghadapi resiko atau ancaman yang bisa terjadi kepada SIA mereka. Ancaman –ancaman tersebut bisa disebabkan oleh sebagai berikut:
    1. Kehancuran karena bencana alam dan politik
    2. Kesalahan pada sofware dan tidak berfungsinya peralatan
    3. Tindakan yang tidak disengaja
    4. Tindakan sengaja (kejahatan komputer)

    B. Mengapa Ancaman SIA Meningkat
    Banyak perusahaan yang tidak secara memadai melindungi data mereka karena beberapa alasan:
    1. Masalah pengendalian komputer sering diremehkan
    2. Implikasi-implikasi pengendalian untuk berpindah dari sistem komputer tidak dipahami
    3. Banyak pihak yang tidak menyadari bahwa keamanan data adalah hal yang penting untuk kelangsungan hidup perusahaan mereka.

    C. Tinjauan Konsep Pengendalian
    Pengendalian internal melaksanakan tiga fungsi penting yaitu:
    1. Pengendalian untuk pencegahan, mencegah timbulnya suatu masalah sebelum mereka muncul
    2. Pengendalian untuk pemeriksaan
    3. Pengendalian korektif memecahkan masalah yang ditemukan oleh pengendalian untuk pemeriksaan

    D. Lingkungan Pengendalian
    Lingkungan Pengendalian terdiri atas faktor-faktor berikut ini.
    1. Komitmen atas integritas dan nilai-nilai etika
    2. Filosofi pihak manajemen dan gaya beroperasi.
    3. Struktur organisasional.
    4. Badan audit dewan komisaris
    5. Metode untuk memberikan otoritas dan tanggung jawab.
    6. Kebijakan dan praktek-praktek dalam SDM.
    7. Pengaruh-pengaruh eksternal.

    E. Aktivitas Pengendalian
    Secara umum, prosedur pengendalian termasuk dalam satu dari lima kategori berikut ini:
    1. otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai
    2. Pemisahan tugas
    3. Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai.
    4. Penjagaan aset dan catatan yang memadai.
    5. Pemeriksaan independen atas kinerja.

    F. Penilaian Resiko
    sistem pengendalian internal dengan menggunakan strategi manajemen resiko dibawah ini.
    1. Indentifikasi ancaman.
    2. Perkirakan resiko
    3. Perkirakan resiko Exposure
    4. Identifikasi pengendalian.
    5. Perkirakan biaya dan manfaat.
    6. Menetapkan efektivitas biaya dan manfaat.

    G. Informasi dan Komunikasi
    Tujuan utama dari SIA adalah mencatat, memproses, menyimpan, meringkas dan mengkomunikasikan informasi atas suatu organisasi. Hal ini berarti akuntan harus memahami:
    1. Transaksi diawali.
    2. Data didapat dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin
    3. File komputer diakses dan diperbarui.
    4. Data diproses untuk mempersiapkan sebuah informasi.
    5. Informasi dilaporkan ke para pemakai internal dan eksternal.

    H. Mengawasi Kinerja
    Komponen kelima dari pengendalian internal adalah pengawasan. Metode utama untuk mengawasi kinerja mencakup:
    1. Supervisi yang efektif
    2. Akuntansi pertanggungjawaban
    3. Audit internal

    Daftar Pustaka :
    http://amujaddid.blogspot.co.id/2012/11/pengendalian-sistem-informasi-akuntansi.html / http://ekonomiplanner.blogspot.co.id/2014/06/pengertian-sistem-informasi-akuntansi_24.html

  37. Anonymous says:

    1400434?KRISNA ROSDIANA/2014-A/SIA

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi (SIA) – Proses dalam SIAmenggunakan sistem pemrosesan transaksi untuk mencatat berbagai operasi transaksi yang terjadi, yang mempengaruhi status finansial organisasi. Sistem ini mengenai operasional sistem akuntansi, dan menangani laporan historis dari semua transaksi yang terjadi dalam jumlah besar. Selain itu, sistem ini membuat berbagai laporan seperti laporan keseimbangan keuangan dan rekening masukan yang semuanya memberikan gambaran finansial dari organisasi
    Sistem Informasi

    Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna. Salah satu kerangka kerja sistem informasi ialaha sistem informasi akuntansi

    Sistem Informasi Akuntansi

    Menurut Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.”

    Menurut Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003) mengatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data.”

    Menurut Nugroho Wdjajanto (2001) menyatakan bahwa : “Sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.”

    Menurut La Midjan dan Azhar Susanto (2001) menyatakan bahwa: “Sistem informasi akuntansimerupakan suatu sistem pengolahan data akuntansi yang merupakan koordinasi dari manusia, alat dan metode yang berinteraksi secara harmonis dalam suatu wadah organisasi yang terstruktur untuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen yang berstruktur pula.”

    Sedangkan menurut Romney & Steinbart (2000) Sistem informasi akuntansi adalah serangkaian dari satu atau lebih komponen yang saling berelasi dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan, yang terdiri dari pelaku, serangkaian prosedur, dan teknologi informasi.

    Berdasarkan definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu kombinasi dari berbagai sumber daya yang dirancang untuk memproses data akuntansi dan keuangan yang ada dan mengubahnya menjadi informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

    Sebagai sebuah sistem informasi, SIA menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Dimana akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.

    Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :

    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Subsistem Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    • Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    • Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    • Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    • Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    • Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
    Menurut Mulyadi (2001, pp19-20), sistem informasi memiliki empat tujuan umum dalam penyusunannya, yaitu :

    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru. ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

    Menurut Hall (2001, p18), mengatakan pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi akuntasi adalah :

    • Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen.
    Kepengurusan merujuk ke tanggung jawab manajemen untuk mengatur sumber daya perusahaan secara benar. Sistem informasi menyediakan informasi tentang kegunaan sumber daya ke pemakai eksternal melalui laporan keuangan tradisional dan laporan-laporan yang diminta lainnya. Secara internal, pihak manajemen menerima informasi kepengurusan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.
    • Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi memberikan para manajer informasi yang mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
    • Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi menyediakan informasi bagi personel operasi untuk membantu mereka melakukan tugas mereka setiap hari dengan efisien dan efektif. adalah untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan dalam meningkatkan efesiensi dan efektifitas kegiatan operasional perusahaan, khususnya dalam proses arus informasi akuntansi

    Pengendalian Sistem Informasi Akuntansi

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    Sistem pemrosesan transaksi : mendukung proses operasi bisnis harian.
    Sistem buku besar/ pelaporan keuangan : menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
    Sistem pelaporan manajemen : yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.

    A. Ancaman atas Sistem Informasi Akuntansi
    Perusahaan telah semakin bergantung pada SIA, yang juga telah berkembang semakin kompleks untuk memenuhi peningkatan kebutuhan atas informasi. Sejalan dengan peningkatan kompleksitas sistem dan ketergantungan pada sistem tersebut , perusahaan menghadapi resiko atau ancaman yang bisa terjadi kepada SIA mereka. Ancaman –ancaman tersebut bisa disebabkan oleh sebagai berikut:
    1. Kehancuran karena bencana alam dan politik
    2. Kesalahan pada sofware dan tidak berfungsinya peralatan
    3. Tindakan yang tidak disengaja
    4. Tindakan sengaja (kejahatan komputer)

    B. Mengapa Ancaman SIA Meningkat
    Banyak perusahaan yang tidak secara memadai melindungi data mereka karena beberapa alasan:
    1. Masalah pengendalian komputer sering diremehkan
    2. Implikasi-implikasi pengendalian untuk berpindah dari sistem komputer tidak dipahami
    3. Banyak pihak yang tidak menyadari bahwa keamanan data adalah hal yang penting untuk kelangsungan hidup perusahaan mereka.

    C. Tinjauan Konsep Pengendalian
    Pengendalian internal melaksanakan tiga fungsi penting yaitu:
    1. Pengendalian untuk pencegahan, mencegah timbulnya suatu masalah sebelum mereka muncul
    2. Pengendalian untuk pemeriksaan
    3. Pengendalian korektif memecahkan masalah yang ditemukan oleh pengendalian untuk pemeriksaan

    D. Lingkungan Pengendalian
    Lingkungan Pengendalian terdiri atas faktor-faktor berikut ini.
    1. Komitmen atas integritas dan nilai-nilai etika
    2. Filosofi pihak manajemen dan gaya beroperasi.
    3. Struktur organisasional.
    4. Badan audit dewan komisaris
    5. Metode untuk memberikan otoritas dan tanggung jawab.
    6. Kebijakan dan praktek-praktek dalam SDM.
    7. Pengaruh-pengaruh eksternal.

    E. Aktivitas Pengendalian
    Secara umum, prosedur pengendalian termasuk dalam satu dari lima kategori berikut ini:
    1. otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai
    2. Pemisahan tugas
    3. Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai.
    4. Penjagaan aset dan catatan yang memadai.
    5. Pemeriksaan independen atas kinerja.

    F. Penilaian Resiko
    sistem pengendalian internal dengan menggunakan strategi manajemen resiko dibawah ini.
    1. Indentifikasi ancaman.
    2. Perkirakan resiko
    3. Perkirakan resiko Exposure
    4. Identifikasi pengendalian.
    5. Perkirakan biaya dan manfaat.
    6. Menetapkan efektivitas biaya dan manfaat.

    G. Informasi dan Komunikasi
    Tujuan utama dari SIA adalah mencatat, memproses, menyimpan, meringkas dan mengkomunikasikan informasi atas suatu organisasi. Hal ini berarti akuntan harus memahami:
    1. Transaksi diawali.
    2. Data didapat dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin
    3. File komputer diakses dan diperbarui.
    4. Data diproses untuk mempersiapkan sebuah informasi.
    5. Informasi dilaporkan ke para pemakai internal dan eksternal.

    H. Mengawasi Kinerja
    Komponen kelima dari pengendalian internal adalah pengawasan. Metode utama untuk mengawasi kinerja mencakup:
    1. Supervisi yang efektif
    2. Akuntansi pertanggungjawaban
    3. Audit internal

    Daftar Pustaka :
    http://amujaddid.blogspot.co.id/2012/11/pengendalian-sistem-informasi-akuntansi.html / http://ekonomiplanner.blogspot.co.id/2014/06/pengertian-sistem-informasi-akuntansi_24.html

  38. Anonymous says:

    1400434/KRISNA ROSDIANA/2014-A/SIA/1

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi (SIA) – Proses dalam SIAmenggunakan sistem pemrosesan transaksi untuk mencatat berbagai operasi transaksi yang terjadi, yang mempengaruhi status finansial organisasi. Sistem ini mengenai operasional sistem akuntansi, dan menangani laporan historis dari semua transaksi yang terjadi dalam jumlah besar. Selain itu, sistem ini membuat berbagai laporan seperti laporan keseimbangan keuangan dan rekening masukan yang semuanya memberikan gambaran finansial dari organisasi
    Sistem Informasi

    Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna. Salah satu kerangka kerja sistem informasi ialaha sistem informasi akuntansi

    Sistem Informasi Akuntansi

    Menurut Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.”

    Menurut Barry E. Cushing yang dikutip dan dialih bahasakan oleh La Midjan & Azhar Susanto (2003) mengatakan bahwa, “Sistem informasi akuntansi merupakan seperangkat sumber manusia dan modal dalam organisasi, yang berkewajiban untuk menyajikan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan memproses data.”

    Menurut Nugroho Wdjajanto (2001) menyatakan bahwa : “Sistem informasi akuntansi adalah susunan formulir, catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaannya dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.”

    Menurut La Midjan dan Azhar Susanto (2001) menyatakan bahwa: “Sistem informasi akuntansimerupakan suatu sistem pengolahan data akuntansi yang merupakan koordinasi dari manusia, alat dan metode yang berinteraksi secara harmonis dalam suatu wadah organisasi yang terstruktur untuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen yang berstruktur pula.”

    Sedangkan menurut Romney & Steinbart (2000) Sistem informasi akuntansi adalah serangkaian dari satu atau lebih komponen yang saling berelasi dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan, yang terdiri dari pelaku, serangkaian prosedur, dan teknologi informasi.

    Berdasarkan definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu kombinasi dari berbagai sumber daya yang dirancang untuk memproses data akuntansi dan keuangan yang ada dan mengubahnya menjadi informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

    Sebagai sebuah sistem informasi, SIA menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Dimana akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.

    Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :

    • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

    Subsistem Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
    • Sistem Pengeluaran (expenditure system)
    Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
    • Sistem Pendapatan (revenue system)
    Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
    • Sistem Produksi (production systeme)
    Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
    • Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
    Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
    • Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)

    Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
    Menurut Mulyadi (2001, pp19-20), sistem informasi memiliki empat tujuan umum dalam penyusunannya, yaitu :

    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru. ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
    4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

    Menurut Hall (2001, p18), mengatakan pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi akuntasi adalah :

    • Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen.
    Kepengurusan merujuk ke tanggung jawab manajemen untuk mengatur sumber daya perusahaan secara benar. Sistem informasi menyediakan informasi tentang kegunaan sumber daya ke pemakai eksternal melalui laporan keuangan tradisional dan laporan-laporan yang diminta lainnya. Secara internal, pihak manajemen menerima informasi kepengurusan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.
    • Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi memberikan para manajer informasi yang mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
    • Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi menyediakan informasi bagi personel operasi untuk membantu mereka melakukan tugas mereka setiap hari dengan efisien dan efektif. adalah untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan dalam meningkatkan efesiensi dan efektifitas kegiatan operasional perusahaan, khususnya dalam proses arus informasi akuntansi

    Pengendalian Sistem Informasi Akuntansi

    Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
    Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
    Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

    SIA terdiri dari 3 subsistem:
    Sistem pemrosesan transaksi : mendukung proses operasi bisnis harian.
    Sistem buku besar/ pelaporan keuangan : menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
    Sistem pelaporan manajemen : yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.

    A. Ancaman atas Sistem Informasi Akuntansi
    Perusahaan telah semakin bergantung pada SIA, yang juga telah berkembang semakin kompleks untuk memenuhi peningkatan kebutuhan atas informasi. Sejalan dengan peningkatan kompleksitas sistem dan ketergantungan pada sistem tersebut , perusahaan menghadapi resiko atau ancaman yang bisa terjadi kepada SIA mereka. Ancaman –ancaman tersebut bisa disebabkan oleh sebagai berikut:
    1. Kehancuran karena bencana alam dan politik
    2. Kesalahan pada sofware dan tidak berfungsinya peralatan
    3. Tindakan yang tidak disengaja
    4. Tindakan sengaja (kejahatan komputer)

    B. Mengapa Ancaman SIA Meningkat
    Banyak perusahaan yang tidak secara memadai melindungi data mereka karena beberapa alasan:
    1. Masalah pengendalian komputer sering diremehkan
    2. Implikasi-implikasi pengendalian untuk berpindah dari sistem komputer tidak dipahami
    3. Banyak pihak yang tidak menyadari bahwa keamanan data adalah hal yang penting untuk kelangsungan hidup perusahaan mereka.

    C. Tinjauan Konsep Pengendalian
    Pengendalian internal melaksanakan tiga fungsi penting yaitu:
    1. Pengendalian untuk pencegahan, mencegah timbulnya suatu masalah sebelum mereka muncul
    2. Pengendalian untuk pemeriksaan
    3. Pengendalian korektif memecahkan masalah yang ditemukan oleh pengendalian untuk pemeriksaan

    D. Lingkungan Pengendalian
    Lingkungan Pengendalian terdiri atas faktor-faktor berikut ini.
    1. Komitmen atas integritas dan nilai-nilai etika
    2. Filosofi pihak manajemen dan gaya beroperasi.
    3. Struktur organisasional.
    4. Badan audit dewan komisaris
    5. Metode untuk memberikan otoritas dan tanggung jawab.
    6. Kebijakan dan praktek-praktek dalam SDM.
    7. Pengaruh-pengaruh eksternal.

    E. Aktivitas Pengendalian
    Secara umum, prosedur pengendalian termasuk dalam satu dari lima kategori berikut ini:
    1. otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai
    2. Pemisahan tugas
    3. Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai.
    4. Penjagaan aset dan catatan yang memadai.
    5. Pemeriksaan independen atas kinerja.

    F. Penilaian Resiko
    sistem pengendalian internal dengan menggunakan strategi manajemen resiko dibawah ini.
    1. Indentifikasi ancaman.
    2. Perkirakan resiko
    3. Perkirakan resiko Exposure
    4. Identifikasi pengendalian.
    5. Perkirakan biaya dan manfaat.
    6. Menetapkan efektivitas biaya dan manfaat.

    G. Informasi dan Komunikasi
    Tujuan utama dari SIA adalah mencatat, memproses, menyimpan, meringkas dan mengkomunikasikan informasi atas suatu organisasi. Hal ini berarti akuntan harus memahami:
    1. Transaksi diawali.
    2. Data didapat dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin
    3. File komputer diakses dan diperbarui.
    4. Data diproses untuk mempersiapkan sebuah informasi.
    5. Informasi dilaporkan ke para pemakai internal dan eksternal.

    H. Mengawasi Kinerja
    Komponen kelima dari pengendalian internal adalah pengawasan. Metode utama untuk mengawasi kinerja mencakup:
    1. Supervisi yang efektif
    2. Akuntansi pertanggungjawaban
    3. Audit internal

    Daftar Pustaka :
    http://amujaddid.blogspot.co.id/2012/11/pengendalian-sistem-informasi-akuntansi.html / http://ekonomiplanner.blogspot.co.id/2014/06/pengertian-sistem-informasi-akuntansi_24.html

  39. NIM 1403663/I WAYAN PANDE NANDA/ 2014-A /SIA I

    Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Ahli
    1. Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).
    2. Beberapa batasan pengertian (definisi) Sistem Informasi Akuntansi lain yang dapat dikutip misalnya pendapat Wilkinson (1990) bahwa sistem informasi akuntansi adalah merupakan sistem informasi formal, memiliki tujuan (kegunaan), tahap, tugas, pengguna, dan sumber daya dan mencakup ke seluruh kegiatan perusahaan dalam penyediaan informasi bagi semua pengguna di perusahaan tersebut.
    3. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Jusuf, A.A. (1996, h.1) pengertiansistem informasi akuntansi adalah, “Kumpulan sumber daya, seperti: manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi.” Informasi ini dikomunikasikan kepada para penggunanya untuk berbagai pengambilan keputusan.
    4. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menutut Mulyadi (2001, h.3) mendefinisikan, “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”
    5. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Niswonger, Fess & Warren diterjemahkan oleh Ruswinarto, H. (1995, h.248), “Sistem akuntansi adalah suatu sarana bagi manajemen perusahaan guna mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk mengelola perusahaan dan untuk menyusun laporan keuangan bagi pemilik, kreditor, dan pihak lain yang berkepentingan.”
    6. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi menurut Baridwan (1998, h.6), “Sistem akuntansi terdiri dari formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data mengenai suatu mengenai usaha suatu kesalahan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manejemen untuk mengawasi usaha-usahanya dan bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditur, dan lembaga-lembaga pemerintah untuk menilai hasil operasi.”

    Klasifikasi system dapat dilihat dalam beberapa tinjauan,diantaranya:

    v Berdasarkan Wujud Fisik (Bentuk),dibedakan
    – Non Physical
    Adalah suatu system yang secara fisik tidak ada tapi terjadi,
    contoh: system teologi
    – Physical
    Adalah Suatu system yang secara fisik ada
    contoh: system computer

    v Berdasarkan Kejadian,dibedakan

    – Natural(alami)
    Adalah sistem yang terjadi karena proses alam dan tidak terdapat proses campur tangan manusia
    contoh:sistem tata surya, sistem rotasi bumi
    – Human Mode(Buatan manusia)
    Sistem yang terjadi karena adanya suatu proses campur tangan Manusia
    contoh: sistem tata kota, sistem pengendalian banjir

    v Berdasarkan Sifat ,dibedakan
    – Deterministic
    adalah sebuah sistem yang beropersi dalam cara yang dapat diramalkan secara tepat serta interaksi antara bagian-bagian dpat diketahui secara pasti
    contoh: sistem program computer,audio
    – Probabilistic
    Adalah suatu sistem yang dapat diuraikan dalam istilah perilaku yang mungkin,tetapi selalu ada sedikit kesalahan atas ramalan terhadap jalannya sistem
    contoh: sistem pemilihan presiden, sistem persediaan barang

    v Berdasarkan Metode, dibedakan
    – Closed (Tertutup)
    adalah sistem yang tidak bertukar materi,informasi,atau energy dengan lingkungannya,
    contoh: Reaksi kimia di dalam tabung berisolasi
    – Open (Terbuka)
    Adalh sistem yang selalu berhubungan dengan lingkungan luarnya untuk melakukan proses mendapatkan output
    contoh: sistem biologis, sistem keorganisasian

    B. Pengertian Subsistem

    Setiap bagian dari sistem disebut subsistem. Selanjutnya sebuah subsistem dapat dibagi ke dalam bagian yang disebut subsistem-subsistem.

    Subsistem adalah komponen yang koheren dan agak independen dari sistem yang lebih besar.
    Subsistem merupakan komponen atau bagian dari suatu system, subsistem ini bisa phisik ataupun abstrak. Subsistem sebenarnya hanyalah sistem di dalam suatu sistem, ini berarti bahwa sistem berada pada lebih dari satu tingkat. Pemisalan lainnya, mobil adalah suatu system yang terdiri dari system-sistem bawahan seperti system mesin, system badan mobil dan system rangka. Masing-masing system ini terdiri dari system tingkat yang lebih rendah lagi.
    Berikut adalah contoh dari beberapa subsistem tubuh manusia:
    * Sistem Peredaran Darah
    * Sistem pencernaan
    * Sistem saraf
    * Sistem rangka

    C. Pengertian Suprasistem

    Suprasistem adalah sistem yang mempunyai hubungan lebih luas dari sistem.
    Jika suatu sistem menjadi bagian dari sistem lain yang lebih besar, maka sistem yang lebih besar tersebut dikenal dengan sebutan supersistem. Sebagai contoh, jika pemerintah kabupaten disebut sebagai sebuah sistem, maka pemerintah provinsi berkedudukan sebagai supersistem. Jika ditinjau dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi adalah subsistem dan pemerintah pusat adalah supersistem.

    Contoh suprasistem :
    • Jika sekolah dipandang sebagai suatu sistem, pendidikan adalah suprasistemnya.
    • Jika perusahaan kita pandang sebagai sebuah sistem. Maka industri merupakan suprasistemnya dan pemasaran sebagai subsistemnya.

    Pengendalian system
    Karena suatu sistem tidak ada yang tertutup, supaya sistem dapat terus melangsungkan hidupnya, maka sistem harus mempunyai daya membela diri atau sistem harus mempunyai daya beli diri atau sistem harus mempunyai sistem pengendalian. Pengendalian dari suatu sistem dapat berupa pengendalian umpan balik (feedback control system), dan pengendalian umpan maju (feed forward control system ) dan pengendalian pencegahan (preventive control system).

    MASUKAN ——–> PENGOLAHAN ———> KELUARAN

    Bentuk dasar suatu sistem

    A. Sistem Pengendalian Umpan Balik

    Pengendalian umpan balik merupakan proses mengukur keluaran dari sistem yang dibandingkan dengan suatu standar tertentu. Bilamana terjadi perbedaan – perbedaan atau penyimpangan – penyimpanga akan dikoreksi untuk memperbaiki masukan sistem selanjudnya. Study teoritis tentang sistem pengendalian umpan balik disebut dengan cybernetisc. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu kybernettes yang berarati “orang yang mengatur ” penerapan suatu pengendalian daam suatu sistem.

    Sistem pengendalian umpan balik mempunyai 4 komponen dasar, yaitu :
    1. Suatu karakteristik atau kondisi yang dikendalikan diukur dari keluarannya.
    2. Suatu sensor (censor) yang mengukur karakteristik atau kondisi tersebut.
    3. Suatu unit pengendalian (control unit ) yang membandingkan hasil ukuran censor dengan suatu standar.
    4. Suatu unit pengatur (activating unit) yang menghasilkan tindakan penyesuaian untuk masukkan proses selanjudnya.
    Sistem pengendalian umpan balik disebut juga dengan istilah negative feedback, karena hasil balik yang negative akan dikendalikan supaya menjadi baik untuk masukan proses selanjudnya. Contoh yang paling umum dari sistem pengendalian umpan balik adalah sistem themostat di dalam alat pendingin. (air conditioner). Kondisi temperatur yang dihasilkan oleh alat pendingin akan diukur oleh suatu sensor dan dibandingkan dengan standar temperatur yang tidak menyebabkan ruangan menjadi lembab. Bila temperatu terlalu dingin, maka tungku pemanas sebagai pengatur unit pegnatur dalam thermostat akan dihidupkan. Bila temperatue terlalu panas, maka tungku akan dimatikan dan alat pendingin akan bekerja kembali. Seandainya alat pendingin tidak mempunyai pengendali ini, maka ruangan akan menjadi lemabab dan tujuan dari alat pendingin tersebut tidak akan tercapai. Sistem akuntansi pertanggungjawaban merupaka penerapan dari sistesm pengendalian umpan balik dalam sistem akuntansi. Sistem akuntansi pertanggungjawaban dapat berupa pusat beaya dan pusat investai. Pada pusat beaya yang dikendalikan bila melebihi anggaran akan dianalisis peneybabnya dan akan diperbaiki untuk masukan selanjudnya. sehingga diharafkan beaya yang terjadi dapat diminimumkan.

    B. Sistem Pengendalian Umpan Maju

    Sistem pengendalian umpan maju (feedforward control system) disebut juga dengan istilah positive feedback. Positive feedback mencoba mendorong proses dari sistem supaya manghasilkan hasil balik yang posiif. Sistem pengendalian umpan maju ini merupakan perkembangan dari sitem pengendalian umpan balik. Di dalam sistem pengendalian umpan balik, pengendalian dilakukan setelah keluaran dihasilkan. Pengendalian sepertin ini diangap mempunyai kelemahan bilamana penyimpanan dari luar dengan standar sangat besar. Padahal keluaran ini merupakan hasil yang sudah terlanjur terjadi dan dapat mengakibatkan hal sangat fatal. Ide supaya keluaran dapat dihasilkan dengan hasil balik yang baik atau positif merupakan konsep dari sistem pengendalian umpan maju. sehingga untuk hal – hal yang dianggap dapat terjadi penyimpangan yang besar dan tidak boleh terjadi, dilakukan pengendalian umpan maju. Supaya keluaran dapat dihasilkan umpan balik yang positip, maka pengendalian tidak boleh diukur dari keluarannya, tetapi diukur dan dikendalikan dari prosesnya. Selama proses didalam sistem, selalu dilakukan pengamatan dan dan cepat – cepat diatasi bila bila mulai terjadi penyimpangan sebelum terlanjur fatal pada keluarannya.

    contoh :
    Contoh penerapan sistem pengenadalian umpan maju yang paling banyak diterapkan pada sistem akuntansi adalah pada sistem perencanaan kas akan sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal bilaman saldo kas suatu ketika saldo menjadi sangat kecil atau bahkan menjadi defisit dan akan menyebabkan lekuiditas perusahaan rendah., sebagai akibatnya aktivitas perusahaan dapat terganggu. Untuk mengatasi hal ini, meka penerapan sistem pengendalian umpan maju diterapkan dengan meramalkan arus dari saldo kas dimasa mendatang dengan membuat sistem anggaran kas. Kondisi yang dikendalikan adalah semua proses kegiatan perusahaan dankeputusan – keputusan yang memperngaruhi tingkat saldo kas. Proses ini diukur dari arus kas yang terjadi melalui proses akuntansi dan dibandingkan dengan batasan saldo kas yang diperbolekan dalam anggaran kas yang telah dibuat. Bila saldo kas yang terjadi berada diluar batas saldo kas yang telah dianggarkan, maka cepat – cepat dilakukan tindakan pengaturan untuk memperbaiki saldo kas. Sebagai pengatur adalah manajer keuangan yang akan melakukan tindakan penyesuaian terhadap saldo kas . Bila setiap saat proses mempengaruhi saldo kas selalu diawasi dan dikendalikan, diambil tindakan secepatnya sebelu terjadi hal yang fatal, maka keluaran yang terjadi diharafkan akan sesuai dengan yang diharafkan.

    C. Sistem Pengendalian Pencegahan

    Kalau sistem pengendalian umpan balik mengendalikan keluarannya dan sistem pengendalian umpan maju mengendalikan prosesnya, maka sistem pengendalian pencegahan mencoba unutk mengendalikan sistem dimuka sebelum proses dimulai dengan mencegah hal – hal yang merugikan untuk masuk kedalam sistem. Sistem pengendalian intern (internal control) merupakan contoh penerapan dari sistem pengendalian pencegahan. Penerapan kebijaksanaan – kebijaksanaan, metode – metode dan prosedur – prosedur didalam sistem pengendalian intern dimaksudkan untuk mencegah hal – hal yang tidak baik mengganggu masukan, proses dan hasil dari sistem supaya dapat beroperasi seperti yang diharafkan.
    http://zethside.blogspot.co.id/2013/04/pengendalian-system.html
    Informasi adalah Sekumpulan data/ fakta yang diorganisasi atau diolah dengan cara tertentu sehingga mempunyai arti bagi penerim. Data yang telah diolah menjadi sesuatu yang berguna bagi si penerima maksudnya yaitu dapat memberikan keterangan atau pengetahuan. Dengan demikian yang menjadi sumber informasi adalah data. Informasi dapat juga di katakan sebuah pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi.
    Contoh informasi: dokumen dalam Microsoft exel, berbentuk spreadsheet seringkali digunakan untuk membuat sebuah informasi dari data yang terdapat di dalamnya, seperti laporan untung, rugi dan neraca adalah bentuk informasi dan angka yang terdapat di dalamnya adalah data.

    Pentingnya Informasi Berkualitas
    Informasi yang berkualitas dapat mengurangi ketidakpastian. Hampir semua aktivitas yang kita lakukan dilingkupi oleh ketidakpastian, dibaliknya tentu terdapat risiko yang kita hadapi.
    Ketidakpastian biasanya sering ditemukan pada saat kita dihadapkan pada permasalahan yang baru pertama kali dialami. Misalnya dalam berinvestasi pada produk pasar modal, karena dipengaruhi oleh faktor yang bersifat dinamis, maka unsur ketidakpastiannyapun tinggi.
    Oleh karenanya disinilah informasi yang berkualitas berperan. Rasa ragu-ragu dalam melakukan keputusan dapat kita kurangi atau bahkan dihilangkan. Keputusan yang diambil tentu merupakan pemilihan dari beberapa alternatif yang ada atau bahkan tidak memilih alternatif yang adapun itu merupakan keputusan.
    Dari paparan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk memutuskan sesuatu sudah selayaknya didukung oleh informasi yang berkualitas. Janganlah kita membuat sesuatu keputusan strategis untuk kepentingan orang banyak, apabila tidak dilengkapi informasi berkualitas. Hal ini tentu akan berakibat fatal.(DM).
    Nilai informasi ini didasarkan atas 10 (sepuluh) sifat, yaitu :
    1. Mudah Diperoleh
    Sifat ini menunjukan mudahnya dan cepatnya informasi dapat diperoleh.
    2. Luas dan Lengkap
    Sifat ini menunjukan lengkapnya isi informasi.
    3. Ketelitian
    Sifat ini berhubungan dengan tingkat kebebasan dari kesalahan keluaran informasi.
    4. Kecocokan
    Sifat ini menunjukan betapa baik keluaran informasi dalam hubungannya
    dengan permintaan para pemakai. Isi informasi harus ada hubungannya dengan masalah yang sedang dihadapi.
    5. Ketepatan Waktu
    Sifat ini berhubungan dengan waktu yang dilalui yang lebih pendek dari pada siklus untuk mendapatkan informasi. Masukan, pengolahan, dan pelaporan keluaran kepada para pemakai biasanya tepat waktu.
    6. Kejelasan
    Sifat ini menunjukan tingkat keluaran informasi yang bebas dari istilah-istilah yang tidak jelas.
    7. Keluwesan
    Sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya keluaran informasi tidak
    hanya dengan lebih dari satu keputusan, tetapi juga dengan lebih dari seorang
    pengambil keputusan.
    8. Dapat Dibuktikan
    Sifat ini menunjukan kemampuan beberapa pemakai informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama.
    9. Tidak Ada Prasangka
    Sifat ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah
    informasi guna mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.
    10. Dapat Diukur
    Sifat ini menunjukan hakekat informasi yang dihasilkan dari sistem informasi formal.
    Pada kenyataannya nilai informasi tidak mudah untuk dinyatakan dengan ukuran yang bersifat kuantitatif. Namun nilai informasi dapat dijelaskan menurut skala relatif. Misalnya, jika suatu informasi dapat menghasilkan hal yang mengurangi ketidakpastian bagi mengambil keputusan, maka nilai informasinya tinggi jika hasil tindakannya adalah positif, tapi nilai informasinya rendah bila tindakannya negatif. Sebaliknya, sekiranya informasi kurang memberikan relevansi bagi mengambil keputusan, informasi tersebut dikatakan kurang bernilai atau nilai informasinya rendah.( H.M Jogianto, 1990)
    Kualitas dari suatu informasi tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus akurat, tepat waktu, dan relevan.
    1. Akurat
    Berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak
    menyesatkan dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus
    akurat karena dari sumber informasi sampai ke penerima informasi
    kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat merubah atau merusak
    informasi tersebut.
    2. Tepat Waktu
    Berarti informasi yang datang pada si penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat, maka dapat berakibat fatal untuk organisasi. Dewasa ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya.
    3. Relevan
    Berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila
    ditujukan kepada ahli teknik perusahaan. Sebaliknya informasi mengenai harga pokok produksi untuk nilai teknik merupakan informasi yang kurang
    levan, tetapi releven untuk akuntan.

    DAFTAR PUSTAKA
    http://tsamasaputri.blogspot.co.id/2012/11/sistem-subsistem-dan-supra-sistem-a.html
    http://www.temukanpengertian.com/2013/07/pengertian-informasi.html
    https://mane3x.wordpress.com/2013/12/04/10-sifat-nilai-informasi-dan-3-kualitas-dari-sistem-informasi/
    http://arisuhari.blogspot.co.id/2011/10/komponen-komponen-sistem-informasi.html

  40. Arief Rachman Prasetyo says:

    110513/ARIEF RACHMAN PRASETYO/2011A/SIA

    KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
    Sistem: sekumpulan dari bagian-bagian yang saling bergantung satu sama lain yang menyelesaikan suatu tujuan yang spesifik (Mascove dan Simki, 1994).
    Informasi: data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Kaitannya dengan SIA, informasi diartikan sebagai laporan laba-rugi, laporan umur piutang, tagihan untuk konsumen.
    Akuntansi: pencatatan data ekonomi, pemeliharaan (maintenance) data, dan penyaian informasi keuangan (berguna untuk mengetahui kinerja operasi bisnis dalam suatu periode).
    Sistem informasi yaitu suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional perusahaan, di mana sistem tersebut merupakan kombinasi dari orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang tergorganisasi.
    *Pengertian Sistem Informasi
    Menurut John F. Nash, Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.

    Dan sistem informasi akuntansi merupakan suatu sistem informasi fungsional yang mendasari sistem informasi fungsional yang lainnya. Contohnya seperti sistem informasi keuangan, sistem informasi pemasaran, sistem informasi produksi dan sistem informasi sumber daya manusia sistem-sistem informasi ini membutuhkan data keuangan dari sistem informasi akuntansi. Sistem informasi akuntansi
    juga dapat dikatakan sekelompok struktur dalam sebuah entitas yang mengelola sumber daya fisik dan sumber daya lain untuk mengubah data ekonomi menjadi informasi akuntansi, agar dapat memenuhi kebutuhan informasi berbagai pihak.
    *Pengertian sistem informasi akuntansi
    Menurut Mulyadi (2001, hal.3), pengertian sistem informasi akuntansi mendefinisikan bahwa: sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.
    Menurut Baridwan (1998, hal.6) pengertian sistem informasi akuntansi yaitu terdiri dari formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data mengenai suatu mengenai suatu mengenai usaha suatu kesalahan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manajemen untuk mengawasi usaha-usahanya dan bagio pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditor, dan lembaga-lembaga pemerintah untuk menilai hasil operasi.

    Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
    adalah:
    a. Mendukung kegiatan operasi sehari-hari (Transaction Processing System)
    User dari SIA terkait dengan Transaction Processing System:
    INTERNAL : manajer dan employee.
     EKSTERNAL : konsumen (tagihan), pemasok (order pembelian dan cek), karyawan (cek gaji), bank (laporan keuangan dan pembayaran utang).
    b. Mendukung pengambilan keputusan oleh pengambil keputusan internal.
    c. Memenuhi kewajiban terkait dengan pertanggungjawaban perusahaan.

    *Fungsi SIA dalam mentransformasi data menjadi informasi adalah sbb;
    a. Pengumpulan data, yaitu mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
    b. Maintenance data: mengklasifikasikan, meng-copy, menyortir, mengelompokkan, menggabungkan, melakukan penghitungan, meringkas, dan membandingkan.
    c. Mengelola data, yaitu memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
    d. Mengendalikan data, dengan dua tujuan, yaitu: 1) mengamankan harta kekayaan organisasi, dan 2) memastikan bahwa data yang direkam adalah data yang akurat dan lengkap dan diproses secara benar.
    e. Proses menghasilkan informasi.

    *Komponen Sistem Informasi Akuntansi
    Dalam sistem kerjanya terdapat beberapa komponen yang terdapat dalam sistem informasi akuntansi yaitu sebagai berikut:
    1.Manusia adalah pelaku yang menjalankan sistem
    2.Transaksi merupakan objek dari sistem informasi akuntansi sebagai masukan, lalu di proses sehingga menghasilkan informasi.
    3.Prosedur adalah langkah-langkah yang harus ditempuh dalam melakukan transaksi atau kegiatan perusahaan.
    4.Dokumen yaitu berupa formulir yang digunakan sebagai sarana pencatatan pada saat transaksi.
    5.Peralatan adalah suatu alat atau sarana yang digunakan dalam melakukan pencatatan pada sistem informasi yang bersangkutan.

    Tujuan Pengendalian Internal Sistem Informasi Akuntansi
    Pengertian dari pengendalian internal sistem informasi akuntansi adalah bagian integral dari sistem informasi akuntansi yang merupakan suatu proses yang dijalankan untuk dewan komisaris, manajemen, dan personil lain dalam perusahaan. Adapun kriteria dari pengendalian internal sistem informasi akuntansi yaitu sebagai berikut:
    1. Keandalan pelaporan keuangan.
    2. Efektivitas dan efisiensi operasi.
    3. Keputusan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.

    Dengan menetapkan pengendalian internal, maka perusahaan mampu mencapai tujuan dan meminimalisir resiko. Sebagai hasil dari ditetapkannya pengendalian internal dalam sistem akuntasi adalah dihasilkannya akuntansi yang berkualitas dan dapat di audit.

    Daftar Pustaka:
    Najudin. 2015. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi. http://www.ekonomizone.com/author/najudin/
    Widjajanto, Nugraha. 2001. Sistem Informasi Akuntansi, Penerbit Erlangga: Jakarta.

  41. Dinie Setyawati says:

    1403217/Dinie Setyawati/2014 Akuntansi A/SIA

    Pengertian Sistem dan Prosedur
    Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.
    Sistem adalah kumpulan sumber daya yang berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu.
    Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.
    W. Gerald Cole (Accounting Systems Cecil Gillespie):
    Sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan.
    Prosedur adalah suatu urut-urutan pekerjaan kerani, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu bagian atau lebih, disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang sering terjadi.

    Klasifikasi Sistem
    • Sistem terbuka, bila aktifitas di dalam sistem tersebut dipengaruhi oleh lingkungannya.
    • Sistem tertutup, bila aktifitas di dalam sistem tersebut tidak dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi di lingkungannya.
    • Sistem buatan manusia
    • Sistem buatan tuhan
    • Sistem berjalan adalah sistem yang saat ini sedang digunakan.
    • Sistem konseptual adalah sistem yang menjadi harapan.
    • Sistem sederhana adalah sistem yang memiliki sedikit tingkatan dan subsistem.
    • Sistem komplek adalah sistem yang memiliki banyak tingkatan dan subsistem
    • Kinerjanya dapat dipastikan artinya dapat ditentukan pada saat sistem akan dan sedang dibuat.
    • Kinerjanya tidak dapat dipastikan artinya tidak dapat ditentukan dari awal tergantung kepada situasi yang dihadapi.
    • Sistem sementara artinya sistem hanya digunakan untuk periode waktu tertentu.
    • Sistem selamanya artinya sistem digunakan selama-lamanya untuk waktu yang tidak ditentukan.
    • Sistem phisik
    • Sistem abstrak
    • Subsistem adalah sistem yang lebih kecil dalam sebuah sistem.
    • Supersistem adalah sistem yang lebih besar.
    • Sistem yang dapat beradaptasi
    • Sistem yang tidak dapat beradaptasi

    Pengendalian sistem adalah proses untuk mencegah atau mengarahkan kegiatan suatu organisasi pada tujuan yang telah ditetapkan.

    Jenis pengendalian sistem:
    • Preventive control system
    • Feed forward control system
    • Feed back control system

    Pengertian Informasi
    Informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat.
    Informasi adalah data yang telah diolah sedemikian rupa sehingga lebih berarti, mempunyai nilai kegunaan relevan dengan pemakainya untuk mengurangi ketidakpastian tentang beberapa keadaan atau kejadian, baik sekarang maupun di masa yang akan datang.

    Pentingnya informasi:
    • Mendorong pengambilan keputusan manajemen
    • Mengurangi ketidakpastian

    Sifat informasi:
    • Mandatory (wajib/perintah)
    • Essential (penting)

    Bentuk informasi:
    • Formal
    • Tidak formal

    Mc Leod mengatakan, informasi yang berkualitas harus memiliki ciri-ciri:
    • Akurat
    • Tepat waktu
    • Relevan
    • Lengkap

    DAFTAR PUSTAKA
    Baridwan, Zaki. (1981). Sistem Akuntansi Penyusunan Prosedur dan Metode. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Akademi Akuntansi YKPN.
    Mulyadi. (2010). Sistem Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.